Stockholm, 23 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN MAKIN SESAT PAKAI PAHAM WAHABI PERTAHANKAN PARA PIMPINAN RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN KUAT SAJA ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN MAKIN SESAT PAKAI PAHAM WAHABI PERTAHANKAN PARA PIMPINAN RI

"Baiklah, mungkin anda Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman akan mengatakan (dengan terpaksa saya mengatakan orang yang sudah meninggal, semoga Alloh SWT mengampuni saya) Imam SM Kartossuwiryo sudah melakukan dakwah secara hikmah dan bijaksana kepada soekarno. Kalau benar dugaan saya kali ini maka sayapun akan membbantah, itu khan baru pejabat pemerintahannya belum ke warga RI nya. Buktikan kalau Kartosuwiryo telah mendakwahi Soekarno seperti Rosululloh SAW mendakwahi Abu Jahal dan Abu Lahab (face to face). Yang jelas Rosululloh SAW begitu sabarnya mendakwahi gembong Kair Quraisy ( untuk Abu Jahal, Rosululloh SAW mendakwahinya (face to face) tidak kurang dari 100 kali ). Kemudian jelas sekali itu yang berhasil mengikuti dakwahnya Kartosuwiryo hanya orang-orang tertentu saja." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Sun, 22 Aug 2004 21:13:10 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Kelihatan makin semerawut dan tidak menentu saja Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi memberikan tanggapan dan pikirannya terhadap tulisan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini. Mengapa ?

Coba saja perhatikan apa yang ditulisnya pagi ini yang mengulanginya apa yang ditulis sebelumnya. Dan tetap ngotot dan degil sambil menunjukkan hasil pemikirannya yang dangkal dan sempit.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, itu Rasulullah saw telah memberikan contoh baik ketika selama 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Yatsrib untuk menegakkan dan menerapkan serta menjalankan Islam yang kaffah kepada ummatnya.

Sampai tahun 1923 M ketika dinasti Usmaniyah hancur, itu semuanya telah mengacu kepada apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw dalam hal penegakkan syariah Islam baik dalam kehidupan masyarakat, maupun kehidupan bernegara.

Negara atau Khilafah telah dibangun dan diteruskan dari sejak Daulah Islam pertama berdiri di Yatsrib dengan dasar dan sumber hukum Islam dan Sunnah Rasul sampai dinasti Usminyah di Turki.

Jadi Rasulullah saw telah memberikan dan meninggalkan dasar-dasar bagaimana menegakkan, menjalankan, menerapkan, melaksanakan Islam secara kaffah ini, baik dalam kehidupan masyarakat mapun dalam kehidupan bernegara.

Karena itulah ketika muncul Kerajaan Islam Samudra Pasai, Kesultanan Islam Demak, Banten, Cirebon, adalah mereka semuanya telah mengikuti apa yang terlah digariskan oleh Rasulullah saw dalam membangun dan menegakkan Daulah Islam di Yatsrib yang selanjutnya diteruskan oleh Dinasti Umayyah di Sirya dan Dinasti Abassiyeh di Irak.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu ketika Kerajaan Islam Samudra Pasai, Kesultanan Islam Demak, Banten, Cirebon berdiri di Nusantara ini adalah sejajar dengan masa dinasti Umayyah di Sirya dan Abassiyah di Irak.

Islam tegak bukan hanya di Jazirah Arab saja, melainkan telah meluas ke benua Asia dan Eropa.

Jadi, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu para sahabat dan pengikut Rasulullah saw tinggal melanjutkan apa yang telah digariskan dan telah ditanamkan fondasi tempat berdiri Daulah Islam pertama di Yatsrib sampai tahun 1923 ketika dinasti Usmaniyah di Turki tenggelam.

Fakta dan bukti sejarah ini merupakan sebagai acuan bagi umat Rasulullah saw dikemudian hari dalam usaha menegakkan, membangun, menjalan, dan menerapkan Islam secara kaffah baik dalam kehidupan, keluarga, masyarakat dan negara.

Itu di Nusantara pada abad ke 15 telah berdiri Kerajaan Islam, Kesultanan Islam dan bagaimana mempertahankan diri dari serangan Kerajaan hindu Majapahit. Seperti ketika Kerajaan Hindu Majapahit menghancurkan dan menduduki Kerajaan Islam Samudra Pasai. Kemudian bangkit Kesultanan Demak mempertahankan Kerajaan Islam Samudra Pasai dengan menghantam Kerajaan Hindu Majapahit.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, itu ketika Kesultanan Demak menyerang Kerajaan Hindu Majapahit adalah diakibatkan ulah pimpinan Kerajaan Hindu Majapahit Raja Hayam Wuruk dan Pati Gajah Mada menduduki dan menjajah Kerajaan Islam Samudra Pasai.

