Stockholm, 23 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN MEMANG WAJAR DAPAT BALASAN PANGGILAN BODOH, DUNGU, BUDEK & SESAT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI MEMANG WAJAR DAPAT BALASAN PANGGILAN BODOH, DUNGU, BUDEK, SESAT, MUNAFI & BIADAB

"Memang benar apa yg sdr Mazda tuliskan saya perjelas lagi itu Hasan Tiro dan antek-anteknya sama dengan pemimpin-pemimpin politik atau pejabat masa sekarang. Sdr Mazda coba anda baca lagi mengenai perbedaan-perbedaan perjuangan Hasan Tiro dengan perjuangan Rosululloh SAW (saya bersedia mengirim ulang lagi itu komentar saya), perlu di ingat itu keborokan Hasan Tiro sebenarnya tidak begitu sulit untuk di perbaiki dengan meniru perjuangan Rosululloh SAW yang saya tampilkan. Kemudian memang benar itu Si Ahlul Ahwa dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman benci sekali dengan Manhaj Salafy atau Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Terbukti salah satunya dia NII,GAM/TNA begitu kami katakan sebagai Kaum Khowarij maka langsung saja itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman membalas kami dan saya dengan tuduhan dan ungkapan-ungkapan yang tidak lazim seperti bodoh, budek, dungu, sesat, munafik, biadab dll."(Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Sun, 22 Aug 2004 23:05:12 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Rupanya disini itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ingin meracuni saudara Mazda dengan lemparan pikirannya yang pernah sebulan yang lalu dilemparkannya di mimbar bebas ini: "Memang benar apa yg sdr Mazda tuliskan saya perjelas lagi itu Hasan Tiro dan antek-anteknya sama dengan pemimpin-pemimpin politik atau pejabat masa sekarang. Sdr Mazda coba anda baca lagi mengenai perbedaan-perbedaan perjuangan Hasan Tiro dengan perjuangan Rosululloh SAW (saya bersedia mengirim ulang lagi itu komentar saya), perlu di ingat itu keborokan Hasan Tiro sebenarnya tidak begitu sulit untuk di perbaiki dengan meniru perjuangan Rosululloh SAW yang saya tampilkan"

Nah itu apa yang ditulis oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi "mengenai perbedaan-perbedaan perjuangan Hasan Tiro dengan perjuangan Rosululloh SAW" yang ditulis pada hari Kamis, 29 Juli 2004, yang telah saya tanggapi dalam tulisan "Wahabiyin Rokhmawan sesat menghina dan merendahkan keagungan Rasulullah saw" www.dataphone.se/~ahmad/040729b.htm

Dimana saya menulis:

"Wahabiyin Rokhmawan dengan kalian membandingkan Rasulullah saw dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro jelas itu cara pemikiran sesat kaum Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi yang sekarang sudah menjadi racun bagi kehidupan seluruh ummat Islam di dunia.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan yang sesat telah menjadikan Rasulullah saw yang agung dan mulia menjadi bulan-bulanan kalian hanya sekedar untuk mempertahankan para pimpinan raja Saudi dan pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan dalam pembuatan aturan, hukum, undang- undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT, lalu tidak menetapkan aturan, hukum, undang undang menurut aturan, hukum, undang undang yang telah diturunkankan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw, sebagaimana yang ditegaskan dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, dan Allah SWT telah memvonis mereka itu kafir, zhalim, fasik.

Jelas Wahabiyin Rokhmawan, itu Rasulullah saw adalah contoh yang mulia yang harus diikuti, tanpa pembangkangan, bukan untuk dibandingkan sebagaimana yang kalian lakukan sekarang ini. Dengan membandingkan Rasulullah saw dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, jelas itu merupakan suatu penghinaan dari pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya yang sesat itu. Kalian tidak sadar dan pura-pura bodoh, tidak ada di dunia ini yang bisa dibandingkan dengan Rasulullah saw. Apakah kalian Wahabiyin Rokhmawan hanya karena ingin mempertahankan Negara kafir RI yang dipimpin oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati sehingga kalian Wahabiyin Rokhmawan melangkah jauh dalam kesesatan dengan menjatuhkan harga dan martabat agung Rasulullah saw untuk dipakai sebagai alasan mempertahakan para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurraman Wahid, Megawati terlepas dari hukuman dan vonis Allah SWT dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47.
Wahabiyin Rokhmawan kalian memang secara rendah telah membuat perpecahan dikalangan kaum muslimin dengan racun paham Wahabi atau Salafi kalian.

Dengan kalian melakukan perbandingan yang rendah bagi Rasulullah dengan pengikut dan ummatnya, itu adalah suatu perbandingan yang sungguh menghinakan seluruh kaum muslimin di dunia ini.

Jelas, Wahabiyin Rokhmawan dengan cara kalian itu menggambarkan dan menunjukkan bahwa kalian telah berusaha sekuat tenaga untuk tetap mempertahankan pembunuhan dan penjajahan di negeri Acheh oleh para pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan telah mempertahankan politik Raja Fahd dari Saudi yang telah meminta pertolongan dan bantuan kepada pihak kaum kafir pemerintah Negara kafir Fedrasi Amerika George W. Bush.

