Stavanger, 15 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

T. DON ZULFAHRI DAN "MP GAM" MALINDONYA DIJADIKAN ISU
Omar Puteh
Stavanger - NORWEGIA.

 

T. DON ZULFAHRI DAN "MP GAM" MALINDONYA DIJADIKAN ISU OLEH SUMITRO CS

Rabu, 4 Agustus 2004, mata diskusi berjudul: "Sumitro Kacung Susilo Bambang Yudhoyono Pukul GAM Pakai Issue T. Don Zulfahri", telah disodorkan oleh pengelola mimbar diskusi ini, Ustadz Ahmad Sudirman, kepada kita semua pesertanya untuk didiskusikan bersama.

Mengapakah Sumitro kacungnya Susilo Bamgang Yudhoyono itu, telah menyeret T.Don Zulfahri yang sudah mati, ke dalam forum diskusi ini? Sumitro! Orang yang sudah matikan tidak baik di ungkit-ungkit kejahatannya? Cobalah kamu tanyakan kepada Rohmawan Agus Santosa Cs, bagaimanakah komentar mereka?!

Ataupun begini saja, biarlah kami bantu kamu dan kamu anggap saja si Lempap MP GAM ini, si Bangsat MP GAP ini, sama seperti Abu Jahal atau Abu Lahap atau sama seperti Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono si Kecoa Jerman @ Sagir Alva itu, kalau dia mati besok.

Dan seterusnya panggil saja T. Don Zulfahri ini: T. Don Zulfari Abu Jahal atau T. Don Zulfahri Abu Lahab, agar dengannya MP GAM atau MB GAM akan menulisnya kembali nama baru itu, dalam website mereka sebagai: T. Don Zulfahri Abu Jahal atau T. Don Zulfahri Abu Lahab!

Sebelumnya, saya telah pernah menuliskan juga nama-nama lain T.Don Zulfahri: Sebagai Habib Adam; sebagai Don Gigolo; sebagai Don Malindo; sebagai Don Lempap; sebagai Don Sekjen MP GAM dan sekarang dalam diskusi ini, senangnya kita memanggil saja anak Indonesia Jawa etnis Acheh yang disusupkan BIN ketengah-tengah bangsa Acheh ini: sebagai T.Don Zulfahri Abu Jahal atau T. Don Zulfahri Abu Lahab! Saya pikir semua akan setuju 100%!

Inilah jenisnya orangnya, yang kemudian telah melantik dirinya sendiri sebagai Sekjen MP GAM dan kemudian disanjung-sanjung sebagai pahlawan kesiangan dan kemalaman oleh sekumpulan orang-orang yang sesat dan khianat!

Sumitro, orangnya kamu ini, T. Don Zulfahri sebenarnya alat Gubernur NAD Abdullah Puteh, alatnya Jawa si Penjajah atau alatnya si Belanda Hitam, alatnya Intelijen Indonesia Jawa si Penjajah (BIN). Abdullah Puteh dan T.Don Zulfahri datang dari kampung yang sama.

Dimanakah ada dalam kamus perjuangan bangsa Acheh pernah tertulis istilah MB GAM atau MP GAM? Kedua benda ini sebenarnya baru diproduce pada 1998 atau tepatnya enam tahun yang lalu, setelah kedatangan misi yang dibawa oleh Daud Paneuk, yang telah mati dua tahun lalu, setelah berkhidmat dan bersetia penuh selama 21 tahun dalam Negara Acheh Sumatra/ASNLF/AM/GAM, tetapi diakhir perjanan hidupnya, dia lebih suka memilih untuk mengkhianati perjuangan bangsa Achehnya pada tahun 1997.

Sekjen MB GAM : Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk alatnya Intelijen Indonesia Jawa (BIN)! Si Pengkhianat Praktikal Bangsa Acheh.

Ketua MB GAM : Syahbuddin Abdurrauf atau Hj Ghafur anak menantunya Daud Paneuk alatnya Intelijen Indonesia Jawa (BIN)! Si Pengkhianat Praktikal Bangsa Acheh!

Sekjen MP GAM : T. Don Zulfahri alatnya Intelijen Indonesia Jawa (BIN)! Dia ini bukan pengkhianat bangsa Acheh, karena sejak dari awal si Lempap ini, si Bangsat ini, anak Indonesia Jawa etnis Acheh ini, tidak pernah ada dalam kumpulan masyarakat bansa Acheh dan tidak pernah bersetia dengan bangsa Acheh. Dia mula dirangkul oleh Daud Paneuk pada tahun 1998.

