Stockholm, 21 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MAZDA ITU SOEKARNO MENGACU PADA KELICIKAN GAJAH MADA DENGAN HINDUISME-MAJAPAHITNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERLU DIKETAHUI OLEH MAZDA BAHWA SOEKARNO MENGACU PADA KELICIKAN GAJAH MADA DENGAN HINDUISME-MAJAPAHITNYA

"Jadi apapun argumennya nggak akan selesai Aceh dengan mengangkat senjata dan perundingan tetapi semuanya dengan diselesaikan dengan penuh kesadaran bahwa sudah waktunya GAM meletakkan senjata. Atau yang akan terjadi Aceh tinggal cerita seperti suku asli Amerika suku Indian. Mengomentari tulisan Ahmad sudirman soal Khawarij, saya kira bener kok kalian adalah Khwarij turunan dari nenek moyang kalian yang lari dari lembah Hurur yang kemudian dikenal dengan pemahaman Hururiyah. Pemahaman pemberontak anak turun dari pemahaman Yahudi yang pura2 masuk Islam kemudian membunuh Umar dan Utsman. Hururiyah sendiri terpecah dalam berbagai kelompok dinegeri kita ada kelompok LDII, NII, dan kelompok sempalan lain yang berinduk pada Hururiyah ini. Hizbut Tahrir adalah kelompok sesat yang menolak hadits ahad dalam pemahaman sesatnya. Mereka sama dengan Ahmad Sudirman dan kroninya yang memimpikan Khilafah Islamiyah dengan manhaj yang amburadul yang lengkap dengan konsep gado-gadonya." (Mazda , mazda_ok@yahoo.com , Fri, 20 Aug 2004 01:08:15 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Mazda di Surabaya, Indonesia.

Tanpa disadari saudara Mazda yang melemparkan pemikirannya di mimbar bebas ini, telah kena racun paham wahabi yang memang sedang gencar disebar luaskan dari pusatnya Saudi. Mereka kaum wahabiyin ini menganggap bahwa kelompok mereka mengikuti manhaj Rasulullah saw, padahal mereka adalah kelompok sesat dengan memakai dalih salafi.

Disamping itu kalau di Negara kafir RI ini, mereka benar-benar secara tidak sadar telah bersatu dengan para penerus paham hinduisme yang dikembangkan oleh Raja-Raja Majapahit dari pusatnya di Madura dengan Gajah Mada yang menjadi acuan Soekarno dan para penerusnya di Negara kafir RI. Mereka mengikuti jejak Kerajaan Hindu Majapahit dari mulai Raja Kala Gamet yang bergelar Jayanegara, dan diteruskan oleh Sri Gitaraja yang bergelar Tribuanatunggadewi, sampai kepada Raja Hayam Wuruk yang bergelar Rajasanegara karena masih keturunan Ken Arok dengan dibantu Gajah Mada sebagai Patihnya di Kahuripan.

Gajah Mada ini terkenal licik, dan dengan model Gajah Mada yang pandai menggunakan akal bulus dan tipu licik inilah yang ditiru Soekarno dan para penerusnya yang juga secara langsung disokong oleh saudara Mazda dengan paham wahabinya yang berkedok salafi.

Sebenarnya yang memang dibesar-besarkan dan diagung-agungkan Soekarno adalah Kerajaan Hindu Majapahit dengan Jayanegara, Tribuanatunggadewi, Hayam Wuruk, dan Gajah Madanya.

Karena itulah wajar kalau Soekarno menentang berdirinya Negara Islam di Nusantara ini. Soekarno adalah racun bagi tegaknya hukum Islam di bumi ini. Apalagi sekarang pemikiran Soekarno dan langkah politiknya diteruskan oleh para penerusnya termasuk Megawati dan Abdurrahman Wahid dari NU yang disokong oleh kaum wahabi yang sengaja diimport dari Saudi.

Maka makin sesatlah kelompok-kelompok yang ikut mendukung kebijaksanaan politik Soekarno dan para penerusnya ini. Karena memang dibalik itu adalah mereka ingin membangun kembali Kerajaan Hindu Majapahit dengan muka dan tubuh baru yang telah di beri baju oleh Soekarno dan para penerusnya.

Tetapi para wahabiyin yang pahamnya memang lahir di Saudi tidak mengetahui kelicikan Gajah Mada dari Kerajaan Hindu Majapahit yang idenya diacu oleh Soekarno. Soekarno dengan ide Gajah Mada tetapi diperhalus dengan selubung thaghut pancasila dengan alasan persatuan nasionalismenya telah menelan, mencaplok, memasukkan hampir semua Negara yang berada diluar Negara kafir RI-Jawa-Yogya tetapi berada dalam bangunan RIS-nya, bahkan lebih dari itu menelan dan mencaplok Negeri Acheh yang berada diluar bangunan RIS.

