Stockholm, 6 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

JOKO RIYANTO ITU PERSATUAN BISA DICAPAI BILA MEMAHAMI ADA KESAMAAN AQIDAH & TAUHID
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS JOKO RIYANTO ITU PERSATUAN BISA DICAPAI BILA MEMAHAMI ADA KESAMAAN AQIDAH & TAUHID DIANTARA KELOMPOK DAN GOLONGAN UMAT ISLAM

"Saya pun tidak habis pikir dengan Pemerintahan yang membunuhi Anggota GAM atau orang aceh yg diduga Anggota GAM. Apakah dengan cara kekerasan TNI akan memecahkan masalah ? menurut saya tidak. Seharusnya TNI segera mencabut atau menarik diri semua pasukannya dari aceh tanpa terkecuali. Kemudian tunggu sampai beberapa saat apakah dengan cara begitu tambah aman atau tambah parah ?. Kalau dengan cara itu memang memberikan keamana bagi orang aceh maka langkah selanjutnya adalah memulihkan stabitas ekonomi." (Joko Riyanto , mas_rey_2004@yahoo.com , Sun, 5 Sep 2004 22:08:08 -0700 (PDT))

Terimakasih saudara Joko Riyanto di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Selamat bertemu di mimbar bebas ini.
Membaca pendahuluan dari apa yang saudara Joko sampaikan di mimbar bebas ini terbaca bahwa saudara Joko Riyanto adalah teman se kantor saudara Rokhmawan di sebuah yayasan pendidikan Islam di Solo.

Memang dunia ini sudah sedemikian sempit. Saudara Joko di Solo, Ahmad Sudirman di Stockholm. Kemudian di mimbar bebas ini bisa kita saling tukar pikiran dan saling bertanya.

Setelah saya membaca isi email saudara Joko yang cukup panjang ini, disini Ahmad Sudirman mengambil garis kesimpulan yakni bagaimana menyatukan umat Islam, yang telah terbagi kedalam berbagai kelompok yang masing-masingnya membawakan pandangan, pikiran, dasar perjuangan masing-masing, walaupun mereka semuanya tetap berpijak pada dasar dalil aqli dan dalil naqli, yakni berdasarkan kepada Al-Qur'a, dan As-Sunnah dan kepada pemikiran para sahabat, para ulama pengikut sahabat, dan para ulama pengikut ulama pengikut para sahabat. Dimana kadang-kadang diantara kelompok satu dengan lainnya saling menyalahkan dan saling menganggap kelompoknya yang benar. Adapun dengan konflik Acheh GAM, mana yang lebih di utamakan Keamanan atau Kemerdekaan.

Dari kesimpulan yang bisa Ahmad Sudirman ambil ini, Insya Allah akan diusahakan untuk memberikan sedikit jawaban dan penjelasannya.

Menyinggung adanya perbedaan dan adanya kelompok dalam masyarakat Islam memang ini telah terjadi sejak meninggalnya Rasulullah saw dan setelah berakhirnya ke-Khalifahan Khulafaur Rasyidin. Kemudian berpindahnya kekuasaan dunia Islam ke tangan umat Islam di Syam atau Syria di bawah Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Yang sebelumnya diawali dengan tibulnya sikap tidak setuju dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan Gubenur daerah wilayah Syam atau Syria atas pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah. Dimana akhirnya timbul perang antara Khalifah Ali bin Abi Thalib melawan Mu'awiyah bin Abi Sufyan Gubenur daerah wilayah Syam atau Syria.

Khalifah Ali bin Abi Thalib dibunuh ketika sedang melakukan shalat Subuh oleh Abdurrahman bin Muljim salah seorang bekas pasukan Ali bin Abi Thalib yang membelot menjadi musuh Khalifah Ali bin Abi Thalib. Karena perjanjian gencatan senjata pada perang shiffin yang dilakukan antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan pihak Mu'awiyah bin Abi Sufyan yang hasil perjanjian tersebut tidak disetujui oleh sebagian pasukan Ali bin Abi Thalib ini.