Ketua MP GAM : dr Husaini Hasan alatnya Intelijen Indonesia Jawa (BIN)! Si Pengkhianat Praktikal Bangsa Acheh. Dia mulai kembali dirangkul oleh Daud Paneuk setelah meyadari impeccapbly dress, Wali Negara, Negara Acheh Sumatra, yang dirampasnya dalam percobaan coup d'tat yang gagal, jelas "kependekan" ke-aneuk Mat Usop ul"n.

Dan ada lagi seorang lagi Pengkhianat Pratikal Bangsa Acheh, Rahman Ismail atau Rahman Guree atau Rahman Ground, Centengnya MB GAM atau MP GAM, anak bisan-berbisan dengan Daud Paneuk yang disebut-sebut oleh As-Syahid Ismail Syahputra, seperti yang telah kamu baca, sepatutnya dihukum gantung di Malaysia atas rencana jahatnya keatas bangsa Acheh dan TNA, Tentara Negara Acheh, yang jelas diketahui sebaik saja dia ketangkap di Malaysia untuk coba seludupkan 14 pucuk senjata ke Acheh, yang direncanakan akan menembaki TNA, Tentara Negara Acheh dari jalan belakang, sebagaimana jalinan kukuhnya dengan Kolonel (Inf) Bustami, yang pernah mengunjungi Lhok Sukon dengan Mercedes Benz putih-kelabu, sebagaimana yang telah diceritakan oleh NA, di Norwegia.

Rahman Ismail ini, yang telah berulangkali membuat pertemuan dengan Robert si Tengkorak dan telah bersumpah ta'at setia kepada T. Don Zulfahri sebagaimana telah diceritakan oleh TDK, yang sekarang di Amerika.

Apakah anak ini juga pernah mendapatkan limpahan dari uang RM 100.000 yang diberikan oleh Gubernur NAD Abdullah Puteh via Nur Nikmat dari Perdata Gas?

Kami beritahukan lagi kepada kamu Sumitro, karena nanti kamu akan mengungkit lagi prodak-interview Rahman Ismail oleh Rondang Erlina Marpaung si Gerwani yang menyusup kedalam PNI-ASU (istri si Zainal Afiff, ex-Lekra, si komunis-celupan yang cari pasal memburuk-buruk ASNLF/AM/GAM, khususnya sekembalinya "memancing ikan mackerel" dari Stavanger kemudian dilantik menjadi peniup terompet rasmi tanduk kerbau jalang MB GAM atau MP GAM), yang dulu pernah dipakai oleh si Kebo Idjo masa Majapahit!

Dalam interview itu Rahman Ismail banyak sekali memburuk-burukkan ASNLF/AM/GAM, walaupun pada waktu yang sama kepada kami dan rakan kami di Skandinavia dia menelepon bahwa dia masih setia kepada ASNLF/AM/GAM. Setia apanya si Pengkhianat Praktikal itu?

Sebenarnyapun anak ini, tidak mempunyai pengaruh apa-apa dalam MB GAM atau MP GAM itu sendiri, kecuali website mereka yang mengexposekan untuk menyanjung-nyanjung dirinya, karena badannya yang besar.

Karena keempat Pengkhianat Praktikal inilah yang pertama sekali bergerak seiring-sejalan dengan ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa si Penjajah atau si Belanda Hitam, untuk menghancurkan ASNLF/AM/GAM dan TNAnya, Tentara Negara Achehnya, sejak 1997, jauh sebelum terbentuk militia Jawa Pujakusuma dibawah pimpinan Johan Jono Jowo di Jagong, Acheh Tengah dan militia Jawa si Penjajah dibawah pimpinan Sofyan Ali di Bireun, Acheh Utara, maka dianggap kumpulan gang ini paling tidak dibenci oleh bangsa Acheh seluruh dunia.

Ingat dan catat kejahatan "serdadu-serdadu" MB GAM atau MP GAM dibawah centeng mereka Rahman Ismail atau Rahman Guree atau Rahman Ground, yang telah mengorbankankan banyak jiwa bangsa Acheh, tidak termasuk ketika dia memerintahkan mengutip pajak nanggro% dulu, yang tidak mengikut perintah menurut kehendaknya dan cranya!.

