Stockholm, 3 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI MUNAFIK MENAFIKAN MANHAJ HIJRAH RASULULLAH SAW
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI MUNAFIK MENAFIKAN MANHAJ HIJRAH RASULULLAH SAW

"Baiklah coba bpk Dirman jawab yg baik jangan lari mlulu. Mengapa anda menghukumi orang Islam si A, si B kafir, padahal jelas itu ayat diturunkan setelah terbentuknya Daulah Islam Madinnah ?. Kemudian mengenai ayat 138 dan 139 kenapa tidak bpk komentari ?. Mau lari lagi ya itulah type seorang yang super pengecut-cut..cut. Terpaksa saya copykan lagi biar dibahasnya. Akan saya tampilkan firman Alloh dalam surat An-nisa' ayat 138 dan 139. "Kabarkanlah kpd orang-orang yg munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yg pedih". "Yaitu orang-orang yg mengambil orang-orang kafir (menolak islam/non islam) menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu (menolak islam/non-islam). Maka sesungguhnya semua kekuatan hanya milih Alloh SWT ". (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 30 Jul 2004 22:14:27 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian makin sesat dan munafik saja dalam meyakini, mengimani, dan menjalankan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47.

Kalian sebenarnya tidak paham dan tidak mengerti itu dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47. Mengapa ?

Buktinya apa yang dituliskannya: "Mengapa anda menghukumi orang islam si A, si B kafir, padahal jelas itu ayat diturunkan setelah terbentuknya Daulah Islam Madinnah ?."

Nah dengan pertanyaan itu jelas sebenarnya Wahabiyin Rokhmawan akan mengatakan begini, mengapa Ahmad Sudirman mengatakan penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 dilakukan ketika lembaga peradilan hukum Islam telah berdiri dalam Daulah Islam. Sedangkan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 berlaku kapan saja tanpa memandang ada atau tidaknya Daulah Islam dengan lembaga peradilan hukum Islam-nya. ?

Dari dasar pemikiran Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi diatas itu ingin menggiring Ahmad Sudirman kelembah kemunafikan.

Jelas itu salah kaprah dan otak kosong kalau cara kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi berpikir dalam melihat penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 dan asar hukum An-Nisa: 92, 93. Mengapa ?

Karena sebagaimana yang telah saya jawab dalam tulisan sebelum ini yakni "Sedangkan mengenai penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 itu langsung Allah SWT yang telah menjatuhkan vonis tidak lagi melalui lembaga peradilan hukum kepada siapa yang telah membuat lembaga tandingan dalam pembuatan aturan, hukum, undang undang disamping aturan, hukum, undang undang yang telah diturunkan Allah, lalu tidak menetapkan hukum, undang-undang menurut hukum, undang undang yang diturunkan Allah SWT, maka mereka para pembuat lembaga tandingan itu dinamakan kafir, zhalim, fasik." (Ahmad Sudirman, 3 Juli 2004)

Jatuhnya vonis hukum dari Allah SWT adalah langsung dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 dan berlaku disegala zaman, bagi kaum Yahudi, Nasrani, dan ummat Islam. Jadi tidak perlu lagi ada pembicaraan dan penyidangan dihadapan sidang peradilan hukum Islam dalam Daulah Islam untuk memvonis kafir, zhalim, fasik bagi mereka yang membentuk lembaga pembuat aturan, hukum, undang undang disamping aturan, hukum, undang undang Allah SWT, lalu tidak menetapkan aturan, hukum, undang-undang menurut aturan, hukum, undang undang yang diturunkan Allah SWT.

Sedangkan dalam penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 itu harus melalui lembaga peradilan hukum yang berdiri sendiri dibawah Daulah Islam, sebagaimana yang telah dijalankan sejak masa Daulah Islam di Yatrsib sampai masa akhir dinasti Usmaniyah di Turki pada tahun 1923.

Karena untuk membuktikan kebenaran seorang mu'min A membunuh seorang mu'min B baik sengaja atau tersalah, atau yang dibunuh orang mu'min B itu dari kaum yang memusuhi Daulah Islam atau yang dibunuh itu orang kafir dari Negara yang Pemerintahnya ada perjanjian damai dengan Pemerintah Daulah Islam, maka untuk membuktikan benar tidaknya telah terjadi pembunuhan yang dilakukan mu'min A terhadap mu'min B atau terhadap orang kafir dari Negara yang pemerintahnya ada perjanjian damai dengan Daulah Islam, perlu dicarikan fakta dan bukti yang akan diajukan kehadapan Peradilan hukum Islam untuk diambil sebagai dasar penentuan atau penjatuhan vonis hukuman berdasarkan dasar hukum An-Nisa: 92, 93.

Apakah bisa penegakkan dan pelaksanaan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tersebut diatas dalam lembaga peradilan yang hukumnya bersumberkan kepada thaghut pancasila di negara kafir RI ?

Jelas Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak mungkin.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi coba pelajari dan dalam manhaj Rasulullah saw dalam hal penegakkan dasar hukum Islam dalam Daulah Islam di Yatsrib. Bukan hanya pandai kalian menjiplak dan menelan mentah-mentah paham Wahabi made in Saudi saja.

Menyinggung dasar hukum An-Nisa: 138, 139. "Kabarkanlah kpd orang-orang yg munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih" (An-Nisa: 138). "Yaitu orang-orang yg mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu. Maka sesungguhnya semua kekuatan hanya milih Alloh SWT ". (An-Nisa: 139)

Nah kelihatan itu Wahabiyin Rokhmawan dengan menuliskan dasar hukum An-Nisa: 138, 139 untuk ditujukan kepada pihak GAM. Jelas itu salah kaprah. Mengapa ?