Setelah Khalifah Ali bin Abi Thalib terbunuh jabatan Khalifah digantikan oleh putranya Hasan melalui pemilihan wakil-wakil rakyat. Tetapi kekuasaan Hasan bin Ali hanya berlangsung 6 bulan saja kemudian diserahkan ke tangan Mu'awiyah bin Abi Sufyan.

Lalu kaum Muslimin yang ada di Madinah tidak puas dengan sikap Hasan bin Ali, lalu mengharapkan agar Husein bin Ali yang menjadi Khalifah. Tetapi ternyata pihak Mu'awiyah bin Abi Sufyan dari Syam menghendaki agar putranya Yazid diangkat menjadi Khalifah.

Yang paling keras menolak pengangkatan Yazid sebagai Khalifah adalah dari pihak Husein bin Ali, Abdullah bin Zubeir, Abdullah bin Umar, dan Siti Aisyah.

Sikap Husein yang menentang pengangkatan Yazid sebagai Khalifah ini telah melahirkan perang antara Husein bersama pasukannya melawan pasukan Yazid di Karbala dekat Kuffah. Dimana pasukan Yazid bisa menghancurkan pasukan Husein bin Ali dan Husein bin Ali sendiri terbunuh secara amat kejam dan menyayat hati.

Terbunuhnya Hussein bin Ali merupakan peristiwa ketiga pembunuhan setelah pembunuhan pertama terhadap Khalifah Ustman yang dilakukan oleh pengkhianat Abu Lu'luah, lalu pembunuhan kedua terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib, dalam sejarah umat Islam yang melahirkan pecahnya kekuatan kaum muslimin yang telah dibangun oleh Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar bin Khattab.

Dari peristiwa pembunuhan pertama terhadap Khalifah Ustman, pembunuhan kedua terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib dan pembunuhan ketiga terhadap Husein bin Ali adalah merupakan sumber perpecahan umat Islam yang terasa sampai saat sekarang ini.

Sekarang menyinggung masalah adanya pertentangan antara kelompok-kelompok Islam ini, sebenarnya bukan ditimbulkan dasarnya seperti yang terjadi pada masa Khalifah Ustman, Khalifah Ali bin Abi Thalib, dan masa Husein bin Ali, melainkan lebih menjurus kepada adanya sikap dan anggapan pada hasil pemahaman dan pemikirannya sendiri atau kelompoknya sendiri yang lebih baik dan lebih benar dibanding dengan kelompok yang ada diluarnya.

Sebenarnya kalau digali makin kedalam tidak ada dasar perbedaan aqidah dan tauhid antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Al Wasliyah, Al Irsyad, Sarikat Islam, Jamiyatul Khair, Persatuan Islam, Majelis Islam Ala Indonesia, Al-Ittihadiah, Wahabi atau Salafi, Hizbullah, Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia), Darul Islam, LDDI, Jamaah Tabligh, Majelis Mujahidin Indonesia.

Yang berbeda adalah hanya menyangkut masalah cara atau metode atau manhaj yang dipakai.

Kalau kaum Wahabi atau Salafi lahir dengan menekankan kepada metode dakhwah yang mengarah kepada permurnian dan pembaharuan tauhid. Muhammadiyah lahir hampir banyak dipengaruhi oleh gerakan wahabiyah atau salafiyyah dengan pembaharuan tauhid melalui pembersihan dari khurafat, syirik dan bid'ah. Dan bergerak dalam bidang pendidikan.

Nahdlatul Ulama merupakan pembangkitan ulama dan juga Al Wasliyah yang banyak mengikuti jalur Ahlu Sunnah tetapi tidak seradikal seperti kelompok Wahabi dan kelompok Muhammadiyah. Dan bergerak dalam bidang politik dan pendidikan.

Begitu juga Persatuan Islam yang kebanyakan anggotanya adalah kaum muhajirin dari Yaman yang berasal dari kaum Quraisy yang hijrah dari Madinah ke Yaman atau Hadhramaut lalu masuk ke Jawa dan Sumatera. Bergerak dalam bidang politik dan pendidikan.

