Stockholm, 18 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN COBA TERUS BELA MEGAWATI DAN SISTEM THAGHUT PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS MAKIN KELIHATAN ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI COBA TERUS BELA MEGAWATI DAN SISTEM THAGHUT PANCASILA

"Nah sedangkan di Aceh atau di Indonesia berbeda dengan kondisi di Makkah periode Jahiliyah. Jelas sekali kalau pejabat-pejabat RI mayoritas beragama islam, dakwah di Indonesia tidak dikekang asalkan tidak mengandung kekerasan fisik dan masih banyak lagi syariat islam yang lainnya yang mendapat kelonggaran dari pemerintah. Kemudian mengenai perang fisik, jelas Rosululloh SAW berperang (angkat snjata) melawan orang-oran kafir harby bukan orang islam. Memerangi orang islam yang dlolim, fasyik dll tidak dengan kekerasan fisik (angkat senjata) melainkan dengan dakwah dengan hujjah-hujjah yang jelas." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Tue, 17 Aug 2004 19:15:21 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Jelas kelihatan itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi makin munafik dan sesat saja.

Coba perhatikan dalam tulisannya pagi ini. Karena buta hati, kebodohan dan kedunguannya tidak mau belajar apa yang telah dilakukan oleh Soekarno dengan sistem thaghut pancasilanya hasil kutak-katiknya sendiri yang telah menjajah Negeri Acheh, maka Wahabiyin Rokhmawan tidak tanggung-tanggung dengan suara paham wahabinya yang diimport dari Saudi mengumandangkan suara palsunya: "Jelas sekali kalau pejabat-pejabat RI mayoritas beragama islam, dakwah di Indonesia tidak dikekang asalkan tidak mengandung kekerasan fisik dan masih banyak lagi syariat islam yang lainnya yang mendapat kelonggaran dari pemerintah."

Itulah suara Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang buta hati, bodoh dan dungu tentang akar utama konflik yang terjadi di Negeri Acheh.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi nyata-nyata dengan penuh kesadaran telah menutupi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang benar mengenai perampokan, pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno terhadap Negeri Acheh.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah dengan sengaja berada dibarisan paling depan untuk membela kejahatan Soekarno yang telah melakukan kebiadaban menghancurkan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas daripengaruh kekuasaan Negara Pancasila dan sistem thaghut pancasilanya.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan penuh kesadaran telah menjadikan diri mereka sebagai tameng penutup para penerus Soekarno yang telah dengan sadar membunuh, memperkosa, menjarah, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh yang sudah berlangsung 54 tahun ini.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah dengan sadar dan penuh tanggung jawab berada dibelakang perang yang dikobarkan oleh para pimpinan RI dengan sistem thaghut pancasilanya, dengan membuat anggapan bahwa "pejabat-pejabat RI mayoritas beragama islam, dakwah di Indonesia tidak dikekang asalkan tidak mengandung kekerasan fisik dan masih banyak lagi syariat islam yang lainnya yang mendapat kelonggaran dari pemerintah"

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah berusaha dengan penuh kesadaran untuk menutupi kejahatan para pimpinan RI yang telah menduduki dan menjajah Negeri Acheh dengan kain penutup yang bertuliskan "pejabat-pejabat RI mayoritas beragama islam".

Betapa munafik dan sesatnya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Kalian tidak perlu membawa-bawah manhaj Rasulullah saw. Karena kalian memang telah dengan sadar dijadikan alat pisau tumpul oleh Megawati, BIN, TNI/POLRI untuk dipakai membunuh dan memperkosa rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mata hati kalian memang benar sudah buta. Kalian tidak tahu apa yang ada didepan dan disamping kalian jeratan tali ikatan thaghut pancasila yang secara langsung kalian bela melalui ungkapan kata kalian "pejabat-pejabat RI mayoritas beragama islam".

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, apakah kalian tidak mempelajari para pimpinan Eksekutif RI, dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang Megawati telah dengan nyata dan jelas-jelas membangkang manhaj Rasulullah saw dalam membangun dan menenegakkan apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi masih juga dengan penuh kesadaran menutupi dan mau menjadi tameng mereka dari kemunafikan yang telah mereka tampilkan di atas pentas Negara RI ini.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak perlu lagi kalian tampil untuk menyuarakan manhaj Rasulullah saw, karena kalian itu sebenarnya bukan manhaj Rasulullah saw yang kalian ikuti, melainkan manhaj Wahabi kalian yang sekarang sedang dijalankan di Kerajaan Saudi Arabia, dan di sebar luaskan keluar wilayah kekuasaan Saudi. Jangan mimpi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Kemudian kalian singgung saudara Muhammad Al Qubra: "mengagumi Negara Republik Iran". Lalu kalian kaitkan dengan paham "syiah", dan kalian munculkan tulisan tentang syiah.

