Stockholm, 10 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO SARING DULU YANG DIKATAKAN ROKHMAWAN JANGAN DITELAN MENTAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

BARU SADAR ITU SUMITRO KALAU MEMBACA TULISAN WAHABIYIN ROKHMAWAN PERLU DISARING DULU JANGAN TERUS DITELAN MENTAH-MENTAH

"Bang Ahmad menyatakan bahwa pengetahuan Sirah Nabawiya Rokhmawan kurang dan tidak mengenal sejarah orang2 yatsrib dll , saya juga sedikit menyampaikan apa yang saya ketahui, saya baca dan pelajari mengenai hal tersebut yang ternyata juga beda dengan saudara Ahmad..Dari uraian diatas bahwa terdapat beberapa perbedaan dengan apa yang Ahmad sampaikan diantaranya: Nama pemuda Yatsrib , Waktu terjadinya Bai'at Aqabah ( ikrar istilah Ahmad ) dll. Nah, manakah yang benar, perlu kita diskusikan lebih lanjut." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Fri, 10 Sep 2004 11:03:35 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro dalam hal ini memang bagus. Dimana dia tidak begitu saja menelan cerita yang dikarang oleh Rokhmawan. Terutama dalam hal sejarah pembentukan dan pembangunan Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

Kenapa Ahmad Sudirman mengemukakan sejarah orang Yatsrib pada saat Rasulullah saw masih di Mekkah ?

Karena hal ini untuk membuktikan pernyataan Rokhmawan yang mengatakan "Daulah Islam tidak langsung terbentuk tetapi membutuhkan waktu terlebih dahulu untuk membina iman kaum anshor di madinah." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Thu, 9 Sep 2004 00:29:23 -0700 (PDT))

Sebenarnya fakta sejarah yang dikemukakan dan dikutip oleh Sumitro ada sedikit berbeda dengan fakta sejarah yang dikutip oleh Ahmad Sudirman.

Ahmad Sudirman menulis ada tiga proses langkah pembinaan keimanan orang-orang Yatsrib ini. Yakni langkah pertama, ketika pada tanggal 10 Kenabian, datang enam orang Yatsrib, yang nama-namanya disebutkan, di Aqabah. Kemudian langkah kedua, pada tahun ke 11 Kenabian, ketika 12 orang Yatsrib datang ke Mekkah dan melakukan ikrar Aqabah pertama. Kemudian langkah ketiga ketika datang 73 orang Yatsrib yang dari padanya dipilih 12 orang sebagai pemimpin, dan melakukan ikrar Aqabah ke dua pada tahun ke 12 Kenabian, dan sekaligus mengundang Rasulullah saw datang ke Yatsrib.

Sedangkan yang dikutip Sumitro hanya satu kali saja ikrar Aqabah, yang diikuti oleh 12 orang Yatsrib pada tahun ke 12 Kenabian yang diikuti oleh 12 orang Yatsrib.

Tentang enam orang Yatsrib yang mula-mula bertemu dengan Rasulullah saw di Aqabah dan memeluk Islam pada tahun 10 Kenabian. Memang ada nama yang tidak sama dengan nama yang dikutip oleh Sumitro. Kalau Ahmad Sudirman mengutip nama Abu al-Hitsam bin Thayyiban, sedangkan Sumitro mengutip nama Uqbah bin Amir bin Nabiy (dari Bani Haram bin Ka'b). Sedangkan nama yang lainnya sama, walaupun ada sedikit berbeda penulisan hurupnya. Tetapi itu bukan persoalan yang penting.

Lalu bedanya yang lain, Sumitro mengutip mereka yang 6 orang Yatsrib ini datang pada tahun ke 11 Kenabian. Sedangkan Ahmad Sudirman menyatakan pada tahun ke 11 Kenabian datang 12 orang Yatsrib dan bertemu lagi dengan Rasulullah saw di Aqabah. Lalu melakukan ikrar Aqabah pertama. Dalam hal ini Ahmad Sudirman tidak menampilkan kedua belas nama itu, hanya menyatakan bahwa datang 12 orang Yatsrib dan menerima Islam, lalu melakukan ikrar Aqabah pertama.

Sedangkan yang dikutip oleh Sumitro mereka yang 12 orang datang pada tahun ke 12 Kenabian dan sekaligus menuliskan nama-nama dari 12 orang Yatsrib ini, dan mereka melakukan bai'at.

