Stockholm, 25 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MAZDA ITU GERAKAN WAHABIYAH & IBNU SAUD KOBARKAN PERANG MELAWAN USMANIYAH TURKI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS MAZDA ITU GERAKAN WAHABIYAH BERSAMA MUHAMMAD BIN SAUD TELAH MENGOBARKAN PERANG MELAWAN DINASTI ISLAM USMANIYAH TURKI UNTUK MENGUASAI SELURUH TANAH HIJAZ, NAJD DAN DAERAH SEKITARNYA

"Ok bung Ahmad Sudirman thanks atas argumen anda yang panjang dan mbulet lagi mengenai Aceh. OK saya udah baca bolak balik sejarah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Tapi saya heran dimana letak kesalahan beliau hingga anda begitu menggebu membencinya. Tolong beritahu saya dimana saja letak kesalahannya. Saya ingin tau gimana argumen anda mengenai beliau ini. Apakah apa yang beliau ajarkan menurut anda sesat. Kemudian jelaskan menurut versi anda apa itu faham salafy atau wahabi biar semuanya pada baca. Terus mengenai yang anda singgung Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan Muhammad bin Saud mendirikan Kerjaan Saudi Arabia, dimana letak kesalahannya?. Tolong dijelaskan bung Ahmad Sudirman." (Mazda , mazda_ok@yahoo.com , Mon, 23 Aug 2004 20:32:14 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Mazda di Surabaya, Indonesia.

Saudara Mazda jangan saudara salah paham, bahwa Ahmad Sudirman selalu menampilkan wahabi bukan karena benci seperti yang saudara duga. Melainkan ingin menunjukkan bahwa apa yang telah ditampilkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dan Muhammad bin Saud adalah telah melakukan penyimpangan dalam menjalankan pergerakan Wahabiyah-nya.

Dimana penyimpangan yang dilakukan oleh gerakan wahabiyah yang dipimpin oleh Muhammad bin Abdul Wahab dab Muhammad bin Saud adalah melakukan perang melawan dinasti Islam Usmaniyah Turki yang berpusat di Anatolia (Asia Kecil) yang telah berkuasa sejak 699 H - 1341 H / 1300 M - 1923 M di benua Eropa dan di Asia.

Muhammad bin Saud adalah sebagai Amir di wilayah Dar'iyah yang telah saling bergandengan tangan dengan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab bahu membahu untuk menyebarkan dakhwah wahabiyah salafiyyahnya.

Dari daerah Dar'iyah inilah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab bersama pasukan Muwahidinnya menyebarkan faham wahabi salafiyyahnya atau pembaharuan tauhid-nya untuk menghancurkan khurafat, syirik dan bid'ah.

Dimana Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab bersama dengan Amir Muhammad bin Saud berhasil menguasai daerah Najd. Di Najd ini menurut Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab banyak orang berziarah ke maqam-maqam keramat sambil berdoa meminta kepada arwah, disamping banyak dibangun bangunan diatas maqam-maqam itu untuk dijadikan tempat munajat. Maka maqam-maqam itulah yang dihancur leburkan oleh para pengikut wahabiyah ketika daerah Najd jatuh ketangan Amir Muhammad bin Saud.

Dakhwah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan paham wahabiyahnya bukan hanya melalui lisan dan tulisan saja, melainkan juga melalui penggunaan senjata pedangnya. Dimana Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab bersama Amir Muhammad bin Saud disamping berdakhwah menyebarkan paham wahabiyahnya juga sambil mengobarkan perang menghadapi pihak pasukan dinasti Islam Usmaniyah Turki yang bersekutu dengan pasukan Mesir yang pada waktu itu menguasai seluruh wilayah Hijaz yakni Mekah, Madinah, dan daerah sekitarnya.

Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab bersama Amir Muhammad bin Saud telah berhasil menguasai daerah Najd dengan memakai pedangnya yang telah berlangsung hampir selama separuh usianya, yakni dari sejak tahun 1158 H - 1206 H / 1745 M - 1792 M, dan hampir 48 tahun duduk dalam pemerintahan kerajaan Saudi dibawah Amir Muhammad bin Saud dengan memangku jabatan Menteri Penerangan.

