Stockholm, 1 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI TERPEROSOK KEDALAM SISTEM THAGHUT PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AKHIRNYA WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO- WAHABI-SAUDI TERJUNGKIR DAN MASUK KEDALAM SISTEM THAGHUT PANCASILA

"Juri dari RI memberi kemenangan mutlak untuk Rokhmawan dengan nilai 10. Sedangkan untuk Ahmad yang merupakan pemberontak diberi nilai 0 besar. Lupakan saja penilaian yang secara obyek di atas karena saya berdiskusi dan berdebat melawan Bpk Ahmad Sudirman bertujuan untuk meluruskan pendapat dan argumennya yang salah kaprah bin amburadul itu. Sekali lagi hati-hati kalau anda berdebat dan berdiskusi melawan orang islam yang anda sendiri belum tahu siapa dia." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 30 Jul 2004 22:14:27 -0700 (PDT))

"Insya Alloh saya mengatakan dengan sejujurnya tetapi walaupun saya mengatakan demikian bapak Ahmad tidak akan percaya lagi kepada saya, karena dalam pemikiran bapak yang ada hanya ingin memerdekakan aceh saja sehingga menghalalkan segala cara. Pak Ahmad, di Manhaj kami tidak ada itu semacam sensus penduduk yang tugasnya mengecek kader-kadernya Golput atau tidak, yang jelas selama kami mengikuti Manhaj Salafy, ulama, ustadz kami memberikan hujjah yang jelas bahwa kami tidak boleh mengikuti pemilu apalagi mencoblos salah satu partai tertentu,
bahkan ada yang mengharamkannya." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Tue, 13 Jul 2004 22:56:09 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin jelas kelihatan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah dijadikan alat oleh pihak Megawati dan TNI/POLRI, BIN tanpa disadari oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi untuk mempertahankan politik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Perhatikan saja apa yang ditulis Wahabiyin Rokhmawan: "Juri dari RI memberi kemenangan mutlak untuk Rokhmawan dengan nilai 10. Sedangkan untuk Ahmad yang merupakan pemberontak diberi nilai 0 besar"

Jelas kelihatan itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah menyatukan diri dengan pihak penjajah Negara kafir RI dalam menjalankan politik penjajahan di Negeri Acheh.

Dengan menampilkan: "Juri dari RI memberi kemenangan mutlak untuk Rokhmawan dengan nilai 10. Sedangkan untuk Ahmad yang merupakan pemberontak diberi nilai 0 besar". Itu menandakan pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi sudah berada dipihak Rezim Penjajah Negara kafir RI.

Disinilah kemunafikan dan kesesatan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini. Mengapa ?

Karena pihak Wahabiyin Rokhmawan telah mendeklarkan: "Pak Ahmad, di Manhaj kami tidak ada itu semacam sensus penduduk yang tugasnya mengecek kader-kadernya Golput atau tidak, yang jelas selama kami mengikuti Manhaj Salafy, ulama, ustadz kami memberikan hujjah yang jelas bahwa kami tidak boleh mengikuti pemilu apalagi mencoblos salah satu partai tertentu,
bahkan ada yang mengharamkannya." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Tue, 13 Jul 2004 22:56:09 -0700 (PDT))

Nah apa yang dideklarkan oleh Wahabiyin Rokhmawan ini menunjukkan bahwa kaum Wahabiyin yang diwakili oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah secara terang-terangan menjadikan pihak Pemerintah Negara kafir RI, DPR, MPR sebagai negara dan sistem pancasilanya tidak diakui dan tidak diterima oleh paham Wahabi atau Salafi made in Saudi ini.

Tetapi, dalam kenyataannya, pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini secara terang-terangan menerima, menyetujui, mengakui bahwa rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila dianggap sebagai pemberontak.

