Stockholm, 19 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

JAYADI KAMRASYID BERUSAHA KERAS TUTUPI KEJAHATAN SOEKARNO MENJAJAH ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JAYADI KAMRASYID AKTIVIS KNPI BERUSAHA KERAS MENUTUPI KEJAHATAN SOEKARNO MENJAJAH NEGERI ACHEH

"Bung Ahmad: Aceh tidak pernah dijajah. Baik di zaman Belanda, Jepang, dan Indonesia merdeka. Rakyat Aceh menderita karena adanya orang-orang seperti Bung Ahmad yang menjual rakyat Aceh di luar negeri untuk memperoleh warga negara asing dan pekerjaan yang enak. Inilah masahnya. Jadi bertobatlah bung. Kembalilah mengurus Aceh secara damai. APBD-nya sekarang banyak dikorupsi oleh Pemda. Perlu orang jujur untuk mengurus Aceh. Memberantas kemiskinan dalam bingkai Republik Indonesia. Bertobatlah bung. Pintu amnesti sedang terbuka. Maklum bentar lagi SBY Presiden, ia akan mengejar orang-orang GAM kemana pun ia berada." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Wed, 18 Aug 2004 13:12:47 EDT)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA.

Sudah hampir lebih dari empat tahun saudara Jayadi Kamrasyid berhadapan menghadapi Ahmad Sudirman dalam hal Negeri Acheh yang dijajah oleh Presiden RIS Soekarno. Tetapi tetap saja otak saudara Jayadi Kamrasyid tidak terisi oleh siraman pengetahuan yang benar tentang kejahatan Soekarno yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Coba saja perhatikan apa yang ditulis saudara Jayadi Kamrasyid yang sampai hari ini masih mendekam di New Haven, Connecticut, USA: "Aceh tidak pernah dijajah. Baik di zaman Belanda, Jepang, dan Indonesia merdeka. Rakyat Aceh menderita karena adanya orang-orang seperti Bung Ahmad yang menjual rakyat Aceh di luar negeri untuk memperoleh warga negara asing dan pekerjaan yang enak. Inilah masahnya."

Walaupun saudara Jayadi Kamrasyid hidup dan belajar di Negara George W. Bush, tetapi karena otaknya memang beku, tetap saja ketika melihat Negeri Acheh, itu kejahatan Soekarno tidak terlihatnya.

Karena itu memang wajar dan masuk akal kalau saudara Jayadi Kamrasyid dengan seenak udelnya mengatakan: "Aceh tidak pernah dijajah. Baik di zaman Belanda, Jepang, dan Indonesia merdeka" Itu yang dilambungkan oleh saudara Jayadi Kamrasyid adalah hasil dari otak udang.

Anak SD bisa ditipu dengan cara licik model penipu licik Soekarno. Tetapi, Ahmad Sudirman mana bisa ditipu oleh Soekarno dan para penerusnya, khususnya oleh saudara Jayadi Kamrasyid yang otaknya beku, sehingga menjadi otak udang.

Memang kelihatan saudara Jayadi Kamrasyid ini buka mulut lagi setelah saya menulis "Sudah 54 tahun Acheh diduduki & dijajah RI".

Karena saudara Jayadi Kamrasyid tidak mampu memberikan argumentasi yang jelas dan benar berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang bisa membenarkan kejahatan Presiden RIS Soekarno menjajah Negeri Acheh, maka diambillah jalan singkat dengan cara melambungkan hasil pemikiran otak udangnya: "Aceh tidak pernah dijajah. Baik di zaman Belanda, Jepang, dan Indonesia merdeka"

Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tertawa membaca hadil pikiran saudara Jayadi Kamrasyid hasil cetakan pendidikan di Negara Federasi George W. Bush ini.

Yang paling gombal dari hasil pikiran saudara Jayadi Kamrasyid ini adalah dengan menambah kebudekannya dengan mengatakan: "Rakyat Aceh menderita karena adanya orang-orang seperti Bung Ahmad yang menjual rakyat Aceh di luar negeri untuk memperoleh warga negara asing dan pekerjaan yang enak. Inilah masahnya."

Coba saja perhatikan dengan teliti, masa Ahmad Sudirman "menjual rakyat Acheh diluar negeri untuk memperoleh warga negara asing".

Ahmad Sudirman bukan menjual rakyat Acheh untuk mendapat warganegara Swedia. Justru sebaliknya, karena ulah Soeharto yang telah mencabut warga negara Ahmad Sudirman melalui Noer Hassan Wirajuda dan Ferdy Salim yang akhirnya Swedia memberikan kewarganegaraannya kepada Ahmad Sudirman.

Jadi, saudara Jayadi Kamrasyid, itu hasil otak udang saudara itu tidak nyambung dan tidak kena dengan kenyataan sebenarnya yang dialami oleh Ahmad Sudirman tentang warga negara asing.

