Kuala Lumpur, 30 Agustus 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO FANATIK DIPANGGIL KAFIR INDONESIA MARAH
Ham Am
Kuala Lumpur - MALAYSIA.

 

KELIHATAN SEKALI SUMITRO FANATIK DIPANGGIL KAFIR INDONESIA MARAH

Salam sejahtera untuk saudara ku diseluruh penjuru dunia pada umumnya, dan saudara Sumitro pada khusus nya. Sebetulnya saya tak suka berbalah dgn Sumitro, tapi saya terdengar bisikan ustaz Ahmad Sudirman yang mengatakan Sumitro bukan bodoh, tapi pembawaannya memang begitu. Sumitro kenal juga high school, tapi kenapa fed-up bile orang baca tulisan nya. O mungkin pernah berdiri di bangku high stupid school.

Ok lah saudaraku Sumitro, sekarang saya perkenal kan diri anda pada anda sendiri. Anda seorang yang fanatik pada diri sendiri. Jike orang katakan anda bodoh, maka dari anda lahirlah rasa marah yang ber api-api. Ini namanya fanatik.

Di mimbar ini setakat kata bodoh, sudah lumrah kita saksikan. Lihat saja ustaz Sudirman, kata2 kesat apa yang dia tak terima dari anda dan ahli anda semua. Tapi dia jawab dengan tenang dan menggunakan fakta yang sedap dibaca, menarik. Tapi Sumitro sendiri jawab dengan emosional yang series kata orang Kuala Lumpur. Maksud saya tulislah kalimat yang boleh jadi penghibur dan penyejuk untuk orang membaca. Kalimat yang menarik orang akan tersenyum walau anda memaki nya. Alangkah indah susunan kalimatnya Ahmad Sudirman yang sedikit di contohi oleh Rokhmawan.

Sumitro jangan anggap setanding dengan 2 orang ini. Kalimat anda lain. Cuba perhatikan yang anda tulis untuk saya dibawah ini: "Waow cibiran anda menegus saya wah merasa terhormat dech saya (kira2 begitulah). Saudara Ham Am anda menegur saya karena bahasa saya ? apakah anda pernah menegur Omar Puteh, Msi Keledai (tahu sendiri siapa itu si keledai) lebih-lebih pada Ahmad Sudirman yang memulai dan lebih dasyat bahasanya daripada saya? siapakah anda ? sehingga anda berhak hanya menegur saya dan yang lainnya Ahmad CS tidak anda tegur sama sekali? Saya sarankan lebih baik anda duduk diam dan banyak2lah berzikir menunggu azal yang sebentar lagi menjemput anda."

Ok lah Sumitro, cuba anda sendiri nilai. Bila anda panggil orang (suadara Muhammad Al-Qubra) dengan kata keledai. Ini membuktikan anda tak dewasa. Ini yang saya kata kan high stupid scool, (Sumitro beli ijazah).

Lagi masalah transmigran u tulis: "Ahmad, hasan Tiro CS menganggap bahwa Aceh adalah sebuah bangsa dan sebuah negara itu berarti warga lain yang bukan warga aceh yang tinggal dan mencari nafkah disana bukankah di sebut sebagai Imigran ? Nach di sini yang bodoh saya atau anda semua? Kalaupun anda semua termasuk si Ahmad menganggap bahwa suku jawa , madura dll yang transmigrasi di sana (aceh) lantas apa hak kalian untuk mengusir mereka dari sana? Ayo apa alasannya? JAWAB ! kalian mengusir mereka karena mereka bukan warga aceh khan dan aceh bagi kalian adalah sebuah Negara. Nach itu berarti mereka selain warga aceh merupakan Imigran bukan?"

Baiklah Mitro, disebelah saya ada bodak kecil kata nya, ~bang Mitro bukan orang aceh, lagipun dia yakin sekali aceh adalah tanah air Indonesia juga, maka bang Mitro tak boleh tulis imigran, tulislah transmigrasi, kerana aceh kan negara nya bang Mitro sendiri,~ waick, anak2 jawab komentar Mitro, ya juga, kalau Ahmad, Hasan Tiro, yang tak pernah mengaku sama sekali ACEH bagian dari NKRI, maka dia berhak menulis imigran, jika Sumitro tulis imigran artinya Sumitro mengakui ACEH satu negara yg berdaulat, tapi saya tak mau luangkan masa yg terlalu panjang melayan Sumitro.

Saya kurang percaya kata ustaz Ahmad "Sumitro is a student high school". Kerana wataknya tak menunjukkan orang yang terdidik. Tengok lagi tulisan / bahasa dia yang ditujukan kepada saudara Muhammad Al-Qubra dibawah ini: "ha ha ha si muhammad al qubra yang super gila bisa ngetik lagi walau masih bergetar tangannya karena menahan amarah atau penyakit ayannya kambuh! sebaiknya KAMU ganti nama dan jangan memakai Muhammad karena mulut mu yang kotor serta hatimu yang hitam dan najis yang senantiasa menggunakan bahasa dan ucapan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan ajaran Rasulullah. Kamu tidak pantas memakai nama Nabi di depan namamu dan aku haramkan itu ! dan mulai sekarang aku dalam setiap membalah tulisanmu aku ganti nama kamu menjadi si Keledai."

