Stockholm, 31 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN BUTA TIDAK TAHU LEMBAGA PERADILAN HUKUM ISLAM & HUKUM THAGHUT PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO- WAHABI-SAUDI MEMANG BUTA TIDAK TAHU MEMBEDAKAN MANA PERADILAN HUMUM ISLAM DAN MANA PERADILAN HUKUM THAGHUT PANCASILA DALAM PELAKSANAAN DASAR HUKUM AN-NISA: 92, 93

"Jelas sekali itu Bpk Ahmad Sudirman yang juga Warga NII, GAM/TNA menafikkan dan memansukhkan/menghapus hukum-hukum yang telah ditetapkan Alloh SWT dalan Al-qur'an, padahal jelas sekali kalau hukum pembunuhan tersebut di atas berlaku sampai hari kiamat bagi umat islam di mana saja berada dan dalam situasi yang bagaimanapun. Apabila ada orang, umat islam telah melakukanya ( pembunuhan terhadap umat islam yang memusuhinya )..kemudian dengan berat hati orang tsb bahkan menolak dan menentang serta mereka membangkang terhadap hukum islam yang telah diturunkan dlm surat An-nisa' ayat 92 dan 93 maka orang tersebut telah sesat dan munafik (maaf ini juga istilah bpk Ahmad Sudirman )." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 30 Jul 2004 22:14:27 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin kelihatan itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi sesat dan munafik tidak mengetahui penegakkan, penerapan, pelaksanaan hukum dasar hukum An-Nisa: 92, 93.

Itu dasar hukum membunuh sesorang muslim diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw ketika Rasulullah saw telah berhasil membangun dan menegakkan Daulah Islam di Yatsrib. Bukan diturunkan ketika Rasulullah saw masih di Mekkah dibawah Penguasa musyrik dan kafir Quraisy.

Itu dasar hukum membunuh seseorang muslim berlaku dan dijalankan sampai masa dinasti Usmaniyah Turki. Setelah dinasti Usmaniyah Turki runtuh pada tahun 1923, bergantilah dasar hukum yang telah dipakai dalam Daulah Islam Rasulullah sampai Dinasti Usmaniyah di Turki, menjadi dasar hukum sekular sampai detik sekarang ini. Seperti yang dipakai dasar hukum dan sumber hukum di Negara kafir RI yakni pancasila yang bukan sumber hukum Islam.

Nah, karena kebodohan dan kebutaan dari Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi inilah, maka mereka terperosok kedalam jaring hukum thaghut pancasila yang dipakai dan dikenakan oleh para pimpinan Negara kafir RI, DPR, MPR.

Bagaimana itu para pimpinan Negara kafir RI, DPR, MPR menerima, menjalankan, melaksanakan, menegakkan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 di wilayah kekuasaan Negara kafir RI ?

Apakah Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi menganggap dan mengakui Negara kafir RI sama dengan Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib dan Khilafah Islamiyah Khulafaur Rasyidin, dinasti Umayyah, dinasti Abassiyah, dinasti Fathimiyah, dinasti Usmaniyah di Andaluzie, dinasti Usmaniyah di Turki ?. Sehingga itu dasar hukum membunuh seseorang muslim An-Nisa: 92, 93 bisa dijalankan secara legal di wilayah kekuasaan hukum thaghut pancasila Negara kafir RI.

Jangan membohongi dan menipu rakyat di Nusanatra dan di Negeri Acheh, wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan yang ingin merobah sistem thaghut pancasila di Negara kafir Pancasila menjadi sistem Wahabi atau Salafi, mana mungkin bisa ditegakkan, diterapkan, dijalankan dasar hukum An-Nisa: 92, 93, sebelum itu sistem thaghut pancasila berganti sistem Islam.

Apakah kalian Wahabiyin Rokhmawan ingin mencampur-adukkan dasar hukum Allah SWT dengan dasar hukum yang bersumberkan kepada thaghut pancasila di Negara kafir RI ?.

