Stockholm, 4 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN TERBELENGGU PAHAM WAHABI JADIKAN HADIST TAMENG PIMPINAN RI & TNI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

WAHABIYIN ROKHMAWAN DAN SALAFI-SOLO-WAHABI-SAUDI JADIKAN PAHAM WAHABI SEBAGAI ALAT UNTUK GUNAKAN HADIST SEBAGAI TAMENG PARA PIMPINAN RI & TNI

"Wahai saudara-saudaraku seiman yang ada di mimbar bebas ini mari kita tinggalkan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, Ham an, Husaini Daud dll. Biarkanlah mereka berteriak sampai kehabisan suara tetap saja itu perjuangannya akan sia-sia dan tidak mendapat ridlo dari Alloh SWT. Saudara-saudaraku lihatlah apa yg dilakukan oleh NII, GAM/TNA memang pada dasarnya mereka baik yaitu ingin menegakkan Syariat Islam di bumi ini, sayangnya mereka melupakan kewajiban yg lebih utama yaitu ukhuwah islamiyah sehingga dengan perlawanannya kpd TNI maka mengakibatkan nyawa-nyawa penduduk sipil berjatuhan. Inilah satu hal yg tidak dipikirkannya." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 3 Sep 2004 20:58:59 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi apa yang kalian ungkapkan dimimbar bebas ini sudah tidak ada lagi artinya. Kalian memang telah terjerat dan terbelenggu oleh paham wahabi yang telah menyesatkan kalian untuk menjadikan dalil-dalil naqli untuk dijadikan sebagai tameng dan pelindung pimpinan Pemerintah Negara kafir RI dan TNI yang telah melakukan kejahatan yang memakan korban ratusan ribu rakyat muslim Acheh yang negerinya telah dirampok dan dijajah oleh Soekarno dan para penerusnya yang disokong dan didukung penuh oleh kalian wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah dengan rela dan penuh kesadaran dengan mulut dan tangan untuk dijadikan sebagai alat guna melanggengkan pembunuhan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Dengan tetap kalian menutup diri karena kedegilan kalian wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang tidak mau memahami dan tidak mau mengerti akar utama penyebab konflik Acheh ini, maka kalian telah terjerumus kedalam kesesatan dengan menjadikan diri kalian sebagai pelindung kedurjanaan kaum penjajah RI yang dimulai dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang Megawati.

Kalian ambil itu dasar dalil naqli yang berupa hadist-hadist untuk dipakai sebagai alat guna menutupi kemunafikan, dan kejahatan yang telah dilakukan pihak RI dan TNI terhadap rakyat muslim di Negeri Acheh.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi karena kekurangan ilmu pengetahuan dan kemiskinan daya paham kalian dalam memahami dan mendalami dalil naqli seperti hadist-hadist sehingga telah dengan mudah terperosok kedalam penerapan hadist yang tidak pada tempatnya.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi jadikan hadist sesuai dengan kemauan kalian sendiri, tanpa memahami dan mengetahui dasar dan sumber hukum yang dipakai dalam negara atau khilafah atau dinasti atau kesultanan. Yang penting kalian terapkan menurut seenak perut sendiri menurut bunyi hadist, tanpa kalian lihat, pelajari, hayati, analisa, pahami situasi dan kondisi negara atau khilafah atau dinasti atau kesultanan tersebut.

Seperti hadist yang kalian kopi dari Iyadh bin Ghanim yang mengatakan: Bersabda Rasulullah SAW "Barangsiapa berkeinginan menasehati sulthan (penguasa), maka janganlah melakukannya dengan terang-terangan (di depan umum) dan hendaknya dia mengambil tangannya (dengan empat mata dan tersembunyi). Jika dia mau medengar (nasehat tersebut) itulah yang dimaksud, dan jika tidak (mau mendengar), maka dia telah menunaikan kewajiban atasnya". (Hadits Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Abi Ashim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal hal. 507 no. 1096).

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi menelan begitu saja hadist tersebut asalkan cocok menurut selera kalian dan sesuai dengan program dakhwah kalian guna dipakai sebagai alat pemuas para pipinan Negara kafir RI.