Nah disini, jelas pihak Wahabiyin Rokhmawan terang-terangan munafik dan sesat. Disatu pihak mengakui dan menjalankan faham Wahabi atau Salafi made in Saudi. Tetapi dipihak lain menyetujui sistem thaghut pancasila yang dipakai pihak Pemerintah RI, DPR, MPR untuk menjerat, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Kemunafikan dan kesesatan pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini disebabkan karena kebodohan dan kedunguan mereka yang hanya pandai menjalankan taklid buta kepada pihak pimpinan RI dari mulai Soekarno. Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati dalam hal pendudukan dan penjajahan Negeri Acheh.

Pihak Wahabiyin Rokhmawan memang tidak memiliki dasar pengetahuan baik yang ditunjang oleh pengetahuan sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI dan Negeri Acheh, maupun dilihat dari dasar Islam yang menyangkut mengenai Negeri Acheh hubungannya dengan Negara RI.

Disinilah letak kesalahan dan kesesatan pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dalam memandang Negeri Acheh dalam hubungannya dengan Negara kafir RI.

Akibat dari tidak ada pengetahuan mengenai Negara RI dan Negeri Acheh inilah maka pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi bertaklid buta kepada para pimpinan RI dari mulai Soekarno. Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati. Sehingga akhirnya terjerumus kedalan jalan kesesatan dan kemunafikan.

Celakanya pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini tidak mau mengakui dan tidak mau menerima kesalahan, kemunafikan, kesesatan dalam hal Negeri Acheh yang telah dirampas, dirampok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RIS, RI, NKRI sampai detik sekarang ini.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan munculnya kalian kepermukaan dengan mengacungkan pedang permusuhan terhadap GAM, TNA dan sekaligus NII adalah menunjukkan bahwa kalian kaum Wahabiyin yang ada di Negara kafir RI telah dengan nyata mengobarkan permusuhan dan peperangan yang berkobar di permukaan bumi Acheh ini.

Kalian bukan hanya sesat dengan tidak menerima, mengakui, menjalankan sepenuh hati dan sepenuh kekuatan tenaga dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, melainkan juga telah menafikan semua ayat-ayat yang menyangkut perintah hajaru dalam dasar hukum Al-Anfal: 72, 74, 75, Al Baqarah: 218, Al Ahzab: 50, Ali 'Imran: 195, At Taubah: 20, An Nahl: 41, 110, Al-Haj: 58, An-Nisa: 89, 97, 100. Disamping itu telah dengan sengaja dan dengan penuh keyakinan menafsirkan sendiri pengertian hijrah dengan: "maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan". Lalu termasuk juga karena buta dalam menegakkan, menerapkan, dan menjalankan dasar hukum An-Nisa: 92, 93, sehinga ketika menampilkan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 di Negara kafir RI menjadi salah kaprah.

Inilah akibat dari kemunafikan, kesesatan, dan kebodohan dari Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, sehingga jatuh terperosok kedalam jalan yang telah dilalui oleh para pimpinan Negara kafir RI dengan kebijaksanaan politik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 30 Jul 2004 22:14:27 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Jelas Itu Bpk Ahmad Sudirman, NII Serta GAM/TNA Telah Menafikkan Ayat Al-qu'ran To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Itu Pak Ahmad Sudirman, Warga NII dan GAM/TNA Tidak Meyakini Sepenuh Hati Serta Telah Membangkang Surat An-nisa' Ayat 92 dan 93 (Istilah Bpk Ahmad Sudirman).

Sebelumnya saya mohon yang sebesar-besarnya kalau komentar saya pada hari ini banyak memakai istilah Bpk Ahmad Sudirman ketika memberi komentar kepada saya.

KELIHATAN SEKALI SEMAKIN HARI ITU BPK AHMAD SUDIRMAN, WARGA NII DAN GAM/TNA SEMAKIN TIDAK MEYAKINI SEPENUHNYA, TERHADAP HUKUM-HUKUM YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH SWT TERUTAMA MENGENAI HUKUM PEMBUNUHAN YANG TERCANTUM PADA SURAT AN-NISA' AYAT 92 DAN 93, TIDAK HANYA ITU SAJA MEREKA SEMUA TELAH MEMBANDEL, MENENTANG DAN MEMBANGKANG AYAT TERSEBUT MAKA JADILAH MEREKA SEMUA (PAK DIRMAN, NII DAN GAM/TNA ) MERUPAkan GOLONGAN YANG SESAT DAN MUNAFIK DAN TERMASUK KAUM KHOWARIJ ( sekali lagi saya minta maaf karena menggunakan istilahnya Bpk Ahmad Sudirman ).

