Stockholm, 16 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO, WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI OTAK KOSONG TENTANG ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG KELIHATAN ITU SUMITRO, WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI BUKAN MAKIN PANDAI, TETAPI JUSTRU OTAK MAKIN KOSONG TENTANG KONFLIK ACHEH

"Kita tengok pada perdiskusian kemaren lusa, mereka (Hasan Tiro cs, Ahmad Sudirman cs) menyeru kepada rakyat Aceh untuk melawan/angkat senjata berhadapan dengan musuh-musuhnya yaitu Pemerintahan RI, akan tetapi mereka sendiri begitu enaknya hidup dengan gemerlapnya Swedia, Yahudi. Dan pada pagi hari ini mereka mengatakan apa-apa yang telah dilanggarnya sendiri. Mereka mengatakan kalau tidak baik membicarakan (kejahatan) orang yang sudah mati. Tetapi apakah pernah anda pikirkan apa yang telah di gembar-gemborkan Ahmad Sudirman yang telah menceritakan kejelekan dan kejahatan Soekarno ?." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Sun, 15 Aug 2004 21:07:18 -0700 (PDT))

"Hari ini saya kembali dari cuti saya dan yang pertama saya buka e-mail maka yang pertama muncul adalah e-mail dari saudara om-puteh lewat si Ahmad Sudirman (tidak tahu kenapa dia tidak mau langsung masuk disini dan lebih memilih bersembunyi dibalik si Ahmad dan merupakan ciri khas dari pemimpin2 GAM di luar negeri terutama Hasan Tiro yang beraninya bermain dibelakang panggung dan mengorbankan orang lain sementara mereka sendiri bertindak layaknya pengecut!). anda menyatakan: "Sumitro! Orang yang sudah matikan tidak baik di ungkit-ungkit kejahatannya? Cobalah kamu tanyakan kepada Rohmawan Agus Santosa Cs, bagaimanakah komentar mereka?!" (Omar Puteh, 15 Agustus 2004). Sementara anda sendiri dan Ahmad CS selalu dan hampir tiap hari mengungkit-ungkit Soekarno yang juga sudah mati sebagai penjajah, pencaplok dll ha ha ha kalian memang bodoh, pembohong dan culas! Anda melarang saya untuk mebicarakan Don Zulfahri yang sudah almarhum tapi kalian lupa bahwa kalian selama ini selalu membicarakan orang2 yang telah meninggal juga seperti halnya Soekarno. Lantas Orang macam kalian ini disebut apa ? melarang padahal anda sendiri melakukannya ! Itulah ciri khas dari pemimpin2 GAM diluar negeri sana seperti Hasan Tiro CS terutama Ahmad dan si Omar Puteh ini." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Mon, 16 Aug 2004 08:45:24 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta dan Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Memang kalau diperhatikan dan dipelajari, ternyata benar adanya bahwa Sumitro, Wahabiyin Rokhmawan & Salafi-Solo-Wahabi-Saudi otak mereka makin kosong tentang konflik Acheh. Mengapa?.

Coba saja perhatikan secara seksama. Ketika Saudara Omar Puteh, kemaren, Minggu, 15 Agustus 2004 menyatakan: "Sumitro! Orang yang sudah matikan tidak baik di ungkit-ungkit kejahatannya? Cobalah kamu tanyakan kepada Rohmawan Agus Santosa Cs, bagaimanakah komentar mereka?! Ataupun begini saja, biarlah kami bantu kamu dan kamu anggap saja si Lempap MP GAM ini, si Bangsat MP GAP ini, sama seperti Abu Jahal atau Abu Lahab atau sama seperti Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono si Kecoa Jerman @ Sagir Alva itu, kalau dia mati besok." (Omar Puteh, 15 Agustus 2004)

Bagi orang-orang yang paham dan mengerti apa yang ditulis Omar Puteh diatas, maka terlihat dengan jelas bahwa Omar Puteh ingin memberikan gambaran singkat dan sederhana kepada Sumitro bahwa mengapa kau Sumitro mengungkit-ungkit Teuku Don Zulfahri yang sudah mati, padahal menurut Rokhmawan jangan mengungkit-ungkit orang yang sudah mati, seperti mengungkit-ungkit Soekarno ?. Lalu ditambahkan Omar Puteh. Kalau memang kalian tidak konsekwen dengan pendirian kalian, maka "biarlah kami bantu kamu".

