Stockholm, 25 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO BERCUAP TERORIS SAMBIL MENGEKOR DIBELAKANG YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN MAKIN MENJADI-JADI ITU SUMITRO BERCUAP TERORIS SAMBIL NENGEKOR DIBELAKANG SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

"2 hari aku tidak nongol dikantor karena aku harus menghadiri sebuah seminar di Bogor jadi yach aku kangen ingin menyapa e-mailku. Sebagai awal aku menyatakan kembali bahwa GAM/TNA/ ASNLF yang didalamnya termasuk Ahmad Sudirman, Warwick, Omar Puteh dan Hasan Tiro CS sebagai teroris. Bahkan mereka2 ini telah lama melakukan propaganda2 yang menyudutkan Indonesia di dunia Internasional termasuk melobby para Senator2 dan anggota2 Senat Amerika bahkan para Senator dan anggota Senat Amerika tersebut seperti halnya yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman dalam milis ini sebelumnya bahwa para anggota Senat / Senator Amerika telah mengusulkan untuk mambawa masalah Aceh kedalam forum PBB. Saya harus mengakui bahwa propaganda2 Hasan Tiro dan Ahmad Sudirman sedikit berhasil melobby para anggota Senat dan Senator2 tersebut dimana para anggota Senat dan Senator2 Amerika yang berhasil dilobby oleh Hasan Tiro dan Ahmad CS adalah anggota2 Senat dan Senator2 yang berkepentingan dengan masa kampanye mereka sehingga propaganda2 tersebut dengan gampang diamini oleh anggota Senat busuk Amerika tersebut bahkan para anggota2 Senat tsb berhasil membuat komunike bersama." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Wed, 25 Aug 2004 15:16:31 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro baru datang setelah mengikuti seminar dua hari di Bogor. Begitu pagi ini masuk ke kantornya langsung diterkam komputer kantornya itu sambil mulut bercuap tidak tidak ada ujung pangkalnya kadang-kadang kunyam-kunyem sambil menggerutu: "Sebagai awal aku menyatakan kembali bahwa GAM/TNA/ ASNLF yang didalamnya termasuk Ahmad Sudirman, Warwick , Omar Puteh dan Hasan Tiro CS sebagai teroris."

Sumitro, tidak ada di dunia ini yang mengatakan bahwa ASNLF atau GAM adalah organisasi teroris, kecuali itu Sumitro yang mengekor Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, AM Hendropriyono, Da'i Bachtiar, Amien Rais, Akbar Tandjung.

Para pimpinan Eksekutif RI, Legislatif DPR, MPR menuduh ASNLF atau GAM teroris itu karena itu termasuk dalam kebijaksanaan politik penjajahan di Negeri Acheh. Tetapi malangnya itu taktik strategi utnuk melumpuhkan ASNLF atau GAM ini tidak berhasil.

Coba saja perhatikan. Mau dilihat dari sudut politik. Jelas itu Megawati sudah jungkir jumpalik menghadapai ASNLF atau GAM, baik di medan dialog ataupun di medan perundingan. Kemudian mau dilihat dari sudut hukum, ya jelas itu Da'i Bachtiar sempoyongan kalau tidak didukung oleh Endriartono Sutarto, AM Hendropriyono dan Ryamizard Ryacudu. Karena kumpulan fakta dan bukti hasil kutak-katik BIN dibawah perintah AM Hendropriyono dan Mabes POLRI dibawah kontrol Da'i Bachtiar tidak bisa dijadikan dasar dan alasan kuat untuk menjaring Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya di Swedia. Mau dilihat dari sudut militer. Jelas itu pihak TNI/POLRI/RAIDER dibuat kalang kabut dengan taktik dan perang gerilja yang dilancarkan oleh TNA di Negeri Acheh.

Nah, karena memang pihak Eksekutif RI dibawah Megawati Cs bersama TNI/POLRI-nya terpukul disegala penjuru, ya terpaksa memakai senjata tumpulnya yang bermerk teroris.

Tetapi itu senjata yang bermerk teroris yang dipakai oleh pihak Megawati ini sudah tumpul dan memang tumpul dari awalnya, mana bisa lagi dipakai untuk melumpuhkan ASNLF atau GAM.

