Stockholm, 3 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI SALAH KAPRAH DALAM PENEGAKKAN HUKUM ISLAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI SALAH KAPRAH DAN SESAT DALAM PENEGAKKAN DAN PELAKSANAAN DASAR HUKUM AN-NISA: 92, 93 YANG DICAMPUR ADUKKAN DENGAN DASAR HUKUM THAGHUT PANCASILA

"Mengapa anda tidak meyakini dan berkeberatan akan hukum-hukum pembunuhan yang tercantum dalam An-Nisa' ayat 92 dan 93 ?. Padahal hukum tersebut diturunkan jauh sebelum turunnya hukum orang islam yang berhukumkan toghut. Ustadz Ja'far Tholib merajam anak buahnya yang telah berzinah. Begitupula yang terjadi dalam majelis kami apabila ketahuan salah seorang dari santri telah melakukan pelanggaran agama maka jelas kami tetap memberlakukan hukum-hukum Alloh SWT tersebut. Nah bagi orang-orang yang belum benar-benar beriman alias masih ber-islam maka dengan berat hati dan berbagai alasan mereka menolak, menafikkan dan membangkang terhadap Hukum-hukum Alloh SWT, salah satu alasannya adalah seperti apa yang dituliskan oleh bpk Ahmad Sudirman yaitu hukum-hukum Alloh SWT terutama menyangkut hukum pembunuhan yg tercantum dalam Surat An-nisa' 92 dan 93 belum bisa ditegakkan karena belum terbentuk Daulah Islam. Inilah alasan yang menyesatkan seluruh umat islam di dunia ini kecuali bagi orang-orang yg benar-benar beriman kpd Alloh SWT dengan mengikuti Sunnah-sunnah Rosululloh SAW" (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 30 Jul 2004 22:14:27 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Kelihatan makin bodoh saja Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini. Kalian memang tidak tahu bagaimana penegakkan, penerapan, pelaksanaan hukum yang telah dijalankan Rasulullah saw sewaktu di Madinah ketika Daulah Islam Rasulullah telah terbentuk dan berdiri.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, kalian memang telah mencampur adukkan antara penegakaan, pelaksanaan, penerapan hukum Islam sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw dalam Daulah Islam di Yatsrib dengan penegakkan, pelaksanaan, penerapan hukum thaghut pancasila di Negara kafir Pancasila dibawah pimpinan Megawati dari partai sekular PDI-P.

Kalian memang telah salah kaprah dan sesat dalam menegakkan dan menjalankan hukum-hukum Allah SWT, khususnya dasar hukum An-Nisa: 92, 93 yang mencampur adukkan dalam sistem thaghut pancasila.

Itulah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalau kalian tidak memahami dan mempelajari bagaimana dasar hukum Islam itu ditegakkan dan dijalankan dalam Daulah Islam Rasulullah. Sehingga mata kalian menjadi buta tidak mampu melihat sistem thaghut pancasila, sehingga kalian jadikan tempat penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum Islam An-Nisa: 92, 93.

Seluruh ummat Islam didunia telah meyakini dengan sepenuh hati dasar hukum An-Nisa: 92, 93, lalu dalam penegakkan dasar hukum An-Nisa: 92,93 itu jangan dicampur adukkan dalam sistem thaghut pancasila; jangan dicampurkan adukkan dengan sistem hukum thaghut pancasila; jangan dicampur adukkan dengan dasar hukum yang bersumberkan kepada thaghut pancasila.

Contoh pelaksanaan hukum Islam yang dicampur adukkan dengan sistem thaghut pancasila adalah seperti yang dicontohkan oleh Ustadz Ja'far Tholib merajam anak buahnya yang telah berzinah di Ambon.

Itu Ustadz Ja'far Tholib memang tidak bisa membedakan penegakkan dasar hukum Islam dalam Daulah Islam Rasulullah dengan penegakkan dan pelaksanaan hukum dalam sistem thaghut pancasila.

