Stockholm, 28 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN & MAZDA ITU WAHABI MEMANG BISA DIGOLONGKAN KEDALAM KHAWARIJ
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JANGAN TAKUT KALIAN WAHABIYIN ROKHMAWAN & MAZDA ITU HAWABI BISA MASUK DALAM GOLONGAN KHAWARIJ

"Kemudian ucapanmu yang menuduh penguasa Saudi sebagai negeri sekuler. Dimanakah letak sekulernya? Tolong dijelaskan dengan rinci. Aku juga pernah membaca tulisan yang aku lupa tanggal dan judulnya yang mana tulisan itu engkau arahkan pada saudara rokhmawan dengan ucapan sinis yang kurang lebihnya "bahwa da'wah salaf tidak akan laku." Alhamdulillah wahai Ahmad Sudirman da'wah kami diikuti sedikit dari banyaknya ummat Islam yang mayoritas terkena penyakit cinta dunia dan takut mati. Alhamdulillah kami bisa berangkat membantu saudara kami yang sedang tertindas disaat sebagian yang lain hanya sibuk berdemo dan berdemo dengan melabel demo mereka adalah jihad atau sebagian yang lain cuman bisa berorasi dimimbar-mimbar bebas, atau didalam masjid sekalipun." (Mazda , mazda_ok@yahoo.com , Fri, 27 Aug 2004 02:26:45 -0700 (PDT))

"Dan setelah saya baca, memang ada bagusnya tapi banyak bid'ahnya, nah setelah saya terjun di mimbar bebas ini lebih-lebih setelah perdiskusian soal takfir yang anda cs (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs) lambungkan dan ditujukan kepada Amin Rais, SBY, Gus Dur dll beserta pengikutnya maka makin hari anda cs makin tidak bisa berkata banyak (dengan menampilkan sanggahan yg berdasarkan dalil aqli dan dalil naqli) melainkan hanya menuruti hawa nafsu seperti marah-marah, perkataan jorok dll. Coba Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman bisakah anda cs menampilkan dalil aqli maupun dalil naqli untuk mempertahankan argumen-argumen anda dan membantah tuduhan-tuduhan kami ?. Sampai kiamat pun anda (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs) tidak akan bisa menemukan itu dalil yang dimaksud kecuali hanya berdasar sejarah yang penuh hawa nafsu, marah bin sakit hati bin balas dendam" (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 27 Aug 2004 00:57:29 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia dan Mazda di Surabaya, Indonesia

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dan Mazda.

Kalian itu memang makin buta saja. Apakah kalian tidak pernah membaca apa yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab tentang tauhid dalam bukunya kitab tauhid ? Sehingga kalian merasa yang paling lurus ketauhidan kalian ini.

Itu yang dijadikan dasar nash yang dipegang oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab tentang kedudukan dan hakekat tauhid adalah sama dengan yang dipakai oleh kaum muslimin dimanapun berada. Apa itu dasar pegangan yang diambil oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab tentang kedudukan dan hakekat tauhid ?

1. Adz-Dzariat, QS, 51: 56 "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku"

2. An-Nahl, QS, 16: 36: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut..."

3. Al-Isra, QS, 17: 23-24 "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah selain kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."

4. An-Nisa, QS, 4: 36 "Beribadahlah kepada Allah dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun..."

5. Al-An'am, QS, 6: 151-153 "Katakanlah: Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu berbuat mempersekutukan sesuatu dengan DIA, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikianlah itu yang diwasiatkan kepadamu, supaya kamu memahami(nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa, dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu, agar kamu ingat. Dan (yang Kami perintahkan ini) adalah JalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa."

Mu'adz bin Jabal ra menyatakan: "Aku pernah diboncengkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di atas seekor keledai. Lalu beliau bersabda kepadaku: Hai Mu'adz, tahukah kamu apakah hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya dan apa hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliaupun bersabda: Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh hamba-Nya adalah supaya mereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat syirik sedikitpun kepada-Nya, sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik sedikitpun kepada-Nya. Aku bertanya: Ya Rasulullah, tidak perlukah aku menyampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang? Beliau menjawab: Janganlah kamu menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka, sehingga mereka nanti akan bersikap menyandarkan diri." (HR Bukhari dan Muslim dalam shahih mereka)

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Barang siapa yang ingin melihat wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yang tertera diatasnya cincin stempel milik beliau, maka supaya membaca firman Allah Ta'ala:...(surah Al-An'am 151-153, seperti tersebut di atas)."

Nah, kalau kaum muslimin di dunia ini sama bersandar kepada seperti apa yang dituliskan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab tentang tauhid, mengapa kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dan Mazda merasa paling lurus tauhid kalian itu ?

Kemudian saya perhatikan itu Mazda kalau membaca memang kurang hati-hati. Mengapa ? Karena seperti yang dituliskannya: "Kemudian ucapanmu yang menuduh penguasa Saudi sebagai negeri sekuler. Dimanakah letak sekulernya? Tolong dijelaskan dengan rinci"

Mazda, itu hasil bacan kalian atas apa yang Ahmad Sudirman tulis, tidak masuk kedalam otak kalian. Mengapa ? Karena yang Ahmad Sudirman tulis itu adalah berbunyi sebagai berikut: "Jelas, alasan yang dikemukakan oleh saudara Mazda untuk ikut melibatkan diri dari pihak Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dan keturunan dan murid-muridnya dalam lingkaran kekuasaan Amir Muhammad bin Saud dan keturunannya untuk menghancurkan kekuasaan dinasti Islam Usmaniyah dengan alasan pemurnian ketauhidan ternyata akhirnya bukanlah pemurnian ketauhidan yang timbul di dunia ini, tetapi justru kehancuran ketauhidan dan tumbuh suburnya sekularisme penghancur ketauhidan di seluruh dunia ini...Dan memang bukti yang berbicara sampai detik ini adalah bukan hanya di Turki saja hancurnya Islam yang kaffah, melainkan juga disebagian besar negara-negara diseluruh dunia ini, dan yang muncul adalah sekularisme yang merupakan racun mematikan bagi kehidupan kaum muslimin diseluruh dunia dalam usaha untuk menegakkan kembali Islam secara kaffah sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw ketika membangun Daulah Islam pertama di Yatsrib." (Ahmad Sudirman, 26 Agustus 2004)

Mazda apakah yang Ahmad Sudirman tulis itu sama dengan apa yang kalian simpulkan ?. Jelas berbeda jauh sekali. Jadi kalau menyimpulkan jangan seenak perut sendiri.

Kemudian Mazda menulis lagi: "Aku juga pernah membaca tulisan yang aku lupa tanggal dan judulnya yang mana tulisan itu engkau arahkan pada saudara rokhmawan dengan ucapan sinis yang kurang lebihnya "bahwa da'wah salaf tidak akan laku."

Mazda, sekali lagi saya katakan, kalau kalian mengutip itu, harus jelas, dan harus terang dari mana sumbernya, jangan seenak udel menyimpulkan. Mengapa ? Karena Ahmad Sudirman selama ini belum pernah menulis seperti yang kalian tulis itu.