Kemudian yang tidak dikemukakan oleh Sumitro adalah seperti yang dikutip Ahmad Sudirman yaitu datangnya orang Yatsrib pada tahun ke 12 Kenabian sebanyak 73 orang muslim dari Yatsrib di musim haji dan menerima dakhwah Islam dari Rasulullah saw. Dimana orang muslim Yatsrib inilah yang mengundang Rasulullah saw datang ke Yatsrib. Dimana pertemuan ini juga diadakan di Aqabah. Dan disaat itulah mereka mengucapkan ikrar Aqabah ke 2. (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Jil. I, hal. 438-443). Kemudian Rasulullah saw memilih 12 orang sebagai pemimpin, yaitu sembilan orang dari suku Khazraj dan tiga orang dari suku Aus. 9 orang pemimpin dari suku Khazraj itu adalah Asad bin Zararah, Rafi' bin Malik, Ubadah bin Shamit, Sa'd bin Rabi, Mandzar bin Amr, Abdullah bin Rawaha, Bara bin Marur, Abdullah bin Amr, Sa'd bin Ubadah. 3 orang pemimpin dari suku Aus adalah Usaid bin hudhair, Sa'd bin Khaitsmah, Rafa'ah bin Abdul Mundzar. (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Jil. I, hal. 443)

Sekarang terlepas dari adanya perbedaan fakta sejarah yang dkemukakan Sumitro dan yang dikemukakan Ahmad Sudirman, bukanlah hal yang sangat mendasar.

Yang paling penting dan mendasar dari diungkapkannya orang-orang Yatsrib yang datang ke Mekkah dari sejak 3 tahun sebelum Rasulullah saw hijrah adalah untuk membuktikan apa yang telah dikemukakan oleh Rokhmawan tentang pendapatnya yang tidak benar dan tidak tepat ketika menulis: "Daulah Islam tidak langsung terbentuk tetapi membutuhkan waktu terlebih dahulu untuk membina iman kaum anshor di madinah." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Thu, 9 Sep 2004 00:29:23 -0700 (PDT))

Karena ternyata terbukti apa yang dikatakan Rokhmawan dengan "membutuhkan waktu terlebih dahulu untuk membina iman kaum anshor di madinah", sangat lemah untuk dijadikan alasan pembentukan Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib menunggu sampai terbinanya "iman kaum anshor di madinah"

Inilah yang dibuktikan dengan pembinaan orang Yatrsib telah berlangsung tiga tahun sebelum Rasulullah saw hijrah ke Yatsrib. Jadi iman dari orang Yatsrib atau setelah hijrah dinamakan kaum anshar telah dibina imannya oleh Rasulullah saw jauh sebelum Rasulullah saw hijrah.

Oleh karena itu berdirinya Daulah Islamiyah di Yatrsib pada tahun 1 Hijrah adalah memang sesuai dengan fakta sejarah. Bukan menunggu sampai terbinanya "iman kaum anshor di madinah".

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada redaksi@waspada.co.id
Cc: rokh-mawan@plasa.com, anmad@dataphone.se
Subject: RE: WAHABIYIN ROKHMAWAN BUTA SEJARAH PEMBENTUKAN UUM OLEH RASULULLAH SAW
Date: Fri, 10 Sep 2004 11:03:35 +0700

Assalamu'allaikum War. Wab.

Bang Ahmad menyatakan bahwa pengetahuan Sirah Nabawiya Rokhmawan kurang dan tidak mengenal sejarah orang2 yatsrib dll , saya juga sedikit menyampaikan apa yang saya ketahui, saya baca dan pelajari mengenai hal tersebut yang ternyata juga beda dengan saudara Ahmad .

"Disini Wahabiyin Rokhmawan tidak mengenal sejarah orang-orang Yatsrib yaitu dari suku Aus dan suku Khazraj yang datang ke Mekkah dan melakukan ikrar bersama Rasulullah saw yang dikenal dengan Ikrar Aqabah pertama dan Iqrar Aqabah ke dua.

