Stockholm, 8 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO HIDUP DALAM BATOK KELAPA TIDAK TAHU ACHEH DIJAJAH RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU SUMITRO HIDUP DALAM BATOK KELAPA SEHINGGA ACHEH YANG DIJAJAH RI TIDAK DIKENALNYA

"Bukan hanya Indonesia bung, tapi seluruh Dunia. Kenapa hanya Indonesia yang menjadi pembicaraan utama masalah penerapan Hukum Allah.? Kenapa negara2 lain kok tidak ada yang mempersoalkannya (yang ada cuman kecil suaranya). Apakah ini bagian dari strategi dunia barat terutama Amerika dan Australia mengobok-obok dan memecah belah Indonesia ? kenapa Malaysia dan dunia arab yang nyata2 tidak berdasarkan Hukum Allah sebagai landasan hukumnya tidak bergejolak seperti halnya Indonesia? Yach, sampai sekarang akupun masih mencari-cari tapi sebaiknya kita yang Islam harus berhati-hati karena Amerika dan Autralia sangat TIDAK nyaman kalau Indonesia menjadi negara yang kuat dalam nasionalismenya dan ekonominya lebih-lebih mereka as dan australia sangat tidak nyaman kalau Islam menjadi kuat. Kadang2 umat Islam sendiri terutama para ulama tidak sadar akan hal itu yang ada mereka seringkalai ditipu dan dibohongi bahwa Islam sekarang ini sedang di adu domba." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Tue, 7 Sep 2004 08:02:20 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Kelihatan memang itu Sumitro hidup didalam batok kelapa. Mengapa ?

Coba saja baca apa yang telah diungkapkannya dengan bunyi: "Bukan hanya Indonesia bung, tapi seluruh Dunia. Kenapa hanya Indonesia yang menjadi pembicaraan utama masalah penerapan Hukum Allah.? Kenapa negara2 lain kok tidak ada yang mempersoalkannya (yang ada cuman kecil suaranya)."

Sumitro, itu telah dan sedang terjadi umat Islam kembali menegakkan aturan, hukum yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasululullah saw. Tetapi karena kalian Sumitro memang hidup didalam batok kelapa, mana tahu apa yang terjadi di dunia luar sana. Paling kalian hanya dijejali cerita model Soekarno dan para penerusnya termasuk cerita Susilo Bambang Yudhoyono.

Coba baca, palajari, telaah, analisa sedikit lebih mendalam, bukan hanya cerita model pancasila saja yang kalian baca dan dalami, apa itu yang terjadi di Negara Aljazair dengan Islamic Salvation Front (FIS)-nya yang siap menghadapi kelompok sekular dengan dasar dan sumber hukum negaranya yang sekular dalam National Liberation Front (FLN) yang mendominasi dan menguasai Aljazair sejak merdeka 5 Juli 1962 dari penjajah Perancis.

Lalu lihat, baca, palajari, telaah, analisa apa yang terjadi di Mesir yang telah dijajah Inggris hasil belahan dari Dinasti Islam Usmaniyah yang dipecahkan oleh Inggris dan sekutunya dan melepaskan diri dari Inggris 28 Februari 1922. Dimana itu telah bangkit umat Islam Mesir yang dimulai oleh Sayid Qutb, diteruskan oleh Hasan Al Banna (1906 - 1949) dengan Ikhwanul Muslimin-nya yang dibangun sejak 1928.

Kemudian lihat, baca, palajari, telaah, analisa apa yang terjadi di Sudan dengan National Islamic Front (NIF)-nya. Mereka telah berusaha kembali kepada apa yang telah digariskan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw dalam membangun Negara berdasarkan Daulah Islamiyah pertama Rasulullah saw di Yatsrib yang diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin.

Seterusnya lihat, baca, palajari, telaah, analisa apa yang terjadi di Saudi yang Raja-Rajanya sudah bertekuk lutut pada George W. Bush Senior dan Yunior. Dimana umat Islam di Saudi yang sebagian adalah keturunan Quraisy yang hijrah ke Yaman dulu telah beraksi dan menyadari bahwa apa yang terjadi di Saudi sekarang adalah sudah tidak lagi mencontoh apa yang telah digariskan dan dicontohkan Rasulullah saw.

Begitu juga lihat, baca, palajari, telaah, analisa apa yang terjadi di Pakistan yang memisahkan dan merdeka dari Penjajah Inggris 14 Agustus 1947 telah menjadikan Islam sebagai dasar hukum Negara, walapun General Pervez Musharraf sejak 12 Oktober 1999 mengambil alih kekuasaan. Tetapi dasar hukum Islam masih tetap diakui dan berlaku di Pakistan.