Kamrasyid kalau saudara memang tidak sanggup mempertahankan Negeri Acheh dari tangan Megawati Cs, Akbar Tandjung Cs, dan Amien Rais Cs, tidak perlu saudara memutar balik fakta dan bukti kejahatan Presiden RIS Soekarno yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh dengan mengatakan: "Aceh tidak pernah dijajah. Baik di zaman Belanda, Jepang, dan Indonesia merdeka"

Jayadi Kamrasyid, yang harus bertobat bukan Ahmad Sudirman, melainkan itu para penerus Soekarno seperti Megawati, Akbar Tandjung, Amien Rais, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, Susilo Bambang Yudhoyono, AM Hendropriyono, Da'i Bachtiar, dan saudara Kamrasyid sendiri.

Terutama itu Susilo Bambang Yudhoyono. Dia ini memang harus bertobat atas kejahatannya mengobarkan perang di Negeri Acheh dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila.

Apa yang bisa dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam memecahkan konflik Acheh, selain membuat dasar hukum Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 bersama Mbak Megawati penipu licik ikut Soekarno ayahnya untuk membunuh rakyat muslim Acheh dan terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Lihat saja, itu Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum konflik Acheh bisa dituntaskan, itu Susilo Bambang Yudhoyono sudah terpelanting dari kursi Presiden RI, kalau memang ia terpilih jadi Presiden RI ke-6.

Baca saja itu visi dan misi Susilo Bambang Yudhoyono tentang penyelesaian konflik Acheh, tidak ada bobot isinya.

Masalahnya, mengapa itu para penerus Soekarno tidak mampu menyelesaikan konflik Acheh ?
Karena masalahnya mereka itu tidak mau mengakui dan tidak mau menerima apa yang telah dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno terhadap Negeri Acheh itu suatu kejahatan hukum nasional dan kejahatan hukum internasional.

Mereka para penerus Soekarno termasuk Susilo Bambang Yudhoyono menganggap bahwa RI itu sudah final dan Negeri Acheh hasil rampokan Soekarno telah menjadi milik RI. Inilah masalahnya, mengapa konflik Acheh tidak bisa diselesaikan. Mereka para penerus Soekarno ini membudekkan telinga dan kepala mereka sendiri. Yang ahirnya betul-betul menjadi budek dan beku itu kepala mereka.

Karena itu mereka para penerus Soekarno termasuk Susilo Bambang Yudhoyono menganggap rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila sebagai pemberontak, separatis, teroris.

Padahal yang menyebabkan rakyat muslim Acheh bangkit itu adalah karena pihak Presiden RIS Soekarno yang telah merampok, menelan, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh yang dipertahankan sampai detik ini oleh Megawati Cs, Akbar Tandjung Cs, Amien Rais Cs, Sutarto Cs, Ryacudu Cs, dan juga Susilo Bambang Yudhoyono Cs beserta Partai Demokratnya.

Saudara Jayadi Kamrasyid, kalau saudara mau menyelesaikan konflik Acheh coba gali, pelajari, dalami, hayati, analisa, dan simpulkan semua fakta, bukti, sejarah dan hukum yang menyangkut Negeri Acheh masuk kedalam perut RIS, kedalam usus RI yang menjelma jadi NKRI, dan kedalam usus buntu RI hasil rombakan Soekarno dari tubuh NKRI melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Jadi saudara Kamrasyid jangan ikut-ikutan Megawati Cs dan Yudhoyono Cs. Mereka berdua ini memang sudah membutakan diri meraka sendiri, yang akhirnya memang benar-benar buta hati mereka ketika melihat akar utama penyebab timbul konflik Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Wed, 18 Aug 2004 13:12:47 EDT
Subject: Aceh Tidak Pernah Dijajah
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, ahmad_jibril1423"@yahoo.com>, balipost@indo.net.id, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, hudoyo@cbn.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, webmaster@detik.com, kompas@kompas.com,
Padmanaba@uboot.com, solopos@bumi.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, editor@jawapos.co.id, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com

Bung Ahmad:

Aceh tidak pernah dijajah. Baik di zaman Belanda, Jepang, dan Indonesia merdeka. Rakyat Aceh menderita karena adanya orang-orang seperti Bung Ahmad yang menjual rakyat Aceh di luar negeri untuk memperoleh warga negara asing dan pekerjaan yang enak. Inilah masahnya. Jadi bertobatlah bung. Kembalilah mengurus Aceh secara damai. APBD-nya sekarang banyak dikorupsi oleh Pemda. Perlu orang jujur untuk mengurus Aceh. Memberantas kemiskinan dalam bingkai Republik Indonesia.

Bertobatlah bung. Pintu amnesti sedang terbuka. Maklum bentar lagi SBY Presiden, ia akan mengejar orang-orang GAM kemana pun ia berada.

Wassalam,

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------