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati ternyata anda mulai saat ini telah terjebak oleh permainan kata-kata anda sendiri, anda cs seorang yang plin-plan, tidak teguh pendiriannya db. Duluuu saya mengatakan kepada anda "Ajaklah manusia kepada agama Islam dengan hikmah ( sunnah ) dan bijaksana" atau istilahnya berdakwah dan amar ma'ruf nahi munkar dengan beri'tiba' kepada Rosululloh SAW.

Hal ini memang di firmankan oleh Alloh SWT dalam Alqur'an, " Ajaklah mereka hai (muhammad), kepada agama-Ku dengan hikmah dan bijaksana dan cegahlah mereka dengan perkataan yang lebih bijaksana. Sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang diberi petunjuk dan orang-orang yang dlolim". Kurang lebih demikian terjemahannya. Kemudian saya juga mengatakan kepadanya kalau apakah pernah Rosululloh SAW dan para sahabatnya mengkafir-kafirkan orang islam si A, si b dll ?.

Nah langsung itu pak Ahmad Sudirman dengan tergopoh-gopoh bin tergesa-gesa dia mengatakan Rokhmawan dan Salafynya berdakwah masih menggunakan metode atau dalam periode Makkah.

Kemudian Bpk Ahmad Sudirman mengatakan kalau surat Almaidah ayat 44, 45, 47 diturunkan Alloh SWT pada tahun 10 H setelah daulah islam di Maddinnah terwujud, jadi setelah di turunkan ayat tersebut maka tidak ada itu umat islam yang mengaku islam tetapi membuat lembaga bandingan Alloh SWT, kemudian ayat tersebut ditujukan kepada semua umat baik yahudi, nasrani maupun islam sampai hari kiamat karena hukum-hukum Alloh SWT telah sempurna. Seenarnya saya Rokhmawan sudah menjawabnya lewat komentar saya yang kemaren-kemaren yang intinya, kalau Makkah, madinnah dan sekitarnya jelas mereka menggunakan hukum sesuai dengan Al-qur'an seperti hukum rajam dll, akan tetapi negara-negara yang berhasil ditundukkan oleh Rosululloh SAW dibawah kaki para sahabatnya sebagian besar hanya mau memeluk islam terutama dalam menjalankan 5 rukun islam, jadi negara-negara selain bangsa arab tersebut tidak memberlakukan hukum rajam dll. Nah apakah Rosululloh SAW dan para sahabatnya juga berkata dia (orang islam tsb) kafir karena masih berhukumkan hukum selain hukumnya Alloh SWT ?. Coba baca lagi komentar-komentar saya. Dengan kebohongan dan keluguannya bpk Ahmad menjawab sekenanya ( orang islam yang lugu pasti akan terjerat dengan kata-kata bpk Ahmad Sudirman ).

Nah setelah saya mengemukakan hukum pembunuhan menurut surat an-nisa' ayat 92 dan 93 langsung saja itu bpk Ahmad Sudirman dengan seenaknya bercuap-cuap yang berdasarkan hawa nafsu belaka sebagaimana tulisannya berikut ini.

"Apalagi dengan mengutip ayat ayat Al-Qur'an yang mengandung dasar hukum pembunuhan. Apakah kalian Wahabiyin Rokhmawan tidak tahu atau memang karena otak kalian itu beku sehingga tidak bisa membaca dan memikirkan dengan benar bahwa hukum Islam itu tidak bisa dijalankan sekarang dalam wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Negara kafir RI ?. Sehingga kalian Wahabiyin Rokhmawan menganalisa dan menyimpulkan sesuka hati sendiri ayat-ayat 92, 93 surat An-Nisa dijalankan dan diterapkan di wilayah kekuasaan Negara kafir Pancasila"

"Kalian mengetahui atau tidak itu dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tidak diakui di Negara kafir RI ?. Sampai kiamatpun itu dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tidak bisa dijalankan dalam wilayah kekuasaan Negara kafir RI".

