Stockholm, 19 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MAZDA ITU ACHEH TIDAK AKAN SELAMANYA DIDEKAP MEGAWATI, TNI/POLRI, BIN & YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERLU DIKETAHUI OLEH MAZDA ITU ACHEH TIDAK AKAN SELAMANYA DIDEKAP MEGAWATI, TNI/POLRI, BIN & SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

"Saya disini nggak akan banyak komentar, soalnya udah terlalu banyak yang tulis komentar ini itu. Ada lagi yang tulis Ahmad Sudirman Khawarij dengan NII-nya. Dan kalo direnungin ya emang iya Ahmad Sudirman Khawarij apalagi ama antek2 GAM yang lain, semua mereka sama intinya khawarij. Kalo direnungin lagi kenapa seh susah2 bikin merdeka, you kan bisa minta tolong Bush bangsat itu buat kirim tentara ke Aceh. Kan udah terbukti efisien lihat tuh di Afghanistan dan di Iraq, nggak ada yang namanya HAM bisa nahan tentara AS dengan nafsu Bush-nya. Kalo bisa merayu dan mengajak tentara AS menyerang Aceh buat mengusir TNI pasti nggak dalam hitungan hari satu jam aja dengan kiriman bom udah lari kok TNI. Jadi kalo pengen merdeka lobi itu Bush dengan kroni Yahudinya Israel dijamin deh top cer. PBB dijamin bakal bungkam 100%." (Mazda , mazda_ok@yahoo.com , Wed, 18 Aug 2004 22:34:45 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Mazda di Surabaya, Indonesia.

Kali ini saudara Mazda tidak banyak bertanya, paling hanya melemparkan sedikit komentar ikut-ikutan Wahabiyin Rokhmawan yang pandainya mengacungkan paham wahabi made in Saudi dengan senjata gombal khawarijnya yang diarahkan kepada NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir, Abdullah Sungkar.

Dan memang kelihatan itu saudara Mazda tidak mengerti dan tidak memahami atau memang saudara Mazda sama dengan para pimpinan Eksekutif RI, Legislatif DPR, MPR yang pura-pura bodoh dan pura-pura tuli dengan fakta, bukti, sejarah dan hukum tentang bagaimana sebenarnya Negara RI ini dibentuk dan dibangun. Walaupun dimimbar bebas ini telah sering dikemukakan bagaimana itu lajunya proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Negeri-Negeri, Negara-Negara, dan Daerah-Daerah lainnya yang berada diluar daerah de-facto dan de-jure Negara RI-Jawa-Yogya yang menjadi cikal-bakal Negara RI yang sekarang ini yang didalam perutnya telah berisi 15 Negara Bagian yang dulunya bergabung dalam Negara Republik Indonesia Serikat, ditambah dengan Negeri Acheh, Negara Republik Maluku Selatan, juga dicaploknya Negara Papua Barat atau Irian Barat.

Sebenarnya Negara Acheh itu sudah dimerdekakan kembali dan sekarang rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila sedang terus berjuang menghadapi pihak penjajah RI dengan TNI/POLRI-nya yang pasukannya telah disumpah untuk taat dan setia kepada pancasila dan UUD 1945.

Baik itu Amerika, Negara-Negara Eropa Barat, Australia, Jepang, telah mengetahui secara de-facto dan de-jure bahwa rakyat Acheh sedang berjuang melawan penindasan dan penjajahan Pemerintah RI dengan TNI-nya. Rakyat Acheh sedang berjuang untuk agama, tanah air dan rakyat dari pihak RI yang telah menduduki dan menjajah Acheh sejak 54 tahun yang lalu.

Negara-negara tersebut telah menyokong untuk penyelesaian konflik Acheh ini dengan melalui berbagai perundingan. Tetapi pihak RI yang justru mengagalkan setiap perundingan ini. Bahkan terakhir setelah perundingan di Tokyo, Jepang yang ternyata secara terang-terangan digagalkan pihak RI, dan digantikan dengan pengobaran perang yang dimulai pada tanggal 19 Mei 2003 dengan dasar hukum yang dibuat oleh Megawati dibantu oleh Susilo Bambang Yudhoyono dengan nama Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 yang melahirkan Darurat Militer di seluruh Negeri Acheh.

Persoalan yang utama sekarang adalah semuanya terletak pada pihak RI yang tetap ngotot tidak mau mengakui dan tidak mau menerima kenyataan apa yang dilakukan Soekarno terhadap Negeri Acheh itu adalah suatu pelanggaran dan kejahatan yang melanggar dasar hukum nasional dan dasar hukum internasional.

Pihak Pemerintah, DPR, MPR RI tetap degil dan tetap keras kepala dengan mengatakan bahwa RI sudah final. Padahal apa yang dijadikan dasar fakta, bukti, sejarah, dan hukumnya oleh pihak Pemerintah, DPR, MPR RI untuk mengklaim RI sudah final itu tidak ada.

Persoalannya bukan harus melobi dan "minta tolong Bush buat kirim tentara ke Acheh dan mengajak tentara AS menyerang Acheh buat mengusir TNI" seperti yang dikatakan oleh Saudara Mazda.

Persoalannya adalah sekarang sudah bisa dibuktikan bahwa memang benar pihak Pemerintah, DPR, MPR RI memang tetap menutupi kejahatan dan pelanggaran dasar hukum nasional dan dasar hukum Internasional dengan cara menduduki dan menjajah Negeri Acheh yang dimlaui oleh Presiden RIS Soekarno diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI.

