Stockholm, 4 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI SUDAH TERJUNGKIR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI MEMANG SUDAH TERJUNGKIR DAN KALAU BICARA SUDAH SEPERTI BURUNG BEO SAJA

"Khan tidak ada itu para sahabat mencari kekuatan kepada Raja Abyssinia (apalagi ketika masih non-islam) untuk mengalahkan orang-orang kafir di Makkah. Sedangkan larinya Hasan Tiro dan antek-anteknya, bpk Ahmad Sudirman cs ke Swedia dll sangat bertentangan dengan hijrah dan dakwahnya para sahabat Rosululloh tersebut di atas. Boleh-boleh saja mereka (Hasan Tiro cs, Ahmad Sudirman cs) mengklaim bahwa yang dilakukan selama ini adalah mirip apa yag dilakukan para sahabat Rosululloh SAW yg berdakwah ke Ethiopia, tetapi dunia dan fakta di lapangan membuktikan bahwa sesungguhnya mereka (Hasan Tiro cs dan Ahmad Dirman cs) hijrah ke Sweda dll tujuannya adalah untuk mencari kekuatan dan bekerjasama dg pemerintahan Swedia dll untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA lebih-lebih yg telah mendzaliminya (seperti TNI/RI)." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Mon, 2 Aug 2004 19:05:24 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Sekarang saya jadi tambah heran apakah memang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini memang benar-benar memiliki pengetahuan tentang hukum Islam dan penegakkannya, juga apakah memang benar Wahabiyin Rokhmawan ini mampu memahami secara mendalam manhaj hijrah Rasulullah saw dan ayat-ayat dasar hukum hijrah yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw, ataukah hanya sebagai burung beo saja ?.

Coba saja perhatikan itu Wahabiyin Rokhmawan yang secara terang-terangan tidak sepenuh hati meyakini, tidak sepenuh hati menerima, dan tidak ingin sepenuh hati menjalankan dan menerapkan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, ditambah dengan tidak memahami dan tidak mendalami bagaimana menegakkan dan melaksanakan dasar hukum An-Nisa: 92, 93, kemudian sekarang ditambah dengan An-Nisa: 138, 139 yang terus diputar balik dan dibelit-belit tidak tentu arah.

Dimana telah saya jelaskan hubungan An-Nisa: 138, 139 dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang berhijrah ke luar dari Negeri Acheh yang sedang diduduki dan dijajah oleh pihak RI dalam tulisan sebelum ini, yakni:

Akibat dari pihak Pemerintah RI dibawah Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan TNI/POLRI, DPR, MPR yang menjajah Negeri Acheh dan mengobarkan perang menghadapi rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Ditambah pihak Pemerintah RI yang telah menghancurkan dan membunuh rakat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila, maka setelah rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak bisa lagi melakukan perjuangan penuntutan nasibnya sendiri di dari dalam Negeri Acheh, maka berhijrahlah mereka ke Negeri yang Pemerintahnya tidak memusuhi dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Dan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dengan para sahabantya ketika para sahabatanya ketika di Mekkah diizinkan Rasulullah berhijrak ke ke Abyssinia (Ethiopia kini) pada bulan Rajab tahun ke lima kenabian, 15 orang (11 lelaki, 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia." . Dimana Raja Abyssinia ini tidak memusuhi umat Islam bahkan menerima mereka dengan baik di Negerinya".

Jelas itu alasan mengapa Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan rakyat muslim Acheh berhijrah keluar dari daerah Acheh untuk menghindari dari pembunuhan dan penghancuran yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI atas perintah pimpinan RI yang ingin terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Persoalannya sekarang, mengapa Wahabiyin Rokhmawan ini masih terus saja degil dan ngotot ?

Sebabnya adalah Wahabiyin Rokhmawan ini tidak mau mengerti dan tidak mau mengetahui, dan tidak mau peduli pada akar utama masalah timbulnya konflik Acheh. Wahabiyin Rokhmawan sampai detik ini tidak pernah mengungkapkan akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh di mimbar bebas ini.

Jadi saya merasa heran dan tidak habis pikir dengan Wahabiyin Rokhmawan ini. Apakah memang benar dia ini yang paham dan ingin menyelesaikan konflik Acheh, atau hanya ingin terus memperuncing dan terus ingin menjajah Negeri Acheh bersama pihak pimpinan RI, TNI/POLRI, DPR, MPR dengan sistem thaghut pancasilanya ?.