Kalian mau dakhwah salafi, mau dakhwah wahabi, mau berjihad ke Ambon, itu hak kalian. Ahmad Sudirman tidak akan melarang. Dan kalau kalian berdebat dengan Ahmad Sudirman, jelas Ahmad Sudirman menghadapi kalian sampai kapanpun.

Hanya kesalahan, kejelekan dan kesesatan yang kalian selalu buat adalah kebiasaan kalian yang menganggap tauhid kalian paling lurus dan paling benar, jihad kalian paling benar, sehingga kalian anggap yang lain seperti yang kalian tulis: "sebagian yang lain hanya sibuk berdemo dan berdemo dengan melabel demo mereka adalah jihad atau sebagian yang lain cuman bisa berorasi dimimbar-mimbar bebas, atau didalam masjid sekalipun."

Kemudian lagi yang kalian terus selalu melakukan kesesatan adalah dengan mudahnya mengobral ucapan atau tulisan: "Apa yang diucapkan Ahmad Sudirman ini tidak jauh beda seperti apa yang diucapkan oleh para pengikut hawa baik itu pengikut Muhammad Surur, atau para pengikut kelompok Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Hasan Al Banna.Tiap hari siang malam mulut mereka kotor mencaci maki penguasa muslim yang memerintah dinegeri-negeri kaum muslimin. Mereka rajin melancarkan propaganda untuk memberontak dan meruntuhkan penguasa muslim. Dan teriakan mereka yang paling terkenal "Tidak ada hukum selain hukum Allah." Pernyataan ini benar tapi mereka menjadikan pengertian yang salah dan sesat padanya."

Mazda, disinilah kalian dengan paham wahabi kalian yang merasa sok lurus ketauhidan kalian, kemudian kalian anggap yang lain tidak lurus. Tuduh sana, tuduh sini. Itu yang kalian kutip ayat "...Inil hukmu illa lillah..." (keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah) (Yusuf, QS, 12: 40)

Kalian tuduh kelompok lain adalah kelompok yang buta yang tidak paham atas penafsiran dan penerapan ayat ini. Itu kalau kalian hanya terpaku kepada khawarij, yang menganggap hanya Allah yang memutuskan, kalau ada manusia yang memutuskan dianggap kafir. Jelas kalian itu hanya seenak udel menuduh kelompok lain.

Mazda itu pengertian surat Yusuf ayat 40 adalah Allah SWT yang menetapkan aturan hukum, undang-undang, karena itu barang siapa yang menetapkan, memutuskan, aturan, hukum, undang-undang harus berdasarkan aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT terhadap Rasul-Nya Muhammad saw.

Jadi jangan kalian anggap semua orang yang bukan pengikut paham wahabi adalah seperti khawarij yang menafsirkan surat Yusuf: 40 itu, kalau kalian tidak mau disamakan dengan orang yang mempunyai telinga budeg dan otak beku.

Sama juga itu dengan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang terus ngotot dan degil yang mengulang-ulang: "Dan setelah saya baca, memang ada bagusnya tapi banyak bid'ahnya, nah setelah saya terjun di mimbar bebas ini lebih-lebih setelah perdiskusian soal takfir yang anda cs (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs) lambungkan dan ditujukan kepada Amin Rais, SBY, Gus Dur dll beserta pengikutnya maka makin hari anda cs makin tidak bisa berkata banyak (dengan menampilkan sanggahan yg berdasarkan dalil aqli dan dalil naqli) melainkan hanya menuruti hawa nafsu seperti marah-marah, perkataan jorok dll."

Memang susah kalau berbicara dengan orang yang telinganya budek dan otaknya beku seperti Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini.

Catat, wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini, supaya kalian tidak terus menerus putar-putar menanyakan tanpa ujung pangkalnya. Saya telah berpuluh kali menjawab apa yang kalian pertanyakan ini yang menyangkut dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 yaitu: "bahwa para pimpinan Pemerintah RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Akbar Tandjung, Amien Rais, Susilo Bambang Yudhoyono yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, lalu tidak menetapkan aturan, hukum, undang-undang menurut aturan, hukum, yang diturunkan Allah, maka Allah menjatuhkan vonis terhadap mereka dengan vonis kafir, zhalim, dan fasik.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi siapa yang menjatuhkan vonis kafir, zhalim, fasik itu ? Apakah Allah SWT, Ahmad Sudirman, ulama, orang Islam lain, wahabiyin atau salafiyyin ?.

Seterusnya, apa yang ditulis Mazda: "Mereka rajin melancarkan propaganda untuk memberontak dan meruntuhkan penguasa muslim"

Mazda, yang kalian jadikan alasan "untuk memberontak dan meruntuhkan penguasa muslim" itu adalah salah kaprah. Mengapa ? Kalian memang buta, itu contohnya di Negara kafir RI, dianut sistem trias politika dengan pemilu-nya. Jadi, untuk menjatuhkan Presiden itu caranya melalui pemilu. Apakah yang ingin menjatuhkan presiden Megawati lewat pemilu dianggap memberontak dan meruntuhkan penguasa Megawati?. Yang benar saja kalau kalian bicara ini Mazda.

Nah, kalau kalian menyingung ASNLF atau GAM yang berjuang untuk penentuan nasibsendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Penguasa Negara kafir RI, memang ada alasannya yang jelas dan terang, yaitu karena penguasa RI menjajah Negeri Acheh. Lagi pula ASNLF atau GAM tidak bisa disamakan dengan apa yang dilakukan khawarij terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Apakah kalian memang buta atau memang sengaja tetap terus ingin mempertahankan sistem thaghut pancasila dengan para pimpinan RI yang telah membunuh rakyat muslim Acheh, dan menjajah Negeri Acheh ?

Apakah kalian masih merasa ketahuidan kalian itu lurus kalau kalian masih juga ngotot menganggap apa yang dilakukan oleh Megawati Cs dengan sistem thaghut pancasila menjadikan alat untuk membunuh rakyat muslim Acheh ? Apakah kalian tidak memahami apa yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab tentang tauhid ?. "Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut".

Mazda itu pancasila adalah thaghut, kalau kalian tidak paham dan tidak mengerti.

Kemudian, kalau kalian masih tetap mempertahankan apa yang telah dilakukan oleh pasukan wahabi dibawah pimpinan Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, Abdullah bin Saud, Ibnu Saud melawan dinasti Islam Usmaniyah dengan alasan karena "Dinasti Sufi Turki Utsmani" menyebarkan "kebid'ahan serta khurafat akibat ajaran sesat"

Jelas itu kalian kaum wahabi yang ikut bersama pimpinan Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, Abdullah bin Saud, Ibnu Saud melawan dinasti Islam Usmaniyah untuk keluar dan membentuk kerajaan Saudi tidak ada bedanya dengan kaum khawarij, yang menurut Asy-Syihristani: "Siapa saja yang keluar dari ketaatan terhadap pemimpin yang sah, yang telah disepakati, maka ia dinamakan Khariji (seorang Khawarij), baik keluarnya di masa shahabat terhadap Al-Khulafa Ar-Rasyidin atau terhadap pemimpin setelah mereka di masa tabi'in, dan juga terhadap pemimpin kaum muslimin di setiap masa" (Al-Milal wan Nihal, hal. 114)

Jadi alasan kalian Mazda yang mengatakan karena dinasti Islam Usmaniyah adalah Dinasti Sufi Turki Utsmani yang menyebarkan kebid'ahan serta khurafat akibat ajaran sesat, maka perlu diperangi, dengan tujuan untuk membangun kerajaan Saudi, jelas itu alasan yang lemah.

