Stockholm, 5 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU CERITA & TUDUHAN YANG TANPA FAKTA DAN BUKTI HUKUM YANG KUAT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUMITRO ITU CERITA TEUNGKU HASAN DI TIRO DI NEW YORK & TUDUHAN TANPA FAKTA DAN BUKTI HUKUM YANG KUAT TERBUNUHNYA TEUKU DON ZULFAHRI

"Kok anda tidak pernah menuliskan bagaimana Hasan Tiro mejadi pejabat perwakilan Indonesia, dan tugasnya apa saja saat menjadi pejabat Indonesia ? Kok yang ditulis mengenai hubungan Hasan Tiro sama GAM saja.? Anda mau menutupinya yach ? Seperti kebiasaan anda menutupi sejarah ? Semua yang baik-baik saja ditampilkan tapi yang buruk ditutup-tutupi ?" (Sumitro mitro@kpei.co.id , Thu, 5 Aug 2004 08:28:50 +0700)

"Baiklah Ahmad Sudirman. Saya minta ma'af kalau memang itu tidak benar karena saya tidak melihat langsung acara pembunuhan tersebut dan dari beberapa keterangan dan sejumlah rentetan peristiwa sebelum terjadinya pembunuhan tsb maka saya menyimpulkan hal tsb sendiri. Jadi apa bila saya salah maka sekali lagi saya minta ma'af dan karena Hanya Allah SWT lah yang tahu segalanya. Oh yach bagaiaman dengan surat sbb: ? Dalam surat di bawah ini jelas-jelas disebutkan nama Malik Mahmud yang merupakan Menlu GAM. Nah kalau memang itu benar adanya apa yang dituduhkan oleh MB GAM Eropa maka yang bertanggung jawab otomatis adalah Hasan Tiro karena GAM semuanya dikendalikan atau diperintah oleh Hasan Tiro. Nach dari apa yang tertulis disitu apakah salah apa bila saya menyampaikan seperti hal tersebut tadi ?" (Sumitro mitro@kpei.co.id , Wed, 4 Aug 2004 16:57:30 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro saya tidak "menuliskan bagaimana Hasan Tiro mejadi pejabat perwakilan Indonesia, dan tugasnya apa saja saat menjadi pejabat Indonesia" dalam tulisan sebelum ini, bukan menutupi sejarah atau yang buruk ditutup-tutupi, melainkan tidak ada guna dan manfaatnya. Mengapa ?

Karena kepingan rentetan sejarah hidup Teungku Hasan Muhammad di Tiro ketika menjadi pejabat perwakilan Indonesia di New York tidak menjadi dasar hukum yang kuat bagi masuknya Negeri Acheh kedalam tubuh RIS, RI yang menjelma NKRI. Atau memperlemah kekuatan hukum Teungku Hasan Muhammad di Tiro dalam memperjuangkan penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Kepingan rentetan sejarah hidup Teungku Hasan Muhammad di Tiro ketika menjadi pejabat perwakilan Indonesia di New York, seperti "sambil kuliah diperbantukan sebagai staf penerangan Kedutaan Besar Indonesia di PBB". Itu secara hukum memang dibenarkan karena waktu itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro masih memegang pasport Pemerintah RI. Tetapi secara hukum tidak menjadikan sebab masuknya Negeri Acheh kedalam tubuh RI. Dan tidak menjadikan kekuatan hukum Teungku Hasan Muhammad di Tiro menjadi lemah dikemudian hari ketika ia muncul sebagai pemimpin yang melanjutkan dan memimpin rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Dan memang terjadi, setelah Teungku Muhammad Daud Beureueh memproklamasikan Negara Islam Indonesia di Acheh pada 20 September 1953, satu tahun kemudian, pada 9 September 1954, Teungku Hasan Muhammad di Tiro dari Amerika, mengingatkan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo agar menghentikan serangan pembunuhan dan pembantaian bersenjata kepada rakyat muslim di Acheh, Jawa Barat, Sulawesi. Kalau tidak dihentikan pembunuhan bersenjata kepada kaum muslimin tersebut, maka persoalannya akan dibawa ke forum PBB. Ternyata pihak Pemerintah RI dibawah PM Ali Sastroamidjojo tidak menggubris apa yang dinyatakan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, malahan mencabut pasport RI milik Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Nah, dari awal dicabutnya pasport RI milik Teungku Hasan Muhammad di Tiro inilah secara hukum Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah berada diluar garis hukum yang berlaku dalam RI. Dan secara otomatis menjadi seorang yang secara bebas memperjuangkan pembebasan Negeri Acheh dan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila yang telah menduduki dan menjajah Negeri Acheh sejak 14 Agustus 1950 melalui Presiden RIS Soekarno dengan PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950.