Sebenarnya mudah saja kalau Wahabiyin Rokhmawan mau menyadari dan mau mengerti tentang mengapa timbulnya konflik Acheh, kalau memang Wahabiyin Rokhmawan ini mau membuka dan mau menggali sejarah Acheh dan sejarah Negara RI.

Tetapi, karena memang Wahabiyin Rokhmawan ini tidak berminat kearah itu, dan bukan menjadi persoalan besar baginya, maka pikirannya hanya ditujukan kepada mengapa GAM membunuh umat Islam dan mengapa menggunakan senjata.

Jadi dalam perdebatan tentang konflik Acheh inipun Wahabiyin Rokhmawan mata hatinya jadi buta. Dia hanya meraba-raba saja, bahkan sekarang menampilkan pula An-Nisa: 138, 139 untuk menggiring Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Ahmad Sudirman ke arah kemunafikan dan menjerat kearah pengambilan orang-orang kafir untuk mencari kekuatan.

Jelas itu kesimpulan yang salah kaparah yang tidak ditunjang oleh fakta dan bukti yang bisa dipertanggung-jawabakan, baik dilihat dari sudut bukti menurut hukum dunia ataupun dilihat dari sudut hukum Islam.

Perhatikan saja, setelah saya jelaskan alasan Teungku Hasan Muhammad di Tiro hijrah keluar dari daerah Negeri Acheh. Tetapi tetap saja dibantah Wahabiyin Rokhmawan dengan alasan gombalnya: "Boleh-boleh saja mereka (Hasan Tiro cs, Ahmad Sudirman cs) mengklaim bahwa yang dilakukan selama ini adalah mirip apa yag dilakukan para sahabat Rosululloh SAW yg berdakwah ke Ethiopia, tetapi dunia dan fakta di lapangan membuktikan bahwa sesungguhnya mereka (Hasan Tiro cs dan Ahmad Dirman cs) hijrah ke Swedia dll tujuannya adalah untuk mencari kekuatan dan bekerjasama dg pemerintahan Swedia dll untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA lebih-lebih yg telah mendzaliminya (seperti TNI/RI)"

Jadi sekarang saya ini makin kurang yakin akan kemampuan Wahabiyin Rokhmawan dalam ilmu hukum Islam dan penegakannya dan ilmu sejarah perjuangan Rasulullah saw kalau melihat apa yang disampaikan oleh Wahabiyin Rokhmawan ini.

Coba saja perhatikan, apakah Wahabiyin Rokhmawan bisa membuktikan secara fakta "bahwa sesungguhnya mereka (Hasan Tiro cs dan Ahmad Dirman cs) hijrah ke Swedia dll tujuannya adalah untuk mencari kekuatan dan bekerjasama dg pemerintahan Swedia dll untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA lebih-lebih yg telah mendzaliminya"

Itu yang ditulis oleh Wahabiyin Rokhmawan satu tuduhan yang hebat terhadap Pemerintah Kerajaan Swedia bahwa GAM "bekerjasama dg pemerintahan Swedia dll untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA lebih-lebih yg telah mendzaliminya"

Coba pikirkan secara seksama, kalau hal ini diketahui dan dibaca oleh Pemerintah Swedia jelas akan timbul pertanyaan apakah orang Wahabiyin Rokhmawan ini sudah gila atau masih waras ?.

Tanpa ada bukti dan fakta menuduh pihak Pemerintah Kerajaan Swedia besama GAM bersama-sama untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA lebih-lebih yg telah mendzaliminya"

Wahabiyin Rokhmawan, saudara ini memang picik dalam ilmu pengetahuan hukum umum apalagi ilmu hukum Islam dan penegakkannya. Itu yang menjajah Negeri Acheh adalah bukan orang Islam Indonesia, tetapi yang menjajah Negeri Acheh adalah Pemerintah RIS, RI yang menjelma jadi NKRI sampai detik sekarang ini.

Wahabiyin Rokhmawan, saudara ini memang buta, tidak bisa membedakan orang Islam Indonesia sebagai individu dengan Lembaga Pemerintah Negara RI.

