Stockholm, 3 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO JUAL OBAT DIDEPAN YUDHOYONO & MBAK MEGA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN DENGAN JELAS ITU SUMITRO SEDANG JUAL OBAT KUTU BUSUK DIDEPAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO & MBAK MEGA

"Secara hukum, dialog pemerintah dengan kelompok teroris tidaklah dapat dibenarkan, karena selain melanggar azas persamaan didepan hukum (pemerintah tidak melakukan negosiasi dengan penculik, terorist dan pengedar ganja lainnya), hal ini juga mendorong banyak faksi yang memiliki tuntutan untuk mempersenjatai diri dan melakukan tindak kekerasan. GAM tidak identik dengan kelompok separatis Aceh, karena ada banyak kelompok separatis Aceh lainnya yang tidak melakukan terorisme dan tindak kriminal (yang justru diperlakukan dengan biadab oleh rezim penguasa). Jadi GAM hanya identik dengan terorisme, dan pemerintah (yang juga merupakan oportunis) telah dan terus melakukan pelanggaran hukum dengan melakukan negosiasi dengan kelompok teroris biadab ini. Tindakan yang juga mengkhianati para pahlawan Republik yang telah gugur dan yang hingga hari ini masih terus menyabung nyawa guna menegakkan Hukum.penghianatan yang dilakukan hanya demi popularitas." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Fri, 3 Sep 2004 14:51:20 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Pagi ini Sumitro muncul dengan obat kutu busuknya yang dijajakan didepan Mbak Mega dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Itu persis seperti penjual obat di alun-alun. Isinya kosong, tak ada fakta dan buktinya, apalagi ditinjau dari sudut hukum. Paling itu semua hanyalah fakta politik saja yang dihembus-hembuskan oleh KABIN AM Hendropriyono dan KAPOLRI Da'i Bachtiar, juga tidak ketinggalan Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan juga KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Sumitro, apa yang kalian lambungkan itu adalah propaganda kosong TNI. Mana ada di dunia ini yang menyatakan bahwa ASNLF atau GAM adalah teroris. Itu yang melambungkan istilah teroris dan dikenakan kepada ASNLF atau GAM itu para pimpinan RI dari mulai mbak Mega disusul oleh Sutarto, diikuti oleh Ryacudu, diamini oleh Amien Rais, tidak ketinggalan Akbar Tandjung, dan tentu saja Susilo Bambang Yudhoyono, oh, hampir lupa itu Noer Hassan Wirajuda.

Itu isi cerita karangan yang dicuplik entah dari mana oleh Sumitro isinya mana ada yang ditunjang oleh fakta hukum. Itu semuanya isinya hanyalah tuduhan politik model mbak Mega dan Susilo Bambang Yudhoyono saja.

Buktinya, itu fakta yang diserahkan kepada Jaksa penuntut umum Tomas Lindstrand di Stockholm Swedia, yang ditolak mentah oleh tim Hakim, dengan alasan faktanya tidak cukup. Padahal itu kumpulan fakta dan bukti ditulis sampai tebalnya tidak kurang dari seribu lembar.

Jadi itu apa yang dikutip oleh saudara Sumitro, kelihatan sepintas memang seperti benar, tetapi itu semua hanyalah isinya gombal. Tidak ada kekuatan hukum. Semuanya hanyalah tuduhan politik pihak mbak Mega dan Mas Sutarto saja.

Apalagi sampai membawa-bawa Hitler segala, dimana Hasan Tiro, Ahmad Sudirman, Omar Puteh, Ham-Am dan ASNLF dituduh rasis lebih kejam dari Hitler.

Itu cerita karangan model Sumitro. Orang di mimbar bebas ini sudah tahu. Mana ada dari dulu itu Sumitro kalau menulis disertakan fakta dan bukti hukumnya. Paling isinya penuh kebohongan dan penuh tuduhan politik saja. Celakanya dijiplak pula dari orang lain.

Sumitro mana bisa menulis, paling bisa semprot sana semprot sini.

Walaupun kelihatan itu Sumitro menentang kebijaksanaan pimpinan RI dan TNI dengan mengatakan: "dan pemerintah (yang juga merupakan oportunis) telah dan terus melakukan pelanggaran hukum dengan melakukan negosiasi dengan kelompok teroris biadab ini."

Sebenarnya Sumitro dengan mengatakan yang demikian menunjukkan kepicikan dan ketidak mauan dan juga sekaligus mengakui kejahatan yang telah dilakukan Soekarno terhadap Negeri Acheh dalam bentuk penjajahan.