Itulah kepingan rentetan sejarah hidup Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang memperkuat secara hukum langkah kearah penentuan nasib sendiri bagi rakyat Acheh untuk bebas dari pengaruh kengkangan dan kekuasaan Negara Pancasila.

Dan kepingan rentetan sejarah hidup Teungku Hasan Muhammad di Tiro inilah juga yang membuktikan bahwa secara hukum Negeri Acheh sedang diduduki dan dijajah oleh pihak RI. Sehingga Teungku Hasan Muhammad di Tiro tampil untuk meneruskan memimpin rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Selanjutnya Sumitro menyinggung kembali masalah terbunuhnya Teuku Don Zulfahri dengan menyodorkan surat dari pihak Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP GAM).

Dimana maksud dan tujuan Sumitro menyodorkan surat tersebut sebagaimana yang dituliskannya: "Dalam surat di bawah ini jelas-jelas disebutkan nama Malik Mahmud yang merupakan Menlu GAM. Nah kalau memang itu benar adanya apa yang dituduhkan oleh MB GAM Eropa maka yang bertanggung jawab otomatis adalah Hasan Tiro karena GAM semuanya dikendalikan atau diperintah oleh Hasan Tiro. Nach dari apa yang tertulis disitu apakah salah apa bila saya menyampaikan seperti hal tersebut tadi ?"

Memang dalam isi surat tersebut disebutkan nama Malik Mahmud, tetapi nama itu baru setahap tuduhan yang belum disertai dengan fakta dan bukti yang bisa diuji secara hukum dihadapan tim juri hakim dalam Pengadilan di Kerajaan Malaysia tempat dimana terbunuhnya Teuku Don Zulfahri.

Setiap orang bisa mengajukan nama-nama yang dianggap sebagai tertuduh. Hanya saja harus disertakan dengan fakta dan buktinya yang diserahkan kepada pihak Kepolisian dan pihak Kejaksaan Kerajaan Malasyia untuk dijadikan bahan bukti hukum didepan Pengadilan di Kerajaan Malaysia.

Dan tentu saja, fakta dan bukti ini harus berdasarkan secara hukum, bukan hanya sekedar hasil analisa dan penafsiran secara politis.

Setiap orang bisa merangkaikan dari setiap peristiwa politis. Tetapi tidak setiap orang akan mampu mengumpulkan fakta dan bukti berdasarkan hukum untuk bisa dijadikan sebagai dasar kekuatan hukum guna dimajukan kehadapan Hakim di Pengadilan Kerajaan Malaysia.

Mengapa dikatakan merangkaikan dari setiap peristiwa politis ?. Karena organisasi Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP GAM) berada diluar garis GAM yang dipimpin Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Antara MP GAM dan GAM tidak ada hubungan struktur organisasi, tidak ada garis hubungan komando langsung, dan tidak ada garis ikatan hukum. Jadi MP GAM dan GAM adalah dua bangunan yang berbeda.

Nah dari keadaan status inilah, akan timbul berbagai penafsiran politis atas terbunuhnya sekretaris Jenderal MP-GAM.

Tetapi, kalau mau berbicara tegaknya hukum, maka harus berbicara atas dasar fakta dan bukti secara hukum yang bisa dijadikan sebagai dasar alasan hukum guna dipakai sebagai pijakan untuk menjatuhkan vonis hukuman terhadap terdakwa yang bersalah melakukan pembunuhan terhadap Teuku Don Zulfahri di depan Pengadilan di Kerajaan Malaysia tempat terbunuhnya Teuku Don Zulfahri.

Jadi Sumitro, siapa saja bisa menuduh. Siapa saja bisa membuat analisa. Siapa saja bisa merangkaikan cerita. Tetapi itu semua harus didasarkan atas fakta dan bukti secara hukum. Dan harus diuji didepan tim Hakim dalam Pengadilan di Kerajaan Malaysia. Sampai sekarang itu fakta dan bukti tentang terbunuhnya Teuku Don Zulfahri yang diperlukan oleh pihak Kepolisian dan pihak Kejaksaan Kerajaan Malaysia belum pernah terdengar diajukan kehadapan sidang pengadilan di Kerajaan Malaysia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada redaksi@waspada.co.id
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO PAKAI CERITA GOMBAL YANG DISEBARKAN DITYA SOEDARSONO UNTUK PUKUL TGK HASAN DI TIRO
Date: Thu, 5 Aug 2004 08:28:50 +0700

Kok anda tidak pernah menuliskan bagaimana Hasan Tiro mejadi pejabat perwakilan Indonesia, dan tugasnya apa saja saat menjadi pejabat Indonesia ? Kok yang ditulis mengenai hubungan Hasan Tiro sama GAM saja.? Anda mau menutupinya yach ? Seperti kebiasaan anda menutupi sejarah ? Semua yang baik-baik saja ditampilkan tapi yang buruk ditutup-tutupi ?

