Stockholm, 19 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN TIDAK SADAR HIDUP DI NEGARA KAFIR RI BANYAK TEMPAT MAKSIAT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI TIDAK MENYADARI DIRI MEREKA BERENANG DALAM LUMPUR HITAM PEKAT SISTEM THAGHUT PANCASILA DI NEGARA KAFIR RI BANYAK TEMPAT MAKSIAT

"Nah, bagaimana keadaan Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman cs yang tinggal dan menetap di Negara Swedia dll yang jauh dari agama islam tersebut ?. Tentunya ini akan dijawab oleh mereka. Kemudian telah kita ketahui bersama berdasarkan point-point di atas bahwasanya kita tidak boleh lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orang-orang muslimin, karena yang demikian merupakan haram. Bagaimana dengan Si Ahlu Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs yang lebih senang tinggal di sekeliling orang kafir Swedia sana dari pada tinggal bersama orang islam di Indonesia atau di Aceh ?. Anda (kaum muslimin dimanapun berada) renungkanlah point 2 di atas, nah sekalipun di Swedia sana bisa seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya tetapi karena yang melakukan adalah pejabat/orang-orang yang kafir (menolak islam) maka tidak ada kebaikan di dalam dirinya (Alloh SWT tidak akan ridlo kepadanya)." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Wed, 18 Aug 2004 23:02:01 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Memang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi makin seenak perutnya mencomot tulisan-tulisan orang yang tanpa diberitahukan dari mana sumbernya.

Dan yang lebih celakanya, itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak menyadari dan tidak memahami isi dari tulisannya yang dikutipnya itu merupakan pukulan kepada Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi sendiri. Mengapa ?

Coba saja perhatikan, itu Negara RI adalah Negara yang dasar dan sumber hukum negaranya pancasila hasil kutak katik Soekarno penipu licik dan yang telah menjajah Negeri Acheh. Atau disebut dengan Negara kafir RI. Dimana para pimpinan Eksekutif, Legislatif DPR, MPR RI dibentenginya dengan berbagai dalil yang diambil dari paham wahabi made in Saudi.

Mari kita analisa nomor 1.

Itu sudah jelas pimpinan RI yang dipimpin oleh Megawati dengan Kabinet Gotong Royongnya sudah menyerupai para pimpinan di Negara kafir lainnya dalam hal menetapkan, memutuskan, dan mengambil keputusan yang tidak menurut apa yang diturunkan Allah SWT. Begitu juga dalam Lembaga Legislatif DPR, MPR. Jadi secara gamblang dan terang mereka para pimpinan DPR, MPR dan seluruh anggotanya telah melakukan tandingan dalam memutuskan, menetapkan, membuat aturan, undang-undang, konstitusi yang tidak berdasarkan kepada aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

Lihat nomor 2.

Para pimpinan Pemerintah RI, dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan pimpinan DPR Akbar Tandjung, dan Ketua MPR Amien Rais telah mengklamin bahwa mereka berbuat jujur sebagaimana di negara-negara kafir lainnya. Karena para pimpinan Pemerintah RI, DPR, MPR itu tidak mengikuti apa yang diturunkan Allah SWT dan membangkang kepada apa yang dicontohkan Rasulullah saw, maka mereka itu yang mengganggp telah melakukan kejujuran sebenarnya dalam realitanya hanya sedikit kebaikannya dibanding dengan keburukannya. Disebabkan mereka telah membangkang kepada ayat-ayat dasar hukum yang diturunkan Allah SWT dan yang telah dicontohkan Rasulullah saw.

Lalu perhatikan nomor 3.

Itu para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati lebih banyak cinta dan taat kepada pancasila dan para penganutnya, ketimbang cinta dan sayang kepada rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah Negara kafir RI. Bahkan rakyat muslim Acheh dimusuhi, dibunuh, diperkosa, dihancurkan, diduduki dan dijajah Negerinya. Jadi, jelas itu para pimpinan RI, DPR, MPR tidak layak dicintai, karena mereka lebih kejam dan lebih bengis kepada ummat Islam di Acheh.

Kemudian gali nomor 4.