Ataukah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ingin meniru Megawati dan Akbar Tandjung Cs dari DPR yang membuat UU No.18 tahun 2001 yang didalamnya mencampur adukkan hukum Islam dengan hukum thaghut pancasila dan meletakkan hukum Islam dibawah hukum thaghut pancasila ?.

Memang seluruh ummat Islam di dunia mengetahui itu dasar hukum membunuh seorang muslim An-Nisa: 92, 93 adalah dasar hukum yang diturunkan Allah SWT dan akan berlaku sampai hari kiamat. Tetapi dalam penegakkan, pelaksanaannya harus dibawah lembaga yang telah dicontohkan Rasulullah saw sebagaimana yang telah dijalankan Rasulullah saw di Daulah Islam di Yatsrib.

Nah, kalau Wahabiyin sesat dan munafik ini ingin mencontoh para pimpinan Negara kafir RI, DPR, MPR yang mencampur adukkan pelaksanaan hukum Islam dengan hukum thaghut pancasila, maka jadilah Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi sama seperti para pimpinan Negara kafir RI.

Jadi, Wahabiyin Rokhmawan, apapun yang kalian kemukakan di mimbar bebas ini dasarnya sangat lemah. Argumentasi kalian Wahabiyin Rokhmawan hanyalah untuk dijadikan alat membawa rakyat di Nusantara ini kelembah kesesatan paham Wahabi made in Saudi ini.

Kalau kalain Wahabiyin Rokhmawan ingin menegakkan kembali dasar hukum membunuh seseorang muslim dalam An-Nisa: 92,93, maka lembaga dan peradilan hukum di Negara kafir RI harus sudah disesuaikan dengan lembaga dan peradilan hukum Daulah Islam. Tetapi selama lembaga dan peradilan hukum masih memakai lembaga dan peradilan hukum yang dipakai dalam wilayah kekuasaan Negara kafir RI, maka itu dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tidak bisa ditegakkan. Dasar hukum Islam harus berdiri sendiri tidak bisa dicampurkan adukkan dalam pelaksanaannya dengan dasar hukum thaghut pancasila dalam peradilam hukum Negara kafir RI.

Nah disini yang ditekankan bukan menafikan atau memansukhkan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 -nya, melainkan yang ditekankan disini adalah penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tersebut.

Karena penegakkan dan pelaksanaan vonis hukuman yang didasarkan pada dasar hukum An-Nisa: 92, 93 harus didasarkan kepada hasil dari keputusan lembaga dan peradilan hukum yang berlaku dan sesuai dengan apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw dalam Daulah Islam di Yatsrib dengan mengambil dasar hukum An-Nisa: 92, 93.

Karena itulah saya mengatakan dalam tulisan sebelum ini:

"Apalagi dengan mengutip ayat ayat Al-Qur'an yang mengandung dasar hukum pembunuhan. Apakah kalian Wahabiyin Rokhmawan tidak tahu atau memang karena otak kalian itu beku sehingga tidak bisa membaca dan memikirkan dengan benar bahwa hukum Islam itu tidak bisa dijalankan sekarang dalam wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Negara kafir RI ?. Sehingga kalian Wahabiyin Rokhmawan menganalisa dan menyimpulkan sesuka hati sendiri ayat-ayat 92, 93 surat An-Nisa dijalankan dan diterapkan di wilayah kekuasaan Negara kafir Pancasila Kalian mengetahui atau tidak itu dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tidak diakui di Negara kafir RI ?. Sampai kiamatpun itu dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tidak bisa dijalankan dalam wilayah kekuasaan Negara kafir RI. Itu dasar hukum pembunuhan An-Nisa: 92, 93 bisa diterapkan, dijalankan, dilaksanakan dalam Daulah Islam, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika menegakkan dan membangun Daulah Islam di Yatsrib". (Ahmad Sudirman, 30 Juli 2004)