Dengan bersekongkolnya kaum wahabi dengan pimpinan Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, Abdullah bin Saud, Ibnu Saud, maka kalian telah ikut bersama-sama dengan pihak pemerintah negara kafir lainnya membuat hancur dinasti Islam Usmani, yang kalian sebut dinasti sufi Turki Utsmani.

Selanjutnya Mazda menulis: "Kemudian sikap dia (Ahmad Sudirman) bertentangan dengan dirinya sendiri. Yakni dia minta bantuan kepada kuffar, ketika ada kesulitan, sedang dia sendiri berlindung kepada mereka. Apa bedanya kuffar Amerika, Inggris, atau Swedia tempat dia tinggal sekarang ini, dimana dia hidup di bawah naungan undang-undang mereka. Padahal ia tengah tidak dalam kesulitan? Tidakkah malu laki-laki ini?."

Mazda rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI adalah sedang dalam keadaan berjuang dan menghadapi pembnunuhan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Negara kafir RI melalui TNI/POLRI.

Rakyat Acheh, Ahmad Sudirman ada di Kerajaan Swedia karena memang sedang menghadapi pihak Penguasa Negara kafir RI. Mereka terus membunuh rakyat muslim Acheh di Negeri Acheh. Kalian Mazda mana bisa memahami, paling kalian hanya terus saja mendukung dan menyokong politik penjajahan yang dilakukan RI terhadap Negeri Acheh.

Apakah kalian tidak mencontoh Rasulullah saw ketika pada tahun ke 5 Kenabian mengizinkan para sahabatnya berhijrah ke Abissinia ? Jangan kalian sok benar dan sok lurus ketauhidan kalian. Dengan kalian ikut dibelakang ekor Megawati dan buntut Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah disumpah untuk setia menjalankan thaghut pancasila dan UUD 1945 sekular, itu menandakan kalian sudah kurang lurus lagi tauhid kalian, karena kalian tidak bisa menjauhi thaghut pancasila yang sekarang dijadikan dasar dan sumber hukum di Negara kafir RI.

Sebenarnya kalian itu harus bangga dengan panggilan wahabiyah atau salafiyyah. Kenapa kalian malu dan merasa rendah diri dipanggil wahabiyah dan wahabiyin ? Atau karena alasan bahwa Syeikh Muhammad Abdul Wahab adalah juga tidak lepas dari dosa ?.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, coba kalian itu baca dan gali lagi apa yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Kalian jangan merasa otak kalian sudah berisi dengan ketauhidan yang lurus, kalau kalian masih seenak perut hantam sana, hantam sini dengan mengobral bid'ah, khurafat, syirik.

Kalian memang tidak mengerti dan tidak memahami, kalau itu Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab tidak bersekutu dengan Amir Muhammad bin Saud penguasa Dar'iyah, mana mungkin bisa jalan itu dakhwa wahabiyah dan dakhwah salafiyyahnya dalam bentuk penghancuran kuburan-kuburan yang dianggap keramat.

Buktinya saja sekarang di Negara kafir RI, mana itu kalian kaum wahabi sanggup menjalankan seperti yang dicontohkan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab menghancurkan khurafat, bid'ah yang banyak ditempat kalian di Solo. Coba kalau kalian tidak munafik, itu hancurkan tempat nyekar-nyekar Abdurrahman Wahid dan Megawati, cari kuburan mana yang selalu Abdurrahman Wahid dan Megawati meminta-minta dan berdo'a-do'a. Coba hancurkan kuburan-kuburan itu sampai rata dengan tanah, karena itu sumber khurafat dan syirik, yang kalian perjuangkan untuk meluruskan dan memurnikan tauhid kalian itu, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Itu sistem thaghut pancasila adalah sumber khurafat dan syirik. Coba hancurkan itu thaghut pancasila, kalau kalian memang konsekuen menjalankan paham wahabi demi kemurnian tauhid kalian itu.

Dukun-dukun, sihir-sihir, ilmu hitam itu merajalela di Jawa, khususnya di Solo tempat kalian itu. Itu keris dimandikan setiap tahun sekali. Itu khurafat dan syirik, kalau kalian tidak paham dan tidak mengerti. Coba hancurkan itu semua, sebagaimana yang dicontohkan oleh pimpinan kalian Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Kalian tuduh seenak perut orang lain yang ada diluar wahabi dengan khawarij. Padahal kalian adalah juga termasuk khawarij. Coba baca lagi apa yang dikatakan oleh Asy-Syihristani diatas.

Jelas, kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan ikutnya pasukan wahabi bersama Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, Abdullah bin Saud, Ibnu Saud dengan dibantu oleh Pemerintah kafir Inggris untuk melawan dinasti Islam Usmaniyah itu merupakan salah satu dari sebab pecahkanya kesatuan ummat Islam di dunia. Apakah kalian tidak sadari itu. Kalian itu, pasukan wahabi bersama Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, Abdullah bin Saud, Ibnu Saud dengan dibantu oleh Pemerintah kafir Inggris adalah salah satu sebab yang menimbulkan pecahnya kekuatan ummat Islam pada abad 19, dan akibatnya terasa sampai detik sekarang ini. Dimana sekularisme makin tumbuh subur. Lihat saja di Negara kafir RI, itu UUD 1945 adalah UUD sekular. Pancasila adalah hasil produk sekular. Tetapi karena kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu budek, maka kalian itu tidak paham dan tidak mengerti.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi karena kalian sekarang sudah terbongkar bahwa sebenarnya kalian juga adalah digolongkan kedalam golongan khawarij, maka tidak perlu kalian obral itu khawarij gombal kalian itu.

Tetapi jangan takut, walaupun kalian digolongkan kedalam khawarij, menurut Al-Imam Al-Khaththabi: "Ulama kaum muslimin telah bersepakat bahwasanya Khawarij dengan segala kesesatannya tergolong firqah dari firqah-firqah muslimin, boleh menikahi mereka, dan memakan sembelihan mereka, dan mereka tidak dikafirkan selama masih berpegang dengan pokok keislaman." (Fathul Bari, 12/314). Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar: "Sebagian besar ahli ushul dari Ahlus Sunnah berpendapat bahwasanya Khawarij adalah orang-orang fasiq, dan hukum Islam berlaku bagi mereka. Hal ini dikarenakan mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan selalu melaksanakan rukun-rukun Islam. Mereka dihukumi fasiq, karena pengkafiran mereka terhadap kaum muslimin berdasarkan takwil (penafsiran) yang salah, yang akhirnya menjerumuskan mereka kepada keyakinan akan halalnya darah, dan harta orang-orang yang bertentangan dengan mereka, serta persaksian atas mereka dengan kekufuran dan kesyirikan." (Fathul Bari, 12/314). Menurut Al-Imam Ibnu Baththal: "Jumhur ulama berpendapat bahwasanya Khawarij tidak keluar dari kumpulan kaum muslimin." (Fathul Bari, 12/314).

