Kuala Lumpur, 9 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO DALAM ISLAM TAK ADA ISTILAH MUNDUR
Ham Am
Kuala Lumpur - MALAYSIA.

 

SUMITRO JANGAN IKUTAN ROKHMAWAN MUNDUR DENGAN SENJATA DALIL AQLI DAN DALIL NAQLI-NYA

"Kadang2 umat Islam sendiri terutama para ulama tidak sadar akan hal itu yang ada mereka seringkalai ditipu dan dibohongi bahwa Islam sekarang ini sedang di adu domba." (Sumitro, Wed, 8 Sep 2004 08:02:51 +0700)

"Awalnya saya juga ikut terhanyut didalamnya namun kemudian saya mundur karena saya takut dengan pengetahuan agamna saya yang minim malah bisa berakibat fatal bagi saya sendiri itulah makanya saya mundur berdiskusi masalah agama. Yang terus saya lakukan adalah diskusi mengenai politik saja. " (Sumitro, Tue, 7 Sep 2004 08:02:20 +0700)

"Sebelumnya saya minta ma'af , saya sangat pesimis dengan penerapan hukum Islam di Indonesia dan di dunia ini karena banyak faktor yang menjadi kendalanya dan terusterang saja Hukum Islam adalah hal yang mustahil diterapkan di Indonesia karena Indonesia adalah negara yang pluralis, dan yang bisa dilakukan adalah hukum dunia ( KUHP/KUHAP) nya banyak2in diadopsi hukum islam." (Sumitro, Wed, 8 Sep 2004 11:43:09 +0700)

Saudara se iman yang di rahmati Allah.

Kasian Sumitro,

Dari apa yang diungkapkan oleh Sumitro diatas, maka saya menyatakan bahwa saya tak setuju kalau ulama yang di salahkan. Tapi hakikatnya ulama sudah dikunci oleh undang-undang yang ada.Mana-mana ulamapun menegakkan kalimah suci, apa mahu buat mulutnya terkunci oleh pantang larang yang pemimpin terap kan. Jasa ulama takkan terhitung dibanding dengan jasa pemimpin Indonesia, hanya orang yang jauh dengan ulama/tak kenal ulama saja yang berani katakan ulama tak sadar bisa di adu domba dll. Sebetulnya tidak, ulamalah yang telah membentuk dan memperkenalkan kamu akan Allah yang engkau sembah selama ini. Ulamah yang telah membuka hati orang tuamu sehingga kamu tak jadi anak h.....

Ulama bak peluru yang tajam yang boleh mematikan / membinasakan yang batil, tapi nasib ulama di Indonesia bagai anak tiri dimata pemerintahnya. Apa arti peluru yang tajam kalau mesin gunnya berkarat tak berfungsi. Pengurus rumah pondok di kampung2 itu adalah ulama. Dari kampung itulah lahir ilmu yang boleh engkau kenal dirimu wahai saudaraku Sumitro. Kemudian engkau mengenal yang mencipta kamu.

Dalam Islam tak ada istilah mundur. Kita harus terus maju dengan senjata apa yang ada. Minimnya ilmu bukan suatu alasan yang boleh melepas tangan. Mimbar ini bukan untuk orang yang berilmu maxim, yang berilmu minim boleh berkongsi dengan yang maxim. Mundur adalah kekalahan yang konyol di mimbar ini. Macam saudara kita Rokhmawan, apa yang saya nampak diapun minim. Buktinya dia yang menyerukan orang berpakaian ala muslim, dan mengajak orang pelihara janggut, tapi dia kalah dengan janggot palsu lawannya, pun tak mau lagi cerita bab ayat / hadist. Pengecut2 lah yang menjadi hama perusak, tak ber pendirian. Kaum2 tampang macam inilah yang sampa ke Aceh menjadi GAM yang menyerah. GAM yang kukuh adalah yang mempertahankan pendiriannya demi mencapai matlamat.

Siapa bilang mustahil. Mustahil mengandung makna yang paling dalam. Pada Allah swt itu tak mustahil. Kenapa Sumitro kata mustahil, apakah ilmu anda sudah mencakar langit?

Mungkin kalau Sumitro nampak seorang perempuan yang tak pernah kawen boleh melahirkan anak langsung dikatakan ini mustahil. Surat Maryam bacalah. Maryam boleh ada anak Nabi Isa as. Dengan siapa dia kawin? Sebelum anda katakan hukum Al-Qur'an ragu atau mustahil di jalankan. Zaalikal kitaabu laaraiba fiihi, kitab Al-Qur'an tidak ada ragu di dalamnya. Artinya segala jenis hukum apapun yang ada di dalmanya konfirm hundred persen [pasti].