Kita perhatikan di Negara kafir RI. Itu mana ada kaum mukmin menolong kaum mukmin di Acheh dari keganasan pihak penjajah RI dengan TNI/POLRI-nya yang telah disumpah untuk taat dan setia kepada thaghut pancasila hasil kutak-katik Soekarno. Dan bagaimana itu orang-orang non muslim yang begitu getol saling membantu para pimpinan RI, DPR, MPR untuk menghancurkan dan membunuh rakyat muslim Acheh. Di Acheh bukan lagi fitnah yang timbul, melainkan pembunuhan yang dilakukan oleh para pimpinan Negara kafir RI. Dan banyak para pimpinan baik itu partai politik yang percaya pada non muslim. Perhatikan itu Susilo Bambang Yudhoyono yang percaya dan loyal kepada para pimpinan Partai Demokrat-nya yang anti syariat Islam ditegakkan di Nusantara. Begitu juga dengan Megawati yang setia, percaya, dan loyal kepada para pengurus partai PDI-P sekularnya.

Seterusnya kita analisa nomor 5.

Di Negara kafir RI tidak ada itu aturan mengucapkan selamat. Mereka para pimpinan Pemerintah RI, DPR, MPR mengucapkan selamat kepada siapa saja. Dan itu Abdurrahman Wahid sangat cinta dan begitu erat dengan Simon Peres zionist Yahudi. Begitu juga dengan kaum Nasrani itu Susilo Bambang Yudhoyono begitu kental dan akrabnya dengan para fungsionaris Partai Demokratnya.

Kita gali nomor 6.

Perhatikan di Jakarta, ibu kota Negara kafir RI. Itu dimana-mana merajalela kekufuran, kesesatan, kebebasan, dari mulai perzinaan, meminum minuman keras, perjudian, sampai perampokan dan pencurian. Berapa banyak orang-orang yang ngakunya muslim terjerumus dalam kancah kekufuran, kesesatan, dan kebebasan di Jakarta ini.

Selanjutnya kita kupas nomor 7.

Jelas itu di Jakarta ibu kota Negara kafir RI, tempat kemaksiatan dan tempat belajar menggali ilmu. Kalau boleh jangan ditinggali oleh ummat Islam. Karena bisa membawa kekafiran dan kesesatan bagi kaum muslimin. Tetapi tentu saja walaupun memang di Jakarta tempat maksiat dan pelacuran, pembunuhan, tetapi karena di Jakarta ada ilmu yang bisa dipelajari yang tidak ada di universitas-universitas di daerah lainnya, maka dianggap darurat dan boleh belajar di Jakarta pusat kota kemaksiatan.

Terakhir kita perhatikan nomor 8.

Bagi kaum muslimin yang tinggal di Jakarta kota tempat maksiat hanya dibenarkan untuk sekedar mempelajari bagaimana kehidupan maksiat di Jakarta, dan kalau perlu memberikan penjelasan kepada kaum muslimin yang sudah terjerumus kelembah kemaksiatan di Jakarta agar menyadari bahwa itu merupakan akibat dari sistem thaghut pancasila yang diterapkan di Negara kafir RI ini. Sistem thaghut pancasila harus dibuang jauh-jauh digantikan dengan sistem Islam.

Nah setelah dikupas dari nomor 1 sampai nomor 8, maka perlu diketahui oleh kaum muslimin bahwa di Negara kafir RI terutama di Ibu Kota Jakarta adalah benar-benar satu kota tempat maksiat yang sangat membahayakan kepada tegaknya nilai-nilai Islam dan hukum-hukum Islam yang harus ditegakkan dan dijalankan di dunia ini.

Dan untuk tinggal dan hidup di kota Jakarta tempat maksiat ini adaklah sangat membahayakan bagi kehidupan kaum muslimin yang telah sadar untuk menegakkan dan menjalankan hukum-hukum Allah SWT yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Dan memang benar di Jakarta adalah sudah terlihat bagaimana Islam dan hukumnya dilecehkan dan dianggap sampah dengan cara tidak diakuinya hukum Islam oleh DPR, MPR, dan Pemerintah RI. Hukum Islam dianggap hukum sampah dan berada dibawah hukum thaghut pancasila.

Bagi siapa saja yang tinggal di Jakarta harus waspada dan benar-benar harus menyadari bahaya yang sedang dilancarkan oleh para penghancur hukum Islam yang disponsori oleh Soekarno dan para penerusnya, yang sangat anti tegaknya syariat Islam.