Jadi penegakkan dan pelaksanaan vonis hukuman membunuh seseorang muslim inilah yang harus menurut apa yang dicontohkan Rasulullah dengan Daulah Islam-nya di Yatsrib. Bukan menurut para pimpinan Negara kafir RI, DPR, MPR, dengan lembaga dan peradilan hukumnya, sebagaimana diacu oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Karena memang Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi memang sesat dan munafik maka langsung saja menyatakan: "Jelas sekali itu Bpk Ahmad Sudirman yang juga Warga NII, GAM/TNA menafikkan dan memansukhkan/menghapus hukum-hukum yang telah ditetapkan Alloh SWT dalan Al-qur'an, padahal jelas sekali kalau hukum pembunuhan tersebut di atas berlaku sampai hari kiamat bagi umat islam di mana saja berada dan dalam situasi yang bagaimanapun"

Dipikir Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi menegakkan dan menjalankan hukum Allah SWT An-Nisa: 92, 93 bisa dijalankan dalam lembaga dan peradilan hukum Negara kafir RI yang hukumnya bersumberkan kepada thaghut pancasila.

Makanya itu otak Wahabiyin Rokhmawan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini sudah beku, sesat dan munafik. Tidak bisa membedakan mana itu Daulah Islam, mana itu Negara kafir RI dibawah pimpinan Megawati Sekular dari PDI-P sekular.

Saran saya kepada Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi sebelum kalian berdebat dan berdiskusi dengan Ahmad Sudirman pelajari dahulu tentang hukum Islam dan pelaksanaannya sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw dalam Daulah Islam di Yatsrib. Jangan hanya melihat dan mengacu kepada apa yang dicontohkan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati.

Karena kalau kalian tidak mempelajari dan memahami serta menghayati manhaj Rasulullah saw dalam penerapan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dan pelaksanannya dalam Daulah Islam di Yatsrib, maka kalian makin tersesat kelembah kehancuran. Apalagi kalian hanya melihat kepada paham Wahabi atau Salafi kalian saja. Akhirnya kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi benar-benar jadi buta, sesat dan munafik.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 30 Jul 2004 22:14:27 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Jelas Itu Bpk Ahmad Sudirman, NII Serta GAM/TNA Telah Menafikkan Ayat Al-qu'ran To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Itu Pak Ahmad Sudirman, Warga NII dan GAM/TNA Tidak Meyakini Sepenuh Hati Serta Telah Membangkang Surat An-nisa' Ayat 92 dan 93 (Istilah Bpk Ahmad Sudirman).

Sebelumnya saya mohon yang sebesar-besarnya kalau komentar saya pada hari ini banyak memakai istilah Bpk Ahmad Sudirman ketika memberi komentar kepada saya.

KELIHATAN SEKALI SEMAKIN HARI ITU BPK AHMAD SUDIRMAN, WARGA NII DAN GAM/TNA SEMAKIN TIDAK MEYAKINI SEPENUHNYA, TERHADAP HUKUM-HUKUM YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH SWT TERUTAMA MENGENAI HUKUM PEMBUNUHAN YANG TERCANTUM PADA SURAT AN-NISA' AYAT 92 DAN 93, TIDAK HANYA ITU SAJA MEREKA SEMUA TELAH MEMBANDEL, MENENTANG DAN MEMBANGKANG AYAT TERSEBUT MAKA JADILAH MEREKA SEMUA (PAK DIRMAN, NII DAN GAM/TNA ) MERUPAkan GOLONGAN YANG SESAT DAN MUNAFIK DAN TERMASUK KAUM KHOWARIJ ( sekali lagi saya minta maaf karena menggunakan istilahnya Bpk Ahmad Sudirman ).

