Stockholm, 11 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN JADI EKOR MEGAWATI & TNI/POLRI SAMBIL PAKAI KEDOK JAMA'AH TABLIGH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEKIN KELIHATAN ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI JADI EKOR MEGAWATI & TNI/POLRI SAMBIL PAKAI KEDOK JAMA'AH TABLIGH

"...dialog saya dengan orang-orang asli aceh yang berdakwah di masjid kami, Selasa 10 Agustus 2004 pukul 18.25. Rokhmawan: Menurut antum lebih baik mana GAM pengacau atau Aparat TNI? Orang Aceh (Jama'ah Tabligh dari tamiyang, lhoksumawe): Yaaa...kalau suruh memilih, mendingan Aparat TNI lah. Justru dengan adanya asbab bantuan TNI itu, kami orang aceh dapat terlindungi dari GAM pengacau tapi ini semua pada hakekatnya atas pertolongan Alloh SWT. GAM pengacau itu musuhnya banyak, musuh utamanya adalah Aparat TNI kemudian orang jawa yg tinggal di aceh, juga GAM memusuhi orang asli aceh sendiri yang tidak mendukungnya apalagi kalau ketahuan dia mendukung Aparat TNI. Orang yang tidak dimusuhi GAM adalah yaaa orang aceh yang mendukung dan membantu GAM. Tetapi orang jawa yang terlibat dengan usaha dakwah ini..maksud saya Jamaah Tablibh, tidak dimusuhi oleh GAM pengacau. Naah sebenarnya kalau mereka (rayat aceh dan jawa) mau aman-aman saja seperti kami..yaaa bantulah agama Alloh dengan cara berdakwah seperti kami." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Tue, 10 Aug 2004 21:47:41 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Rupanya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kemaren, Selasa, 10 Agustus 2004 di masjid dekat rumah Wahabiyin Rokhmawan bertemu dengan Jama'ah Tabligh dari Tamiyang, Lhoksumawe yang datang ke Solo untuk berdakhwah.

Dalam pertemuan itu Wahabiyin Rokhmawan sempat berdialog dengan Jama'ah Tabligh mengenai GAM dan NII.

Ternyata dari hasil dialog antara Wahabiyin Rokhmawan dengan Jama'ah Tabligh telah menjadi bensin pembakar bagi Wahabiyin Rokhmawan untuk mengobarkan konflik Acheh makin membara. Mengapa ?

Karena kalau dipelajari sampai keakar-akarnya apa yang dikatakan oleh Jama'ah Tabligh itu sebagian besar isinya adalah kosong. Apalagi menyangkut GAM, NII, Teungku Muhammad Daud Beureueh, Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Dimana Jama'ah Tabligh itu sendiri induk organisasinya bukan di Acheh, tetapi diluar Acheh. Dari India atau Pakistan. Dan Jama'ah Tabligh ini memang mengkhususkan dirinya untuk tabligh saja berkeliling. Jama'ah Tabligh ini tidak melibatkan diri kedalam politik apalagi mempelajari politik, pemerintahan. Apalagi kalau ditanya mengenai Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib dan Undang Undang Madinah, itu Jama'ah Tabligh akan kelabakan.

Nah, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini tidak mengenal dan tidak mengetahui tentang orang-orang dari Jama'ah Tabligh ini.

Coba saja kita gali dan analisa apa yang dikatakan oleh Jama'ah Tabligh tentang GAM, NII, Teungku Muhammad Daud Beureueh, dan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Jama'ah Tabligh ini kerjanya berkeliling berbulan-bulan dengan tujuan dakhwah. Mereka ini tidak peduli dengan masalah pemerintah, negara, politik, ekonomi, sosial, yang mereka utamakan adalah hanya satu yaitu dakhwah. Selepas dakhwah mereka tidak peduli bagaimana hasil dakhwahnya itu.

Jadi ketika berbicara tentang GAM, NII di Acheh, mereka menjatakan: "Alhamdulillah pada saat kami meninggalkan kampung, disana dalam keadaan agak aman. Kadang masih ada satu warga aceh yang mendapat musibah seperti diculik, dirampok, dibakar rumahnya dll. Hampir semua kerusuhan di Aceh yang melakukan adalah GAM pengacau. Bahkan GAM pengacau tersebut ada yang membakar 1 kampung."

