Stockholm, 5 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI BUTA HUKUM UMUM & BUTA PENEGAKKAN HUKUM ISLAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN JELAS KELIHATAN ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI BUTA HUKUM UMUM & BUTA PENEGAKKAN HUKUM ISLAM

"Begitu pula yang terjadi pada Hasan Tiro cs dan Bpk Ahmad Sudirman cs, mereka semua sudah ketahuan oleh umat Islam di seluruh dunia yg bisa ber-afalaa ta'qiluun dan ber-afalaa yatadzakkaruun, akan kebusukan dan kemunafikannya di dunia ini, bukan hanya itu Alloh SWT sendiri telah benar-benar menyatakan orang-orang yang mencari pertolongan atau teman bahkan kekuatan kepada orang kafir/non-Islam termasuk orang munafik. Jelas semua umat Islam tidak bisa di tipu oleh Ahmad Dirman si Ahlul Bid'ah ini. Coba baca komentar Ahmad Dirman si Ahlul Bid'ah kepada Sumitro. Jelas Sumitro menampilkan info berdasarkan surat dari Markas Besar GAM di Eropa tetapi dengan segala tipu muslihatnya, Ahmad si Ahlul Bid'ah tetap menolaknya. Mereka (Ahmad Dirman cs) telah ditutup oleh kebenaran-kebenaran yang datang dari Alloh SWT dan fakta-fakta yang ada di dunia ini." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Wed, 4 Aug 2004 20:47:40 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin hari, makin kelihatan sebenarnya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini adalah buta hukum umum dan buta penegakkan dan pelaksanaan hukum Islam.

Sekarang makin kelihatan saja itu Wahabiyin Rokhmawan telah terjerumus kedalam jurang sistem thaghut pancasila bersama para pimpinan Negara kafir RI dibawah pimpimnan Presiden Megawati dari partai sekular PDI-P.

Perhatikan saja, kalau saya sekarang melihat Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi bukan hanya penyebar paham Wahabi yang telah memporak-porandakan kesatuan ummat Islam dengan senjata khawarij gombalnya, tetapi juga sebagai alat BIN, TNI/POLRI, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggebuk GAM, TNA, NII.

Dan paling celaka yang menimpa Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi ini bukan hanya dipergunakan sebagai alat oleh BIN, TNI/POLRI dan Megawati saja untuk memukul GAM, TNA, NII, tetapi juga Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Wahabi-Saudi ini buta ketika mencoba untuk menegakkan baik itu hukum umum ataupun hukum Islam di wilayah kekuasaan Negara kafir RI.

Coba perhatikan salah satu bukti mengapa itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi buta hukum umum atau hukum nasional.

Ketika Wahabiyin Rokhmawan membaca tulisan Sumitro yang sebagian isinya ada memuat surat tuduhan dari pihak Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP GAM) tentang siapa yang membunuh Teuku Don Zulfahri, maka langsung saja Wahabiyin Rokhmawan angkat suara: "Coba baca komentar Ahmad Dirman si Ahlul Bid'ah kepada Sumitro. Jelas Sumitro menampilkan info berdasarkan surat dari Markas Besar GAM di Eropa tetapi dengan segala tipu muslihatnya, Ahmad si Ahlul Bid'ah tetap menolaknya. Mereka (Ahmad Dirman cs) telah ditutup oleh kebenaran-kebenaran yang datang dari Alloh SWT dan fakta-fakta yang ada di dunia ini."

Coba, seandainya Whabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini tidak buta hukum umum, tidak buta hukum nasional ataupun penegakkan hukum Islam, maka tidak akan mungkin keluar ucapan seperti yang ditulisnya diatas. Mengapa ?

Karena dalam menegakkan hukum baik itu hukum nasional ataupun hukum agama, harus berdasarkan keadilan. Artinya harus berdasarkan fakta dan bukti berdasarkan hukum. Bukan berdasarkan alasan politik atau sosial.

Sekarang, kalau kita telaah secara mendalam dan pelajari sampai detail itu isi dari surat Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP GAM), maka didalamnya hanyalah mengandung tuduhan yang tanpa disertakan fakta dan bukti hukum yang kuat, selain fakta hasil analisa politis.

Kalau kita ingin menegakkan hukum baik itu hukum nasional ataupun hukum Islam maka tegakkan dengan adil. Artinya bahwa jatuhnya vonis hukuman berdasarkan pada fakta dan bukti berdasarkan hukum, bukan berdasarkan analisa politis atau analisa sosial.

