Stockholm, 19 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN SUDAH BERGELIMANG DALAM LUMPUR HITAM SISTEM THAGHUT PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

APAPUN YANG DITULIS DAN DIJIPLAK OLEH WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI ADALAH UNTUK MEMPERTAHANKAN PIMPINAN RI, SISTEM THAGHUT PANCASILA, DAN MENYEBARKAN PAHAM WAHABI MADE IN SAUDI

"Dengan demikian di atas maka apa yang dilakukan oleh GAM/TNA jelas bukan untuk kepentingan Agama melainkan untuk kepentingan dunia yaitu merdeka. Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman sendiri mengatakan kalau perang di Aceh bukan perang sesama muslim, bukan perang berdasarkan agama tetapi perang yang didasari kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. Maka jelas sekali perang disini tidak dibenarkan oleh Agama Islam, karena tujuan mereka (GAM/TNA) adalah untuk kepentingan pribadinya yaitu penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan RI. Perang yang dibolehkan oleh Agama Islam yang pertama perang melawan kafir harby, perang karena agama islam (jihad fii sabilillah). Dengan demikian alasan apapun yang dipakai Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman untuk mempertahankan perang anatara GAM/TNA melawan TNI tetap tidak dibenarkan oleh Agama Islam." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Wed, 18 Aug 2004 20:47:44 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi makin hari, makin sesat dan munafik saja.

Coba perhatikan pagi ini dia jiplak dan sebarkan tulisan Dr. Nashir Ibn Abdul Karim Al 'Aql yang berjudul Jam'ah dan Imamah.

Kemudian setelah saya baca dan teliti tulisan tersebut ternyata isinya tidak dipahami dan tidak dimengerti oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi. Mengapa ?

Karena Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi sebelum ini dengan seenak udelnya telah membuat fitnah dengan alasan pakai dasar paham wahabi-salafi-nya dengan langsung meluncurkan senjata gombal khawarijnya terhadap NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir, Abdullah Sungkar.

Dengan contoh satu saja yang diambil dari tulisan Dr. Nashir Ibn Abdul Karim Al 'Aql sudah membuktikan dengan jelas dan nyata bahwa Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi memang sudah menyimpang dari manhaj Rasulullah dan keras kepala mempertahankan paham manhaj wahabinya yang disebarkan dari Saudi yang Rajanya telah bertekuk lutu kepada George W Bush dari Amerika sambil mengemis minta beli senjata made in USA.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, saya sudah berpuluh kali mengatakan dimimbar bebas ini, kalian itu sebaiknya berembuk dengan Ustaz kalian dari kaum Wahabiyin untuk membicarakan bagaimana agar itu sistem thaghut pancasila bisa dirobah, tetapi bukan dirobah dan diganti dengan sistem paham wahabi made in Saudi.

Mengapa saya sarankan demikian ?

Karena kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah terperosok jauh kedalam jurang lumpur hitam sistem thaghut pancasila hasil kutak-katik Soekarno penipu licik yang menjajah Negeri Acheh.

Sehingga kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak sadar ketika kalian mengatakan: "apa yang dilakukan oleh GAM/TNA jelas bukan untuk kepentingan Agama melainkan untuk kepentingan dunia yaitu merdeka. Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman sendiri mengatakan kalau perang di Aceh bukan perang sesama muslim, bukan perang berdasarkan agama tetapi perang yang didasari kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. Maka jelas sekali perang disini tidak dibenarkan oleh Agama Islam, karena tujuan mereka (GAM/TNA) adalah untuk kepentingan pribadinya yaitu penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan RI. Perang yang dibolehkan oleh Agama Islam yang pertama perang melawan kafir harby, perang karena agama islam (jihad fii sabilillah). Dengan demikian alasan apapun yang dipakai Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman untuk mempertahankan perang anatara GAM/TNA melawan TNI tetap tidak dibenarkan oleh Agama Islam."

Itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang kalian katakan makin memperkuat bahwa kalian adalah memang para munafikun dan kelompok sesat yang hanya taklid buta pada paham Wahabi saja. Sehingga ketika melihat sistem thaghut pancasila berada didepan mata kalian, kalian loncati dan ikut serta menceburkan diri bersama para Penerus Soekarno di Negara kafir RI.

Walapun mulut kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi berbusa-busa mengatakan bahwa kalian akan merobah sistem thaghut pancasila. Tetapi kenyataannya yang terlihat dan terbukti sekarang bukan ingin merobah atau mengganti sistem thaghut pancasila, melainkan kalian justru ikut menceburkan diri kedalam lumpur hitam sistem thaghut pancasila melalui pintu TNI/POLRI yang dipakai alat oleh Megawati Cs, Endriartono Sutarto Cs, Ryamizard Ryacudu Cs, AM Hendropriyono Cs, Amien Rais Cs, Akbar Tandjung Cc untuk membunuh, memperkosa, menyiksa rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, kalian memang buta, dan memang degil tidak mau mempelajari akar masalah penyebab konflik Acheh. Kalian hanya mengekor apa yang dilakukan Megawati Cs, TNI/POLRI, dan BIN saja. Sehingga kalian terjerumus kedalam jurang kemunafikan dan kesesatan dengan meninggalkan manhaj Rasulullah saw dan memeluk erat-erat manhaj paham Wahabi Saudi.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, karena otak kalian itu sudah diisi oleh nafsu jahat dengan berbagai racun gombal khawarij dan paham Wahabi, maka kalian dengan seenak perut kalian membuat fitnah dengan ikut-ikutan Megawati Cs memegang alat pemukul thaghut pancasila untuk membunuh rakyat muslim Acheh dan menjajah Negeri Acheh.

Karena memang mata hati kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi buta dan telinga kalian budek dan niat kalian memang sudah dipenuhi oleh niat jahat karena telah ikut serta terjerumus kedalam sistem thaghut pancasila di Negara kafir RI, maka kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak melihat bahwa pimpinan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif di RI ini telah secara penuh kesadaran siap dan menerima dengan penuh ketaatan untuk membela dan mempertahankan sistem thaghut pancasila dan konstitusi atau UUD 1945 yang didalam pembukaannya mengandung racun rincian thaghut pancasila.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah secara sadar dan dengan penuh tanggung jawab membenarkan tindakan pimpinan Eksekutif RI dibawah Megawati dengan TNI/POLRI-nya yang telah disumpah untuk taat dan setia kepada pancasila dan UUD 1945 membunuh, menyiksa, memperkosa rakyat muslim Acheh.

Apakah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi masih menganggap itu pasukan TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia kepada sistem thaghut pancasila dan UUD 1945 sebagai para pengikut manhaj Rasulullah saw ?.

Karena kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi memang buta hati, maka ketika kalian lihat itu para anggota TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada sistem thaghut pancasila, UUD 1945, membunuh rakyat muslim Acheh, dan menjajah Negeri Acheh masih dianggap sebagai orang yang masih memegang apa yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya Muhammad saw.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, itu rakyat muslim Acheh negerinya telah dirampok, ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno yang dipertahankan sampai detik ini oleh Megawati Cs bersama TNI/POLRI.

Tetapi oleh kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu tindakan jahat para pimpinan TNI/POLRI dengan pasukannya yang telah membunuh dan memperkosa rakyat muslim Acheh ini bisa diterima, sehingga kalian tidak malu-malu dan tidak takut dengan azab Allah SWT mengatakan: "Dengan demikian alasan apapun yang dipakai Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman untuk mempertahankan perang anatara GAM/TNA melawan TNI tetap tidak dibenarkan oleh Agama Islam"

Rakyat muslim Acheh itu telah dibunuh dan dihancurkan serta diperkosa oleh para serdadu TNI/POLRI atas perintah Ryamizard Ryacudu dan Endriartono Sutarto dengan memakai dasar hukum Keppres No.43/2004 dan Keppres No.43/2003 dan tali pengikat sistem thaghut pancasila.

