Stockholm, 2 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN PERTAHANKAN SEKUAT TENAGA SISTEM NEGARA KAFIR RI & PIMPINANNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN DAN SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI TERUS DENGAN SEKUAT TENAGA MEMPERTAHANKAN PARA PIMPINAN NEGARA KAFIR RI YANG TELAH MEMBUNUH RAKYAT ACHEH & MENJAJAH NEGERI ACHEH

"Memang benar saya mengkopy hadist-hadist tentang Sikap kita seorang mukmin terhadap penguasa yg dzalim tapi jelas ini merupakan artikel yang disusun oleh Anggota Se Manhaj Kami, jadi why noot dan yang jelas ini hadist shohih. Mungkin kalau ada yg mengatakan hadist ini palsu atau seperti yang dituliskan Husaini Daud (tidak di perkuat dengan Al-qur'an) maka sudah pasti orang ini perlu belajar ilmu hadist serta sanadnya yg lengkap. Padahal sudah saya katakana dari dahulu yang namnya Al-qur'an itu kedudukannya setingkat dengan Al-hadist yg shahih, bisa juga dikatakan hadist dimaksudkan untuk menerangkan apa-apa yg tercantum dalam Al-qur'an dan juga bisa menerangka apa-apa yg belum ada dalam Al-qur'an seperti hadist mengenai sikap seorang mukmin thp penguasa yg dzalim. Nah jika ia terutama Husaini daud tetap pada pikiran sesatnya (untuk mengetahui shohih tidaknya maka hrs dicocokkan dg Al-qur'an) berarti secara sadar atau tidak orang ini tidak mengakui Rosululloh SAW dan sabda-sabdanya. Bagaimana hukumnya orang yg tidak mau mengakui hadist shahih (walaupun dengan berbagai alas an ) ?." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Wed, 1 Sep 2004 22:59:04 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Memang benar seperti yang dikatakan saudara Teguh Harjito tentang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan ungkapan kata-kata: "Setelah saya membaca diskusi bapak dengan orang2 salafi/wahabi. Menurut saya sih mereka itu secara karakter sudah jelek. Ditambah lagi pola didik/ta'lim mereka yang sangat kondusif untuk perkembangan karakter mereka ke arah yang lebih buruk lagi. Sumun bukmun 'umyun fahum laa yarji'uun. Mereka seperti orang yang cuma tahu 1 atau 2 ilmu/pengetahuan, tapi berlagak seperti tahu seluruh ilmu. Mungkin cara mereka belajar cuma sekedar hafalan saja (tapi sepertinya mereka juga tidak bagus hafalannya). Tapi tidak/kurang faham terhadap ilmu yang mereka punya. Kemampuan iqra'/analisis terhadap suatu masalah juga sangat kurang. Ini terbukti dari seluruh tanggapan2 mereka. Tapi satu kelebihan mereka, mereka memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi bahkan mungkin PEDE-nya sampai ke langit sehingga lupa bahwa mereka sebenarnya berada dibawah tempurung kelapa. PEDE ABISSS ! (kalo saya yang dibilang seperti itu saya akan sangat tersinggung, malu & marah. Tapi kalo mereka, saya tidak tahu?)" (Teguh Harjito, teguh.harjito@mas-dna.com , Wed, 1 Sep 2004 22:59:04 -0700 (PDT))

Coba saja perhatikan ketika Ahmad Sudirman membaca kopian hadist-hadist yang dilampirkan dalam tulisan tentang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi untuk memperkuat dasar naqli yang diambil dari As-Sunnah dan dasar aqli yang dikopi dari pendapat para ulama agar supaya tulisannya yang menyinggung "Sikap Kita Terhadap Amir (Pemimpin/presiden/penguasa dll) yang Dzalim" bisa diterima sebagai dasar untuk mempertahankan Negara kafir RI dan para pimpinannya.

Ternyata ketika Ahmad Sudirman memberikan tanggapan terhadap apa yang dikopi dan dituliskan oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan: "Ternyata dari semua hadist yang dikopinya itu tidak satupun yang diperkuat oleh nash Al-Qur'an. Dan kalau ditelaah samua kopian hadist tersebut justru semuanya menjurus kepada sikap terhadap para pimpinan atau amir atau sultan yang berkuasa di Negara atau dinasti atau khilafah atau kesultanan yang memiliki dasar dan sumber hukum negaranya Islam dengan undang-undang dasarnya yang mengacu kepada Al Qur'an dan As-Sunnah sebagaimana yang dicontohkan dalam Daulah Islam Pertama di Yatsrib yang dibangun dan didirikan oleh Rasulullah saw." (Ahmad Sudirman, 1 September 2004)

Rupanya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak menduga bahwa akan menghadapi benteng yang membalikkan hasil kopian dan hasil pemikirannya yang seenaknya itu.