Itu kalau kalian gali dan dalami mengapa Rasulullah saw menyatakan demikian ? Karena Sultan atau penguasa tersebut kesultanannya atau daulahnya atau negaranya telah memiliki dasar dan sumber hukum Islam. Karena itu apapun kebijaksanaan Sultan atau penguasa itu akan tetap mengikuti garis dan pedoman yang telah digariskan dalam Al Qur'an dan As-Sunnah. Dan tentu saja Sultan atau penguasa tersebut tidak akan melanggar dan tidak akan memutuskan suatu perkara tanpa mendasarkan keputusannya kepada apa yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya.

Karena itu rakyatnyapun akan mematuhi dan mengikuti apa yang telah diperintahkan oleh Sultan atau Penguasa itu. Begitu juga kalau harus memberikan pandangan dan pendapat harus berlandaskan pada dasar naqli seperti Al-Qur'an dan As-Sunnah. Karena memang As-Sunnah telah dijadikan sebagai dasar dan sumber hukum setelah Al-Qur'an.

Jadi, tidaklah mungkin rakyat itu kalau berbuat akan menyalahi apa yang telah dicontohkan atau diperintahkan Rasulullah saw.

Sekarang, kalau di Negara kafir RI. Apakah Negara RI dasar dan sumber hukumnya Islam, artinya Al-Qur'an dan As-Sunnah ?.

Jelas bukan. Dasar dan sumber hukum Negara RI adalah pancasila. Jadi mana itu dasar naqli dipakai dalam lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif di Negara RI ?. Karena itu dasar naqli yang berbentuk hadist seperti yang kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kopikan diatas tidak pada tempatnya untuk diterapkan di Negara kafir RI.

Bagaimana rakyat di Negara RI akan memakai hadist tersebut, sedangkan para pimpinannyapun tidak mengenal bahkan menginjak-nginjak hadist tersebut dan digantikan dengan dasar hukum KUHP, UU, UUD 1945, dan peraturan hukum lainnya yang letaknya diatas dasar hukum Islam.

Kalau kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mengambil hadist tersebut untuk diterapkan di Negara kafir RI dalam usaha memberikan nasehat kepada pimpinan Pemerintah Negara kafir RI yang tidak mau menerima dan mengakui hadist itu sendiri. Itu sama saja dengan orang yang ingin menjerumuskan dan menyesatkan umat Islam dalam kancah kezhaliman.

Jadi, dalam hal ini Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi harus memahami dan mengetahui penerapan dan pelaksanaan hadist tersebut. Itu ketika Rasulullah saw bersabda yaitu disaat Rasulullah sudah membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib. Dan Rasulullah saw telah memandang jauh kedepan bahwa Daulah Islamiyah pertama ini akan terus berdiri ribuan tahun kemudian, sampai tahun 1342 H / 1924 M ketika dinasti Islam Usmaniyah runtuh dihancurkan salah satunya oleh pasukan muwahidin dan gerakan wahabiyah dengan dakhwah salafiyyahnya bersama Ibnu Saud.

Kemudian ketika kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mengatakan: "Tinggalkanlah orang-orang yg hanya megikuti hawa nafsunya terlebih kepada Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, sekali lagi bagi saudaraku yang bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, janganlah kau berdebat dengan seorang Ahlul Ahwa karena waktu anda akan sia-sia dan bahkan bisa menimbulkan mahdlorot yg lebih besar seperti permusuhan, fitnah dan akan mengeraskan hati anda".

Ternyata siapa yang sebenarnya mengikuti hawa nafsu ?. Apakah Ahmad Sudirman yang mengatakan bahwa hadist-hadist dan perkataan ulama yang kalian kopi bukan untuk diterapkan dan bukan untuk dijadikan sebagai landasan hukum dan sebagai alat penutup dan pelindung para pimpinan Pemerintah Negara kafir RI ? Ataukah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang dengan penuh kesadaran telah menjadikan hadist-hadist tersebut diterapkan dan menyimpang dari apa yang seharusnya diterapkan, yakni dalam daulah atau negara atau dinasti atau khilafah atau kesultanan yang dasar dan sumber hukum negaranya Islam, bukan di negara kafir RI yang dasar dan sumber hukum negaranya pancasila.

Kemudian siapa yang melakukan bid'ah ? Apakah Ahmad Sudirman yang melakukan bid'ah dengan keinginan untuk menjalankan, menegakkan dan menerapkan hadist-hadist yang kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kopi sesuai dengan situasi dan kondisi dalam negara atau daulah atau khilafah atau dinasti atau kesultanan yang dasar dan sumber hukum negaranya Islam ?