Makin kelihatan Wahabiyin Rokhmawan yang sesat dan munafik ini dalam usaha untuk menghancurkan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menetukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila, dengan cara mendukung penuh pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI di Negerti Acheh. " (Ahmad Sudirman, 29 Juli 2004)

Kemudian apa yang terjadi dan apa yang ditulis selanjutnya oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dalam tanggapannya berikutnya, ia menulis: "Jelas sekali saya cuma menerangkan bagaimana sepak terjang Hasan Tiro di bumi ini, bukan untuk menbandingkan secara hakiki dengan perjuangan Rosululloh SAW. Tapi karena keluguan anda cs maka dikirain saya ingin membanding-bandingkannya, jelas anda cs salah kaprah. Saya menerangkan perjuangan Rosululloh SAW itu secara singkat agar kita bisa mengambil tauladan bagi kita. Nah sebenarnya yang saya utarakan kemaren baru sedikit sekali. Sebagai seorang Islam yg kaffah maka kita harus ber-i'tiba' kpd Rosululloh SAW akan tetapi ada hal-hal pengecualian yang tidak boleh kita contoh (khusus untuk Nabi dan istri-istrinya). Sedangkan Hasan Tiro sedikit sekali bahkan bertentangan dengan Rosululloh SAW baik dari pola pikir, kehidupan sehari-hari dan fisik tubuh Rosululloh SAW." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Thu, 29 Jul 2004 19:57:45 -0700 (PDT))

Nah kan kelihatan itu kebodohan dan kedunguan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, akhirnya ia hanya menyatakan: "Jelas sekali saya cuma menerangkan bagaimana sepak terjang Hasan Tiro di bumi ini, bukan untuk menbandingkan secara hakiki dengan perjuangan Rosululloh SAW"

Karena kegombalan pikiran dan kedunguan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tentang perjuangan Rasulullah saw, dan para sahabat, dan para pengikut, dan seluruh ummat Islam inilah yang menyebabkan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi seenak udel menulis di mimbar bebas ini seolah-olah Rasulullah saw bisa dibandingkan dengan Tengku Hasan Muhammad di Tiro untuk dipilih oleh para pemilih dalam pemilihan umum.

Kan jelas itu sampai dunia kiamatpun tidak mungkin perjuangan Rasulullah saw bisa dibandingkan dengan perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro pengikut Rasulullah saw.

Karena itulah Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi meralat kembali ucapan dan tulisannya itu.

Tetapi hari ini ketika berbicara kepada saudara Mazda dengan lantangnya mengatakan: "Sdr Mazda coba anda baca lagi mengenai perbedaan-perbedaan perjuangan Hasan Tiro dengan perjuangan Rosululloh SAW (saya bersedia mengirim ulang lagi itu komentar saya)"

Dasar bodoh dan dungu tidak mau belajar dari pengalaman. Maka wajarlah kalau Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi makin terjerumus kelembah kesesatan.

Ahmad Sudirman mengatakan bodoh dan dungu kepada kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi bukan karena didasari oleh kebencian seperti yang kalian ungkapkan: "memang benar itu Si Ahlul Ahwa dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman benci sekali dengan Manhaj Salafy atau Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Terbukti salah satunya dia NII,GAM/TNA begitu kami katakan sebagai Kaum Khowarij maka langsung saja itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman membalas kami dan saya dengan tuduhan dan ungkapan-ungkapan yang tidak lazim seperti bodoh, budek, dungu, sesat, munafik, biadab dll."

Masalahnya seperti yang kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi jawab sendiri, kalian dengan seenak udel kalian telah melemparkan senjata gombal khawarij kalian terhadap NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir.

Karena memang kalian pengikut wahabi telah melemparkan senjata gombal khawarij terhadap NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir, maka kalian menerima getak perbuatan kalian. Kalian dengan seenak udel sendiri memberikan berbagai macam alasan gombal untuk dijatuhkan vonis khawarij terhadap NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir.

Padahal kalian dari kaum wahabiyin adalah tidak mengaca diri sendiri bagaimana bentuk muka kalian yang sesat yang membangkang ayat-ayat dasar hukum Allah SWT yang menyangkut hajaru, menolak mentah-mentah manhaj hijrah Rasulullah saw, menolak untuk menegakkan sepenuh hati dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47. Kalian memang telah sesat. Mencampur adukkan penegakkan, penerapan dasar hukum An-Nisa: 92, 93. Mencampur adukkan pelaksanaan hukum rajam dengan dasar dan sumber hukum pancasila seperti yang dilakukan oleh kelompok Laskar Jihad di Ambon. Akhirnya jadi salah kaprah, tidak menentu.

Jadi wajar kalau kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang telah seenak udel kalian menggunakan senjata gombal khawarij terhadap NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir, dan sekarang kalian menerima getah akibat perbuatan kalian dengan sebutan "bodoh, budek, dungu, sesat, munafik, biadab dll."

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 22 Aug 2004 23:05:12 -0700 (PDT)
From: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>
Subject: Fwd: MAZDA ITU HASIL ANDA BELAJAR SEJARAH ACHEH DAN RI TERNYATA KOSONG ALIAS GOMBAL
To: mazda_ok@yahoo.com
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Memang benar apa yg sdr Mazda tuliskan saya perjelas lagi itu Hasan Tiro dan antek-anteknya sama dengan pemimpin-pemimpin politik atau pejabat masa sekarang.

Sdr Mazda coba anda baca lagi mengenai perbedaan-perbedaan perjuangan Hasan Tiro dengan perjuangan Rosululloh SAW (saya bersedia mengirim ulang lagi itu komentar saya), perlu di ingat itu keborokan Hasan Tiro sebenarnya tidak begitu sulit untuk di perbaiki dengan meniru perjuangan Rosululloh SAW yang saya tampilkan.

Kemudian memang benar itu Si Ahlul Ahwa dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman benci sekali dengan Manhaj Salafy atau Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Terbukti salah satunya dia NII,GAM/TNA begitu kami katakan sebagai Kaum Khowarij maka langsung saja itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman membalas kami dan saya dengan tuduhan dan ungkapan-ungkapan yang tidak lazim seperti bodoh, budek, dungu, sesat, munafik, biadab dll.

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------