Stockholm, 6 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN YANG PERTAMA MENEMBAKKAN SALTO KHAWARIJNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KRONOLOGIS WAHABIYIN ROKHMAWAN MENEMBAKKAN SENJATA KHAWARIJNYA KEPADA KELOMPOK DILUAR WAHABIYIN ATAU SALAFIYYIN

"Sebenarnya awalnya diskusi ini sangat baik dan sopan tapi karena diawali dengan dijulukinya Indonesia sebagai kafir lebih-lebih menyebut nama Soekarno, Megawati, Amien Rais, Habibie, Gus Dur sebagai kafir. Dan yang menyakitkan lagi dikatakan Gus Dur dengan kata si buta dari gua hantu oleh kelompok kalian, maka sejak saat itulah diskusi ini menjadi ajang saling mengumpat dan saling mencaci-maki. Harus kalian akui bahwa dasar atau awalnya memang dari sana. Lantas tanpa sadar kelompok kalian, Ahmad Sudirman, Ham Am, lebih-lebih M Al Qubra dan Omar Puteh malah menuduh kami, Rokhmawan, Mazda sebagai biang keroknya. Coba kalian renungkan lagi dan baca lagi awal dari diskusi ini, maka senantiasa kelompok kalianlah yang memulai. Tapi memang dasarnya kalian itu munafik, maka kalian tidak mau mengakui itu semua." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Fri, 3 Sep 2004 14:51:20 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro saya ungkapkan disini sedikit kronologis awal timbul serangan Wahabiyin Rokhmawan dengan senjata khawarijnya kepada kelompok diluar gerakan wahabiyyah dan gerakan dakhwah salafiyyahnya.

Dimulai Wahabiyin menulis dengan sopan santun kepada Ahmad Sudirman yang disampaikan pada hari Selasa, 15 Juni 2004 dengan bunyi:

"Terimakasih atas jawaban dari bapak dan semuanya sudah jelas bagi saya tetapi bukan berarti saya membenarkan apa yang telah bapak tuliskan tadi. Saya harus banyak mengkaji itu shiroh nabawiyah salah satunya insayaalloh saya akan bertanya kepada ulama dari Manhaj Salafus Shahih dll, tentunya mengenai apa yg telah bapak tulis barusan. Dan insyaalloh setelah itu saya akan konsultasikan lagi ke bapak ahmad." (Rokhmawan, Tue, 15 Jun 2004 22:02:45 -0700 (PDT))

Ternyata 8 hari kemudian, hari Rabu, 23 Juni 2003 langsung Wahabiyin melambungkan aba-aba peringatan senjata khawarijnya dengan melalui pertanyaan:

"Pak Ahmad anda pasti tahu apa dan siapa kaum khawarij itu ? Menurut jumhur ulama' kaum khawarij yaitu orang-orang yang memberontak kepada pemerintahan yang syah dimana di dalamnya (pemerintah dan warganya) mayoritas umat islam. Sedangkan menurut Sahabat Rosul, kaum khawarij yaitu orang-orang yang tidak setuju dengan pemerintahan Ali dan mengadakan pemberontakan terhadap Ali." (Rokhmawan, Wed, 23 Jun 2004 22:59:13 -0700 (PDT) )

Lalu muncul saudara Husaini Daud dengan argumentasinya pada hari Jumat, 25 Juni 2004 yang berbunyi:

"Kalau Ahmad Sudirman menyatakan negara Hindunesia adalah negara kafir, orang orang Hindunesia macam cacing kepanasan, mereka tidak memahami bahwa di dunia ini hanya ada dua System, yaitu System Thaghut dan System Allah (Daulah Thaghut dan Daulah Allah). Negara manapun yang tidak memperlakukan Hukum Allah tergolong kedalam System Thaghut. Secara filosofis, siapapun yang bersatu dalam System tersebut, kecuali "Taqiyah" adalah kafir disisi Allah, kendatipun mereka mengaku diri sebagai orang Islam, (Q.S,2:6-7). Shalat, puasa, zakat naik Haji dan latin-lain sebagainya tak ada arti sama sekali kalau Aqidah nya tidak betul, kalau pedoman hidupnya bukan Al-Qur-an, kalau tidak mendambakan agar berlakunya hukum Allah dipermukaan bumi Allah ini. Makanya betapapun jelasnya penjelasan yang dikemukakan Ahmad Sudirman, Ahmad Latif, Omar Puteh, Yusra Habib, Nurdin AR dan lainya, namun orang-orang Hindunesia tetap membantahnya, sebab ditinjau dari kacamata Syar-iy, mereka termasuk orang-orang Munafik "(Q.S,2:8-20 dan Q.S,29:2-5) Orang-orang Islam yang tidak benar 'aqidahnya (Idiologinya) sesungguhnya mereka bukan orang Islam, mereka adalah "buih-buih dilautan" bakkata Rasul. Mereka adalah orang-orang Islam Palsu, kata Ali Syariati, Architect Refolusi Islam Iran. Mereka tunduk Patuh kepada atasannya bukan kepada Allah. Jangankan kepada atasan, kepada ibu dan ayah pun, orang Islam sejati dilarang tunduk patuh, andaikata bertentangan dengan perintah Allah (Q.S,29:8). Bagaimana mungkin mereka dikatakan Islam, sementara mereka tidak mengingini berlakunya Hukum Allah di negaranya. (Husaini Daud, 25 Juni 2004)

