Stockholm, 23 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MAZDA ITU HASIL ANDA BELAJAR SEJARAH ACHEH DAN RI TERNYATA KOSONG ALIAS GOMBAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU MAZDA MEMBUAL BESAR DENGAN MENGATAKAN TELAH TAHU SEJARAH ACHEH

"Ok bung Ahmad Sudirman saya juga tau sejarah Aceh nggak perlu anda jelaskan panjang lebar. Saya juga sudah baca tulisan artikel di asnlf.com baik itu tulisan si Yusra atau yang lainnya, dan juga dari sumber lain. Saya berpendapat untuk menyelesaikan kasus Aceh butuh kebesaran hati, kalo GAM masih dengan faham jumud kesukuannya maka masalah Aceh tidak akan pernah selesai. Sejarah masa lalu adalah bagian masa kini tetapi kita hidup dimasa kini dan bukan dimasa lalu jadi kalo anda ingin hidup dimasa kini hiduplah dengan pemikiran kedepan. Dan untuk menyelsaikan Aceh tidak dengan cara pemberontakan seperti apa yang dilakukan GAM dan kroninya. Jangan jadi orang yang taqlid dengan Hasan Tiro yang memang lagi fly dengan kejayaan masa lalu tanpa mau melihat masa kini dan masa datang. Apa beda Hasan Tiro dengan para tikus2 politik yang selalu membual "atas nama rakyat". Dan rakyat yang manakah itu?." (Mazda , mazda_ok@yahoo.com , Sun, 22 Aug 2004 20:45:15 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Mazda di Surabaya, Indonesia.

Ketika saya telah membaca dan memikirkan serta merenungkan apa yang ditulis oleh saudara Mazda dalam tanggapannya terhadap tulisan saya, ternyata saya makin heran dan makin penuh pertanyaan. Mengapa ?

Karena saudara Mazda menulis: "Ok bung Ahmad Sudirman saya juga tau sejarah Aceh nggak perlu anda jelaskan panjang lebar. Saya juga sudah baca tulisan artikel di asnlf.com. baik itu tulisan si Yusra atau yang lainnya, dan juga dari sumber lain. Saya berpendapat untuk menyelesaikan kasus Aceh butuh kebesaran hati, kalo GAM masih dengan faham jumud kesukuannya maka masalah Aceh tidak akan pernah selesai."

Nah dari apa yang dituliskan oleh saudara Mazda untuk menyelesaikan konflik Acheh ini bukanlah menampilkan akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh, melainkan hanya menampilkan hasil buah hatinya yang menunjukkan kedangkalan dari hasil belajarnya. Mengapa ?

Karena saudara Mazda hanya mampu memberikan jalan keluar untuk penyelesaian konflik Acheh dengan mengatakan: "Saya berpendapat untuk menyelesaikan kasus Aceh butuh kebesaran hati, kalo GAM masih dengan faham jumud kesukuannya maka masalah Aceh tidak akan pernah selesai."

Jelas dari apa yang dilambungkan Mazda tentang bagaimana menyelesaikan konflik Acheh menggambarkan hasil daripada apa yang telah dipelajarinya tentang sejarah Acheh yang tidak lengkap, tidak benar, dan hanya membeo kepada apa yang digembar-gemborkan Soekarno dan para penerusnya.

Jelas, itu konflik Acheh telah berlangsung lebih dari setengah abad, dari sejak mulai Presiden RIS Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh memakai RIS dengan PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950 melalui mulut Sumatera Utara masuk kedalam mulut RIS diteruskan kedalam usus RI yang menjelma jadi NKRI, dan dari sejak 15 Agustus 1950 tetap berada dalam tubuh NKRI yang berobah kembali menjadi RI sejak Soekarno melambungkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Dan tentu saja itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI bukan didasarkan kepada "faham jumud kesukuan", melainkan didasarkan kepada Presiden RIS Soekarno yang telah merampok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Kemudian yang paling membuat saudara Mazda penuh dengan kekosongan pengetahuan tentang sejarah Negeri Acheh yang dihubungkan dengan Negara RI adalah ketika Mazda menampilkan pemikirannya dalam usaha menyelesaikan konflik Acheh dengan bentuk ungkapan: "Sejarah masa lalu adalah bagian masa kini tetapi kita hidup dimasa kini dan bukan dimasa lalu jadi kalo anda ingin hidup dimasa kini hiduplah dengan pemikiran kedepan."