Kan kelihatan, dari apa yang dikatakan Jama'ah Tabligh ini kejahatan TNI/POLRI tidak dimunculkan, tetapi GAM dituduh pengacau dan membakar satu kampung. Persis seperti cerita dalam surat-surat kabar di Negara RI.

Dari sikap Jama'ah Tabligh yang menyatakan GAM sebagai pengacau, sudah kelihatan bahwa memang benar Jama'ah Tabligh ini tidak mengenal secara benar dan mendalam tentang akar masalah utama konflik Acheh. Jama'ah Tabligh ini hanya mendengar dan membaca dari informasi yang ditulis pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, dan media massa di RI saja. Yang semua informasi tersebut merupakan alat untuk menghancurkan perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila.

Kemudian yang hanya diketahui oleh Jama'ah Tabligh tentang GAM ini adalah seperti yang dikatakannya: "Sebenarnya mereka juga bergerak di bidang politik, hanya saja politiknya berlawanan dengan pemerintah. Mereka khan ingin merdeka atau menentukan nasib sendiri. Ini namanya politik praktis apalagi mereka ingin membentuk negara aceh."

Selanjutnya, Jama'ah Tabligh menyatakan: "GAM di Aceh ada dua yaitu GAM Murni dan GAM Pengacau. Kalau GAM murni, mereka orangnya santun dan tidak pernah angkat senjata untuk melawan aparat maupun untuk meneror rakyat Aceh. Sedangkan GAM pengacau, mereka senantiasa angkat senjata untuk melawan aparat dan membikin kacau rakyat di Aceh..yaa...seperti pembakaran rumah, gedung sekolah, merampok, menculik, membunuh dll."

Dari apa yang dikatakan oleh Jama'ah Tabligh tentang GAM sudah salah, menyimpang, dan penuh kebohongan. Mengapa ? Karena GAM itu hanya ada satu. ASNLF atau GAM itu hanya ada satu di dunia ini dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Tidak ada itu yang namanya GAM murni dan GAM pengacau. GAM atau ASNLF yang merupakan wadah perjuangan rakyat Acheh yang sedang berjuang untuk penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI atau Negara kafir Pancasila.

Kemudian itu Jama'ah Tabligh menuduh GAM dengan melakukan: "pembakaran rumah, gedung sekolah, merampok, menculik, membunuh dll, tanpa disertai fakta dan bukti.

Lihat saja apa yang dituduhkan Jama'ah Tabligh ini sama dengan apa yang dituduhkan oleh pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI kepada pihak GAM. Tetapi karena semua tuduhan itu tidak disertai dengan fakta dan bukti yang lengkap dan kuat, akhirnya tuduhan pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI tidak bisa dijadikan sebagai bahan bukti untuk menahan dan mengadili Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf di Swedia. Padahal pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI ingin sekali menangkap dan meringkus Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf.

Kemudian kalau pihak Jama'ah Tabligh itu memang melihat dengan mata kepala sendiri pembakaran yang dilakukan GAM dengan pernyataannya: "Waah kalau itu jelas sekali yg melakukan adalah GAM pengacaulah..saya juga pernah menyaksikan lansung kok. Saya sering melihat dengan mata kepala saya sendiri."

Kalau memang benar apa yang dikatakan Jama'ah Tabligh ini, coba tuliskan dan buatkan kronologisnya dan serahkan kepada pihak Kepolisian dan kejaksaan RI di Jakarta untuk dijadikan bahan bukti oleh pihak RI, TNI/POLRI.

Selanjutnya kelihatan itu Jama'ah Tabligh bicara asal cuap saja dengan mengatakan: "Yaaa jelas bisalah (membedakan apakah itu GAM atau aparat)...saya khan orang asli aceh dan sering bergaul juga dengan mereka GAM maupun aparat apalagi dalam hal mendakwahi mereka."

Sejak kapan itu Jama'ah Tabligh bergaul dengan GAM, kalau memang sering mereka bergaul dengan GAM, Jama'ah Tabligh ini tidak akan buta tentang sejarah dan perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Diatas Jama'ah Tabligh mengatakan sudah keliru dengan pernyataannya bahwa GAM ada dua, yakni GAM murni dan GAM pengacau. Dalam kalimat disini Jama'ah Tabligh mengatakan sering bergaul juga dengan mereka GAM. Kan jadi pusing kita yang membaca apa yang dikatakan oleh Jama'ah Tabligh ini.

