Kuala Lumpur, 4 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN UMUMKAN PERLETAKAN JAWATAN DARI MIMBAR BEBAS
Ham Am
Kuala Lumpur - MALAYSIA.

 

PAGI INI ROKHMAWAN UMUMKAN PERLETAKAN JAWATAN DARI MIMBAR BEBAS INI

Wahai saudaraku se iman.
Hari ini kita sedikit berlasungkawa dengan adanya isu perletakan jawatan shaikhuna kita Rokhmawan, tapi tak tahu kapan tanggalnya. Ini semua adalah tugas saudara untuk melacak atau mengkaji kenapa beliau memilih keputusan letak jawatan.

Saya terima beberapa komentar, sebab sebab perletakan jawatan. Kerana ada orang yang suruh mempertanggung jawabkan setiap hadist, menurut ilmu alat. Tapi hakikat sebenar sayapun tak tahu. Dan mulai sekarang saya pun rasanya tak lagi memaksa orang mendalami ilmu agama, seperti nahu, sharaf dll. Tapi kalau mau jawab soalan orang tetap harus tampilkan fakta & bukti yang terjurus ke akar permasalahan. Kalau tak, tak payah jawab lagi bagus.

Untuk suadara Rokhmawan tulisan anda saya baca hanya di awal dan akhir saja. Tapi saya pun merasa sangat benar apa yang katakan mimbar ini boleh merusakkan, maka saya ada satu cara penaggulangannya. Kalau anda mengundurkan diri, maknanya anda mengalah sebelum bertarung. Disini sama2 kita adjust. Kita sama2 mengajak ahli mimbar ini untuk bercerita dengan dewasa. Disini tak perlu terdapat kata yang kurang ajar, sebagai mana yang sudah2.

Ok saya selaku ahli sunnah waljamaah, bermazhab syafi'i [muhammad bin idris bin Syafi'i] akan mengajak segenap sahabat saya, ustaz Sudirman, Husaini Daud, Warwick, Teguh Harjito, Muhammad Al Qubra, dll. my geng lah, anda pulak yang bermazhab atas keyakinan anda, ajaklah Sumitro, mazda, & kunco2 lain.

Sekali lagi saya mintak maaf kerana pernah saya tulis, minggatlah di bawah pokok anda. Dan saya tak lagi memberatkan siapa2 untuk menjawab atau menghamal hadist sahih itu. Hati saya luluh setelah baca tulisan anda: "NB: ntuk sdr Ham an lihat itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman yg malah meniru kesopanan saya dalam berdebat terbukti beberapa hari ini dia tidak mengeluarkan kata-kata yg tidak lazim ( bodoh, budek, biadab dll ). Dan janganlah kau berkata kotor ( Minggatlah...dll )" (Rokhmawan, 4 September 2004)

"Oh ya saya mau komentari saudara HAM AM yang telah berani mempermainkan haidts dengan tafsiran dengkulnya sendiri. Anda telah terjatuh pada sisi yang salah dan tafsir anda adalah tafsir olah pikir. jadi orang tuh yang lihat realita." (Mazda, Fri, 3 Sep 2004 01:43:06 -0700 (PDT))

Dari Mazda pulak!.

"Itu aja deh ma'af saya mungkin nggak muncul lagi untuk beberapa hari karena ada keperluan. Ini aja coment saya buat si ahmad sudirman yang makin linglung." (Mazda, Fri, 3 Sep 2004 01:43:06 -0700 (PDT))

Wassalam

Ham Am

nacara2004@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------

Date: Fri, 3 Sep 2004 23:40:19 -0700 (PDT)
From: ham am nacara2004@yahoo.com
Subject: Bpk rokhmawan/Mazda umum kan perletakan jawatan,dr mimbar ini,
To: ahmad@dataphone.se

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Tidak Tahu Bagaimana Menasehati Penguasa

Saya tidak akan memperpanjang perdebatan ini dan akan sesegera mungkin meninggalkan mimbar bebas yg penuh fitnah ini, karena jelas dari ustadz dan ulama salaf mengatakan "Tinggalkanlah orang-orang yg hanya megikuti hawa nafsunya terlebih kepada Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, sekali lagi bagi saudaraku yang bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, janganlah kau berdebat dengan seorang Ahlul Ahwa karena waktu anda akan sia-sia dan bahkan bisa menimbulkan mahdlorot yg lebih besar seperti permusuhan, fitnah dan akan mengeraskan hati anda". Adapun yg bisa mengeraskan hati adalah berdebat dengan orang-orang bodoh ( termasuk Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah ), banyak bergaul dengan wanita yg bukan mahrom, banyak tertawa dan banyak bergaul dengan orang mati.