Kelihatan memang Wahabiyin Rokhmawan buta hukum umum dan hukum Islam, maka ketika menulis di mimbar bebas ini asal cuap saja. Sehingga menimbulkan malapetaka hebat, seperti timbulnya pernyataan Wahabiyin Rokhmawan: "mereka (Hasan Tiro cs dan Ahmad Dirman cs) bekerjasama dg pemerintahan Swedia dll untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA"

Itu yang Wahabiyin Rokhmawan tuliskan tersebut kalau dipelajari sampai mendalam merupakan suatu deklarasi perang dari pihak Kerajaan Swedia terhadap orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA.

Apakah pernah Wahabiyin Rokhmawan membaca atau mendengar deklarasi perang dari pihak Pemerintah Kerajaan Swedia yang menyatakan perang terhadap orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA ?.

Wahabiyin Rokhmawan, kalau saudara memang tidak sanggup dan tidak mampu berdebat lagi tentang konflik Acheh, penegakkan dan penerapan hukum Islam dalam sistem thaghut pancasila, maka sebaiknya belajar dulu sebelum meneruskan perdebatan melawan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini.

Karena kalau tidak Wahabiyin Rokhmawan dalam setiap memberikan tanggapan terhadap isi tulisan Ahmad Sudirman selalu mutar-mutar, tidak tentu ujung pangkalnya.

Perhatikan saja, dari mulai dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, mutar ke dasar hukum An-Nisa: 92, 93, lalu melaju ke An-Nisa: 138, 139, yang kesemuanya telah saya jawab secara terperinci dan saya dokumentasikan secara lengkap tanpa ada perobahan dan penggatian walaupun satu katapun, yang terkumpul dalam www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm

Selanjutnya Wahabiyin Rokhmawan menegaskan: "Saya pertegaskan lagi bahwasanya Hasan Tiro cs lari ke Swedia dikarenakan mereka ingin memperoleh bantuan berupa senjata dari Swedia, takut dipenjara, alasan perkawinan dll."

Nah disinipun jelas itu Wahabiyin Rokhmawan mengada-ada dan mengarang-ngarang seenak sendiri: "Hasan Tiro cs lari ke Swedia dikarenakan mereka ingin memperoleh bantuan berupa senjata dari Swedia, takut dipenjara, alasan perkawinan dll."

Sejak kapan Teungku Hasan Muhammad di Tiro mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kerajaan Swedia untuk memperoleh bantuan berupa senjata ? Jelas sampai kiamat itu Wahabiyin Rokhmawan tidak bisa memberikan fakta dan bukti yang benar untuk dijadikan dasar argumentasinya guna menjawab pertanyaan saya ini.

Begitu juga, kapan Teungku Hasan Muhammad di Tiro menyatakan takut dipenjara ?.
Itu kalau Teungku Hasan Muhammad di Tiro berhijrah ke Swedia bukan takut dipenjara, tetapi untuk meneruskan perjuangan membebaskan Negeri Acheh dari jajahan RI. Teungku Hasan Muhammad di Tiro tidak bodoh. Dan pimpinan RI mengetahui bahwa memang sulit untuk menghancurkan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Buktinya dalam kasus hukum yang dilakukan di Pengadilan Huddinge Swedia untuk menjerat Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya. Itu semua bertujuan untuk menangkap Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya. Tetapi tidak berhasil.

Begitu juga alasan perkawinan. Apakah Teungku Hasan Muhammad di Tiro berhijrah ke Swedia untuk alasan perkawinan ?. Jelas tidak. Sebelum ke Swedia Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah menikah.

Nah setelah saya jelaskan An-Nisa: 138, 139 hubungannya dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan jelas dan benar berdasarkan bukti manhaj hijrah Rasulullah saw dan berdasarkan bukti hukum umum, maka apa yang ditulis oleh Wahabiyin Rokhmawan:

"Bpk Ahmad Sudirman, warga NII dan GAM/TNA semakin tidak meyakini sepenuh hati, terhadap apa-apa yang telah ditetapkan Allah SWT terutama mengenai kemunafikan tercantum pada surat An-Nisa' ayat 138 dan 139, tidak hanya itu saja mereka semua telah membandel, menentang dan membangkang ayat tersebut bahkan Bpk Ahmad Sudirman ingin menyesatkan dan mengobarkan peperangan di antara umat Islam satu dengan lainnya di seluruh dunia ini, maka dengan demikian jadilah mereka semua (Ahmad Sudirman, NII, GAM/TNA) orang-orang yang sesat dan munafik tulen"

Jelas itu yang ditulis Wahabiyin Rokhmawan menggelikan. Mengapa ? Karena sudah jelas bahwa Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Ahmad Sudirman di Swedia bukan orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Dan tidak mencari kekuatan di sisi orang kafir itu.

