Stockholm, 16 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO TERUS DIANGON SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, BIN & TNI/POLRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN MEMANG ITU SUMITRO MAKIN BUDEK DIANGON SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, BIN & TNI/POLRI UNTUK DIPAKAI ALAT MENGHANCURKAN ASNLF ATAU GAM

"Wahai si Ahmad pengecut dan bodoh sudah jelas tulisan itu disampaikan si Omar Puteh ditujukan kepada saya dan bukan atas tulisan Rokhmawan. Sekali lagi saya kutip yach." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Mon, 16 Aug 2004 16:43:47 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Memang Sumitro ini karena otaknya kosong, dan hanya pandainya menjiplak tulisan dan mengutip tulisan orang lain, makin kelihatan dalam tulisannya di mimbar bebas ini. Dan tanpa Sumitro sadari bahwa dirinya telah dipakai alat oleh BIN, TNI/POLRI, Megawati, Yudhoyono untuk menjadi ujung tombak tumpul melawan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila.

Lihat dan perhatikan tanggapannya terhadap apa yang telah saya sampaikan pagi tadi. Dimana Sumitro menulis: "Wahai si Ahmad pengecut dan bodoh sudah jelas tulisan itu disampaikan si Omar Puteh ditujukan kepada saya dan bukan atas tulisan Rokhmawan"

Memang Sumitro, itu tulisan Omar Puteh ditujukan kepada saudara, atas tulisan "Sumitro kacung Susilo Bambang Yudhoyono coba pukul GAM pakai isu Teuku Don Zulfahri"

Tetapi karena Sumitro ini kosong otaknya, maka ia ketika membaca tulisan Ahmad Sudirman hanya lalu begitu saja.

Ketika Omar Puteh menulis: "Sumitro! Orang yang sudah matikan tidak baik di ungkit-ungkit kejahatannya? Cobalah kamu tanyakan kepada Rohmawan Agus Santosa Cs, bagaimanakah komentar mereka?!" (Omar Puteh, 15 Agustus 2004)

Sumitro, itu Omar Puteh menulis begitu, tetapi karena kalian Sumitro yang budek dan bodoh, maka tidak paham dan tidak mengerti apa yang dimaksud Omar Puteh itu.

Itu yang dimaksud oleh Omar Puteh adalah begini, hai Sumitro mengapa engkau ungkit-ungkit kejahatan orang yang sudah mati, padahal Rokhmawan sangat menentangnya, seperti mengungkit-ungkit Soekarno ?. Tetapi kalau engkau Sumitro mau juga mengungkit-ungkit orang yang sudah mati, maka Omar Puteh mengatakan: "biarlah kami bantu kamu".

Maka berceritalah Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman Omar Puteh ketika membicarakan tentang Teuku Don Zulfahri.

Kemudian setelah saya membaca dan menganalisa apa yang ditulis oleh Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri itu, ternyata Omar Puteh hanya melihat dari sudut politik. Karena itulah saya mengatakan: "Dan kalau dilihat dari sudut hukum, maka apa yang ditampilkan oleh Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri belum bisa atau tidak bisa dijadikan sebagai bahan fakta dan bukti hukum untuk dijadikan alasan bagi pihak Kepolisian dan Kejaksaan di Kerajaan Malaysia guna menuntut penjatuhan vonis hukuman dari pihak tim Hakim. Karena apapun yang dituliskan oleh saudara Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri, selama itu masih merupakan analisa politik, dan wacana pandangan pribadi, maka selama itu belum bisa dipakai sebagai pegangan fakta dan bukti kuat terbunuhnya Teuku Don Zulfahri." (Ahmad Sudirman, 16 Agustus 2004).

Kemudian saya juga mengatakan: "Disini kita harus berbicara masalah fakta dan bukti dilihat dari sudut hukum. Bukan dilihat dari sudut politik. Kalau memang ingin memecahkan kasus terbunuhnya Teuku Don Zulfahri di Malaysia secara adil dan menurut prosedur hukum yang berlaku. Kalau hanya sekedar analisa politik silahkan siapa saja bisa mengungkapkannya di mimbar bebas ini. Tidak akan ada penyensoran. Hanya tentu saja, kalau sekedar bicara politik tanpa fakta dan bukti hukum, maka selama itu tetap saja kasus terbunuhnya Teuku Don Zulfahri tidak akan terkuak dan tidak akan dapat dipecahkan." (Ahmad Sudirman, 16 Agustus 2004)

Sekarang, karena apa yang ditulis oleh Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri hanya dilihat dari sudut politik, maka Ahmad Sudirman melihat tulisan Omar Puteh itu tidak bisa dijadikan sebagai fakta dan bukti hukum yang bisa dijadikan alat bukti oleh pihak Kepolisian dan Kejaksaan di Kerajaan Malaysia untuk menentukan pelaku pembunuhan dan untuk menjatuhkan vonis hukuman terhadap pelaku pembunuhan terhadap Teuku Don Zulfahri.

Jadi Sumitro, apapun yang ditulis oleh Omar Puteh dalam tulisannya tentang Teuku Don Zulfahri itu hanyalah analisa politik menurut kacamata yang dipakai oleh Omar Puteh.