Nah, saudara Omar Puteh berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya tentang Teuku Don Zulfahri yang telah dijadikan isu oleh Sumitro, Hadi, dan Wahabiyin Rokhmawan di mimbar bebas ini memberikan versinya sendiri tentang Teuku Don Zulfahri untuk membantu Sumitro, Hadi, dan Wahabiyin Rokhmawan.

Jadi, isu Teuku Don Zulfahri yang mula-mula diangkat diatas mimbar bebas ini oleh Sumitro, disusul oleh Hadi, dan Wahabiyin Rokhmawan, kemudian dari sejak kemaren ditambah dengan pengetahuan dan pengalaman Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri.

Kalau Sumitro, Hadi, Wahabiyin Rokhmawan otak kalian tidak kosong, ketika membaca apa yang ditulis oleh Omar Puteh, maka kalian tidak akan terpeleset kedalam jurang kebodohan dan kesesatan.

Itu yang ditampilkan oleh saudara Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri menurut hasil pengetahuan, pengalaman, pendapat, dan analisa Omar Puteh.

Dan kalau dilihat dari sudut hukum, maka apa yang ditampilkan oleh Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri belum bisa atau tidak bisa dijadikan sebagai bahan fakta dan bukti hukum untuk dijadikan alasan bagi pihak Kepolisian dan Kejaksaan di Kerajaan Malaysia guna menuntut penjatuhan vonis hukuman dari pihak tim Hakim.

Karena apapun yang dituliskan oleh saudara Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri, selama itu masih merupakan analisa politik, dan wacana pandangan pribadi, maka selama itu belum bisa dipakai sebagai pegangan fakta dan bukti kuat terbunuhnya Teuku Don Zulfahri.

Disini kita harus berbicara masalah fakta dan bukti dilihat dari sudut hukum. Bukan dilihat dari sudut politik. Kalau memang ingin memecahkan kasus terbunuhnya Teuku Don Zulfahri di Malaysia secara adil dan menurut prosedur hukum yang berlaku.

Kalau hanya sekedar analisa politik silahkan siapa saja bisa mengungkapkannya di mimbar bebas ini. Tidak akan ada penyensoran. Hanya tentu saja, kalau sekedar bicara politik tanpa fakta dan bukti hukum, maka selama itu tetap saja kasus terbunuhnya Teuku Don Zulfahri tidak akan terkuak dan tidak akan dapat dipecahkan.

Seterusnya Sumitro bercuap: "Hari ini saya kembali dari cuti saya dan yang pertama saya buka e-mail maka yang pertama muncul adalah e-mail dari saudara om-puteh lewat si Ahmad Sudirman (tidak tahu kenapa dia tidak mau langsung masuk disini dan lebih memilih bersembunyi dibalik si Ahmad dan merupakan ciri khas dari pemimpin2 GAM di luar negeri terutama Hasan Tiro yang beraninya bermain dibelakang panggung dan mengorbankan orang lain sementara mereka sendiri bertindak layaknya pengecut!)."

Disinipun Sumitro kelihatan makin budek saja. Mengapa ?

Karena Omar Puteh ketika mengirimkan pandangannya ke mimbar bebas ini hanya ditujukan ke Ahmad Sudirman. Kemudian oleh Ahmad Sudirman sebelum ditampilkan di mimbar bebas dirubah dulu bentuk penampilan tulisan Omar Puteh itu, disesuaikan dengan bentuk yang biasa Ahmad Sudirman buat, agar supaya penampilan bentuk tulisan itu sesuai dengan bentuk tulisan-tulisan yang dimuat di www.dataphone.se/~ahmad dan ahmad.swaramuslim.net tanpa merobah isi dari tulisan tersebut kalau tidak ada izin dari penulisnya.

Jadi untuk pengetahuan Sumitro, kalau saudara Omar Puteh itu tulisannya disebarkan di mimbar bebas oleh Ahmad Sudirman bukan berarti bahwa Omar Puteh itu "lebih memilih bersembunyi dibalik si Ahmad".

Tentu saja bukan hanya tulisan-tulisan Omar Puteh saja yang hanya ditujukan kepada Ahmad Sudirman. Kemudian oleh Ahmad Sudirman dirobah bentuk penampilan tulisan tersebut tanpa merobah isinya. Melainkan banyak dari penulis-penulis lainnya yang telah dirobah bentuk penampilan tulisannya sebelum disebarkan di mimbar bebas ini dan sebelum dipublikasikan di www.dataphone.se/~ahmad dan ahmad.swaramuslim.net

Sumitro dan Wahabiyin Rokhmawan.