MB GAM atau MP GAM adalah monyet yang sama! Mereka sebagai AM/GAM Phobia! Yang tergamak memaki Wali Negara, Tengku Hasan di Tiro via telepon, dihari WN dikunjungi Pembelanya dan anggota Polisi Swedia. Dan mereka diduga, mempunyai indikasi kuat bekerja sama dengan Jawa si Penjajah atau si Belanda Hitam membantu memburuk-burukan pemimpin-pemimpin bangsa Acheh. Kami ada disana ketika itu.

Ayah dan mamak mereka yang sudah beranak bercucu dan menikmati hidup senang dan bersenang-senang di Swedia tetapi lupa bagaimana mereka semua menikmati akan semua kesenangan itu, sehingga memperkatakan banyak lagi kata-kata kotor dan menjijikkan.

Tetapi alhamdulillah, Allah SWTtelah membawa serta kembali Shahiman Abdullah dan putranya Tawaqal yang bertindak berani meinggalkan kumpulan sesat dan khianat itu. Dan insya Allah, mereka yang telah tersesat dan terikut kumpulan khianat karena masuk kebawah ketiak busuk pengkhianat-pengkianat itu, akan kembali mengikuti jejak Shahiman Abdullah dan anak-beranak itu, seperti tersebut sebentar ini diatas.

Insya Allah! Shahiman dan Tawaqal kamu musti berani dan tidak segan-segan membantu mengisi tabung dana perjuangan bangsa Acheh hari ini pula! Karena kita akan menerima dana hanya dari anak bangsa yang setia!

Kemudian perlu lagi dicatat, bahwa Dr Bakhtiar Ali dari Badan Intelijen Negara suatu badan intelijen resmi Jawa si Penjajah pernah dikirim khusus dua tahun lalu oleh Pimpinan Badan Intelijen Negara di Jakarta, untuk membina kerja sama rahsia dengan MB GAM atau MP GAM di Fitya Norsborg, Swedia!

Note: Dengan ketentuant MB GAM atau MP GAM masih tetap dibenarkan menggunakan attribute bendera Negara Acheh Sumatra, pada setiap demonstrasi 1 Mei, tetapi jika ada pembakaran bendera itu di Acheh, diantaranya seperti yang dilakukan oleh Militia Jawa si Penjajah, Sofyan Ali di Bireuen, Acheh Utara, maka MB GAM atau MP GAM musti menyambung tugas publikasi yang sama itu.

Nur Nikmat dari Perdata Gas dan Bupati Pidi telah dikirim pula oleh Abdullah Puteh, Gubernur NAD menjumpai dr Husaini Hasan, Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk dan Syahbuddin Abdurrauf atau Hj Ghafur di Fitya, Norsborg, Swedia!

Via Nur Nikmat, dari Perdata Gas, Gubernur NAD Abdullah Puteh telah menyerahkan RM 100.000 untuk T. Don Zulfahri, Sekjen MP GAM. Dari sebahagian jumlah itulah T. Don Zulfahri membiayai dirinya naik haji, ke Kampung Seronok di Bayan Lepas, Penang. Haji Penang!

Sumitro! Mungkin si T.Don Zulfahri dan si Abdullah Puteh, adalah anak-anak yang sama dan seketurunan dari orang-orang yang pernah menerima pendaratan-singgah pasukan Mayor Jenderal Kohler dan tentara upahannya anak-anak Jawa Madura atau si Belanda Hitam di Kuala Idi, sebelum menyambung perjalanannya ke Kuta Raja menyerang Acheh pada 26 Maret, 1873.

Jadi kalaulah ada orang yang sejenis itu, sejenisnya T. Don Zulfahri Abu Jahal atau T. Don Zulfahri Abu Lahab masih menenggek dalam MB GAM atau MP GAM biarkanlah mereka membadgekan nama Abu Jahal atau Abu Lahab pada badge-badge mereka, sebelum menjadi si Belanda Hitam Junior Extra.

Apa dan siapa T. Don Zulfahri itu

Anak ini, ketika berkeliaran di Pajak Sambu, Medan dipanggil oleh rakan-rakan sepreman Sambunya, sebagai Habib Adam.