Sarikat Islam, Majelis Islam Ala Indonesia, Masyumi, Hizbullah, Darul Islam , LDDI, Majelis Mujahidin Indonesia dasar pemahaman mereka semuanya adalah dasar Ahlu Sunnah wal Jamaah. Dan mengarah gerakannya kepada gerakan politik, pemerintahan, dan kenegaraan.

Jamaah Tabligh yang didirikan oleh Syeikh Muhammad Ilyas Kandahlawi (1303 M-1364 M), yang dilahirkan di Kandahlah, sebuah desa di Saharnapur, India. Yang asas dakhwahnya dibagi kedalam 6 bagian yakni kalimah agung (syahadat), menegakkan shalat, ilmu dan dzikir, memuliakan setiap Muslim, ikhlas, berjuang fisabilillah (keluar/khuruj).

Jadi sebenarnya tidak ada dasar pemahaman aqidah dan tauhid yang berbeda antara kelompok-kelompok Islam tersebut diatas.

Kalau hanya sekedar adanya perbedaan politik dan adanya sedikit pemahaman yang tidak begitu mendasar, sebenarnya adalah suatu kekeliruan kalau sampai harus mengatakan kelompok lain adalah kelompok yang tidak mengikuti Sunnah, selalu melakukan bid'ah, syirik, dsb.

Karena itulah ketika Wahabiyin Rokhmawan melambungkan pertama kalinya terhadap NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir, Abdullah Sungkar sebagai golongan khawarij. Jelas pihak NII, GAM, TNA tampil dengan senjatanya pula, yaitu balik membalas dengan mengatakan khawarij kepada pihak Wahabiyin atau Salafiyyin ini.

Tetapi dengan cara itu tidak menyelesaikan persoalan. Karena terbukti sebenarnya pemahaman antara kaum wahabiyin atau salafiyyin dengan kelompok NII, GAM, TNA adalah sama mengikuti paham manhaj Rasulullah saw yang diikuti oleh para Khulafaur Rasyidin, para tabi'in, dan para tabi' tabi'in.

Kemudian kalau mereka mau bersatu sebenarnya bisa dijalankan dan dilaksanakan. Caranya duduk bersama-sama menghadapi meja bundar. Artinya tidak ada yang duduk didepan dan tidak ada yang duduk dibelakang. Semuanya duduk sama segaris dan bisa saling melihat kesebalah kiri, kesebelah kanan atau kedepan.

Kemudian kalau juga ada kelompok lain yang memiliki cara dan metode melalui perjuangan politik di negara sekular dengan sistem trias politika, seperti ikut dalam pemilu untuk bisa masuk kedalam lembaga legislatif dan bisa menjadi anggota eksekutif. Itu semua diserahkan kepada mereka. Hanya tentu saja, kalau ada yang memberikan kritik bahwa ikut terlibat dalam sistem thaghut di Negara sekular melalui pemilu adalah tidak dicontohkan Rasulullah saw, maka jangan menjadi sumber timbulnya perpecahan.

Begitu juga kelompok atau golongan yang melakukan kritik terhadap kelompok atau golongan Islam yang ikut terlibat dalam sistem trias politika ini jangan pula menganggap bahwa kelompok atau golongan Islam yang ikut sistem trias politika tersebut tidak mengikuti paham Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

Kemudian, kalau ada kelompok atau golongan yang mengatakan pada orang atau kelompok atau golongan Islam bahwa mereka telah melakukan pembuatan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT, lalu tidak menetapkan aturan, hukum, undang-undang tidak berdasarkan aturan, hukum yang diturunkan Allah SWT, kemudian mereka dicap kafir, zhalim, fasik oleh Allah SWT. Janganlah mereka tersinggung dan merasa terpukul. Melainkan berikan dasar argumentasi secara aqli dan naqli, atau secara daruri dan nadhari.

Selanjutnya masalah GAM. Sebenarnya kebanyakan tidak mengetahui dasar yang menjadi akar utama konflik Acheh ini. Sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai anggapan tuduhan. Ada yang menuduh khawarij. Ada yang menuduh pemberontak, Ada yang menuduh teroris. Ada yang menuduh separatis.