Kemudian muncul tangkisan dari Wahabiyin Rokhmawan yang ditulis pada Hari Minggu, 27 Juni 2004 dengan bunyi tangkisan terhadap saudara Husaini Daud:

"Bapak Hasan Daud cs yang kami homati, sebenarnya saya ingin langsung meluruskan argumen anda yang salah kaprah bin amburadul bin ngawur dan salah besara mengenai komentar anda yg di beri judul oleh Pak Ahmad Sudirman "Jawaban Husain Daud Kepada Rokhmawan" ketika saya membaca komentar anda yang salah kaprah bin Amburadul. Bapak Husaini menuliskan "Kafir, dhalim dan fasiq adalah tidak termasuk dalam golongan Islam (Mu`min)" Bapak juga menuliskan "Kembali ke persoalan kamu, kemanakah hendak kumu masukkan orang-orang fasiq dan orang-orang Dhalim? Pada hari Qiamah, Allah membagi manusa hanya dalam 2 golongan saja yaitu golongan yang Hitam muram wajahnya dan golongan yang putih berseri-seri (Q.S,3:106-107)".
Dengan kemampuan saya atas hidayah Alloh SWT yg diberikan, akan saya luruskan pemahaman bapak yang salah kaprah, pak kalau orang kafir tidak mungkin di golongkan sebagai orang mukmin ( ini memang benar ). Tetapi bapak menulis orang yg dlolim, fasiq tdk termasuk dlm golongan islam/mukmin, ini namanya salah kaprah pak. Ini dasarnya apa ? dalilnya mana ? kemudian kalau bapak hanya berdasarkan dalil Q.S 3: 106-107, maka bapak salah kaprah lagi. Baiklah akan saya luruskan pemahaman bapak yang (anak kecil menganggap pemahaman bpk bnr) salah kaprah bin amburadul. Saya akan menjawabnya : Pak anak SD pun sudah tahu apa itu yg di namakan orang dlolim, orang fasik dan munafik, kalau bapak pelajari itu ilmu fikih maka akan di temukan bahwa mereka adalah orang Islam juga seperti kita ( sholat, puasa, dll ) tapi tentu derajatnya berbeda ( bapak pernah mengenyam bangku SD khan ), mereka itu termasuk orang-orang yang bermaksyiat kpd Alloh SWT. Sedangkan orang yang tidak bermaksyiat kpd Alloh tidak bisa langsung di golongkan sebagai orang mukmin. Bapak sebaiknya sebelum memberi komentar dg dalil yg salah kaprah mendingan pelajari dulu itu yang di namakan " derajat keimanan kepada Alloh SWT". Insyaalloh akan saya bahas secara ringkas. Derajat keimanan seseorang kepada Alloh ada 4 macam yaitu Muslim, Mukmin, Muttaqin, Mukhsin ( muhklish). Tentunya bapak tahu tho artinya. Naaah setelah bapak tahu maka orang yang sudah islam ( muslim ) maka tidak bisa langsung di katakana sbg orang yg ber iman ( mukmin ), begitu pula orang mukmin belum tentu orang yg muttaqin dst. Bapak sudah jelas belum ( kalau belum ada yg jelas saya persilakan bpk utk bertanya ). Bapak nggak usah malu untuk mengatakan bahwasanya bapak memang kurang bisa memahami ilmu agama islam apalagi tafsir al-qur'an yg shahih!"(Rokhmawan, Sun, 27 Jun 2004 23:44:16 -0700 (PDT)

Tidak hanya sampai disini saja, tetapi Wahabiyin Rokhmawan terus melambungkan lagi tanggapannya untuk saudara Husaini Daud pada hari Rabu, 30 Juni 2004 dengan bunyi:

