Stockholm, 6 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MAZDA ITU SYEIKH-SYEIKH WAHABIYIN YANG SUKA MENGKAFIRKAN ORANG & KELOMPOK ISLAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU SYEIKH-SYEIKH WAHABIYIN YANG SUKA MENGKAFIRKAN ORANG & KELOMPOK ISLAM AHLU SUNNAH WAL JAMAAH

"Jelas Ahmad Sudirman itu bodoh dengan mengatakan bahwa model da'awah salafiyyah sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul wahab tidak ada, bodoh dan sekali lagi bodoh ahmad sudirman ini dia adalah contoh manusia yang tak memahami sejarah. Siapa bilang salaf belum ada sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul wahab justru setiap anda membaca dan membantah tulisan saya anda selalu saja mengarahkannya kepada paham wahabi dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan penuh kebencian. Padahal sebagaimana yang dipahami oleh Ahlussunnah atau Assalafiyah atau Salafy. Bahwa Da'wah Ahlus Sunnah adalah yang lurus sejarah telah mencatat bahwa Ahlus Sunnah muncul ketika timbulnya perpecahan dikalangan kaum muslimin yakni timbulnya para pemuja Ali bin Abi Thalib, dan munculnya penentang Ali yang kemudian disebut Khawarij maka para Shahabat untuk berselisih atas pemahaman sesat mereka dan menamakan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah." (Mazda , mazda_ok@yahoo.com , Sun, 5 Sep 2004 19:19:46 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Mazda di Surabaya, Indonesia.

Memang kelihatan saudara Mazda makin kesulitan untuk mempertahankan paham wahabinya. Buktinya ketika Ahmad Sudirman menyatakan bahwa yang namanya dakhwah salafiyyah itu tidak ada sebelum Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab lahir dan mengembangkan pemikiran tentang pelurusan dan pembaharuan tauhid"

Langsung dijawab Mazda dengan: "Jelas Ahmad Sudirman itu bodoh dengan mengatakan bahwa model da'awah salafiyyah sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul wahab tidak ada, bodoh dan sekali lagi bodoh ahmad sudirman ini dia adalah contoh manusia yang tak memahami sejarah. Siapa bilang salaf belum ada sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul wahab justru setiap anda membaca dan membantah tulisan saya anda selalu saja mengarahkannya kepada paham wahabi dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan penuh kebencian. Padahal sebagaimana yang dipahami oleh Ahlussunnah atau Assalafiyah atau Salafy. Bahwa Da'wah Ahlus Sunnah adalah yang lurus sejarah telah mencatat bahwa Ahlus Sunnah muncul ketika timbulnya perpecahan dikalangan kaum muslimin yakni timbulnya para pemuja Ali bin Abi Thalib, dan munculnya penentang Ali yang kemudian disebut Khawarij maka para Shahabat untuk berselisih atas pemahaman sesat mereka dan menamakan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah."

Nah, itu Mazda secara langsung menafikan gerakan pembaharuan dan pemurnian tauhid yang dikembangkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan model dakhwah salafiyyahnya dengan gerakan wahabiyah dan pasukan muwahidinnya yang berkerjasama dengan Amir Muhammad bin Saud dari Dar'iyah.

Bahkan Mazda karena tidak mau dianggap sebagai salah seorang aktifis gerakan dakhwah salafiyyah dari Saudi ini, maka diarahkan dasar pahamnya itu kepada dasar dalil naqli ketika Rasulullah saw bersabda: "Demi jiwaku yang ada ditangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 akan masuk neraka. Para sahabat bertanya: "Siapa golongan yang selamat ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: "Al-Jama'ah". Diriwayatkan oleh Abu Huroirah, Rasulullah saw bersabda: "Orang-orang Yahudi terbagi dalam 71 golongan atau 72 golongan dan Nasranipun demikian. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan." (Tirmidzi 2564, Kitab Ul-Imaan). Dalam kitab sharh dari Tirmidzi, Imam Ahwazi berkata: "Penjelasan dari hadits ini, bahwa hadits ini berasal dari Abdullah bin Amru, bahwa semua dari golongan itu masuk neraka dan satu golongan yang masuk surga dan satu golongan ini adalah yang mengikuti Rasulullah saw. Golongan yang selamat itu adalah Ahlu Sunnah Wal Jama'ah."

Sekarang, dasar naqli inilah yang dijadikan dasar pemahaman oleh saudara Mazda untuk lari dari pemahaman wahabinya yang secara gerakan memang telah diikuti oleh Mazda ini. Mengapa ?