Hal ini disebabkan karena memang mereka tidak paham dan tidak mengerti akar utama penyebab timbulnya konflik.

Sebagaimana yang telah Ahmad Sudirman berulangkali ungkapkan di mimbar bebas ini secara panjang lebar, bahwa akar utama penyebab timbulnya konflik adalah karena Soekarno sebagai Presiden RIS yang menelan dan menjajah Negeri Acheh sejak 14 Agustus 1950 dan dilanjutkan sampai detik sekarang ini.

Masalahnya adalah masalah penjajahan. Bukan masalah ketidak adilan sosial. Bukan masalah ekonomi. Bukan masalah pembagian hasil. Bukan masalah tidak merataannya pembangunan.

Selama pihak RI dan rakyat di RI tidak mengakui dan tidak mahu memahami bahwa konflik Acheh adalah konflik yang disebabkan oleh pihak RIS dan RI yang menjajah Negeri Acheh.

Kemudian cara penyelesaian yang dikemukakan oleh saudara Joko Riyanto: "TNI segera mencabut atau menarik diri semua pasukannya dari aceh tanpa terkecuali. Kemudian tunggu sampai beberapa saat apakah dengan cara begitu tambah aman atau tambah parah ?. Kalau dengan cara itu memang memberikan keamana bagi orang aceh maka langkah selanjutnya adalah memulihkan stabitas ekonomi."

Kemudian perlu ditekankan lagi, cabut semua keputusan-keputusan Prsiden yang menyangkut Acheh seperti Keppres No.43/2003 dan Keppres No.43/2004. Berikan kebebasan bagi seluruh rakyat Acheh untuk menyuarakan isi hatinya. Apakah mereka ingin tetap bersama RI atau tidak. Jadi kalau ada para mahasiswa yang menyuarakan referendum, jangan dilarangnya. Biarkan mereka mengemukakan pendapatnya. Begitu juga para tahanan GAM dibebaskan segera.

Coba tunggu apa hasilnya yang terjadi. Apakah makin banyak rakyat yang meminta referendum atau tidak.

Nah, kalau banyak rakyat, mahasiswa, ulama, cendekiawan di Acheh menuntut referendum, maka pihak RI jangan menghalang-halangi keinginan rakyat Acheh. Kalau memang pihak RI ingin dengan jujur menyelesaikan konflik Acheh secara aman dan damai tanpa memerlukan kekerasan senjata.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 5 Sep 2004 22:08:08 -0700 (PDT)
From: joko riyanto <mas_rey_2004@yahoo.com>
Subject: Ikut Nimbrung Sebentar Nech....
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com, seuramoe_aceh@yahoo.com.uk, narastati@yahoo.com, netty_suwarto@hotmail.com, me_yuni@yahoo.com, dhienpayabujok@yahoo.com, djuli@pc.jaring.my

Assalaamu'alaikum

Sebelumnya saya mohon maaf terlebih dahulu kalau nanti ada kata-kata yg kurang berkenan. Saya temannya pak Rokhmawan tetapi bukan teman se Manhaj melainkan hanyalah teman se kantor. Beliau kerja di Bag.Lab.Komputer dan saya dibagian TU ( Tata Usaha ) di sebuah yayasan pendidikan islam di Solo.

Jikalau ada waktu senggang ataulah tak ada kerjaan di kantor, biasa saya mampir ke ruangannya pak Rokhmawan dan sambil buka situs-situs islami. Sudah 2 minggu ini saya mengikuti perdebatan antara pak Ahmad dengan pak Rokhmawan dan yang lainnya. Sebenarnya saya juga keberatan dengan keputusan pak Rokhmawan untuk segera mengakhirinya tetapi inipun hak beliau. Kemudian saya minta diajarin mbuat email add..ya so pastilah saya ingin berkirim email lewat mimbar bebas ini.

Perlu anda semua ketahui kalau saya tidak berada di pihak pak Rokhmawan ataupun pak Ahmad, jika dibanding beliau berdua maka saya termasuk orang yang awam tetapi saya ingin tahu islam baik itu lewat kajian islam maupun lewat acces internet. Saya sering juga ikut kajian liqo' atau tarbiyah yaitu kajian yang diselenggarakan Ikhwanul Muslimin, sering juga mengikuti jama'ah tabligh, sekali dua kali mengikuti kajian salaf dll.