Setelah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab meninggal pada tahun 1206 H / 1792 M, maka perjuangan untuk menyebarkan gerakan wahabiyah dengan dakwah salafiyyah-nya ini diteruskan oleh anak, cucu dan murid-muridnya, seperti dari anaknya, Syeikh Imam Abdullah bin Muhammad, Syeikh Husin bin Muhammad, Syeikh Ibrahim bin Muhammad, Syeikh Ali bin Muhammad. Sedangkan dari cucunya, Syeikh Abdurrahman bin Hasan, Syeikh Ali bin Husin, Syeikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad dan lain-lain. Adapun dari murid-nya, Syeikh Hamad bin Nasir bin Mu'ammar.

Sepeninggal Amir Muhammad bin Saud, dinasti Saud diteruskan oleh oleh putra dan cucunya.
Ketika Saud bin Abdul Aziz cucunya Muhammad bin Saud memegang kekuasaan, diseranglah daerah Tha'if, dan dengan mudah daerah Tha'if jatuh ketangan Saud bin Abdul Aziz, dikarenakan sebelumnya Saud bin Abdul Aziz telah mengirimkan Amir Uthman bin Abdurrahman al-Mudhayifi untuk menyerang terlebih dahulu Tha'if. Sekarang daerah Tha'if jatuh kedalam kekuasaan Saud bin Abdul Aziz bersama kaum wahabiyin dan pengikut gerakan wahabiyah dengan dakhwah salafiyyahnya.

Politik ekspansi dari Saud bin Abdul Aziz terus berjalan dengan dibantu oleh kekuatan pasukan wahabiyin mulai bergerak menuju Hijaz dan mengepung Mekah. Pada tahun 1218 H / 1803 M Mekah jatuh ketangan Saud bin Abdul Aziz bersama pasukan wahabiyinnya. Dan penguasa Mekah waktu itu Syarif Husin tidak mau menyerah kepada Saud bin Abdul Aziz, melainkan melarikan diri ke Jeddah. Di Mekah-pun itu pasukan gerakan wahabiyyah ini sibuk dengan penghancuran
patung-patung yang berbentuk kubah di pekuburan yang dianggap keramat, sehingga semuanya rata menjadi tanah, termasuk kubah yang didirikan di atas maqan Istri Rasulullah saw, Khadijah ra.

Setelah Mekah jatuh dan diduduki pasukan muwahidin dari gerakan wahabiyyah dengan dakhwah salafiyyahnya, kemudian ekspansi selanjutnya diteruskan ke daerah Madinah atau Yatsrib. Dan pasukan muwahidin dibawah pimpinan Putera Saud bin Abdul Aziz terus masuk ke daerah Madinah dan bisa menundukkan Madinah pada tahun 1220 H / 1805 M.

Daerah Mekah dan Madinah yang berada dibawah kekuasaan Pemerintah Islam Usmaniyah Turki sekarang telah berada dalam genggaman tangan kaum wahabiyah dibawah pimpinan Saud bin Abdul Aziz.

Tetapi pihak Saud bin Abdul Aziz dengan pasukan muwahidinnya tidak lama bertahan, karena pada tahun 1226 H / 1811 M pasukan dinasti Islam Usmaniyah Turki bersama pasukan Mesir kembali menyerang pasukan Saud bin Abdul Aziz, sehingga pecah perang yang berlangsung selama tujuh tahun, dari tahun 1226 H / 1811 M sampai 1234 H / 1819 M.

Ketika kekuasaan di Najd dipegang oleh Amir Imam Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Saud, adik sepupu Amir Saud bin Abdul Aziz, di daerah Hijaz situasi mulai kembali aman pada tahun 1239 H / 1824 M

Tetapi daerah Hijaz yang mencakup Mekah dan Madinah tetap dibawah kekuasaan dinasti Islam Usmaniyah Turki sampai tahun 1342 H / 1924 M. Dan ketika dinasti Islam Usmainyah Turki runtuh pada tahun 1342 H / 1924 M, barulah daerah Hijaz dikuasai oleh dinasti Saudiyah yang pada waktu itu dipegang oleh Amir Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Saud, cucu keempat Amir Muhammad bin Saud bersama kaum dan gerakan wahabiyyahnya.