Atau kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang dengan penuh kesadaran menerapkan, menegakkan, menjalankan hadist-hadist yang kalian kopi dalam situasi dan kondisi daulah atau negara atau dinasti atau khilafah atau kesultanan yang dasar dan sumber hukum negaranya pancasila ? Padahal Rasulullah saw ketika bersabda itu sedang memimpin Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

Apakah itu bukan suatu bid'ah, yang kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi lakukan dengan mengatakan bahwa itu jalan atau cara dalam agama yang diciptakan menyamai syariat yang diniatkan dengan menempuhnya bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah, sebagaimana yang didefinisikan oleh Imam Syathibi.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, janganlah kalian itu seenak perut sendiri menuduh dan mengatakan Ahmad Sudirman berbuat menurut hawa nafsu dan melakukan bid'ah. Padahal setelah dipelajari dan didalami justru kalianlah yang melakukan bid'ah dan berbuat menurut hawa nafsu kalian sendiri, menurut enak perut kalian sendiri, menurut seenak udel kalian sendiri.

Kemudian kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mengatakan: "Wahai saudara-saudaraku seiman yang ada di mimbar bebas ini mari kita tinggalkan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, Ham an, Husaini Daud dll. Biarkanlah mereka berteriak sampai kehabisan suara tetap saja itu perjuangannya akan sia-sia dan tidak mendapat ridlo dari Alloh SWT."

Sebenarnya, di mimbar bebas ini justru kalianlah yang ahlu ahwa dan ahlu bid'ah. Kalian gunakan hadist-hadist diluar yang dicontohkan Rasulullah saw. Rasulullah saw mencontohkan dalam Daulah Islam pertama di Yatsrib, kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi diterapkan di negara kafir RI dengan dasar pancasila-nya

Jadi siapa yang membuat kerukan di bumi ini, wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ? Kalian menganggap kalian membuat kebaikan di bumi Negara kafir Pancasila ?. Kalian justru ikut terjerumus kedalam sistem thaghut pancasila dengan melaui persetujuan untuk terus menjalankan kebijaksanaan penjajahan yang dilakukan RI terhadap Negeri Acheh.

Seterusnya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi menutup mata dengan tujuan untuk tetap mendorong pimpinan Pemerintah Negara kafir RI untuk membunuh rakyat muslim Acheh dengan mengatakan: "Saudara-saudaraku lihatlah apa yg dilakukan oleh NII, GAM/TNA memang pada dasarnya mereka baik yaitu ingin menegakkan Syariat Islam di bumi ini, sayangnya mereka melupakan kewajiban yg lebih utama yaitu ukhuwah islamiyah sehingga dengan perlawanannya kpd TNI maka mengakibatkan nyawa-nyawa penduduk sipil berjatuhan. Inilah satu hal yg tidak dipikirkannya."

Coba siapa yang tidak menjalankan ukhuwah Islamiyah ? Kalian memang Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah menjadi budak dan kacungnya TNI, sehingga kelakuan biadab yang dilakukan pasukan TNI/POLRI/RAIDER di Negeri Acheh tidak kalian lihat dan kalian nafikan semua.

Apakah Megawati Cs ingin menegakkan syariat Islam ? Sampai kiamat itu Megawati Cs tidak akan mahu menerapkan dan menegakkan syariat Islam berlaku secara kaffah di Negara RI. Tetapi, mengapa kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi masih tetap buta dengan terus menutupi dan membentengi para pimpinan Negara kafir RI yang telah secara terang-terangan menentang dan tidak mahu mengakui dan tidak mahu menerima Islam sebagai dasar dan sumber hukum.

Jadi kalianlah wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang perbuatannya sangat merugi di dunia ini. Kalian telah dengan sadar menjadikan hadist-hadist untuk dipakai dan dijadikan alat penutup pimpinan Negara kafir RI dengan tujuan agar kalian tetap bisa hidup dan bergerak dengan bebas di Negara kafir RI.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu para pimpinan di Negara kafir RI yang tidak mencerminkan ke-Islamannya. Kalian memang menutup mata wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi. Kalian hanya bisa melihat GAM dan TNA, tetapi apa yang ada didepan mata itu Megawati Cs kalian lewatkan dengan gampang begitu saja. Pihak pimpinan Negara kafir RI yang telah melakukan pelanggaran menurut syariat Islam, kalian biarkan dan benarkan, bukan itu saja bahkan kalian tutupi dan dindingi dengan hadist-hadist.