Apakah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi menutup mata bagaimana timbulnya perang Badar, perang Uhud, perang Akhzab, ketika pimpinan kaum Musyrik dan kafir Mekkah menyerang Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib?.

Itu semua telah jelas dicontohkan Rasulullah saw bagaimana menghadapi kaum dari Negara lain yang mendeklarkan perang dan menyerang Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib.

Nah sekarang ketika Ahmad Sudirman menghubungkan dengan NII yang dipimpin oleh Imam SM Kartosoewirjo, itu sudah jelas perjuangan umat Islam yang ingin melihat berdirinya Daulah Islam atau Negara Islam berdiri dan bangun kembali di Nusantara ini. Bukan Negara kafir RI model Soekarno.

Jelas itu telah timbul pertentangan antara Soekarno plus pengikutnya dengan pihak SM Kartosoewirjo plus pengikutnya sebelum berdirinya NII 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya, di luar daerah wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Negara kafir RI Soekarno.

Pada waktu itu bukan lagi telah mendakhwahi Soekarno dan para pengikutnya dan rakyatnya yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya termasuk Solo yang mendukung Soekarno dengan Negara kafir RI-nya, melainkan telah timbul konfrontasi yang hebat antara Soekarno plus para pengikut, dan rakyatnya di Yogyakarta menghadapi SM Kartosoewirjo plus pengikut dan ummat Islam yang telah sadar untuk tegaknya Islam di bumi nusantara yang sebelumnya telah berdiri Kerajaan Islam dan Kesultanan Islam.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi jangan kalian itu bodoh dan dungu dengan mengatakan: "Baiklah, mungkin anda Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman akan mengatakan (dengan terpaksa saya mengatakan orang yang sudah meninggal, semoga Alloh SWT mengampuni saya) Imam SM Kartossuwiryo sudah melakukan dakwah secara hikmah dan bijaksana kepada soekarno. Kalau benar dugaan saya kali ini maka sayapun akan membantah, itu khan baru pejabat pemerintahannya belum ke warga RI nya. Buktikan kalau Kartosuwiryo telah mendakwahi Soekarno seperti Rosululloh SAW mendakwahi Abu Jahal dan Abu Lahab (face to face). Yang jelas Rosululloh SAW begitu sabarnya mendakwahi gembong Kair Quraisy ( untuk Abu Jahal, Rosululloh SAW mendakwahinya (face to face) tidak kurang dari 100 kali ). Kemudian jelas sekali itu yang berhasil mengikuti dakwahnya Kartosuwiryo hanya orang-orang tertentu saja."

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi karena kebodohan dan kedungan kalian, maka kalian ketika melihat dan mencontoh manhaj Rasulullah saw dalam hal penegakkan, pelaksanaan, penerapan Islam secara kaffah baik itu dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan negara menjadi salah kaprah dan melantur.

Itu sebelum berdirinya NII, SM Kartosoewirjo telah banyak sekali mengingatkan Soekarno baik secara lisan berhadapan langsung maupun secara tulisan, tetapi tetap saja itu Soekarno plus para pengikutnya, TNI dan rakyatnya di Negara kafir RI di Yogyakarta dan sekitarnya tidak ingin menegakkan dan membangun Daulah Islam sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah saw.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi karena memang kalian itu degil tidak mau mempelajari sejarah yang benar tentang Negara kafir RI dengan Soekarno-nya dan sejarah NII yang benar, maka ketika kalian mecoba melihat dan menulis tentang NII jadi salah kaprah dan menyesatkan.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi hanya mampu membeberkan sebagian kecil saja tentang sejarah NII. Dan celakanya dari yang sebagian kecil sejarah yang kalian comot itu, kalian buatkan kesimpulan, sehingga kesimpulan kalian adalah betul-betul menyesatkan dan salah kaprah. Ketika kalian hubungkan dengan dakhwah Rasulullah pada masa periode Mekkah, jelas itu telah dijalankannya oleh SM Kartosoewirjo plus ummat Islam yang telah sadar untuk tegaknya Negara Islam sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw ketika membangun Daulah Islam pertama di Yatsrib.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu cara-cara dan adab perang yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan dicontohkan Rasulullah saw telah dipraktekkan oleh SM Kartosoewirjo ketika NII diserang oleh kaum Soekarno dari Negara kafir RI Yogyakarta. Itu sama ketika kaum Quraisy Mekkah menyerang Daulah Islam di Yatsrib, sehingga timbul perang Badar, Uhud, Khandak dan Akhzab.