Nah sekarang, dari fakta dan bukti sejarah yang ditampilkan oleh kaum wahabiyin dengan dakhwah salafiyyahnya dibawah syeikh Muhammad bin Abdul Wahab yang bersekutu dengan Amir Muhammad bin Saud ini, ternyata penyebaran dakhwah salafiyyahnya itu bukan hanya dilakukan melalui lisan dan tulisan saja tetapi juga melalui angkat senjata melawan kekuasan pasukan dinasti Islam Usmaniyah Turki.

Dan memang kelihatan bahwa para pengikut gerakan wahabiyah dengan dakhwah salafiyyahnya ini yang paling utama mereka lakukan adalah pembaharuan ketauhidan seperti penghancuran makam-makam yang dianggap keramat, karena tempat-tempat itu dianggap sebagai tempat kemusyrikan.

Hanya yang menjadi titik lemah kaum wahabiyin dengan dakhwah salafiyyahnya ini adalah kesulitan mereka dalam membuat jarak dengan para Amir-amir dinasti Saudiyah. Dimana kalau terjadi penyimpangan dan kemunafikan yang dilakukan oleh para Amir-amir ini sangat berat bagi pihak wahabiyin untuk menentukan sikap penentangan dan penolakan, sehingga keluarlah apa yang dijadikan suatu sikap keyakinan dari kalangan kaum wahabiyin ini seperti yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Basyir as-Sahsawani pengikut syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, dalam bukunya yang berjudul Shiyanah al-Insan menulis: "Kami beri'tiqad bahwa seseorang yang mengerjakan dosa besar, seperti melakukan pembunuhan terhadap seseorang Muslim tanpa alasan yang wajar, begitu juga seperti berzina, riba dan minum arak, meskipun berulang-ulang, maka orang itu hukumnya tidaklah keluar dari Islam (murtad), dan tidak kekal dalam neraka, apabila ia tetap bertauhid kepada Allah dalam semua ibadahnya." (Shiyanah al-Insan, m.s 475)

Dan terbukti, perhatikan dan lihat contohnya saja sekarang yang terjadi di Saudi Arabia. Dimana para Raja itu telah melakukan tindakan penyimpangan dan kemunafikan, bahkan sampai ikut membela dan berada dibelakang George W Bush untuk ikut bersama-sama menghancurkan Sadam Hussein dan Mullah Omar dari kaum Taliban di Afghanistan.

Inilah sebagian kecil yang saya anggap penyimpangan yang dilakukan oleh kaum wahabiyin dengan dakhwah salafiyyahnya yang telah menyimpang dari manhaj Rasulullah saw.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 23 Aug 2004 20:32:14 -0700 (PDT)
From: maz da <mazda_ok@yahoo.com>
Subject: DIMANA LETAK KESALAHAN SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB?
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_sudirman@hotmail.com

Ok bung Ahmad Sudirman thanks atas argumen anda yang panjang dan mbulet lagi mengenai Aceh.

OK saya udah baca bolak balik sejarah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Tapi saya heran dimana letak kesalahan beliau hingga anda begitu menggebu membencinya. Tolong beritahu saya dimana saja letak kesalahannya.

Saya ingin tau gimana argumen anda mengenai beliau ini. Apakah apa yang beliau ajarkan menurut anda sesat. Kemudian jelaskan menurut versi anda apa itu faham salafy atau wahabi biar semuanya pada baca.

Terus mengenai yang anda singgung Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan Muhammad bin Saud mendirikan Kerjaan Saudi Arabia, dimana letak kesalahannya?. Tolong dijelaskan bung Ahmad Sudirman.

OK saya tunggu argumennya

Mazda

mazda_ok@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------