Seterusnya Jama'ah Tabligh dengan lantangnya mengatakan: "Saya khan bergaul dengan mereka untuk berdakwah, jelas GAM dan Aparat akan menghormati kami semua. Kami tidak perlu takut kalau mereka berbuat yang enggak-enggak. Alloh SWT khan bersama-sama orang-orang yang sabar. Alloh SWT sendiri khan berjanji kalau kita membantu agama Alloh SWT maka Alloh pun akan membantu dan melindungi kita. Pernah penangungjawab istilahnya zumindar JT aceh diculik oleh GAM selama 2 minggu. Tetapi setelah itu dia dibebaskan oleh GAM pengacau itu. Sedangkan tetangga saya sendiri seorang aktifis PKS yang sedang menebang pohon pisang tiba-tiba ditangkap dan diculik oleh GAM. Sampai saat ini belum diketahui nasibnya."

Dari apa yang dikatakan oleh Jama'ah Tabligh ada pertentangan didalamnya. Katanya Jama'ah Tabligh bergaul dan memberikan dakhwah kepada GAM. Tetapi mengapa penanggung jawab Jama'ah Tabligh, zumindar JT Aceh, katanya diculik selama 2 minggu oleh GAM.

Kelihatan disini bahwa Jama'ah Tabligh itu tidak bergaul dengan GAM apalagi memberikan dakhwah kepada GAM. Kalau benar-benar Jama'ah Tabligh bergaul dengan GAM secara baik dan berdakhwah pada masyarakat yang ada dalam pengaruh GAM, tidak mungkin itu penanggung jawab Jama'ah Tabligh, zumindar JT Aceh ditahan atau istilah mereka di culik GAM.

Dan memang bohong apa yang dikatakan oleh Jama'ah Tabligh bahwa mereka bergaul dengan GAM. Mengapa ? Karena, penanggung jawab Jama'ah Tabligh, zumindar JT, ditahan GAM. Dan setelah 2 minggu dibebaskan karena Zumindar JT Aceh ketika ditanya tentang tujuan dakhwahnya dijawab bahwa dakhwah mereka tidak menyinggung politik dan tidak terlibat dalam politik, seperti PKS, NU, Muhammadiyah.

Kemudian Jama'ah Tabligh ini juga buta tentang NII, karena memang Jama'ah Tabligh tidak mempelajari sejarah perjuangan rakyat Acheh, NII Teungku Muhammad Daud Beureueh, NII Imam SM kartosoewirjo, sehingga ketika menyinggung NII hanya mampu memberikan pernyataan: "Kalau itu saya tidak tahu, soalnya mereka NII tertutup sekali, jadi saya tidak tahu apakah ini NII atau tidak.Tetapi menurut pemahan saya NII itu juga bertujuan sama dengan GAM yaitu ingin mendirikan negara. Kalau dakwah dibungkus dengan kata-kata Negara seperti di NII, tetap namanya politik praktis. Kita khan tidak boleh berdakwah untuk tujuan membentuk negara."

Menyinggung masalah kerusuhan di Acheh Jama'ah Tabligh menyatakan: "Begini walaupun GAM pengacau yang melakukan sebagian besar kerusuhan di Aceh tetapi juga pernah yang melakukannya Aparat. Seperti minta uang kepada rakyat aceh yang kaya, tapi tidak sampai menyiksa orang aceh. Paling-paling hanya dibentak-bentak dan tidak akan dilindungi dari gangguan GAM pengacau."

Walaupun Jama'ah Tabligh ini mengatakan tidak terlibat politik, pemerintahan, negara, TNI/POLRI, tetapi dalam hal konflik Acheh ini Jama'ah Tabligh secara terang-terangan memilih pihak TNI/POLRI dengan pernyataannya: "Yaaa...kalau suruh memilih, mendingan Aparat TNI lah. Justru dengan adanya asbab bantuan TNI itu, kami orang aceh dapat terlindungi dari GAM pengacau tapi ini semua pada hakekatnya atas pertolongan Alloh SWT. GAM pengacau itu musuhnya banyak, musuh utamanya adalah Aparat TNI kemudian orang jawa yg tinggal di aceh, juga GAM memusuhi orang asli aceh sendiri yang tidak mendukungnya apalagi kalau ketahuan dia mendukung Aparat TNI. Orang yang tidak dimusuhi GAM adalah yaaa orang aceh yang mendukung dan membantu GAM. Tetapi orang jawa yang terlibat dengan usaha dakwah ini..maksud saya Jamaah Tablibh, tidak dimusuhi oleh GAM pengacau. Naah sebenarnya kalau mereka (rayat aceh dan jawa) mau aman-aman saja seperti kami..yaaa bantulah agama Alloh dengan cara berdakwah seperti kami."

