Stockholm, 3 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MATIUS DHARMINTA WARTAWAN JAWA POS NONGOL LAGI JADI CORONG PROPAGANDA YUDHOYONO & MEGA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

WARTAWAN JAWA POS MATIUS DHARMINTA KEMBALI TAMPIL DENGAN CORONG PROPAGANDA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO & MBAK MEGAWATI

"Waahhh makin seru aja nih ! Tapi kali ini aku tidak akan mengomentari opini yang sedang dalam bahasan satu dan lainnya. Aku hanya ingin bagaimana kalau kita lihat apa sebenarnya / perkembangan yang terjadi di Aceh sekarang." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Mon, 30 Aug 2004 21:54:47 -0700 (PDT))

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Memang jelas kelihatan itu wartawan Jawa Pos Matius Dharminta hanya merupakan corong propaganda Mbak Mega dan Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI/POLRI/RAIDER dibawah perintah Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Bagaimana tidak ?. Coba saja lihat berita kutipannya yang diambil. Mana itu Dharminta menampilkan kejahatan yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI/RAIDER di Acheh.

Itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara RI memang mereka adalah pejuang Acheh yang telah membela negeri dan agama dari penjajahan yang dilakukan oleh RI dengan TNI/POLRI/RAIDER.

Soal ada anggota GAM yang menyerah itu adalah bukan suatu hal yang luar biasa. Menyerah satu tumbuh sepuluh. Sahid seorang muncul sepuluh pejuang. Itulah mereka para pejuang Acheh yang sedang berjuang membela Negeri dan Agama Islam dari penghancuran yang dilakukan oleh pihak TNI yang diperintahkan oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu atas perintah Mbak Mega dari PDI-P sekular yang sebelumnya disokong oleh Matius Dharminta, yang kemungkinan sekarang loncat pindah mengikuti buntut Susilo Bambang Yudhoyono.

Kalian Matius Dharminta mana merasakan perjuangan. Kalian selamanya hanya mengekor kepada Mbak Mega saja. Mana ada inisiatif kalian untuk ikut memberikan solusi, paling kalian hanya ikut kalau tidak dibelakang ekor Megawati, dibuntut Ryacudu dan Sutarto.

Makanya wajar kalau kalian wartawan Jawa Pos Matius tidak terdengar suara kalian yang memberikan sikap penentangan terhadap kebijaksanaan politik kekerasan dengan mempergunakan TNI/POLRI/RAIDER untuk membunuh rakyat muslim Acheh dan memperkosa wanita muslim Acheh.

Kalian Matius mana paham dan mengerti akar masalah utama yang menimbulkan konflik Acheh. Paling kalian Matius mengatakan itu cerita yang sudah kadaluarsa. Itulah alasan yang bisa kalian kemukakan dalam penyelesaian konflik Acheh, dari sejak kalian muncul di mimbar bebas ini.

Jangan khawatir Matius Dharminta, rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara RI akan terus berjuang membela Negeri, Agama dan Rakyat.

Dan tentu saja Matius Dharminta karena menyokong kebijaksanaan politik penjajahan di Negeri Acheh, maka dianggap saudara Matius sebagai musuh dan penjajah yang menduduki Negeri Acheh yang berada dibelakang ekor Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 30 Aug 2004 21:54:47 -0700 (PDT)
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: RE: SUMITRO MEMANG OTAK UDANG APA YANG DIKATAKANNYA MEMUKUL MUKA MEGAWATI & SUSILO
To: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
Cc: ahmad@dataphone.se

Waahhh makin seru aja nih ! Tapi kali ini aku tidak akan mengomentari opini yang sedang dalam bahasan satu dan lainnya. Aku hanya ingin bagaimana kalau kita lihat apa sebenarnya / perkembangan yang terjadi di Aceh sekarang.

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------

ANGGOTA GSA YANG MENYERAH TERUS BERTAMBAH
Banda Aceh, Anggota kelompok Gerakan Separatis Aceh (GSA) telah sadar akan kekilafannya, dan yang menyerahkabn diri terus bertambah, setelah diketahui aparat TNI di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) memperlakukan mereka dengan baik.

Mereka mengaku menyerah atas kesadaran sendiri, sebagian di antaranya diantar kepala desa (Kades), tokoh masyarakat, keluarga sendiri dan ada pula yang mendatangi Pos TNI secara pribadi, dan berkelompok menyampaikan ikrar kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

DUA LAGI WARGA SIPIL TEWAS DIBANTAI GSA
Banda Aceh, Aksi kekerasan terhadap penduduk sipil di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kembali terjadi, anggota kelompok Gerakan Separatis Aceh (GSA) menembak mati dua orang warga Aceh Besar dan Aceh Utara. Anggota GSA menembak mati Sekretaris Desa Alue Papeun Ilyas Abdullah (42) di Desa Blang Jrat/Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Pembantian kedua menimpa M. Duad (50), di Desa Ajun/Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar yang dilakukan tiga anggota pemberontak Aceh, korban ditembak dengan pistol di depan rumahnya.

Sekelumit cuplikan berita di atas, bagai mana menurut / komentar anda??

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------

Date: Thu, 2 Sep 2004 21:11:36 -0700 (PDT)
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: Re: Hai yaaaaaaaaaaaaaaaa
To: warwick aceh <universityofwarwick@yahoo.co.uk>
Cc: ahmad@dataphone.se

HARGA SEMBAKO DI ACEH STABIL

Banda Aceh, Harga berbagai jenis kebutuhan pokok atau sembako yang diperdagangkan pada sejumlah pusat pasar tradisional kota Banda Aceh, masih bertahan seperti pekan sebelumnya. Normalnya harga jenis kebutuhan pokok tersebut disebabkan persediaan yang dimiliki pedagang mencukupi menyusul arus pasokan barang ke daerah itu lancar sedangkan permintaan konsumen di pasaran hingga kini masih stabil, kata seorang pedagang di kawasan pasar Aceh.

Menurut dia, bertahannya harga berbagai jenis sembako itu juga akibat harga tebusnya pada tingkat distributor masih tetap dan transaksi perdagangan di daerah itu berjalan normal.

TNI LUMPUHKAN DELAPAN GSA DI ACEH

Banda Aceh, Delapan anggota Gerakan Separatis Aceh (GSA), dilaporkan tewas dalam kontak senjata dengan pasukan TNI yang sedang menggelar operasi pemulihan keamanan (opslihkam) di tiga wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Kontak senjata antara pasukan TNI dengan kelompok pemberontak itu menewaskan delapan anggota GSA. Kedelapan jenazah anggota GSA yang tewas dalam baku tembak itu telah diserahkan kepada pihak keluarganya masing-masing untuk dikebumikan. Sedangkan barang bukti yang ditemukan diamankan di pos TNI, berupa senjata api laras panjang, pistol , bersama sejumlah amunisinya.

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------