Kuala Lumpur, 2 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HADIST SAHIH RIWAYAT MUSLIM 1847 [52] MEMBOLEHKAN ACEH MELAWAN MEGAWATI
Ham Am
Kuala Lumpur - MALAYSIA.

 

HADIST SAHIH RIWAYAT MUSLIM 1847 [52] MEMBOLEHKAN ACEH MELAWAN MEGAWATI

Baca keterangan di bawah ini.
Semoga Allah merahmati segenap orang yang monitoring di mimbar ini. Wahai saudaraku se agama. Siapa tak kenal bapak kita Rokhmawan. Selama ini saya sangat menghormatinya & saudara2 pun tau kalau beliau pandai menampilkan ayat atau hadist untuk membela sang Amirah Mega-nya. Mungkin Sumitro dan konconya akan memanggil Rokhmawan ini hero.

Sangat perlu kita ketahui, bahwa orang yang mengingkar hadistpun termasuk kafir yang nyata.

Untuk pengetahuan saudara Rokhmawan, anda jangan dulu ketawa lebar, atau menganggap anda sudah menang dengan sebab mengkopi banyak hadist yang melarang membantah Amir. Maaf kalau saya salah anggap. Anda hanya pandai kopi hadist2 sahih, tak pandai menghamal hadist. Belajar ilmu menghamal hadis 18 kali lebih penting dari belajar mengkopi hasdist. Kalau tidak pandai menghamal (mempertanggung)nya, tak ubah macam keledai yang membawa kitap2 mulia. Dari apa yang anda sangka sudah tak ada lagi jawaban yang boleh mematahkan argumen anda bukan? Atau dengan sebab kopian hadist saheh itu anda sudah boleh melompat kegirangan bukan?.

Wahai Rokhmawan, ilmu Allah tidak ditumpuk pada anda seorang, any way to Rhoma Irama. Kalau anda merasa berilmu tinggi kenapa bersembunyi untuk menjawab tulisan saya yang berjudul: Sumitro fanatik dipanggil kafir Indonesia marah. Tapi tak apa, saya insya Allah akan menghantam anda dengan hadist saheh 1847 [52] yang anda kopi itu. Tapi tayangkanlah matannya, walau dalam bahasa laten sekalipun. Saya akan suruh anda mempertanggungkan huruf demi huruf, dan anda harus tahu istilah isem atau fa'il yang terkandung dari tiap2 kalimat hadist itu. Sebab dari mengenal istilah nahu, saraf, mantiq, bayan, tafsir, dsb akan nampak hadist atau ayat tersebut menunjukkan kemana, untuk siapa, kenapa, dsb. Kalaulah anda berani mencabar tunjukkan matan biar senang kita cerita dengan penuh bukti 'aqli atau naqli.

Sekarang kalau saya katakan hadist yang anda kopi membolehkan Aceh melawan, sungguh anda tak percaya bukan? Jangan dulu merasa bangga dengan berhasil mengkopi banyak ayat atau hadist. Orang borring membaca tulisan anda yang panjang itu. Kerana ramai orang yang menyimpan buku2 juga. Ada juga yang simpan kitap kuning, pun orang lain tau juga cari secara on-line.

Bila setiap tulisan2 anda naik, seakan andalah rajanya di mimbar ini, memanggil orang lain bodoh, gajah tak nampak di pelupuk mata anda.

Ok lah sekarang sedikit saya cerita tentang hadis kopian anda. Kesimpulan menurut kopian anda bukan matan:

1. Tidak boleh melawan Amir [Ratu Mega]
2. Walau pun Amir pukul punggung, atau tempat lain ditubuh.
3. Walau pun Amir merampas harta kita.

OK saudaraku Rokhmawan.

Sekarang saya tolak yang nomor 2 dulu.

Walaupun raja pukul. Kata2 pukul, maaf kalau ada matan lebih senang kita tafsirkan. Tapi no problem. Kalau sekedar dipukul oleh raja, kita jangan melawan Nabi melarang, dalil 1847 [52]. Amar apakah disini yang melarang kita melawan? adakah huruf Lam nahi di matan sana? atau fi'il2 yang menunjukkan larangan seperti dosa besar atau lain nya?. Tolong Rokhmawan & Sumitro jawab.

Yang berlaku di Aceh sekarang bukan hanya pukul, malah beribu dah kena bunuh. Tengoklah realitinya. Mungkinkah hadist saheh atau Nabi saw mendukung pembunuhan ini? Jangan tak jawab, kerana pukul dengan bunuh jangan nak kata sama.

Sekarang saya tolak nomor 3.

Walaupun Amir merampas harta. Harta dalam matan di ibaratkan dengan isem apa, atau jangan lawan kalau dirampas harta sebanyak mana, gandum atau kurma? No problem. Yang berlaku di Aceh hari ini Amir sudah merampas satu negara harta Aceh, yaitu tanah air Aceh, mungkinkah hadist saheh atau Nabi saw mendukung perampasan tanah air orang mukmin yang tak bersalah? pakai otak jernih dan jawab.

Nah kini i tolah yang nomer 1.

Nabi melarang melawan Amir [Raja]. Amar disini untuk raja siapa?. Haramkah kalau Rokmawan membantah Bush? atau berdosakah kalau Sumitro membangkang raja Israel? Kerana Sukarno, cek To, Habibi, si buta dari gua hantu, musuh dekatnya Sultan Brunei Darussalam, mbak Mega, semua ini bukan Amirnya orang Aceh, tapi amirnya si Rokhmawan & Sumitro cs, malah musuh nomer satu Aceh dari dulu lagi. Maka disini Aceh tidah melawan amir nya. Aceh ibarat Rokhmawan melawan Bush bukan?

Ok, salahkah kalau ada yang panggil anda keledai? pakai otak orang, jangan otak udang. Saudaraku disegenap penjuru dunia. Adakah kenyataan ini menjadi satu jawaban untuk Rokhmawan yang selama ini bangga dengan hasil kopian dia? Kasih tepukan kepada Rokhmawan dan adek kesayangannya Sumitro.

Maaf saudara Rokhmawan, belajarlah ilmu hadist, atau tafsir yang sempurna, agar kita tahu menghamalnya. Dalam surat Al-Maidah, ayat ke 6 ada tertulis biru uusikum. Mungkin anda akan tafsirkan Allah menyuruh kita basoh seluruh kepala ketika berwuzuk. Sebab kalau ikot ulama atau Nabi basoh sedikit rambut saja. Jadi apakah yang lain tak termasok kepala? Maknanya Nabi melawan Al-Quran lah !, sebab Al-Quran suruh basoh satu kepala [wajib]. Rokhmawan dan Sumitro mesti basok seluruh kepala disini, sebab ada dalil nya: Al-Maidah ayat 6. Ha ha ha, tuntut ilmu dari majalah, bukan kitab2, jangan anggap orang lain semua bodoh. GAM tak mendalam ilmu fiq lah. Memang nya wong Jowo saya yang hamba Allah.

Minggatlah dari bawah pokokmu. Wallahu 'Aklam

Wassalam

Ham Am

nacara2004@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------