Memang kelihatan Jama'ah Tabligh ini munafik. Kalau mereka bersama-sama dengan GAM, seperti ketika penangungjawab zumindar JT aceh menyatakan nahwa dakhwah mereka tidak memihak pemerintah, seperti yang dilakukan oleh PKS, NU, Muhammadiyah. Tetapi ketika berkumpul dengan orang yang memihak RI, seperti dengan Wahabiyin Rokhmawan, langsung menyatakan: "Yaaa...kalau suruh memilih, mendingan Aparat TNI lah. Justru dengan adanya asbab bantuan TNI itu, kami orang aceh dapat terlindungi dari GAM pengacau."

Yang paling kelihatan Jama'ah Tabligh kosong pengetahuan tentang perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dengan wadah perjuangannya ASNLF atau GAM adalah ketika menjelaskan mengapa GAM melawan TNI dengan menyatakan: "Yaa...jelas saya tahulah...saya dan keluarga, kakek, nenek adalah orang aceh asli. Sebenarnya permasalahannya karena mereka merasa tidak diperhatikan oleh pemerintahan, merasa RI itu tidak adil dll. Kemudian lama kelaman menjadi semacam dendam dan sakit hati dan berakhir dengan perlawanan GAM terhadah Aparat TNI."

Nah dari apa yang dinyatakan oleh Jama'ah Tabligh tentang akar utama konflik Acheh ini salah besar. Dan memang itu yang digembar-gemborkan oleh pihak RI, TNI/POLRI. Sedangkan akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh yang sudah lebih dari setengah abad ini yakni pihak Presiden RIS Soekarno yang menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh dengan PP RIS No.21/1950 pada 14 Agustus 1950 dan PERPPU No.5/1950 melalui mulut Sumatera Utara dan diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI sejak 15 Agustus 1950 sampai detik sekarang ini, tidak diungkapkan oleh pihak Jama'ah Tabligh. Karena memang Jama'ah Tabligh tidak mengetahui secara jelas dan benar akar utama penyebab konflik Acheh ini.

Yang paling kacau dan paling tidak nyambung dari apa yang dikatakan oleh Jama'ah Tabligh tentang GAM dan Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah: "Hasan Tiro itu pemimpin GAM pengacau, jadi dia bukan pemimpin orang aceh pada umumnya. Di aceh khan banyak type rakyatnya ada orang jawa, ada GAM pengacau, ada GAM murni dll. Adapun tentang pemimpin GAM Murni sampai saat ini mungkin belum ada, tetapi GAM Murni tersebut mengelukan kepemimpinan Tgk. Daud Beureh. Tujuan Hasan Tiro sudah tidak murni lagi. Di mana dulu Tgk.Daud Beureh bertujuan untuk menerapkan syariat islam di Aceh. Sedangkan tujuan Hasan Tiro adalah memerdekakan rakyat aceh."

Akhirnya dari apa yang dikatakan oleh pihak Jama'ah Tabligh ini memang sebagian besar penuh kebohongan yang tidak ditunjang oleh fakta dan bukti. Seperti dikatakan adanya GAM murni yang pemimpinnnya sekarang tidak diketahui, hanya mereka mengelu-elukan Teungku Muhammad Daud Beureueh. Padahal Teungku Muhammad Daud Beureueh bukan pemimpin GAM. Teungku Muhammad Daud Beureueh adalah Imam NII Acheh, Imam Republik Islam Acheh. Menyerah kepada pihak Soekarno pda bulan Desember 1962. Tujuan NII di Acheh yang diproklamasikan oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh pada 20 September 1953 adalah untuk berdiri sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau bebas dari pengaruh Negara RI dibawah Soekarno. Sama seperti dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang memproklamasikan ulang Negara Acheh yang bebas dari pengaruh kekuasaan Negara asing pancasila yang dikontrol dari Jakarta pada 4 Desember 1976.