Apa pula perlu menghindar dari serangan TNI Negara kafir RI dibawah perintah Soekarno yang anti syariat Islam dan anti Negara Islam. Jelas itu kaum muslimin di bawah pimpinan Imam NII SM Kartsosoewirjo mempetahankan Islam, daerah, dan rakyat NII dari serangan Negara kafir RI pimpinan Soekarno dari Yogyakarta, bukan menghindar.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu Negara Islam atau Daulah Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah saw di Yatsrib adalah sebagai wadah tempat menegakkan, menerapkan, menjalankan Islam secara kaffah. Atau dengan kata lain Daulah Islam itu merupakan alat bukan tujuan, untuk bisa semua hukum-hukum Islam ditegakkan, dilaksanakan, diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan negara.

Tanpa wadah dan alat Daulah Islam, mana bisa itu Islam diterapkan secara kaffah sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw.

Coba perhatikan di Negara kafir RI, apakah itu Islam ditegakkan, diterapkan, dilaksanakan secara kaffah sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw ?

Jelas tidak, dan celaknya itu oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dibentengi pula para pimpinan Negara kafir RI bersama sistem thaghut pancasila-nya dengan paham sesat wahabi-nya.

Kemudian, kalau itu sekarang banyak kelompok yang mengaku NII, itu jelas tidak benar dan salah.

Saya telah menjelaskan bahwa hanya ada satu NII sekarang, yang lainnya hanyalah NII bohong-bohongan saja. Saya telah menjelaskan berulang kali tentang NII ini di mimbar bebas ini dan di dunia internet. Jadi kalau ada NII bohong-bohongan mengaku NII silahkan menjawab dan menanggapi tulisan saya ini.

Seterusnya ketika Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi menulis: "Kemudian itu NII terutama GAM/TNA jelas sekali berjuang bukan untuk Agama islam melainkan berjuang untuk Ashobiyah, MERDEKA dan kekuasaan berdasarkan hawa nafsu, sakit hati, balas dendam dll. Walaupun dengan alasan agama sekalipun tetapi kalau tidak mengkuti ( itiba') Rosululloh SAW tetap saja itu berdasarkan hawa nafsu belaka."

Nah inilah karena kebodohan dan kedunguan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tentang sejarah sebenarnya tentang NII. dan juga tentang ASNLF atau GAM.

Menyinggung NII telah saya kupas diatas. Sedangkan menyinggung ASNLF atau GAM jelas itu perjuangan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan hak nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila adalah perjuangan pembebasan dari pendudukan dan penjajahan Negara kafir RI dan dari para pimpinannya yang anti syariat Islam dan Negara Islam. Pembebasan Islam dari Para pimpinan Eksekutif RI, Lembaga DPR, MPR RI yang telah mencampur-adukkan dasar dan sumber hukum pancasila dengan sumber hukum Islam, semisal UU No.18/2001 yang merupakan produk hukum yang salah kaprah akibat pencampuradukkan sumber hukum thaghut pancasila dengan sumber hukum Islam. Pembebasan dari pengaruh para pimpinan Negara kafir RI yang telah menentukan aturan, hukum undang-undang tidak menurut aturan, hukum yang telah diturunkan Allah SWT.

Selanjutnya, mengapa Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah menuduh yang bukan-bukan kepada NII dengan seenak udelnya sendiri ?

Karena pertama, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak mau mempelajari sejarah yang sebenanrnya NII secara menyeluruh.

Kedua, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi sangat dangkal ketika menghubungkan dengan sejarah Islam dan perkembangannya di Nusantara INI.

Ketiga, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak bisa membaca, memikirkan, menganalisa manhaj Rasulullah ketika di Mekah dan di Madinah dihubungkan dengan Khilafah, Negara Islam, Kerajaan Islam, Kesultanan Islam yang telah berdiri sesudah Daulah Islam pertama di Yatsrib berdiri.

Keempat, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang sejarah NII dihubungkan dengan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara kafir RI.

Kelima, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan paham wahabinya yang berkedok salafi berusaha untuk memecahkan kesatuan ummat Islam dengan senjata gombal khawarijnya.