"Itu dasar hukum pembunuhan An-Nisa: 92, 93 bisa diterapkan, dijalankan, dilaksanakan dalam Daulah Islam, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika menegakkan dan membangun Daulah Islam di Yatsrib".

Jelas sekali itu Bpk Ahmad Sudirman yang juga Warga NII, GAM/TNA menafikkan dan memansukhkan/menghapus hukum-hukum yang telah ditetapkan Alloh SWT dalan Al-qur'an, padahal jelas sekali kalau hukum pembunuhan tersebut di atas berlaku sampai hari kiamat bagi umat islam di mana saja berada dan dalam situasi yang bagaimanapun. Apabila ada orang, umat islam telah melakukanya ( pembunuhan terhadap umat islam yang memusuhinya )..kemudian dengan berat hati orang tsb bahkan menolak dan menentang serta mereka membangkang terhadap hukum islam yang telah diturunkan dlm surat An-nisa' ayat 92 dan 93 maka orang tersebut telah sesat dan munafik ( maaf ini juga istilah bpk Ahmad Sudirman ).

Kelihatan sekali kalau bpk Ahmad Sudirman ini bisanya hanya bercuap-cuap, menafsirkan ayat Al-qur'an seenak udele dewe dll, sehingga apabila bpk Ahmad menemukan Ayat-ayat Al-qur'an yang sesuai dengan hawa nafsunya maka diapun meyakininya 100 & tanpa pembangkangan dll.

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati anda begitu lugu dan tidak tahu akan umat islam yang kaffah dalam menjalankan sayriat islam maupun hukum-hukum islam yang begitu banyak. Jelas sekali kalau umat islam yang kaffah itu meyakini sepenuh hati terhadap semua ayat Al-qur'an beserta hukum-hukum Alloh SWT yang telah diturunkan kepada Rosululloh SAW dengan berpijak kepada Rosululloh SAW atau mengikuti sunnah-sunnah dan petunjuk Rosululloh SAW. Jelas sekali itu pak dirman, NII, GAM/TNA tidak meyakini sepenuh hati ayat-ayat Alloh SWT terutama terhadap hukum-hukum-Nya, bahkan mereka tidak mau berpegang teguh kepada Sunnah-sunnah Rosululloh SAW.

Mereka semua hanya meyakini terhadap perintah-perintah atau ayat-ayat maupun hadist-hadist yang sesuai dengan hawa nafsunya sendiri ( Na'udzubillahi min dzalik ). Apakah ini ciri-ciri orang-orang yang ingin menegakkan syariat dan hukum-hukum Alloh SWT di bumi ini ?. TIDAK, mereka tidak akan dapat menegakkan itu hukum-hukum Alloh SWT di Aceh, di Indonesia bahkan di bumi ini. Bagaimana mungkin mereka bisa dikatakan sebagai pejuang islam kalau dalam kesehariannya saja banyak itu hukum-hukum Alloh SWT yang dilanggarnya baik hukum dlohir maupun hukum batin dan sunnah-sunnah Rosululloh SAW yang diabaikannya ( tidak dihiraukan sama sekali ) ?. Inilah yang dinamakan pejuang islam yang palsu atau kecintaan dan ketaatan yang palsu terhadap Alloh SWT dan Rosululloh SAW.

O yaa hukum dlolhir yang saya maksudkan adalah hukum-hukum Alloh SWT yang bisa diterapkan manusia pada saat itu juga atau hukum-hukum yang kelihatan oleh kita seperti hukum rajam dll. Sedangkan hukum bathin adalah hukum-hukum Alloh SWT yang tidak boleh diterapkan begitu saja oleh manusia atau hukum-hukum yang tidak nampak oleh kita karena yang berhak memberi hukuman adalah Alloh SWT seperti orang islam si A, si B yg dikatakan kafir dll. Jelas sekali kalau bpk Ahmad Sudirman tidak mengetahui pembagian hukum-hukum dalam islam.