Apakah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi masih tetap membutakan mata hati dan menutup telinga dari kejahatan dan tindakan yang tidak beradab dari pihak TNI/POLRI yang diperintahkan oleh pimpinan Eksekutif RI hanya untuk sekedar mempertahakan dan terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh ?.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 18 Aug 2004 20:47:44 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman cs Pelajarilah Artikel di Bawah Ini
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman cs Pelajarilah Artikel di Bawah Ini
Untuk sekian kalinya saya menyampaikan sebuah artikel untuk kita renungkan dan fahami. Semuanya saya tujukan untuk meluruskan argumen Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman cs yang salah kaprah dan amburadul.

Jam'ah dan Imamah
(oleh : Dr. Nashir Ibn Abdul Karim Al 'Aql)

1. Jama'ah dalam masalah ini, yaitu sahabat Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan berpegang teguh dengan jejak mereka sampai hari kiamat.
Merekalah yang dimaksud dengan Al Firqah An Najiyah (golongan yang selamat). Orang yang senantiasa menerapkan manhaj mereka, maka dia termasuk dalam jama'ah, sekali pun melakukan kesalahan dalam sebagian masalah kecil.

2. Tidak boleh berselisih dalam agama, juga tidak boleh memfitnah sesama kaum muslimin. Segala masalah yang mengandung perbedaan pendapat di antara umat Islam wajib dikembalikan kepada Kitabullah, sunnah Rasulullah dan kesepakatan para Salafush Shalih.

3. Orang yang keluar dari jama'ah wajib diberi nasehat. Kita wajib menyampaikan dakwah kepadanya. Dia harus diajak berdiskusi dengan cara yang baik dan menjelaskan hujjah (dalil, bukti, argumentasi) kepadanya. Apabila dia tidak mau bertobat, maka dia diberi hukuman yang layak sesuai dengan syara'.

4. Wajib membawa umat Islam kepada ungkapan dan kalimat yang tersebut di dalam Al Qur'an, sunnah dan ijma'. Kita tidak boleh menguji orang-orang awam dari kaum muslimin dengan perkara-perkara yang pelik dan pengertian- pengertian yang mendalam.

5. Pada dasarnya seluruh muslimin mempunyai tujuan dan keyakinan yang baik, kecuali bila tampak sesuatu yang bertentangan dengan hal tersebut. Pada dasarnya ucapan mereka pun harus difahami dengan pemahaman yang baik, tetapi barangsiapa yang menampakkan kedurhakaan dan tujuan jahatnya maka tidak boleh dilakukan penafsiran yang dibuat-buat terhadap dirinya.

6. Golongan-golongan lain dari Ahlul Qiblah yang menyimpang dari Sunnah berhak mendapat ancaman siksaan dan neraka. Hukum mereka adalah sebagaimana hukum orang-orang yang berhak di antara mereka yang kafir dalam batinnya. Golongan-golongan yang keluar dari Islam secara mutlak adalah kafir, dan hukum bagi mereka adalah hukum bagi orang-orang yang murtad.

7. Shalat Jum'at dan jama'ah termasuk syia'ar Islam terpenting yang tampak dan shalat bermakmum kepada seorang muslim yang tidak diketahui hal-ikhwalnya adalah sah, sedangkan tidak bermakmum kepadanya dengan dalih tidak mengetahui hal-ikhwalnya adalah bid'ah.

8. Tidak boleh shalat bermakmum kepada orang yang menampakkan bid'ah atau kefasikan, selama bisa bermakmum kepada yang lain. Akan tetapi bila hal itu terjadi, maka shalatnya sah dan berdosa orang yang melakukannya, kecuali bila tujuannya adalah untuk menghindari mafsadah (bahaya) yang lebih besar. Andaikan tidak ada orang lain kecuali dia atau ada yang lebih jahat lagi, maka boleh shalat bermakmum kepadanya dan kita tidak boleh meninggalkannya. Barangsiapa yang dihukumi sebagai kafir maka tidak sah bermakmum kepadanya.