Keenam, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi karena picik, bodoh, dan dungu dalam mempelajari sejarah NII, maka lahirlah kesimpulan yang salah ketika dihubungkan dengan manhaj Rasulullah ketika di Mekkah dan di Madinah.

Ketujuh, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi karena dangkal pengetahuan tentang sejarah umat Islam, syariat Islam, maka ketika membicarakan NII dihubungkan dengan sejarah Islam di Nusantara dan di Jazirah Arab menjadi salah kaprah dan menyesatkan.

Kedelapan, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ketika inghin menerapkan manhaj Rasulullah pada masa Mekkah diterapkan dalam NII salah kaprah karena kebodohan dan kedangkalan pengetahuannya tentang manhaj Rasulullah saw di Mekkah dan di Yatsrib.

Kesembilan, Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi hanya bertaklid buta pada paham wahabi yang dikembangkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab yang bersekutu dengan Muhammad bin Saud yang pahamnya terus ditaburkan keluar dari wilayah kekuasaan Kerajaan saudi Arabia, sehingga sampai di Solo ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 22 Aug 2004 21:13:10 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Ahlul Ahwa ( pengekor hawa nafsu ) dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Itu NII Lebih-lebih GAM/TNA Berperang Berdasarkan Hawa Nafsu ( Merdeka )
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com, seuramoe_aceh@yahoo.com.uk, narastati@yahoo.com, netty_suwarto@hotmail.com, me_yuni@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Ahlul Ahwa (pengekor hawa nafsu) dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Itu NII Lebih-lebih GAM/TNA Berperang Berdasarkan Hawa Nafsu (Merdeka).

Saya tujukan kepada sdr Peace org sekaligus kpd Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman (yang merasa pro dengan Ahmad silakan bela dia), mengapa anda tidak mau mengomentari komentar yg saya tujukan ke Ahlu Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman terutama hal-hal yang tidak pernah dijawab dengan kejujurannya ?.

Kalau anda membaca ulang (dg kesungguhan tanpa emosi dll) komentar-komentar yg saya tujukan kpd Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, maka banyak hal yg belum dijawabnya atau dikomentarinya dengan baik dan benar bahkan terkesan dia lari dari apa yang saya permasalahkan.

Nah, anda baca komentar saya yg terakhir sebelum ini ?.

Nah ketika disitu saya menuliskan, "Nah seharusnya NII, GAM/TNA mencontoh dakwahnya Rosululloh SAW yang hikmah (sunnah) dan bijaksana, lebih-lebih yang dihadapinya adalah umat Islam sendiri. Jelas mendakwahi atau menunjukkan jalan kebenaran kepada orang Islam (pejabat RI) harus lebih bijaksana daripada mendakwahi orang kafir. Seandainya kita dalam berdakwah kepada orang kafir (non Islam) atau kepada umat Islampun mendapat ancaman, hinaan maka kita harus sabar, "innallooha ma'ash shobiriin". Namun apabila kita dimusuhi atau diperangi (perang fisik) orang kafir tersebut maka kita boleh balas memeranginya, tentunya dengan tata cara yang telah ditetapkan Alloh dalam Al Qur'an yaitu mengenai Adab-adab Perang. Akan tetapi apabila yang memusuhi itu adalah umat islam sendiri maka kewajiban kita adalah untuk menghindari agar tidak terjadi peperangan antara umat islam sendiri".

"Bagaiman yang terjadi dengan NII lebih-lebih GAM/TNA jelas mereka tidak bisa sabar ketika berdakwah. Seharusnya bagi setiap umat islam yang ingin menegakkan kembali Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah maka wajib baginya untuk mengetahui langkah-langkah Rosululloh SAW dalam berdakwah di Makkah dan di Madinnah yang pada akhirnya terbentuklah DIR Madinnah, Futhul Makkah dll".

"Yang perlu di pahami adalah Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah bukanlah tujuan dan alat melainkan hasil bagi orang-orang yang berimana dan bertakwa kepada Alloh SWT".

"Nah kita lihat yang terjadi dalam NII dan GAM/TNA mereka ternyata tidak mengetahui langkah-langkah dalam berdakwah, mereka menggunakan langkah terakhir (penegakan khilafah islamiyah) sebagai langkah awal. Bagaimana kalau kita menggunakan langkah akhir sebagai langkah awal, jelas akan binasa dan tidak mendapat pertolongan Alloh SWT di karenakan salah satunya tidak sabar. Lihat sendiri saja itu NII atau GAM/TNA bukannya tujuan mereka yang didapat tapi malah usaha mereka sia sia dan berakhir dengan binasanya itu NII atau GAM/TNA. Kita ketahui bersama lewat uraian Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman bahwa NII sekarang hampir-hampir tidak ada semurni dengan NII Kartosuwiryo (pecah menjadi 14 faksi), sedangkan GAM/TNA jelas banyak yang keok dan menyerah".

