Stockholm, 30 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MAZDA TIDAK MAMPU MEMPERTAHANKAN SISTEM THAGHUT PANCASILA & PAHAM WAHABINYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN MAZDA MAKIN BUTA KARENA TAKLID PADA PAHAM WAHABI & TERJERUMUS KEDALAM SISTEM THAGHUT PANCASILA DI NEGARA KAFIR RI

"Kemudian setelah mengkaji kembali apa yang telah diterangkan oleh para ulama mengenai beliau Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (yang merupakan salah satu dari sekian banyak ulama Ahlus Sunnah) dan kita kembali mempelajari mengenai apa itu Khilafah Islamiyah sesuai dengan apa yang diterangkan oleh para ulama Ahlus Sunnah, alhamdulillah kita telah mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai khilafah Islamiyah. Maka cukuplah penjelasan para ulama Ahlus Sunnah mengenai siapa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Dan mengenai ucapan si Ahlul Bid'ah dan cukuplah gelar ini buat Ahmad Sudirman adalah sejelek gelar untuknya, dan ucapan dia adalah ucapan yang dipungut dari tong sampah. Mengenai Khilafah Islamiyah pengganti Rasulullah shalallahu 'Alaihi Wa salam yang mendapatkan petunjuk, adalah empat khalifah saja pada masa merekalah tegak kekhilafahan Islamiyyah. Sedangkan penguasa setelahnya tidak pantas disebut sebagai Khilafah Islamiyyah karena kerusakan-kerusakan yang ada pada mereka." (Mazda , mazda_ok@yahoo.com , Sun, 29 Aug 2004 21:56:33 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Mazda di Surabaya, Indonesia

Terbuktilah sudah, bahwa sebenarnya apa yang digembar-gemborkan oleh Mazda dimimbar bebas ini, setelah digali lebih dalam, ternyata akhirnya hanya mampu memberikan jawaban dengan untaian kata: "Kemudian setelah mengkaji kembali apa yang telah diterangkan oleh para ulama mengenai beliau Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (yang merupakan salah satu dari sekian banyak ulama Ahlus Sunnah) dan kita kembali mempelajari mengenai apa itu Khilafah Islamiyah sesuai dengan apa yang diterangkan oleh para ulama Ahlus Sunnah, alhamdulillah kita telah mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai khilafah Islamiyah. Maka cukuplah penjelasan para ulama Ahlus Sunnah mengenai siapa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Dan mengenai ucapan si Ahlul Bid'ah dan cukuplah gelar ini buat Ahmad Sudirman adalah sejelek gelar untuknya, dan ucapan dia adalah ucapan yang dipungut dari tong sampah".

Ternyata apa yang ditulis oleh Mazda ini menunjukkan bagaimana sebenarnya saudara Mazda yang telah melakukan taklid buta terhadap paham wahabi yang setelah dikemukakan apa yang diperjuangkan oleh wahabiyin akhirnya justru mengarah kepada apa yang dikatakan dengan pelanggaran pemurnian tauhid yang dijadikan dasar pemikiran Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Coba saja perhatikan, Pertama, Ahmad Sudirman dengan kacamata sejarah menuliskan sepak terjang dari awal perjuangan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan gerakan wahabiyah yang menerapkan dakhwah salafiyyahnya bersama pasukan muwahidinnya yang bekerja sama dengan Amir Muhammad bin Saud Penguasa Dar'iyah, sampai akhirnya tampil Ibnu Saud dari keluarga Saud Amir Muhammad bin Saud berjuang bersama-sama Pemerintah Kerajaan kafir Inggris untuk memporakporandakan dinasti Islam Usmani yang dianggap oleh saudara Mazda sebagai dinasti sufi Utsmani penyebar khurafah, bid'ah dan syirik.

Kedua, Ahmad Sudirman dengan kacamata tauhid yang dipakai oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan pemikiran dasar-dasar hakekat dan kedudukan tauhid-nya, kemudian dihubungkan dengan sepak terjang pasukan muwahidin bersama dinasti Muhammad bin Saud atau keluarga Ibu Saud dalam membangun kerajaan Saudi dengan melalui pengobaran perang melawan dinasti Usmani yang telah berkuasa dari sejak 699 H - 1341 H / 1300 M - 1923 M. Sebagai penerus dari Daulah Islamiyah pertama yang dibangun Rasulullah saw pada tahun 1 Hijrah / 622 M.