Nah, jadi sebenarnya kalianlah dengan pimpinan Negara RI yang telah berpaling dari apa yang telah diturunkan Allah SWT dan dicontokah Rasul-Nya. Kalian telah ikut memberikan jalan bagi lajunya kejahatan dan pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh yang dilakukan oleh para pimpinan Negara RI melalui tangan-tangan pasukan TNI/POLRI/RAIDER.

Disinilah memang kelihatan itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang mengatakan melalui mulutnya mengikuti Sunnah Rasul, tetapi dalam prakteknya justru melemparkan Sunnah Rasul dengan cara memutarbalikkan Sunnah Rasul dari apa yang seharusnya diterapkan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw dalam Daulah Islam pertama di Yatsrib.

Inilah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang telah memakai hadist-hadist sesuai menurut hawa nafsu dan keinginan kalian dengan tujuan untuk memberikan dan menutupi muka dan kejahatan pimpinan RI yang telah membunuh rakyat muslim Acheh dan menjajah Negeri Acheh.

Dengan apa yang dikemukakan dan ditunjukkan oleh kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, mana sebenarnya kalian itu mengikuti contoh Rasulullah saw dalam menjalankan dan menegakkan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT pada Rasul-Nya. Kalian hanya pandainya mengatakan harus ikut dan menempuh jalan sesuai dengan Sunnah Rasulullah saw dalam melakukan dakhwah. Tetapi kenyataannya kalian justru melibatkan diri dalam sistem thaghut pimpinan Negara RI. Padahal Rasulullah saw tidak mengajarkan untuk terlibat dalam sistem thaghut pancasila. Dengan kalian berkata sambil mulut berbusa-busa memusuhi GAM, TNA dan NII, itu sudah menunjukkan kalian ikut bersama para pimpinan Negara RI terjun dalam kancah sistem thaghut pancasila. Tetapi kalian tidak menyadarinya.

Kalian pandainya hanya berdakhwah dengan mengatakan: "Sebenarnya kalau cara yg ditempuh sesuai dengan Sunnah Rosululloh SAW yaitu dimulai dengan dakwah dengan penuh kesabaran dan tidak dengan kekerasan sesama muslim (Daulah Islam Madinnah dibentuk tidak ada paksaan melainkan dengan perjanjian orang-orang islam di Madinnah, yahudi, nasrani dengan Rosululloh SAW dan para sahabatnya), maka itulah yg diharapkan oleh agama islam."

Kalian itu salah menerapkan pengertian dakhwah Rasulullah saw di Mekah. Mengapa ? Karena itu Rasulullah melakukan dakhwah diawalnya dengan cara sembunyi-sembunyi. Tetapi, setelah turunnya surat Al-Muddatstsir, itu Rasulullah diperintahkan untuk bangkit berdakhwah dengan terang-terangan menghadapi kaum musyrik dan kafir Mekah. Tidak lagi lembek-lembek seperti kalian menghadapi Megawati Cs. Karena itulah kaum musyrikin Mekkah berusaha untuk membunuh Rasulullah saw.

Tetapi kalau kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mana kalian itu mencontoh Rasulullah saw. Paling kalian ikut dibelakang buntut Megawati, dan ekor Susilo Bambang Yudhoyono, Endriartono Sutarto, dan Ryamizard Ryacudu.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi karena kalian itu memang buta dan otak kalian otak udang, maka dengan mudahnya mengatakan proklamasi NII dinyatakan batal. Tetapi memang bisa dimengerti karena memang kalian itu kacungnya Megawati dan para penerus Soekarno yang menghancurkan dan membumi hanguskan NII.

Itulah sebabnya mengapa kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi adalah musuh NII. Kalian memang sudah mahu dijadikan alat oleh TNI untuk berkoar-kora menjelek-jelekkan NII. Itulah memang kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi munafik dan mau saja mengikuti hawa nafsu kalian karena merasa diri benar dengan paham wahabi kalian. Padahal sebenarnya sudah menyimpang, kalau melihat dari apa yang kalian telah lakukan di Negara kafir RI ini.