Timbulnya ide picik Sumitro ini karena telah tertanam dalam pikirannya seperti yang diungkapkannya: "Boleh saja dikatakan berawal dan berargumentasi untuk mengatakan, bahwa timbulnya keinginan merdeka adalah karena rasa tidak puasnya Aceh terhadap perlakuan "Jakarta ". Namun rasa tidak puas yang berkembang ingin lepas dari Jakarta tersebut, bukan berarti untuk membunuh, membantai dan menghancurkan negeri serta warga Aceh sendiri seperti yang dilakukan oleh gerombolan GAM selama ini."

Disini kelihatan, itu Sumitro memutar balik fakta dan bukti sejarah yang sebenarnya mengapa timbul konflik Acheh. Tidak ada itu dalam sejarah perjuangan rakyat Acheh "timbulnya keinginan merdeka adalah karena rasa tidak puasnya Aceh terhadap perlakuan "Jakarta ".

Itu kan propaganda TNI dan para penerus Soekarno penipu licik yang menjajah Negeri Acheh. Soekarno yang merampok Acheh, dikatakan dan dibalikkan dengan "keinginan merdeka adalah karena rasa tidak puasnya Aceh terhadap perlakuan "Jakarta ".

Makanya, mana percaya lagi rakyat Acheh kepada para pimpinan RI dan para penerus Soekarno, apalagi pada cerita Sumitro ini. Isinya tidak jujur, penuh kebohongan dan menyesatkan seluruh rakyat Acheh dan seluruh rakyat di RI.

Sumitro, itu sekarang cerita model yang ditulis saudara sudah tidak laku. Mana rakyat Acheh percaya lagi. Itu isinya benar-benar bohong. Walaupun Sumitro sok mengatakan tidak setuju dengan kebijaksanaan politik Megawati dialog dan berunding dengan GAM. Tetapi sebenarnya Sumitro sama juga seperti mereka, yakni penjajah, artinya yang merampok Negeri dan membunuh rakyat muslim Acheh serta memperkosa wanita muslim Acheh

Itu kelakuan bejad TNI atas perintah Sutarto dan Ryacudu memang sudah diluar batas manusia yang beradab di dunia ini. Apalagi kalau dilihat dari sudut Islam. Itu memang sudah bejad moral dan sudah tidak ada lagi naluri keIslamannya, bahkan sudah zhalim yang mendekati kepada keingkaran kepada Allah SWT. Sudah seperti binatang itu kerja TNI/POLRI di Acheh.

Sumitro, tidak perlu dan tidak ada manfaatnya kalian melambungkan propaganda untuk menjual obat kutu busuk didepan mbak Mega dan Susilo Bambang Yudhoyono lewat mimbar bebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>
Cc: rokh-mawan@plasa.com, ahmad@dataphone.se
Subject: ASNLF/gam hasan tiro nyata2 sebagai terorist yang biadab
Date: Fri, 3 Sep 2004 14:51:20 +0700

Siapakah ASNLF ? Sebagaiamana tulisan saya sebelumnya ASNLF/GAM dibawah komando Hasan Tiro merupakan kelompok Teroris.

ANSLF adalah sebutan internasional untuk GAM, merupakan kelompok teroris bersenjata yang beraliran separatis di Aceh. Sayap militer ANSLF bernama AGAM yang bertanggung-jawab atas tindakan teror dan kejahatan atas kemanusiaan di Aceh, termasuk diantaranya penghancuran masal atas ratusan gedung sekolah di Aceh baru-baru ini. Pembunuhan2 terhadapa rakyat sipil aceh yang dicurigai mendukung RI diantaranya pembunuhan terhadap para guru, anggota2 DPR,dll, Juga pemboman di banyak daerah di Indonesia, serta penculikan terhadap anggota pers diantaranya wartawan TVRI (yg telah diakui secara resmi oleh GAM karena wartawan dicurigai menyiarkan berita yang mendukung RI, dan penekanan pada pers diantaranya mengancam dan serta menutup serambi Indonesia yang termasuk dalam menghalangi kebebasan pers.

GAM diketahui terlibat dan masih terus melakukan berbagai kejahatan seperti, peladang dan pengedaran ganja, penculikan, pembajakan kapal laut di selat malaka, perusakan fasilitas masyarakat, penyelundupan dan jual beli senjata illegal di dalam dan luar negeri, pemutarbalikan fakta, serta berbagai tindakan rasialis dan sektarian lainnya.

Oleh karena itu bagi saya hanya orang-orang oportunis yang menyerukan tindakan populis berupa dialog Pemerintah RI dengan kelompok teroris GAM ini.

Secara hukum, dialog pemerintah dengan kelompok teroris tidaklah dapat dibenarkan, karena selain melanggar azas persamaan didepan hukum (pemerintah tidak melakukan negosiasi dengan penculik, terorist dan pengedar ganja lainnya), hal ini juga mendorong banyak faksi yang memiliki tuntutan untuk mempersenjatai diri dan melakukan tindak kekerasan.