Sekiranya Sumitro masih ragu juga boleh sedikit kita kaji / kupas berdasar kan ilmu nahwu/sharaf. Kita mahu tahu adakah pasti hukum2 Islam yang digariskan dalam Al-Qur'an?

Ok, maaf Sumitro, huruf Lam yang ada pada kalimat laaraiba, namanya lam nafi jinsi. Tugas lam disini menafikan seluruh afrat jenis, makna nya, lam inilah yang menghapuskan seluruh yang namanya ragu [jenis ragu].

Ok disini ada sedikit peluang untuk Sumitro kalau mahu ragu, yaitu, seandainya Allah ibaratkan dengan Laisa raiba fiihi, laisa pun maknanya tidak [tidak ragu]. Nak disini siapapun dalam dunia ini boleh ragu tentang hukum Al-Qur'an, sebab, Laisa tidak sanggup menghapuskan semua jenis ragu [masih ada ragu yg tersisa].

Untuk lebih jelas, kita buat contoh: laisa bilfulus = tak ada duit, la bilfulus pun tak ada duit. Tapi kalau di ibaratkan dengan laisa, artinya mau beli gun AK 47 tak ada duit, kalau beli rokok ada. Kalau diibarat kan dengan la, jangankan mau beli gun ak 47, mau rokok pun tak ada duit, tak ada duit langsung walau 1 sen pun kosong.

Wallahu'aklam, kalu panjang cerita nanti ada yang borring, maka saya pun mohon kalu ada kesilapan tolong diperbaiki.

Catatan: saudara Sumitro tak perlu ragu dengan hukum Al-Qur'an, dan tak perlu ikut Rokhmawan untuk mundur, ilmu Allah ada di mana2, asal mau saja. Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Orang Kuala Lumpur cakap: Kalau nak seribu daye, tak nak seribu dalih.

Wassalam

Ham Am

nacara2004@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: nacara2004@yahoo.com, at_taqwa@telkom.net, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: HAM AM: MENENTANG ATAU MENDUKUNG SAMA SAJA BAK MAKAN BUAH SIMALAKAMA
Date: Wed, 8 Sep 2004 08:02:51 +0700

Bukan hanya Indonesia bung, tapi seluruh Dunia. Kenapa hanya Indonesia yang menjadi pembicaraan utama masalah penerapan Hukum Allah.? Kenapa negara2 lain kok tidak ada yang mempersoalkannya (yang ada cuman kecil suaranya). Apakah ini bagian dari strategi dunia barat terutama Amerika dan Australia mengobok-obok dan memecah belah Indonesia ? kenapa Malaysia dan dunia arab yang nyata2 tidak berdasarkan Hukum Allah sebagai landasan hukumnya tidak bergejolak seperti halnya Indonesia?

Yach, sampai sekarang akupun masih mencari-cari tapi sebaiknya kita yang Islam harus berhati-hati karena Amerika dan Autralia sangat TIDAK nyaman kalau Indonesia menjadi negara yang kuat dalam nasionalismenya dan ekonominya lebih-lebih mereka as dan australia sangat tidak nyaman kalau Islam menjadi kuat. Kadang2 umat Islam sendiri terutama para ulama tidak sadar akan hal itu yang ada mereka seringkalai ditipu dan dibohongi bahwa Islam sekarang ini sedang di adu domba.

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>,
Cc: nacara2004@yahoo.com, at_taqwa@telkom.net, ahmad@dataphone.se
Subject: Hukum Islam
Date: Wed, 8 Sep 2004 11:43:09 +0700

Assalamu'alaikum War. Wab.

Sebelumnya saya minta ma'af , saya sangat pesimis dengan penerapan hukum Islam di Indonesia dan di dunia ini karena banyak faktor yang menjadi kendalanya dan terusterang saja Hukum Islam adalah hal yang mustahil diterapkan di Indonesia karena Indonesia adalah negara yang pluralis, dan yang bisa dilakukan adalah hukum dunia ( KUHP/KUHAP) nya banyak2in diadopsi hukum islam.

