Stockholm, 7 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WASPADA ITU TAHUN 1920 DIADAKAN KONFERENSI SAN REMO BUKAN KONFERENSI ISLAM DI MEKKAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU PADA TAHUN 1920 DIADAKAN KONFERENSI SAN REMO DI ITALIA YANG DILAKSANAKAN OLEH LIGA BANGSA BANGSA BUKAN KONFERENSI ISLAM DI MEKKAH

"Ana pengen bertanya kepada akhi, tentang suatu isu yang ada ana dengar katanya: "Sebelum Turki Utsmani runtuh (1924), ada suatu konferensi besar (1920) yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam seluruh dunia. Dan kabarnya lagi Indonesia diwakili oleh H. Umar Said. Tjokroaminoto." Apa hal ini benar adanya? Jika ia, dimana kutipan ini tertulis. Ada satu lagi pertanyaan ana: Apakah benar bahwa H. Umar Said Tjokroaminoto mempunyai 3 orang murid pilihan (Soekarno, Semaun, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo)." (Pejuang Akhir, pejuang_akhir_zaman@yahoo.co.uk , Tue, 31 Aug 2004 06:28:45 +0100 (BST))

Terimakasih saudara Waspada di California, USA. Mohon maaf kalau saya menyebutkan salah tempat tinggal saudara sekarang.

Sebenarnya Kongres Islam di Mekkah diadakan setelah Dinasti Islam Usmaniyah runtuh. Bukan tahun 1920 sebelum Dinasti Islam Usmaniyah runtuh. Melainkan pada tanggal 1 Juni 1926 ada pemberitahuan dari Raja Ibnu Saud mengenai Kongres Islam sedunia untuk membicarakan pemerintahan di Madinah dan Mekkah di Mekkah. Komite Kongres al-Islam yang didirikan berdasarkan keputusan Kongres al-Islam ke-2 di Garut, dalam Kongres al-Islam ke-5, memutuskan akan mengirim H. Oemar Said Tjokroaminoto dari Central Syarikat Islam dan K.H. Mas Mansur dari Muhammadiyah sebagai utusan Kongres al-Islam sedunia di Mekkah.

Sedangkan konferensi yang diadakan pada tahun 1920 adalah konferensi besar yang dihadiri oleh seluruh anggota Negara-Negara di Dunia setelah perang Dunia I yang diselenggarakan oleh Liga Bangsa Bangsa pada tahun 1920 menjelang kejatuhan Dinasti Islam Usmaniyah adalah Konferensi San Remo di Italia. Karena Indonesia masih dalam embrio tidak ada wakilnya dalam Liga Bangsa Bangsa.

Pada waktu Dinasti Usmani yang dipimpin oleh Mehmed Vahdettin atau Mehmed Vahideddin yang bergelar Sultan Mehmed VI (14 Januari 1861 - 16 Mei 1926) yang merupakan Sultan terakhir dari Dinasti Islam Usmani memegang kekuasaan dari 1918 - 1922, Konferensi San Remo dilaksanakan.

Sewaktu Perang Dunia I pasukan Inggris menduduki Baghdad dan Jerusalem, dimana wilayah kekuasaan Dinasti Usmaniyah telah dibagi-bagikan diantara Negara-Negara Eropa yang ikut berperang dalam Konferensi San Remo di Italia.

Konferensi San Remo yang berlangsung dari tanggal 19 sampai 26 April 1920 yang dilaksanakan oleh Liga Bangsa-Bangsa untuk membuat mandat guna mengatur dan mengurus Negara-Negara Arab bekas Negara-Negara yang berada dibawah kekuasaan Dinasti Usmaniyah. Dimana dalam Konferensi San Remo itu Inggris menerima mandat untuk mengatur Palestina termasuk Jordania dan Irak. Sedangkan Perancis menerima mandat untuk mengatur dan mengontrol Syria termasuk Libanon.

Konferensi San Remo ini membenarkan hasil Perjanjian Inggris Perancis yang dinamakan Perpanjian Sykes-Picot 16 Mei 1916 untuk membagi-bagi daerah-daerah, dan membenarkan Deklarasi Balfour 2 November 1917 yang memberikan kekuasaan kepada Pemerintah Inggris untuk membangun negeri Yahudi di Palestina tanpa mempedulikan hak milik teritorial bangsa Arab yang mayoritas. Keputusan Konferensi San Remo ini disahkan oleh Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 24 Juli 1922.