Jadi kalau pak Rokhmawan bilang saya ini gado-gado ngajinya tetapi bagi saya tidak masalah yg penting sama-sama islamnya dan kira ada yg baik saya ambil kalau ada yg jelek yaa saya buang. Misal Ikhwanul Muslimin bergerak di bidang politik salah satunya dengan demo atau pemilu, naah untuk hal ini saya tidak ambil itu bagian karena memang pada dasarnya tidak sesuai dengan hati nurani atau bahkan islamlah. Mungkin hanya itu sekilas latar belakang saya.

Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dan perlu di bahas oleh pak Ahmad, begini pak saya bingung mengapa setiap manhaj, aliran ataupun firkoh itu kok saling menghujat dan merasa paling benar sendiri. Dan yg paling kebanyakan menghujat adalah Salafy tentunya itu ada kaidah-kaidahnya atau dasar-dasarnya tidak asal-asalan.

Nah bagi pihak yg dihujatpun tidak terima kemudian balik menghujat ke Salafy contohnya Ikhwanul Muslimin lewat ulamanya DR.Yusuf Qardawy yang balik menghujat Salafy.

Begitu pula dengan perdebatan antar pak Ahmad dengan beliau dimana beliau juga menghujat NII, GAM/TNA, kemudian pak Ahmad balik menghujatnya.

Sudah menjadi kebiasaan yg dihujat akan balas menghujat. Begitu pula dengan Muhammadiyah dan NU mereka saling perang urat syaraf.

Sebagai orang awam, saya bingung ini kok umat islam saling menang-menagan sendiri malahan kelihatan ada pertikaian sengit diantara yg dihujat dan yg menghujat. Apa tidak pernah terpikirkan bagaimana seandainya umat selain islam melihat kepada kita, apa mereka tidak malah bersorak sorai ? Dapat saya pastikan inilah yg dinanti-natikan oleh non islam yaitu perang urat syaraf sesama umat muslim sendiri dan berakhir dengan bunuh membunuh.

Saudara-saudaraku lihatlah persatuan di kalangan umat kristiani ataupun katolik mereka hidup begitu rukun bahkan saling tolong menolong. Apa memang Rosululloh menganjurkan diantara umat islam saling menghujat ? kan tidak to. Maka dari itu bersatulah wahai kaum muslimin di manapun berada.

Sedikit kita kembali kepada masalah hujat menghujat, dimana yg dihujat pasti akan balik menghujat. Tetapi ada suatu jama'ah yang anti menghujat tetapi sering di hujat oleh hampir semua kalangan umat islam baik dari Salafy, Ikhwanul Muslimin, NII lebih-lebih oleh orang islam KTP (Islam-islaman). Dialah Jama'ah Tabligh yang sayapun juga berusaha ambil segi positifnya. Jamaah Tabligh bukan sebuah Manhaj atau firkoh dll.

Tetapi Jamaah Tabligh adalah gerakan dakwah pembaharu yang anti menghujat. Nama inipun bukan nama aslinya karena memang mereka (Ulama Jamaah Tabligh) tidak pernah menamai dengan sebutan seperti di atas. Nama itu hanyalah diberikan oleh orang-orang di luar Jamaah Tabligh, mengapa orang-orang tersebut menamainya sebagai Jamaah Tablihg ? Dikarenakan mereka menyampaikan ajaran-ajaran islam. Ada juga yang menamakan Jamaah Silaturohim, karena orang-orang tersebut (karkun) sering bersilaturohim. Bahkan bagi orang-orang pedesaan akan menamakannya sebagai Jamaah Kompor ini dikarenakan setiap pindah dari masjid satu ke masjid yg laninnya selalu membawa kompor sebagai peralatan untuk memasak. Dan masih banyak lagi sebutan untuknya seperti Jaulah (bahasa urdu yg artinya keliling) dll.