Terbukti, setelah berpikir beberapa saat langsung saja pagi ini itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi melambungkan lagi tulisannya untuk sedikit mempertahankan pemikirannya yang picik itu dengan rangkaian kata: "Perhatikan yg satu ini "Dari Hudzaifah bin Yaman berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin yang tidak mengambil petunjukku, dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan muncul (pula) ditengah-tengah kalian orang-orang (dikalangan penguasa) yang hatinya adalah hati syaithan dalam wujud manusia. Aku (Hudzaifah) bertanya : Apa yang harus saya perbuat jika aku mendapatinya? Beliau bersabda : (Hendaknya) kalian mendengar dan taat kepada amir, meskipun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu". (Hadits shahih riwayat Muslim dalam Shahihnya no. 1847 (52)

Ternyata disini Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi hanya melambungkan satu hadist saja, padahal dalam tulisan sebelumnya ia kopikan tidak lebih dari sepuluh hadist dan empat hasil pendapat ulama.

Dimana itu hadist oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dijadikan sebagai dasar alasan untuk patuh dan taat pada pemimpin di Negara kafir, misalnya kepatuhan kepada pemimpin Negara kafir RI yang dasar dan sumber hukum negaranya pancasila.

Padahal Rasulullah telah memberikan contoh dalam membangun dan menegakkan Daulah Islam pertama di Yatsrib.

Ketika hadist ini keluar, itu Rasulullah saw sedang berkuasa diatas Daulah Islam di Yatsrib. Kemudian ketika sahabat Hudzaifah bertanya kepada Rasulullah saw yang ditekankan adalah sikap apa yang harus dilakukannya terhadap para pimpinan yang tidak mengambil petunjuk Rasulullah saw dan tidak mengambil Sunnah Rasulullah saw.

Mengapa Rasulullah saw menekankan kepada individu atau orang bukan kepada Negara ? Karena lembaga Daulah Islam pertama telah berdiri yang landasan undang undang dasarnya berpijak kepada Undang Undang Madinah.

Jadi dasar undang undang negara tetap berlandaskan kepada Islam, tetapi para pimpinan atau penguasanya yang tidak mengambil petunjuk dan Sunnah Rasulullah saw.

Dan hal ini sesuai dengan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, yang diturunkan di Madinah setelah Daulah Islam pertama berdiri, yang menekankan kepada individu atau orang atau penguasa atau anggota lembaga negara.

Setelah khilafah Islam dibawah pimpinan Khulafaur Rasyidin diteruskan oleh dinasti Umayah di Syria, Abbasiyah di Irak, Fathimiyah di Magrib, Usmaniyah di wilayah Turki, kalau ada para penguasanya yang tidak lagi mengambil petunjuk dan Sunnah Rasul dalam menetapkan aturan, hukum, undang-udangnya, walaupun Daulah atau dinasti atau khilafah itu masih berlandaskan kepada Islam, maka "kalian harus mendengar dan taat kepada amir, meskipun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu".

Mengapa? Karena bisa jadi penguasa atau Amir ini hanya berkuasa beberapa tahun saja, tentu akan diganti oleh penguasa lain yang diharapkan lebih baik yang bisa mengambil petunjuk dan Sunnah Rasullullah saw dalam menetapkan dan memutuskan aturan, hukum, undang-undangnya.

Tetapi kalau itu di Negara kafir, misalnya di Negara kafir RI, maka sampai dunia kiamatpun tidak akan ada pimpinan Negara kafir RI yang akan mengambil petunjuk dan Sunnah Rasulullah saw dan petuntuk Allah SWT. Mengapa ? karena dasar dan sumber hukum Negara kafir RI bukan Islam tetapi pancasila hasil kutak-katik Soekarno.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi jangan kalian mengutak-atik hadist hanya sekedar untuk mempertahankan keinginan kalian untuk tetap patuh dan taat kepada Megawati Cs dengan sistem thaghut pancasilanya.