Selanjutnya kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi mengatakan: "GAM/TNA sangat lucu sekali karena proklamasi terjadi dua kali pada masa Daud Beureh dan terakhir Hasan Tiro, nah apa memang benar proklamasi bisa berkali-kali ?."

Disini memang kelihatan, kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak mengerti dan tidak memahami sejarah Acheh, kecuali apa yang ditulis oleh para penerus Soekarno penipu licik yang membunuh dan menjajah Negeri Acheh.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalau kalian tidak belajar sejarah Acheh, mana bisa kalian itu membicarakan Negeri Acheh dan para pimpinannya dengan benar. Kalian hanyalah sebagai kacungnya TNI alat untuk dijadikan sebagai pemukul NII, GAM dan TNA. Makanya kepala kalian itu benjol-benjol. Jadilah otak kalian otak udang, pandainya hanya mengekor kemana Megawati jalan.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian itu selama dakhwah kalian hanyalah mengekor buntut Susilo Bambang Yudhoyono dan ekor Megawati, maka selama itu apa yang kalian dakhwahkan dengan model salafiyyahnya itu tidak ada bedanya dengan dakhwah model Megawati. Mulut kalian hanya pandai mengatakan menempuh jalan dan manhaj Rasulullah saw, padahal justru telah menyimpang dari manhaj Rasulullak saw.

Apa yang kalian pertanyakan dengan: "pertama mengapa GAM/TNA tidak menggunakan Adab dalam berperang, seperti perangilah mereka tetapi jangan berlebihan, jangan berperang pada bulan haram dll. Ke dua mengapa GAM/TNA tega mengumpankan rakyat aceh untuk menjadi sasaran TNI (sebagai contoh dengan penyamaran GAM/TNA seperti berpakaian biasa sebingga sulit untuk membedakannya denga rakyat sipil)."

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi perang dalam bulan haram adalah dosa besar. Tetapi apa yang dilakukan pihak RI bersama TNI/POLRInya membunuh dan menjajah Negeri Acheh selama lebih dari setengah abad itu adalah perbuatan nista. Dan itulah sebagaimana yang di Firmankan oleh Allah SWT dalam QS, Al-Baqarah, 2: 217

"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS,Al-Baqarah, 2: 217)

Kalau pada masa Rasulullah saw itu kaum musyrik dan kafir Quraisy Mekah selama tiga belas tahun memfitnah denga keji, menindas dengan tidak mengenal ampun terhadap saudara mereka sendiri orang Quraisy yang beragam Islam. Mengusir mereka orang Quraisy yang bergama Islam dari rumah-rumah mereka. Menghalangi mengunjungi Ka'bah. Itu semuanya perbuatan keji dan nista. Karena itulah mengapa Allah SWT menurutnkan Firman-Nya surat QS, Al-Baqarah, 2: 217.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi janganlah kalian itu mencontoh ikut-ikutan model kaum kafir dan musyrik Quraisy, dan sekarang ikut-ikutan Megawati Cs dengan TNI/POLRI-nya.

Kemudian itu TNA menyamar dengan tidak memakai baju militernya. Jelas itu adalah taktik perang gerlya. Dan itulah perang modern di Acheh. Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, mana tahu perang modern. Coba tanyakan itu kepada Jenderal TNI Ryamizrad Ryacudu, kalau kalian tidak tahu apa itu perang modern dalam bentuk gerilya ini.

Lalu itu yang kalian tuduhkan GAM mengumpankan rakyat Acheh untuk dijadikan sasaran TNI. Jelas itu tuduhan politik gombal kalian. Jang justru bejad moral adalah itu pasukan TNI yang seenak udel menuduh rakyat yang bukan anggota GAM dianggap sebagai GAM.

Tentang NII, Ahmad Sudirman telah menjelaskan dalam tulisan sebelum ini. Dimana mengikuti paham manhaj yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw, dan diikuti oleh sahabat Abu Bakar Sidik, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Mu'az, Abdullah bin 'Umar, Abdullah bin 'Abbas, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Ma'ud, Abu Musa Al Asy'ari, Abu Darda, 'Ubbadah bin Shamit, 'Abdullah bin Amr bin 'Ash, sampai ke para mujtahid terbesar pada zamannya yakni Imam Abu Hanifah, Malik bin Anas Al Ashbahi, Muhammad bin Idris bin Syafi'i, dan Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang hanya terkurung oleh paham wahabi dengan model dakhwah salafiyyahnya mana itu akan mengikuti pemahaman manhaj Rasulullah seperti yang Ahmad Sudirman katakan diatas.