Jadi, kalau Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi menyatakan: "Ahmad si Ahlul Bid'ah tetap menolaknya", maka Wahabiyin Rokhmawan harus mampu mengemukakan dan menampilkan fakta dan bukti hukum yang bisa dijadikan alasan guna dipakai sebagai alat penuntut bagi siterdakwa dihadapan sidang Pengadilan Kerajaan Malaysia tempat terbunuhnya Teuku Don Zulfahri.

Kenyataannya, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini hanyalah penyambung lidah saja. Celakanya dari apa yang dibacanya itu langsung saja memberikan vonis: "Ahmad si Ahlul Bid'ah tetap menolaknya"

Tentu saja ada kesalahan dan kesesatan lainnya dari Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini adalah dengan menyatakan: "Ahmad si Ahlul Bid'ah". Mengapa ?
Karena bagi orang Islam yang paham dan mendalami penegakkan hukum Islam tidaklah akan mencampurkan dasar hukum Islam dengan dasar hukum thaghut. Kalau di RI berarti mencampurkan dasar hukum Islam dengan dasar hukum thaghut pancasila.

Kalau Ahmad Sudirman mengatakan dasar hukum An-Nisa: 92, 93 tidak bisa ditegakkan dalam sistem hukum thaghut pancasila, karena harus adanya terlebih dahulu lembaga peradilan hukum Islam yang independen di Negara RI, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah dalam Daulah Islam di Yatsrib. Tetapi pernyataan dan pendapat Ahmad Sudirman ini dinyatakan sebagai bid'ah oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Kan salah kaprah dan kelihatan buta hati dari pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini.

Karena itu tidak heran, kalau Wahabiyin Rokhmawan dalam hal melihat surat Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP GAM) tentang terbunuhnya Teuku Don Zulfahri langsung saja angkat suara tetapi bunyinya sumbang dan masuk kedalam jurang sistem thaghut pancasila.

Bagaimana bisa tegak dengan adil hukum di Negara kafir Pancasila ini kalau mengikuti model-model Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang buta hukum nasional dan buta penegakkan hukum Islam.

Pokoknya siapa yang dianggap dan dituduh bersalah, langsung ditangkap, dan dijatuhi vonis hukuman, kemudian disekap dalam LP. Kan bisa hancur itu yang namanya hukum.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, kalian itu harus kembali belajar dengan baik dan benar tentang hukum nasional dan penegakkan hukum Islam didalam sistem sekular atau didalam sistem Negara kafir RI. Jangan sampai terperosok seperti yang dibuat oleh Laskar Jihad kalian itu.

Dan kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu tentang An-Nisa: 138, 139 yang kalian hubungkan dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro di Swedia sudah dijelaskan secara terperinci dan jelas.

Tinggal sekarang kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi harus mampu memberikan fakta dan bukti di mimbar bebas ini yang hanya menyangkut dua perkara, yakni:

Pertama, buktikan secara hukum bahwa pihak Pemerintah Kerajaan Swedia besama GAM bersama-sama untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA lebih-lebih yg telah mendzaliminya.

Kedua, buktikan secara hukum bahwa pernahkah Teungku Hasan Muhammad di Tiro mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kerajaan Swedia untuk memperoleh bantuan berupa senjata.

Dimana dasar untuk pembuktian ini diambil dari apa yang telah dikatakan oleh Wahabiyin Rokhmawan: "tetapi dunia dan fakta di lapangan membuktikan bahwa sesungguhnya mereka (Hasan Tiro cs dan Ahmad Dirman cs) hijrah ke Sweda dll tujuannya adalah untuk mencari kekuatan dan bekerjasama dg pemerintahan Swedia dll untuk memerangi orang Islam di Indonesia yang tidak setuju dengan GAM/TNA lebih-lebih yg telah mendzaliminya (seperti TNI/RI)... Saya pertegaskan lagi bahwasanya Hasan Tiro cs lari ke Swedia dikarenakan mereka ingin memperoleh bantuan berupa senjata dari Swedia, takut dipenjara, alasan perkawinan dll." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Mon, 2 Aug 2004 19:05:24 -0700 (PDT))

Tentu saja, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian sampai kapanpun tidak akan mampu memberikan dan menampilkan fakta dan bukti hukum atas dua perkara yang saya tanyakan kepada kalian.