Karena secara gerakan dakhwah sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok wahabi Mazda di Negara RI ini yang dijalankan oleh salah satunya kelompok Laskar Jihad, kelompok yang digerakkan dari Saudi ini belum muncul sebelum Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab mengembangkan dasar pemikiran pemurnian dan pembaharuan tauhidnya yang mengacu kepada dasar pemikiran Ibnu Taimiyah.

Kalau memang benar Mazda yang menamakan dakhwahnya dakhwah salafiyyah dan gerakannya gerakan wahabiyah walaupun tidak diakui oleh Mazda, melainkan mengklaim gerakan ahlu Sunnah Wal Jamaah, mengapa Mazda mengelompokkan diri dan kelompoknya kedalam kelompok yang menamakan salafi atau salafiyyah atau ahlusunnah, padahal kelompok Islam lainnyapun berdasarkan dasar naqli yang disabdakan Rasulullah saw tersebut diatas ?

Kalau memang menurut dasar naqli diatas bahwa hanya ada satu golongan yang mengikuti Rasulullah saw yang selamat yaitu golongan Ahlu Sunnah Wal Jama'ah, mengapa kalian tidak berusaha menyatukan golongan lainnya yang dasar pemahamannya juga berdasarkan paham Ahlu Sunnah Wal Jama'ah ?

Apakah kalian menganggap golongan lainnya itu bukan mendasarkan pahamnya pada dasar dalil naqli sabda Rasulullah saw diatas, sehingga masuk kedalam glongan yang jumlahnya 72 golongan, dan hanya kelompok kalian dari kaum wahabiyin dengan dakhwah salafiyyahnya yang kalian anggap benar dan lurus, sehingga kalian memisahkan diri dari kelompok umat Islam lainnya yang juga berpinjak pada dasar dalil naqli yang sama dengan kalian ?

Apa rupanya yang membedakan gerakan dakhwah Salafiyyah kalian dengan gerakan Islam lainnya seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Al Wasliyah, Al Irsyad, Sarikat Islam, Jamiyatul Khair, Persatuan Islam, Majelis Islam Ala Indonesia, Hizbullah, Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia), Darul Islam, LDDI, Majelis Mujahidin Indonesia ?

Apakah karena kalian menganggap ketauhidan anggota kelompok kalian sudah lurus dan sudah baru dibandingkan dengan kelompok atau golongan Islam lainnya ?

Kemudian kalau kalian Mazda menganggap seperti yang kalian katakan: "Bahwa Da'wah Ahlus Sunnah adalah yang lurus sejarah telah mencatat bahwa Ahlus Sunnah muncul ketika timbulnya perpecahan dikalangan kaum muslimin yakni timbulnya para pemuja Ali bin Abi Thalib, dan munculnya penentang Ali yang kemudian disebut Khawarij maka para Shahabat untuk berselisih atas pemahaman sesat mereka dan menamakan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah."

Mengapa kalian memisahkan diri dari kelompok Islam lainnya yang juga memiliki pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang berdasarkan dalil naqli yang disabdakan Rasulullah saw diatas ?

Kalian tuduh kelompok lain seperti Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, GAM, TNA, NII, LDII sebagai khawarij ?.

Apakah Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, GAM, TNA, NII, LDII pemuja Ali bin Abi Thalib ? sehingga oleh kalian dan kelompok kalian digolongkan kepada khawarij ?

Kemudian lagi kelompok kalian yang ada dibawah gerakan wahabi atau salafiyyah lainnya yang menamakan kelompoknya dengan Laskar Jihad (sudah dibubarkan), apakah kelompok ini menganggap dakhwah wahabiyah atau dakhwah salafiyyahnya paling lurus dan paling benar dibandingkan dengan kelompok Islam lainnya ?

Sebenarnya Mazda, kalau kalian mau saja mengakui bahwa gerakan dakhwah salafiyyah itu lahir dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, maka kalian tidak akan menghantam kesana menghantam kesini dengan berbagai macam tuduhan.

Tetapi karena kalian tetap tidak mau mengakui gerakan kalian adalah gerakan wahabiyyah dan dakhwah kalian adalah dakhwah salafiyyah yang dikembangkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, maka kalian itu makin terjerumus kedalam jurang perpecahan yang dalam.