Itu kalau pihak Pemerintah Kerajaan Swedia menerima Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Ahmad Sudirman untuk tinggal di Swedia tidak berarti Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Ahmad Sudirman menjadikan teman orang-orang kafir sebagai penolong.

Itu Pemerintah Kerajaan Swedia menerima Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Ahmad Sudirman untuk tinggal di Swedia berdasarkan dasar hukum Internasional Konvensi Geneva 1951. Bukan karena Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Ahmad Sudirman menjadikan teman pihak Pemerintah Kerajaan Swedia.

Begitu juga dengan mencari kekuatan kepada pihak Pemerintah Kerajaan Swedia, seperti yang dituduhkan pihak Wahabiyin Rokhmawan, dengan meminta senjata. Jelas itu suatu hal yang mustahil bagi Ahmad Sudirman dan Teungku Hasan Muhammad di Tiro meminta senjata kepada Pemerintah Swedia untuk dipakai bersama-sama "memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA"

Jadi Wahabiyin Rokhmawan, saudara ini apakah anggota atau orang yang ada hubungan dengan BIN, TNI/POLRI, atau memang orang yang ingin menggunakan Wahabi atau Salafi untuk menimbulkan permusuhan dan pertentangan dalam kalangan umat Islam?

Karena dari cara saudara berpikir sudah kalang kabut dan ngawur tidak punya dasar yang jelas dan terang. Wahabiyin Rokhmawan ini sudah seperti burung beo, apa yang ditulis Ahmad Sudirman diambil dan diulang-ulangnya. Dengan tujuan agar bisa dijadikan alat memukul pada Ahmad Sudirman. Tetapi salah kaprah, karena Wahabiyin Rokhmawan tidak tahu bagaimana menggunakan kata-kata yang dipakai oleh Ahmad Sudirman itu.

Lihat dan perhatikan apa yang ditulis Wahabiyin Rokhmawan: "bahkan Bpk Ahmad Sudirman ingin menyesatkan dan mengobarkan peperangan di antara umat Islam satu dengan lainnya di seluruh dunia ini, maka dengan demikian jadilah mereka semua (Ahmad Sudirman, NII, GAM/TNA) orang-orang yang sesat dan munafik tulen"

Yang menyesatkan dan mengobarkan peperangan adalah pihak Wahabiyin Rokhmawan dengan secara sadar tidak mau mempelajari akar utama konflik Acheh. Dan pihak Wahabiyin Rokhmawan terus secara sadar menganggap pihak rakyat Acheh sebagai pemberontak, sehingga Wahabiyin Rokhmawan yang gersang pengetahuan tentang akar utama konflik Acheh ini terjerumus kedalam jurang sistem thaghut pancasila yang dipakai untuk mengikat, menjerat, dan mengobarkan perang yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI atas perintah Presiden Megawati cs yang didukung penuh oleh DPR, MPR.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 3 Aug 2004 20:57:14 -0700 (PDT)
From: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>
Subject: Bapak Ahmad Sudirman Hanya Bisa Meyakini Terhadap Ayat Al-qur'an Yang Sesuai Dengan Hawa Nafsunya
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com, seuramoe_aceh@yahoo.com.uk, narastati@yahoo.com, netty_suwarto@hotmail.com, me_yuni@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Itu Pak Ahmad Sudirman, Warga NII dan GAM/TNA Benar-benar Tidak Meyakini Sepenuh Hati Serta Telah Membangkang Surat An-nisa' Ayat 138 dan 139 (Istilah Bpk Ahmad Sudirman) Bahkan Berkeinginan Menyesatkan dan Mengobarkan Perang Antar Umat Islam di Seluruh Dunia

BPK AHMAD SUDIRMAN, WARGA NII DAN GAM/TNA SEMAKIN TIDAK MEYAKINI SEPENUH HATI, TERHADAP APA-APA ANG YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH SWT TERUTAMA MENGENAI KEMUNAFIKAN TERCANTUM PADA SURAT AN-NISA' AYAT 138 DAN 139, TIDAK HANYA ITU SAJA MEREKA SEMUA TELAH MEMBANDEL, MENENTANG DAN MEMBANGKANG AYAT TERSEBUT BAHKAN BPK AHMAD SUDIRMAN INGIN MENYESATKAN DAN MENGOBARKAN PEPERANGAN DI ANTARA UMAT ISLAM SATU DENGAN LAINNYA D SELURUH DUNIA INI, MAKA DENGAN DEMIKIAN JADILAH MEREKA SEMUA (AHMAD SUDIRMAN, NII, GAM/TNA) ORANG-ORANG YANG SESAT DAN MUNAFIK TULEN.