Dia mulai liar dan tidak betah duduk dirumah, sejak ayahnya seorang penterjemah di Mobil Oil (Ind) Inc. mengawini seorang wanita muda sebagai istri kedua ayahnya, sebagai ibu barunya.

Selain berkeliaran di Pajak Sambu, Medan, dia mulai berjingkrak-jingkrak mendatangi sebuah rumah dari sebuah keluarga asing yang juga karyawan Mobil Oil (Ind) Inc, sekalian sekolega ayahnya dan kemudian "berjinak-jinak dan bermanja-manjalah" disana. Dan kalau merasa semacam fras dan malas pulang ke rumah sendiri dia terus mondok disana pula.

Sebagaimana diberitakan, keluarga inilah kemudiannya yang membawa anak muda yang berbadan kekar ini pergi "mengembara" kenegara asing, kenegeri Uncle Samuntuk pertama kalinya.

Sekembalinya dari negeri Uncle Sam itu, nampaknya anak ini hanya berminat untuk "mendamparkan" saja dirinya di Malaysia, ketimbang di Pajak Sambu, Medan sana.

Apalagi tempat berjinak-jinak dan bermanja-manja dengan sebuah keluarga yang satu itu, seperti pada suatu ketika dulu, sudahpun berlalu. Dan perih-sakitnya tusukan yang dalam "krikil tajam dan duri onak" yang bertaburan sepanjang jalan lama menuju kesana itupun, telah terserap kedalam pembuluh hati, menggigit kenangan "pahit" yang mencupliki sebuah nostalgia dari kesempoyongan gila?

Di Malaysia, anak ini, memperkenalkan dirinya sebagai Teuku Don Zulfahri dan juga Habib Adam, tetapi kami dan seorang teman, alumnus dari salah satu perguruan tinggi di Darusalam, Banda Acheh memanggilnya sebagai Don Gigolo, karena peranannya berlakon dalam drama pentas: "Coba mondok karena malas dan fras...........................

Untuk mencarinya dan menemui T. Don Zulfahri senang sekali, cari saja di mana-mana Coffe House-Coffe House, di Kuala Lumpur, karena dari sanalah, dia menjalankan "bisnis" nya. Orangnyapun mudah dikenal, sukanya gobrol dan pintarnya ngombor, berbadan kekar dan hampir 24 jam memakai celana pendek-7 atau 8 cm diatas lutut dan berkantong banyak. Tetapi kemanapun dia pergi dengan kesukaan menggenggami bungkusan rokok isapannya ditangan sebelah kiri.

Dia berhasil mengawini seorang wanita Malaysia etnis China. Dengan wanita inilah kemudian dia mendirikan Malindo Sdn Bhd. Dan setelah itulah T. Don Zulfahri, enaknya anak dinamakan Don Malindo.

Tahun 1989 dia mencoba memulai membuat penyusupan kedalam kalangan orang Acheh, dengan kacung atau proxy seorang rakan: TLT dari Batee 'Phat menjumpai kami, mengajak menyertai jema'ah wirit yasin ala Don Malindo.

Karena katanya dengan wirit Yasin kita berkesempatan mengunjungi rumah Tan Sri dan Datok. Kami katakan kepada rakan TLT itu, bahwa kami kenal dengan Tan Sri dan Datok itu, lebih dari kalian kenal, karena kami setiap tahun berkumpul dalam musyawarat Acheh Sepakat. Malahan Tan Sri itu, pernah berbicara dihalaman depan beranda rumah kediaman kami ini, atas undangan IMAM (Ikatan Masyarakat Acheh di Malaysia) dan kami adalah diantara pengasas utama IMAM itu.

Tidak perlulah kami jelaskan disini bagaimanakah, sikap dan pendirian kami terhadap ajakan-ajakan seperti itu terhadap si pengajak atau TLT, atau lain-lain perkara sehubungan dengan kedatangannya menjumpai kami, karena rakan itu kemudian menjadi rakan kami, memberi dakwah mengenai perjuangan AM/GAM, sekalipun ada sebuah events menjelang suatu pertemuan pertama International Forum for Acheh di Washington, maka terhadap rakan TLT ini, memang pernah sedikit kami ingati dan teguri kembali, itupun agar jangan sampai terulang membuat kesilapan lagi.