Kemudian mengenai Wahabiyin Rokhmawan menyinggung saudara Peace org, saya telah membaca komentar saudara Peace dalam mimbar online ahmad.swaramuslim.net terhadap apa yang dilontarkan oleh Wahabiyin Rokhmawan ini. Jadi disini saya tidak akan mengomentarinya.

Adapun apa yang dikatakan oleh Wahabiyin Rokhmawan: "Adapun Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ketika mengatakan saya ini, itu (sesat, dungu, munafik, bodoh dll) maka semuanya saya serahkan kepada Alloh SWT, saya tidak marah, tidak benci dan tidak sakit hati kepada Ahmad Sudirman. Justru saya merasa kasihan dengannya karena betapa mudahnya dia mengatakan itu semuanya tanpa ilmu agama islam yang mendalam."

Itu jelas disebabkan oleh sikap dan perilaku yang ditampilkan oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi. Bagaimana mereka sudah tercebur dalam kancah sesat sistem thaghut pancasila dengan cara menyokong penuh kebijaksanaan politik pemerintah RI, DPR, MPR, TNI/POLRI di Negeri Acheh. Bagaimana mereka secara sadar telah menjadi benteng para pimpinan RI yang telah membuat lembaga tandingan pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT, lalu tidak menetapkan, memutuskan aturan, hukum menurut aturan, hukum yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Kemudian karena memang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak mau mempelajari, menghayati, medalami penyebab akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh. Sehingga ketika melihat konflik Acheh mata hati Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi jadi buta.

Yang sesat adalah Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi, karena dengan sengaja telah menceburkan diri kedalam sistem lumpur hitam thaghut pancasila dan sambil mempropagandakan paham wahabinya di Negara kafir RI.

Apa yang dijadikan alasan oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan: "Manhaj Salafy yang telah mengatakan NII, GAM/TNA, Hizbut Tahrir termasuk Khowarij, tidak bisa disamakan dengan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ketika mengatakan Manhaj Salafy sesat, dll, " adalah alasan yang dibuat-buat. Yang sebenarnya kalau diteliti secara lebih mendalam apa yang dikatakan sebagai paham salafi adalah itu merupakan paham wahabi yang dikembangkan di Saudi.

Jadi kalau memang pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi menganggap kelompoknya di Negara kafir RI merupakan kelompok diluar khawarij, maka itu sebenarnya tidak benar. Lihat saja kelakuan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang secara terang-terangan ikut menyokong dan mendukung kebijaksanaan politik pimpinan Pemerintah RI, DPR, MPR menjajah Negeri Acheh dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila. Mereka mudah mengkafirkan GAM, NII, Hizbut Tahrir, LDII, dengan memakai kedok khawarij gombal.

Dipikir Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mereka adalah kelompok yang mengikuti manhaj Rasulullah saw, padahal sebenarnya mereka itu kelompok pengikut taklid buta paham wahabi Saudi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 18 Aug 2004 23:02:01 -0700 (PDT)
From: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>
Subject: Sikap Kita Kepada Orang-orang Kafir dan Bepergian atau Tinggal Di Negara Kafir (orang-orang kafir)
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com, seuramoe_aceh@yahoo.com.uk, narastati@yahoo.com, netty_suwarto@hotmail.com, me_yuni@yahoo.com, dhienpayabujok@yahoo.com, djuli@pc.jaring.my, alue_meriam@yahoo.com, tgk_dibarat@yahoo.com, sjones@crisisweb.org, panglima_tiro@yahoo.com, rpidie@yahoo.com, jus_gentium2002@yahoo.co.uk

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs, di bawah ini akan saya sampaikan lagi sebuah artikel yang tentunya bersangkutan dengan anda cs.

Sikap Kita Kepada Orang-orang Kafir dan Bepergian atau Tinggal Di Negara Kafir (orang-orang kafir)

1. Standard tasyabbuh (penyerupaan) adalah pelakunya melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas yang diserupainya. Menyerupai orang-orang kafir artinya, seorang Muslim melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas mereka. Adapun jika hal tersebut telah berlaku umum di kalangan kaum muslimin dan hal itu tidak membedakannya dari orang-orang kafir, maka yang demikian ini bukan tasyabbuh (tidak tergolong menyerupai) sehingga hukumnya tidak haram karena penyerupaan tersebut, kecuali jika hal itu haram bila dilihat dari sisi lain.