"Kemudian bapa Husaini mengatakan : "Sedangkan hadist banyak sekali yang palsu. Kendatipun ditulis sebagai hadist shahih, namun belum tentu tidak palsu, palsu tidaknya tergantung sesuaikah menurut Wahyu atau tidak, yang jelas Wahyulah ukurannya". Kelihatan bapak ini (ma'af ) tidak menguasai ilmu hadits yang shahih. Memang banyak hadits yang palsu, dloif, hasan, shoheh dll. Naaah kalau bapak Husaini Daud belum faham hadits yang shoheh atau hadits palsu maka alangkah baiknya bapak belajar dulu ilmu hadits (jangan hanya taklid kpd hasan tiro dll). Saya tujukan kepada Pak Huseini Daud, kalau kita mengkafirkan negara karena negara tsb tidak berhukum dengan Al-qur'an dan Al-hadits, saya setuju. Tetapi kita tidak boleh langsung mengkafirkan orang Islam yang hanya karena mereka berhukum dg pancasila (saya heran kok ada-adanya orang kayak Pak Husaini ). Kalau orang yang beragama non islam maka tidak ada masalah. Apa pernah Rosululloh SAW mengkafir-kafirkan orang Islam ? kalau memang pernah, inikan Rosululloh di mana beliau seorang yg maksum dan setiap beliau berkata atas petunjuk Alloh. Orang-orang seperti Bapak Husaini Daud, kader NII Adah Djaelani dll dengan mudahnya mereka mengkafir-kafirkan saudaranya yang muslim hanya karena tidak sesuai dengan poendapatnya. Naaah inilah salah satu cirri dari Kaum Khowarij yaitu mudah mengkafirkan saudaranya yg Islam hanya karena tidak sesuai dengan pendapatnya. Sekali lagi pak saya tidak seperti yang bapak sangka. Walaupun saya orang jawa tulen tetapi Manhaj yg saya ikuti tidak seperti orang-orang NKRI."
(rokhmawan, Tue, 29 Jun 2004 23:36:01 -0700 (PDT)

Selanjutnya Wahabiyin Rokhmawan pada hari yang sama yaitu Rabu, 30 Juni 2004 melambungkan tangkisannya terhadap Ahmad Sudirman dengan bunyi tangkisan:

"Terimakasih atas jawaban bapak, menurut pemahaman/manhaj yg saya ikuti terutama dalam menafsirkan surat Al-maidah ayat 44,45 dan 47, akan saya sampaikan setelah ini. Untuk menafsirkan ayat al-qur'an menurut pemahaman/manhaj saya maka kadang ada ayat satu dengan ayat lain yang saling berhubungan/menguatkan seperti yg bapak katakan, tetapi ada juga ayat yang satu dengan ayat yang lain saling melemahkan (maksud saya ada hukum yang di hapus dengan hukum baru ), ada juga ayat yang berdiri sendiri tetapi berhubungan dengan hadits yang shohih
Kemudian apa yang di firmankan Alloh dalam surat Al-maidah 44,45,47 ini tidak bisa langsung di jadikan satu kendati masih berurutan, untuk mentafsirkannya maka di butuhkan hadits yg shohih yang berhubungan dan menjelaskan ayat tersebut. Setelah saya kaji (pada waktu dulu) ternyata tidak mudah untuk menggolongkan mereka (fasyik, dlolim ) ke dalam kafir. (Rokhmawan, Wed, 30 Jun 2004 19:12:56 -0700 (PDT))

Dan pada hari berikutnya, hari Kamis, 1 Juli 2004, Wahabiyin Rokhmawan langsung menembakkan senjata khawarijnya dengan bunyi tembakan:

"Bapak Ahmad Sudirman CS Segera Beristighfarlah.

Terimakasih atas komentar bapak, (maaf) beginilah kalau kita mau berdiskusi kepada orang tergesa-gesa dalam menafsirkan orang. Dan lucunya Pak Ahmad selalu berkutat (berputar) kepada Surat Al-Maidah ayat 44,45,47. Baiklah untuk sementara kita tinggalkan dulu yang di atas tapi bukan berarti saya menyerah karena kemanapun bapak ingin mempertahankan pendapat bapak maka akan saya luruskan dengan pemahaman Manhaj Shalafus Sahih dll. Pak kemaren saya sudah mengatakan kepada bapak Husaini Daud yang intinya salah satu cirri dari kaum khowarij adalah mudah mengkafirkan saudaranya yg islam hanya karena tidak sesuai dengan pendapatnya (bukankan ini sama persis dengan Bapak Husaini Daud cs dan NII sekarang). Kaum khowarij tidak hanya terjadi pada masa pemerintahan Ali Bin Abi Tholib dst tetapi khowarij yang terbesar adalah yang terjadi pada zaman Rosululloh SAW. Saya akan menguraikan panjang lebar berdasarkan sejarah Rosululloh SAW tetapi untuk sementara sampai disini dulu karena saya akan jum'atan. Untuk sdri Tati cs sabar dulu suatu saat saya akan menulis siapa itu Hasan Tiro yg banyak orang GAM/TNA mengidentikkan dengan perjuangan Rosululloh SAW. Tentunya di pandang dari shiroh nabawiyah. (Rokhmawan, Thu, 1 Jul 2004 20:28:15 -0700 (PDT)