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati ternyata anda mulai saat ini telah terjebak oleh permainan kata-kata anda sendiri, anda cs seorang yang plin-plan, tidak teguh pendiriannya db. Duluuu saya mengatakan kepada anda "Ajaklah manusia kepada agama Islam dengan hikmah ( sunnah ) dan bijaksana" atau istilahnya berdakwah dan amar ma'ruf nahi munkar dengan beri'tiba' kepada Rosululloh SAW.

Hal ini memang di firmankan oleh Alloh SWT dalam Alqur'an, " Ajaklah mereka hai (muhammad), kepada agama-Ku dengan hikmah dan bijaksana dan cegahlah mereka dengan perkataan yang lebih bijaksana. Sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang diberi petunjuk dan orang-orang yang dlolim". Kurang lebih demikian terjemahannya. Kemudian saya juga mengatakan kepadanya kalau apakah pernah Rosululloh SAW dan para sahabatnya mengkafir-kafirkan orang islam si A, si b dll ?.

Nah langsung itu pak Ahmad Sudirman dengan tergopoh-gopoh bin tergesa-gesa dia mengatakan Rokhmawan dan Salafynya berdakwah masih menggunakan metode atau dalam periode Makkah.

Kemudian Bpk Ahmad Sudirman mengatakan kalau surat Almaidah ayat 44, 45, 47 diturunkan Alloh SWT pada tahun 10 H setelah daulah islam di Maddinnah terwujud, jadi setelah di turunkan ayat tersebut maka tidak ada itu umat islam yang mengaku islam tetapi membuat lembaga bandingan Alloh SWT, kemudian ayat tersebut ditujukan kepada semua umat baik yahudi, nasrani maupun islam sampai hari kiamat karena hukum-hukum Alloh SWT telah sempurna. Seenarnya saya Rokhmawan sudah menjawabnya lewat komentar saya yang kemaren-kemaren yang intinya, kalau Makkah, madinnah dan sekitarnya jelas mereka menggunakan hukum sesuai dengan Al-qur'an seperti hukum rajam dll, akan tetapi negara-negara yang berhasil ditundukkan oleh Rosululloh SAW dibawah kaki para sahabatnya sebagian besar hanya mau memeluk islam terutama dalam menjalankan 5 rukun islam, jadi negara-negara selain bangsa arab tersebut tidak memberlakukan hukum rajam dll. Nah apakah Rosululloh SAW dan para sahabatnya juga berkata dia (orang islam tsb) kafir karena masih berhukumkan hukum selain hukumnya Alloh SWT ?. Coba baca lagi komentar-komentar saya. Dengan kebohongan dan keluguannya bpk Ahmad menjawab sekenanya ( orang islam yang lugu pasti akan terjerat dengan kata-kata bpk Ahmad Sudirman ).

Nah setelah saya mengemukakan hukum pembunuhan menurut surat an-nisa' ayat 92 dan 93 langsung saja itu bpk Ahmad Sudirman dengan seenaknya bercuap-cuap yang berdasarkan hawa nafsu belaka sebagaimana tulisannya berikut ini.

"Apalagi dengan mengutip ayat ayat Al-Qur'an yang mengandung dasar hukum pembunuhan. Apakah kalian Wahabiyin Rokhmawan tidak tahu atau memang karena otak kalian itu beku sehingga tidak bisa membaca dan memikirkan dengan benar bahwa hukum Islam itu tidak bisa dijalankan sekarang dalam wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Negara kafir RI ?. Sehingga kalian Wahabiyin Rokhmawan menganalisa dan menyimpulkan sesuka hati sendiri ayat-ayat 92, 93 surat An-Nisa dijalankan dan diterapkan di wilayah kekuasaan Negara kafir Pancasila"

"Kalian mengetahui atau tidak itu dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tidak diakui di Negara kafir RI ?. Sampai kiamatpun itu dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tidak bisa dijalankan dalam wilayah kekuasaan Negara kafir RI".