2. Adapun klaim jujur di negara-negara kafir, baik di timur maupun di barat, jika itu benar, maka realitanya hanya sedikit kebaikan dibanding dengan keburukannya yang lebih banyak. Dan dari itu sebenarnya mereka hanya mengingkari hak yang paling besar haknya, yaitu Allah Azza wa Jalla yang telah menyebutkan. "Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar" [Luqman : 13]. Jadi, walaupun mereka melakukan kebaikan, maka itu nilainya sedikit dan tertutup dengan keburukan, kekufuran dan kezhaliman mereka sehingga tidak ada kebaikan pada mereka.

3. Tidak diragukan lagi, bahwa orang yang lebih mencintai orang-orang kafir daripada kaum muslimin, telah melakukan perbuatan haram yang besar, karena seharusnya ia mencintai kaum muslimin dan mencintai kebaikan bagi mereka sebagaimana bagi dirinya sendiri. Adapun lebih mencintai musuh-musuh Allah daripada kaum muslimin, tentunya ini bahaya besar dan haram, bahkan tidak boleh mencintai mereka walaupun tidak melebihi cintanya terhadap kaum muslimin.

4. Allah juga mengabarkan, jika sebagian kaum mukmin tidak menjadi penolong sebagian lainnya, sementara sebagian kaum kafir menjadi penolong sebagian lainnya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi. Maka seorang mukmin sama sekali tidak boleh mempercayai non mukmin walaupun ia menampakkan kecintaan dan loyalitas.

5. Tidak boleh pergi ke seorang kafir saat kedatangannya untuk mengucapkan selamat datang dan mengucapkan salam padanya, Karena telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda. "Artinya : Janganlah kalian memulai kaum yahudi dan jangan pula kaum nashrani dengan ucapan salam. Jika kalian menjumpai salah seorang mereka di suatu jalan, himpitlah ia ke pinggir".

6. Bepergian ke negara-negara yang banyak kekufuran, kesesatan, kebebasan dan merajalelanya kerusakan, seperti ; perzinaan, minum khamr dan berbagai macam kekufuran dan kesesatan lainnya, mengandung bahaya yang besar baik terhadap laki-laki maupun perempuan. Berapa banyak orang shalih yang bepergian ke sana lalu kembali menjadi orang yang rusak. Berapa banyak orang muslim yang kembali telah menjadi seorang kafir. Bahayanya bepergian yang demikian ini sungguh sangat besar.

7. Syarat Tinggal di Negeri Kafir ( Negeri orang2 kafir ), Ia belajar untuk mengkaji ilmu yang sangat bermanfaat bagi umat Islam yang tidak ditemukan di sekolah-sekolah dalam negeri mereka. Jika ilmu tersebut kurang bermanfaat bagi umat Islam atau bisa di dapat di sekolah-sekolah dalam negeri mereka, maka tidak diperbolehkan tinggal di negeri tersebut untuk tujuan belajar. Karena hal itu sangat berbahaya bagi agama, akhlaq, dan moral mereka. Juga hanya menghambur-hamburkan harta saja dengan tidak ada gunanya.

8. Ia tinggal untuk mempelajari keadaan orang-orang kafir dan mengenal sejauh mana kerusakan aqidah, kezhaliman, akhlaq, moral dan kehancuran sistim peribadatan orang-orang kafir. Dengan demikian ia bisa memperingatkan orang-orang untuk tidak terpengaruh dan tergiur dengan mereka dan ia bisa menjelaskan kepada orang-orang yang kagum dengan mereka. Ini juga termasuk bagian dari jihad.

Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka ia tidak boleh bepergian ke negara kafir karena bisa menimbulkan fitnah atau dikhawatirkan akan terkena fitnah, disamping hal ini merupakan penyia-nyiaan harta, karena pada perjalanan semacam ini biasanya seseorang mengeluarkan banyak uang, di samping hal ini malah menyuburkan perkenomian kaum kuffar.