Itulah kelicikan dan tipu muslihat Soekarno yang mencontoh tipu muslihat dan akal licik Gajah Mada dari Kerajaan Hindu Majapahit yang asalnya dibangun dan berpusat di Madura.

Saudara Mazda.

Saudara kalau memang benar ingin membantu menyelesaikan konflik Acheh, caranya bukan seperti yang saudara kemukakan yakni: "Seharusnya yang dilakukan pemberontak saat ini seperti GAM adalah mengakui kedaulatan RI dari Sabang sampai Merauke dan meletakkan senjata menuju Union States. Pemberontakan hanya menjadikan rakyat yang berada ditengah semakin tak menentu, sayangnya ini dijadikan komoditas bagi GAM, SIRA, dan kelompok2 sayap GAM lainnya, yang kesemuanya adalah para budak2 kekuasaan semu atas nama rakyat Acheh."

Karena apa yang saudara Mazda kemukakan ini adalah suatu hasil pemikiran yang picik yang tidak didasarkan pada fakta, bukti, sejarah dan hukum yang benar yang ada hubungannya dengan Negeri Acheh dan proses pertumbuhan dan perkembangan Negara kafir RI.

Saudara hanyalah sekedar meludah begitu saja, tanpa dipikirkan secara mendalam. Saudara Mazda hanyalah sekedar sebagai ekornya para penerus Soekarno yang kebijaksanaan politiknya telah ditelan begitu saja oleh saudara Mazda.

Saudara Mazda hanyalah melihat bangkitnya rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila sebagai suatu pemberontakan terhadap pemerintah Negara kafir RI yang dibangun diatas puing-puing Negara-Negara bagian RIS yang telah ditelan dan dicaploknya ditambah dengan Negeri Acheh dan Negeri Maluku Selatan yang ditelan dan dicaplok dari luar garis wilayah de-facto dan de-jure RIS.

Saudara Mazda melihat dan menganggap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila sebagai pemberotak kemudian dihubungkan dengan kaum khawarij. Inilah kesimpulan yang salah kaprah dan menyesatkan dari kaum wahabi yang berkedok salafi dari Saudi ini.

Karena kebodohan dan kedunguan kaum wahabi di Nusantara inilah yang mengakibatkan terjerumus kedalam lemparan senjata gombal khawarij yang diarahkan kepada ASNLF atau GAM dan TNA, NII, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir.

Dengan alasan yang dilontarkan Mazda: "Pemberontakan hanya menjadikan rakyat yang berada ditengah semakin tak menentu, sayangnya ini dijadikan komoditas bagi GAM, SIRA, dan kelompok2 sayap GAM lainnya, yang kesemuanya adalah para budak2 kekuasaan semu atas nama rakyat Acheh", inilah yang makin menjerumuskan saudara Mazda dengan kelompok wahabinya di Nusantara ini.

Timbulnya alasan itu adalah disebabkan saudara Mazda memang menutup diri dan tidak mau ambil pusing dengan akar penyebab timbulnya konflik Acheh. Yang terlihat dan yang mau diperhatikan oleh saudara Mazda adalah hanya ASNLF atau GAM yang memberontak.

Inilah alasan yang sama persis dipakai oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati sekarang ini.

Nah karena saudara Mazda ini hanya berpikir secara dangkal dan picik tentang konflik Acheh ini, maka wajar kalau hasil pemikirannya tentang akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh sedikitpun tidak pernah diungkapkannya, selain dari istilah pemberontakan dan "Mereka adalah anjing2 yang menginginkan roti kekuasaan yang hilang, terbangun dari masa lalunya karena kehilangan istana dan kemegahan masa lalu, dan cerita dongeng keheroikan para nenek moyang dari situlah mereka berangkat."

Dari alasan yang dilontarkan oleh Mazda ini sudah bisa diterka dan dilihat bahwa sesungguhnya saudara Mazda ini memang pikirannya sempit, picik, dan dangkal, yang hanya mau ambil gampangnya saja. Persis seperti para penganut paham wahabi dengan senjata gombal khawarijnya.

Karena itulah wajar kalau para pengikut paham wahabi Saudi ini akan selalu menimbulkan pertentangan dan permusuhan diantara kaum muslimin di dunia, karena memang dasar pemikirannya bukan didasarkan secara menyeluruh kepada manhaj Rasulullah saw, melainkan hanya didasarkan kepada manhaj yang lahir dari paham Wahabi hasil pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab yang bergabung bersama Muhammad bin Saud pendiri Kerajaan Saudi Arabia.