Kalian itu memang munafik. Mana kalian tampilkan itu deklarasi atau sikap golput kalian dalam pemilihan umum 20 September 2004 yang akan datang ini. Katanya mau diputuskan, coba tampilkan itu hasil keputusan dari pimpinan kalian dari kaum wahabi di Negara kafir RI dalam menyikapi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 20 September 2004.

Kemudian itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi menulis: "Itu Sdr Ham am, Warwick, Husaini Daud, Teguh Harjito cs Hanya Taklid Buta Kepada Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman dan Fanatik Kpd Hasan Tiro Si Pelarian Politik Pengecut."

Jelas Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu saudara Ham am, Warwick, Husaini Daud, Teguh Harjito tidak taklid pada Ahmad Sudirman. Mereka itu adalah muslim yang mukmin yang telah mempelajari dan menggali Islam dan diterapkan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw.

Itu soal aqli dan naqli yang sudah juga diketahui dikalangan kalian kaum wahabi adalah bisa diumpamakan akal atau aqli itu sebagai mata sedangkan wahyu atau dasar naqli bisa dimisalkan sebagai cahaya. Itu kedua unsur tersebut harus saling menunjang, seandainya salah satu lemah atau hilang, maka tidak berfungsi. Misalnya kalau tidak ada cahaya jelas itu mata tidak mungkin bisa melihat. Begitupun sebaliknya kalau tidak ada mata, maka itu cahaya tidak bisa dipergunakan.

Sekarang apakah Ahmad Sudirman hanya mengupas dari segi akal saja dalam masalah agama ini ? Ataukah memang kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak memahami bagaimana kedua unsur aqli dan naqli itu hidup bersama saling tunjang menunjang.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi hanya terfokus kepada masalah kata-kata ulama yang kalian masukkan kedalam dasar aqli. Apakah kalian tidak mengetahui itu ulama-ulama ketika menetapkan suatu perkara mempergunakan dua unsur yaitu aqli dan naqli ?

Dari hasil kedua unsur itu, lahirlah pendapat ulama, yang oleh kalian dijadikan sandaran sebagai dalil aqli. Tetapi kalian tidak mengetahui proses bagaimana sehingga itu lahir pendapat para ulama itu. Yang kalian lihat hanya hasil dari pemikiran para ulama itu saja yang sudah ada di depan mata yang sudah ditulis oleh uztad-uztad kalian.

Banyak sejarah Rasulullah saw yang dikupas oleh para ulama, seperti Ibnu Hisyam, Ibnu Sa'd, Ibnu Abdil Barr, Syibli Nu'mani, Ibnu Atsir, Ibnu Jarir Ath-Thabari, Ibnu Khaldun, Muhammad Zurqani, apakah karya mereka itu kalian tidak masukkan kedalam dalil aqli ?. Bukan yang dinamakan dalil aqli itu hanyalah pendapat ulama yang menyangkut ketauhidan saja.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak penempatkan dan menggunakan dalil aqli dan naqli pada tempat yang sebenanrnya. Kalian sama ratakan semua, kalau bukan didasarkan pada pendapat ulama itu bukan dalil aqli, tetapi hawa nafsu atau hawa nafsu secara syar'i.

Apakah ada didunia ini orang yang memberikan argumentasinya dengan menggunakan dorongan hawa nafsunya saja, seperti dengan cara teriak-teriak, hantam sana hantam sini. Kaki terjang sana terjang sini ?. Jelas tidak ada. Paling kalaupun ada hanya orang yang sudah terganggu syarafnya saja.

Ahmad Sudirman ketika memberikan dasar argumentasi, misalnya masalah gerakan wahabi yang perang melawan dinasti Islam Usmani, itu didasarkan kepada dasar pengetahuan sejarah dan itu sejarah merupakan hasil pemikiran aqli, bukan hasil hawa nafsu, artinya bukan hasil teriak-teriak. Misalnya apakah itu sejarah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah bin Baz, atau yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Basyir as-Sahsawani dalam bukunya Shiyanah al-Insan adalah tidak dianggap sebagai dalil aqli ? Kemudian Ahmad Sudirman perkuat dengan dasar naqli yaitu yang diambil dari Nash Al-Quran misalnya dalil naqli An-Nisaa: 59

Jadi, kalian itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi hanya terfokus kepada hal-hal yang sempit saja. Ditambah daya analisa dan pemikiran ilmiah kalian itu memang minim. Sehingga sangat sulit untuk mencerna ilmu pengetahuan yang diberikan Allah SWT kepada ummat Manusia ini dicerna oleh kalian.