Sungguh munafik dan bodoh memang kalian, wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Itu saudara Muhammad Al Qubra memang pernah menulis dalam salah satu tulisannya: "Iran tidak sama dengan system negara negara yang lain, khususnya negara negara yang menamakan diri Negara Islam, lalu terfitnah. Negara negara yang menamakan diri negara Islam, sesungguhnya adalah negara negara "Orang Islam", bukan negara Islam, contohnya negara THAGHUT Hindunesia Jawa, itu modelnya yang berjingkrak jingkrak mengaku sebagai negara Islam" (Muhammad Al Qubra, Thu, 22 Jul 2004 17:57:29 +0200 (CEST)).

Dimana saudara Muhammad Al Qubra menulis tentang Iran sebagai Negara Islam, bukan berarti otomatis bahwa saudara Muhammad Al Qubra sebagai seorang syiah atau penganut paham syiah yang dikaitkan dengan Negara Republik Islam Iran.

Itu Muhammad Al Qubra ingin menunjukkan bahwa para pimpinan di negara-negara yang mengatasnamakan negara Islam, sebenarnya adalah negara-negara "orang Islam". Karena seperti contohnya di RI itu dasar dan sumber hukum Negara RI adalah bukan Islam melainkan pancasila hasil kutak-katik Soekarno penipu licik dan penjajah Negeri Acheh.

Coba bandingkan mana yang lebih baik Negara RI yang dasar dan sumber hukumnya pancasila hasil kutak-katik Soekarno atau Negara Republik Islam Iran yang dasar dan sumber hukumnya Islam yang oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dikatakan sebagai "kebathilan bahkan kesesatan"

Padahal Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan penuh kesadaran telah ikut menceburkan diri kedalam lumpur sistem thaghut pancasila dalam bentuk ikut bersekutu dan menyokong pembunuhan yang dilakukan TNI terhadap rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Disamping itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah menjadi corong paham wahabi di Negara kafir RI ini untuk ikut-ikutan membentengi "pejabat-pejabat RI mayoritas beragama islam" yang telah disumpah untuk taat dan setia pada pancasila dan UUD 1945 yang dalam Pembukaannya mengandung rincian butir-butir pancasila hasil kutak-katik Soekarno.

Itulah kemunafikan dan kesesatan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan paham wahabi-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 17 Aug 2004 19:15:21 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs Renungkanlah yang Satu Ini
To: ahmad@dataphone.se
Cc: serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, webmaster@detik.com, kompas@kompas.com, solopos@bumi.net.id, editor@jawapos.co.id, achehmerdeka@yahoo.com, redaksi@sinarharapan.co.id, redaksi@forum.co.id, gatra@gatra.com, koran@tempo.co.id, ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Penyimpangan Syiah
Saudara-saudaraku umat islam di manapun berada, dikarenakan di mimbar bebas ini kemaren lusa ada seorang atau beberapa orang yang mengagumi Syiah, maka akan saya sampaikan artikel mengenai kesesatan Syiah. Di mana orang tersebut mengagumi negara Republik Iran dan yang ber-Madzhab Syiah.
Di bawah inilah mengenai awal mula perjalanan kesesatan Madzhab Syiah :

1.Pada awalnya hanya sebatas perkara Ijtihad, yakni bermadzhab Ali bin Abi Thalib. Mengakui keutamaan Abu Bakar dan Umar.. Seperti apa yang diriwayatkan dalam 80 Sanad bahwa Ali bin Abi Thalib ? menyatakan dimimbar Kuffah dengan tegas; "Seutama-utama umat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar dan Umar" oleh karena itu seperti yang dikatakan Surais yang dijuluki Syi'ahtu Ali (Orang yang bermazhab Ali bin Abi Thalib) dia mengatakan: "Barang siapa yang tidak meyakini keyakinan itu, maka bukan Syi'ahtu Ali."

2.Kemudian berkembang dengan memulai membicarakan keutamaan Ali bin Abi Thalib ?.

3.Kemudian berkembang lebih lanjut dan mulai masuk kedalam Bid'ah sedikit demi sedikit dengan membandingkan keutamaan Ali dengan Utsman, Abu Bakar dan Umar, sampai mengutamakan Ali daripada mereka.

4.Dan Naik kepada bid'ah lebih lanjut dengan melihat dan membicarakan Siapa sebenarnya yang lebih berhak untuk mengganti kepemimpinan setelah Rasulullah ?.