Ditambah lagi para pengikut paham wahabi Saudi ini yang ada di Nusantara bercampur dengan para penerus Soekarno yang mengembangkan paham nasionalisme, komunis, agama, ditambah dengan hinduisme dan kejawennya yang menjadi dasar dan sumber hukum di Negara kafir RI.

Lucunya itu para pengikut wahabi Saudi ini justru mendukung dan menyokong pula kebijaksanaan para pimpinan Negara kafir RI yang membangkang pada ayat-ayat dasar hukum yang diturunkan Allah SWT melalui menyokong kebijaksanaan pendudukan dan penjajahan yang dilakukan RI terhadap Negeri Acheh.

Inilah suatu kemunafikan para pengikut paham wahabi yang berkedok salafi di Negara kafir RI ini. Disatu segi ingin memurnikan ketauhidan, tetapi dilain pihak terjerumus kedalam sistem thaghut pancasila hasil kutak katik Soekarno melalui penyokongan terhadap kebijaksanaan para pimpinan RI menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 20 Aug 2004 01:08:15 -0700 (PDT)
From: maz da <mazda_ok@yahoo.com>
Subject: PERUNDINGAN???
To: ahmad@dataphone.se

APA HUKUM PERUNDINGAN DENGAN PEMBERONTAK

Dari judul diatas berunding dengan pemberontak hanya buang2 waktu. Seharusnya yang dilakukan pemberontak saat ini seperti GAM adalah mengakui kedaulatan RI dari Sabang sampai Merauke dan meletakkan senjata menuju Union States.

Pemberontakan hanya menjadikan rakyat yang berada ditengah semakin tak menentu, sayangnya ini dijadikan komoditas bagi GAM, SIRA, dan kelompok2 sayap GAM lainnya, yang kesemuanya adalah para budak2 kekuasaan semu atas nama rakyat Acheh.

Mereka adalah anjing2 yang menginginkan roti kekuasaan yang hilang, terbangun dari masa lalunya karena kehilangan istana dan kemegahan masa lalu, dan cerita dongeng keheroikan para nenek moyang dari situlah mereka berangkat.

Hal ini seperti yang diakui dalam tulisan "The Price of Freedom" oleh Hasan tiro dalam catatan harian yang belum selesai. Mereka bangun dengan mimpi masa lalu.

Jadi apapun argumennya nggak akan selesai Aceh dengan mengangkat senjata dan perundingan tetapi semuanya dengan diselesaikan dengan penuh kesadaran bahwa sudah waktunya GAM meletakkan senjata. Atau yang akan terjadi Aceh tinggal cerita seperti suku asli Amerika suku Indian.

Mengomentari tulisan Ahmad sudirman soal Khawarij, saya kira bener kok kalian adalah Khwarij turunan dari nenek moyang kalian yang lari dari lembah Hurur yang kemudian dikenal dengan pemahaman HURURIYAH.

Pemahaman pemberontak anak turun dari pemahaman Yahudi yang pura2 masuk Islam kemudian membunuh Umar dan Utsman.

Hururiyah sendiri terpecah dalam berbagai kelompok dinegeri kita ada kelompok LDII, NII, dan kelompok sempalan lain yang berinduk pada Hururiyah ini.

Hizbut Tahrir adalah kelompok sesat yang menolak hadits ahad dalam pemahaman sesatnya. Mereka sama dengan Ahmad Sudirman dan kroninya yang memimpikan KHILAFAH ISLAMIYAH dengan manhaj yang amburadul yang lengkap dengan konsep gado-gadonya.

Disana ada filsafat, tarekat, syiah, khurafat dan kepercayaan lainnya yang kemudian berkumpul menjadi konsep GADO-GADO ala KHILAFAH ISLAMIYAH AL HAWA, yakni hawa nafsu. Kesemuanya bukan berdiri pada landasan yang kokoh tapi berdiri diatas landasan sarang laba2.

Adapun setiap dalil dan tafsir yang mereka pertontonkan adalah racun bagi ummat maka ummat perlu dikasih penawarnya dengan mempelajari Islam yang bener yang nggak keblinger seperti Islamnya Ahmad Sudirman dan konco-konconya.

Saya tulis ini bukan berarti saya tidak setuju dengan Khilafah Islamiyah, tetapi saya tidak setuju dengan dasar2 Khilafah Islamiyah yang dianut oleh mereka2 ini para sontoloyo yang sok bener.

Mazda

mazda_ok@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------