Bapak Ahmad Sudirman hati anda memang sudah tertutup akan kesesatan-kesesatan yang dibisikkan oleh syaiton. Anda cs benar-benar telah mengingkari, membantah, membandel dan membangkang dari agama Alloh SWT. Anda semua telah terbelenggu oleh kemunafikan dan kesesatan yang ditutupi oleh gemerlapnya dunia.

Bpk Ahmad Sudirman telah menuliskan alasan-alasan yang ngawur, salah kaprah dan berdasarkan hawa nafsu atas kemunafikan yang Hasan Tiro dan kroni-kroninya lakukan selama ini. Baca lagi komentarnya di bawah ini :

"Pertama pihak Pemerintah RI dibawah Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan TNI/POLRI, DPR, MPR telah merampok, menduduki, menjajah Negeri Acheh dan mengobarkan perang menghadapi rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila".

"Kedua, pihak Pemerintah RI telah menghancurkan dan membunuh rakat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dari sejak Soekarno menelan, mencaplok, menjajah Negeri Acheh sampai detik sekarang ini".

"Ketiga, ketika rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak bisa lagi melakukan perjuangan penuntutan nasibnya sendiri di negeri Acheh, maka berhijrahlah mereka ke negeri yang Pemerintahnya tidak memusuhi dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Dan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dengan para sahabantya ketika para sahabatanya ketika di Mekkah diizinkan Rasulullah berhijrak ke ke Abyssinia (Ethiopia kini) pada bulan Rajab tahun ke lima kenabian, 15 orang (11 lelaki, 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia." . Dimana Raja Abyssinia ini tidak memusuhi umat Islam bahkan menerima mereka dengan baik di Negerinya".

"Keempat, tidak disebutkan dalam hijrah pertama sahabat Rasulullah saw ke Abyssinia itu sebagai alasan untuk mencari kekuatan disisi orang kafir atau musyrik. Atau merupakan perbuatan munafik. Begitu juga dengan rakat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dan pembunuhan dari para pimpinan Negara kafir RI dan TNI/POLRI di Negeri acheh, yang mereka berhijrah ke Negara-negara lain yang menyambut baik dan tidak memusuhi mereka".

"Kelima, justru dengan hijrahnya rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dari penyiksaan, pembunuhan yang dilakukan oleh TNI/POLRI di negeri Acheh, maka pihak Pemerintah negara kafir RI makin tertekan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Inilah strategi dan taktik Rasulullah saw ktika menjalankan strategi hijrah pertama para sahabat Rasulullah saw ke Abyssinia negara Kristen dengan Rajanya yang tidak memusuhi ummat Islam".

"Keenam, pihak rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak akan bisa dengan mudah dibunuh dan dihancurkan oleh pihak TNI/POLRI. Dan pihak Pemerintah Negara kafir RI tidak mudah untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh".

"Ketujuh, pihak GAM atau ASNLF kuat di luar Negeri Acheh karena memang pihak Pemerintah RI yang bodoh dan terus saja mau menjajah Negeri Acheh. Pihak Pemerintah RI tidak mau mengakui dan tidak mau menerima perbuatan Soekarno menduduki dan menjajah Negeri Acheh sebagai perbuatan jahat dan biadab yang melanggar dasar hukum nasional, dasar hukum internasinal dan dasar Islam".

"Kedelapan, pihak ASNLF atau GAM tidak ingin mencari kekuatan disisi Pemerintah Swedia. Mengapa ? Karena Pemerintah Swedia telah melihat kejahatan pelanggaran HAM yang dilakukan TNI/POLRI di Negeri Acheh terhadap rakyat muslim Acheh".

Jelas sekali kalau alasan-alasan tersebut sengaja di buat sedmikian rupa untuk mengelabuhi semua umat islam di dunia bahwasanya Hasan Tiro dkk, NII, GAM/TNA adalah munafik.