Dimana anggota Liga Bangsa-Bangsa adala Argentina, Australia, Belgia, Bolivia, Brazilia, Canada, Chile, China, Colombia, Cuba, Czechoslovakia, Denmark, El Salvador, Peramcis, Yunani, Guatemala, Haiti, Honduras, India, Italia, Jepang, Liberia, Belanda, New Zealand, Nicaragua, Norwegia, Panama, Paraguay, Persia, Peru, Polandia, Portugal, Romania, Siam, Spanyol, Swedia, Switzerland, Union of South Africa, Inggris, Uruguay, Venezuela, Yugoslavia, Albania, Austria, Bulgaria, Costa Rica, Finlandia, Luxembourg.

Pada tanggal 10 Agustus 1920, utusan Sultan Mehmed VI menandatangani Perjanjian Sevres (Treaty of Sevres) yang isinya mengakui mandat, membebaskan kontrol atas wilayah daerah Anatoli dan Izmir, dan mengakui Hijaz sebagai Negeri yang bebas.

Dengan ditandatanganinya Perjanjian Sevres (Treaty of Sevres) oleh Sultan Mehmed VI, ternyata membangkitkan kemarahan kaum nasionalis Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal, yang selanjutnya Pemerintahan baru yang disebut Majelis Nasional Turki (the Turkish Grand National Assembly) dibentuk pada bulan April 1920 di Ankara. Dan pada tanggal 23 April 1920 Sultan Mehmed VI dinonaktifkan, dan Undang Undang Dasar Sementara dibentuk.

Pada tanggal 1 November 1922 Dinasti Islam Usmaniyah dinyatakan hilang, dan Mehmed Vahideddin meninggalkan Konstantinopel dengan kapal perang Inggris menuju tempat pengasingan di Riviera, Italia pada 17 November 1922. Mehmed Vahideddin bekas Sultan Mehmed VI meninggal di San Remo, Italia pada 16 Mei 1926.

Pada tanggal 19 November 1922 Putra Mahkota dan sekaligus saudara sepupu paling besar dari Mehmed Vahideddin diangkat sebagai Khalifah dan menjadi Kepala Negara dinasti baru dengan gelar Abdul Majid II.

Kemudian pertanyaan saudara Waspada: "apakah benar bahwa HOS Tjokroaminoto mempunyai 3 orang murid pilihan (Soekarno, Semaun, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo) ?.

Sebenarnya yang dimaksud murid adalah karena Semaun pernah aktif dalam Syarikat Islam. Begitu juga SM Kartoseowirjo. Sedangkan Soekarno tidak aktif dalam Syarikat Islam, melainkan Ia dititipkan pada HOS Tjokroaminoto, ketika pada tahun 1916, Soekarno belajar HBS (Hogere Burger School) di Surabaya. Kepada HOS Tjokroaminoto Soekarno belajar seni pidato dan retorika.

Dibawah ini sedikit mengenai sepak terjang HOS Tjokroaminoto, Semaun, SM Kartosoewirjo, dan Soekarno.

Haji Oemar Said Tjokroaminoto pada tanggal 11 Juni 1912 masuk Syarikat Islam bersama Hasan Ali Surati. Dimana Haji Oemar Said Tjokroaminoto duduk sebagai pemimpin Syarikat Islam. Haji Oemar Said Tjokroaminoto adalah salah seorang pendiri Syarikat Islam. Dimana Semaun adalah salah seorang yang aktif dalam Syarikat Islam. Sebelum diadakannya Kongres SI kedua 20-27 Oktober 1917, di Jakarta muncul aliran revolusioner Sosialistis yang diwakili oleh Semaun, yang pada waktu itu menjadi ketua SI lokal Semarang. Pada tanggal April 1918 SI Afdelling B yang mendapat pengaruh Komunis terdapat di Priangan (Garut). Sebagai penyalur aspirasi dan wadah kepercayaan lokal, Afdeling B bertujuan menjalankan ketentuan agama Islam secara murni.

Kongres Syarikat Islam Nasional yang ketiga dilangsungkan di Surabaya 29 September - 6 Oktober 1918. Dimana pengaruh Semaun makin menjalar ke tubuh SI. Pada 23 Mei 1920 sayap kiri partai Syarikat Islam di bawah pimpinan Semaun membentuk Perserikatan Komunis Hindia sebagai pengganti ISDV, yang merupakan cikal-bakal PKI. Dalam kongres Syarikat Islam kelima di Yogyakarta 2-6 Maret 1921 Semaun melancarkan kritik terhadap kebijaksanaan Syarikat Islam pusat, sehingga timbul perpecahan. Di satu pihak aliran yang mendambakan aliran ekonomi dogmatis diwakili oleh Semaun, dan aliran Nasional keagamaan diwakili oleh HOS Tjokroaminoto.