Dipikir Megawati dan TNI/POLRI-nya dengan senjata teroris bisa membuat pihak ASNLF atau GAM lumpuh. Eh, buktinya bukan lumpuh malahan makin kuat. Lagi-lagi itu Megawati Cs gigit jari. Biar saja itu Megawati gigit jari, karena paling lama ia berkuasa dan duduk diatas kursi presidennya itu sampai tanggal 19 September 2004.

Dan kemungkinan itu arsitek akhli pembunuhan dan perkosaan di Negeri Acheh Susilo Bambang Yudhoyono bisa muncul. Tetapi jangan takut, mana ada itu visi dan misi yang jelas yang dilambungkan Susilo Bambang Yudhoyono tentang pemecahan konflik di Acheh. Paling itu memakai lagi kekuatan tangan besi Ryamizard Ryacudu dan Endriartono Sutarto. Hanya mungkin itu Mayjen TNI Endang Suwarya kemungkinan besar bisa dialih tugaskan dari Acheh. Tinggal tunggu giliran mutasi dikalangan atas dalam tubuh TNI AD saja yang akan dibuat oleh Ryamizard Ryacudu setelah berembug dengan Endriartono Sutarto.

Sumitro, itu para Senator dan Congress Amerika mana bisa dibohongi. Mereka itu tahu penipuan licik, pembunuhan, dan pelanggaran Hak Hak Asasi Manusia yang dijalankan oleh pihak Pemerintah RI melalui tangan TNI/POLRI terhadap rakyat di Acheh, Papua, Maluku, Ambon, Jakarta.

Tetapi karena memang Megawati dan TNI/POLRI itu degil, mau memang sendiri dan tetap saja tidak mau mengakui kejahatan Soekarno sebagai Presiden RIS, RI menduduki dan menjajah Acheh, maka jelas mana mau didengar semua cerita dan fakta gombalnya oleh pihak Senator dan Congress Amerika.

Karena Sumitro ini memang sudah menutup diri dari fakta, bukti, sejarah dan hukum tentang Negeri Acheh yang diduduki dan dijajah RIS diteruskan oleh RI yang menjelma jadi NKRI, maka tanpa malu-malu melambungkan hasil pikirannya yang berbunyi: "TNI rusak, memang. Tapi akar masalah adalah AGAM, teroris bersenjata sayap militer GAM." Jika GAM tidak beroperasi di Aceh, tentu TNI tidak dikirimkan ke Aceh."

Nah, kan kelihatan, Sumitro yang pandainya hanya mengekor Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakaan bahwa "akar masalah adalah AGAM, teroris bersenjata sayap militer GAM."

Sumitro memang buta atau membutakan dirinya dari pandangan kejahatan Soekarno yang menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh sejak 14 Agustus 1950.

Alasan yang dilambungkan Sumitro itu sama saja seperti alasan Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Cs.

Jadi, jelas kalau itu alasan yang menjadi penyebab timbulnya konflik Acheh, maka itu membuktikan bahwa pihak RI memang tidak ingin melihat di Acheh timbul keamanan dan kedamaian. Mengapa ?

Karena akar utama yang sebenarnya penyebab timbulnya konflik Acheh bukan karena adanya AGAM atau TNA sebagaimana yang dicuapkan Sumitro, melainkan karena memang Negeri Acheh diduduki dan dijajah oleh pihak RI dengan TNI/POLRI-nya.

Hanya jelas akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh yang saya kemukakan ini itulah yang ditutup-tutupi oleh Sumitro dan oleh Megawati Cs, TNI/POLRI, Amien Rais Cs, Akbar Tandjung Cs.

Jadi, sekali lagi selama akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh seperti yang saya ungkapkan diatas ini masih juga tidak mau diterima dan tidak mau dibahas oleh pihak Megawati Cs, Amien Rais Cs, Akbar Tandjung Cs, maka selama itu di Negeri Acheh tidak akan timbul keamanan dan kedamaian.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>,
KOMPAS <kompas@kompas.com>
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: GAM sebagai TERORIS melakukan propaganda di USA
Date: Wed, 25 Aug 2004 15:16:31 +0700

Hallo semuanya bagaimana khabarnya semua baik2 saja khan kecuali mungkin si Ahmad dan Warwick saja yang kurang sehat soalnya obat syarafnya sudah kehabisan jadi aku dengar mereka sekarang semakin menjadi-jadi gilanya.