Kalian dengan seenaknya menuduh kelompok lain mengkafirkan kelompok atau orang Islam lainnya. Padahal kalian, kelompok, dan ulama kalian telah mengkafirkan dengan terang-terangan, seperti yang dikatakan oleh Arif Rahman Webmaster Laskar Jihad Staf Divisi Penerangan FKAWJ sebelum Laskar Jihad dibubarkan, dimana Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah Jl. Kaliurang Km 15 Tromol pos 08, Pakem, Sleman, Yogyakarta 55582 - Indonesia Phone/Fax: +62-0274-895790, Jl. Cempaka Putih Tengah XXVIB No. 78 Jakarta 10510 - Indonesia Phone/Fax: +62-021-4246417 telah menulis yang ditujukan kepada Ahmad Sudirman yang isinya:

"Assalamu'alaikum. Menanggapi beberapa tulisan saudara mengenai Laskar Jihad di http://www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm http://www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm> tentang Laskar Jihad dengan judul [000416] Laskar Jihad bela Negara Islam bukan Negara Pancasila-sekular dan judul [010509] Sekularis Gus Dur jerat Laskar Jihad dengan hukum sekular. Kami menilai terjadi banyak kekeliruan dalam tulisan tersebut. Anda menilai Laskar Jihad tidak memiliki tujuan pendirian daulah Islamiyah...Perlu anda ketahui bahwa Gus Dur jelas-jelas telah kafir seperti yang difatwakan oleh Syaikh Rabi'i bin Hadi (Mekkah) dan Syaikh Muqbil bin Hadi' (Yemen) kedua-duanya adalah guru dari Ustadz Ja'far Umar Thalib. Bahkan ustadz Ja'far juga telah menyatakan Gus Dur kafir pada beberapa pernyataan di majalah Sabili, dll. Apakah mungkin Laskar Jihad ingin, membela pemerintahan Gus Dur yang jelas-jelas kafir?" (Arif Rahman, webmaster@laskarjihad.or.id , Fri, 20 Jul 2001 17:17:24 +0700)

Jadi Mazda, jangan kalian seenak sendiri menuduh kelompok lain, Ahmad Sudirman dengan mengatakan: "Lihat sekali lagi ucapan Ahmad Sudirman diatas dan bandingkan dengan pemahaman sesatnya mengenai takfir yang dia yakini, amat jauh sekali maka benarlah pepatah arab "banyak orang mengatakan laila milikku tetapi ketika laila ditanya apakah engkau miliki si fulan atau si alan jawabnya tidak."

Coba bandingkan oleh Mazda apa yang dikatakan oleh Ahmad Sudirman dengan Syeikh Rabi'i bin Hadi dari Mekkah dan Syeikh Muqbil bin Hadi' dari Yemen, juga yang dikatakan oleh Ustadz Ja'far Umar Thalib tentang Gus Dur. Dimana Ahmad Sudirman mengatakan: "menurut dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, termasuk Amien Rais, dan Susilo Bambang Yudhoyono adalah mereka yang membuat lembaga tandingan pembuat aturan, hukum, undang-undang, undang-undang dasar disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT, lalu mereka tidak menetapkan aturan, hukum, undang-undang, undang-undang dasar menurut aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT, maka mereka itu oleh Allah SWT divonis hukuman dengan sebutan kafir, zhalim, fasik. Dan yang menjatuhkan vonis hukuman dengan sebutan kafir, zhalim, fasik adalah Allah SWT.

Dimana terlihat jelas Ulama-ulama kalian dan pimpinan Laskar Jihad kalian dengan tegas dan nyata melalui fatwanya memasukkan Gus Dur sebagai seorang kafir. Ini adalah sudah melewati batas dan mendahului vonis dari Allah SWT.

Alasan apalagi yang bisa kalian Mazda dan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi pertahankan untuk terus-menerus membela pimpinan Negara kafir Pancasila ?.

Kalian Mazda dan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi adalah betul-betul munafik. Apalagi dengan menyebutkan dan memberikan gelar yang macam-macam kepada Ahmad Sudirman seperti apa yang dikatakan oleh Mazda: "Baiklah untuk hal ini setiap muslim yang bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang berjalan diatasnya pasti tertawa membaca tulisan jawaban Ahmad Sudirman diatas dan sekarang label baru sebagai pelengkap untuk Ahmad sudirman adalah "BAHLUL" jadi Ahmad sudirman punya title AB. AA. dan BH. AB (Ahlul Bid'ah), AA (Ahlul Ahwa') dan BH (Bahlul)."