Itulah contoh mencampur adukkan penegakkan dasar hukum Islam dengan dasar hukum thaghut pancasila.

Kalian itu anggap benar penegakkan, pelaksanaan dasar hukum yang dilakukan oleh Ustadz Ja'far Tholib ketika di Ambon yang mana dalam wilayah kekuasaan Negara kafir RI itu berlaku dasar hukum yang bersumberkan kepada thaghut pancasila.

Memang kalian itu telah tersesat dalam memahami penegakkan, pelaksanaan dasar hukum Islam dalam Negara kafir RI yang hukum negaranya bersumberkan kepada thaghut pancasila.

Itu turunnya dasar hukum An-Nisa: 92, 93 ketika Daulah Islam di Yatsrib telah berdiri. Karena dalam Daulah Islam itu telah ada badan atau lembaga peradilan Islam sebagai tempat penegakkan, pelaksanaan dasar-dasar hukum Islam yang telah diturunkan Allah SWT.

Bukan seperti organisasi laskar jihad yang bukan satu lembaga peradilan. Coba apa yang terjadi dengan Laskar Jihad itu sendiri. Apakah itu Laskar Jihad tetap berdiri sebagai satu Negara atau hanya merupakan satu kumpulan jamaah yang tidak lama setelah itu langsung dibubarkan atas perintah para pemuka Wahabiyin di Saudi.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi. Kalau kalian hanya sekedar menegakkan dan menjalankan dasar hukum sebagaimana yang dilakukan oleh Laskar Jihad itu sama saja dengan menyesatkan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia. Kalian telah membuat dan mengada-ada dalam penegakkan, dan pelaksanaan dasar hukum Allah SWT.

Apakah Rasulullah saw menegakkan dan melaksanakan dasar hukum Islam itu memakai wadah organisasi seperti model Laskar Jihad atau model organisasi kemasyarakatan ?.

Jelas tidak, Wahabiyin Rokhmawan. Rasulullah saw membangun dan menegakkan Daulah Islam untuk menegakkan dan menjalankan dasar hukum Allah SWT. Bukan mendirikan partai atau oraganisasi atau Laskar Jihad untuk menegakkan dan menjalankan dasar hukum Alah SWT.

Jadi, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, kalau kalian tidak mencontoh manhaj Rasulullah saw dalam menegakkan dan menjalankan dasar hukum Allah SWT, maka kalian akan masuk kejurang kesesatan, sebagaimana yang telah kalian lakukan dengan cara mencampur-adukkan pelaksanaan dasar hukum Allah SWT dengan pelaksanaan sistem thaghut pancasila.

Kalian memang sama saja dengan para pimpinan Negara kafir RI yang telah mencampur adukkan syariat Islam dengan dasar hukum thaghut pancasila sebagaimana terlihat dalam UU No.18 Tahun 2001.

Itulah para pimpinan Negara kafir RI dibawah pimpinan Megawati dan Akbar Tandjung dari DPR yang kalian ikuti dalam hal penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum Allah SWT.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi memang membangkang dalam penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum An-Nisa: 92, 93. Kalian telah mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Megawati dan Akbar Tandjung dalam mencampur-adukkan pelaksanaan hukum Islam dan hukum thaghut pancasila sebagaimana bisa dibaca dalam UU No.18 tahun 2001.

Kalianlah Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang telah memporak porandakan persatuan ummat Islam dengan alasan gombal khawarij kalian dengan paham Wahabi made in Saudi. Ditambah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi membangkang dalam penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 dengan cara mencampur-adukkan penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 dengan pelaksanaan dasar hukum thaghut pancasila dalam wilayah kekuasaan Negara kafir RI dibawah pimpinan Presiden sekular dari partai sekular PDI-P.