Pertama pihak Pemerintah RI dibawah Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan TNI/POLRI, DPR, MPR telah merampok, menduduki, menjajah Negeri Acheh dan mengobarkan perang menghadapi rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Kedua, pihak Pemerintah RI telah menghancurkan dan membunuh rakat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dari sejak Soekarno menelan, mencaplok, menjajah Negeri Acheh sampai detik sekarang ini.

Ketiga, ketika rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak bisa lagi melakukan perjuangan penuntutan nasibnya sendiri di negeri Acheh, maka berhijrahlah mereka ke negeri yang Pemerintahnya tidak memusuhi dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Dan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dengan para sahabantya ketika para sahabatanya ketika di Mekkah diizinkan Rasulullah berhijrak ke ke Abyssinia (Ethiopia kini) pada bulan Rajab tahun ke lima kenabian, 15 orang (11 lelaki, 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia." . Dimana Raja Abyssinia ini tidak memusuhi umat Islam bahkan menerima mereka dengan baik di Negerinya.

Keempat, tidak disebutkan dalam hijrah pertama sahabat Rasulullah saw ke Abyssinia itu sebagai alasan untuk mencari kekuatan disisi orang kafir atau musyrik. Atau merupakan perbuatan munafik. Begitu juga dengan rakat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dan pembunuhan dari para pimpinan Negara kafir RI dan TNI/POLRI di Negeri acheh, yang mereka berhijrah ke Negara-negara lain yang menyambut baik dan tidak memusuhi mereka.

Kelima, justru dengan hijrahnya rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dari penyiksaan, pembunuhan yang dilakukan oleh TNI/POLRI di negeri Acheh, maka pihak Pemerintah negara kafir RI makin tertekan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Inilah strategi dan taktik Rasulullah saw ktika menjalankan strategi hijrah pertama para sahabat Rasulullah saw ke Abyssinia negara Kristen dengan Rajanya yang tidak memusuhi ummat Islam.

Keenam, pihak rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak akan bisa dengan mudah dibunuh dan dihancurkan oleh pihak TNI/POLRI. Dan pihak Pemerintah Negara kafir RI tidak mudah untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Ketujuh, pihak GAM atau ASNLF kuat di luar Negeri Acheh karena memang pihak Pemerintah RI yang bodoh dan terus saja mau menjajah Negeri Acheh. Pihak Pemerintah RI tidak mau mengakui dan tidak mau menerima perbuatan Soekarno menduduki dan menjajah Negeri Acheh sebagai perbuatan jahat dan biadab yang melanggar dasar hukum nasional, dasar hukum internasinal dan dasar Islam.

Kedelapan, pihak ASNLF atau GAM tidak ingin mencari kekuatan disisi Pemerintah Swedia. Mengapa ? Karena Pemerintah Swedia telah melihat kejahatan pelanggaran HAM yang dilakukan TNI/POLRI di Negeri Acheh terhadap rakyat muslim Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 2 Aug 2004 19:05:24 -0700 (PDT)
From: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>
Subject: Itu Bpk Ahmad Sudirman Kalau di Ajak Diskusi dan Debat Selalu Lariii dari Pembahasan Kecuali Hanya Sedikit Saja
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se,
siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com,
mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com,
megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com,
perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com,
viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com,
abu_farhan04@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Singkat dulu aza yaa...memang benar sekali ucapan sumitro bahwasanya Bpk Ahmad Sudirman ini orangnya super lugu sekali, tidak bisa berdiskusi dan berdebat dengan baik serta kalau mengomentari sebuah komentar orang lain terutama saya ( Rokhmawan ), pasti bpk Ahmad keluar dari permasalahan. Sudah keluar dari permasalahan masih memfitnah lagi, tolong baca lagi mana ada itu Rokhmawan dan Manhaj Salafy setuju daksanaan RI yang mengadakan perang di aceh dengan DOM nya, mana ada itu Rokhmawan dan salafynya ingin mempertahankan sistem toghut pancasila. Inilah ( pak dirman ) type orang-orang NII, GAM/TNA, kalau bicara ngelantur saja karena takut dengan pertanyaan yang memojokkannya.

Baiklah coba bpk dirman jawab yg baik jangan lari mlulu. Mengapa anda menghukumi orang islam si A, si B kafir, padahal jelas itu ayat diturunkan setelah terbentuknya Daulah Islam Madinnah ?.
Kemudian mengenai ayat 138 dan 139 kenapa tidak bpk komentari ?. Mau larii lagiii yaaa....itulah type seorang yang super pengecut-cut..cut.

Terpaksa saya copykan lagi biar dibahasnya. Akan saya tampilkan firman Alloh dalam surat An-nisa' ayat 138 dan 139. "Kabarkanlah kpd orang-orang yg munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yg pedih". "Yaitu orang-orang yg mengambil orang-orang kafir (menolak islam/non islam) menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu (menolak islam/non-islam). Maka sesungguhnya semua kekuatan hanya milih Alloh SWT ".

Nah khan menurut ayat tersebut di atas jelas sekali yang di namakan orang munafik itu tidak hanya orang yang diluarnya islam tetapi dihatinya menolak islam melainkan orang munafik adalah mereka yang mengambil orang-orang kafir ( non-islam ) menjadi penolong dan mencari kekuatan dari orang kafir tersebut.

Jelas sekali kalau Hasan Tiro dan kroni-kroninya pergi ke swedia dengan alasan bukan karena ingin hijrah melainkan ingin mencari kekuatan atau menambah kekuatan yang di sponsori oleh pemirintah negara Swedia.

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------