Kalian ngaku-ngaku mengikut ulama salaf, tetapi ketika Ahmad Sudirman jelaskan siapa-siapa yang mengikuti manhaj Rasulullah saw diatas, langsung saja kalian mengatakan itu "hanyalah pemahamannya sendiri bersama ulama masa kini ( thn 1900 - ... )." (Rokhmawan, Sat, 4 Sep 2004 00:19:18 -0700 (PDT))

Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi itu yang kalian ikuti Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah ulama tahun 1703 M - 1792 M. Sedangkan yang paling akhir ulama yang Ahmad Sudirman tampilkan adalah Imam Abu Hanifah (699 M - 767 M), Malik bin Anas Al Ashbahi (712 M - 786 M), Muhammad bin Idris bin Syafi'i (767 M - 819 M), dan Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal (- 855 M). Ulama yang Ahmad Sudirman tampilkan jauh didepan sebelum Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab lahir kedunia.

Jadi Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi jangan seenak perut kalian mengatakan "hanyalah pemahamannya sendiri bersama ulama masa kini ( thn 1900 - ... ).".

Itulah kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian itu makin terjerumus saja kepada kesesatan dalam sistem thaghut pancasila. Sehingga kalian lupa bahwa ulama kalian adalah ulama abad 17. Mana itu termasuk ulama salaf. Jangan berbohong wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Wahai Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian jangan budek.

Sudah berpuluh kali Ahmad Sudirman menjelaskan itu menurut dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, termasuk Amien Rais, dan Susilo Bambang Yudhoyono adalah mereka yang membuat lembaga tandingan pembuat aturan, hukum, undang-undang, undang-undang dasar disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT, lalu mereka tidak menetapkan aturan, hukum, undang-undang, undang-undang dasar menurut aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT, maka mereka itu oleh Allah SWT divonis hukuman dengan sebutan kafir, zhalim, fasik.

Dan yang menjatuhkan vonis hukuman dengan sebutan kafir, zhalim, fasik adalah Allah SWT. Tetapi karena kalian itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi budek, maka terus saja tidak mengerti dan tidak paham apa yang dijelaskan Ahmad Sudirman ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 3 Sep 2004 20:58:59 -0700 (PDT)
From: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>
Subject: Fwd: MAZDA MEMANG TIPIS DALAM MEMAHAMI ISTILAH DARURI & NADHARI
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Tidak Tahu Bagaimana Menasehati Penguasa.

Saya tidak akan memperpanjang perdebatan ini dan akan sesegera mungkin meninggalkan mimbar bebas yg penuh fitnah ini, karena jelas dari ustadz dan ulama salaf mengatakan "Tinggalkanlah orang-orang yg hanya megikuti hawa nafsunya terlebih kepada Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, sekali lagi bagi saudaraku yang bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, janganlah kau berdebat dengan seorang Ahlul Ahwa karena waktu anda akan sia-sia dan bahkan bisa menimbulkan mahdlorot yg lebih besar seperti permusuhan, fitnah dan akan mengeraskan hati anda".

Adapun yg bisa mengeraskan hati adalah berdebat dengan orang-orang bodoh (termasuk Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah), banyak bergaul dengan wanita yg bukan mahrom, banyak tertawa dan banyak bergaul dengan orang mati.

Wahai saudara-saudaraku seiman yang ada di mimbar bebas ini mari kita tinggalkan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, Ham an, Husaini Daud dll. Biarkanlah mereka berteriak sampai kehabisan suara tetap saja itu perjuangannya akan sia-sia dan tidak mendapat ridlo dari Alloh SWT.

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab, sesungguhnya kami orang-orang yg mengadakan perbaikan". " Ingatlah sesungguhnya mereka adalah orang-orang yg menbuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya". (Al-Baqoroh: 11-12)

Saudara-saudaraku lihatlah apa yg dilakukan oleh NII, GAM/TNA memang pada dasarnya mereka baik yaitu ingin menegakkan Syariat Islam di bumi ini, sayangnya mereka melupakan kewajiban yg lebih utama yaitu ukhuwah islamiyah sehingga dengan perlawanannya kpd TNI maka mengakibatkan nyawa-nyawa penduduk sipil berjatuhan. Inilah satu hal yg tidak dipikirkannya.