Seterusnya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mengatakan: "Lihat dia mengatakan dengan penuh hawa nafsu bahwa "Kalian adalah penghancur persatuan ummat Islam". Nah inikan menunujukkan kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman itu bisanya hanya menuduh tanpa ilmu, bukti, fakta. Paling yg bisa dikoar-koarkannya adalah "Dengan kalian mendeklarkan dan selalu memusuhi NII, GAM dan TNA adalah satu bukti kalian itu agen dan tangan kanan TNI pembunuh rakyat muslim Acheh." Atau seperti " Karena kaliyan telah mendeklarkan NII, GAM/TNA termasuk kaum khowarij". Nah mana itu dalil naqlinya yang menunujukkan bahwa kami penghancur persatuan umat islam ?. Sampai dunia hanncurpun tidak ada itu dalil naqli yg dimaksudkannya, melainkan hanyalah berdasarkan akal pikiran manusia yg penuh hawa nafsu."

Kemudian kita fokuskan pada apa yang ditekankan oleh Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi : "Nah mana itu dalil naqlinya yang menunujukkan bahwa kami penghancur persatuan umat islam ?. Sampai dunia hanncurpun tidak ada itu dalil naqli yg dimaksudkannya, melainkan hanyalah berdasarkan akal pikiran manusia yg penuh hawa nafsu."

Itu wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi dengan kalian mengkopikan hadist-hadist yang kalian lampirkan dalam tulisan sebelum ini yang dipakai sebagai dasar dalil naqli untuk mempertahankan para pimpinan Negara kafir RI dalam bentuk ketaatan, itu sudah menunjukkan kalian itu penghancur persatuan ummat Islam.

Kalian gunakan itu dalil naqli dengan melambungkan hadist-hadist yang kalian simpangkan dari maksud dan tujuan sebenarnya hadist tersebut yang harus dipahamkan kedalam situasi dan kondisi dalam Daulah Islam, bukan dalam daulah kufur seperti Negara kafir RI dan para pimnpinannya.

Disamping itu dengan hadist-hadist tersebut kalian tetap mempertahankan para pimpinan Negara kafir RI dan kebijaksanaan politik agresinya di Acheh dan membunuh rakyat muslim Acheh. Jelas dengan itu semua, kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak menyadarinya.

Makanya kalian itu dengan seenak kalian sendiri melambungkan hadist-hadist tersebut yang kalian jadikan dasar dalil naqli untuk tetap taat dan mengikuti ekor Megawati dan buntut Susilo Bambang Yudhoyono.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 1 Sep 2004 22:59:04 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Sdr Ham am, Warwick, Husaini Daud, Teguh Harjito cs Hanya Taklid Buta Kepada Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman dan Fanatik Kpd Hasan Tiro Si Pelarian Politik Pengecut
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Itu Sdr Ham am, Warwick, Husaini Daud, Teguh Harjito cs Hanya Taklid Buta Kepada Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman dan Fanatik Kpd Hasan Tiro Si Pelarian Politik Pengecut Wah memang capek benar kalau berdebat dengan seorang Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman. Sudah menjadi kebiasaannya kalau berdiskusi atau berdebat hanya menonjolkan akalnya saja tanpa menggunakan dalil naqli untuk menguatkan argumennya (kecuali hanya sedikit itupu masih bias).

Dan inilah yang dinamakan hawa nafsu, baca lagi tentang hawa nafsu secara syar'I yang ditampilkan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman. Apalagi kalau kita membahas kebid'ahan dan kesatannya maka dengan berbagai argument yg berlandaskan hawa nafsu merekapun akan menolaknya (mana ada pencuri mengaku pencuri).

Dan yang lebih celaka dan parahnya lagi Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman balik memukul atau malah memfitnah orang yg telah berusaha meluruskan segala kebid'ahan dan kesesatannya, tentunya hanya berdasarkan akal yg penuh hawa nafsu dan marah.

Lihat dia mengatakan dengan penuh hawa nafsu bahwa "Kalian adalah penghancur persatuan ummat Islam". Nah inikan menunujukkan kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman itu bisanya hanya menuduh tanpa ilmu, bukti, fakta. Paling yg bisa dikoar-koarkannya adalah "Dengan kalian mendeklarkan dan selalu memusuhi NII, GAM dan TNA adalah satu bukti kalian itu agen dan tangan kanan TNI pembunuh rakyat muslim Acheh." Atau seperti " Karena kaliyan telah mendeklarkan NII, GAM/TNA termasuk kaum khowarij". Nah mana itu dalil naqlinya yang menunujukkan bahwa kami penghancur persatuan umat islam ?. Sampai dunia hanncurpun tidak ada itu dalil naqli yg dimaksudkannya, melainkan hanyalah berdasarkan akal pikiran manusia yg penuh hawa nafsu.