5.Kemudian naik lagi kepada tingkatan bid'ah yang lebih besar dengan mengatakan khianatnya Abu Bakar, Umar dan Para Shahabatnya.

6.Kemudian naik lagi kepada bid'ah pencacian para shahabatnya sampai pengkafiran kepada mereka.

7.Kemudian naik kepada tingkatan bid'ah yang lebih besar lagi, dengan mensejajarkan kedudukan Ali dengan para Nabi dengan berbagai bentuk pensejajarannya.

8.Kemudian sampai kepada tingkatan yang lebih extrim dengan mempertanyanyakan kejujuran Jibril setelah mereka membicarakan tentang riwayat penurunan Al-Qur'an dengan penyatuan dan penulisannya kedalan satu Mus'af dan juga kepada bid'ah lainnya dengan meragukan hadits-hadits Rasulullah ? yang diriwayatkan oleh para shahabat Nabi.

9.Sampai jatuh kepada ke-Syirikan dengan men-Tuhankan Ali bin Abi Thalib. seperti yang terjadi pada pemerintahan Ali bin Abi Thalib; mereka dihukum oleh Ali bin Abi Thalib sendiri dengan dihukum bakar.

Hal ini diatas merupakan tipu daya Syaitan untuk menyesatkan kita sedikit demi sedikit dimulai dengan membicarakan keutamaannya, kemudian ghuluw (sikap berlebih-lebihan) dalam soal pengagungan terhadap orang-orang shaleh, terus sedikit demi sedikit sampai menTuhankannya. Hal ini terjadi pula pada kaumnya Nabi Nuh ? tatkala mereka berlebih-lebihan terhadap orang-orang shaleh mereka yaitu: Wadd, Suwa', Ya'uq, Yaghuts dan Nasr. Ini adalah nama orang-orang shaleh dari kaum Nuh. Tatkala mereka meninggal dunia, setan membisikan kepada kaumnya agar mereka membangun patung-patung (peringatan) agar kaumnya selalu ingat dan menteladani orang shaleh tersebut. Dan diberi nama sesuai dengan nama-nama mereka. Maka orang-orang itupun menuruti, dan ketika itu mereka masih belum disembah. Setelah generasi para pembangun patung itu meninggal dunia dan diganti oleh generasi selanjutnya, maka mereka menganggap bahwa orang-orang saleh yang telah mati tersebut dapat membantu untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memohon syafaatnya, sampai patung-patung itu disembah oleh mereka.

Maka yang terjadi diatas merupakan janji dari syaitan untuk menyesatkan kita dari jalan yang lurus kepada jalan syubhat dan bid'ah, agar kebanyakan manusia mengingkari perintah Allah dan Rasulnya, dengan meninggalkan dan menolak Sunnah ini.

Oleh karena itu, jika kita mengetahui isi kitab-kitab mereka (Syi'ah Rafidhah), niscaya akan di temukan penyimpangan mereka sesuai dengan tahapan-tahapannya. Wallahu a'lam bisshawab.

Beberapa penyimpangan Manhaj Syiah :
1. Dimulai oleh Abdullah bin Saba' (Bangsa Yahudi) dijaman pemerintahan Utsman bin Affan ? dengan mulai mengeluarkan bid'ah: Bahwa setiap Nabi mesti menyebutkan nash tentang calon penggantinya yang nash tersebut merupakan wahyu dari Allah ? kepada Nabi tersebut sebagaimana dikatakannya bahwa Nabi Musa digantikan oleh Nabi Harun sepeninggalnya. (pent-padahal Harun lebih dahulu meninggal sebelum musa), maka demikian pula Muhammad ? mestinya juga menyampaikan nash. Mustahil hal yang sangat penting ini tidak beliau sampaikan, maka dia membikin gosip bahwa sesungguhnya Muhammad ? menyebutkan nash kedudukan orang terdekat baginya, maka Abdullah bin Saba' menggambarkannya bahwa orang yang terdekat adalah yang mempunyai hubungan darah dengan muhammad ?. Kemudian mulai menuduh para shahabat. Menyembunyikan wasiat tersebut.

2.Kemudian adalah Ar-Raj'ah yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum Qiamat di kala Imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya, cerita ini menyebar dalam kitab-kitab mereka salah satunya kitab Jalailul Nubuwah karangan Muhammad bin Jarir bin Rustam at-Tabhari, dan mengaburkan namanya dengan menghilangkan kata Rustam agar sama dengan nama tokoh ahlus Sunnah hingga tokoh Ahlus Sunnah ini terkena fitnah Syi'ah.