Ketiga, Ahmad Sudirman memakai kacamata Daulah Islam Rasulullah dengan penerusnya. Dimana terlihat setelah Rasulullah saw menghadap Allah SWT, Daulah Islam estafet kepemimpinannya diteruskan oleh Khilafah Khulafaur Rasyidin dari tahun 11 H - 40 H / 632 M - 661 M yang berakhir di Yatsrib. Lalu dibangun kembali oleh dinasti Umaiyah di Damaskus, Syria dari tahun 40 H - 132 H / 661 M - 750 M. Selanjutnya diteruskan oleh dinasti Abbasiyah ke I di Baghdad, Irak pada tahun 132 H - 218 H / 750 M - 833 M. Setelah itu diteruskan oleh dinasti Abbasiyah ke II pada tahun 218 H - 247 H / 833 M - 861 M. Masih diteruskan oleh dinasti Abbasiyah ke III pada tahun 247 H - 322 H / 861 M - 934 M. Tetap dipegang oleh dinasti Abbassiyah ke IV pada tahun 322 H - 334 H / 934 M - 945 M. Diteruskan oleh dinasti Sultan Bani Buyah pada tahun 334 H - 467 H / 945 M - 1075 M. Kemudian sebelum dinasti Abbasiyah ke III berakhir, muncul dinasti Kerajaan Fathimiyah di Magribi pada tahun 297 H - 567 H / 909 M - 1171 M. Bersamaan dengan munculnya Kerajaan Fathimiyah di Magribi muncul dinasti Umaiyah di Andaluzie yang para pimpinannya tidak menyebut khalifah melainkan Amir, Sultan dan Putra Khalifah pada tahun 300 H - 422 H / 912 M - 1031 M. Ketika Dinasti Bani Buyah jatuh, muncullah kerajaan-kerajaan daerah bekas wilayah dinasti Abbasiyah pada tahun 467 H - 656 H / 1075 M - 1258 M. Dan 13 Kerajaan-kerajaan daerah itu dibangun kembali oleh dinasti Usmaniyah Turki pada tahun 699 H - 1341 H / 1300 M - 1923 M.

Keempat, Ahmad Sudirman menggali dari pandangan ulama salaf tentang khawarij, dan ditemukan, ternyata apa yang dilakukan oleh gerakan wahabiyah dengan dakhwah salafiyahnya dan pasukan muwahidin yang berkerja sama dengan Amir Muhammad bin Saud dan keluarganya, sampai berdirinya kerajaan saudi dari hasil penyerbuan dan pengobaran perang terhadapdinasti Usmaniyah, ternyata mereka adalah sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh ulama salaf yang dijadikan rujukan oleh kaum pengikut paham wahabi, Asy-Syihristani: "Siapa saja yang keluar dari ketaatan terhadap pemimpin yang sah, yang telah disepakati, maka ia dinamakan Khariji (seorang Khawarij), baik keluarnya di masa shahabat terhadap Al-Khulafa Ar-Rasyidin atau terhadap pemimpin setelah mereka di masa tabi'in, dan juga terhadap pemimpin kaum muslimin di setiap masa" (Al-Milal wan Nihal, hal. 114)

Kelima, Ahmad Sudirman menggali kembali dari pandangan para ulama salaf tentang khawarij diantaranya Al-Imam Ibnu Baththal: "Jumhur ulama berpendapat bahwasanya Khawarij tidak keluar dari kumpulan kaum muslimin." (Fathul Bari, 12/314). Kemudian Al-Hafidz Ibnu Hajar: "Sebagian besar ahli ushul dari Ahlus Sunnah berpendapat bahwasanya Khawarij adalah orang-orang fasiq, dan hukum Islam berlaku bagi mereka. Hal ini dikarenakan mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan selalu melaksanakan rukun-rukun Islam. Mereka dihukumi fasiq, karena pengkafiran mereka terhadap kaum muslimin berdasarkan takwil (penafsiran) yang salah, yang akhirnya menjerumuskan mereka kepada keyakinan akan halalnya darah, dan harta orang-orang yang bertentangan dengan mereka, serta persaksian atas mereka dengan kekufuran dan kesyirikan." (Fathul Bari, 12/314). Lalu Al-Imam Al-Khaththabi: "Ulama kaum muslimin telah bersepakat bahwasanya Khawarij dengan segala kesesatannya tergolong firqah dari firqah-firqah muslimin, boleh menikahi mereka, dan memakan sembelihan mereka, dan mereka tidak dikafirkan selama masih berpegang dengan pokok keislaman." (Fathul Bari, 12/314).

