Stockholm, 9 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TERPAKSA SUMITRO, WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI GULUNG TIKAR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AKHIRNYA KELIHATAN JELAS ITU SUMITRO, WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI GULUNG TIKAR TIDAK SANGGUP LAGI MEMPERTAHANKAN SISTEM THAGHUT PANCASILA YANG DIPAKAI ALAT MENJAJAH NEGERI ACHEH

"Pengumuman: Sehubungan dengan Al Qubra dan Ahmad Sudirman CS berusaha saya rawat jiwa dan syarafnya yang sakit namun belum membuahkan hasil maka sementara ini saya istrahat (cuti) dulu beberapa waktu. Jiwa dan syaraf Al Qubra dan Ahmad cs sudah semakin parah dan hanya kekuasaan Allah SWT lah yang mampu mengobatinya sekarang ini. Kalau saya paksakan diri melayani mereka maka bisa2 saya terpengaruh dan akan sakit seperti mereka juga . Itulah yang membuat saya pertimbangkan untuk cuti sementara waktu. Al Qubra dan Ahmad CS sebenarnya berat saya meninggalkan kalian dalam keadaan seperti itu dimana jiwa terganggu syaraf otak sakit dan hati kalian yang udah membusuk tapi aku hanya manusia yang punya kemampuan terbatas makanya terpaksa sementara waktu aku harus meninggalkan kalian. Demikian dan aku harap kalian jangan sampai telat minum obatnya apalagi al Qubra yang selalu minum obat melebihi dosis sehingga ocehannya makin ngawur." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Mon, 9 Aug 2004 08:57:50 +0700)

"InsyaAlloh untuk sementara waktu ini, saya tidak akan memperpanjang diskusi dan perdebatan di mimbar bebas ini karena memang tidak ada gunanya untuk meladeni orang-orang Ahlul Bid'ah seperti Ahmad Sudirman cs. Ingat, "syaiton lebih cinta dengan amalan bid'ah dari pada amalan syirik". Orang yang melakukan kesyirikan suatu saat masih bisa bertaubat dan di usahakan oleh orang lain agar dia taubat, tetapi orang yang melakukan amalan Bid'ah sangat sulit untuk bertaubat. Keputusan saya yang sementara ini bukan karena anjuran si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman tetapi karena memang saya sendiri sudah 2 pekan yg lalu ingin menarik diri dan atas saran rekan se Manhaj kami." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 6 Aug 2004 21:32:42 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia dan saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan sistem thaghut pancasila yang dipakai alat oleh pimpinan Negara RI sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang dibantu TNI/POLRI, DPR, MPR guna menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Tetapi akhirnya kalian harus gulung tikar disebabkan ketidak-mampuan kalian untuk memberikan argumentasi yang kuat, benar ditinjau dari sudut fakta, bukti, sejarah dan hukum baik dilihat dari sudut hukum nasional, internasional mapun hukum Islam.

Walaupun mulut, ucapan, tulisan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mengatakan bahwa tidak mendukung sistem thaghut pancasila. Tetapi dalam kenyataannya secara jelas dan gamblang kelihatan bahwa Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi secara terang-terangan mendukung, menyokong sistem thaghut pancasila dalam bentuk mempertahankan sistem kebijaksanaan politik Seokarno yang tertuang dalam bentuk pelaksanaan politik agresi menduduki dan menjajah Negeri Acheh yang dipertahankan sampai detik ini oleh Megawati, TNI/POLRI, DPR dan MPR.

Dengan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak mempersoalkan bagaimana bisa Negeri Acheh masuk dalam tubuh RI dan hanya melihat kepada pihak GAM dan TNA yang dituduh membunuh orang Islam, dan sebagai pemberontak, maka dengan jelas terbukti bahwa Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi secara sadar dan penuh tanggung jawab telah memposisikan diri mereka dalam kelompok yang mendukung sistem thaghut pancasila sebagai alat untuk dipakai menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Begitu juga Sumitro yang secara terang-terangan menampilkan semua argumentasinya dalam bentuk sikap negatif dan pemikiran yang mendukung penuh sistem thaghut pancasila guna dipakai alat untuk menjerat dan menjajah Negeri Acheh. Dimana semua argumentasi Sumitro memberikan gambaran yang jelas dan gamblang bahwa apa yang telah dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno menjajah Negeri Acheh adalah suatu tindakan yang bisa diterima dan diakui serta dipertahankan sampai detik sekarang ini.