Ketika Ahmad Sudirman menulis: "dalam mempelajari Al-Quran dan Al Hadits adalah mengikuti pada paham yang tumbuh pada masa periode sebelum Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab lahir dan muncul bersama hasil pemikirannya, yaitu pada paham manhaj yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw, dan diikuti oleh sahabat Abu Bakar Sidik, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Mu'az, Abdullah bin 'Umar, Abdullah bin 'Abbas, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Ma'ud, Abu Musa Al Asy'ari, Abu Darda, 'Ubbadah bin Shamit, 'Abdullah bin Amr bin 'Ash, sampai ke para mujtahid terbesar pada zamannya yakni Imam Abu Hanifah, Malik bin Anas Al Ashbahi, Muhammad bin Idri bin Syafi'i, dan Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal. Inilah jawaban Ahmad Sudirman, apakah ada kesamaan atau kemiripan dengan paham wahabi kalian ?" (Ahmad Sudirman, 4 September 2004)

Kemudian apa yang dijawab oleh Mazda: "Lihat sekali lagi ucapan Ahmad Sudirman diatas dan bandingkan dengan pemahaman sesatnya mengenai takfir yang dia yakini, amat jauh sekali maka benarlah pepatah arab "banyak orang mengatakan laila milikku tetapi ketika laila ditanya apakah engkau miliki si fulan atau si alan jawabnya tidak."

Nah sekarang, siapa yang sesat dan suka mengkafir-kafirkan orang Islam dan kelompok Islam lainnya dengan melalui fatwa, kalau bukan para syeikh dan pimpinan atau ustaz kaum wahabiyin dari Saudi yang menggembar-gemborkan dakhwah salafiyyahnya dan gerakan wahabiyyahnya, yang di Negara Pancasila diikuti oleh Mazda dan gengnya.

Jangan mimpi Mazda.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 5 Sep 2004 19:19:46 -0700 (PDT)
From: maz da mazda_ok@yahoo.com
Subject: AHMAD SUDIRMAN KELIHATAN KESESATANNYA MARI KITA SIMAK
To: ahmad@dataphone.se
Cc: rokh_mawan@yahoo.com

AHMAD SUDIRMAN KELIHATAN KESESATANNYA MARI KITA SIMAK

Inilah jawaban Ahmad Sudirman atas pertanyaan saya:

Coba saja perhatikan, baca, telaah, apakah ada istilah dakhwah model salafiyyah sebelum Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab lahir dan mengembangkan pemikiran tentang pelurusan dan pembaharuan tauhid ? Jawabannya yaitu jelas, tidak ada." (Ahmad Sudirman, 4 September 2004)

Baiklah untuk hal ini setiap muslim yang bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang berjalan diatasnya pasti tertawa membaca tulisan jawaban Ahmad Sudirman diatas dan sekarang label baru sebagai pelengkap untuk Ahmad sudirman adalah "BAHLUL" jadi Ahmad sudirman punya title AB. AA. dan BH. AB(Ahlul Bid'ah), AA(Ahlul Ahwa') dan BH (Bahlul).

Jelas Ahmad Sudirman itu bodoh dengan mengatakan bahwa model da'awah salafiyyah sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul wahab tidak ada, bodoh dan sekali lagi bodoh ahmad sudirman ini dia adalah contoh manusia yang tak memahami sejarah.

Siapa bilang salaf belum ada sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul wahab justru setiap anda membaca dan membantah tulisan saya anda selalu saja mengarahkannya kepada paham wahabi dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan penuh kebencian.

Padahal sebagaimana yang dipahami oleh Ahlussunnah atau Assalafiyah atau Salafy. Bahwa Da'wah Ahlus Sunnah adalah yang lurus sejarah telah mencatat bahwa Ahlus Sunnah muncul ketika timbulnya perpecahan dikalangan kaum muslimin yakni timbulnya para pemuja Ali bin Abi Thalib, dan munculnya penentang Ali yang kemudian disebut Khawarij maka para Shahabat untuk berselisih atas pemahaman sesat mereka dan menamakan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Jadi sekali lagi siapa yang ngerti sejarah wahai Ahmad sudirman aku atau engkau, saya nasehatkan kepadamu baca sekali lagi artikel yang saya pernah selipkan dalam email saya mengenai asal muasal Salaf dan pengertiannya.