Kemudian, pembuktian ini akan diproses dan dikembangkan selanjutnya ketingkat internasional agar bisa dijadikan sebagai bahan bukti secara hukum bahwa pihak Pemerintah, DPR, MPR RI memang dari sejak Soekarno telah melakukan penipuan hukum terhadap pihak Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB atas pengklaiman wilayah RI yang didalamnya ada dimasukkan Negeri Acheh secara ilegal dan melanggar dasar hukum Nasional dan dasar hukum internasional ketika RI mengajukan untuk menjadi anggota PBB.

Dengan terbuktinya kejahatan yang dilakukan oleh Soekarno inilah yang bisa dijadikan sebagai senjata untuk menghadapi pihak Pemerintah, DPR, MPR RI yang sampai detik ini masih pura-pura bodoh dan pura-pura tidak tahu atas kejahatan yang dilakukan oleh Soekarno dengan menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Dan tentu saja, sampai detik sekarang ini dunia Internasional dan Negara-Negara lainnya telah mengetahui bahwa rakyat Acheh sedang menuntut hak penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah Negara Pancasila yang telah menduduki dan menjajah Negeri Acheh sejak dari 54 tahun yang lalu.

Tidak ada satupun Negara di dunia yang menganggap ASNLF atau GAM sebagai wadah perjuangan kaum teroris, kecuali pihak Megawati Cs, TNI/POLRI, BIN, Yudhoyono Cs, Akbar Tandjung Cs, Amien Rais Cs.

Jadi saudara Mazda jangan khawatir itu Negeri Acheh tidak akan terus menerus didekap oleh para penerus Soekarno yang telah merampok dan menjajah Negeri Acheh. Akhirnya itu Negeri Acheh akan kembali kepada rakyat Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 18 Aug 2004 22:34:45 -0700 (PDT)
From: maz da <mazda_ok@yahoo.com>
Subject: RENUNGAN KITA BUAT SEMUA
To: ahmad@dataphone.se
Cc: mazda_ok@yahoo.com

RENUNGAN KITA BUAT SEMUA

Assalamu'alaikum

Membaca tulisan Ahmad Sudirman dengan Cs nya baik itu antek2 GAM atau sekedar simpatisannya, baik itu orang NII Kartosuwiryo dan antek2nya, dan juga pada semua orang-orang yang sok bener tapi sebenarnya tambah keblinger.

Kalo dibaca lucu juga semua tulisan saudara Ahmad Sudirman dengan temennya Al Qubra yang memang "Bodohnya bener2 Al Qubro".

Herannya lagi nyerocosnya itu lho sampe ngiler nggak habis2. Mungkin sampe akhir hayat ya tetap seperti itu keadaan keduanya nggak bakalan berubah kecuali oleh maut.

Kemarin ada hari merdeka buat bangsa Indonesia, ada yang suka ada yang nggak suka, ada begitu bersemangat ada yang melempem, ada yang teriak merdeka ada yang teriak berontak, semuanya wajar aja semua punya alasan kok, orang sekarang mau bugil dijalan raya juga punya argument jadi ya wajar2 aja.

Kalo Ahmad Sudirman dengan goalnya "Khilafah Islamiyah" yang nggak jelas juntrungannya. Kalo Hasan Tiro dengan Acheh Merdeka dengan pan-etnisnya dan kebangsawanannya serta kisah masa lalunya teriak Acheh Merdeka.
Kalo Alexander Manuputty dengan Goal Protestannya yang selalu teriak "Mena Moria" buat Ambon merdeka, dengan jualan pada katong semua omong kosong.
Kalo di Papua dengan kotekanya teriak Papua merdeka.

Yah semua itu wajar aja di dunia ini ada yang biru ada yang merah ada yang campuran. Semua punya alasan.

Jadi nggak perlu adu ngotot sampe sarafnya keluar.

Saya disini nggak akan banyak komentar, soalnya udah terlalu banyak yang tulis komentar ini itu.
Ada lagi yang tulis Ahmad Sudirman Khawarij dengan NII-nya. Dan kalo direnungin ya emang iya Ahmad Sudirman Khawarij apalagi ama antek2 GAM yang lain, semua mereka sama intinya KHAWARIJ.

Kalo direnungin lagi kenapa seh susah2 bikin merdeka, you kan bisa minta tolong BUSH BANGSAT itu buat kirim tentara ke Aceh. Kan udah terbukti efisien lihat tuh di Afghanistan dan di Iraq, nggak ada yang namanya HAM bisa nahan tentara AS dengan nafsu BUSH-nya.

Kalo bisa merayu dan mengajak tentara AS menyerang Aceh buat mengusir TNI pasti nggak dalam hitungan hari satu jam aja dengan kiriman bom udah lari kok TNI.

Jadi kalo pengen merdeka lobi itu BUSH dengan kroni Yahudinya ISRAEL dijamin deh TOP CER. PBB dijamin bakal bungkam 100%.

Habis itu, kalian bisa membacakan proklamasi Aceh Merdeka Kembali dan dijamin pasti seneng banget. Beres kan. Ini aja komentar saya ada lebih dan kurang mohon dimaklumi.

Wassalamu'alaikum

Mazda

mazda_ok@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------