Surabaya, 8 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU HUKUM ISLAM EKSEKUSINYA JELAS TIDAK BERTELE-TELE
Black Aswad
Surabaya - INDONESIA.

 

JANGAN PERNAH BERBURUK SANGKA DENGAN KETETAPAN ALLAH SWT

"Saya sangat pesimis dengan penerapan hukum Islam di Indonesia dan di dunia ini karena banyak faktor yang menjadi kendalanya dan terus terang saja Hukum Islam adalah hal yang mustahil diterapkan di Indonesia karena Indonesia adalah negara yang pluralis, dan yang bisa dilakukan adalah hukum dunia ( KUHP/KUHAP) nya banyak2in diadopsi hukum islam. Hukum Islam itu tidak segampang yang kita bayangkan karena penerapan dan pelaksanaanya amat sulit" (Sumitro mitro@kpei.co.id ,Tue, 7 Sep 2004 08:02:20 +0700)

Untuk Tuan Sumitro.

Perlu diingat bahwa suatu hukum memiliki fungsi untuk mengontrol masyarakat dengan seadil-adilnya. Dan bila anda mengaku muslim, harusnya anda yakin tentang keadilan dari Allah SWT.

Kalau anda melihat dari sisi penegakannya yang mustahil (menurut yang anda pelajari) dengan alasan pluralisme etc, itu sudah cukup membuktikan sejauh mana ketauhidan anda.

Hukum tidak menjamin manusia akan hidup dalam keadilan 100%, karena hukum didunia bisa menjadi lemah jika tidak didukung oleh saksi hidup (manusia, laki-laki, islam dan berakal); itu benar sekali.

Tapi lihat sekarang dengan hukum taghut (berlandaskan UUD 45 dan Pancasila), apakah anda bisa mengatakan bahwa sudah memberikan keadilan yang lebih baik dari hukum islam yang dituntut?

Bandingkan hukuman bagi pembunuh hakim agung dengan pembunuh direktur Asaba (tidak perlu saya jelaskan); bandingkan hukuman bagi preman pembunuh dengan koruptor di DPR (bukankah lebih menyengsarakan koruptor itu dari pada preman tadi bagi masyarakat umum).

Saya tidak pernah mendalami ilmu hukum yang berlaku di Indonesia, tapi cukup dengn melihat proses yang bertele-tele dengan hak naik bandingnya sampai tersangka raib entah kemana itu sudah bisa saya simpulkan betapa lemahnya dan tidak adilnya hukum ini.

Hanya orang-orang kecil yang akan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku tapi orang gedean bisa santai ama hukum Mas; dengan selah yang ada bisa diputar balikkan hukum itu.

Tapi tidak dengan hukum islam, walau ada kelemahan (seperti yang diterangkan diatas), tapi eksekusinya jelas, tidak bertele-tele. Kalau sudah diputuskan, langsung dieksekusi, mau itu putusan dirajam, disalib, potong tangan, dsb.

Mungkin hal ini bisa anda renungkan kembali, dan ingat jangan pernah berburuk sangka dengan ketetapan Allah SWT !

Wassalam

Black Aswad

ba_99@plasa.com
Surabaya, Indonesia
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>,
Cc: nacara2004@yahoo.com, at_taqwa@telkom.net, ahmad@dataphone.se
Subject: Hukum Islam
Date: Wed, 8 Sep 2004 11:43:09 +0700

Assalamu'alaikum War. Wab.

Sebelumnya saya minta ma'af , saya sangat pesimis dengan penerapan hukum Islam di Indonesia dan di dunia ini karena banyak faktor yang menjadi kendalanya dan terusterang saja Hukum Islam adalah hal yang mustahil diterapkan di Indonesia karena Indonesia adalah negara yang pluralis, dan yang bisa dilakukan adalah hukum dunia ( KUHP/KUHAP) nya banyak2in diadopsi hukum islam.