3.Shalat magrib mereka mempunyai kesamaan dengan kaum yahudi dengan mengerjakan ibadah pada sore hari ketika sudah tampak bintang-bintang dilangit. (hal ini dikatakan oleh Imam As-sya'bi). Oleh karena itu kaum Rhafidah menyembunyikannya dengan mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba' karena mempunyai kesamaan dengan mereka.

4.Kemudian agama mereka dipengaruhi oleh agama Persia. Setelah bangsa Persia dikalahkan oleh pasukan kaum muslimin pada peperangan yang dimulai pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Umar hingga putri Yastajir pun menjadi budak , kemudian dibebaskan oleh Husen bin Ali kemudian menikah dengannya, dan dari perkawinannya inilah lahirlah (1) Ali zainal Abidin kemudian darinya lahir (2) Muhammad bin Ali muhammad al Basyir Abu Ja'far kemudian lahir (3) Jafar bin Muhammad atau Muhammad bin Abdullah kemudian terkenal dengan nama Ja'far as-shoddiq, kemudiam darinya lahirlah (4) Musa bin Ja'far Abi Ibrahim atau terkenal dengan istilah Musa al-Kazhim kemudian darinya lahir (5) Ali bin Musa Abul Hasan atau Ali Ar-Ridha dan darinya (6) lahir Muhammad bin Ali atau Muhammad Al Jawas, kemudian darinya lahir (7) Ali bin Muhammad Abul Hasan dengan gelar Ali al Hadi dan yang kesebelas Al Hasan bin Ali Abu Muhammad dengan gelar Al-Askary dan keyakinan mereka yang kedua belas disebutkan adalah imam khayali, padahal iman yang kesebelas meninggal sebelum menikah.

5.Sesungguhnya keturunan Husein banyak namun hanya keturunan dari Ali zaenal abidinlah yang diutamakan karena merupakan keturunan putri terakhir dari dinasti bani Syasan Persia yang sekarang sudah berubah menjadi Iran yang mayoritas penduduk iran adalah bangsa Persia.

6.Rijalul Kasyi hal 15 karena Salman adalah pintu Allah dimuka bumi barang siapa yang meyakininya berarti mukmin dan yang tidak meyakini kafir (golongan Syiah Salmaniyah)

7.Juga dikatakan dihalaman 16 bahwa Salman ini turun kepadanya wahyu Allah, oleh karena itu dikalangan kaum rafidhah terdapat kalangan Salmaniyah.

Sesungguhnya Bid'ah yang besar itu dimulai dari bid'ah yang kecil, karena sangat kecilnya bid'ah tersebut sehingga menyerupai kebenaran.

Bentuk penyebaran Manhaj Syiah
1. Memperkenalkan bahwa dirinya adalah pengikut madzhab Ali bin Abi Thalib, dengan membicarakan riwayat-riwayat keutamaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait.

2. Gerakan pengrusakan dan pengkaburan mereka dilakukan dengan cara membawakan hadits-hadits yang dikenal dikalangan Ahlus Sunnah kemudian dengan membawakan ayat-ayat Qur'an untuk kemudian dibawakan kepada pemahaman-pemahaman mereka . Seperti hal ini dilakukannya didalam kitab mereka Minhajul Karamah, kemudian kitab Al-Ihtijaz dalam satu jilid yang hal ini untuk membikin bimbang umat Islam. Dan ini telah dibantah dengan tuntas oleh para Imam Ahlus Sunnah diantaranya oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Minhajus Sunnah dalam dua jilid besar.

3. Setelah hal diatas dilakukan, maka mereka mengajak kaum muslimin untuk mau merujuk kepada kitab-kitab mereka, dengan banyak mencetak kitab-kitab mereka melalui berbagai cara. Namun hal ini membuat mereka tambah diketahui penyimpangan-penyimpangan mereka oleh para Imam Ahlus Sunnah. Padahal paja jaman terdahulu mereka jarang menampakkannya karena kedudukan mereka terancam dengan banyaknya para Imam Ahlus Sunnah pada jaman itu dan hanya sedikit yang bocor yang diketahui oleh para Imam sehingga mereka banyak bertakiyah (menyembunyikan) agama mereka. Hingga saat ini dengan sedikitnya para Ulama Ahlus Sunnah mereka merasa aman dengan hal itu, sehingga mereka dengan leluasa berani menyebarkan kitab-kitab mereka.