Keenam, ternyata setelah Ahmad Sudirman menjelaskan tentang apa yang selalu digembar-gemborkan oleh saudara Mazda tentang perjuangan gerakan wahabiyah dengan dakhwah salafiyyahnya yang sangat mengecam khawarij, ternyata dalam prakteknya hampir sama juga dengan gerakan khawarij, sebagaimana yang dikemukakan oleh Asy-Syihristani, walaupun tidak digolongkan kepada kaum kafir, sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama.

Dari apa yang telah dikemukakan oleh Ahmad Sudirman tersebut diatas dan dalam tulisan-tulisan sebelum ini yang menyangkut kaum wahabi dengan gerakan wahabiyah dan dakhwah salafiyyahnya bersama pasukan muwahidinnya, ternyata saudara Mazda hanya bisa memberikan tanggapan: "Maka cukuplah penjelasan para ulama Ahlus Sunnah mengenai siapa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Dan mengenai ucapan si Ahlul Bid'ah dan cukuplah gelar ini buat Ahmad Sudirman adalah sejelek gelar untuknya, dan ucapan dia adalah ucapan yang dipungut dari tong sampah...Orang semacam dialah yang disebut antek2 zionis dan antek2 amerika berhati2lah darinya."

Inilah jawaban saudara Mazda yang taklid buta pada paham wahabi dalam memberikan tanggapan dan jawabannya terhadap tulisan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 29 Aug 2004 21:56:33 -0700 (PDT)
From: maz da mazda_ok@yahoo.com
Subject: AHMAD SUDIRMAN MAKIN BINGUNG DIATAS KEBINGUNGANNYA
To: ahmad@dataphone.se
Cc: rokh_mawan@yahoo.com, at_taqwa@telkom.net

Setelah membaca dan mengamati syubhat dari ahmad sudirman maka kita dapati jelaslah sudah bagaimana sih sebenarnya Ahmad Sudirman itu, bagaimana akhlaqnya, bagaimana aqidah, bagaimana manhajnya, dan bagaimana pula pemahamannya terhadap dienul Islam. Kita dapati ucapan kotor yang menghinakan sunnah Rasulullah, teramat ringan tangan si Ahmad Sudirman ini dalam menulis berbagai celaan terhadap sunnah-sunnah beliau, begitu juga tidak adanya kecemburuan pada dirinya terhadap agamanya sehingga ringan baginya menghinakan sunnah. Orang semacam dialah yang disebut antek2 zionis dan antek2 amerika berhati2lah darinya.

Kemudian setelah mengkaji kembali apa yang telah diterangkan oleh para ulama mengenai beliau Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (yang merupakan salah satu dari sekian banyak ulama Ahlus Sunnah) dan kita kembali mempelajari mengenai apa itu Khilafah Islamiyah sesuai dengan apa yang diterangkan oleh para ulama Ahlus Sunnah, alhamdulillah kita telah mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai khilafah Islamiyah.

Maka cukuplah penjelasan para ulama Ahlus Sunnah mengenai siapa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Dan mengenai ucapan si Ahlul Bid'ah dan cukuplah gelar ini buat Ahmad Sudirman adalah sejelek gelar untuknya, dan ucapan dia adalah ucapan yang dipungut dari tong sampah.

Mengenai Khilafah Islamiyah pengganti Rasulullah shalallahu 'Alaihi Wa salam yang mendapatkan petunjuk, adalah empat khalifah saja pada masa merekalah tegak kekhilafahan Islamiyyah. Sedangkan penguasa setelahnya tidak pantas disebut sebagai Khilafah Islamiyyah karena kerusakan-kerusakan yang ada pada mereka.

Kemudian mengenai penyebutan istilah Khawarij tsb tidak diprakarsai oleh Ahlul bid'ah, tapi oleh Ahlussunnah. Jadi harus diletakkan pada tempatnya, yakni sesuai dengan ulasan dari Ulama Ahlussunnah. Khowarij adalah pengikut Dzul Khuwaisiroh dan yang semisalnya. Jadi tidak perlu dianggap ucapan ahli bid'ah yang memakai istilah-istilah/penafsiran dari ilmu Ahlusunnah dengan versi otak mereka, karena mereka tidak tahu sejarah yang dikenal dari Ulama Ahlusunnah, tidak tahu penempatan siapakah Khawarij.

Dan untuk jelasnya silahkan menyimak kembali tulisan-tulisan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Demikianlah penjelasan dan bantahan atas syubhat dari Ahmad Sudirman yang ia lemparkan diatas kebingungannya. Mudah-mudahan Ahmad Sudirman selalu ingat minum obat setiap sebelum dan sesudah bangun tidur.

Mazda

mazda_ok@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------