Hukum Islam itu tidak segampang yang kita bayangkan karena penerapan dan pelaksanaanya amat sulit . Salah satu contoh...masalah Zina/perkosaan.Seingat saya waktu saya belajar. Jika seorang dituduh berzina, maka harus ada 4 saksi terhadapnya. Jika seorang perempuan dituduh berzina, dia bisa membantah, dan walaupun ada 4 saksi laki-2 (dalam tuduhan berzina, harus ada 4 saksi yang kesaksiannya tidak pernah diragukan) yang mengatakan dia berzinah. Ke empat saksi tersebut harus betul-betul melihat dengan mata kepala sendiri the "penetration". Dan kalau saksi hanya 3 orang atau kurang dari 4 orang maka saksi lah yang akan dihukum (wallahualam). Kalau perempuan tsb bersumpah bahwa dia tidak berzinah, maka soal tersebut kembali ke tangan Allah. Kesaksian wanita tersebut sama kuatnya.

Kemudian masalah dalam perkosaan, kalau wanita tsb mengatakan bahwa dia diperkosa, dia harus menghadirkan 4 saksi ( kalau tidak salah) dan kalau dia melaporkan pemerkosaan tersebut kemudian dia tidak memiliki 4 saksi maka si wanita lah yang akan dihukum..nach apakah ini adil? Kalau dia tahu orangnya dan tidak diceritakan karena tidak ada saksi, lalu sang pemerkosa bisa lengggan-kangkung. Apa ini benar dan adil? Bayangkan kalau adik perempuan anda yang tinggal tenang-tenang di rumah, ternyata diperkosa orang di rumahnya sendiri tanpa seorang saksipun, kecuali kata-katanya, dan kemudian dia hamil? Berhubung dia hamil tanpa sang suami, maka adik anda tersebut segera dituduh berzina.

Demikian juga dengan hukum pidana pembunuhan misalnya. Seorang pelaku pembunuhan berat praktis dihukum karena dianggap merugikan seluruh masyarakat. Tetapi di Indonesia, kerugian lebih banyak dirasakan keluarga. Menurut konsep Islam, anggota keluarga korban pembunuhan punya andil menentukan hukuman kepada pelaku, atau justeru memberikan maaf. bahwa dalam pidana Islam, penerimaan dari keluarga korban dapat menggugurkan tuntutan pidana. "Unsur tobat dan maaf mendapat porsi yang cukup luas dalam pidana Islam, ( ma'af kalau salah ). Konsep maaf (afwan) ini memang sejalan dengan konsep al-Qur'an. "Hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang yang merdeka, hamba dengan hamba, wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu permaafan dari saudaranya, hendaklah ia mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah ia memberi diyat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula..."

Demikian dan tolong bapak2 yang mengerti hukum Islam jelaskan lebih lanjut.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: nacara2004@yahoo.com, at_taqwa@telkom.net, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: HAM AM: MENENTANG ATAU MENDUKUNG SAMA SAJA BAK MAKAN BUAH SIMALAKAMA
Date: Wed, 8 Sep 2004 08:02:51 +0700

Bukan hanya Indonesia bung, tapi seluruh Dunia. Kenapa hanya Indonesia yang menjadi pembicaraan utama masalah penerapan Hukum Allah.? Kenapa negara2 lain kok tidak ada yang mempersoalkannya (yang ada cuman kecil suaranya). Apakah ini bagian dari strategi dunia barat terutama Amerika dan Australia mengobok-obok dan memecah belah Indonesia ? kenapa Malaysia dan dunia arab yang nyata2 tidak berdasarkan Hukum Allah sebagai landasan hukumnya tidak bergejolak seperti halnya Indonesia?

Yach, sampai sekarang akupun masih mencari-cari tapi sebaiknya kita yang Islam harus berhati-hati karena Amerika dan Autralia sangat TIDAK nyaman kalau Indonesia menjadi negara yang kuat dalam nasionalismenya dan ekonominya lebih-lebih mereka as dan australia sangat tidak nyaman kalau Islam menjadi kuat. Kadang2 umat Islam sendiri terutama para ulama tidak sadar akan hal itu yang ada mereka seringkalai ditipu dan dibohongi bahwa Islam sekarang ini sedang di adu domba.

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------