Mengapa kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak akan mampu menampilkan dan mengumpulkan fakta dan bukti hukum atas dua pertanyaan saya diatas, karena memang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi buta mata dan hati dalam penegakkan hukum baik itu hukum nasional maupun hukum Islam dalam wilayah kekuasaan sistem thaghut.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahab-Saudi kalau memang kalian itu bersungguh-sungguh ingin menegakkan hukum Allah di muka bumi ini, maka ikutilah manhaj penegakkan hukum yang telah dicontohkan Rasulullah saw dalam Daulah Islam di Yatsrib.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 4 Aug 2004 20:47:40 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Bapak Ahmad Sudirman cs Seorang Pengecut Ibarat Seorang Pencuri yang Ketangkap Massa
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com,megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Bapak Ahmad Sudirman cs Seorang Pengecut Ibarat Seorang Pencuri yang Ketangkap Massa.
Hm Pak Ahmad Sudirman cs memang pandai bersilat lidah dan menutupi segala kebusukannya.
Alasan apapun yang akan anda (pak Ahmad Dirman) kemukakan di mimbar bebas ini, tetap saja itu Hasan Tiro terkena hukum munafik seperti dalam An-Nisa' ayat 138 dan 139. "Kabarkanlah kpd orang-orang yg munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yg pedih". "Yaitu orang-orang yg mengambil orang-orang kafir (menolak Islam/non Islam ) menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu (menolak Islam/non-Islam). Maka sesungguhnya semua kekuatan hanya milih Alloh SWT".

Memang sudah wajar sekali kalau ada seorang pencuri yang ketangkep pasti dia tidak ngaku dengan berbagai alasan agar pencuri ini tidak divonis sbg pencuri. Kemudian apabila ada seorang ahli bid'ah, ahli maksyiat bahkan seorang musrikin, katakan percaya kepada ajaran nenek moyang misal hari baik dan hari jelek dsb, maka apabila ketahuan orang lain kemudian ditegurnya, sudah pasti dia akan beralasan yang macam-macam agar dia tidak dikatakan seorang ahli bid'ah, seorang ahli maksyiat atau seorang musrikin.

Akan tetapi sayang sekali orang-orang yang telah mengetahui atau menangkapnya tetap akan menjatuhkan vonis kepadanya bahwa dia seorang pencuri, ahli bid'ah, ahli maksyiat atau musyrikin.

Begitu pula yang terjadi pada Hasan Tiro cs dan Bpk Ahmad Sudirman cs, mereka semua sudah ketahuan oleh umat Islam di seluruh dunia yg bisa ber-afalaa ta'qiluun dan ber-afalaa yatadzakkaruun, akan kebusukan dan kemunafikannya di dunia ini, bukan hanya itu Alloh SWT sendiri telah benar-benar menyatakan orang-orang yang mencari pertolongan atau teman bahkan kekuatan kepada orang kafir/non-Islam termasuk orang munafik.

Jelas semua umat Islam tidak bisa di tipu oleh Ahmad Dirman si Ahlul Bid'ah ini.
Coba baca komentar Ahmad Dirman si Ahlul Bid'ah kepada Sumitro. Jelas Sumitro menampilkan info berdasarkan surat dari Markas Besar GAM di Eropa tetapi dengan segala tipu muslihatnya, Ahmad si Ahlul Bid'ah tetap menolaknya. Mereka (Ahmad Dirman cs) telah ditutup oleh kebenaran-kebenaran yang datang dari Alloh SWT dan fakta-fakta yang ada di dunia ini.

Kemudian untuk M. Al Qubro, anda begitu super lugu sekali dan salah kaprah mengenai arti saudara se iman. Anda mengatakan yang intinya orang islam yg tidak se aqidah/se idiologi maka bukan saudara se iman.

Pernyataan anda ini tidak bisa di terima oleh umat islam dimanapun berada karena yang di namakan saudara seiman yaitu saudara yang di ikat oleh kalimat laa ilaaha illallah muhammadurrosuululloh.

Di situ tidak dikatakan apakah orang islam ini ber akidah benar atau tidak. Dengan pernyataan anda berarti anda telah memutus tali persaudaraan yang di ikat oleh Alloh SWT diantara umat islam di dunia ini.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------