Oo saudara ku Sumitro, sangat rendah watak bila kita kaji betul2. Anda tak ubah macam orang yang panjang mulut (banyak mulut) binti namimah, yang dilengkapi dengan hati yang penuh busuk. Setiap orang anda bantai dengan mulut anda itu. Kadang masa anda habis dengan memburukkan Ahmad Sudirman. Saya tak tegur Sudirman kerana dia betul. Hanya orang yang agama Islamnya samar2lah yang berani mengatakan salah ucapan KAFIR yang keluar dari mulut Sudirman. Rokhmawan dan Sumitro takkan faham maksud semua ini, kecuali keduanya sedia menadalami ilmu mantiq/nahu, saraf, tafsir/dsb.

Adakah kedua anda memiliki ilmu2 ini? Kalau tidak siapapun takkan memahami apa yang tersirat didalam kata2 kafir yang keluar dari mulut Sudirman, percayalah Rokhmawan dan Sumitro. Itu Sudirman tahu hukum hakam tentang bahayanya kata kata itu, tapi hanya orang2 yang ilmunya dalam saja yang boleh /berani mengatakannya.

Anda boleh tanya pada orang yang betul2 faham Islam, kalau memang hukum dijalankan bukan menurut hukum yang disuruh oleh Islam apa namanya. Kenapa ditinggalkan hukum Islam kalau bukan kerana tak sesuai dengan kehendak orang yang menjalankan. Wahal hukum2 Al-Quran tetap berlaku dan sesuai walau macam-mana canggihnya modern sekalipun, bukankah Al-Quran sumber hukum?

Kenapa negara Indon tak mahu gunakan Al-Quran sebagai sumber hukum. Seandainya sumber hukum Al-Quran boleh pakai, maka Indon akan memakainya. Apabila Indon guna sumber hukum selain Al-Quran, maka Indon beranggapan hukum Al-Quran tak layak pakai. Bila Indon tak mahu pakai Al-Quran, artinya Indon merasa dirinya lebih pandai menegakkan hukum, maknanya hukum Indon lebih dahsyat dari Al-Quran.

Orang2 yang ikot Indon adalah membelakangkan Al-Quran. Orang2 membelakangkan Al-Quran sama seperti membelakangkan Allah yang menyuruh kita menegakkan hukum berdasar kan Al-Quran. Siapakah nama yang patut kita panggil kepada orang yang membelakangkan Allah?

Ini tolong saudara Mitro jawab, atau ajaklah saudara Rokhmawan sekalian, dari pada kita cerita hal yang lain cerita juga bab Islam, agar boleh menjadi pelaran kita bersama. Walau pun disini saya terangkan menurut ilmu akal, bukan berarti saya tak mau cerite masalah ilmu nahu bayan manteq, saraf , tafsir dsb. Saya bersedia juga, nanti lama-lama terjawab kenapa orang boleh panggil Indon negara Kafir.

Janganlah kita diperbodoh oleh kebodohan kita sendiri, tak mungkin Ahmad Sudirman kebal dari azab Allah. Setiap katanya mesti boleh dipertanggung jawabkan, cuma orang berpikiran dangkal kadang punya antena pendek. Dan bila saya tulis macam ini, mesti ada orang yang panggil nama saya Sudirman 2. Silakan orang mendirikan rumah ditepi pantai, artinya tak takut lagi diterjang ombak. Wallahu`aklam bissawab

Wassalam

Ham Am

nacara2004@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>,Waspada <waspada@waspada.co.id>
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, nacara2004@yahoo.com
Subject: RE: HAM AM: MARWAH SUDIRMAN TERGADAI JIKA TERUS LAYAN SUMITRO
Date: Mon, 30 Aug 2004 15:17:14 +0700

Waow cibiran anda menegus saya wah merasa terhormat dech saya (kira2 begitulah).

Saudara Ham Am, anda menegur saya karena bahasa saya? apakah anda pernah menegur Omar Puteh, Msi Keledai (tahu sendiri siapa itu si keledai) lebih-lebih pada Ahmad sudirman yang memulai dan lebih dasyat bahasanya daripada saya? siapakah anda ? sehingga anda berhak hanya menegur saya dan yang lainnya Ahmad CS tidak anda tegur sama sekali? anda ngomong dengan bibir berbusa sekalipun TIDAK akan ada yang mau dengar karena anda tidak fear. Saya sarankan lebih baik anda duduk diam dan banyak2lah berzikir menunggu azal yang sebentar lagi menjemput anda.

Ahmad, Hasan Tiro CS menganggap bahwa Aceh adalah sebuah bangsa dan sebuah negara itu berarti warga lain yang bukan warga Aceh yang tinggal dan mencari nafkah disana bukankah di sebut sebagai Imigran ? Nach, di sini yang bodoh saya atau anda semua ? Kalaupun anda semua termasuk si Ahmad menganggap bahwa suku jawa , madura dll yang transmigrasi di sana (Aceh), lantas apa hak kalian untuk mengusir mereka dari sana ? ayo, apa alasannya? JAWAB ! kalian mengusir mereka karena mereka bukan warga Aceh khan dan Aceh bagi kalian adalah sebuah Negara.

Nach itu berarti mereka selain warga Aceh merupakan Imigran bukan? Betapa bodohnya kalian ini negur orang tapoi sendirinya malah lebih amburadul otaknya. Lantas kalau seperti itu siapa yang sudi mendengarnya, paling2 si dungu ahmad sama si keledai saja!

Sudahlah, disini sudah kelihatan bahwa kelompok kalian si Ahmad, Hasan Tiro, si keledai, Omar Puteh dan kamu sendiri Ham Am merupakan kelompok orang2 Frustasi, pendendam, putus asa, haus kekuasaan dan harta dan yang utama adalah kelompok orang2 GILA.
Demikian dan jangan lupa Ham Am Minum obat yach ?

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------