Jadi setelah kita gali dan analisa lebih mendalam dari apa yang dikatakan oleh Jama'ah Tabligh kepada Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi di masjid dekat tempat tinggal Wahabiyin Rokhmawan di Solo pada hari Selasa, 10 Agustus 2004, ternyata sebagian besar penuh dengan kebohongan dan kemunafikan.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian memang sangat mudah dipermainkan dan dipengaruhi oleh orang lain tanpa kalian pelajari dan analisa lebih dalam.

Tetapi memang tidak heran kalau Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mudah dipengaruhi oleh Jama'ah Tabligh yang pusat-nya di India dan Pakistan ini. Karena memang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak memiliki pengetahuan yang cukup dan benar tentang sejarah Negeri Acheh, sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dan tentu saja pengetahuan tentang hukum Islam dan sejarah Negara Islam khususnya tentang Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi apa yang kalian ungkapkan di mimbar bebas ini yang sumbernya kalian ambil dari wawancara dengan Jama'ah Tabligh sebagian besar isinya adalah gombal alias kosong.

Rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak bisa ditipu dan dibohongi dengan cerita model Jama'ah Tabligh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 10 Aug 2004 21:47:41 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Akhirnya Kebusukan dan Penipuan Si Ahlul Ahwa ( pengikut hawa nafsu ) dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Telah Terbongkar
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Akhirnya Kebusukan dan Penipuan Si Alul Bid'ah Ahmad Sudirman Telah Terbongkar Alhamdulillah dengan kehendak Alloh SWT, saya berhasil mewancarai/berkomunikasi secara langsung (face to face) dengan beberapa orang warga aceh (tamiyang, lhoksoumawe dll).

Dari pembicaraan saya dengan orang-orang asli aceh tersebut dapat disimpulkan ternyata memang benar kalau Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman seorang pembohong, penipu, penghasut dan pemfitnah. Ternyata apa yang diucapkan oleh mereka (orang aceh tsb) bertolak belakang dengan apa yang diucapkan oleh Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs.

Pertemuan saya dengan orang-orang asli aceh tersebut benar-benar atas kekuasaan Alloh SWT, bagaimana tidak, saya orang asli solo mereka orang asli aceh dan bertempat tinggal di tamiyang, lhoksumawe dll.

Kejadiannya demikian, pada hari Selasa 10 Agustus 2004 pukul 18.25, masjid daerah tempat tinggal saya kedatangan Jama'ah Tabligh dari tamiyang, lhoksumawe, Aceh. Mereka berjulah 9 orang. Setelah mengetahui asal daerah mereka lewat bayannya/ ceramah, akhirnya saya jadi tertarik akan keberadaan mereka di masjid daerah kami. Tepat pada pukul 19.30 acara mereka adalah semacam pendekatan kpd orang-orang (penduduk) disekitarnya. Kesempatan ini saya gunakan untuk bermudzakaroh kepada sebagian mereka. Dibawah ini dialog kami kepada mereka (orang-orang asli aceh, tamiyang, lhoksumawe dll).

Rokhmawan: Antum acehnya daerah mana ?
Orang Aceh: Kami serombongan berasal dari berbagai daerah di aceh, ada yang dari lhoksumawe, tamiyang, banda aceh dll.

Rokhmawan: Sedikit saya mau bertanya kepada antum tentang kondisi di Aceh sana pasca pemberlakuan DOM tentunya ini berkaitan dengan GAM maupun TNI.
Orang Aceh: Alhamdulillah pada saat kami meninggalkan kampung, disana dalam keadaan agak aman. Kadang masih ada satu warga aceh yang mendapat musibah seperti diculik, dirampok, dibakar rumahnya dll.

Rokhmawan: Menurut antum siapa yang melakukan ini semuaa ?
Orang Aceh: Hampir semua kerusuhan di Aceh yang melakukan adalah GAM pengacau. Bahkan GAM pengacau tersebut ada yang membakar 1 kampung.