Jadi, wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi walaupun kalian itu wahabi bisa digolongkan kedalam golongan khawarij, tetapi kalian masih tetap tidak digolongan kedalam golongan kafir. Jadi jangan takut dihukum kafir.

Kemudian kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi jangan sok seenak udel mengatakan: "Dan jelas sekali kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs telah mempermainkan Sunnah-sunnah Rosululloh SAW. Terbukti dengan tidak mau mengakui kalau Jenggot, Jubbah dan ciri-ciri fisik Rosululloh SAW sebagai salah satu ciri keshalihan dan keimanan kepada Rosululloh SAW. Maka memang pantas dia cs sesuai komentar saya beberapa hari kemaren mengenai kufurnya atau kafirnya orang yang memperolok-olok, mengejek, mempermainkan sunnah Rosululloh SAW."

Kalian memang otak udang, kalau Ahmad Sudirman mengatakan: "Kalian dengan cara penampilan berjubah putih, berjengkot sudah merasa mengikuti manhaj Rasulullah saw. Ahmad Sudirman berapa lama tinggal di Negara Arab, itu supir bus, pengemudi kereta api, tukang taxi sebagian besar berjalabiyah putih dan berjenggot, sambil tangannya memegang-megang tasbeh. Mereka tidak mengatakan dirinya paling beriman dan merasa telah benar-benar beramal shaleh. Jadi kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan mengatakan: "Di lihat dari penampilannya saja (tidak usah jauh-jauh) mereka tidak mencirikan seorang yang beriman dan sholih (tentunya ini dilihat dari kaca mata fisik Rosululloh SAW)." Betapa gombal dan budeknya itu hasil pemikiran Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi. Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu kawan kawan saya orang Arab baik yang ada Negara Arab dan yang ada di Swedia mereka hampir berjubah putih berjenggot dikeningnya ada bekas sujud. Tidak mereka mengatakan kepada Ahmad Sudirman : "Ahmad saya dengan memakai jalabiyah putih berjenggot ini adalah menandakan dan mencirikan bahwa saya adalah seorang yang beriman dan beramal shaleh". (Ahmad Sudirman, 25 Agustus 2004)

Itu Ahmad Sudirman menyatakan yang demikian artinya bahwa itu baju gamis, jalabiah, atau jubah, dengan jenggot, itu memang di Negara-negara Arab dan orang Arab memang itu baju yang dipakainya, dan memang orang-orang Arab itu berjenggot, bukan seperti orang Jawa, jenggot dan kumis saking tipisnya bisa dihitung dengan jari. Seperti jenggot Wahabiyin Rokhmawan yang bisa dihitung dengan jari. Tetapi kalau kalian Wahabiyin Rokhmawan adalah seorang keturunan Arab dari Yaman. Seperti orang-orang Hadromi yang datang dari Hadramaut. Itu mereka memang berjenggot.

Jadi dengan Ahmad Sudirman menyatakan yang demikian, jangan kalian karena budeknya lalu mengatakan: "jelas sekali kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs telah mempermainkan Sunnah-sunnah Rosululloh SAW. Terbukti dengan tidak mau mengakui kalau Jenggot, Jubbah dan ciri-ciri fisik Rosululloh SAW sebagai salah satu ciri keshalihan dan keimanan kepada Rosululloh SAW"

Itu kesimpulan yang bodoh dan budek.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 27 Aug 2004 00:57:29 -0700 (PDT)
From: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>
Subject: Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman itu Dinasty Usmaniyah di Turki Bukan Dinasty Islam Melainkan Dinasty Khurafat ataupun Dinasty Bid'ah atau Dinasty Shufiyah
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman itu Dinasty Usmaniyah di Turki Bukan Dinasty Islam Melainkan Dinasty Khurafat ataupun Dinasty Bid'ah atau Dinasty Shufiyah

Semakin hari semakin melantur saja itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ketika mengomentari komentar-komentar saya. Lihat mana dalil-dalil aqli maupun dalil naqli yang anda paparkan kepada saya kecuali hanya seputar Al-maidah 44, 45, 47 yang pada saat ini masih banyak di diskusikan oleh para ulama Rusydi.

Memang benar sekali kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini adalah orang yang tidak bisa di ajak diskusi agama. Yang namanya diskusi agama itu bukan seperti yang anda (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman) tampilkan di Mimbar bebas ini atau di kumpulan artikel anda di www.ahmad.swaramuslim.net.

Memang kalau seorang yang super lugu sekali (terutama orang yg pro dengan anda) akan menganggap kalau anda seorang yg pintar berdiskusi tentang agama, karena jelas pemahaman orang tsb mengenai agama belumlah seberapa sehingga orang tsb tadi akan menganggap anda sebagai "ustazd" (tapi kok ustadz TPA kata Sumitro).

Dan setelah saya baca, memang ada bagusnya tapi banyak bid'ahnya, nah setelah saya terjun di mimbar bebas ini lebih-lebih setelah perdiskusian soal takfir yang anda cs (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs) lambungkan dan ditujukan kepada Amin Rais, SBY, Gus Dur dll beserta pengikutnya maka makin hari anda cs makin tidak bisa berkata banyak (dengan menampilkan sanggahan yg berdasarkan dalil aqli dan dalil naqli) melainkan hanya menuruti hawa nafsu seperti marah-marah, perkataan jorok dll.

Coba Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman bisakah anda cs menampilkan dalil aqli maupun dalil naqli untuk mempertahankan argumen-argumen anda dan membantah tuduhan-tuduhan kami ?. Sampai kiamat pun anda (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs) tidak akan bisa menemukan itu dalil yang dimaksud kecuali hanya berdasar sejarah yang penuh hawa nafsu, marah bin sakit hati bin balas dendam....

Apalagi dengan ulasan sejarah mengenai Syeikh Muhammad Ibnu Saud yang langsung di makan mentah-mentah tanpa dipelajari lewat rujukan hadist-hadist Shohih, sehingga Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman seenak udele dewe memukul balik ke Manhaj Salafy dengan sebutan Khowarij.

Coba anda (Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman) tampilkan alasan anda dengan dalil aqli dan dalil naqli yg shohih yang mengisyaratkan kalau Manhaj Salafy itu Kaum Khowarij. Sampai dunia hancurpun itu dalil-dalilnya tidak akan ditemukan.

Dengan demikian apa yang anda balik pukulkan ke Manhaj Kami adalah dikarenakan Hawa nafsu, sakit hati, rasa benci dan dendam kpd Manhaj Salafy. Sudah tentu anda Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman akan menolaknya karena mana ada itu pencuri langsung mengaku sebagai pencuri atau mana ada itu seoang ahli maksyiat mengakui perbuatannya yg salah (ini hanya ungkapan, jangan dibahas ).

Walaupun begitu kalau hanya alasannya memberontak kepada Dinasty Khurofat Usmaniyah atau Dinasty Bid'ah Usmaniyah atau Dinasty Shufiyah Usmaniyah di Turki tetap saja itu alasan yang sangat-sangat dangkal...kal...kal sekali, karena apa ?.