2 hari aku tidak nongol dikantor karena aku harus menghadiri sebuah seminar di Bogor jadi yach aku kangen ingin menyapa e-mailku. Sebagai awal aku menyatakan kembali bahwa GAM/TNA/ ASNLF yang didalamnya termasuk Ahmad Sudirman, Warwick , Omar Puteh dan Hasan Tiro CS sebagai TERORIS.

Bahkan mereka2 ini telah lama melakukan propaganda2 yang menyudutkan Indonesia di dunia Internasional termasuk melobby para Senator2 dan anggota2 Senat Amerika bahkan para Senator dan anggota Senat Amerika tersebut seperti halnya yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman dalam milis ini sebelumnya bahwa para anggota Senat / Senator Amerika telah mengusulkan untuk mambawa masalah Aceh kedalam forum PBB.

Saya harus mengakui bahwa propaganda2 Hasan Tiro dan Ahmad Sudirman sedikit berhasil melobby para anggota Senat dan Senator2 tersebut dimana para anggota Senat dan Senator2 Amerika yang berhasil dilobby oleh Hasan Tiro dan Ahmad CS adalah anggota2 Senat dan Senator2 yang berkepentingan dengan masa kampanye mereka sehingga propaganda2 tersebut dengan gampang diamini oleh anggota Senat busuk Amerika tersebut bahkan para anggota2 Senat tsb berhasil membuat komunike bersama.

Terus terang saya sangat MARAH terhadap sikap para anggota Senat Amerika yang busuk tersebut yang demi ambisi kekuasaan dimana menjadikan bahan kampanye mereka menghalalkan segala cara termasuk diantaranya mendukung TERORIS GAM.

Para anggota2 Senat /Senator2 yang dibangga-banggakan oleh GAM termasuk Ahmad Sudirman adalah anggota Senat /Senator2 picik dan pengecut. Mereka para anggota2 Senat / Senator ini harus mengerti bagaimana itu negara Amerika yang merupakan negara yang mereka agung2kan demokrasinya.

Amerika sendiri merupakan negara Imigran sehingga seharusnya para anggota2 Senat/ Senator2 tersebut justru seharusnya jika para anggota Senat/ Senator Amerika itu menghargai nilai-nilai Amerika dan leluhur Amerika, mereka tidak akan berhubungan dengan teroris GAM yang anti imigrasi dan melakukan ethnic cleansing atas imigran.

GAM memang merupakan kumpulan teroris yang anti imigran dimana beberapa kali Panglima perang Tengku Sofyan Daud pun beberapa kali memerintahkan bahkan sampai sekarangpun GAM mengintruksikan agar supaya penduduk non Aceh keluar dari Aceh!

Saya juga sangat prihatin dengan metode Warwick, Omar Puteh, Ahamd dan Hasan Tiro yang menyerang semua orang Aceh yang berbeda pendapat dengan beliau termasuk diantaranya Zulfahri.

Hasan Tiro sendiri mengakui, bahwa orang Aceh sendiri yang mengibarkan bendera merah putih di Aceh, orang Aceh berperang melawan Belanda atas nama Republik, orang Aceh menjadi petinggi Republik tanpa batasan kedudukan. Tapi semua mereka disebut oleh Hasan Tiro dan Ahmad cs sebagai 'bukan Aceh'. Tentu ini tidak konsisten, subyektif, dan egoistis.

Sebaliknya, justru saya berpendapat bahwa GAM yang sekarang hanyalah orang-orang oportunis yang ingin kekuasaan dengan jalan pintas. GAM sesungguhnya, pimpinan Daud Beureueh sudah turun gunung puluhan tahun yang lalu, dan bergabung dengan Republik.

Hanyalah beberapa orang sakit hati ini yang kemudian membesarkan sebuah GAM baru dengan kekerasan, yang menjadi sumber malapetaka di tanah Aceh.