Rokhmawan: Apa maksud antum dengan GAM pengacau ?
Orang Aceh: GAM di Aceh ada dua yaitu GAM Murni dan GAM Pengacau. Kalau GAM murni, mereka orangnya santun dan tidak pernah angkat senjata untuk melawan aparat maupun untuk meneror rakyat Aceh. Sedangkan GAM pengacau, mereka senantiasa angkat senjata untuk melawan aparat dan membikin kacau rakyat di Aceh..yaa...seperti pembakaran rumah, gedung sekolah, merampok, menculik, membunuh dll.

Rokhmawan: Antum yakin itu pembakaran dll yang melakukan adalah GAM ?
Orang Aceh: Saya sering melihat dengan mata kepala saya sendiri.

Rokhmawan: Antum bisa membedakan apakah itu GAM atau aparat ?
Orang Aceh: Yaaa jelas bisalah...saya khan orang asli aceh dan sering bergaul juga dengan mereka GAM maupun aparat apalagi dalam hal mendakwahi mereka.

Rokhmawan: Antum tidak takut dengan tindakan demikian itu ?
Orang Aceh: Saya khan bergaul dengan mereka untuk berdakwah, jelas GAM dan Aparat akan menghormati kami semua. Kami tidak perlu takut kalau mereka berbuat yang enggak-enggak. Alloh SWT khan bersama-sama orang-orang yang sabar.Alloh SWT sendiri khan berjanji kalau kita membantu agama Alloh SWT maka Alloh pun akan membantu dan melindungi kita. Pernah penangungjawab istilahnya zumindar JT aceh diculik oleh GAM selama 2 minggu. Tetapi setelah itu dia dibebaskan oleh GAM pengacau itu. Sedangkan tetangga saya sendiri seorang aktifis PKS yang sedang menebang pohon pisang tiba-tiba ditangkap dan diculik oleh GAM. Sampai saat ini belum diketahui nasibnya.

Rokhmawan: Apa yang dilakukan Zumindar JT Aceh ketika berada dalam tahanan GAM pengacau?
Orang Aceh: Pertama-tama Zumindar kami ditanyai seputar gerakan dakwah Jamaah Tabligh. Naaah karena tidak menyinggung masalah politik maka dibebaskan setelah 2 minggu. Kemudian juga berdakwah kepada GAM pengacau.

Rokhmawan: Maksudnya politik yang mana ?
Orang Aceh: Yaaa..sudah tentu politik yang mendukung pemerintahan, seperti Ikhwanul Muslimin yang bergerak di PKS, kemudian NU, Muhammadiyah dll.

Rokhmawan: Terus menurut antum GAM itu tidak terlibat dengan politik ?
Orang Aceh : Sebenarnya mereka juga bergerak di bidang politik, hanya saja politiknya berlawanan dengan pemerintah. Mereka khan ingin merdeka atau menentukan nasib sendiri. Ini namanya politik praktis apalagi mereka ingin membentuk negara aceh.

Rokhmawan: Pasti antum kenal dengan NII, kondisi NII disana bagaimana ?
Orang Aceh: Kalau itu saya tidak tahu, soalnya mereka NII tertutup sekali, jadi saya tidak tahu apakah ini NII atau tidak.Tetapi menurut pemahan saya NII itu juga bertujuan sama dengan GAM yaitu ingin mendirikan negara. Kalau dakwah dibungkus dengan kata-kata Negara seperti di NII, tetap namanya politik praktis. Kita khan tidak boleh berdakwah untuk tujuan membentuk negara.

Rokhmawan: Antum tadi mengatakan kerusuhan itu sebagian besar dilakukan oleh GAM pengacau, maksud antum ?
Orang Aceh: Begini walaupun GAM pengacau yang melakukan sebagian besar kerusuhan di Aceh tetapi juga pernah yang melakukannya Aparat.

Rokhmawan: Kerusuhan yang dilakukan Aparat itu yang bagaimana ?
Orang Aceh: Yaaa...seperti minta uang kepada rakyat aceh yang kaya, tapi tidak sampai menyiksa orang aceh. Paling-paling hanya dibentak-bentak dan tidak akan dilindungi dari gangguan GAM pengacau.

Rokhmawan: Bagaimana dengan pembakaran rumah atau gedung sekolah, siapa yang melakukannya ?.
Orang Aceh: Waah kalau itu jelas sekali yg melakukan adalah GAM pengacaulah..saya juga pernah menyaksikan lansung kok.