Wahai saudara-saudaraku seiman yang ada di mimbar bebas ini mari kita tinggalkan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, Ham an, Husaini Daud dll. Biarkanlah mereka berteriak sampai kehabisan suara tetap saja itu perjuangannya akan sia-sia dan tidak mendapat ridlo dari Alloh SWT.

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab, sesungguhnya kami orang-orang yg mengadakan perbaikan". " Ingatlah sesungguhnya mereka adalah orang-orang yg menbuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya". ( Al-baqoroh : 11-12)

Saudara-saudaraku lihatlah apa yg dilakukan oleh NII, GAM/TNA memang pada dasarnya mereka baik yaitu ingin menegakkan Syariat Islam di bumi ini, sayangnya mereka melupakan kewajiban yg lebih utama yaitu ukhuwah islamiyah sehingga dengan perlawanannya kpd TNI maka mengakibatkan nyawa-nyawa penduduk sipil berjatuhan. Inilah satu hal yg tidak dipikirkannya.
Maka... "Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini , sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (Al-Kahfi 103-104).
"Dan amalannya hanya akan menjadi amalan yang meletihkan." (Al- Ghasyiyah: 3).

Perlu diperhatikan bahwasanya Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman mengatakan GAM/TNA terlebih NII berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadist, tetapi sangat aneh sekali apabila melihat kehidupan orang-orang NII, GAM/TNA yg tidak mencerminkan keislamannya. Yang jelas didalam Al-qur'an telah difirmankan-Nya,

"Katakanlah wahai Muhammad ( kpd mereka ), jika kamu mencintai Alloh maka taatilah aku, niscaya Alloh mengampuni dosa-dosamu. Dan Alloh maha pengampun lagi maha penyayang" ( Al-imron : 31 ).

"Barangsiapa yang menta'ati Rasul itu sesungguhnya ia telah menta'ati Alloh, dan barang siapa yg berpaling maka Kami tidak mengutusmu menjadi pemelihara bagi mereka" ( An-nisa' : 80 ).

Nah jelas sekali ayat di atas, mengapa orang-orang NII, GAM/TNA tidak mau mengikuti Sunnah-sunnah Rasul dan mengapa tidak mengindahkan semua ayat-ayat Al-qur'an, untuk contoh adab perang. Melainkan yg diikuti ( Al-qur'an dan Al-hadist ) hanyalah yg sesuai dengan Nafsunya. Inilah letak kebohongan yg katanya ingin mendirikan Daulah Islam. Justru karena mereka ( NII, GAM/TNA ) banyak yg menentang Sunnah Rosululloh dalam berbagai bentuk dan alasan maka sudah tentu Alloh tidak ridlo kepada mereka.

Kemudian Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman tidak bisa menjawab " Apakah ada dalil naqli kalau orang-orang yg mendirikan Daulah Islam atau mengusahakannya itu orang beriman dan bertaqwa ?.

Sebenarnya kalau cara yg ditempuh sesuai dengan Sunnah Rosululloh SAW yaitu dimulai dengan dakwah dengan penuh kesabaran dan tidak dengan kekerasan sesama muslim ( Daulah Islam Madinnah dibentuk tidak ada paksaan melainkan dengan perjanjian orang-orang islam di Madinnah, yahudi, nasrani dengan Rosululloh SAW dan para sahabatnya ), maka itulah yg diharapkan oleh agama islam.

Adapun proklamasi NII, GAM/TNA maka yg menghadiri hanyalah orang-orang yg didalamnya saja atau pejabat-pejabatnya. Jadi proklamasi tersebut terutama NII Kartosuwiryo dinyatakan batal. Kemudian untuk GAM/TNA sangat lucu sekali karena proklamasi terjadi dua kali pada masa Daud Beureh dan terakhir Hasan Tiro, nah apa memang benar proklamasi bisa berkali-kali ?.

Saudaraku seiman yang berjuang demi terbentuknya Daulah Islam maka wajib baginya untuk mengikuti atau beritiba' kepada Rosululloh SAW dalam segala segi kecuali yg tidak diperbolehkan diikuti ( beristri lebih dari 4, tidak boleh menerima sedekah dll ).

Wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman sampai kapanpun usaha anda termasuk Hassan Tiro akan sia-sia karena tidak mau mengikuti contoh dari Rosululloh SAW, ok kalau anda menganggap Pemerintah atau poejabat RI kafir, maka ada pertanyaan dua, pertama mengapa GAM/TNA tidak menggunakan Adab dalam berperang, seperti perangilah mereka tetapi jangan berlebihan, jangan berperang pada bulan haram dll. ke dua mengapa GAM/TNA tega mengumpankan rakyat aceh untuk menjadi sasaran TNI ( sebagai contoh dengan penyamaran GAM/TNA seperti berpakaian biasa sebingga sulit untuk membedakannya denga rakyat sipil ).