Kemudian Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah menanggapi komentar saya dengan asal-asalan yg berjudul "WAHABIYIN ROKHMAWAN MEMBAWA UMAT ISLAM NEGARA KAFIR RI KELEMBAH KESESATAN YANG NYATA".

Padahal isinyapun cuman kosong melompong, karena apa ? mana buktinya berdasarkan ilmu (dalil naqli ataupun dalil aqli ) yang mengatakan sesuai judul tersebut ?. Melainkan hanyalah berdasar pada hawa nafsu dan kemarahan yg meluap-luap.

Memang benar saya mengkopy hadist-hadist tentang Sikap kita seorang mukmin terhadap penguasa yg dzalim tapi jelas ini merupakan artikel yang disusun oleh Anggota Se Manhaj Kami, jadi why noot dan yang jelas ini hadist shohih. Mungkin kalau ada yg mengatakan hadist ini palsu atau seperti yang dituliskan Husaini Daud (tidak di perkuat dengan Al-qur'an) maka sudah pasti orang ini perlu belajar ilmu hadist serta sanadnya yg lengkap. Padahal sudah saya katakana dari dahulu yang namnya Al-qur'an itu kedudukannya setingkat dengan Al-hadist yg shahih, bisa juga dikatakan hadist dimaksudkan untuk menerangkan apa-apa yg tercantum dalam Al-qur'an dan juga bisa menerangka apa-apa yg belum ada dalam Al-qur'an seperti hadist mengenai sikap seorang mukmin thp penguasa yg dzalim. Nah jika ia terutama Husaini daud tetap pada pikiran sesatnya (untuk mengetahui shohih tidaknya maka hrs dicocokkan dg Al-qur'an) berarti secara sadar atau tidak orang ini tidak mengakui Rosululloh SAW dan sabda-sabdanya. Bagaimana hukumnya orang yg tidak mau mengakui hadist shahih (walaupun dengan berbagai alas an ) ?.

Kemudian itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman dengan sok tahunya menuliskan " Ternyata dari semua hadist yang dikopinya itu tidak satupun yang diperkuat oleh nash Al-Qur'an. Dan kalau ditelaah samua kopian hadist tersebut justru semuanya menjurus kepada sikap terhadap para pimpinan atau amir atau sultan yang berkuasa di Negara atau dinasti atau khilafah atau kesultanan yang memiliki dasar dan sumber hukum negaranya Islam dengan undang-undang dasarnya yang mengacu kepada Al Qur'an dan As-Sunnah sebagaimana yang dicontohkan dalam Daulah Islam Pertama di Yatsrib yang dibangun dan didirikan oleh Rasulullah saw".

Atas dasar apa anda mengatakan itu ? mana dalil aqli dan naqlinya yg mengisyaratkan dan menguatkan seperti tulisan anda Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ?. Jelas sekali tidak ada melainkan yg ada hanya sekedar argumennya yg berdasarkan hawa nafsunya (paling akalnya saja yg ditampilksan ). Sebenarnya kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah bisa memahami hadist-hadist kopian saya maka tulisan amburadulnya di atas akan terbantahkan.

Perhatikan yg satu ini "Dari Hudzaifah bin Yaman berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin yang tidak mengambil petunjukku, dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan muncul (pula) ditengah-tengah kalian orang-orang (dikalangan penguasa) yang hatinya adalah hati syaithan dalam wujud manusia. Aku (Hudzaifah) bertanya : Apa yang harus saya perbuat jika aku mendapatinya? Beliau bersabda : (Hendaknya) kalian mendengar dan taat kepada amir, meskipun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu". (Hadits shahih riwayat Muslim dalam Shahihnya no. 1847 (52)

Nah kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman bisa memahami hadist ini (tidak dg emosi yg meluap-luap) maka tidak mungkin dia akan menuliskan argumennya yg amburadul yg intinya mengatakan ternyata hadist-hadist itu berkenaan dengan daulah islamiyah.