Jelas sekali lewat artikel atau komentar-komentar saya, untuk mengatakan kalau Manhaj ini, itu termasuk Kaum Khowarij maka bukan hanya dilihat dari pemberontakannya saja tetapi di lihat dari ciri-ciri yang dimilikinya secara keseluruhan. Nah khan tidak ada itu Manhaj Salafy jahil dalam hal fikih, syariat, fitrah dll, karena apa ? jelas Manhaj Salafus salih bergerak di atas ilmu Al-qur'an dan Sunnah.

Kemudian coba lagi pernyataan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman mengenai (intinya saja) "Khuraofat, Bid'ah dan kesyirikan yang diberantas oleh Seikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab dan Syeikh Muhammad Ibnu Saud ternyata bukan membasminya melainkan malah mengakibatkan perpecahan umat islam, bid'ah, khurofat dan syirik tetep subur".

Atas dasar (dalil aqli dan naqli) apa anda Si Ahlul Bid'ah dan Ahlul Ahwa Ahmad Sudirman mengatakan bahwasanya Manhaj Salafy yang mengakibatkan perpecahan umat islam ?.

Apakah anda akan mengataka seperti Yusuf Qardawy "Dakwah kepada pemurnian ketauhidan akan memecah umat?". Coba terangkan di mimbar bebas ini biar saya kupas dengan pemahaman Manhaj Salafy yang lurus ini (InsyaaAlloh...Amiin).

Kemudian mengapa kebid'ahan, kesyirikan dan khurofat masih tumbuh subur sampai saat ini ?. Ini sangat mudah untuk di jawab dan bisa balik pukul kepada apa yang dilakukan oleh NII serta GAM/TNA.

Akan saya jawab dulu yg pertama jelas itu yg namanya kemaksyiatan dalam bentuk model apapun tidak bisa di basmi dengan bersih, walaupun begitu kita sebagai umat islam berkewajiban memberantasnya (dengan cara Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar).

Nah mengapa itu kemaksyiata masih subur ?. Jelas sekali mereka tidak mau kembali kepada jalan yg telah di tunjukkan dan dicontohkan Rosululloh SAW (termasuk NII, GAM/TNA yg tidak mau ber itiba' kpd Rosululloh SAW). Atau dikarenakan ada gerakan-gerakan (harakah), golongan (firkoh), lembaga islam (Nizam) yang tidak sesuai dengan Sunnah-sunnah Rosululloh SAW.

Kemudian akan saya tanyakan (balik pukul) mengapa justru dengan adanya NII, GAM/TNA malah membikin kekacauan di Indonesia dan di Aceh ? dan hasil mana yang di dapatkannya ?, bukan kemerdekaan tetapi kehancuran dan kebinasaan NII, GAM/TNA dan korban dari sippil yang dapat dipetiknya.

Wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs atau sdr Peace org cs sudahkah anda semua membaca defini Bid'ah ?.

Dan jelas sekali kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs telah mempermainkan Sunnah-sunnah Rosululloh SAW. Terbukti dengan tidak mau mengakui kalau Jenggot, Jubbah dan ciri-ciri fisik Rosululloh SAW sebagai salah satu ciri keshalihan dan keimanan kepada Rosululloh SAW. Maka memang pantas dia cs sesuai komentar saya beberapa hari kemaren mengenai kufurnya atau kafirnya orang yang memperolok-olok, mengejek, mempermainkan sunnah Rosululloh SAW.

"Dan jika kamu tanyakan kpd mrk (ttg apa yg mrk lakukan itu), tentulah mrk akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersendau gurau dan bermain-main saja". Katakanlah, apakah dg Alloh dan ayat- ayat-Nya dan RosulNya kamu selalu berolok-olok?". Tidak usah kamu meminta maaf karena kamu telah kafir sesudah beriman" ( At-taubah : 65-66 ).

Tuh kan, sesuai dengan komentar saya kemaren, ayat di atas menunjukkan bahwa memperolok-olok (mempermainkan sekedar canda tawa) terhadap Alloh (ayat-ayatnya) dan atau memperolok-olok (mempermainkan) Rosululloh (Sunnah-sunnahnya) adalah perbuatan kekufuran.

Jelas sekali dengan demikian di atas mengakibatkan si pelaku keluar dari agamanya, karena pokok dari agama adalah mengagungkan Alloh dan Rosulloh, sedangkan memperolok-olok atau mempermainkan sesuatu dari-Nya dapat menghilangkan pokok agama tersebut dan meruntuhkannya dengan dahsyat (lihat tafsir Karimir Rahman, Abdurrahman As Sa'diy, hal 342-343).

Kemudian untuk sdr Peace org, untuk saat ini saya tidak bisa ( sulit ) mengacces ke ahmad.swaramuslim.net. harap maklum dan saya juga bingung kok untuk yg satu ini sulit sekali untuk acces ke situs tsb, padahal kalau acces situs lain tidak bgt sulit. Untuk itu coba anda kirimkan langsung lewat email saya.

Wahai sdr Peace org, jawab dengan kejujuran anda, sebenarnya anda berada di fihak mana ? atau lebih pro yg mana ? RI, GAM/TNA atau di tengah-tengah seperti Manhaj Kami ?. Anda sudah membaca itu Definisi Bid'ah belum ?. Apakah anda masih ingin menghormati, menganggap Si Ahlul Ahwa dan Si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman sebagai seorang USTADZ atau guru ngaji ?.

Dengarkanlah baik-baik sdr Peace org setiap kita melangkah terutama untuk agama haruslah ada dalil aqli dan dalil naqlinya bukan hanya berdasarkan hawa nafsu atau keinginan-keinginan kita.

Syaiton itu sangat besar tipu dayanya dan sangat halus bujuk rayunya. Dan kebanyakan hawa nafsu atau keinginan-keinginan itu berasal dari syaiton. Apalagi itu keinginan-keinginan termasuk logika-logikaan yang tanpa ada dasar yg shahih seperti GAM/TNA ataupun NII yg ingin mempertahankan jiwa raganya dari penguasa yg dzalim. Nah inipun yg dilakukan NII, GAM/TNA ternyata hanya berdasarkan hawa nafsu, sakit hati dan dendam yg merasa dirinya telah terzdaliminya. Sebenarnya mereka semua banyak sekali pelanggaran-pelanggaran dan penyimpangan-penyimpangan yang sangat besar terhadap ajaran-ajaran agama islam baik itu Al-qur'an maupun lebih-lebih hadist-hadist Rosululloh SAW. Besok atau lusa akan saya bahas mengenai sikap kami terhadap pemerintahan RI, tentunya ini sarat dengan dalil-dali aqli maupun dalil-dalil naqli.

Saya sarankan lagi janganlah anda membantah terhadap hal-hal yg sudah jelas yg telah kami dan saya terangkan lewat komentar-komentar saya kemaren. Kasrena kalau tetap demikian maka tunggulah keputusan Alloh SWT nanti di Akhirat (inipun ada dalil nash Al-qur'annya).