Sebenarnya dalam hati kecilnya pak dirman akan mengakuinya walaupun sedikit bahwa memang benar Hasan Tiro dkk adalah seorang munafik menurut An-Nisa' ayat 138 dan 139.

Padahal ketika dia (bpk Ahmad Sudirman) mengutipkan terjemahan Al-maidah ayat 44, 45, 47 sehingga dia mengatakan kalau Amin Rais, SBY, Mega dll beserta pendukungnya adalah termasuk kafir, dlolim atau fasyik. Begitu saya menerangkan tafsiran berdasarkan jumhur ulama atau kesepakatan ulama yang diperkuat dengan dalil-dalil aqli maupun Hadist shohih maka pak Ahmad Sudirman tetap menyanggahnya juga (inilah orang yang tidak bisa ber-afalaa ta'qiluun dan ber-afalaa yatadzakkaruun) bahkan pak Ahmad malah memfitnah kami, dimana dengan fitnahannya yaitu Rokhmawan sesat, munafik dll berarti jelas sekali dias juga memfitnah para ulama rusydi dan para tabi'in-tabi'in bahkan para sahabat Rosululloh SAW (Hati-hatilah dengan kebusukan yang ada pada pak dirman cs ).

Akan tetapi setelah saya menampilkan pengertian orang munafik menurut An-Nisa' ayat 138 dan 139, langsung pak Ahmad dengan berbagai alasannya dan tipu muslihatnya menolak pengertian ayat tersebut. Dimana alasan yang disampaikan oleh bpk Ahmad Dirman tersebut di atas tidak laku bagi kaum muslimin di seluruh dunia ini yang bisa ber-afalaa ta'qiluun dan ber-afalaa yatadzakkaruun.

Kemudian alasan-alasan yang dikemukakanya juga hanya datang dari pribadinya atau orang semacamnya (NII, GAM/TNA), karena sampai kapanpun alasan tersebut tidak akan pernah di bahas oleh ulama rusydi.

"Kabarkanlah kpd orang-orang yg munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yg pedih".
"Yaitu orang-orang yg mengambil orang-orang kafir ( menolak islam/non islam ) menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ( menolak islam/non-islam ). Maka sesungguhnya semua kekuatan hanya milih Alloh SWT ".

Jelas sekali kalau menurut ayat tersebut di atas yg di namakan orang munafik adalah mereka yang mengambil orang-orang kafir (non-islam) menjadi penolong dan mencari kekuatan dari orang kafir tersebut.

Jelas sekali kalau Hasan Tiro dan kroni-kroninya pergi ke Swedia dengan alasan bukan karena ingin hijrah melainkan ingin mencari kekuatan atau menambah kekuatan yang di sponsori oleh pemerintah negara swedia, yang paling parah dan benar-benar dapat dikatakan munafik adalah Hasan Tiro cs di bantu orang kafir untuk melawan orang Islam di Indonesia.

Mengenai alasan bpk Ahmad Sudirman nomer tiga, ini juga suatu alasan yang salah kaprah lagi.

Jelas sekali kalau para sahabat Rosululloh yang meminta izin kepada beliau untuk berhijrah ke Abyssinia (Ethiopia kini) pada bulan Rajab tahun ke lima kenabian, 15 orang (11 lelaki, 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia dan akhirnya Raja Abyssinia ini tidak memusuhi umat Islam bahkan menerima mereka dengan baik di Negerinya, benar-benar untuk berdakwah.

Khan tidak ada itu para sahabat mencari kekuatan kepada raja abyssinia (apalagi ketika masih non-islam) untuk mengalahkan orang-orang kafir di Makkah. Sedangkan larinya Hasan Tiro dan antek-anteknya, bpk Ahmad Sudirman cs ke Swedia dll sangat bertentangan dengan hijrah dan dakwahnya para sahabat Rosululloh tersebut di atas.

Boleh-boleh saja mereka (Hasan Tiro cs, Ahmad Sudirman cs) mengklaim bahwa yang dilakukan selama ini adalah mirip apa yag dilakukan para sahabat Rosululloh SAW yg berdakwah ke Ethiopia, tetapi dunia dan fakta di lapangan membuktikan bahwa sesungguhnya mereka (Hasan Tiro cs dan Ahmad Dirman cs) hijrah ke Sweda dll tujuannya adalah untuk mencari kekuatan dan bekerjasama dg pemerintahan Swedia dll untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA lebih-lebih yg telah mendzaliminya (seperti TNI/RI).