"Dengarkanlah wahai Warga NII, Anggota GAM/TNA apabila anda menggunakan kekerasan dalam berdakwah maka anda akan binasa dan tidak akan mendapatpertolongan Alloh SWT".

Langsung saja itu Si Ahlul Ahwa (pengekor hawa nafsu) dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman dengan tergopoh-gopohnya menjawab asala kena, "Begitu juga dengan NII, Imam SM Kartoseowirjo mengikut manhaj Rasulullah saw di Yatsrib. Dengan cara hijrah. Ke tempat dimana Daerah Jawa Barat yang bebas dari pengaruh kekuasaan negara kafir RI yang diproklamasikan Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, tetapi pada 17 Junari 1948 telah mundur ke Yogyakarta dan berkuasa disana, setelah ditandatangani Perjanjian Renville.

Itu daerah Tasikmalaya, Jawa Barat daerah Hijrah SM Kartosoewirjo dengan seluruh kaum muslimin dari pihak Soekarno yang anti syariat dan Negara Islam.

Jadi, kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, kalian itu jangan seenak udel menuduh yang bukan-bukan terhadap NII, kalau kalian itu tidak memiliki dasar pengetahuan sejarah, agama, dan kalau kalian hanya mengikut paham sesat".

Mengapa Si Ahlul Ahwa dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman menulis seperti di atas tadi, jelas dikarenakan dia tidak bisa memahami apa yang saya lontarkan kpdnya atau mungkin dikarenakan Si Ahlu Ahwa dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman lari dari permasalahan yg saya bahas. Jelas itu komentar ulang Ahmad Dirman tidak ada nilainya secuilpun ( apakah anda sdr Peace org belum pernah ikut aktif diskusi ilmiah maupun diskusi agama di kampus ....).

Paling-paling yang hanya bisa dijawab Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Begitu juga dengan NII, Imam SM Kartoseowirjo mengikut manhaj Rasulullah saw di Yatsrib.....
Naaah sebenarnya kalau anda seorang yang sering ikut aktif diskusi ilmiah maupun agama di kampus maka anda dapat menulis seperti ini, lhoo khan yang di bahas Rokhmawan bukan dakwah Rosululloh SAW ketika di yatsrib saja namun yang di tulisnya adalah setiap orang yang menginginkan atau membentuk Daulah Islam maka wajib baginya untuk mengetahui langkah-langkah dakwahnya Rosululloh SAW ketika di Makkah dan di Madinnah....

Dan lebih parah lagi Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman menuliskan, "Jadi, kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, kalian itu jangan seenak udel menuduh yang bukan-bukan terhadap NII, kalau kalian itu tidak memiliki dasar pengetahuan sejarah, agama, dan kalau kalian hanya mengikut paham sesat".

Coba kita bahas perkataannya, lhoo siapa yang menuduh yg bukan-bukan terhadap NII ?. Saya...menuduh yang mana ?. Jelas-jelas itu NII terutama GAM/TNA berdakwah dengan memberlakukan langkah terakhir sebagai langkah awal kok. Ini namanya bukan menuduh tapi ini mempermasalahkan keganjilan NII, GAM/TNA (baru satu permasalahan) yang katanya ingin mendirikan Daulah Islam.

Seharusnya anda ( Si Ahlul Bid'ah dan Ahlul Ahwa Ahmad Dirman cs ) berterimakasih masih ada orang yang mau memperingatkan anda cs.

Baiklah, mungkin anda Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman akan mengatakan (dengan terpaksa saya mengatakan orang yang sudah meninggal, semoga Alloh SWT mengampuni saya) Imam SM Kartossuwiryo sudah melakukan dakwah secara hikmah dan bijaksana kepada soekarno.

Kalau benar dugaan saya kali ini maka sayapun akan membbantah, itu khan baru pejabat pemerintahannya belum ke warga RI nya. Buktikan kalau Kartosuwiryo telah mendakwahi Soekarno seperti Rosululloh SAW mendakwahi Abu Jahal dan Abu Lahab (face to face).

Yang jelas Rosululloh SAW begitu sabarnya mendakwahi gembong Kair Quraisy ( untuk Abu Jahal, Rosululloh SAW mendakwahinya (face to face) tidak kurang dari 100 kali ). Kemudian jelas sekali itu yang berhasil mengikuti dakwahnya Kartosuwiryo hanya orang-orang tertentu saja.