Apalagi setelah nanti saya paparkan itu sikap seorang mukmin terhadap pemerintahan yg dzalim berdasarkan dalil yg shahih, tetapi tentunya tidak sama dengan Dinasty Shufiyah, Bid'ah, khurofat, Syirik Usmaniyah di Turki di mana waktu itu penguasa dan sebagian warganya sudah pada titik yg minimal sekali bahkan bisa dikatakan mereka semua telah keluar dari agama islam yg syammil ini (karena banyaknya kebid'ahan, ayat-ayat Alloh, sunnah-sunnah Rosul yg disepelekan), maka janganlah anda membantahnya biarkan saja itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs bercuap-cuap tanpa arah sehingga tersandung-sandung bahkan masuk jurang.

O yaa coba anda bca ulang komentar Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman terhadap saya terutama sebelum saya mengatakan NII, GAM/TNA termasuk Khowarij. Jelas mungkin dia atau Husaini Daud atau yg pro dengannya mengatakan intinya saja, kalau iman itu mengucapkan dengan lesan, mengesankan dlm hati dan membuktikan dengan anggota badan, kalau kita belum bisa mengamalkan dengan kethoatan, tunduk patuh kita kpd Alloh SWT maka bukanlah kita orang islam. Anggap saja itu yg mengatakan bukan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman tetapi dia mengamininya dengan kedok mendiamkan ulah orang-orang yg pro dengannya seperti Husaini Daud dll.

Semoga Alloh SWT menjauhkan diri anda sdr Peace org dari Adzab neraka yg pedih.
Wallohu'alam bi showab

NB : Lihatlah dan pelajari dakwahnya Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah atau Manhaj Salafy saat sekarang ini yg penuh dengan hikmah (Sunnah) dan bijaksana. Jangan hanya menengok kebelakang terus seperti Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman yg pandainya mengutak-atik sejarah berdasarkan hawa nafsu.
Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------

Date: Fri, 27 Aug 2004 02:26:45 -0700 (PDT)
From: maz da <mazda_ok@yahoo.com>
Subject: AHMAD SUDIRMAN MAKIN MELANTUR BICARA DAN AHMAD SUDIRMAN MALING TERIAK MALING
To: ahmad@dataphone.se
Cc: rokh_mawan@yahoo.com, rokh-mawan@plasa.com, acheh_karbala@yahoo.no,

AHMAD SUDIRMAN MAKIN MELANTUR BICARA AHMAD SUDIRMAN MALING TERIAK MALING

Setelah membaca tulisan atau jawaban dari bung ahmad sudirman, makin lama makin melantur saja Ahmad Sudirman ini. Ketergesaan Ahmad Sudirman dalam menjawab tulisan saya menjadikan saya yakin bahwa Ahmad Sudirman berusaha mengikuti "al hawa" yakni nafsu yang ada dalam dirinya. Seandainya Ahmad Sudirman membaca dengan tenang uraian yang saya berikan berikut tulisan mengenai syubhat-syubhat seputar takfir niscaya itu sudah jelas seperti melihat matahari disiang bolong.

Tetapi sekali lagi ketergesaan ahmad sudirman dalam menjawab tulisan saya semakin memperlihatkan manhaj takfiri yang selama ini ada dan mengendap dalam otak Ahmad Sudirman.

Apa yang diucapkan Ahmad Sudirman ini tidak jauh beda seperti apa yang diucapkan oleh para pengikut hawa baik itu pengikut Muhammad Surur, atau para pengikut kelompok Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Hasan Al Banna.

Tiap hari siang malam mulut mereka kotor mencaci maki penguasa muslim yang memerintah dinegeri-negeri kaum muslimin. Mereka rajin melancarkan propaganda untuk memberontak dan meruntuhkan penguasa muslim. Dan teriakan mereka yang paling terkenal "Tidak ada hukum selain hukum Allah." Pernyataan ini benar tapi mereka menjadikan pengertian yang salah dan sesat padanya.

Mereka juga rajin mencaci maki para ulama khususnya para ulama ahlus sunnah bantahan atas syubhat-syubhat dan tuduhan keji yang dialamatkan kepada para ulama ahlus sunnah secara lengkap bisa anda baca didalam kitab yang ditulis oleh murid senior Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan yakni Abu Abdullah Jamal bin Farihan Al Haritsi dalam kitabnya dengan judul "Al Ajwibatu al Mufidah an As ilah al Manahij al jadidah" sebuah jawaban dan menepis mengenai penyimpangan berbagai manhaj da'wah.

Kemudian sikap dia (ahmad sudirman) bertentangan dengan dirinya sendiri. Yakni dia minta bantuan kepada kuffar, ketika ada kesulitan, sedang dia sendiri berlindung kepada mereka. Apa bedanya kuffar Amerika, Inggris, atau Swedia tempat dia tinggal sekarang ini, dimana dia hidup di bawah naungan undang-undang mereka. Padahal ia tengah tidak dalam kesulitan? Tidakkah malu laki-laki ini?.

Benarlah sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam: "Apabila engkau tak punya sifat malu, berbuatlah sekehendakmu."dikeluarkan oleh Bukhari (3296). Dari hadits Abu Mas'ud al Badri radhiallahu anhu.

Kemudian saya juga ingin mengomentari cap yang diberikan kepada da'wah salaf dengan cap da'wah WAHABI dengan disandarkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Cap ini pertama kali dilontarkan oleh para pengekor sufi atau ajaran tasawuf yang sangat membenci da'wah beliau yang menyebabkan mereka harus menyingkir akibat da'wah tauhid ini.

Cap ini tidaklah benar karena da'wah salaf tidaklah menyandarkan dirinya pada beliau dan tidak meyakini beliau ma'shum atau terjaga dari dosa dan kesalahan. Untuk mengetahui apa itu makna dan sejarah salafy atau ahlus sunnah wal jama'ah silahkan baca artikel dibawah ini.

Kemudian mengenai perkataan ahmad sudirman tentang Dinasti Sufi Turki Utsmani yang dikatakannya dinasti kaffah. Dengan alih-alih menyalahkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan Muhammad ibnu Sa'ud sebagai biang kerok keruntuhan dinasti Utsmaniyah.

Dinasti yang kaffah bagaimana menurut otakmu wahai ahmad sudirman. Itukah bentuk khilafah yang kau inginkan dan impikan. Yang didalamnya tumbuh subur penyelewengan terhadap ajaran Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam. Mereka menginjak-nginjak ajaran beliau dengan berbagai keyakinan bathil dan berbagai macam kebid'ahan serta khurafat akibat ajaran sesat yang mereka sebarkan inikah dinasti yang kau banggakan itu wahai ahmad sudirman.

Kitapun jangan menutup mata bahwa di masa dinasti utsmani-lah pusat penyebaran tasawuf terutama sangat berperan dalam penyebaran kitab Ihya' Ulumuddin yang Imam Ghazali sendiri telah bertaubat atasnya.

Kemudian ucapanmu yang menuduh penguasa Saudi sebagai negeri sekuler. Dimanakah letak sekulernya? Tolong dijelaskan dengan rinci.