GAM tidak identik dengan kelompok separatis Aceh, karena ada banyak kelompok separatis Aceh lainnya yang tidak melakukan terorisme dan tindak kriminal (yang justru diperlakukan dengan biadab oleh rezim penguasa).

Jadi GAM hanya identik dengan terorisme, dan pemerintah (yang juga merupakan oportunis) telah dan terus melakukan pelanggaran hukum dengan melakukan negosiasi dengan kelompok teroris biadab ini.

Tindakan yang juga mengkhianati para pahlawan Republik yang telah gugur dan yang hingga hari ini masih terus menyabung nyawa guna menegakkan Hukum.penghianatan yang dilakukan hanya demi popularitas.

Kalaupun GAM menyatakan bahwa Soekarno, Soeharto adalah para pelanggar hak azasi manusia maka saya setuju akan hal itu dan disamping soekarni dan soeharto maka yang pantas dan bahkan tak kalah kejamnya lagi sebagai pelanggar hak-hak azasi manusia adalah Hasan Tiro Abdullah Syafii, Ishak Daud, Sofyan Daud, Abu Razak, Ayah Sofyan, Abu Tausi dll.

Lantas kenapa saya golongkan kelompok Hasan Tiro, Ahmad Sudirman, Omar Puteh, Ham-Am dan ASNLF sebagai kumpulan orang2 Rasis yang lebih kejam dari pada Hirtler ?

Mereka ASNLF/GAM pimpinan Hasan Tiro menghimbau supaya yang bukan asli rakyat aceh harus diusir dari tanah aceh bahkan GAM menghalalkan untuk membunuh mereka. Disamping itu setiap lawan mereka dan yang berseberangan dengan tujuan mereka walaupun itu orang asli aceh sekalipun maka dihalalkan untuk dibunuh.

Lantas siapakah sumber bencana dan kebodohan rakyat di aceh ?

Ketika kita berteka-teki, mana yang lebih dahulu antara Ayam dengan telor, maka jawabannya akan bolak-balik antara ayam dan telor, atau telor dahulu baru ayam. Tetapi kalau kita menurut cerita, alasan dan ujung pangkal yang menimbulkan bencana di Aceh, maka sudah banyak dan boleh dikata sudah sebagian besar rakyat Aceh sepakat mengatakan, bahwa GAM itu lah sebenarnya sumber bencana di Aceh.

Boleh saja dikatakan berawal dan berargumentasi untuk mengatakan, bahwa timbulnya keinginan merdeka adalah karena rasa tidak puasnya Aceh terhadap perlakuan "Jakarta ". Namun rasa tidak puas yang berkembang ingin lepas dari Jakarta tersebut, bukan berarti untuk membunuh, membantai dan menghancurkan negeri serta warga Aceh sendiri seperti yang dilakukan oleh gerombolan GAM selama ini. Suatu cerita yang bohong belaka kalau GAM itu merupakan gerakan suci, apabila ulama Aceh orang yang berilmu pengetahuan, yang mensyiarkan agama harus dibunuh dan dibantai. Sama seperti para nazi yang membantai para ahli, doktor, Insinyur dan lain-lainnya untuk menjaga eksistensi fasis mereka.

Terakhir ketika sedang berwudhu' Tgk Zakaria yang bertempat tinggal di Kec Kembang Tanjung Kab Pidie tak luput dari tembakan, mati sebelum menunaikan shalat Isya. Astagfirullah! Sungguh-sungguh belum datang kiamat para dajal sudah meraja lela.

Nauzhubillah, karena aksi brutal GAM 20.000 anak-anak Aceh terancam putus sekolah, sebagai akibat 60 gedung sekolahnya dihancurkan oleh bom GAM. Secara perlahan namun pasti pembodohan Aceh telah berjalan secara sistimatis oleh GAM.

Kemana Aceh akan mengadu, cerdik pandai dan ulama ditembak, gedung sekolah serta tempat menimba ilmu sudah hangus terbakar. Aceh pantas mengecamnya. Kita harus mempertanyakan GAM, untuk apa dan kenapa harus membunuhi rakyat dan membumi hanguskan negeri. Ingatlah anak cucu Aceh perlu sekolah agar kebodohan dan keterbelakangan dan segera hapus dari tanah rencong. Kita perlu ke sawah serta berdagang supaya kita hidup berkecukupan dan sejahtera.

Hanya kedamaian yang dapat menuntun kita untuk dapat tenang menapak hari-hari yang baik setahap demi setahap menuju perbaikan-perbaikan dengan kecerdasan generasi penerus Aceh. Haruskah kita berdiam diri diperlakukan oleh gerombolan-gerombolan yang kemaruk serta yang telah mengkhianati negeri Aceh untuk kesenangan dan pesta maksiat mereka ? GAM telah membinasakan Aceh.

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------