Hanya Allah SWT lah Yang Tahu Segalanya.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO KACUNG SUSILO BAMBANG YUDHOYONO COBA PUKUL GAM PAKAI ISU TEUKU DON ZULFAHRI
Date: Wed, 4 Aug 2004 16:57:30 +0700

Baiklah Ahmad Sudirman. Saya minta ma'af kalau memang itu tidak benar karena saya tidak melihat langsung acara pembunuhan tersebut dan dari beberapa keterangan dan sejumlah rentetan peristiwa sebelum terjadinya pembunuhan tsb maka saya menyimpulkan hal tsb sendiri. Jadi apa bila saya salah maka sekali lagi saya minta ma'af dan karena Hanya Allah SWT lah yang tahu segalanya. Oh yach bagaiaman dengan surat sbb: ? Dalam surat di bawah ini jelas-jelas disebutkan nama Malik Mahmud yang merupakan Menlu GAM. Nah kalau memang itu benar adanya apa yang dituduhkan oleh MB GAM Eropa maka yang bertanggung jawab otomatis adalah Hasan Tiro karena GAM semuanya dikendalikan atau diperintah oleh Hasan Tiro. Nach dari apa yang tertulis disitu apakah salah apa bila saya menyampaikan seperti hal tersebut tadi ?

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

MARKAS BESAR GAM EROPA
P.O.Box: 2084, S - 145 02 Norsborg, Sweden
Fax: 00 + 46 - 8531 88460

MB GAM EROPA BERBELASUNGKAWA ATAS SYAHIDNYA TEUKU DON ZULFAHRI

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un!

Pada hari Khamis, 1 Juni 2000, Saudara Teuku Don Zulfahri, seorang patriot Aceh, Sekretaris Jenderal Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP GAM) telah berpulang ke rahmatullah di Kuala Lumpur ditembak oleh seorang pengkhianat bangsa Aceh yang diutus oleh Malik Mahmud, Menteri Luar Negeri Aceh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) yang berdomisili di Singapura.

Teuku Don Zulfahri adalah seorang pejuang Gerakan Aceh Merdeka, yang dengan sepenuh hati telah berkorban untuk perjuangan menentukan nasib diri sendiri bagi bangsa Aceh. Almarhum dengan gigih menyokong dan mendukung tuntutan referandum bagi Aceh, dan berusaha keras supaya persoalan Aceh sepenuhnya diserahkan kepada rakyat Aceh untuk menentukannya - bukan kepada satu-satu kelompok.

Dalam mempropagandakan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka, tak terelakkan almarhum telah menemukan banyak kawan dan simpatisannya dan bersamaan itu juga menghadapi lawan dan musuh yang tak kenal prikemanusiaan yang selalu mengancamnya dan kawan-kawan seperjuangannya yang lain.Namun, almarhum Teuku Don Zulfahri tidak gentar menghadapi segala ancaman itu sampai beliau tewas dibunuh secara pengecut oleh pembunuh bayaran dari Malik Mahmud. Ini merupakan pembunuhan yang kedua kali terhadap pejuang GAM yang terjadi di
Kuala Lumpur.

Sebelumnya pada tanggal 10 April, 2000, pembunuh upahan Malik Mahmud telah membunuh dengan sangat sadis seorang anggota MP GAM Teungku Haji Usman Ibrahim dan pembantunya Teungku Abdul Wahab. Tengku Haji Usman adalah seorang tokoh GAM di Kembang Tanjung, Pidie, yang sudah delapan kali keluar-masuk penjara Indonesia sejak tahun 1976, dan beliau juga orang yang pertama sekali menerima kepulangan Tengku Hasan di Tiro ke Aceh dari Amerika serta mengantarnya ke gunung. Sebelum ke Malaysia lima bulan yang lalu, beliau telah mengumpulkan ratusan juta rupiah dana perjuangan yang disetor langsung ke Malik Mahmud di Singapore. Tetapi inilah balasan yang beliau terima!

Kami mengutuk sekeras-kerasnya perbuatan keji dan lalim ini serta yakin Allah akan menjatuhkan hukuman yang setimpal kepada mereka.

Dengan ini, kami seluruh keluarga Markas Besar Gerakan Aceh Merdeka (MB GAM) Eropa dengan rasa sedih, menyatakan rasa duka cita yang sangat mendalam kepada seluruh anggota MP GAM dan keluarga Teuku Don Zulfahri .

Kami mengharapkan dapatlah kita ubah duka cita ini menjadi kekuatan untuk lebih menempa persatuan dan semangat juang kita dalam perjuangan untuk mencapai cita-cita memulihkan kembali kedaulatan dan kemerdekaan Aceh melalui pelaksanaan referandum.

Stockholm, 1 Juni 2000

Ketua MB GAM Eropa
Dto
Dr Husaini Hasan
E-mail:
ruseb@algonet.se
----------