Sedangkan mengenai penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 itu langsung Allah SWT yang telah menjatuhkan vonis tidak lagi melalui lembaga peradilan hukum kepada siapa yang telah membuat lembaga tandingan dalam pembuatan aturan, hukum, undang undang disamping aturan, hukum, undang undang yang telah diturunkan Allah, lalu tidak menetapkan hukum, undang-undang menurut hukum, undang undang yang diturunkan Allah SWT, maka mereka para pembuat lembaga tandingan itu dinamakan kafir, zhalim, fasik.

Sedangkan dalam penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 itu harus melalui lembaga peradilan hukum yang berdiri sendiri dibawah Daulah Islam, sebagaimana yang telah dijalankan sejak masa Daulah Islam di Yatrsib sampai masa akhir dinasti Usmaniyah di Turki pada tahun 1923.

Bukan seperti yang dilakukan oleh Laskar Jihad di Ambon dengan hukum rajamnya. Itu pelaksanaan hukum Islam yang salah kaprah karena mencampurkan dan dilakukan dalam sistem thaghut pancasila di wilayah kekuasaan Negara kafir RI. Memang kalian itu telah mengada-ada sendiri dengan dasar paham Wahabi kalian itu yang telah menyesatkan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 1 Aug 2004 22:18:38 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Bpk Ahmad Sudirman Berusaha Menyesatkan Umat Islam di Seluruh Penjuru Dunia
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com, seuramoe_aceh@yahoo.com.uk, narastati@yahoo.com, netty_suwarto@hotmail.com, me_yuni@yahoo.com, dhienpayabujok@yahoo.com, djuli@pc.jaring.my, alue_meriam@yahoo.com, tgk_dibarat@yahoo.com, sjones@crisisweb.org, panglima_tiro@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Itu Pak Ahmad Sudirman, Warga NII dan GAM/TNA Benar-benar Tidak Meyakini Sepenuh Hati Serta Telah Membangkang Surat An-nisa' Ayat 92 dan 93 (Istilah Bpk Ahmad Sudirman) Bahkan Berkeinginan Menyeasatkan dan Mengobarkan Perang Antar Umat Islam di Seluruh Dunia

MEMANG BENAR SEKALI KALAU BPK AHMAD SUDIRMAN, WARGA NII DAN GAM/TNA SEMAKIN TIDAK MEYAKINI SEPENUH HATI, TERHADAP HUKUM-HUKUM YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH SWT TERUTAMA MENGENAI HUKUM PEMBUNUHAN YANG TERCANTUM PADA SURAT AN-NISA' AYAT 92 DAN 93, TIDAK HANYA ITU SAJA MEREKA SEMUA TELAH MEMBANDEL, MENENTANG DAN MEMBANGKANG AYAT TERSEBUT BAHKAN BPK AHMAD SUDIRMAN INGIN MENYESATKAN DAN MENGOBARKAN PEPERANGAN DI ANTARA UMAT ISLAM SATU DENGAN LAINNYA D SELURUH DUNIA INI.

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati ternyata anda benar-benar lugu, tidak bisa mengambil kesimpulan dari komentar saya kemaren. Baiklah untuk mempermudah pemahan bpk Ahmad maka saya ringkas saja dengan pertanyaan berikut ini :
1.Mengapa anda bpk Ahmad Sudirman menghukumi orang islam si A, si B adalah kafir hanya karena mereka semua masih berhukum selain hukum Alloh SWT ?. Padahal Alloh SWT dalam mengkafirkan orang islam si A, si B nanti setelah di akhirat. Berarti bpk mendahului keputusan Alloh SWT. Tolong dijawab yang lebih tegas lagi jangan seperti yg kemaren-kemaren.

2.Mengapa bapak meyakini sepenuh hati surat Al-maidah ayat 44,45,47 padahal ayat tersebut diturnkan pd thn 10 H dan sudah terbentuk itu Daulah Islam Madinah ?. Padahal jelas itu yang berhak memberikan hukuman adalah Alloh SWT. Sedangkan di swedia, indonesia dll belum terbentuk Daulah Islamiyah.