"Itu dasar hukum pembunuhan An-Nisa: 92, 93 bisa diterapkan, dijalankan, dilaksanakan dalam Daulah Islam, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika menegakkan dan membangun Daulah Islam di Yatsrib".

Jelas sekali itu Bpk Ahmad Sudirman yang juga Warga NII, GAM/TNA menafikkan dan memansukhkan/menghapus hukum-hukum yang telah ditetapkan Alloh SWT dalan Al-qur'an, padahal jelas sekali kalau hukum pembunuhan tersebut di atas berlaku sampai hari kiamat bagi umat islam di mana saja berada dan dalam situasi yang bagaimanapun. Apabila ada orang, umat islam telah melakukanya ( pembunuhan terhadap umat islam yang memusuhinya )..kemudian dengan berat hati orang tsb bahkan menolak dan menentang serta mereka membangkang terhadap hukum islam yang telah diturunkan dlm surat An-nisa' ayat 92 dan 93 maka orang tersebut telah sesat dan munafik ( maaf ini juga istilah bpk Ahmad Sudirman ).

Kelihatan sekali kalau bpk Ahmad Sudirman ini bisanya hanya bercuap-cuap, menafsirkan ayat Al-qur'an seenak udele dewe dll, sehingga apabila bpk Ahmad menemukan Ayat-ayat Al-qur'an yang sesuai dengan hawa nafsunya maka diapun meyakininya 100 & tanpa pembangkangan dll.

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati anda begitu lugu dan tidak tahu akan umat islam yang kaffah dalam menjalankan sayriat islam maupun hukum-hukum islam yang begitu banyak. Jelas sekali kalau umat islam yang kaffah itu meyakini sepenuh hati terhadap semua ayat Al-qur'an beserta hukum-hukum Alloh SWT yang telah diturunkan kepada Rosululloh SAW dengan berpijak kepada Rosululloh SAW atau mengikuti sunnah-sunnah dan petunjuk Rosululloh SAW. Jelas sekali itu pak dirman, NII, GAM/TNA tidak meyakini sepenuh hati ayat-ayat Alloh SWT terutama terhadap hukum-hukum-Nya, bahkan mereka tidak mau berpegang teguh kepada Sunnah-sunnah Rosululloh SAW.

Mereka semua hanya meyakini terhadap perintah-perintah atau ayat-ayat maupun hadist-hadist yang sesuai dengan hawa nafsunya sendiri ( Na'udzubillahi min dzalik ). Apakah ini ciri-ciri orang-orang yang ingin menegakkan syariat dan hukum-hukum Alloh SWT di bumi ini ?. TIDAK, mereka tidak akan dapat menegakkan itu hukum-hukum Alloh SWT di Aceh, di Indonesia bahkan di bumi ini. Bagaimana mungkin mereka bisa dikatakan sebagai pejuang islam kalau dalam kesehariannya saja banyak itu hukum-hukum Alloh SWT yang dilanggarnya baik hukum dlohir maupun hukum batin dan sunnah-sunnah Rosululloh SAW yang diabaikannya ( tidak dihiraukan sama sekali ) ?. Inilah yang dinamakan pejuang islam yang palsu atau kecintaan dan ketaatan yang palsu terhadap Alloh SWT dan Rosululloh SAW.

O yaa hukum dlolhir yang saya maksudkan adalah hukum-hukum Alloh SWT yang bisa diterapkan manusia pada saat itu juga atau hukum-hukum yang kelihatan oleh kita seperti hukum rajam dll. Sedangkan hukum bathin adalah hukum-hukum Alloh SWT yang tidak boleh diterapkan begitu saja oleh manusia atau hukum-hukum yang tidak nampak oleh kita karena yang berhak memberi hukuman adalah Alloh SWT seperti orang islam si A, si B yg dikatakan kafir dll. Jelas sekali kalau bpk Ahmad Sudirman tidak mengetahui pembagian hukum-hukum dalam islam.

Di bawah ini saya akan menggunakan istilah sdr Sumitro.