Maka... "Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (Al-Kahfi 103-104)
"Dan amalannya hanya akan menjadi amalan yang meletihkan." (Al- Ghasyiyah: 3).

Perlu diperhatikan bahwasanya Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman mengatakan GAM/TNA terlebih NII berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadist, tetapi sangat aneh sekali apabila melihat kehidupan orang-orang NII, GAM/TNA yg tidak mencerminkan keislamannya. Yang jelas didalam Al-qur'an telah difirmankan-Nya,

"Katakanlah wahai Muhammad ( kpd mereka ), jika kamu mencintai Alloh maka taatilah aku, niscaya Alloh mengampuni dosa-dosamu. Dan Alloh maha pengampun lagi maha penyayang" (Al-Imron : 31).

"Barangsiapa yang menta'ati Rasul itu sesungguhnya ia telah menta'ati Alloh, dan barang siapa yg berpaling maka Kami tidak mengutusmu menjadi pemelihara bagi mereka" ( An-Nisa' : 80 ).

Nah jelas sekali ayat di atas, mengapa orang-orang NII, GAM/TNA tidak mau mengikuti Sunnah-sunnah Rasul dan mengapa tidak mengindahkan semua ayat-ayat Al-qur'an, untuk contoh adab perang. Melainkan yg diikuti (Al-qur'an dan Al-hadist) hanyalah yg sesuai dengan Nafsunya. Inilah letak kebohongan yg katanya ingin mendirikan Daulah Islam. Justru karena mereka (NII, GAM/TNA) banyak yg menentang Sunnah Rosululloh dalam berbagai bentuk dan alasan maka sudah tentu Alloh tidak ridlo kepada mereka.

Kemudian Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman tidak bisa menjawab "Apakah ada dalil naqli kalau orang-orang yg mendirikan Daulah Islam atau mengusahakannya itu orang beriman dan bertaqwa ?.

Sebenarnya kalau cara yg ditempuh sesuai dengan Sunnah Rosululloh SAW yaitu dimulai dengan dakwah dengan penuh kesabaran dan tidak dengan kekerasan sesama muslim (Daulah Islam Madinnah dibentuk tidak ada paksaan melainkan dengan perjanjian orang-orang islam di Madinnah, yahudi, nasrani dengan Rosululloh SAW dan para sahabatnya), maka itulah yg diharapkan oleh agama islam.

Adapun proklamasi NII, GAM/TNA maka yg menghadiri hanyalah orang-orang yg didalamnya saja atau pejabat-pejabatnya. Jadi proklamasi tersebut terutama NII Kartosuwiryo dinyatakan batal. Kemudian untuk GAM/TNA sangat lucu sekali karena proklamasi terjadi dua kali pada masa Daud Beureh dan terakhir Hasan Tiro, nah apa memang benar proklamasi bisa berkali-kali ?.

Saudaraku seiman yang berjuang demi terbentuknya Daulah Islam maka wajib baginya untuk mengikuti atau beritiba' kepada Rosululloh SAW dalam segala segi kecuali yg tidak diperbolehkan diikuti ( beristri lebih dari 4, tidak boleh menerima sedekah dll ).

Wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman sampai kapanpun usaha anda termasuk Hassan Tiro akan sia-sia karena tidak mau mengikuti contoh dari Rosululloh SAW, ok kalau anda menganggap Pemerintah atau poejabat RI kafir, maka ada pertanyaan dua, pertama mengapa GAM/TNA tidak menggunakan Adab dalam berperang, seperti perangilah mereka tetapi jangan berlebihan, jangan berperang pada bulan haram dll. ke dua mengapa GAM/TNA tega mengumpankan rakyat aceh untuk menjadi sasaran TNI (sebagai contoh dengan penyamaran GAM/TNA seperti berpakaian biasa sebingga sulit untuk membedakannya denga rakyat sipil).

