Stockholm, 9 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PIHAK PENGUASA DARURAT SIPIL DAERAH ACHEH BERSAMA POLRES ACHEH KALANG KABUT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU PIHAK PENGUASA DARURAT SIPIL DAERAH ACHEH BERSAMA KEPALA MARKAS POLISI RESIMEN ACHEH MAKIN KALANG KABUT

Lihat dan perhatikan apa yang telah dilakukan oleh pihak Penguasa Darurat Sipil daerah Acheh dan pihak Markas Polisi Resimen Banda Acheh melalui aparat kepolisian dari Polresta Banda Acheh telah menggerebek Kantor PEMRAKA Acheh, 13 orang di bawa dan ditangkap yang sekarang dibungkam di MAPOLRES pada hari Sabtu, 7 Agustus 2004 dini hari sekitar pukul 00.00. WIB.

Apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian dari Polresta Banda Acheh dengan cara melakukan penggerebekan terhadap kantor lembaga kemanusiaan Perhimpunan Relawan Kemanusiaan Aceh (PEMRAKA) yang beralamat di Jl. Tongkol No.2 Kampung Laksana Banda Aceh menggambarkan bahwa makin kalangkabut usaha yang dilakukan oleh pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh dalam menjalankan kebijaksanaan politik penjajahan di Negeri Acheh.

Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh adalah tangan kanan pihak Penguasa Darurat Sipil Pusat yang langsung dipimpin oleh Presiden Megawati dari PDI-P yang terus menjalankan kebijaksanaan politik pendudukan dan penjajahan di negeri Acheh.

Memang usaha apapun untuk tetap memelihara dan mempertahankan Negeri Acheh bisa tetap berada dalam sangkar RI, maka pihak PDS Pusat dan pihak PDS Daerah Acheh yang dibantu oleh pihak Kepolisian Daerah Acheh akan terus menjalankan tindakan brutalitas dan tindakan yang biadab terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Misalnya salah satu contoh kebiadaban pihak Kepolisian sebagai tulang punggung Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh dalam penggerebekan tersebut "selain menangkap para korban juga turut memukul dan menembak kaki salah seorang mahasiswa yang kost di rumah samping kantor tersebut. Dan mengobrak abrik seluruh isi kantor PEMRAKA yang disertai dengan memberi tanda "X" berwarna merah di pintu dengan membubuhi kata "GAM" di pintu kantor itu. Dimana sebagian besar korban penangkapan itu adalah para korban konflik yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit di Banda Aceh." (Taufik Abda, 7 Agustus 2004)

Perhimpunan Relawan Kemanusiaan Aceh (PEMRAKA) ini adalah lembaga kemanusiaan yang didirikan oleh perwakilan 10 organisasi mahasiswa Acheh pada 10 April 1999.

PEMRAKA bergiat dalam penanganan pengungsian dan perawatan medis para masyarakat sipil yang menjadi korban selama konflik berlangsung di Acheh. Yang menjadi korban penangkapan di Kantor Pemraka: Asnawi (Koordinator Badan Pekerja PEMRAKA), Farizal (Staf Badan Pekerja PEMRAKA), Munir (Masyarakat korban konflik), Ilyas (Masyarakat korban konflik), Samsul (Masyarakat korban konflik), 2 orang tak diketahui namanya. Sedangkan korban penangkapan di rumah samping (tetangga) Kantor Pemraka: Adam (pegawai kantor Gubernur NAD), 3 orang mahasiswa tak diketahui namanya, 1 orang pekerja swasta tak diketahui namanya. (Taufik Abda, 7 Agustus 2004).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 8 Aug 2004 17:14:22 -0700 (PDT)
From: Reyza Zain xwarzainx@yahoo.com
Subject: Urgent Action : Kantor PEMRAKA Aceh Digrebek, 13 Orang Ditangkap dan Dibawa Ke MAPOLRES
To: ahmad@dataphone.se
Date: Sat, 7 Aug 2004 00:38:04 -0700 (PDT)
Subject: Urgent Action : Kantor PEMRAKA Aceh Digrebek, 13 Orang Ditangkap dan Dibawa Ke MAPOLRES

News Alert: Kantor PEMRAKA Aceh Digrebek, 13 Orang Ditangkap dan Dibawa Ke MAPOLRES

Kronologis:

Pada hari Sabtu (dini hari), 7 Agustus 2004 sekitar pukul 00.00 WIB , aparat kepolisian dari Polresta Banda Acheh melakukan penggerebekan terhadap kantor lembaga kemanusiaan Perhimpunan Relawan Kemanusiaan Aceh (PEMRAKA) yang beralamat di Jl. Tongkol No.2 Kampung Laksana Banda Aceh.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian selain menangkap para korban juga turut memukul dan menembak kaki salah seorang mahasiswa yang kost di rumah samping kantor tersebut .

Aparat kepolisian juga mengobrak abrik seluruh isi kantor PEMRAKA yang disertai dengan memberi tanda "X" berwarna merah di pintu dengan membubuhi kata "GAM" di pintu kantor itu.

Sebagian besar korban penangkapan itu adalah para korban konflik yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit di Banda Aceh.

PEMRAKA (Perhimpunan Relawan Kemanusiaan Aceh) adalah lembaga kemanusiaan yang didirikan oleh perwakilan 10 organisasi mahasiswa Aceh pada 10 April 1999. PEMRAKA bergiat dalam penanganan pengungsian dan perawatan medis para masyarakat sipil yang menjadi korban selama konflik berlangsung di Aceh.

Korban penangkapan di Kantor Pemraka:
1. Asnawi (Koordinator Badan Pekerja PEMRAKA)
2. Farizal ( Staf Badan Pekerja PEMRAKA )
3. Munir ( Masyarakat korban konflik)
4. Ilyas ( Masyarakat korban konflik)
5. Samsul ( Masyarakat korban konflik)
6. 2 orang tak diketahui namanya

Korban penangkapan di rumah samping (tetangga) Kantor Pemraka:
1. Bapak Adam (pegawai kantor Gubernur NAD)
2. 3 orang mahasiswa tak diketahui namanya
3. 1 orang pekerja swasta tak diketahui namanya

Pemukulan dan Penembakan di kaki

Penangkapan disertai pemukulan dialami korban bernama Bapak Adam sedangkan salah seorang mahasiswa (tak diketahui namanya) yang menempati kost di samping kantor PEMRAKA turut dipukul dan ditembak pada kakinya oleh aparat kepolisian tersebut.

Hingga pukul 12.00, kami belum dapat memastikan nama semua korban dan mereka semua belum mendapatkan pendampingan hukum.

Saleum,

Taufik Abda
----------