Karena TLT tidak berhasil mempengaruhi kami, maka para jema'ah Wirit Yasin ala Don Malindo, bertindak "membeli" anak-anak Acheh lain yang tinggal di Surau Acheh Malaysia. Anak-anak Acheh itu, dijemput dengan teksi, yang dibayar oleh Jema'ah Wirit Yasin ala Don Malindo.

Tetapi, sayangnya setelah dua kali jemputan dengan taxsi-gratis dilakukan, namun untuk ketiga kalinya, arus jemputan itu, terus menjadi macet-habis. Masih dalam tahun 1989 itu juga, sekembalinya dari luar negeri, nampaknya TLT, baru menyadari bahwa rupanya dia sedang diperalati oleh T. Don Zulfahri. Maka dengan dirombongi oleh gang-gangnya dari Chow Kit, datanglah lagi TLT ke Surau Acheh Malaysia, tetapi kami tidak sempat melayani mereka, karena ada beberapa pekara yang musti kami siapkan.

Rupanya malam itu TLT telah membentuk organisasi Acheh Meutuah. Apakah yang kamu buat barusan ini TLT? Tanya kami. "Membentuk Acheh Meutah ! Acheh Meutuah kan juga AM sampuknya terus singkat, menjawab pertanyaan kami itu.

Sememangnya demikianlah sebenarnya sebutan Angkatan Acheh Merdeka hanya lebih populer dengan AM saja, sebelum seperti sekarang bertukar atau menggunakan istilah GAM.

Sebab nama organisasi perjuangan resmi bangsa Acheh, yang dikenal baik didunia atau luar negeri adalah hanya sebuah nama tunggal: ASNLF (Acheh Sumatra National Liberation Front) dan tidak nama lain, walupun di Acheh dan di Malaysia anak-anak Acheh dalam kalangan sendiri menamakan organisasi perjuangan bangsa Acheh: Angkatan Acheh Merdeka itu sebagai AM saja , sebagai singakatan kepada Acheh Merdeka.

Lain halnya dengan pemerintah Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa atau Komando Satuan Tugas Penerangan ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa si Penjajah atau si Belanda Hitam, selain menyebutkan Angkatan Acheh Merdeka itu sebagai GAM juga menyebutkan nya sebagai GAS. Dan ini masih lumayan jika dibandingkan dengan sebelumnya, masih cuba dengan predikat lama: Gerombolan..............

Nama AM itulah lebih familiar dan selalu disebutkan, walaupun terdapat perkataan Free Acheh Movement dalam buku-buku Acheh Merdeka. Karena perkataan Free Acheh Movement tidak pernah diterjemahkan sebelumnya sebagai Gerakan Acheh Merdeka, kecuali AM.

Malahan ketika kami menjawab sama persolan Special Branch Officer di Palma Hotel Shah Alam, Malaysia tahun 1996-pun, Saudara Ishak Daud, sebagai Ketua Biro Penerangan Acheh Merdeka atau sekarang sebagai Panglima Prang Wilayah, Wilayah Peureulak, Darul 'Akla, Yusra Habib Abdul Gani ex-Ketua Biro Penerangan Acheh Merdeka dan ex-Pemimpin Redaksi Majalah Suara Acheh Merdeka dan seorang lagi rakannya, telah menjelaskannya: "Kami tidak pernah memperkenalkan ASNLF sebagai GAM, walaupun kami telah menuliskan dalam buku-buku atau majalah-majalah GAM atau Suara Acheh Merdeka, Free Acheh Movement, kecuali sebagai AM!"

NKRI atau Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa (GOI), sangat takut jika mendengar dan berdepan dengan ASNLF, sehingga PM Tengku Malik Mahmud dan Menlu Tengku Dr Zaini Abdullah MD, dengan toleransi diplomasi dengan persepsi tingginyanya masih sanggup dan masih bersedia menerima Free Acheh Movement terjemahannya menjadi GAM ataupun/dan NAS/ASNLF/AM ditulis dan dibaca sebagai GAM dalam persidangan-persidangan Internasional bilateralnya antara kedua negara itu: NAS atau Negara Acheh Merdeka sebagai GAM dan NKRI atau Negara Kolonialis Republik Indonesia sebagai GOI!