Ada pertanyaan untuk pak Ahmad atau siapa saja yang bersedia menjawab bagaimana cara menyatukan umat islam ini ?.

Apa dengan mengikuti kata pak Ahmad ? maka itu bisa tercapai apabila kondisi iman umat islam sama seperti bapak ahmad yaitu berkeinginan untuk menegakkan negara islam. Apa dengan mengikuti Salaf ? saya kira juga tidak, karena hampir semua umat muslim di dunia ini dalam kondisi lemah iman, lemah ilmu.

Untuk anda pikirkan, misal saja ada orang islam awam atau sering berbuat kejahatan atau kemaksyiatan tiba-tiba di datangi oleh orang-orang semacam pak Ahmad atau katakanlah Ustazd NII yang mereka menerangkan bahwa hukum Islam harus di tegakkan di bumi ini.

Sudah barang pasti orang tersebut akan segera mengira apa itu hukum islam, karena orang tersebut merupakan orang bodoh atau sering berbuat kemaksyiata dll, maka akan menjawab wah..berarti hukum islam itu hukum rajam, potong tangan dll..saya tidak setuju ayoo kita demo saja !.

Kemudian misal orang kedatangan orang-orang Salaf ..bisa juga mereka akan lari karena dalam Salaf jelas ilmu sangat diutamakan...orang tersebutpun bisa beralasan, boro-boro mencari ilmu agama, mencari nasipun sulit setengah mati jeeh, saya tidak setuju. Repot kan pak Ahmad ?.

Akan tetapi disaat banyak orang yg tidak mau kembali kepada islam masih ada juga yg mencoba membimbingnya dialah Jamaah Tabligh...jangan sepelekan jamaah yg satu ini...dunia telah berkata (membuktikan) banyak ahli masksyiat, jauh dari masjid atau bahkan orang non islampun yg tertarik dengan Jamaah Tabligh dan akhirnya mereka bergabung bersama-sama untuk memperbaiki imannya. Untuk yang satu ini saya acungkan jempol untuk Jamaah Tabligh yang bisa menghantarkan saudara-saudara kita kembali kepada petunjuk Alloh, dari semulanya mereka termasuk ahli maksyiat dll.

Sekali lagi menurut pak ahmad bagaimana langkah menyatukan umat islam ?.

Masih ada yang perlu saya tanyakan kepada bapak, begini sesuai latar belakang di atas maka sayapun berusaha menggali islam seluas-luas tak terkecuali dari pak Ahmad tetapi yang saya herankan bapak Ahmad kok kayaknya prinsipnya sama seperti Salaf yaitu merasa paling kaffah, paling benar dll sehingga balik menggunjing Salafy dimana saya paling tidak suka dengan model-model Ikhwan Salafy yaitu sering menggunjing orang islam atau jamah-jamaah islam yg diluarnya dan dilakukan didepan umum.

Oleh karena saya ingin tahu islam yg sesungguhnya maka saya sering mampir ke ruangannya pak Rokhmawan dan sekedar mencari tambahan ilmu darinya begitu pula saya sering cari info lewat situs islami seperti Situs Salafy, Situs Jamaah Tabligh, Situs PKS dll.

Namun saya heran sekali ketika saya tidak berhasil menemukan situs NII. Menurut pengetahuan minim saya NII itu Negara Islam Indonesia yang proklamatornya adalah Kartosuwiryo. Yang menjadi pertanyaan adalah adakah semacam kajian di dalam NII ?. Di daerah Solo, Sukoharjo memang ada orang-orang NII tetapi tingkah lakunya aneh sekali, mereka sangat tertutup dengan orang islam di luar NII kecuali untuk masalah hablum minannaas. Setelah saya membaca sedikit uraian dari pak ahmad mengenai NII Kartosuwiryo maka saya bisa menyimpulkan NII di daerah saya bukanlah NII Kartosuwiryo. Jadi bagaimana agar bisa mengetahui ajaran-ajaran NII Kartosuwiryo atau buku-buku islam yg diterbitkannya ?.