...Ahmad..Ahmad...kamu ini bagaiman sech, kemaren kamu bilang sama Rokhmawan begigi..begitu ..eeee lha kok sekarang kamu bilang ke Rokhmawan lagi tetapi bertentangan dengan yang kemaren-kemaren. Sudahlah kang Ahmad..perjuangan kamu cs tidak akan diridloi Alloh SWI karena kamu cs, NII, GAM/TNA termasuk kaum khowarij sebagaimana yang dikatakan oleh Rokhmawan. Lebih baik kamu cs segera bertaubat kepada Alloh SWT sebelum nyawamu dikerongkongan...he..he ..he ( Maaf saya meniru istilahnya Sumitro ).

Baiklah kita lanjutkan lagi. Sampai kiamatpun bpk Ahmad Sudirman cs, Warga NII dan GAM/TNA tetap akan dicap sebagai kaum khowarij, bukan hanya itu saja mereka semua benar-benar telah menafikkan dan membangkang terhadap Alloh SWT dan Rosululloh SAW kecuali mengenai hal-hal yang sesuai dengan hawa nafsunya.

Jelas bpk Ahmad menafsirkan ayat Al-qur'an surat Al-maidah 44, 45, 47 bukan berdasarkan Alloh SWT dan Rosululloh SAW melainkan berdasarkan hawa nafsunya sendiri. Sehingga dengan demikian mereka semua mengataka orang islam si A, si B termasuk kafir dll. Dengan demikian mereka semua telah melangkahi dan medahului ketetapan dan keputusan Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Padahal Alloh SWT dalam mengkafirkan orang islam, nanti setelah di akhirat dan Rosululloh SAW yang jelas-jelas maksum dan dapat mengetahu kejadian yang akan datang lewat jibril yang di utus Alloh SWT, masih mengakui umat islam di akhir zaman. Apakah bpk Ahmad Sudirman ini seorang ustadzh yang oatut dibanggakan ?. Tidak...menurut sumitro, bpk Ustadz TPA/anak-anak ya..?, kalau untuk seukuran anak-anak maka jelas sekali bpk akan diseganinya...tapi untuk kalangan umat islam diseluruh dunia ini yang bisa ber afalaa ta'qilun dan ber afalaa yatadzakkaruun maka bapak ini tidak ubahnya seperti anak kecil yang baru mengerti akan agama islam. Kang Ahmad kamu ini kok lugu sekali sech debat melawan Rokhmawan ?. Sudah lugu plin-plan lagi he....he...he...( afwan kalau saya menggunakan istilahnya sumitro lagi).

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati anda telah terjebak dengan permainan kata anda sendiri, anda tidak bisa berdiskusi maupun berdebat secara rasioanal..tanpa emosional sama seperti anak kuliah, SMA bahkan anak SMP sekalipun. Duluuu waktu saya masih kuliah..saya terkenal menjadi bintang kampus dalam hal bidang diskusi dan debat baik diskusi agama lebih-lebih diskusi pengetahuan umum. Nah untuk diskusi keilmiahan atau pengetahuan umum jelas sekali dengan kepandaian saya yang diberikan Alloh SWT, saya dapat mematahkan semua argumen-argumen lawan diskusi saya. Kemudian ada juga itu temen saya yang seperti bapak, setelah melalui diskusi dan perdebatan yang panjang dia terjebak akan permainan kata-kata yang saya lontarkan kepadanya, setelah semua peserta mendengar jawaban teman saya..yang plin-plan..lansung saja mentertawakannya,,ha..ha..ha..huuuu. Lain halnya dengan diskusi agama, saya menggunakan pemahaman agama islam yang telah kami dapat dalam Manhaj kami dan kami tidak main-main dengan menggunakan permainan kata, karena saya tahu ini adalah agama bukan pengetahuan umum.