Kita korek satu persatu kalimat di dalam hadist itu. "Akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin yang tidak mengambil petunjukku, dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku". Sudah pasti itu Daulah Islam akan mengambil walaupun hanya beberapa sunnah beliau Rosululloh SAW. Daulah Islam wajib di usahakan kaum muslimin nah mengapa Daulah Islam sudah terbentuk itu Hadist ditujukan kpdnya (Daulah Islam tsb).

Jelas sekali itu hadist diperuntukkan kepada semua orang islam dalam suasana atau dibawah pemerintahan negara model apapun. Untuk menguatkan argument saya kita korek kalimat berikutnya ". Akan muncul (pula) ditengah-tengah kalian orang-orang (dikalangan penguasa) yang hatinya adalah hati syaithan dalam wujud manusia".

Nah sudah jelas belum Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs dengan kalimat berikutnya. Kalau belum jelas maka sayapun bersedia menjelaskanya (Maklum yg saya hadapi kali ini orang islam yg lugu sekali pura-pura tahu/faham ilmu hadist), orang-orang (dikalangan penguasa) yg hatinya adalah hati syaiton dalam wujud manusia jelas bukan pejabat atau pemerintah daulah islam. Sudah pahamkah nak ? belum pak.

Wah memang kamu ini temi (telat mikir/terlambat berfikir )....begini kita ambil contoh saja nak...di suatu Negara islam maka itu pejabatnya hatinya bukan hati syaiton sedangkan kalau di Negara kafir ( pemerintahannya muslim walaupun imannya lemah bahkan mungkin munafik ) maka itulah yang dimaksud orang-orang dikalangan penguasa yg hatinya adalah hati syaiton yg berwujud manusia.
Saya heran sekali sebenarnya Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini siapa sech ?

Kalau menurut orang lugu seperti Husaini Daud, warwick cs mereka tentu mengatakan kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini seorang USTADZ dan berwawasan sejarah luas. Lho...kok memahami sebuah hadist saja masih bingung ?.

Sedangkan menurut Sumitro kalau Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini hanyalah ustadz TPA/anak-anak. OOO... kalau itu pantaslah, karena ternyata pemahaman ilmu hadistnyapun sangat-sangatlah cetek/dangakal tidak hanya itu, setiap Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman menulis komentar balik kpd saya pasti hamper tidak pernah menampilkan hadist aqli dan naqli kecuali hanya sejara yg dapat diputar balikkan faktanya.

Kemudian saya tujukan kpd sdr Ham am di Malaysia, anda kalau belum faham duduk perkaranya diam saja dan ikuti perdebatan saya denga Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, OK!

Jelas ini adalah diskusi agama jangan asal-asalan kalau bicara, gunakan dalil aqli (pendapat ulama terdahulu) dan dalil naqli. Pastikan diri anda tidak terlibat (pro) dengan GAM/TNA, NII ataupun RI, karena kedua-duanya sama-sama dzalimnya.

Wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, anda sudah tersesat jauh (apa perlu saya bahas semua kesesatan anda cs ), anda tidak berani menjawab pertanyaan-pertanyaan saya kemaren karena kalau anda jawab maka akan balik pukul sendiri. Didalam UUD NII disebutkan kalau NII berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadist, namun ini perlu diuji kebenarannya, apakah ini hanya teori belaka jawabnya YAAA...karena memang itu NII hanya berdasarkan dengan Al-qur'an dan Al-hadist yg sesuai dengan nafsunya.

Untuk contohnya orang-orang di NII, GAM/TNA jauh berpenampilam islami bahkan orang seperti Hasan Tiro, Anggota GAM/TNA (saya tidak tahu apakah juga NII) malah bertentangan dengan Al-qur'an dan Al-hadist.

Contoh satu saja, itu GAM/TNA memusuhi, menyiksa, mengusir penduduk aceh asli jawa terutama yg pro dengan RI. Wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman maksud dari NII berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadist apakah hanya sebatas teori saja ? buktinya mana kalau mereka (NII) berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadist, saya tidak memerlukan teori tapi saya membutuhkan praktek dalam kehidupan sehari-hari.

Saya ulangi pertanyaan saya kemaren apa yg dinamakan Al-hadist atau Assunnah ?. Pertanyaan selanjutnya apa yg dimaksudkan NII berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadist ?.

Kemudian itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman buktikan dengan dalil naqli kalau orang-orang yang berhasil mendirikan atau mengusahakan terbentuknya Daulah Islam adalah orang-orang yg beriman dan bertakwa. Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------