Kemudian yg menjadi pertanyaan lanjutan dari jawaban anda kpd Mazdha, nah kalau NII berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadist atau NII mendasarkan kepada pengetahuan daruri atau berlandaskan kepada dalil aqli dan kepada pengetahuan nadhari atau berlandaskan pada dalil naqli, itu pemahamannya siapa ?. Jelas kalau kita mengikuti pemahaman orang-orang yg jauh dari kenabian maka bisa-bisa fitnahlah yg datang. Padahal yg dinamakan mengikuti suatu manhaj yg benar yaitu dengan mengikuti generasi terbaik Khulafaurrosyidin, tabi'in, tabi'in tabiut. Rosululloh SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku ( generasi beliau dan para sahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka ( tabi'tn ), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi'ut-tabi'in)"..( HR.Bukhori ).

Setelah kita perhatikan hadist ini maka NII, GAM/TNA mengikuti generasi yg mana ?. Yang jelas mereka ( NII, GAM/TNA ) mengikuti generasi udele Kartosuwiryo, udele Hasan Tiro atau udele Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman.

Taubatlah wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman cs, Hasan Tiro dan antek-anteknya karena bagaimanapun juga Alloh dan Rosululloh SAW tidak Ridlo kepada orang-orang yg BOHONG, sudah saya katakan apabila ada orang yg mencintai Rosululloh SAW sudah pasti orang tersebut akan mengikuti Sunnah-sunnah dan beritiba' kpd beliau akan tetapi kalau ada orang yg mengaku mencintai Rosululloh tetapi sedikit Sunnah yg ditegakkan atau bahkan mengingkarinya maka cintanya adalah tidak sempurna atau bahkan palsu oleh karena itu Alloh pun tidak meridloinya ( lihat terjemahan An-nisa' : 80, Al-imron : 31, ).

Kemudian khusus untuk Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman yg katanya berkeinginan untuk menyelesaikan konflik aceh fahami lagi tentang bagaimana cara menasehati seorang penguasa (sultan dan semacamnya. Dari Iyadh bin Ghanim berkata : Bersabda Rasulullah SAW "Barangsiapa berkeinginan menasehati sulthan (penguasa), maka janganlah melakukannya dengan terang-terangan (di depan umum) dan hendaknya dia mengambil tangannya (dengan empat mata dan tersembunyi). Jika dia mau medengar (nasehat tersebut) itulah yang dimaksud, dan jika tidak (mau mendengar), maka dia telah menunaikan kewajiban atasnya". (Hadits Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Abi Ashim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal hal. 507 no. 1096).

Sebenarnya tujuan dari Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini bagus yaitu menyelesaikan konflik aceh dengan damai lewat referendum OPSI "YA" bebas dari RI atau "TIDAK" bebas dari RI.Akan tetapi karena caranya tidak sesuai dengan apa yg di nasehatkan Rosululloh SAW bahkan bertentangan maka usaha inipun menjadi bathil.

Itu semua dikarenakan Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah dengan terang-terangan mengulang balik sejarah masa lalu atau kedzaliman masa lalu dan pada saat inipun dia secara terbuka menjelek-jelekkan pejabat RI. Apalagi dengan mengatakan pejabat RI (Amin Rais, SBY dll) beserta pendukungnya adalah kafir, dzalim, fasyik maka bagi orang islam yg awam seperti NII, GAM/TNA akan mudah menbunuh atau menghalalkan darah mereka (pejabat RI dan pendukungnya).

Wahai Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, kalau memang mereka kafir, dzalim. fasyik maka cara yg anda lakukan bukan dengan terang-terangan di mimbar bebas ini tetapi nasehatilah secara tertutup ( bisa anda mengirim email secara pribadi atau lewat surat dll dan and harus bersabar "Innallooha ma'ash shobiriin"). Apa anda akan melupakan pesan Rosululloh SAW dalam hadist di atas tentang bagaimana cara menasehati penguasa ?.

Saya hanya bisa berdo'a agar anda sekaliyan termasuk Hasan Tiro cs di bukakan hatinya oleh Alloh SWT mumpung pintu taubat masih terbuka lebar.
Wallohu'alam bi showab

NB : Untuk sdr Ham an lihat itu Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman yg malah meniru kesopanan saya dalam berdebat terbukti beberapa hari ini dia tidak mengeluarkan kata-kata yg tidak lazim ( bodoh, budek, biadab dll ). Dan janganlah kau berkata kotor (Minggatlah...dll)

Cukup sekian sampai di sini..
Wasaalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------