Dalam bulan Rajab tahun ke 10 Kenabian enam orang dari suku Aus dan Khazraj mengunjungi Mekkah. Rasulullah saw mengetahui mereka datang ke Mekkah, kemudian Rasulullah saw mendatangi mereka di suatu tempat yang dinamakan Aqabah. Dengan penuh perhatian dan ketekunan enam orang dari suku Aus dan suku Khazraj ini mendengarkan ajaran Rasulullah saw. Akhirnya dengan tanpa ragu lagi mereka memeluk Islam. Dimana keenam orang Yatsrib ini adalah Abu al-Hitsam bin Thayyiban, Abu Umamah Asad bin Zujarah, Auf bin Harits, Rafi bin Malik bin Ajlan, Qutbah bin Amir bin Hadidah dan Jubir bin Abdullah bin Rubah (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Jil. I, hal. 49; Ibnu Sa'd, Ath Thabaqat al-Kubra, Jil. I, hal.219)

Kemudian enam orang Yatsrib dari suku Aus dan suku Khazraj setelah memeluk Islam di Aqabah kembali ke Yatsrib. Lalu tahun berikutnya, tahun ke 11 Kenabian, datanglah 12 orang laki-laki dari Yatsrib datang untuk memeluk Islam. Mereka mengucapkan ikrar di Aqabah. Ikarar ini dikenal dengan ikrar Aqabah pertama. (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Jil. I, hal. 431).

Inilah Ikrar mereka:

"Kami tidak akan menyekutukan sesuatu dengan Allah, kami tidak akan mencuri tidak pula berzina. Kami tidak akan mebunuh anak-anak kami, dan akan kami hindari fitnah dalam segala bentuknya. Kami selalu taat kepada Nabi untuk melakukan segala sesuatu yang haq dan selalu beriman kepadanya, baik dalam gembira maupun sengsara" (Ibnu Sa'd, Ath Thabaqat al-Kubra, Jil. I, hal.220)." (Ahmad Sudirman, 9 September 2004)

Baiklah Bapak2 sekalian.....

Pada Musim Haji tahun ke 11 dari kenabian ( Juli 620 M. ), Da'wah Islam menemukan bibit-bibit baik. Tidak lama kemudian bibit2 tersebut berubah menjadi pohon yang tinggi yg dijadikan sebagai tempat bernaung oleh kaum Muslimin dari berbagai ke zhaliman selama bertahun-tahun.Dinatar kebijakan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dalam menghadapi pendustaan dan hambatan dari penduduk Makkah,beliau mendatangi kabilah-kabilah pada malam hari sehingga tidak ada seorangpun dari penduduk Makkah yang musrik menghalanginya ( An-Najib Abadi, tarik Islam, I : 129).

Pada suatu malam, Rasulullah keluar ditemani oleh Abu bakar dan Ali. Kemudian melewati rumah-rumah Bani Dzahl dan Syaiban bin Tsa'labah dan mengajak mereka untuk berdiaolg tentang Islam. Maka terjadilah dialog antara Abu Bakar dan salah seorang dari Bani Dzahl. Tanggapannya baik demikian juga tanggapan Bani Syaiban. Namun mereka masih ragu untuk menerima Islam ( lihat : Sayikh Abdullah an-Najdi, Mukhtashar Siratir Rasul,halaman 150 s/d 152).

Kemudian, Rasulullah Shallallah 'alaihi wasallam melewati Aqabah Mina. Beliau mendengar suara beberapa orang lelaki yang sedang berbincang-bincang ( rahmatun lil 'alamin, I:84) lalu beliau mendatangi mereka. Mereka adalah 6 pemuda yatsrib, semuanya dari kabilah Khazraj, yaiyu: 1.As'ad bin Zararah ( dari Bani Najjar )
2.'Auf bin al-Harits bin Rifa'ah,Ibnu Afran ( dari Bani Najjar)
3.Rafi' bin Malik bin al-Ajlan ( dari Bani Zariq)
4.Quthbah bin MAmir bin Hadidah ( dari Bani Haram bin Ka'b)
5.Uqbah bin Amir bin Nabiy ( dari Bani Haram bin Ka'b).
6.Jabir bin Abdillah bin Ri'ab ( dari Bani Haram bin Ka'b).