Tetapi akhirnya Sumitro, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi secara sadar dan bertanggung jawab melihat kenyataan bahwa apa yang mereka pertahankan itu adalah suatu fatamorgana saja. Dimana alasan yang mereka kemukakan baik dari sudut umum dan sudut Islam untuk dipakai mempertahankan sistem thaghut pancasila, akhirnya harus menghadapi benteng tangguh kebenaran yang menyatakan bahwa tindakan Presiden RIS Soekarno menduduki dan menjajah Negeri Acheh adalah suatu tindakan yang jahat dan biadab baik dilihat dari sudut hukum nasional, internasional, maupun dari sudut hukum Islam.

Melihat kenyataan ini, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah mengambil keputusan untuk mundur dan menarik diri dari diskusi di mimbar bebas ini dengan menyatakan: "InsyaAlloh untuk sementara waktu ini, saya tidak akan memperpanjang diskusi dan perdebatan di mimbar bebas ini karena memang tidak ada gunanya untuk meladeni orang-orang Ahlul Bid'ah seperti Ahmad Sudirman cs. Ingat, "syaiton lebih cinta dengan amalan bid'ah dari pada amalan syirik". Orang yang melakukan kesyirikan suatu saat masih bisa bertaubat dan di usahakan oleh orang lain agar dia taubat, tetapi orang yang melakukan amalan Bid'ah sangat sulit untuk bertaubat. Keputusan saya yang sementara ini bukan karena anjuran si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman tetapi karena memang saya sendiri sudah 2 pekan yg lalu ingin menarik diri dan atas saran rekan se Manhaj kami."

Dari alasan diatas itu kelihatan bahwa Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang dari semua dasar argumentasi yang ditampilkan dimimbar bebas ini yang dipakai untuk mempertahankan sistem thaghut pancasila dan mendukung para pimpinan RI, ternyata kandas ditelan ombak argumentasi Ahmad Sudirman. Dan alasan terakhir yang gombal yang diluncurkan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi adalah Ahmad Sudirman sebagai ahlul bid'ah.

Dari argumentasi terakhir yang dilambungkan oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi untuk menghantam habis Ahmad Sudirman dengan sebutan ahlul bid'ah menunjukkan bahwa Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi sudah tidak mempunyai lagi alasan lain yang benar dan jelas baik dilihat dari sudut hukum umum maupun sudut hukum Islam.

Dari masalah apa Ahmad Sudirman dikatakan sebagai ahlul bid'ah, ternyata pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak jelas dan tidak pasti memberikan gambaran dan penjelasannya. Karena fakta dan bukti telah terpampang dalam semua tulisan yang menyangkut diskusi antara Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan Ahmad Sudirman yang didokumentasikan secara lengkap di www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm dari sejak 17 Juni 2004 dan bisa dibaca semua tulisan-tulisan tersebut yang judulnya ada nama Rokhmawan.

Begitu juga Sumitro pagi ini, ketika ia sampai di kantronya langsung membaca email, berpikir sekejap, dan setelah mempertimbangkan bahwa Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi juga telah menarik diri dari usaha mereka untuk terus berada dalam posisi yang mempertahankan sistem thaghut pancasila, maka Sumitro-pun langsung meluncurkan pernyataan: "Sehubungan dengan Al Qubra dan Ahmad Sudirman CS berusaha saya rawat jiwa dan syarafnya yang sakit namun belum membuahkan hasil maka sementara ini saya istrahat (cuti) dulu beberapa waktu. Jiwa dan syaraf Al Qubra dan Ahmad cs sudah semakin parah dan hanya kekuasaan Allah SWT lah yang mampu mengobatinya sekarang ini. Kalau saya paksakan diri melayani mereka maka bisa2 saya terpengaruh dan akan sakit seperti mereka juga . Itulah yang membuat saya pertimbangkan untuk cuti sementara waktu. Al Qubra dan Ahmad CS sebenarnya berat saya meninggalkan kalian dalam keadaan seperti itu dimana jiwa terganggu syaraf otak sakit dan hati kalian yang udah membusuk tapi aku hanya manusia yang punya kemampuan terbatas makanya terpaksa sementara waktu aku harus meninggalkan kalian. Demikian dan aku harap kalian jangan sampai telat minum obatnya apalagi al Qubra yang selalu minum obat melebihi dosis sehingga ocehannya makin ngawur."