Seharusnya kalian itu banyak membaca dan menggali pengetahuan baik yang menyangkut masalah Negeri Acheh hubungannya dengan RI, hukum umum, hukum Islam, penegakkan dan penerapan hukum Islam, sebelum kalian angkat bicara di mimbar bebas ini. Mengapa ?

Karena terbukti makin lama kalian tampil dan bercuap di mimbar bebas ini, makin seperti orang-orang yang otaknya kosong yang hanya bercuap sebagaimana yang diinginkan oleh pihak Megawati, BIN, TNI/POLRI, dan para penerus Soekarno penipu licik yang menjajah Negeri Acheh.

Kalian Sumitro dan Wahabiyin Rokhmawan benar-benar munafik dan benar-benar hanya menjalankan apa yang telah digariskan oleh Soekarno dan para penerusnya dalam hal menjajah Negeri Acheh.

Kalian putar belitkan ayat-ayat Al-Qur'an untuk dengan penuh kesadaran dipakai sebagai alat guna membela kejahatan yang telah dilakukan oleh Soekarno cs dalam hal menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Ahmad Sudirman ketika membicarakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan yang dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno terhadap Negeri Acheh, jelas tidak bisa dilepaskan dari kebijaksanaan politik agresi Soekarno.

Tetapi oleh kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kejahatan yang telah dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno akan terus ditutup-tutupi dengan menggunakan berbagai macam ayat Al-Qur'an. Memang kalian itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi benar-benar munafk dan sesat.

Dengan kalian yang keras kepala wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi untuk tetap mempertahankan kebijaksanaan politik penjajahan di Negeri Acheh oleh RI, maka secara langsung kalian telah ikut memperbesar dan mengobarkan konflik Acheh.

Ditambah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak mau dan tidak ingin mempelajari dan mendalami akar utama konflik Acheh ini. Sehingga kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi makin buta hati, munafik, sesat, yang akhirnya terjerumus kedalam lumpur sistem thaghut pancasila dan kebohongan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah RI, DPR, MPR, TNI/POLRI.

Karena kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi memang buta hati, munafik, sesat dan terjerumus kedalam lumpur sistem thaghut pancasila, maka tidak heran kalau kalian mengatakan: "Ahmad Sudirman dan Omar Puteh cs, apa yang telah anda lakukan dan perjuangkan untuk rakyat Aceh, tidak akan mendapat faedah atau manfaat apa-apa melainkan hanyalah mahdlorot yang anda dapatkan. Mungkin pada saat ini anda semua tidak mendapat mahdlorotnya tetapi yakinlah Alloh SWT akan mendatangkan mahdlorot nanti di akhirat. Lihatlah (Ahmad Dirman cs) mahdlorot yang dipetik oleh anggota GAM/TNA dan rakyat aceh selama 50 tahun lebih."

Kan kelihatan apa yang ditampilkan dan dikatakan oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi diatas. Karena memang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kosong otaknya dan hidungnya sudah ditarik Megawati, BIN, TNI/POLRI, lagi pula sudah tersungkur kedalam sistem thaghut pancasila, maka ketika berbicara konflik Acheh, isinya makin ngawur dan tidak menentu saja. Kejahatan yang telah dilakukan oleh Soekarno dan penerusnya termasuk Megawati, DPR, MPR tidak terlihat oleh mata hati Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Inilah kejahilan, kebodohan, kemunafikan, kesesatan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang telah terjerumus kedalam sistem thaghut pancasila dan kebohongan pihak Eksekutif RI, Legislatif DPR, MPR, TNI/POLRI sehingga tanpa segan-segan mengatakan: "Mereka ingin memerdekakan rakyat Aceh tetapi pada hakikatnya mereka telah menjajah rakyat Aceh dengan cara menguras harta, jiwa dan raganya untuk bertempur melawan TNI. Mereka ingin memperbaiki kondisi rakyat Aceh tetapi pada hakikatnya mereka telah merusak rakyat aceh. Alloh SWT berfirman: "Dan ketika dikatakan pada mereka supaya jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini dengan perbuatannya, mereka berkata 'tapi kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan'. Tapi sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya" (Al Baqarah 11-12)."