Di bawah ini saya akan menggunakan istilah sdr Sumitro.

...Ahmad..Ahmad...kamu ini bagaiman sech, kemaren kamu bilang sama Rokhmawan begigi..begitu ..eeee lha kok sekarang kamu bilang ke Rokhmawan lagi tetapi bertentangan dengan yang kemaren-kemaren. Sudahlah kang Ahmad..perjuangan kamu cs tidak akan diridloi Alloh SWI karena kamu cs, NII, GAM/TNA termasuk kaum khowarij sebagaimana yang dikatakan oleh Rokhmawan. Lebih baik kamu cs segera bertaubat kepada Alloh SWT sebelum nyawamu dikerongkongan...he..he ..he ( Maaf saya meniru istilahnya Sumitro ).

Baiklah kita lanjutkan lagi. Sampai kiamatpun bpk Ahmad Sudirman cs, Warga NII dan GAM/TNA tetap akan dicap sebagai kaum khowarij, bukan hanya itu saja mereka semua benar-benar telah menafikkan dan membangkang terhadap Alloh SWT dan Rosululloh SAW kecuali mengenai hal-hal yang sesuai dengan hawa nafsunya.

Jelas bpk Ahmad menafsirkan ayat Al-qur'an surat Al-maidah 44, 45, 47 bukan berdasarkan Alloh SWT dan Rosululloh SAW melainkan berdasarkan hawa nafsunya sendiri. Sehingga dengan demikian mereka semua mengataka orang islam si A, si B termasuk kafir dll. Dengan demikian mereka semua telah melangkahi dan medahului ketetapan dan keputusan Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Padahal Alloh SWT dalam mengkafirkan orang islam, nanti setelah di akhirat dan Rosululloh SAW yang jelas-jelas maksum dan dapat mengetahu kejadian yang akan datang lewat jibril yang di utus Alloh SWT, masih mengakui umat islam di akhir zaman. Apakah bpk Ahmad Sudirman ini seorang ustadzh yang oatut dibanggakan ?. Tidak...menurut sumitro, bpk Ustadz TPA/anak-anak ya..?, kalau untuk seukuran anak-anak maka jelas sekali bpk akan diseganinya...tapi untuk kalangan umat islam diseluruh dunia ini yang bisa ber afalaa ta'qilun dan ber afalaa yatadzakkaruun maka bapak ini tidak ubahnya seperti anak kecil yang baru mengerti akan agama islam. Kang Ahmad kamu ini kok lugu sekali sech debat melawan Rokhmawan ?. Sudah lugu plin-plan lagi he....he...he...( afwan kalau saya menggunakan istilahnya sumitro lagi).

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati anda telah terjebak dengan permainan kata anda sendiri, anda tidak bisa berdiskusi maupun berdebat secara rasioanal..tanpa emosional sama seperti anak kuliah, SMA bahkan anak SMP sekalipun. Duluuu waktu saya masih kuliah..saya terkenal menjadi bintang kampus dalam hal bidang diskusi dan debat baik diskusi agama lebih-lebih diskusi pengetahuan umum. Nah untuk diskusi keilmiahan atau pengetahuan umum jelas sekali dengan kepandaian saya yang diberikan Alloh SWT, saya dapat mematahkan semua argumen-argumen lawan diskusi saya. Kemudian ada juga itu temen saya yang seperti bapak, setelah melalui diskusi dan perdebatan yang panjang dia terjebak akan permainan kata-kata yang saya lontarkan kepadanya, setelah semua peserta mendengar jawaban teman saya..yang plin-plan..lansung saja mentertawakannya,,ha..ha..ha..huuuu. Lain halnya dengan diskusi agama, saya menggunakan pemahaman agama islam yang telah kami dapat dalam Manhaj kami dan kami tidak main-main dengan menggunakan permainan kata, karena saya tahu ini adalah agama bukan pengetahuan umum.