Setekah bertemu dengan mereka , Rasulullah bertanya kepada mereka, " siapakah kalian ? " Mereka menjawab, " kami adalah orang-orang dari Khazraj." Termasuk sekutu Yahudi?" lanjut Rasulullah. Mereka menjawab, "ya." Beliau berkata "Bagaimana kalau kalian duduk,aku mau berbicara kepada kalian,." Merka menjawab, "boleh." Merekapun duduk bersama Beliau, lalau Beliau menjelaskan hakikat Islam kepada mereka berikut dakwahnya,mengajak meraka kepada Allah Azza Wa Jalla, dan membacakan Al-Qur'an kepada mereka.Maka, mereka berkata kepada sesama mereka ,"hai kaum,ketahuilah,sesungguhnya ia adalah Nabi yang dijanjikan oleh orang2
Yahudi kepada kalian.Maka, janganlah kalian didahului oleh mereka untuk menyambutnya.
Setelah pulang ke Madinah mereka menda'wahkan Islam kepada kaum mereka sehingga dianatara rumah2 kaum Anshar tidak ada satu rumahpun yang tidak menyebut Rasulullah . (Ibnu Husyam, I:428 s/d 430).

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa 6 orang dari penduduk Yatsrib telah memeluk Islam pada musim haji tahun kesebalas dari kenabian dan mereka berjanji kepada Rasulullah untuk menyebarkan risalah Beliau di tengah -tengah kaum mereka.Sebagai hasilnya pada musim haji tahun ke 12 kenabian (Juli 621 M.) 12 orang data menemui Rasulullah . Diantara 12 orang itu terdapat 5 dari 6 orang yg pernah menemui Nabi pada tahun sebelumnya. Satu orang yang tidak ikut hadir dari 6 orang tersebut adalah :Jabir bin Abdillah bin Ri'ab ( dari Bani Haram bin Ka'b).Adapun 7 orang lainnya dari 12 orang itu adalah sbb:

1.Mu'adz bin al-Harits,Ibnu Afra',dari Bani an-Najar ( Khazraj)
2.Dzakwan bin Abdul Qais, dari Bani Zariq ( Khazraj)
3.Ubadah bin Shamit, dari Bani Ghanam ( Khazraj)
4.Yasid bin Tsa'labah, dari sekutu Bani Ghanam (khazraj)
5.Al Abbas bin Ubadah bin Nadhlah, dari Bani Salmi ( Khazraj)
6.Abdul Haitsam bin at-Tihan, dari Bani Abdul Asyhal ( Aus)
7.Uwaim bin Sa'idah , dari Bani Amer bin Auf ( Arab )

12 orang itu menemui Rasulullah di Aqabah, Mina. Mereka berbai'at kepada beliau seperti bai'at kaum wanita ( yakni tidak berbai'at untuk perang dan berjihad).

Iman Bukhari meriwayatkan dari jalur ubadah bin Shamit bahwa Rasulullah bersabda , " Kemarilah! Berbai'atlah kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan apapun,tidak mencuri,tidak berzina,tidak membunuh anak-anakmu,tidak akan berdusta untuk menutup-nutupi apa yang ada di depan atau dibelakangmu, dan tidak akan membantah perintahku dalam hal kebaikan. Jika kamu memenuhi janji,pahalanya terserah kepada Allah.Jika kamu melanggar sesuatu dari janji itu , lalu dihukum didunia, maka hukuman itu merupakan kafarat baginya.Jika kamu melanggar sesuatu dari janji itu, kemudian Allah menghendaki,Allah akan menyiksanya atau memberi ampunan menrut kehendaknya Nya." Ubadah bin Shamit berkata, " kemudian aku berbai'at kepada beliau." Dalam catatan lain dikatakan , "kemudian kami berbai'at kepada beliau untuk menepatinya ." (Shahihul Bukhari, bab tanda-tanda iman mencintai kaum Anshar, I : 7 )

Dari uraian diatas bahwa terdapat beberapa perbedaan dengan apa yang Ahmad sampaikan diantaranya : Nama pemuda Yatsrib , Waktu terjadinya Bai'at Aqabah ( ikrar istilah Ahmad ) dll.
Nah...Manakah yang benar ...perlu kita diskusikan lebih lanjut.

Mengenai Ba'iat kedua dan proses serta isi bai'at itu sendiri akan saya sampaikan lebih lanjut.

Demikian saya sampaikan beberapa hal mengenai bai'at dari apa yang saya ketahui, baca dan pelajari.

Wasallam.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------