Tidak lupa lihat, baca, palajari, telaah, analisa apa yang terjadi di Malaysia yang dibangun 31 Agustus 1957 melalui bentuk Federasi bebas dari Inggris, walapun Islam bukan sebagai dasar negara, tetapi Islam satu-satunya agama yang diakui dan resmi menjadi Agama Negara. Masih lumayan lebih baik dibanding dengan RI yang dibangun oleh Soekarno dengan PNI sekularnya yang diikuti sampai sekarang, termasuk oleh saudara Sumitro.

Sumitro, itulah apa yang telah dan sedang terjadi diluar lingkungan daerah batok kelapa kalian itu. Celakanya kalian salahkan dan tuduhkan kepada negara lain yang ingin mengadu domba.

Inilah jalan pikiran yang picik dan sangat sempit. Presiden RIS Soekarno yang menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh, lalu rakyat Acheh bangun menuntut penentuan nasib sendiri dan menuntut kembali Negeri Acheh yang telah diduduki dan dijajah RI, kemudian oleh Sumitro dikatakan dengan adanya pihak asing mengadu domba di RI.

Sumitro, coba buka pikiran dan baca kembali itu apa yang telah terjadi dan telah dilakukan oleh para pendiri RI itu. Jangan hanya menelan begitu saja cerita sejarah yang disajikan oleh Soekarno dan para penerusnya.

Sumitro konflik Acheh, Papua, Maluku Selatan, itu bukan adanya usaha asing untuk mengadu domba dan memecahkan, melainkan karena akibat ulah Soekarno cs yang menduduki dan menjajah Negeri Acheh, daerah Maluku Selatan, dan merampas Negeri rakyat Papua. Itu daerah wilayah Papua, bukan milik Soekarno, bukan milik RI, tetapi milik rakyat Papua dari sejak nenek moyang mereka hidup di Papua.

Kita ini, Sumitro harus jujur. Kalau itu Soekarno melakukan kejahatan dengan cara merampok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh, itu harus diakui dengan jujur. Jangan terus ditutup-tutupi. Karena kalau terus saja ditutup-tutupi mengenai penjajahan yang dilakukan RI terhadap Negeri Acheh, maka itu konflik Acheh tidak akan bisa diselesaikan.

Jadi Sumitro, jangan mengalihkan persoalan kepada yang lain dengan mengatakan: "Yach, sampai sekarang akupun masih mencari-cari tapi sebaiknya kita yang Islam harus berhati-hati karena Amerika dan Autralia sangat tidak nyaman kalau Indonesia menjadi negara yang kuat dalam nasionalismenya dan ekonominya lebih-lebih mereka AS dan Australia sangat tidak nyaman kalau Islam menjadi kuat."

Dengan kalian Sumitro mengalihkan dan merobah persoalan kepada Amerika dan Australia, justru menunjukkan bahwa kalian itu memang budek. Masa kasus Negeri Acheh yang dijajah oleh RI dialihkan dan dibelokkan kepada pihak AS dan Australia. Jangan bodoh, Sumitro kalau mau menyelesaikan konflik Acheh ini. Justru Pemerintah kalian yang budek, yang terus ditarik hidungnya oleh George W. Bush, baik dalam hal ekonomi maupun dalam hal militer.

Sumitro, bangun dari mimpi !

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: nacara2004@yahoo.com, at_taqwa@telkom.net, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: HAM AM: MENENTANG ATAU MENDUKUNG SAMA SAJA BAK MAKAN BUAH SIMALAKAMA
Date: Wed, 8 Sep 2004 08:02:51 +0700

Bukan hanya Indonesia bung, tapi seluruh Dunia. Kenapa hanya Indonesia yang menjadi pembicaraan utama masalah penerapan Hukum Allah.? Kenapa negara2 lain kok tidak ada yang mempersoalkannya (yang ada cuman kecil suaranya). Apakah ini bagian dari strategi dunia barat terutama Amerika dan Australia mengobok-obok dan memecah belah Indonesia ? kenapa Malaysia dan dunia arab yang nyata2 tidak berdasarkan Hukum Allah sebagai landasan hukumnya tidak bergejolak seperti halnya Indonesia?

Yach, sampai sekarang akupun masih mencari-cari tapi sebaiknya kita yang Islam harus berhati-hati karena Amerika dan Autralia sangat TIDAK nyaman kalau Indonesia menjadi negara yang kuat dalam nasionalismenya dan ekonominya lebih-lebih mereka as dan australia sangat tidak nyaman kalau Islam menjadi kuat. Kadang2 umat Islam sendiri terutama para ulama tidak sadar akan hal itu yang ada mereka seringkalai ditipu dan dibohongi bahwa Islam sekarang ini sedang di adu domba.

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------