Alasan pengunduran diri Sumitro dari mimbar bebas ini yang betul-betul tidak jujur dan tidak kesatria dengan dasar argumentasi yang gombal dengan berbunyi: "Sehubungan dengan Al Qubra dan Ahmad Sudirman CS berusaha saya rawat jiwa dan syarafnya yang sakit namun belum membuahkan hasil maka sementara ini saya istrahat (cuti) dulu beberapa waktu".

Jelas kegombalan argumentasi Sumitro terlihat sebenarnya secara fakta dan bukti bahwa Ahmad Sudirman dan saudara Muhammad Al Qubra tidak sakit jiwa dan syaraf. Apalagi Ahmad Sudirman sendiri telah mengantongi diplom dalam masalah psikologi. Jadi jelas Ahmad Sudirman mempunyai dasar pengetahuan ilmiah untuk menentukan dan memutuskan apakah jiwa dan syaraf Ahmad Sudirman telah terganggu. Dan Ahmad Sudirman lebih mengetahui apa yang telah terjadi dalam jiwa dan syarafnya dibandingkan dengan Sumitro yang hanya meraba-raba dari luar dan akibat ketidak mampuan memberikan argumentasi yang jelas, benar, berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum dalam diskusi tentang penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI di mimbar bebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada redaksi@waspada.co.id
Cc: rokh-mawan@plasa.com, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI PEMBELA THAGHUT PANCASILA & PIMPINAN RI PENJAJAH
Date: Mon, 9 Aug 2004 08:57:50 +0700

PENGUMUMAN:

Sehubungan dengan Al Qubra dan Ahmad Sudirman CS berusaha saya rawat jiwa dan syarafnya yang sakit namun belum membuahkan hasil maka sementara ini saya istrahat (cuti) dulu beberapa waktu. Jiwa dan syaraf Al Qubra dan Ahmad cs sudah semakin parah dan hanya kekuasaan Allah SWT lah yang mampu mengobatinya sekarang ini. Kalau saya paksakan diri melayani mereka maka bisa2 saya terpengaruh dan akan sakit seperti mereka juga . Itulah yang membuat saya pertimbangkan untuk cuti sementara waktu. Al Qubra dan Ahmad CS sebenarnya berat saya meninggalkan kalian dalam keadaan seperti itu dimana jiwa terganggu syaraf otak sakit dan hati kalian yang udah membusuk tapi aku hanya manusia yang punya kemampuan terbatas makanya terpaksa sementara waktu aku harus meninggalkan kalian. Demikian dan aku harap kalian jangan sampai telat minum obatnya apalagi al Qubra yang selalu minum obat melebihi dosis sehingga ocehannya makin ngawur.

Terima kasih

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Fri, 6 Aug 2004 21:32:42 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Ahmad Sudirman si Ahlul Bid'ah Menginginkan Peperangan dan Pembunuhan
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

..........InsyaAlloh untuk sementara waktu ini, saya tidak akan memperpanjang diskusi dan perdebatan di mimbar bebas ini karena memang tidak ada gunanya untuk meladeni orang-orang Ahlul Bid'ah seperti Ahmad Sudirman cs. Ingat, "syaiton lebih cinta dengan amalan bid'ah dari pada amalan syirik". Orang yang melakukan kesyirikan suatu saat masih bisa bertaubat dan di usahakan oleh orang lain agar dia taubat, tetapi orang yang melakukan amalan Bid'ah sangat sulit untuk bertaubat.

Keputusan saya yang sementara ini bukan karena anjuran si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman tetapi karena memang saya sendiri sudah 2 pekan yg lalu ingin menarik diri dan atas saran rekan se Manhaj kami.

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------