Rokhmawan: Menurut antum lebih baik mana GAM pengacau atau Aparat TNI ?
Orang Aceh: Yaaa...kalau suruh memilih, mendingan Aparat TNI lah. Justru dengan adanya asbab bantuan TNI itu, kami orang aceh dapat terlindungi dari GAM pengacau tapi ini semua pada hakekatnya atas pertolongan Alloh SWT. GAM pengacau itu musuhnya banyak, musuh utamanya adalah Aparat TNI kemudian orang jawa yg tinggal di aceh, juga GAM memusuhi orang asli aceh sendiri yang tidak mendukungnya apalagi kalau ketahuan dia mendukung Aparat TNI. Orang yang tidak dimusuhi GAM adalah yaaa orang aceh yang mendukung dan membantu GAM. Tetapi orang jawa yang terlibat dengan usaha dakwah ini..maksud saya Jamaah Tablibh, tidak dimusuhi oleh GAM pengacau. Naah sebenarnya kalau mereka (rayat aceh dan jawa) mau aman-aman saja seperti kami..yaaa bantulah agama Alloh dengan cara berdakwah seperti kami.

Rokhmawan: Antum tahu mengapa terjadi itu GAM yang melawan TNI ?
Orang Aceh: Yaa...jelas saya tahulah...saya dan keluarga ,kakek, nenek adalah orang aceh asli. Sebenarnya permasalahannya karena mereka merasa tidak diperhatikan oleh pemerintahan, merasa RI itu tidak adil dll. Kemudian lama kelaman menjadi semacam dendam dan sakit hati dan berakhir dengan perlawanan GAM terhadah Aparat TNI.

Rokhmawan: Antum pasti kenal yang namanya Hasan Tiro, menurut antum bagaimana?
Orang Aceh: Hasan Tiro itu pemimpin GAM pengacau, jadi dia bukan pemimpin orang aceh pada umumnya. Di aceh khan banyak type rakyatnya ada orang jawa, ada GAM pengacau, ada GAM murni dll.

Rokhmawan: Kalau GAM Murni, siapa pemimpinnya ?
Orang Aceh: Sampai saat ini mungkin belum ada, tetapi GAM Murni tersebut mengelukan kepemimpinan Tgk. Daud Beureh.

Rokhmawan: Sebenarnya tujuan Hasan Tiro itu menurut antum apa ?
Orang Aceh: Tujuan Hasan Tiro sudah tidak murni lagi. Di mana dulu Tgk.Daud Beureh bertujuan untuk menerapkan syariat islam di Aceh. Sedangkan tujuan Hasan Tiro adalah memerdekakan rakyat aceh.

Naaah demikian tadi dialog saya dengan orang-orang asli aceh yang berdakwah di masjid kami. Sangat berbeda khan dengan koar-koarnya Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman. Anda (si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman) sekali-kali carilah info kepada orang aceh yang bukan GAM Pengacau seperti GAM Murni, rakyat aceh dll. Kalau anda (Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman) menggali info dari Anggota GAM pengacau, jelas itu info sudah dipolitisir dan diputarbalikkan faktanya.

Kalau perlu anda kunjungi itu rakyat aceh dan ajak dialog, maka anda akan tahu bahwasanya yang anda elu-elukan (Hasan Tiro dan antek-anteknya) dan GAM Pengacau sangat dibenci oleh rakyat aceh yg bukan GAM Pengacau.

Saya tidak tahu apakan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini sebenarnya sudah tahu atau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Kalau Si Ahlul Bid'ah ini benar-benar tidak tahu tentang GAM di aceh, maka tidak usahlah anda berkoar-koar memuji-muji Hasan Tiro cs, GAM pengacau. Tetapi kalau seandainya Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu keadaan GAM Pengacau di Aceh, maka memang inilah letak kebohongan, kemunafikannya dan jelas sekali kalau bpk Ahmad Sudirman telah menipu, memproganda, menghasut dan menyesatkan rakyat aceh bahkan indonesia dan negara-negara lainnya.

Mengenai dialog saya dengan orang-orang asli aceh kemaren seperti yang telah ditulis di atas, sudah tentu akan dibantah oleh Si Ahlul Ahwa (pengikut hawa nafsu) dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman.

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------