Yang menjadi himbauan saya adalah agar Ahmad, Warwick, Omar Puteh dan Hasan Tiro CS dan ASNLF-nya meninggalkan perjuangan kekerasan menggunakan sayap militernya, kelompok teroris bersenjata AGAM.

Saya berusaha meyakinkan Ahmad, Warwick, Omar Puteh dan Hasan Tiro CS bahwa GAM-lah penyebab bencana di tanah Aceh. Saya katakan "TNI rusak, memang. Tapi akar masalah adalah AGAM, teroris bersenjata sayap militer GAM." Jika GAM tidak beroperasi di Aceh, tentu TNI tidak dikirimkan ke Aceh.

Kalau-pun Ahmad, Warwick, Omar Puteh dan Hasan Tiro CS menggunakan Orde Baru sebagai alasannya, tentu sudah basi juga, karena Orde Baru sudah dijatuhkan.

Kenyataannya, saat pasukan TNI ditarik dari Aceh pasca reformasi, AGAM malah lebih giat melakukan teror terhadap rakyat Aceh yang pro republik. Banyak yang dibunuh hanya karena berpihak pada republik. Bahkan sampai melakukan kebijakan ethnic cleansing secara terbuka.

Ini bukti bahwa GAM sebenarnya hanya orang-orang oportunis yang ingin menjadi penguasa. Demi cita-cita mereka, mereka rela mengorbankan rakyat Aceh. Bahkan Ahmad, Warwick, Omar Puteh dan Hasan Tiro CS sang terorist menyatakan bahwa TNI telah melanggar hak asasi manusi berat terhadap rakyat Aceh sedangkan TNA/GAM tidak melanggar sama sekali sehingga mereka menuntut supaya dunia Internasional turun tangan dalam hal ini.

Sungguh ironis bahwa publikasi dan propaganda yang luar biasa telah menjadikan para teroris GAM ini sebagai para pahlawan hak azasi manusia.

Sama seperti pembunuh berdarah dingin Ramos Horta, yang bertanggungjawab langsung atas genocida sistematis di Timor Timur pada revolusi komunis Fretilin 1974, dengan propaganda yang baik bisa menjadi tokoh hak azasi manusia, bahkan sampai memenangkan hadiah nobel.

Dan sekarang, Partai Komunis Fretilin yang kejam itu bisa menjadi partai pembebas yang begitu dicintai oleh rakyat Timor yang tidak tahu sejarah. Ini akibat langsung dari pembelokan sejarah populer yang dilakukan oleh kampanye selama bertahun-tahun, persis seperti yang sedang dilakukan oleh GAM.

Memang, Ramos Horta sudah menjual komunismenya kepada kapitalis demi kekuasaan, harta dan kehormatan. Tapi yang namanya busuk tidak akan bisa ditutup-tutupi. Satu saat pasti akan tercium baunya.

Demikian juga ASNLF (GAM), satu saat, rakyat Aceh akan sadar bahwa selama ini sumber kesengsaraan mereka adalah ASNLF yang berkeras mempertahankan sayap militernya, gerombolan teroris bersenjata AGAM.

Baik Pemerintah RI, Senator USA, Amnesti Internasional, Human Right Watch, dan semua organisasi bernama indah itu lebih senang bernegosiasi dengan mereka daripada dengan rakyat kecil seperti Rokhmawan, Yusa dll, atau dengan salah satu rakyat Aceh keluarga polisi yang dibantai GAM, atau dengan salah satu imigran petani Jawa yang lugu itu, atau salah satu anak pengungsi Timor Timur.

Kami memang tidak punya pasukan untuk men-terror rakyat seperti Falintil dan AGAM, juga tidak punya jaringan lobby internasional seperti CNRT dan ASNFL. Tak heran jika semua orang yang mau didengar sekarang ini mempersenjatai diri dan melakukan aksi kekerasan.

Bagi para politisi oportunis itu, yang namanya berpengaruh adalah mereka yang melakukan teror, sedang kami hanyalah sampah bagi mereka. Sampah yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan popularitas mereka."

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------