Hukum Islam itu tidak segampang yang kita bayangkan karena penerapan dan pelaksanaanya amat sulit . Salah satu contoh...masalah Zina/perkosaan.Seingat saya waktu saya belajar. Jika seorang dituduh berzina, maka harus ada 4 saksi terhadapnya. Jika seorang perempuan dituduh berzina, dia bisa membantah, dan walaupun ada 4 saksi laki-2 (dalam tuduhan berzina, harus ada 4 saksi yang kesaksiannya tidak pernah diragukan) yang mengatakan dia berzinah. Ke empat saksi tersebut harus betul-betul melihat dengan mata kepala sendiri the "penetration". Dan kalau saksi hanya 3 orang atau kurang dari 4 orang maka saksi lah yang akan dihukum (wallahualam). Kalau perempuan tsb bersumpah bahwa dia tidak berzinah, maka soal tersebut kembali ke tangan Allah. Kesaksian wanita tersebut sama kuatnya.

Kemudian masalah dalam perkosaan, kalau wanita tsb mengatakan bahwa dia diperkosa, dia harus menghadirkan 4 saksi ( kalau tidak salah) dan kalau dia melaporkan pemerkosaan tersebut kemudian dia tidak memiliki 4 saksi maka si wanita lah yang akan dihukum..nach apakah ini adil? Kalau dia tahu orangnya dan tidak diceritakan karena tidak ada saksi, lalu sang pemerkosa bisa lengggan-kangkung. Apa ini benar dan adil? Bayangkan kalau adik perempuan anda yang tinggal tenang-tenang di rumah, ternyata diperkosa orang di rumahnya sendiri tanpa seorang saksipun, kecuali kata-katanya, dan kemudian dia hamil? Berhubung dia hamil tanpa sang suami, maka adik anda tersebut segera dituduh berzina.

Demikian juga dengan hukum pidana pembunuhan misalnya. Seorang pelaku pembunuhan berat praktis dihukum karena dianggap merugikan seluruh masyarakat. Tetapi di Indonesia, kerugian lebih banyak dirasakan keluarga. Menurut konsep Islam, anggota keluarga korban pembunuhan punya andil menentukan hukuman kepada pelaku, atau justeru memberikan maaf. bahwa dalam pidana Islam, penerimaan dari keluarga korban dapat menggugurkan tuntutan pidana. "Unsur tobat dan maaf mendapat porsi yang cukup luas dalam pidana Islam, ( ma'af kalau salah ). Konsep maaf (afwan) ini memang sejalan dengan konsep al-Qur'an. "Hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang yang merdeka, hamba dengan hamba, wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu permaafan dari saudaranya, hendaklah ia mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah ia memberi diyat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula..."

Demikian dan tolong bapak2 yang mengerti hukum Islam jelaskan lebih lanjut.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN YANG PERTAMA MENEMBAKKAN SALTO KHAWARIJNYA
Date: Tue, 7 Sep 2004 08:02:20 +0700

Dari Apa yang terjadi diatas sebenarnya jelas siapa yang mulai. Saudara Rokhmawan hanya menjelaskan atau meluruskan saja apa yang keliru dari kelompok kalian yang gampang mengkafirkan seseorang (ini bukan saya membela Rokhmawan). Coba baca dab renungkan baik2 apa yang saudara Rokhmawan tulis. Disitu awal2 tidak ada yang salah dari tulisannya bahkan tidak ada yang kasar disitu dan beliau hanya menyatakan bahwa orang yang gampang mengelompokkan kafir padahal nyata2 orang tersebut islam maka dikatakan merupakan ciri dari kaum khawarij. Dan selanjutnya diskusi tersebut berkembang dimana kelompok kalian nyata2 menyatakan "seseorang" bukan kelompok lagi seperti Megawati, Soeharto, Amien Rais, Gus Dur dll sebagai kafir sedangkan Rokhmawan makin yakin dengan pendapatnya bahwa kalian yang berani menyatakan "seseorang Gus Dur, Amien Rais dll sebagai kafir maka kalian digolongkan sebagai kaum khawarij. (sayangnya komentar anda tidak dicantumkan sama sekali yang dicantumkan justru balasan dari Rokhmawan saja padahal apa yang rokmawan sampaikan adalah akibat dari sebab dimana sebabnya adalah kalimat2 atau tulisan2 kelompok kalian)

Jadi menurut saya sebaiknya kalian saling minta ma'af dan kembali berdiskusi dengan baik dan benar dalam masalah agama. Awalnya saya juga ikut terhanyut didalamnya namun kemudian saya mundur karena saya takut dengan pengetahuan agamna saya yang minim malah bisa berakibat fatal bagi saya sendiri itulah makanya saya mundur berdiskusi masalah agama. Yang terus saya lakukan adalah diskusi mengenai politik saja. Jadi kalian semua jangan malu untuk mengakui kesalahan masing2 karena mengakui kesalahan bukan berarti kalah bukan? Dan tidak perlu malu.

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------