Kongres SI ke-enam diadakan di Surabaya 6-11 Oktober 1921. Disetujui adanya disiplin partai. HOS Tjokroaminoto tidak bisa datang , karena dalam tahanan dituduh dengan tuduhan sumpah palsu dalam perkara Afdeling B itu. Partai Syarikat Islam memberlakukan peraturan partai baru, yang tidak membolehkan adanya keanggotaan yang ganda. Akibatnya terjadilah perpecahan dalam Syarikat Islam. Akibatnya Semaun, Tan Malaka dan kawan-kawannya dikeluarkan dari Syarikat Islam.

Dalam Kongres PKI di Semarang 24-25 Desember 1921 mereka mengakui pemimpin-pemimpin Sovyet yang besar Lenin dan Trotsky sebagai pahlawan-pahlawannya. Kongres di pimpin oleh Tan Malaka, karena ketuanya Semaun dan wakil ketua Darsono sudah berangkat ke Sovjet bulan Oktober 1921 untuk merapatkan hubungan dengan Moskow. Dalam kongres ini di ambil keputusan menyusun cabang-cabang Syarikat Islam yang ke luar dari CSI dalam satu CSI Merah guna menandingi CSI Putih dari HOS Tjokroaminoto.

Pada tahun 1923 S.M. Kartoseowirjo masuk gerakan pemuda Jong Java di Surabaya, dan tidak lama setelah itu menjadi ketua cabang Jong Java di Surabaya. Pada Januari 1925 Berdirinya Jong Islamieten Bond. S.M. Kartoseowirjo terjun ke dalam politik ketika memasuki perhimpunan Jong Java di Jakarta, dimana ia pernah menjadi ketuanya. Ketika anggota-anggota Jong Java yang lebih mengutamakan ke-Islam-annya keluar dari Jong Java dan mendirikan Jong Islamieten Bond pada tahun 1925. Kartoseowirjo pindah organisasi ini, dan tidak lama kemudian menjadi ketua cabang Jong Islamieten Bond di Surabaya. Semenjak tahun 1927, S.M. Kartosuwiryo masuk ke dalam Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Dalam PSII ia secara mendapat pendidikan dari H. Oemar Said Tjokroaminoto. Ia menjadi sekretaris pribadi dari H. Oemar Said Tjokroaminoto sampai tahun 1929. Pada tahun 1931 S.M. Kartosuwiryo terpilih menjadi Sekretaris Umum PSII.

Pada 1914, Soekarno mulai masuk ke ELS (Europe Lagere School). Ia belajar beberapa bahasa asing. Tahun 1916, Soekarno belajar HBS (Hogere Burger School) di Surabaya. Ia dititipkan pada HOS Tjokroaminoto. Dari HOS Tjokroaminoto, Soekarno belajar seni pidato dan retorika. 4 Juli 1927 Sukarno dan Algemeene Studie Clubnya memprakarsai pembentukan partai Perserikatan Nasional Indonesia, dengan Sukarno sebagai ketuanya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 31 Aug 2004 06:28:45 +0100 (BST)
From: pejuang akhir <pejuang_akhir_zaman@yahoo.co.uk>
Subject: Konfrensi sebelum Keruntuhan turki utsmani
To: ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum.w.w.

Semga Allah SWT memberikan kelapangan bagi sdr.
Sebelumnya terimakasih atas kesediaan akhi unutk membaca email ana. Ana pengen bertanya kepada akhi, tentang suatu isu yang ada ana dengar katanya: "Sebelum Turki Utsmani runtuh (1924), ada suatu konferensi besar (1920) yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam seluruh dunia. Dan kabarnya lagi Indonesia diwakili oleh HOS. Cokroaminoto." Apa hal ini benar adanya? Jika ia, dimana kutipan ini tertulis.

Ada satu lagi pertanyaan ana: Apakah benar bahwa HOS Cokroaminoto mempunyai 3 orang murid pilihan (Soekarno, Semaun, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo).

Termakasih atas tanggapan yang akan sdr berikan.

Wassalamualaikum.

Waspada

pejuang_akhir_zaman@yahoo.co.uk
California, USA
----------