Aku juga pernah membaca tulisan yang aku lupa tanggal dan judulnya yang mana tulisan itu engkau arahkan pada saudara rokhmawan dengan ucapan sinis yang kurang lebihnya "bahwa da'wah salaf tidak akan laku."

Alhamdulillah wahai Ahmad Sudirman da'wah kami diikuti sedikit dari banyaknya ummat Islam yang mayoritas terkena penyakit cinta dunia dan takut mati. Alhamdulillah kami bisa berangkat membantu saudara kami yang sedang tertindas disaat sebagian yang lain hanya sibuk berdemo dan berdemo dengan melabel demo mereka adalah jihad atau sebagian yang lain cuman bisa berorasi dimimbar-mimbar bebas, atau didalam masjid sekalipun.

Alhamdulillah sampai saat ini kami bisa tetap belajar dan menyampaikan ilmu melalui da'i - da'i Ilallah yang ikhlas.

Alhamdulillah wahai Ahmad Sudirman kami mengambil ibrah bahwa da'wah tidaklah diukur dari banyaknya orang yang mengikuti, ketahuilah ada seorang Rosul yang memiliki pengikut banyak, adapula yang hanya memiliki pengikut hanya enam orang bahkan ada yang hanya mendapatkan 1 orang dan juga ada yang tidak memiliki pengikut seorangpun.

Alhamdulillah wahai Ahmad Sudirman diatas da'wah salaf yang mulia ini kami meniti jalan mengikuti pendahulu kami dari kalangan salafus shalih.

Alhamdulillah inilah kenikmatan yang Allah berikan kepada kami.
Aku hanya berdo'a mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala membukakan hatimu yang lama tertutup. Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberimu hidayah kepada pemahaman yang benar.
Wallahu a'lam bis shawab.

Mazda

mazda_ok@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------

NB: Nantikan Bantahan atas Syubhat Yang dilontarkan Oleh Ahmad Sudirman Bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah Khawarij Da'wah Salaf Adalah Da'wah Tauhid Sesungguhnya istilah salaf atau dakwah salaf bukanlah istilah baru. Istilah ini sudah dikenal sejak masa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam sebagaimana yang telah disinggung pada edisi perdana Risalah Dakwah ini. Yaitu ucapan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam kepada Fathimah: Aku adalah sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu. (HR. Muslim)

Para shahabatpun sering menggunakan istilah salaf untuk menyebutkan tentang mereka-mereka yang sudah mendahuluinya. Seperti ucapan Anas bin Malik -seorang shahabat yang paling akhir meninggal. Tatkala beliau melihat kerusakan-kerusakan kaum muslimin ketika itu, beliau berkat: "Kalau saja ada seseorang dari kalangan salaf yang pertama dibangkitkan hari ini, maka dia tidak akan mengenali Islam sekarang sedikitpun kecuali shalat ini". (al-I'tisham, Imam asy-Syathibi, juz 1 hal 34)

Demikian pula para ulama sepeninggal beliau. Mereka pun sering menyebut istilah salaf untuk menerangkan bahwa jalan yang benar adalah jalan salaf, yakni jalannya para shahabat. Berkata Maimun bin Mahram meri-wayatkan dari ayahnya: "Kalau saja ada sese-orang dari kalangan salaf dibangkitkan di antara kalian niscaya dia tidak mengenali keislaman kecuali kiblat ini (al-I'tisham, Imam asy-Syathibi, Juz 1 hal 34).

Oleh karena itu istilah salaf dikenal oleh para ulama untuk menunjukkan generasi per-tama dan utama dari umat ini seperti yang pernah diucapkan oleh Imam Bukhari, Ibnu Hajar al-Atsqalani dan selainnya. Simaklah apa yang dinasehatkan oleh Abu Amr al-Auza'i: "Sabarkanlah dirimu di atas jalan sunnah. Berhentilah kamu di mana kaum itu berhenti. Ucapkanlah apa yang mereka ucap-kan. Tinggalkanlah apa yang telah mereka tinggalkan dan jalanilah jalan salafmu yang shalih." Beliau juga berkata: "Wajib bagi kali-an untuk berpegang dengan jejak-jejak sa-laf walaupun manusia menolakmu. Dan hati-hatilah kalian dari pendapat-pendapat ma-nusia walaupun mereka mengindahkan uca-pannya untukmu." Dan masih banyak ucapan ulama yang lainnya.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam telah berpesan kepada kita untuk tetap berpegang dengan sunnahnya dan sunnah para shahabatnya: Wajib atas kalian berpegang dengan sun-nahku dan sunnahnya para khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu. (HR. Tirmidzi dan diha-sankan oleh Al-Albani)

Dengan demikian dakwah salaf adalah dakwah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam dan para shahabatnya. Sedangkan dakwah beliau adalah dakwah yang menyeru manusia kepada Tauhdi serta tegak di atas sunnah Nabi-Nya. Dengan sendirinya dakwah ini tidak memberikan tempat bagi kemusyrikan dan kebid'ahan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Katakanlah (Muhammad): "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha suci Allah dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. (Yusuf: 108)

Imam Abu Ja'far Ibnu Jarir ath-Thabari ketika menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa Allah Ta'ala telah memerintahkan nabi-Nya untuk menyatakan inilah dakwah dan jalan yang aku menyeru dan berpijak di atas-nya, yaitu menyeru manusia untuk berTauhdi, dan beribadah hanya kepada-Nya semata, yang berujung pada ketaatan kepadaNya dan tidak bermaksiat kepadaNya. Aku dan orang-orang yag mengikutiku menyeru hanya kepada Allah dengan hujjah yang dibimbing di atas ilmu dan keyakinan.

Berkata imam Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimy: "Dalam ayat ini terdapat beberapa faedah yang dapat kita ambil di antaranya:

1.Adanya peringatan untuk mengikhlaskan diri dalam beramal, karena kebanyakan da'i walaupun (seakan-akan) dia mendakwahkan pada kebenaran, akan tetapi pada hakekatnya ia mendakwahkan kepada dirinya sendiri.
2.Memiliki "ilmu" adalah kewajiban bagi seorang da'i.
3.Termasuk dari bukti kebenaran Tauhdi adalah adanya pensucian bagi Allah Ta'ala dari sifat-sifat tercela.
4.Termasuk dari bukti kejelekan syirik ialah bahwa syirik itu merupakan celaan bagi Allah Ta'ala 5.Seorang muslim tidak termasuk dari kaum musyrikin manakala ia tidak bergabung dengan kaum musyrikin walaupun tidak berbuat syirik.

Inilah perbedaan dakwah salaf dengan dakwah-dakwah lainnya yang memiliki kecenderungan mengesampingkan Tauhdi dengan berbagai macam alasan. Sebagian di antaranya menganggap Tauhdi dan Sunnah merupakan ilmu masa'il yang akan membikin ikhtilaf (perselisihan) dan perpecahan umat. Mereka hanya mau berbi-cara tentang ilmu fadhail (tentang keuta-maan-keutamaan ibadah).

Sebagian lagi mencela dakwah Tauhid ini dengan alasan menyeru umat kepada Tauhid hanya buang-buang waktu saja, tidak memahami fenomena yang sedang terjadi. Bukan-kah musuh-musuh Islam kini telah siap untuk menerkam umat dari segenap penjuru dan dari segala bidang?