Adapun masalah menetap atau tinggal di negeri kafir sangatlah membahayakan agama, akhlaq dan moral seseorang. Kita telah menyaksikan banyak orang yang tinggal di negeri kafir terpengaruh dan menjadi rusak, mereka kembali dalam keadaan tidak seperti dulu sebelum berangkat ke negeri kafir. Ada yang kembali menjadi orang fasik atau murtad, bahkan mungkin mengingkari seluruh agama, sehingga banyak dari mereka pulang ke negerinya menjadi penentang dan pengejek agama Islam, melecehkan para pemeluk agama Islam, baik yang terdahulu mupun yang ada sekarang, na'udzu billah.

Nah, bagaimana keadaan Si Ahlu Ahwa dan Ahlu Bid'ah Ahmad Sudirman cs yang tinggal dan menetap di Negara Swedia dll yang jauh dari agama islam tersebut ?. Tentunya ini akan dijawab oleh mereka. Kemudian telah kita ketahui bersama berdasarkan point-point di atas bahwasanya kita tidak boleh lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orang-orang muslimin, karena yang demikian merupakan haram. Bagaimana dengan Si Ahlu Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs yang lebih senang tinggal di sekeliling orang kafir Swedia sana dari pada tinggal bersama orang islam di Indonesia atau di Aceh ?. Anda (kaum muslimin dimanapun berada) renungkanlah point 2 di atas, nah sekalipun di Swedia sana bisa seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya tetapi karena yang melakukan adalah pejabat/orang-orang yang kafir (menolak islam) maka tidak ada kebaikan di dalam dirinya (Alloh SWT tidak akan ridlo kepadanya).

Saya tujukan kepada sdr Peace org, yang namanya tholabul 'ilmi itu yang paling afdlol adalah dengan face to face adapun tholabul 'ilmi lewat media seperti televisi, radio, buku atau majalah bahkan lewat acces internet atau lewat situs-situs islami adalah sebagai penunjang dan karena hanya sebagai penunjang maka tidak tertutup kemungkinan akan muncul fitnah-fitnah yang tidak disadarinya, lebih-lebih lewat mimbar bebas dimana pembuatnya (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman) penuh dengan kebencian, tidak ada rasa mahabbah, penuh kemunafikan, dendam, tidak punya sopan santun sekalipun kecuali hanya kepada orang-orang yang memujinya, kelompoknya atau yang tidak memojokkannya maka yang terjadi jelas fitnah besar yang akan anda petik (dapatkan).

Adapun Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ketika mengatakan saya ini, itu (sesat, dungu, munafik, bodoh dll) maka semuanya saya serahkan kepada Alloh SWT, saya tidak marah, tidak benci dan tidak sakit hati kepada Ahmad Sudirman. Justru saya merasa kasihan dengannya karena betapa mudahnya dia mengatakan itu semuanya tanpa ilmu agama islam yang mendalam.

Sedangkan Manhaj Salafy yang telah mengatakan NII, GAM/TNA, Hizbut Tahrir termasuk Khowarij, tidak bisa disamakan dengan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ketika mengatakan Manhaj Salafy sesat dll.

Jelas kalau Manhaj kami sudah mendiskusikan jauh-jauh tahun kemaren dan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengatakan NII,GAM/TNA, HT termasuk Khowarij, sedangkan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman mengatakan itu semua berdasarkan mimbar bebas ini kurang dari 3 hari untuk mengatakan sesat, munafik dll. Kemudian Manhaj Salafy jelas berdasarkan ilmu (Al-qur'an, Al-hadist dan Ijtihad para Imam besar kita) bukan bersdasarkan hawa nafsu atau balas dendam, sedangkan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman berdasarkan hawa nafsu, sakit hati dan dendam kepada Manhaj kami. Dan pemvonisannya tidak di diskusikan terlebih dahulu dengan orang-orang NII, GAM/TNA akan tetapi di ambil berdasarkan keputusannya sendiri. Banyak sekali kelemahan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah dalam berdiskusi maupun berdebat. Akan tetapi amat disayangkan, anda sdr Peace org cs tidak bisa melihat dan menyadari betapa tergesa-gesanya dia (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman) mengambil sebuah keputusan. Ini juga salah satu kelemahannya.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------