Lalu puncaknya pada hari yang sama Kamis, 1 Juli 2004, Wahabiyin Rokhmawan langsung menembakkan senjata khawarijnya ke arah Teungku Hasan Muhammad di Tiro, GAM, TNA, DI/TII/NII, Jamaah Islam, LDII, Hijrah wa Takwir, Hizbut Tahrir dengan dengan bunyi tembakannya:

"Menurut Manhaj Shalafush Shahih golongan, kelompok maupun harakoh yang dapat di golongkan sebagai kaum khowarij antara lain : NII, LDII, Hizbut Tahir, Gam/TNA termasuk antek-anteknya Hasan Tiro dll. Oleh karena itu para pemuda harus tahu patokan-patokan dalam beramar ma`ruf dan nahi mungkar. Apakah perbuatan yang dia lakukan itu bermanfaat atau tidak, apakah tindakannya itu membuahkan hasil yang baik atau bahkan menjerumuskan dirinya dalam kesesatan/kebid'ahan. Harakah-harakah, yayasan-yayasan, organisasi-organsasi, dan kelompok-kelompok yang berpemahaman seperti pemahaman Khawarij ini tumbuh subur. Kita dapat melihat dengan kaca mata ilmu bahwa beberapa kelompok yang ada sekarang ini seperti: NII, Harakah Hijrah wat Takwirnya DR. Umar Abdurrhaman, DI/TII/NII, Islam Jama`ah, atau Darul Hadits atau Lemkari atau LDII atau entah apalagi namanya yang akan diberikan kalau kebusukannya terungkap. Yang penting bagi kita untuk mengetahui sejauh manapemahaman mereka itu. Bahwasanya jangan mudah menggolongkan orang islam yang bermaksyiat kepada Alloh SWT adalah termasuk orang kafir. Justru inilah salah satu cirri dari kaum khowarij sedangkan kalau kita melihat Anggota GAM/TNA termasuk Hasan Tiro dll maka mereka bisa di katakana kaum khowarij dan jangan mentang-mentang yang akan di perjuangkan GAM/TNA adalah demi tegakknya syariat islam, kita lihat saja sejarah khowarij pada Pemerintahan Ali Bin Abi Tholib di mana mereka (kaum khowarij juga ingin menegakkan Syariat islam). (Rokhmawan, Thu, 1 Jul 2004 23:34:04 -0700 (PDT) )

Jadi Sumitro, memang itu Wahabiyin Rokhmawan dari sejak awal sudah mulai melambungkan peringatan dengan senjata khawarijnya. Dan memang terbukti, akhirnya diledakkannya itu bom khawarijnya untuk menghancurkan kelompok yang ada diluar kelompok Wahabi atau Salafi-nya.

Tetapi celakanya justru setelah dipelajari secara medalam ternyata gerakan wahabiyah dan dakhwah salafiyyahnya juga termasuk golongan khawarij. Karena bersekongkol dengan Amir Muhammad bin Saud dan keturunan ikut bersekutu dengan Pemerintah Kerajaan kafir Inggris menghancurkan Dinasti Islam Usmaniyah guna membangun kerajaan Saudi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>,
KOMPAS <kompas@kompas.com> Cc: acheh_karbala@yahoo.no, rokh_mawan@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
Subject: Awal hancurnya diskusi ini karena ahmad CS menyatakan pemimpin2 megawati, gus-dur, amien rais dll sebagai kafir
Date: Mon, 6 Sep 2004 09:25:39 +0700

Singkat saja saya komentari. Sebenarnya awalnya diskusi ini sangat baik dan sopan tapi karena diawali dengan dijulukinya Indonesia sebagai kafir lebih-lebih menyebut nama Soekarno, Megawati, Amien Rais, Habibie, Gus Dur sebagai kafir. Dan yang menyakitkan lagi dikatakan Gus Dur dengan kata si buta dari gua hantu oleh kelompok kalian, maka sejak saat itulah diskusi ini menjadi ajang saling mengumpat dan saling mencaci-maki.

Harus kalian akui bahwa dasar atau awalnya memang dari sana. Lantas tanpa sadar kelompok kalian, Ahmad Sudirman, Ham Am, lebih-lebih M Al Qubra dan Omar Puteh malah menuduh kami, Rokhmawan, Mazda sebagai biang keroknya. Coba kalian renungkan lagi dan baca lagi awal dari diskusi ini, maka senantiasa kelompok kalianlah yang memulai. Tapi memang dasarnya kalian itu munafik, maka kalian tidak mau mengakui itu semua.

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------