Kemudian untuk soal GAM, menurut saya mereka adalah suatu gerakan politik yang menginginkan merdeka. Saya sudah buka-buka itu situs GAM tetapi isinya hanya menyangkut kekerasan politik saja. Yang menjadi pertanyaan bagaimanakah caranya orang-orang GAM menuntut ilmu agama ? apakah sudah mempunyai jama'ah tersendiri seperti misal Ikhwanul muslimin.

Sebenarnya saya heran sekali dengan GAM karena hampir semua firkoh tidak ada yg setuju dengannya hanya sebagian yang pro dengannya seperti NII.

Saya pernah menanyakan kepada pak Rokhmawan dan beliaupun mengatakan GAM adalah Khowarij. Kemudian saya menyakan kepada para ikhwa di Ikhwanul Muslimin, merekapun menjawab GAM adalah pemberontak, begitu pula apabila ditanyakan ke NU, Muhammadiyyah.

Namun ketika saya menyakan kepada orang-orang yg berkecimpung dalam Jamaah Tabligh, merekapun menjawab GAM adalah saudara se iman kita di Aceh yang merasa terjajah, terdzolimi (ketidak adilan) oleh Indonesia dan ini dikarenakan GAM tersebut keyakinan kepada Alloh belum sempurna makanya mereka minta lepas/bebas dari Indonesia.

Dari pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan kepada firkoh-firkoh tersebut maka jawaban yang lebih sedikit baik adalah jawaban terakhir. Seandainya mereka GAM benar-benar yakin kepada Alloh SWT atas rezki yang diberikan-Nya kepada GAM tersebut tentulah mereka tidak akan menumpahkan darah umat islam. Bagaimana dengan pendapat bapak tentang GAM ?.

Saya pun tidak habis pikir dengan Pemerintahan yang membunuhi Anggota GAM atau orang aceh yg diduga Anggota GAM. Apakah dengan cara kekerasan TNI akan memecahkan masalah ? menurut saya tidak. Seharusnya TNI segera mencabut atau menarik diri semua pasukannya dari aceh tanpa terkecuali. Kemudian tunggu sampai beberapa saat apakah dengan cara begitu tambah aman atau tambah parah ?. Kalau dengan cara itu memang memberikan keamana bagi orang aceh maka langkah selanjutnya adalah memulihkan stabitas ekonomi.

Untuk GAM maka apabila kondisi demikian di atas memberikan keamanan bagi rakyat aceh maka janganlah anda mencari masalah (misal saja membuat aparat TNI agar mendatangi Aceh lagi). Bisa saja ketika semua pasukan TNI di tarik dari Aceh maka itu GAM membuat ulah agar TNI berdatangan lagi dan kacaulah keadaan. Apabila memang GAM menginginkan kemerdekaan maka saran saya tempuhlah dengan cara damai yaitu dengan perundingan (Ikuti saja itu kemauaan Indonesia). Menyerah bukan berarti kalah, menyerah bisa berarti menang dan bisa dijadikan lankah untuk memulihkan keamanan di aceh. Apabila GAM tetap saja tidak mau mengalah maka jelas itu Aceh tetap dalam keadaan mencekam. Sedangkan untuk Indonesia sulit bagi dirinya untuk mengakui kalau Aceh itu milik rakyat aceh. Saya bisa memastikan kalau Indonesia tidak akan pernah melepaskan Aceh. Apabila kedua belah pihak sama-sama mempertahankan ke-egoannya maka dapat dipastikan dan bisa anda lihat sendiri berapa ribu nyawa yang berguguran di Aceh.

Mana yang lebih di utamakan Keamanan ataun Kemerdekaan ?. Kalau orang-orang GAM akan mengatakan yang di utamakan adalah Kemerdekaan, kalau memang benar maka itu Aceh tidak akan Merdeka dan tidak akan Aman.

Kalau menurut saya maka yang diutamakan terlebih dahulu adalah Keamanan, nah agar aman bagaimana ? yaa untuk sementara waktu ikuti saja kemauan Indonesia tapi bukan berarti menyerah, perjuangan masih panjang.

Wassalam

Joko Riyanto

mas_rey_2004@yahoo.com
Solo, Jawa Tengah, Indonesia
----------