9. Imamah Kubra (khalifah) terjadi dan berlaku atas kesepakan umat atau merupakan bai'at dari wakil-wakil umat yang disebut ahlu al halli wal 'aqd [1]. Barangsiapa yang memperoleh kemenangan sehingga terjadilah kesepakatan terhadap dirinya, maka dia wajib ditaati dengan baik, wajib dibela dan kita tidak boleh keluar dari kepemimpinannya, kecuali bila dia secara terang-terangan menampakkan kekafiran dan dapat terbukti dari nash yang jelas dari Allah Ta'ala.

10.Shalat, haji dan jihad wajib dilaksanakan bersama imam kaum muslimin meskipun dia orang zalim.

11. Tidak boleh berperang dengan sesama muslim karena suatu kepentingan duniawi atau fanatisme jahiliyah (adat kebiasaan atau pandangan yang bertentangan dengan Islam). Ini adalah dosa yang sangat besar. Tetapi, kaum muslimin dibolehkan memerangin ahli bid'ah, para pemberontak dan sejenisnya bila mereka tidak dapat dicegah dengan cara lain yang lebih kecil resikonya. Bisa pula hukumanya menjadi wajib sesuai dengan maslahat dan situasinya.

12. Para shahabat yang mulia seluruhnya adalah terpercaya. Mereka adalah generasi terbaik dari umat ini. Mempersaksikan keimanan dan keutamaan mereka adalah prinsip asasi yang tidak dapat ditawar lagi dalam agama. Mencintai mereka adalah agama dan keimanan, sedangkan membenci mereka adalah kekafiran dan kemunafikan. Hendaklah kita menahan diri untuk membicarakan pertentangan yang telah terjadi di antara mereka. Jangan memperdebatkannya sehingga bisa mengurangi dan menjelek-jelekkan kehormatan mereka.

Yang paling mulia di antara mereka adalah Abu Bakar, kemudian Umar, Utsman dan Ali. Mereka adalah al khulafa'ur rasyidin (para pemimpin yang berjalan di atas kebenaran). Khilafah (kepemimpinan) mereka terjadi berdasarkan urutan tingkat kemuliannya.

13. Termasuk agama, mencintai dan membela ahlul bait Rasulullah [2] serta menghargai kehormatan isteri-isteri beliau bagi ibu kaum mukminin. Juga termasuk agama mengetahui keutamaan mereka, begitu pula dengan mencintai para imam salaf, ulama sunnah dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik serta menjauhi ahli bid'ah dan orang-orang yang menuruti hawa nafsu.

14. Jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah) adalah puncak kemegahan dan kejayaan Islam, dan ini tetap berlaku sampai hari kiamat.

15. Amar ma'ruf dan nahi munkar (menyeru pada kebaikan dan melarang kemungkaran) termasuk syi'ar Islam yang sangat penting dan merupakan faktor pemelihara keutuhan Islam. Kedua perkara ini wajib dilaksanakan menurut kemampuan, tetapi dalam hal ini maslahat pun menjadi bahan pertimbangan.

Dengan demikian di atas maka apa yang dilakukan oleh GAM/TNA jelas bukan untuk kepentingan Agama melainkan untuk kepentingan dunia yaitu MERDEKA. Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman sendiri mengatakan kalau perang di Aceh bukan perang sesama muslim, bukan perang berdasarkan agama tetapi perang yang didasari kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. Maka jelas sekali perang disini tidak dibenarkan oleh Agama Islam, karena tujuan mereka (GAM/TNA) adalah untuk kepentingan pribadinya yaitu penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan RI. Perang yang dibolehkan oleh Agama Islam yang pertama perang melawan kafir harby, perang karena agama islam (jihad fii sabilillah).

Dengan demikian alasan apapun yang dipakai Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman untuk mempertahankan perang anatara GAM/TNA melawan TNI tetap tidak dibenarkan oleh Agama Islam.

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------