Kuala Lumpur, 3 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN TIDAK BERANI MENJAWAB HUBUNGAN HADIST MUSLIM 1847 [52] DENGAN TNA
Ham Am
Kuala Lumpur - MALAYSIA.

 

JELAS KELIHATAN ROKHMAWAN TIDAK BERANI MENJAWAB HUBUNGAN HADIST MUSLIM 1847 [52] DENGAN TNA

Wahai orang ramai, kita boleh menilai cara Rokhmawan mencerna tulisan saya. Anda sendiri sekarang boleh buktikan betapa jauh dia tertinggal dalam masalah ilmu alat [nahu, sharaf, mantiq, tafsir dll] . Sekarang dia putar-putir tuk mencari kesalahan saya, seperti katanya:

"Begini sdr Ham Am yang berlagak jadi pahlawannya GAM/TNA atau tangan kanan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, yang dinamakan ilmu tafsir, nahwu-shorof, mantik, lughog, nasukh, mansuhk dll itu adalah ilmu tafsir Al-qur'an bukan ilmu tafsir hadist. Karena pertama, itu hadist untuk menafsirkan Ayat-ayat Al-qur'an, kedua itu hadist maknanya jelas, tidak mengandung kiasan. Berbeda dg Ayat Al-qur'an yang memang diperlukan ilmu tafsirnya" (Rokhmawan, 3 September 2004)

Kalau kita perhatikan tulisan Rokhmawan di atas ini, artinya saya [Ham Am] menggunakan ilmu tafsir Quran, untuk tafsir Hadist, ini yang kadang kita fed-up sama Rokhmawan yang bodoh mencerna tulisan orang. Padahal yang saya tulis:

"dan anda harus tahu istilah isem atau fa'il yang terkandung dari tiap2 kalimat hadist itu. Sebab dari mengenal istilah nahu, saraf, mantiq, bayan, tafsir, dsb akan nampak hadist atau ayat tersebut menunjukkan kemana, untuk siapa, kenapa, dsb. Kalaulah anda berani mencabar tunjukkan matan biar senang kita cerita dengan penuh bukti 'aqli atau naqli."

Jadi, kerana Rokhmawan mengatakan: "yang dinamakan ilmu tafsir, nahwu, shorof, mantik, lughog, nasukh mansuhk dll itu adalah ilmu tafsir Al-qur'an bukan ilmu tafsir hadist" (Rokhmawan, 3 September 2004)

Di sini saya akan persaksikan kepada orang yang ada di segenap penjuru dunia, agar boleh menilai dengan lebih masak siapa itu Rokhmawan kalau bukan orang yang masih gelap dalam ilmu alat, seperti nahu, saraf, mantik dll.

Bila dia faham kan ilmu2 itu hanya untuk tafsir kan Quran saja. Disini menggambarkan pribadinya terlalu tinggal dalam mendalami ke Islamannya. Kerana apa, setiap kalimah Quran atau Hadist atau istilah bahasa Arab lainnya tak sunyi dari menggunakan isem, fa'il, huruf, majaziah, dll. Semua istilah ilmu alat ini adalah terkandung dalam ilmu saraf, nahu, mantik,dll. Tak ada orang dalam dunia ini yang boleh menafsirkan atau memahami ayat atau hadist kalau tak tahu ilmu2 ini.

Untuk menggali semua ayat atau hadist harus berdasarkan belajar ilmu2 ini. Kesimpulan, ilmu2 alat tsb bukannya khusus untuk Quran sahaja, termasuk untuk Hadist2 saw & bahasa Arab di pasaran. Ini muktamat.

Ok Rokhmawan. Saya uraikan sedikit istilah mantik. Dalam mantik ada istilah majaz, ada khusus, ada umum min ajlih, dsb. Saya buat satu muqaddimah. Ok. Kebiasaan tiap2 ayat atau Hadist mesti ada istilah nahu, saraf, isem, fail, atau ada huruf dan kalimat. Tiap kalimat mesti ada faedah atau makna. Tiap2 orang yang mau tau makna atau cara menghamal mesti harus tau ilmu alat [istilah kitap kuning], yang menjadi natijah [istilah ilmu mantiq] disini. Kalau ada orang yang menggali isi Al-Quran atau Hadist bukan berdasarkan ilmu alat, haram ikot. Bagaimana kalau ada orang yang menggali Hadist2 saheh atau ayat dari majalah?. Seperti Rokmawan. Jawabnya: dibolehkan ikot, Kerana ayat tsb sudah duluan digali orang sehingga ada dalam majalah. Rokhmawan hanya ngopiin aje, tetapi semoga dapat fahala.

Disini perlu saya bagi tau siket lagi tuk Rokhmawan dan Sumitro.

Itu ilmu tafsir boleh saja menafsir Hadist, bukan hanya Quran. Anda harus tahu makna sebenarnya tafsir. Pendapat pribadi anda hadist tak perlu ditafsir lagi. Itu salah besar. Hadistpun banyak yang menggunakan istilah majaziah. Ada yang susah difahami, maka keluarlah istilah ilmu menghamal hadist ade-beradek dengan tafsir. Dengan sebab Rokhmawan terlalu pandai belajar tentang sanad2nya atau Hadist maktu'k, saheh, za'if , tidak menjamin anda akan pandai menghamal Hadist.

O ya, encik Rokhmawan yang budiman.

Boleh saya tahu itu Hadist saheh riwayat Muslim 1847 [52] apa kena mengena dengna TNA yang membenci mbak Mega anda, atau orang Aceh pada umumnya yang menentang amirah Mega ? kok masalah ini tak dicetus langsung. Jangan bersembunyi didalam terang.

Salam tak perlu malu, nagaku aja ngaku.
Wallahu A'klam bishawab

Wassalam

Ham Am

nacara2004@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------