Sebenarnya mengikut catatan sejarah istilah "Gerakan", mula digunakan ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indoneisa Jawa si Penjajah atau si Belanda Hitam, sebagai gerakannya GESTAPO(E), Gestapo-Jawa, untuk predikat kepada gerakan Soekarno si Penipu licik dengan PNI-Asu/PDI-Pnya dan Dipo Negoro Aidit si Ultra Biro Keratis dengan PKInya pada tanggal 30 September, 1965.

Soekarno si Penipu licik itupun kemudian menamakan Gerakan Foul Playnya Suharto Kleptokracy (si Pencuri), Gerakan Pembelotan Suharto Kleptokracy (si Pencuri) si komunis-spirituil Mbah Suro, Gerakan Satu Oktober 1965 atau Gerakan Panca Sila Sakti, sebagai gerakan GESTOK!

Sebelumnya, setiap gerakan menentang pemerintah Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa, atau si Belanda Hitam, telah dilabelkan sebagai gerakan Gerombolan....! Gerakan perjuangan suci S.M.Kartosuwiryo, menegakkan Negara Islam Indonesia-pun, oleh Soekarno si Penipu licik dan mereka: Jenderal-Jenderal PNI dan PKInya , telah melabelkan gerakan NII, sebagai gerakan Gerombolan. Maka dengannya Soekarno si Penipu licik dan Jenderal-Jenderal PNI dan PKInya seenaknya membunuh lebih 2.000.000 jiwa ummat Islam Nusantara.

Sebenarnya sama seperti Soeharto Kleptokracy (si Pencuri) dan mereka: Jenderal-Jenderal Golkar menamakan "Gerakan Dewan Jenderal Angkatan Ke V" dengan nama Gerakan Tiga Poeloeh September, 1965 atau Gerakan Gestapo(e) Jawa! Maka dengannya Suharto Kleptokracy (si Pencuri) dan Jenderal-Jenderal Golkarnya seenaknya membunuh lebih 3.000.000 jiwa ummat Marxis dan Leninis Dan kemudian Suharto Kleptokracy (si Pencuri) dan Jenderal-Jenderal Golkarnya + Nahdhatul Ulama + Muhammadiah + PDI-P menamakan Angkatan Acheh Merdeka, yang berjuang memperjuangkan kembali kemerdekaan bangsa Acheh dan mendaulatkan kembali Negara Acheh Sumatra lewat ASNLF/AM/GAM, atau lewat Angkatan Acheh Merdeka, pada akhirnya setelah bermacam-macam sebutan yang telah mereka perintahkan para jurnalis untuk menulisanya, maka akhirnya mereka menamakannyalah NAS/ASNLF/AM, sebagai Gerakan Acheh Merdeka, seperti yang sekarang ini.

Maka dengannya Suharto Kleptokracy (si Pencuri), Abdurrahman Wahid Gusdur dan Megawati dan Jenderal_Jenderal Golkar+Nahdhatul Ulama+Muhammad Diah+PDI-P seenaknya membunuh hingga hari melebihi 70.000 jiwa ummat Islam bangsa Acheh.

Sekalipun demikian, bagi kami sebagaimana telah kami singgung diatas, sememangnya tidak mengapa, apalagi mereka telah menterjemahkannya secara harafiah yang betul dari Free Acheh Movement!

Kampret NKRI! NKRI monyong busuk! Karena ia telah dibaca sebagai Negara Kolonialis Republik Indonesia, dari sejarah ketatanegaraannya merupakan salah satu yang terburuk didunia!

T. Don Zulfahri anak kaki lima, low class, anak bodoh! Dia sesungguhnya tidak tahu apa-apa yang sebenarnya harus dilakukannya sebagai Sekjen MP GAM. Hampir semua kerja azas dan acara-acara pada musyawarat pada awalnya telah dilakukan oleh I M @ Pak Wok yang sesungguhnya tidak mengenal apa dan siapa T. Don Zulfahri itu dan latar belakangnya, yang baru beberapa bulan tiba di Malaysia, tetapi karena hanya mengikuti kehendak adiknya M M @ Mat Hot. (MB GAM waktu itu belum lagi terbentuk, dan masih lagi sebagai sebuah monster di Tambak Udang, di Pasi Lhok).

Ini satu lakaran pertama, bagaimana T. Don Zulfahri coba masuk menyusup kedalam tubuh AM atau GAM.

(bersambung ke Plus + T. Don Zulfahri Dan "MP GAM" Malindonya dijadikan Isu)

Wassalam

Omar Puteh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------