Mengapa orang tersebut kalau tidak salah M.Al-kubro mengagumi Negara Republik Iran ?. Jelas sekali jawabannya adalah dikarenakan di negara tersebut diberlakukan hukum-hukum syariat islam.

Sayang sekali mereka tidak tahu akan kesesatan-kesesatan yang selama ini ada pada warga iran yg beraliran Syiah. Mungkin mereka ( M.Al-kubro ) sudah tahu tetapi karena hukum-hukum Alloh SWT berhasil ditegakkan di Negara Iran, merekapun mengaguminya. Jelas sekali kalau Negara Iran yang beraliran Syiah telah mencampuradukkan antara hak dan bathil. Telah kita ketahui bersama bahwa hukum-hukum Alloh SWT adalah kebenaran, sedangkan Syiah bertolak belakang dengan kebenaran yaitu kebathilan bahkan kesesatan. Yang namanya kebenaran berjalan di atas kebenaran, tidak bisa dikatakan suatu kebenaran apabila kebenaran itu berjalan di atas atau bersamaan dengan kesesatan.

Agar mempermudah kaliyan dalam memahami, akan saya ibaratkan : Anggap saja kita memiliki 2 gelas, gelas A berisi kopi dan gelas B berisi susu/air putih, nah agar gelas A tadi berwarna putih atau berisi air susu asli maka langkah kita adalah buang itu air kopi dan isilah dengan air susu/air putih. Sedangkan kalau air kopi dlm gelas A tadi tidak kita buang namun langsung kita isi dengan air susu maka warnanyapun tidak sesuai yg kita inginkan dan namanyapun bukan air susu atau air putih.

Begitu pula yang terjadi di Aceh, seandainya dapat merdeka dan bisa memberlakukan hukum syariat islam tetapi dengan cara perang sesama muslim, maka ini bukanlah kebenaran yang hakiki. Itu baru dilihat dari satu sisi belum yang lainnya seperti pengutamaan Sunnah-sunnah Rosululloh SAW di dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang ingin membangun kembali Daulah Islamiyah atau memberlakukan hukum syariat islam di negara tertentu, jelasa harus senantiasa mengutamakan dan mengamalkan Sunnah-sunnah Rosululloh SAW dalam setiap langkahnya. Kemudian orang tersebut harus memulai dari jalan Dakwah sebagaimana dakwahnya Rosululloh SAW yang tanpa kenal lelah dan penuh kesabaran.

Adakah Warga NII, Anggota GAM/TNA dapat bersabar dengan kondisi yang ada ?. Nyata sekali mereka tidak bisa bersabar dengan keadaan ini, mereka melupakan dakwah Rosululloh SAW yang hikmah dan bijaksana. Mereka hanya meniru Rosululoh dalam beberapa segi seperti hijrah (pindah) dan perang.

Pada saat Rosululloh SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah, ini adalah pertolongan dan perintah Alloh SWT di karenakan didalam masyarakat Makkah tersebut islam mengalami berbagai hambatan di semua segi kehidupan dari kafir quraisy.

Nah sedangkan di Aceh atau di Indonesia berbeda dengan kondisi di Makkah periode Jahiliyah. Jelas sekali kalau pejabat-pejabat RI mayoritas beragama islam, dakwah di Indonesia tidak dikekang asalkan tidak mengandung kekerasan fisik dan masih banyak lagi syariat islam yang lainnya yang mendapat kelonggaran dari pemerintah.

Kemudian mengenai perang fisik, jelas Rosululloh SAW berperang (angkat snjata) melawan orang-oran kafir harby bukan orang islam. Memerangi orang islam yang dlolim, fasyik dll tidak dengan kekerasan fisik (angkat senjata) melainkan dengan dakwah dengan hujjah-hujjah yang jelas.

Adapun yang dilakukan Anggota GAM/TNA demi kemerdekaan dan berlakunya hukum-hukum syariat islam, pada saat ini bertentangan dengan apa yang dicontohkan Rosululloh SAW ketika terbentuknya Daulah Islamiyah di Madinnah.

Kelihatan sekali kalau mereka (Hasan Tiro cs dan Anggota GAM/TNA) menjadikan negara sebagai tujuan hidup, ini adalah salah kaprah bahkan bisa dikatakan bid'ah.

Adapun Ahmad Sudirman dulu pernah mengatakan Negara Islam bukan tujuan melainkan alat, inipun juga omong kosong. Karena apa, jelas melihat tingkah laku/ perbuatan dan ideologis mereka, maka dengan sendirinya mereka menjadikan negara islam sebagai tujuan hidup.

Padahal yang benar adalah Negara atau pemerintahan islam merupakan hasil bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Alloh SWT.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------