Walaupun begitu ini khan NII Kartosuwiryo bagaimana dengan NII model sekarang ?. Saran saya buat Bpk Ahmad Sudirman, perbaikilah persatuan di dalam NII sebelum anda melangkah jauh...dan ini harus berhasil, manakala usaha anda sudah berhasil ( mempersatukan di dalam tubuh NII ) maka perbaikilah amaliah ( sesuai dengan Sunnah Rosul ) dan imaniah anda cs.

Kemudian dengan keluguannya dan ketergesa-gesanya Si Alul Ahwa dan Ahlul Bid'ah menuliskan, "Dan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalau kalian menafsirkan dakhwah mujahid-mujahid dan sultan-sultan di Kesultanan Demak, Kesultanan Banten, Kesultanan Mataram, Kesultanan Cirebon memakai taktik lembut dan mengulur model dakhwah Wahabiyin Rokhmawan, mana bisa itu Kerajaan Hindu Majapahit bisa digempur habis, dan Islam bisa tegak di Jawa".

"Itu setelah Rasulullah saw membangun Daulah Islam di Yatsrib sampai jatuhnya dinasti Khilafah Usmani di Turki justru harus mencontoh apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw di Yastrib. Lihat itu para sultan di Demak, Mataram, Banten, Cirebon, mana mengikut lagi model dakhwah ala paham wahabi".

Dengan tulisannya di atas jelas sekali kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah tidak faham dan tidak tahu tentang Manhaj Salafy ( kecuali hanya sedikit saja ). Untung anda mengatakan KALAU..

Jelas sekali itu dakwahnya Wali Songo dilakukan dengan perlahan-lahan akan tetapi karena yang dihadapinya adalah orang non-islam ( kerajaan hindu majapahit dll ) maka perang fisiklah ( saya tidak tahu siapa yang memulai peperangan ) yang di gunakan terakhir kalinya dan berhasil menaklukkannya.

Anda Ahmad Sudirman jangan hanya mencontoh wali songo yang memerangi kerajaan hindu/orang hindu dll. Coba anda buka Adab Perang dalam Alqur'an. Apakah kita boleh memerangi orang kafir terlebih dahulu ? jelas sekali tidak boleh. Di dalam ayat tersebut jelas kalau kita berperang terhadap orang kafir (non islam).

Adakah sebuah ayat yang menerangkan membolehkan peperangan (fisik) antara sesama islam ? jelas sekali tidak ada. Ingat perang terhadap orang kafir harby tidak sama dengan bagaimana kita memerangi orang islam yang dzalim dll. Kalau kita (termasuk Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Dirman cs) tetap ingin memerangi orang islam yang dzalim dll dengan angkat senjata (bunuh membunuh) maka kitapun perlu diperangi juga.

Khusus untuk Hasan Tiro dan kroni-kroninya, Ahmad Dirman cs, andapun juga telah berbuat dzalim baik terhadap diri anda maupun terhadap orang aceh. Dengan cara anda menyuruh GAM/TNA berperang melawan TNI tetapi anda sendiri enak-enak hidup di Swedia maka inipun suatu Kedzaliman yang bukan kecil atau dapat dikatakan kedzaliman besar (masih banyak lagi kedzaliman NII, GAM/TNA, Hasan Tiro, Ahmad Sudirman cs ). Tentunya hal ini dipandang dari segi islam bukan dari pancasila.

Kang Ahmad...kang Ahmad..kalau diskusi itu yang serius donk dan gunakan otak brilianmu (bukan licik dan picik) untuk mengomentari Rokhmawan, jangan asal cuap ngalor ngidul tanpa arah.

Kemudian itu NII terutama GAM/TNA jelas sekali berjuang bukan untuk Agama islam melainkan berjuang untuk Ashobiyah, MERDEKA dan kekuasaan berdasarkan hawa nafsu, sakit hati, balas dendam dll.

Walaupun dengan alasan agama sekalipun tetapi kalau tidak mengkuti ( itiba') Rosululloh SAW tetap saja itu berdasarkan hawa nafsu belaka.
Wallohu'alam bi showab

NB : Untuk sdr Peace org, saya akan tetap berdiskusi dan meluruskan beberapa pertanyaan anda kemaren, tetapi itu mungkin tidak sekaligus dan saya tidak berniat secuilpun untuk anda jadikan guru.

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------