3.Mengapa anda tidak meyakini dan berkeberatan akan hukum-hukum pembunuhan yang tercantum dalam An-Nisa' ayat 92 dan 93 ?. Padahal hukum tersebut diturunkan jauh sebelum turunnya hukum orang islam yang berhukumkan toghut.

Khusus untuk point ketiga, kalau jawaban bpk Ahmad Sudirman tetap sama dengan kemaren yaitu Hukum tersebut berlaku untuk negara yang sudah terbentuk Daulah Islamiyyah, sedangkan di Indonesia belum terbentuk Daulah Islamiyah, berarti sama saja anda masih menggunakan periode di Makkah.

Jelas sekali kalau bapak menafsirkan hanya berdasarkan hawa nafsu dan yang lebih parah lagi dengan pernyataan anda tersebut berarti anda secara tidak disadari telah berusaha menyesatkan umat islam di seluruh dunia ( Hati-hati dan waspadalah terhadap Bpk Ahmad, NII dan GAM/TNA). Kenapa saya mengatakan demikian ?. Jelas sekali kalau Hukum-hukum Alloh SWT berlaku sampai akhir zaman. Apa gunanya hukum-hukum Alloh SWT yang telah diturunkan kpd Rosululloh SAW kalau hanya berlaku untuk negara yang sudah terbentuk Daulah Islamiyah ?. Nah berarti bapak masih saja berkutat pada periode Makkah akan tetapi untuk ayat-ayat Al-qur'an yang sesuai dengan hawa nafsu bpk Ahmad Sudirman cs, bapak mengkondisikan pada periode Madinnah setelah DIR terbentuk ( Inilah yang dinamakan menafsirkan Ayat Al-qur'an menurut hawa nafsunya ).

Dengan alasan Bpk Ahmad Sudirman yang menyatakan kalau hukum pembunuhan yg tercantum dalam An-nisa' 92 dan 93 belum bisa diterapkan karena di Indonesia belum terbentuk itu Daulah Islamiyah adalah alasan yang dangkal dan menyesatkan bagi umat Islam di seluruh dunia terutama orang islam yang baru belajar mengenai islam kaffah. Dengan pernyataan bapak Ahmad Sudirman tersebut di atas maka kemungkinan besar orang-orang islam yang awam dengan mudahnya mereka akan melakukan pelanggaran-pelaggaran agama seperti berzinah, mencuri, membunuh dll.

Perlu bpk Ahmad renungkan tidak mudah begitu saja membentuk Daulah Islam di suatu negara kalau kita sendiri (sebagai da'i) tidak mau mengamalkan sunnah-sunnah Rosululloh SAW dan tidak berdakwah dengan sungguh-sungguh. Annggap saja pada saat ini telah terbentuk itu Daulah Islam di suatu negara tertentu tetapi kalau cara untuk menuju ke sana tidak mengikuti Sunnah-sunnah Rosululloh SAW (seperti perang thd pemerintahan umat islam sehingga mengakibatkan pembunuhan antar umat islam dll, ini tidak dicontohkan Rosululloh SAW) maka bisa dipastikan itu Daulah Islam akan terjadi kekacauan, pertikaian, pemberontakan dll.

Kita harus melihat bagaimana terbentuknya DIR di Madinnah. Masyarakat di Madinnah dengan antusiasnya menyambut terbentuknya itu Daulah Islam sehingga di antara Rosululoh SAW, para sahabatnya dengan orang islam di Madinnah sendiri bahkan orang yahudi dan nasrani tidak terjadi pertikaian dan peperangan yang mengakibatkan pembunuhan antar umat islam dll. Ini semua dapat terjadi karena memang Rosululloh SAW dan para sahabatnya berdakwah di Makkah dan di Madinnah dilakukan dengan sungguh-sungguh, tanpa kenal lelah.