Tetapi kalau kalian Sumitro yang otak kalian kosong mau berdebat politis menghadapi apa yang dinyatakan oleh Omar Puteh tentang Teuku Don Zulfahri sampai kapanpun tidak akan selesai dan tidak ada ujung pangkalnya.

Paling para peserta di mimbar bebas ini akan melihat dan memperhatikan bahwa Sumitro hidungnya memang sudah ditarik oleh BIN, TNI/POLRI, Megawati, dan Yudhoyono untuk dipakai alat menghancurkan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh Negara pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, rokh_mawan@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO, WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI OTAK KOSONG TENTANG ACHEH
Date: Mon, 16 Aug 2004 16:43:47 +0700

Wahai si Ahmad pengecut dan bodoh sudah jelas tulisan itu disampaikan si Omar Puteh ditujukan kepada saya dan bukan atas tulisan Rokhmawan. Sekali lagi saya kutip yach.

"Sumitro! Orang yang sudah matikan tidak baik di ungkit-ungkit kejahatannya? Cobalah kamu tanyakan kepada Rohmawan Agus Santosa Cs, bagaimanakah komentar mereka?!"

Nach sudah jelas itu tulisan ditujukan kepada saya dan anda mengartikan jalan pikiran si Omar Puteh seenak dengkul anda. Apa benar jalan pikiran si Omar persis sama dengan jalan pikiran anda wah anda luar biasa itu ! biar si Omar yang jelaskan jangan anda seakan-akan pikiran si omar = pikiran anda.

coba sekali lagi saya copykhan tulisan si Amar yach. "rabu 4 Agustus 2004, mata diskusi berjudul: "Sumitro Kacung Susilo Bambang Yudhoyono PukulGAM Pakai Isu T. Don Zulfahri", telah disodorkan oleh pengelola mimbar diskusi ini, Ustadz Ahmad Sudirman, kepada kita semua pesertanya untuk didiskusikan bersama. Mengapa Sumitro kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono itu, telah menyeret T. Don Zulfahri yang sudah mati, ke dalam forum diskusi ini? Sumitro! Orang yang sudah matikan tidak baik di ungkit-ungkit kejahatannya? Cobalah kamu tanyakan kepada Rohmawan Agus Santosa Cs, bagaimanakah komentar mereka?!"

Nach apa itu tidak jelas si Omar menulis tertuju dengan tulisan saya dan bukan Rokhmawan...? si Ahmad ini benar2 BODOH, PENGECUT dan DUNGU sekali yach ? terus bagaiaman dengan komentar saya : "Terus anda bilang bahwa Don Zukfahri merupakan penghianat dan susupan dari BIN: Berarti kalian benar punya alasan untuk membunuhnya? sebelum meninggal kalian telah memberikan keputusan hukuman mati kepada beliau dan disinipun Omar Puteh menyatakan "memang pantas beliau dihukum mati" lebih kurang dianggap sebagai penghianat.

Dari dasar2 diatas tanpa sadar dan dengan petunjuk Allah SWT maka secara tidak langsung bahwa Omar Puteh telah membuka jalan bagi sipelaku pembunuhan Don Zulfahri yang selama ini masih misteri dan gelap apakah oleh GAM atau TNI. Kalau dari cerita Omar Puteh nyata2 disebutkan bahwa Don Zulfahri adalah penghianat dan merupakan susupan dari BIN / TNI dan INDIKASI dan
ALASAN untuk membunuhnya lebih besar ketimbang TNI. Bagaiaman mungkin TNI membunuhnya kalau memang benar seperti apa yang disebutkan oleh Omar Puteh bahwa Don Zulfahri adalah susupan BIN yang berarti orangnya sendiri .Omar Omar makanya kalian semua termasuk Ahmad CS bertobatlah !

Kemudian si Omar juga bercuap dengan mulutnya yang bau busuk menyatakan: "Via Nur Nikmat, dari Perdata Gas, Gubernur NAD Abdullah Puteh telah menyerahkan RM 100.000 untuk T. Don Zulfahri, Sekjen MP GAM. Dari sebahagian jumlah itulah T. Don Zulfahri membiayai dirinya naik haji, ke Kampung Seronok di Bayan Lepas, Penang. Haji Penang! "

Kamu bisa buktikan disini berupoa kuitansi atau sejenisnya yang membuktikan bahwa apa yang anda katakan itu benar ? kalau memang ada buktinya tolong beberkan dan jangan hanya asal nulis saja karena tanpa bukti maka itu namanya fitnah dan tahu hukumnya dihadapan Allah SWT ? Kalian selama ini terutama si Ahmad selalu menuntut bukti nyata atas segala sesuatunya
mengenai Aceh dll, maka sekarang saya ingin menutuh kalian buktikan hal ini kalau memang kalian konsisten . Kalu Tidak bisa buktikan maka Kalian memang benar2 PEMBOHONG BESAR ! dan TIDAK PANTAS lagi untuk MENULIS !"

Ahmad Ahmad aku cuti biar Ahmad merenung dan bila perlu ke psikolog atau berobat jiwanya kok enggak berubah juga aku juga bingung kok swaramoeslim mau yach menyelibkan tulisan si Ahmad kedalam milisnya ?

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------