Nah, apa yang dicuapkan oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu menunjukkan betapa dangkal, kosong, dan buta hati mereka ketika melihat Negeri Acheh yang telah ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan dipertahankan oleh Megawati, TNI/POLRI, DPR, MPR sampai sekarang ini.

Karena memang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu bodoh dan budek, maka yang terlihat oleh mata hatinya adalah seperti yang dikatakannya: "Jelas sekali kalau apa yang telah mereka (Hasan Tiro cs dan Ahmad Dirman cs) ucapkan baik berupa perintah maupun himbauan kepada rakyat aceh mengakibatkan pertumpahan darah di Aceh sendiri. Kalau mereka berdalih ingin mempertahankan rakyat Aceh, boleh-boleh saja, tetapi bukan dengan angkat senjata karena apabila tetap anda (Anggota GAM/TNA) paksakan untuk bertempur melawan TNI maka lihatlah apa yang terjadi sampai saat ini, bukannya cita-cita (kemerdekaan) yang anda petik melainkan nyawa saudara-saudara anda yang berjatuhan."

Ngawur dan amburadulnya apa yang dikatakan oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo- Wahabi-Saudi di mimbar bebas ini akibat dari kosongnya otak mereka dari pengetahuan yang menyangkut Negeri Acheh yang dijajah RI, dan akibat dari hanya membeo apa yang dikatakan oleh pihak BIN, TNI/POLRI, Megawati, DPR, MPR saja.

Akibat dari kebodohan dan kedegilan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi untuk mempelajari akar utama penyebab timbul konflik Acheh sehingga tidak mau dan tebal muka ketika mengatakan: "Apabila kita lihat dari segi agama islam jelas ini (perang antar umat Islam sendiri) tidak diperbolehkan."

Jelas akhirnya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang memang telah tersesat, munafik, bodoh, budek, dan degil ini tidak tanggung-tanggung menyimpulkan perang di Negeri Acheh yang dikobarkan oleh pihak RI sebagai "perang antar umat Islam sendiri".

Kesimpulan yang diambil oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi jelas menyesatkan. Mengapa ? Karena apa yang telah dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno ketika menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah negeri Acheh bukan didasarkan oleh "perang antar umat Islam sendiri". Umat Islam tidak berperang. Yang berperang adalah pihak Pemerintah RI dibawah Soekarno diteruskan sampai sekarang oleh Megawati dengan dasar thaghut pancasila yang memerintahkan kepada pasukan TNI untuk menggempur rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian ajukan solusi untuk penyelesaian konflik Acheh melalui cara damai dengan jalan perundingan. Tetapi kalian sendiri buta hati dan degil tidak mau mempelajari akar penyebab konflik Acheh itu. Bagaimana bisa kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mengajukan solusi penyelesaian konflik Acheh dan mengerti akar utama timbulnya konflik Acheh ?.

Karena memang kalian itu degil, keras kepala, dan munafik, tidak mau belajar tentang penyebab timbulnya konflik Acheh, maka dengan seenak udel sendiri mengatakan: "Seandainya TNI memberlakukan DOM lagi, maka janganlah anda lawan melainkan anda hindari pertempuran tersebut."

Nah itulah akhir kesimpulan dari pikiran kosong dan kebodohan dari Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tentang konflik Acheh dan penyelesaiannya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 15 Aug 2004 21:07:18 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Omar Puteh dan Ahmad Sudirman cs Terkena "Bumerangnya" Sendiri
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Itu Omar Puteh dan Ahmad Sudirman cs Terkena "Bumerangnya" Sendiri Wahai seluruh umat islam di manapun berada, anda lihat bagaimana permainan mereka (Omar Puteh dan Ahmad Sudirman cs) di panggung mimbar bebas ini. Kalau orang Jawa bilang mereka itu tidak "Sembodo" dengan apa yang diucapkan.

Mereka mengatakan kepada musuh-musuhnya kalau perbuatan ini, itu adalah salah, maksyiat dan dosa. Tetapi disaat mereka melakukan perbuatan yang sama dengan musuh-musuhnya maka merekapun mengelaknya dengan berbagai alasan.

Bukan hanya itu saja, mereka menyuruh umat Islam agar berbuat apa yang menurutnya baik dan benar tetapi sangat ironis sekali, mereka sendiri tidak pernah berbuat apa yang di ucapkan kepada umat Islam di dunia ini terutama di Aceh.