Begitu pula yang terjadi pada saat ini, antara saya debat melawan Bpk Ahmad Sudirman cs...seandainya umat islam yang bukan dari NII, GAM/TNA atau bukan umat islam yang sedang belajar..jelas sekali kalau mereka membaca jawaban-jawaban atau komentar-komentar bpk Ahmad Sudirman, jelas sekali bpk Ahmad akan ditertawakan. Bahkan kalau ada ulama Rusydi yang mendengar jawaban dari bapak Ahmad ini, akan tersenyum gelii...lain halnya dengan orang islam yang sedang belajar mengenai islam kaffah, karena jawaban-jawaban bapak yang super plin-plan maka merekapun akan bertanya..bagaimana sech bpk Ahmad ini ?.

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati...anda jangan membuat bingung terhadap orang-orang umat islam yang sedang belajar. Dengan argumen bapak yang salah kaprah dan amburadul lebih-lebih jawaban bapak plin-plan/tidak teguh pendiriannya, maka mereka akan semakin bingung.
Hm...bapak pasti tidak bisa mengira siapa saya. Kalau dilhat dari segi umur jelas 22 thn- an lebih tua bapak ( bpk Ahmad Sendiri mengatakan kalau bpk Husaini masih muda karena belum ada 50 thn ). Menurut hemat saya bapak Ahmad Sudirman berumur sekitar 58-63 ya. Kalau dugaan saya benar berarti bapak usianya sama dengan ayah saya. Tetapi saya begitu heran dalam hal kematangan anda beragama, berdiskusidan berdebat kok tidak menggambarkan kalau bpk ini sesuai dengan umur bapak. Jelas bapak belum faham akan hadist yang shohih, ayat-ayat Al-qur'an selain Al-maidah 44, 45, 47. Maka dari itu saran saya belajarlah yang rajin kepada ulama Rusydi, bukan ulama bal'am ( istilah Husaini ) dan juga bukan pula ulama dari kalangan NII ( kalau ada tetapi ternyata tidak ada, walaupun ada tetapi masih dalam lingkup aceh atau indonesia belum menginternasional ). Maafkan saya kalau saya berkata yang berlebihan dan membuat tersinggung hati bpk Ahmad Sudirman.

O yaa..saya tidak keberatan kalau debat saya melawan Bpk Ahmad Sudirman ini dibilang perlombaan, karena memang dari dulu pak ahmad dengan sombongnya mengatakan " Tidak ada orang indonesia yang mampu mematahkan argumen pak Ahmad Sudirman". Dan dia terus saja berkoar-koar ingin mencari lawan debat yang seimbang. Maka saya datang sebenarnya tujuannya adalah untuk meluruskan argumennya yg salah kaprah bin amburadul.
Inilah tin juri yang akan menilai yang terdiri dari : Juri dari Manhaj kami, juri dari sumitro cs, juri dari Pemerintahan RI dan juri dari NII, GAM/TNA serta juri dari ulama Rusydi.

Team Juri Dari Manhaj kami.

Nilai plus untuk Rokhmawan :
1.Dapat mengendalikan emosinya ketika dikatakan biadab, teroris, sesat dan munafik. Sedangkan Ahmad Sudirman emosinya tidak terkontrol.
2.Dapat menyusun kalimat-kalimat sehingga tidak bertentangan dengan pendapatnya yg kemaren. Sedangkan Ahmad orangnya plin-plan.
3.Dapat memahami agama islam ini sesuai dengan pendapat jumhur ulama dan para imam besar kita. Sedangkan Ahmad Sudirman pemahan agama islamnya menurut pemikirannya sendiri atau menurut sebagian kecil ulama.
4.Mampu menampilkan Ayat-ayat Al-qur'an selain surat Al-maidah 44,45, 47 dengan baik dan benar. Sedangkan Ahmad Sudirman hanya berkutat dengan ayat tersebut.
5.Mampu menampilkan hadist-hadist yang shohih. Sedangkan Ahmad Sudirman tidak bisa sama sekali.
6.Mampu menceritakan dan meyakini perjalanan Rosululloh SAW ketika isro' mi'roj mengenai kejadian-kejadian di dunia. Sedangkan Ahmad Sudirman tidak bisa sama sekali dan tidak meyakininya.
7.Bisa berdiskusi dengan baik sehingga setiap pertanyaan dan komentar yang diajukan Ahmad hampir semua dapat dijawabnya. Sedangkan Ahmad Sudirman tidak bisa membahas dan menjawab apa-apa yg dilontarkan kepadanya kecuali hanya itu itu saja.
Dll.