Kemudian yg menjadi pertanyaan lanjutan dari jawaban anda kpd Mazdha, nah kalau NII berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadist atau NII mendasarkan kepada pengetahuan daruri atau berlandaskan kepada dalil aqli dan kepada pengetahuan nadhari atau berlandaskan pada dalil naqli, itu pemahamannya siapa ?. Jelas kalau kita mengikuti pemahaman orang-orang yg jauh dari kenabian maka bisa-bisa fitnahlah yg datang. Padahal yg dinamakan mengikuti suatu manhaj yg benar yaitu dengan mengikuti generasi terbaik Khulafaurrosyidin, tabi'in, tabi'in tabiut. Rosululloh SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku ( generasi beliau dan para sahabat ), kemudian orang-orang sesudah mereka ( tabi'tn ), kemudian orang-orang sesudah mereka ( tabi'ut-tabi'in )"..( HR.Bukhori ).

Setelah kita perhatikan hadist ini maka NII, GAM/TNA mengikuti generasi yg mana ?. Yang jelas mereka ( NII, GAM/TNA ) mengikuti generasi udele Kartosuwiryo, udele Hasan Tiro atau udele Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman.

Taubatlah wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs, Hasan Tiro dan antek-anteknya karena bagaimanapun juga Alloh dan Rosululloh SAW tidak Ridlo kepada orang-orang yg BOHONG, sudah saya katakan apabila ada orang yg mencintai Rosululloh SAW sudah pasti orang tersebut akan mengikuti Sunnah-sunnah dan beritiba' kpd beliau akan tetapi kalau ada orang yg mengaku mencintai Rosululloh tetapi sedikit Sunnah yg ditegakkan atau bahkan mengingkarinya maka cintanya adalah tidak sempurna atau bahkan palsu oleh karena itu Alloh pun tidak meridloinya ( lihat terjemahan An-nisa' : 80, Al-imron : 31, ).

Kemudian khusus untuk Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman yg katanya berkeinginan untuk menyelesaikan konflik aceh fahami lagi tentang bagaimana cara menasehati seorang penguasa ( sultan dan semacamnya. Dari Iyadh bin Ghanim berkata : Bersabda Rasulullah SAW "Barangsiapa berkeinginan menasehati sulthan (penguasa), maka janganlah melakukannya dengan terang-terangan (di depan umum) dan hendaknya dia mengambil tangannya (dengan empat mata dan tersembunyi). Jika dia mau medengar (nasehat tersebut) itulah yang dimaksud, dan jika tidak (mau mendengar), maka dia telah menunaikan kewajiban atasnya". (Hadits Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Abi Ashim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal hal. 507 no. 1096). Sebenarnya tujuan dari Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini bagus yaitu menyelesaikan konflik aceh dengan damai lewat referendum OPSI "YA" bebas dari RI atau "TIDAK" bebas dari RI.Akan tetapi karena caranya tidak sesuai dengan apa yg di nasehatkan Rosululloh SAW bahkan bertentangan maka usaha inipun menjadi bathil. Itu semua dikarenakan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah dengan terang-terangan mengulang balik sejarah masa lalu atau kedzaliman masa lalu dan pada saat inipun dia secara terbuka menjelek-jelekkan pejabat RI. Apalagi dengan mengatakan pejabat RI ( Amin Rais, SBY dll ) beserta pendukungnya adalah kafir, dzalim, fasyik maka bagi orang islam yg awam seperti NII, GAM/TNA akan mudah menbunuh atau menghalalkan darah mereka ( pejabat RI dan pendukungnya ).

Wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, kalau memang mereka kafir, dzalim. fasyik maka cara yg anda lakukan bukan dengan terang-terangan di mimbar bebas ini tetapi nasehatilah secara tertutup ( bisa anda mengirim email secara pribadi atau lewat surat dll dan anda harus bersabar "Innallooha ma'ash shobiriin"). Apa anda akan melupakan pesan Rosululloh SAW dalam hadist di atas tentang bagaimana cara menasehati penguasa ?.

Saya hanya bisa berdo'a agar anda sekaliyan termasuk Hasan Tiro cs di bukakan hatinya oleh Alloh SWT mumpung pintu taubat masih terbuka lebar.

Wallohu'alam bi showab

NB : Untuk sdr Ham an lihat itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman yg malah meniru kesopanan saya dalam berdebat terbukti beberapa hari ini dia tidak mengeluarkan kata-kata yg tidak lazim ( bodoh, budek, biadab dll ). Dan janganlah kau berkata kotor ( Minggatlah...dll ) Cukup sekian sampai di sini..

Wasaalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------