Dan sampai kiamatpun insayaAlloh itu Swedia atau pemerintahannya tidak akan memeluk Islam karena memang mereka (Hasan Tiro dll) tidak pernah mendakwahi orang-orang di Swedia yang non Islam. Kalau pak Ahmad Dirman paling maksimal mendakwahi (menurut anda) dan mendidik anak-anak TPA agar anak-anak tersebut berpikiran sempit dan jahil terhadap agama Islam.

Jadi jelas sekali tatkala pak Ahmad Sudirman meyakini terjemahan (bukan maksud yg sebenarnya) surat Al-maidah ayat 44, 45, 47 tanpa memperkuat dengan hadist shohih namun menolak pengertian tentang orang munafik menurut An-nisa' ayat 138 dan 139 berarti dia (pak Dirman) hanya meyakini ayat berdasarkan hawa nafsunya sendiri (na'udzubillahi min dzalik).

Inilah salah satu tipu daya syaiton yang membisikkan kepada bani adam untuk/hanya meyakini sebagian ayat Al-qur'an dan mengingkari sebagian besar ayat ( persis apa yang dilakukan oleh pak Ahmad Sudirman cs ).

Saya pertegaskan lagi bahwasanya Hasan Tiro cs lari ke Swedia dikarenakan mereka ingin memperoleh bantuan berupa senjata dari Swedia, takut dipenjara, alasan perkawinan dll.

Ya Alloh bukakanlah hatinya (Bpk Ahmad cs, NII, GAM/TNA) untuk dapat memahami Islam yang syammil ini, bukakanlah pintu taubat untuknya yang telah terang-terangan mereka semua telah mendahului dan melangkahi serta membangkang dari jalan- Mu dan jalan Rosul-Mu.
Ya Alloh ampunilah mereka semua yang secara terang-terangan tidak mengindahkan Hukum-hukum-Mu.
Ya Alloh hentikan permusuhan antara GAM/TNA melawan TNI sehingga mereka hamba-Mu tidak saling membunuh dan dapat beribadah dengan khusuk
Amiin.

Wallohu'alam bi showab

NB : Untuk sdr Peace org ternyata anda semakin hari semain lugu saja lugu ditambah membantah lagi dan ingin memfitnah.

Anda ternyata tidak tahu yang dinamakan pelanggaran terhadap hukum RI dan perlawanan terhadap RI (menurut RI). Kalau menurut RI jelas yang dilakukan Ustadz Ja'far Umar Tholib bukan perlawanan tetapi pelanggaran.

Sedangkan menurut RI apa yang dilakukan oleh GAM/TNA adalah perlawanan dan pemberontakan. Tetapi untuk menggolongkan NII, GAM/TNA adalah kaum khowarij tidak terletak pada pengertian Kaum Khowari menurut Imam Al-Barbahari, tetapi lebih dari itu yaitu mereka orang-orang yang jahil terhadap ilmu fikih, syariat islam dan fitrah manusia. Mereka pemahaman islamnya dangkal dan buruk sekali, mereka juga mudah mengkafirkan orang islam hanya karena tidak sependapat dengannya dll.

Anda sdr Peace org telah terkana racun kesesatan yang di tuliskan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman dan Si Kaum Khowarij NII, GAM/TNA sehingga di mata anda tidak pernah terfikirkan bagaiamana kebusukan dan ketidaktulusan mereka dalam memperjuangkan agama Islan ini. Anda sdr Peace org jarang mengkritik bpk Ahmad Sudirman karena memang anda menganggap dia sebagai ustadz (ustadz TPA/anak-anak) padahal bpk Dirman cs benar-benar telah menyimpang dari agama Islam yg syammil ini. Lihatlah dan baca kemudian renungkan dalam hatimu atas komentar-komentar dia kpd Rokhmawan di mana dia asal cuap tanpa ilmu, tanpa dasar sama sekali baik itu Al-qur'an maupun Al-hadist yg shohih dan tanpa dalil aqli yg kuat melainkan hanya menuruti hawa nafsu disertai balasa dendam dan saki hati belaka.

Memerangi orang kafir (non islam) yang memushi kita maka boleh kita bunuh. Memerangi orang Islam (dlolim, fasyik dll) baik yang memusuhi kita ataupun tidak maka tidak boleh kita bunuh. Afwan kalau komentar saya hari ini terpaksa agak panjang.
Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------