Nilai Plus Untuk Ahmad Sudirman:
1.Mampu menceritakan sejarah aceh. Sedangkan Rokhmawan tidak.
2.Mampu menerangkan Al-maidah 44, 45, 47 berdasarkan teks terjemahannya. Sedangkan Rokhmawan masih mencari dalil-dalil penguat baik dalil aqli maupun dalil naqli.
3.Usianya lebih tua dari Rokhmawan.

Sehingga dengan perincian tersebut di atas maka juri dari Manhaj kami memberikan kemenangan untuk Rokhmawan yaitu 7 melawan 3 untuk Ahmad Sudirman.

Juri Dari Sumitro memberikan kemenangan untuk Rokhmawan 8 dan untuk Ahmad 2. Karena justru nomer 3 nilai plus utk Ahmad, diberikan kpd Rokhmawan. Karena dengan usianya yang jauh lebih muda insyaAlloh bisa memahami islam yang syammil ini.

Juri dari RI memberi kemenangan mutlak untuk Rokhmawan dengan nilai 10. Sedangkan untuk Ahmad yang merupakan pemberontak diberi nilai 0 besar.

Juri dari NII, GAM/TNA atau yang pro dengan Ahmad Sudirman, memberikan kemenangan untuk bpk Ahmad Sudirman dengan nilai 7 dan untuk Rokhmawan 3.

Juri dari Ulama Rusydi memberikan kemenangan untuk Rokhmawan dengan nilai 9. Sedangkan untuk Ahmad Sudirman dengan nilai 1. Dengan penilaian berikut ini, sama dengan juri Manhajnya tetapi nilai plus point 2 untuk Ahmad Sudirman justru menjadikan nilai negatif karena ayat tersebut saat ini masih dibicarakan dan kemungkinan besar mengarah kpd pendapat Manhaj Salafy ( Rokhmawan ) mengingat hadist-hadist shohih dan ayat-ayat Al-quran yang telah dikemukakannya.
Dengan demikian perlombaan ini dimenangkan oleh Rokhmawan dengan kemenangan mutlak yang berdasarkan kepada obyek yang dibahasnya

Nah inilah penilaian secara obyektif yang melibatkan semua fihak

Lupakan saja penilaian yang secara obyek di atas karena saya berdiskusi dan berdebat melawan Bpk Ahmad Sudirman bertujuan untuk meluruskan pendapat dan argumennya yang salah kaprah bin amburadul itu. Sekali lagi hati-hati kalau anda berdebat dan berdiskusi melawan orang islam yang anda sendiri belum tahu siapa dia.

Yaaa Alloh bukakanlah hatinya ( Bpk Ahmad cs, NII, GAM/TNA ) untuk dapat memahami islam yang syammil ini, bukakanlah pintu taubat untuknya yang telah terang-terangan mereka semua telah mendahului dan melankahi serta membangkan dari jalan- Mu dan jalan Rosul-Mu.
Yaaa Alloh..ampunilah kami yang telah ikut-ikutan berkata seperti mereka. Saya tahu yang berhak mengatakan sesat, munafik, kafir kepada umat islam hanyalah Engkau.
Amiin..

InsyaAlloh kita berjumpa pada apisode yang akasn datang pada hari senin bulan depan.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------