Semua alasan yang diusung untuk menolak dakwah Tauhid menjadi cukup bagi kita untuk menilai dakwah model apa yang mereka kehendaki. Semua tidak bergeser dari ke-pentingan politik dan duniawi semata.

Mengapa mereka menjadi heran tatkala didahulukannya permasalahan Tauhid dalam dakwah salaf? Bukankah hak Allah Ta'ala untuk di-Esa-kan dalam segala peribadatan kepada-Nya adalah lebih utama dan lebih berhak untuk didahulukan?!

Perhatikan wasiat Nabi kepada Mu'ad bin Jabbal tatkala beliau mengutusnya ke negeri Yaman: Wahai Mu'adz, sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahlul kitab. Jika engkau telah datang kepada mereka, ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (HR. Bukhari Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan: "Maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka ialah "beribadah kepada Allah (semata)". Dan dalam riwayat lainnya disebutkan: "agar mengesakan Allah"

Mengapa para juru dakwah sekarang justru meremehkan hak Allah ini?! Bukankah hak Allah lebih utama untuk didahulukan? Bukankah dakwah Tauhid merupakan kunci dakwahnya para rasul sebagaimana yang telah Allah abadikan dalam banyak ayat-Nya?.

Kita bisa perhatikan bagaimana nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya, nabi Hud kepada kaum 'Ad, nabi Shalih kepada kaum Tsamud, demikian pula nabi Syuaib berdak-wah kepada kaum Madyan. Mereka -seluruh-nya- mendakwahkan Tauhid dengan menga-takan kepada kaumnya: Wahai kaumku, beribadahlah (hanya) ke-pada Allah yang mana tidak ada satu dzat pun yang berhak diibadahi kecuali Dia.

Demikian halnya pada diri Nabi Ibrahin -kekasih Allah, bapaknya para Nabi dan sekaligus sebagai imam bagi orang-orang yang berTauhid-. Beliau mengkhawatirkan kesyirikan akan menimpa pada dirinya dan keturunannya, sehingga beliau beliau berdoa kepada Allah dengan menyatakan: Wahai Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Me-kah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Wahai Rabb-ku, sesungguh-nya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia (Ibrahim: 35-36).

Jika nabi Ibrahim mengkhawatirkan dirinya dan keturunannya dari tertimpa kemusyrikan, maka siapakah orangnya yang bisa menjamin dirinya terlepas dari bahaya kesyirikan? Dan siapakah orangnya yang me-rasa lebih baik wasiatnya daripada wasiatnya para nabi yang telah disampaikan kepada kaumnya?

Demikianlah mereka -para nabi- dalam berdakwah! Meskipun mereka menghadapi budaya yang beraneka ragam dan problem yang bermacam-macam, akan tetapi dakwah mereka yang utama adalah dakwah kepada Tauhid.

Walaupun problem yang mereka hadapi adalah masalah perekonomian -sebagaimana yang terjadi pada kaum Madyan- ataupun problemnya adalah masalah politik, sosial, akhlaq dan lain-lain. Mereka tetap memulainya dengan mendakwahkan Tauhid kepada kaumnya.

Yang demikian itu karena perbaikan Tauhid dalam masalah agama ini adalah seperti memperbaiki jantung pada badan manusia. Tidak akan bermanfaat mengobati anggota badan, jika jantungnya telah berhenti berdetak. Demikian pula tidak akan diterima amalan ibadah apapun jika Tauhid telah rusak dengan perbuatan syirik-syirik besar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Jika kamu mempersekutukan (Rabb-mu), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (az-Zumar: 65)

Dalam sebuah hadits riwayat Nu'man bin Basyir Radiyallahu 'anhu , Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: Ketahuilah bahwasanya dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika baik segumpal daging itu, maka baik pula seluruh tubuhnya. Dan jika rusak segumpal daging segumpal daging tersebut, maka rusak pula seluruh tu-buhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati. (HR. Bukhari Muslim). Hadits ini merupakan hujjah, bahwa perbaikan hati dalam arti perbaikan aqidah dan keyakinan memiliki prioritas utama.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: "Barangsiapa yang ingin meninggikan bangunan, maka hendaklah ia memantapkan fondasinya, menguatkan dan harus lebih memperhatikannya. Karena sesungguhnya tingginya bangunan itu sesuai dengan kuatnya fondasi dan kemantapannya. (Lihat Sittu Durari, karya Abdul Malik Rhamadhani, hal 13).

Selanjutnya Ibnul Qayyim berkata: "Orang yang bijaksana akan lebih memperhatikan perbaikan fondasinya. Sedangkan orang-orang yang bodoh akan meninggikan bangunan tanpa memperhatikan kondisi pondasinya, sehingga tidak berapa lama lagi bangunan itu akan runtuh". (Lihat Sittu Durari, karya Abdul Malik Rhamadhani, hal 14) Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunan-nya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam neraka Jahannam? (At-Taubah: 109).

Ayat ini berkenaan dengan perbuatan kaum munafiqin ketika membangun masjid dalam keadaan hati mereka tidak memiliki aqidah dan keimanan yang benar. Apa yang dikerjakannya merupakan pekerjaan sia-sia. Adapun yang membangun di atas fondasi Tauhid dan ketaqwaan, maka bangunannya akan kokoh. Tauhid bagaikan akar pada sebuah pohon. Jika akar itu menghunjam ke bumi dengan mantap, maka pohon itu akan tegak berdiri menjulang ke langit.

Berkata Ibnul Qayyim: "Tahun adalah ibarat sebuah pohon, bulan adalah cabang-cabangnya, hari adalah ranting-rantingnya, saat demi saat adalah daun-daunnya dan nafas merupakan buahnya. Barangsiapa yang memakai waktunya dalam ketaatan kepada Allah, maka buahnya manis. Dan barangsiapa yang menggunakannya dalam kemaksiatan, maka buahnya pahit dan hasil buahnya kelak akan dipanen pada hari kiamat. Manusia akan mendapatkan manisnya hasil amalannya di dunia atau pahitnya buah yang dia rasakan.

Tauhid adalah pohon yang tumbuh dalam hati dan cabangnya adalah amalan, ada pun buahnya adalah kebahagiaan hidup di dunia dan kenikmatan yang kekal di akhirat. Sedangkan kesyirikan, kekufuran dan riya' juga merupakan pohon yang tumbuh dalam hati, buahnya di dunia berupa ketakutan, gundah gulana, sempit dada dan kegelapan hati. Sedangkan buahnya di akhirat berupa Zaqum yang tidak mengenyangkan dan tidak pula menghilangkan rasa haus. Buah ini bahkan akan merobek tenggorokan dan menghancurkan seluruh tubuhnya, dan buahnya adalah kekekalan adzab di akhirat. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (kalimat Tauhid) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabb-nya.......... Dan perumpamaan kalimat yang buruk (kalimat kufur, syirik) adalah seperti pohon yang buruk,yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (Ibrahim: 24-25).
Wallahu a'lam.tulisan ini diambil dari Bulletin Manhaj Salaf yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Umar As Sewed
----------