Begitu pula yang terjadi pada saat ini, antara saya debat melawan Bpk Ahmad Sudirman cs...seandainya umat islam yang bukan dari NII, GAM/TNA atau bukan umat islam yang sedang belajar..jelas sekali kalau mereka membaca jawaban-jawaban atau komentar-komentar bpk Ahmad Sudirman, jelas sekali bpk Ahmad akan ditertawakan. Bahkan kalau ada ulama Rusydi yang mendengar jawaban dari bapak Ahmad ini, akan tersenyum gelii...lain halnya dengan orang islam yang sedang belajar mengenai islam kaffah, karena jawaban-jawaban bapak yang super plin-plan maka merekapun akan bertanya..bagaimana sech bpk Ahmad ini ?.

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati...anda jangan membuat bingung terhadap orang-orang umat islam yang sedang belajar. Dengan argumen bapak yang salah kaprah dan amburadul lebih-lebih jawaban bapak plin-plan/tidak teguh pendiriannya, maka mereka akan semakin bingung.
Hm...bapak pasti tidak bisa mengira siapa saya. Kalau dilhat dari segi umur jelas 22 thn- an lebih tua bapak ( bpk Ahmad Sendiri mengatakan kalau bpk Husaini masih muda karena belum ada 50 thn ). Menurut hemat saya bapak Ahmad Sudirman berumur sekitar 58-63 ya. Kalau dugaan saya benar berarti bapak usianya sama dengan ayah saya. Tetapi saya begitu heran dalam hal kematangan anda beragama, berdiskusidan berdebat kok tidak menggambarkan kalau bpk ini sesuai dengan umur bapak. Jelas bapak belum faham akan hadist yang shohih, ayat-ayat Al-qur'an selain Al-maidah 44, 45, 47. Maka dari itu saran saya belajarlah yang rajin kepada ulama Rusydi, bukan ulama bal'am ( istilah Husaini ) dan juga bukan pula ulama dari kalangan NII ( kalau ada tetapi ternyata tidak ada, walaupun ada tetapi masih dalam lingkup aceh atau indonesia belum menginternasional ). Maafkan saya kalau saya berkata yang berlebihan dan membuat tersinggung hati bpk Ahmad Sudirman.

O yaa..saya tidak keberatan kalau debat saya melawan Bpk Ahmad Sudirman ini dibilang perlombaan, karena memang dari dulu pak ahmad dengan sombongnya mengatakan " Tidak ada orang indonesia yang mampu mematahkan argumen pak Ahmad Sudirman". Dan dia terus saja berkoar-koar ingin mencari lawan debat yang seimbang. Maka saya datang sebenarnya tujuannya adalah untuk meluruskan argumennya yg salah kaprah bin amburadul.
Inilah tin juri yang akan menilai yang terdiri dari : Juri dari Manhaj kami, juri dari sumitro cs, juri dari Pemerintahan RI dan juri dari NII, GAM/TNA serta juri dari ulama Rusydi.

Team Juri Dari Manhaj kami.

Nilai plus untuk Rokhmawan :
1.Dapat mengendalikan emosinya ketika dikatakan biadab, teroris, sesat dan munafik. Sedangkan Ahmad Sudirman emosinya tidak terkontrol.
2.Dapat menyusun kalimat-kalimat sehingga tidak bertentangan dengan pendapatnya yg kemaren. Sedangkan Ahmad orangnya plin-plan.
3.Dapat memahami agama islam ini sesuai dengan pendapat jumhur ulama dan para imam besar kita. Sedangkan Ahmad Sudirman pemahan agama islamnya menurut pemikirannya sendiri atau menurut sebagian kecil ulama.
4.Mampu menampilkan Ayat-ayat Al-qur'an selain surat Al-maidah 44,45, 47 dengan baik dan benar. Sedangkan Ahmad Sudirman hanya berkutat dengan ayat tersebut.
5.Mampu menampilkan hadist-hadist yang shohih. Sedangkan Ahmad Sudirman tidak bisa sama sekali.
6.Mampu menceritakan dan meyakini perjalanan Rosululloh SAW ketika isro' mi'roj mengenai kejadian-kejadian di dunia. Sedangkan Ahmad Sudirman tidak bisa sama sekali dan tidak meyakininya.
7.Bisa berdiskusi dengan baik sehingga setiap pertanyaan dan komentar yang diajukan Ahmad hampir semua dapat dijawabnya. Sedangkan Ahmad Sudirman tidak bisa membahas dan menjawab apa-apa yg dilontarkan kepadanya kecuali hanya itu itu saja.
Dll.