Kita tengok pada perdiskusian kemaren lusa, mereka (Hasan Tiro cs, Ahmad Sudirman cs) menyeru kepada rakyat Aceh untuk melawan/angkat senjata berhadapan dengan musuh-musuhnya yaitu Pemerintahan RI, akan tetapi mereka sendiri begitu enaknya hidup dengan gemerlapnya Swedia, Yahudi.

Dan pada pagi hari ini mereka mengatakan apa-apa yang telah dilanggarnya sendiri. Mereka mengatakan kalau tidak baik membicarakan (kejahatan) orang yang sudah mati. Tetapi apakah pernah anda pikirkan apa yang telah di gembar-gemborkan Ahmad Sudirman yang telah menceritakan kejelekan dan kejahatan Soekarno ?.

Oleh sebab itu (apa yang mereka ucapkan dengan ketidak"Sembodo"annya) mereka akan menerima balasan di akhirat nanti.

Ketika Rosululloh SAW sedang isro' mi'roj, beliau melihat orang-orang yang menggunting-gunting lidahnya sendir. Kemudian beliau bertanya kepada jibril, " Karena apa mereka berbuat demikian?". Jibrilpun menjawab, mereka adalah mubaligh dari umatmu yang tidak mengamalkan apa yang di ucapkannya.

Lihatlah saudara-saudaraku mereka (Hasan Tiro, Ahmad Dirman cs) memang sesuai dengan kejadian di atas. Meraka menganjurkan apa yang tidak pernah ia lakukan. Bahkan mereka juga melarang kepada umat Islam apa yang selalu ia kerjakan. Astaghfirulloh...bertaubatlah Ahmad Sudirman, Omar Puteh cs dan Hasan Tiro cs denga taubatan nasuha atas apa yang anda lakukan selama ini, mumpung nyawa belum sampai ditenggorokan.

Ahmad Sudirman dan Omar Puteh cs, apa yang telah anda lakukan dan perjuangkan untuk rakyat Aceh, tidak akan mendapat faedah atau manfaat apa-apa melainkan hanyalah mahdlorot yang anda dapatkan. Mungkin pada saat ini anda semua tidak mendapat mahdlorotnya tetapi yakinlah Alloh SWT akan mendatangkan mahdlorot nanti di akhirat. Lihatlah (Ahmad Dirman cs) mahdlorot yang dipetik oleh anggota GAM/TNA dan rakyat aceh selama 50 tahun lebih.

Mereka ingin memerdekakan rakyat Aceh tetapi pada hakikatnya mereka telah menjajah rakyat Aceh dengan cara menguras harta, jiwa dan raganya untuk bertempur melawan TNI. Mereka ingin memperbaiki kondisi rakyat Aceh tetapi pada hakikatnya mereka telah merusak rakyat aceh. Alloh SWT berfirman: "Dan ketika dikatakan pada mereka supaya jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini dengan perbuatannya, mereka berkata 'tapi kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan'. Tapi sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya" (Al Baqarah 11-12).

Jelas sekali kalau apa yang telah mereka (Hasan Tiro cs dan Ahmad Dirman cs) ucapkan baik berupa perintah maupun himbauan kepada rakyat aceh mengakibatkan pertumpahan darah di Aceh sendiri.

Kalau mereka berdalih ingin mempertahankan rakyat Aceh, boleh-boleh saja, tetapi bukan dengan angkat senjata karena apabila tetap anda (Anggota GAM/TNA) paksakan untuk bertempur melawan TNI maka lihatlah apa yang terjadi sampai saat ini, bukannya cita-cita (kemerdekaan) yang anda petik melainkan nyawa saudara-saudara anda yang berjatuhan.

Apabila kita lihat dari segi agama islam jelas ini (perang antar umat Islam sendiri) tidak diperbolehkan.

Saudara-saudaraku rakyat Aceh dan Anggota GAM/TNA tidak ada gunanya anda berjuang sampai kapanpun apabila tetap dengan menggunakan senjata melawan TNI. Seandainya anda (rayat Aceh dan GAM/TNA) tetap menginginkan kemerdekaan maka tempuhlan dengan cara damai yaitu dengan perundingan. Seandainya TNI memberlakukan DOM lagi, maka janganlah anda lawan melainkan anda hindari pertempuran tersebut.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia

NB:
Alloh SWT berfirman: "Katakanlah, Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini , sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya"(Al-kahfi, 103-104) Dan amalannya hanya akan menjadi amalan yang meletihkan." (Al-Ghasyiyah, 3).
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada redaksi@waspada.co.id
Cc: om_puteh@hotmail.com, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: OMAR PUTEH: T. DON ZULFAHRI DAN "MP GAM" MALINDONYA DIJADIKAN ISU
Date: Mon, 16 Aug 2004 08:45:24 +0700

Hari ini saya kembali dari cuti saya dan yang pertama saya buka e-mail maka yang pertama muncul adalah e-mail dari saudara om-puteh lewat si Ahmad Sudirman (tidak tahu kenapa dia tidak mau langsung masuk disini dan lebih memilih bersembunyi dibalik si Ahmad dan merupakan ciri khas dari pemimpin2 GAM di luar negeri terutama Hasan Tiro yang beraninya bermain dibelakang panggung dan mengorbankan orang lain sementara mereka sendiri bertindak layaknya PENGECUT!). anda menyatakan :

"Sumitro!
Orang yang sudah matikan tidak baik di ungkit-ungkit kejahatannya? Cobalah kamu tanyakan kepada Rohmawan Agus Santosa Cs, bagaimanakah komentar mereka?!"

Sementara anda sendiri dan Ahmad CS selalu dan hampir tiap hari mengungkit-ungkit Soekarno yang juga sudah mati sebagai penjajah, pencaplok dlL ha ha ha kalian memang BODOH, PEMBOHONG dan CULAS ! anda melarang saya untuk mebicarakan Don Zulfahri yang sudah almarhum tapi kalian lupa bahwa kalian selama ini selalu membicarakan orang2 yang telah meninggal juga seperti halnya Soekarno. Lantas Orang macam kalian ini disebut apa ? melarang padahal anda sendiri melakukannya ! Itulah ciri khas dari pemimpin2 GAM diluar negeri sana seperti Hasan Tiro CS terutama Ahmad dan si Omar Puteh ini.

Terus anda bilang bahwa Don Zukfahri merupakan penghianat dan susupan dari BIN: Berarti kalian benar punya alasan untuk membunuhnya? sebelum meninggal kalian telah memberikan keputusan hukuman mati kepada beliau dan disinipun Omar Puteh menyatakan "memang pantas beliau dihukum mati" lebih kurang dianggap sebagai penghianat.

Dari dasar2 diatas tanpa sadar dan dengan petunjuk Allah SWT maka secara tidak langsung bahwa Omar Puteh telah membuka jalan bagi sipelaku pembunuhan Don Zulfahri yang selama ini masih misteri dan gelap apakah oleh GAM atau TNI. Kalau dari cerita Omar Puteh nyata2 disebutkan bahwa Don Zulfahri adalah penghianat dan merupakan susupan dari BIN / TNI dan INDIKASI dan ALASAN untuk membunuhnya lebih besar ketimbang TNI. Bagaiaman mungkin TNI membunuhnya kalau memang benar seperti apa yang disebutkan oleh Omar Puteh bahwa Don Zulfahri adalah susupan BIN yang berarti orangnya sendiri .Omar Omar makanya kalian semua termasuk Ahmad CS bertobatlah !

Kemudian si Omar juga bercuap dengan mulutnya yang bau busuk menyatakan: "Via Nur Nikmat, dari Perdata Gas, Gubernur NAD Abdullah Puteh telah menyerahkan RM 100.000 untuk T. Don Zulfahri, Sekjen MP GAM. Dari sebahagian jumlah itulah T. Don Zulfahri membiayai dirinya naik haji, ke Kampung Seronok di Bayan Lepas, Penang. Haji Penang! "

Kamu bisa buktikan disini berupoa kuitansi atau sejenisnya yang membuktikan bahwa apa yang anda katakan itu benar ? kalau memang ada buktinya tolong beberkan dan jangan hanya asal nulis saja karena tanpa bukti maka itu namanya fitnah dan tahu hukumnya dihadapan Allah SWT ? Kalian selama ini terutama si Ahmad selalu menuntut bukti nyata atas segala sesuatunya mengenai Aceh dll , maka sekarang saya ingin menutuh kalian buktikan hal ini kalau memang kalian konsisten . Kalu Tidak bisa buktikan maka Kalian memang benar2 PEMBOHONG BESAR ! dan TIDAK PANTAS lagi untuk MENULIS !

Demikian dulu dan saya mau sarapan dulu soalnya nasi uduk udah tersedia dimeja makan saya dan selamat mengetik yach ?

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------