Bagaiman dengan kita ?. Jauh sekali, harus kita akui terutama untuk pak Ahmad Sudirman cs dll, kita berdakwah sesuai dengan hawa nafsu kita. Untuk contohnya Bpk Ahmad Sudirman cs, NII, GAM/TNA berdakwah denga cara mengkafir-kafirkan orang islam si A, si B dll, mereka semua ingin berdakwah tetapi tidak mau mengikuti sunnah-sunnah Rosululloh SAW, mereka ingin menegakkan syariat islam di bumi ini tetapi dengan cara memerangi dan membunuh orang islam si A, si B dll dan juga mereka menafikkan ayat Alqur'an yang lainnya. Jelas kalau cara yang ditempuh demikian maka selamanya itu Daulah Islam tidak akan terbentuk, seandainya terbentukpun maka tidak akan mendapat ridlo Alloh SWT dikarenakan mereka tidak menguatamakan Sunnah-sunnah Rosululloh SAW.

Sebenarnya di manapun kita berada dan dalam kondisi apapun itu Hukum-hukum Alloh SWT terutama yang menyangkut lahiriah kita seperti hukum rajam dll dapat kita terapkan mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara. Nah kalau untuk menerapkan Hukum-hukum Alloh SWT dalam lingkup negara maka harus ada langkah-langkahnya yang tidak begitu mudah, misalnya :
1.Harus di mulai dengan dakwah yang sungguh-sungguh ( jangan hanya memakai media massa, median internet, TV dll ) yang dilakukan dengan face to face.
2.Harus ada sosok pimpinan yang sesuai dengan islam ( mengutamakan sunnah ) yang menjadi panutan sebagian besar seluruh warga.penduduk ( contoh terbentuknya DIR di Madinnah ).
3.Tidak boleh berambisi menjadi penguasa
4.dll

Sedangkan Hukum-hukum Alloh SWT yang diterapkan untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan lebih mudah dilakukan bagi orang-orang yang beriman kepada Alloh SWT. Nah....khusus untuk Manhaj kami memang sudah kami terapkan itu Hukum-hukum Alloh SWT.

Untuk contohnya Ustadz Ja'far Tholib merajam anak buahnya yang telah berzinah. Begitupula yang terjadi dalam majelis kami apabila ketahuan salah seorang dari santri telah melakukan pelanggaran agama maka jelas kami tetap memberlakukan hukum-hukum Alloh SWT tersebut. Nah bagi orang-orang yang belum benar-benar beriman alias masih ber-islam maka dengan berat hati dan berbagai alasan mereka menolak, menafikkan dan membangkang terhadap Hukum-hukum Alloh SWT, salah satu alasannya adalah seperti apa yang dituliskan oleh bpk Ahmad Sudirman yaitu hukum-hukum Alloh SWT terutama menyangkut hukum pembunuhan yg tercantum dalam Surat An-nisa' 92 dan 93 belum bisa ditegakkan karena belum terbentuk Daulah Islam. Inilah alasan yang menyesatkan seluruh umat islam di dunia ini kecuali bagi orang-orang yg benar-benar beriman kpd Alloh SWT dengan mengikuti Sunnah-sunnah Rosululloh SAW.

Kemudian kalau memang alasan anda (bpk Ahmad Sudirman) yg belum mau dan berkeberatan hati untuk memberlakukan hukum pembunuhan tersebut dikarenakan masih dalam keadaan perang.

Naah inipun alasan yang dapat dikatakan kurang kuat. Karena apa saya mengatakan demikian jelas sekali mereka yang berperang baik TNI maupun GAM/TNA sama-sama tidak menggunakan adab perang, lemah iman, penuh dendam, penuh ambisi dll. Jelas ini berlainan dengan perang jamal antara siti 'aisyah melawan ali bin abu tholib. Mereka berdua menggunakan adab perang dan imannya jelas telah teruji sehingga mendapat gelar RodliAllohu 'anhu.