Kemudian Ahmad Sudirman berkata selanjutnya:

"Jadi, saudara Mazda. Coba buka sedikit otak dan pikiran jangan terkurung oleh paham yang sempit yang membuat cakrawala pandang saudara terdindingi oleh rambu-rambu paham yang kalian anggap lebih baik dari pada yang lain. Sehingga hasil pemikiran orang lain, kalian anggap enteng dan anggap remeh." (Ahmad Sudirman, 4 September 2004)

Allahu Akbar...
Alhamdulillah Wahai Ahmad sudirman inilah jalan kami jalan para pendahulu kami (salaf) dari kalangan yang mulia yang generasi mereka tidak akan pernah ada yang menyamainya dan tidak akan muncul kembali generasi terbaik seperti mereka (yakni para Shahabat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam), kami meniti jalan mereka kami tidak mengikuti selain jalan ini Wallahi kami akan terus berbicara memperingatkan ummat dari bahaya pemikiran menyimpang dari ajaran yang mulia ini, sekali-kali kami tidak akan mundur dari yang ini, inilah jalan kami jalan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang Rasul-Nya telah bersabda: "Bahwa ummat Yahudi akan terpecah menjadi 71 golongan dan selamat adalah satu, sedang Ummat Nasrani akan terpecah menjadi 72 golongan dan yang selamat adalah satu, dan ummaku (Rasul Shalallahu 'Alaihi Wa Salam) terpecah menjadi 73 golongan dan yang selamat adalah satu golongan saja, yakni "Al Jama'ah"."

Dan kami pertegas lagi atas kebodohanmu bahwa kami tidak mengikuti si fulan atau si alan bukan pulan kami mengikuti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan membabi buta, bodoh bila itu ada pada kami. karena ulama kami bukan hanya beliau banyak ulama Ahlus Sunnah mulai para shahabat hingga orang-orang yang mengikuti mereka seperti imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hambal atau selain mereka sepeti Sufyan Atsauri, atau generasi setelah mereka seperti Ibnu Katsir, dan deretan ulama salaf lainnya seperti ulama yang ada di Abad ini yang sebagian mereka telah tiada seperti Syaikh bin Baz Rahimahullah, Syaikh Nasiruddin Al Albani, Syaikh Rabi' bin Hadi, Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan dsb, yang mereka selalu memperingatkan ummat dari bahaya penyimpangan terhadap dien yang mulia ini .

Kemudian Ahmad Sudirman melanjutkan kebodohannya:

"Sekarang apa yang ingin saya sampaikan disini adalah untuk menjawab pertanyaan Mazda tersebut diatas, maka Ahmad Sudirman menyatakan bahwa dalam "mempelajari Al-Quran dan Al Hadits" adalah mengikuti pada paham yang tumbuh pada masa periode sebelum Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab lahir dan muncul bersama hasil pemikirannya, yaitu pada paham manhaj yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw, dan diikuti oleh sahabat Abu Bakar Sidik, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Mu'az, Abdullah bin 'Umar, Abdullah bin 'Abbas, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Ma'ud, Abu Musa Al Asy'ari, Abu Darda, 'Ubbadah bin Shamit, 'Abdullah bin Amr bin 'Ash, sampai ke para mujtahid terbesar pada zamannya yakni Imam Abu Hanifah, Malik bin Anas Al Ashbahi, Muhammad bin Idri bin Syafi'i, dan Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal. Inilah jawaban Ahmad Sudirman, apakah ada kesamaan atau kemiripan dengan paham wahabi kalian ?" (Ahmad Sudirman, 4 September 2004)

Lihat wahai ummat saksikan jawaban Ahmad Sudirman ini Lihatlah dia mengatakan seperti ucapan diatas, lihat dengan jeli dia mengatakan:

"maka Ahmad Sudirman menyatakan bahwa dalam "mempelajari Al-Quran dan Al Hadits" adalah mengikuti pada paham yang tumbuh pada masa periode sebelum Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab lahir dan muncul bersama hasil pemikirannya, yaitu pada paham manhaj yang dicontohkan
langsung oleh Rasulullah saw, dan diikuti oleh sahabat Abu Bakar Sidik, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Mu'az, Abdullah bin 'Umar, Abdullah bin 'Abbas, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Ma'ud, Abu Musa Al Asy'ari, Abu Darda, 'Ubbadah bin Shamit, 'Abdullah bin Amr bin 'Ash, sampai ke para mujtahid terbesar pada zamannya yakni Imam Abu Hanifah, Malik
bin Anas Al Ashbahi, Muhammad bin Idri bin Syafi'i, dan Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal."

Lihat sekali lagi ucapan Ahmad Sudirman diatas dan bandingkan dengan pemahaman sesatnya mengenai takfir yang dia yakini, amat jauh sekali maka benarlah pepatah arab "banyak orang mengatakan laila milikku tetapi ketika laila ditanya apakah engkau miliki si fulan atau si alan jawabnya tidak.

Wallahu A'lam bishawab.

Mazda

mazda_ok@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------