Nah, disinilah titik lemahnya saudara Mazda dalam memahami, mempelajari, menganalisa sejarah Acheh dihubungkan dengan penyelesaian konflik Acheh. Mengapa ?

Karena bagaimana mungkin bisa mengetahui dan bisa memecahkan persoalan konflik Acheh tanpa mendasarkan kepada sejarah Acheh dan sejarah Negara RI itu sendiri guna mencarikan jalan keluarnya di masa kini. Karena tidaklah mungkin untuk memecahkan konflik Acheh menggantungkan kepada pikirian masa depan yang masih penuh misteri dan yang hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya. Masa depan adalah masa yang hanya penuh harapan, bukan masa yang penuh dengan realita. Masa depan hanyalah terletak di tangan Allah SWT, bukan ditangan manusia. Masa depan hanyalah sebagai masa yang penuh dengan berbagai asumsi dan penuh dengan ramalan.

Jadi saudara Mazda, dengan apa yang saudara kemukakan di mimbar bebas ini yang ada hubungannya dengan konflik Acheh, ternyata saudara Mazda ketika memberikan keterangan dengan mengatakan: "Ok bung Ahmad Sudirman saya juga tau sejarah Aceh nggak perlu anda jelaskan panjang lebar" ternyata adalah penuh dengan kebohongan dan kemunafikan. Mengapa ? Karena kenyataannya dari apa yang saudara tulis, setelah saya membaca dan menganalisanya, ternyata isinya kosong dan penuh dengan subjetifitas saja.

Apalagi dengan saudara Mazda menampilkan hasil pemikiran yang selanjutnya yang berbunyi: Dan untuk menyelsaikan Aceh tidak dengan cara pemberontakan seperti apa yang dilakukan GAM dan kroninya. Jangan jadi orang yang taqlid dengan Hasan Tiro yang memang lagi fly dengan kejayaan masa lalu tanpa mau melihat masa kini dan masa datang."

Coba perhatikan, makin jelaslah bahwa saudara Mazda mengatakan: "tau sejarah Aceh nggak perlu anda jelaskan panjang lebar", ternyata dalam realitanya otak saudara Mazda kosong molongpong dari sejarah Acheh dan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI yang sebenarnya. Mengapa ?

Karena, lihat dan perhatikan saja dengan menampilkan kata: "pemberontakan seperti apa yang dilakukan GAM dan kroninya" adalah sudah memberikan fakta dan bukti bahwa memang benar Mazda itu tidak mengetahui sejarah sebenarnya ketika Presiden RIS Soekarno menelan dan menjajah Negeri Acheh.

Kalau yang namanya mengerti tentang sejarah Acheh dihubungkan dengan sejarah Negara RI, maka itu tidak akan mungkin keluar perkataan "pemberontakan seperti apa yang dilakukan GAM dan kroninya", mengapa ?

Karena kalau rakyat Acheh yang Negerinya dijajah oleh pihak RIS, RI yang menjelma jadi NKRI, dan RI wajah baru yang dijelmakan kembali dari NKRI, maka tidak ada itu istilah atau perkataan pemberontak. Yang ada adalah istilah menentukan nasib sendiri dan memperjuangan kemerdekaan Negeri Acheh yang telah dan sedang diduduki dan dijajah oleh RI.

Istilah memberontak dan istilah menentukan nasib sendiri adalah artinya jauh berbeda dan sangat bertolak belakang.

Selanjutnya, Mazda mengatakan: "Jangan jadi orang yang taqlid dengan Hasan Tiro yang memang lagi fly dengan kejayaan masa lalu tanpa mau melihat masa kini dan masa datang."

Jelas Ahmad Sudirman bukan seorang yang taklid buta terhadap Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Mengapa ? Karena Ahmad Sudirman telah membongkar, membaca, menganalisa, memikirkan, menjungkir balikkan sumber sumber tentang sejarah Acheh dan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI, sehingga ketika Ahmad Sudirman menyimpulkan dari semua hasil bacaan, pemikiran, analisa tersebut lahirkan sikap yang menyatakan bahwa memang benar itu Negeri Acheh diduduki dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno yang diteruskan sampai detik ini oleh Presiden RI Megawati dan dibantu oleh TNI/POLRI dan Lembaga Legislatif DPR, MPR, termasuk oleh saudara Mazda.