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati, sampai kiamatpun anda cs, NII, GAM/TNA tetap dicap sebagai kaum khowarij kecuali kalau mau menghapus kejahilan-kejahilan yang ada pada diri anda, NII dan GAM/TNA.

Akan saya tampilkan firman Alloh dalam surat An-nisa' ayat 138 dan 139.
" Kabarkanlah kpd orang-orang yg munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yg pedih".
" Yaitu orang-orang yg mengambil orang-orang kafir ( menolak islam/non islam ) menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ( menolak islam/non-islam ). Maka sesungguhnya semua kekuatan hanya milih Alloh SWT ".

Naah khan menurut ayat tersebut di atas jelas sekali yang di namakan orang munafik itu tidak hanya orang yang diluarnya islam tetapi dihatinya menolak islam melainkan orang munafik adalah mereka yang mengambil orang-orang kafir ( non-islam ) menjadi penolong dan mencari kekuatan dari orang kafir tersebut.

Jelas sekali kalau Hasan Tiro dan kroni-kroninya pergi ke swedia dengan alasan bukan karena ingin hijrah melainkan ingin mencari kekuatan atau menambah kekuatan yang di sponsori oleh pemirintah negara swedia.

Bapak Ahmad Sudirman, anda tidak usah menipu diri sendiri lebih-lebih menipu umat islam di aceh dan di indonesia bahkan di seluruh dunia ini dengan pernyataan-pernyataan yang tidak laku dikalangan umat islam yg bisa ber-afalaa ta'qilun dan ber-afala yatadzakkaruun. Mustahil sekali kalau Hasan Tiro dkk lari ke Swedia dengan alasan ingin berhijrah sesuai dengan hijrahnya Rosululloh SAW dari Makkah ke Madinnah akan tetapi fakta telah membuktikan bahwa Hasan Tiro cs lari ke swedia dikarenakan mereka ingin memperoleh bantuan berupa senjata dari swedia, takut dipenjara, alsan perkawinan dll.

Yaaa....Alloh bukakanlah hatinya ( Bpk Ahmad cs, NII, GAM/TNA ) untuk dapat memahami islam yang syammil ini, bukakanlah pintu taubat untuknya yang telah terang-terangan mereka semua telah mendahului dan melangkahi serta membangkang dari jalan- Mu dan jalan Rosul-Mu.
Yaaa...Alloh....ampunilah mereka semua yang secara terang-terangan tidak mengindahkan Hukum-hukum-Mu.

Yaa...Alloh hentikan permusuhan antara GAM/TNA melawan TNI sehingga mereka hamba-Mu tidak saling membunuh dan dapat beribadah dengan khusuk
Amiin..
Wallohu'alam bi showab

NB : Untuk sdr Peace org ternyata anda juga lugu, sudah lugu ditambah membantah lagi. Baiklah mengenai pembunuhan yang dilakukan sahabat Rosululloh SAW terhadap orang islam itu dikarenakan mendapat perintah dari Rosululloh SAW dan jelas sekali kalau Rosululloh SAW hanya melakukannya sekali saja, inipun atas perintah Alloh SWT yang disampaikan melalui jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan mengenai umar bin khotob yang memerangi orang yang tidak mau membayar zakat, jelas ini dilihat dari subyeknya, 1. Apabila orang tersebut dari kalangan kafir ( non islam ) maka orang tersebut boleh dibunuh dengan cara musyawarah di kalangan para sahabat Rosululloh SAW yang diberi kabar masuk syorga ( ada 10 orang ), 2. Apabila orang tersebut dari kalangan umat islam maka cara memeranginya tidak sama seperti ketika Umar bin khotob memerangi orang kafir yang tidak mau membayar zakat akan tetapi dengan ancaman-ancaman Alloh SWT.

Memerangi orang kafir ( non islam ) yang memushi kita maka boleh kita bunuh.
Memerangi orang islam ( dlolim, fasyik dll ) baik yang memusuhi kita ataupun tidak maka tidak boleh kita bunuh.

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------