Nilai Plus Untuk Ahmad Sudirman:
1.Mampu menceritakan sejarah aceh. Sedangkan Rokhmawan tidak.
2.Mampu menerangkan Al-maidah 44, 45, 47 berdasarkan teks terjemahannya. Sedangkan Rokhmawan masih mencari dalil-dalil penguat baik dalil aqli maupun dalil naqli.
3.Usianya lebih tua dari Rokhmawan.

Sehingga dengan perincian tersebut di atas maka juri dari Manhaj kami memberikan kemenangan untuk Rokhmawan yaitu 7 melawan 3 untuk Ahmad Sudirman.

Juri Dari Sumitro memberikan kemenangan untuk Rokhmawan 8 dan untuk Ahmad 2. Karena justru nomer 3 nilai plus utk Ahmad, diberikan kpd Rokhmawan. Karena dengan usianya yang jauh lebih muda insyaAlloh bisa memahami islam yang syammil ini.

Juri dari RI memberi kemenangan mutlak untuk Rokhmawan dengan nilai 10. Sedangkan untuk Ahmad yang merupakan pemberontak diberi nilai 0 besar.

Juri dari NII, GAM/TNA atau yang pro dengan Ahmad Sudirman, memberikan kemenangan untuk bpk Ahmad Sudirman dengan nilai 7 dan untuk Rokhmawan 3.

Juri dari Ulama Rusydi memberikan kemenangan untuk Rokhmawan dengan nilai 9. Sedangkan untuk Ahmad Sudirman dengan nilai 1. Dengan penilaian berikut ini, sama dengan juri Manhajnya tetapi nilai plus point 2 untuk Ahmad Sudirman justru menjadikan nilai negatif karena ayat tersebut saat ini masih dibicarakan dan kemungkinan besar mengarah kpd pendapat Manhaj Salafy ( Rokhmawan ) mengingat hadist-hadist shohih dan ayat-ayat Al-quran yang telah dikemukakannya.
Dengan demikian perlombaan ini dimenangkan oleh Rokhmawan dengan kemenangan mutlak yang berdasarkan kepada obyek yang dibahasnya

Nah inilah penilaian secara obyektif yang melibatkan semua fihak

Lupakan saja penilaian yang secara obyek di atas karena saya berdiskusi dan berdebat melawan Bpk Ahmad Sudirman bertujuan untuk meluruskan pendapat dan argumennya yang salah kaprah bin amburadul itu. Sekali lagi hati-hati kalau anda berdebat dan berdiskusi melawan orang islam yang anda sendiri belum tahu siapa dia.

Yaaa Alloh bukakanlah hatinya ( Bpk Ahmad cs, NII, GAM/TNA ) untuk dapat memahami islam yang syammil ini, bukakanlah pintu taubat untuknya yang telah terang-terangan mereka semua telah mendahului dan melankahi serta membangkan dari jalan- Mu dan jalan Rosul-Mu.
Yaaa Alloh..ampunilah kami yang telah ikut-ikutan berkata seperti mereka. Saya tahu yang berhak mengatakan sesat, munafik, kafir kepada umat islam hanyalah Engkau.
Amiin..

InsyaAlloh kita berjumpa pada apisode yang akasn datang pada hari senin bulan depan.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------