Jadi Ahmad Sudirman tidak taklid buta terhadap Teungu Hasan Muhammad di Tiro dalam hal sejarah Negeri Acheh dan sejarah Negara RI dan perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara RI atau Negara kafir Pancasila.

Lalu kalau saudara Mazda mengatakan: "Apa beda Hasan Tiro dengan para tikus2 politik yang selalu membual "atas nama rakyat". Dan rakyat yang manakah itu?."

Jelas itu pandangan dan pikiran saudara Mazda lahir karena saudara pikirannya masih diselimuti oleh pemikiran Soekarno, para penerus Soekarno, dan para politikus karbitan yang sekarang sedang tumbuh subur di negara RI atau Negara kafir Pancasila. Para politikus dan para penerus Soekarno memang perilaku dan jalan pikiran mereka penuh dengan akal licik dan akal bulus tentang Negeri Acheh.

Dan jelas itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara RI atau Negara kafir RI. Bukan rakyat yang dikirimkan oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati ke Acheh sebagai rakyat transmigrasi, karena masalah kehidupan ekonomi, yang hidungnya masih bisa ditarik oleh para penerus Soekarno, TNI/POLRI, BIN.

Terakhir, kalau memang saudara Mazda benar-benar ingin mengetahui itu paham wahabi dengan salafinya, pelajari secara mendalam sepak terjang Muhammad bin Abdul Wahab yang bersekutu dengan Muhammad bin Saud pendiri Kerajaan Saudi Arabia.

Kemudian itu soekarnoisme yang dipenuhi oleh ide-ide Gajah Mada dari Kerajaan Hindu Majapahit. Coba pelajari secara mendalam sepak terjang Soekarno yang anti Syariat Islam dan Negara Islam. Jangan hanya taklid buta kepada penerus Soekarno saja yang pikiran mereka penuh dengan akal licik dan akal bulus saja dengan menggunakan tali penjerat sistem thaghut pancasila hasil kutak katik Soekarno yang sangat rapuh itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 22 Aug 2004 20:45:15 -0700 (PDT)
From: maz da mazda_ok@yahoo.com
Subject: AHMAD SUDIRMAN MULAI UTAK ATIK PAHAM WAHABI DAN SOEKARNO ISME
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_sudirman@hotmail.com

AHMAD SUDIRMAN MULAI UTAK ATIK PAHAM WAHABI DAN SOEKARNO ISME

Membaca argumen anda lucu juga seakan-akan anda benci banget ama WAHABI kayak kelompok tareqat yang begitu benci dengan paham wahabi, kalo boleh saya mau nanya sejauh mana menurut Ahmad Sudirman ini dengan apa yang anda sebut faham WAHABI atau anda sempat bilang SALAFY.

Mungkin si Ahmad Sudirman ini hasil product gado2 tareqat yang muncul kepermukaan dengan bercampur dengan seabrek pemahaman yang nggak jelas jluntrungannya.

Lucunya lagi dihubungkan dengan paham soekarno-isme dan gajah mada isme. makin lama makin melantur aja ahmad sudirman ini.

Ok bung Ahmad Sudirman saya juga tau sejarah Aceh nggak perlu anda jelaskan panjang lebar. Saya juga sudah baca tulisan artikel di asnlf.com. baik itu tulisan si Yusra atau yang lainnya. dan juga dari sumber lain.

Saya berpendapat untuk menyelesaikan kasus Aceh butuh kebesaran hati, kalo GAM masih dengan faham jumud kesukuannya maka masalah aceh tidak akan pernah selesai.

Sejarah masa lalu adalah bagian masa kini tetapi kita hidup dimasa kini dan bukan dimasa lalu jadi kalo anda ingin hidup dimasa kini hiduplah dengan pemikiran kedepan.

Dan untuk menyelsaikan aceh tidak dengan cara pemberontakan seperti apa yang dilakukan GAM dan kroninya. Jangan jadi orang yang taqlid dengan Hasan Tiro yang memang lagi fly dengan kejayaan masa lalu tanpa mau melihat masa kini dan masa datang.

Apa beda Hasan Tiro dengan para tikus2 politik. yang selalu membual "atas nama rakyat". Dan rakyat yang manakah itu?.

Mazda

mazda_ok@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------