Stockholm, 10 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO BULAN HAJI TAHUN KE 13 KENABIAN JATUH PADA BULAN JUNI 623 M
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUMITRO GUNAKAN KALENDER HIJRAH UNTUK MENGHITUNG KEMBALI BULAN HAJI TAHUN KE 13 KENABIAN

"Pada musim haji tahun ke 13 dari kenabian ( Juni 622 M) 70 lebih ( kalau menurut ahmad 73 ) kaum Muslimin dari penduduk" (Sumitro mitro@kpei.co.id , Fri, 10 Sep 2004 17:00:18 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro, Rasulullah saw meninggalkan Al -Quba menuju Yatsrib pada hari Jum'at, 12 Rabi'ul Awwal (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Jil. I, hal. 494) bertepatan dengan 24 September 622 M. Tanggal 24 September 622 M inilah awal kalender Hijrah.

Kalau kita perhatikan kalender Hijrah yang dimulai 12 Rabi'ul Awwal 1 H bertepatan dengan 24 September 622 M, maka bulan haji jatuh pada 10 Zulhijjah bertepatan dengan 14 Juni 623 M

Berdasarkan kalender Hijrah ini tidak mungkin Rasulullah saw hijrah dan sampai di Yatsrib hari Jum'at, 12 Rabi'ul Awwal (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Jil. I, hal. 494) bertepatan dengan 24 September 622 M, kalau menunggu dahulu bulan haji yang jatuh pada 10 Zulhijjah 1 H atau 14 Juni 623 M.

Jadi pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal 1 H bertepatan dengan 24 September 622 M belum masuk bulan haji. Karena bulan haji jatuh pada bulan Zulhijjah bertepatan dengan bulan Juni 623 M (tahun depannya tahun Masehi).

Karena itu berdasarkan kalender Hijrah kedatangan 73 orang Yatsrib itu pada tahun ke 12 Kenabian pada bulan Haji, bukan bulan Haji tahun ke 13 Kenabian.

Hitung lagi yang benar Sumitro, jangan asal kutip saja. Punya kalender hijrah atau tidak ?

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada redaksi@waspada.co.id
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO SARING DULU YANG DIKATAKAN ROKHMAWAN JANGAN DITELAN MENTAH
Date: Fri, 10 Sep 2004 17:00:18 +0700

Pada musim haji tahun ke 13 dari kenabian ( Juni 622 M) 70 lebih ( kalau menurut ahmad 73 ) kaum Muslimin dari penduduk Yatsrib datang untuk menunaikan manasik haji.Mereka datang bersama rombongan haji kaum mereka dari kaum musyrikin. Kaum muslimin saling bertanya diantar sesama mereka ketika mereka masih berada di yatsrib atau ditengah perjalanan, " sampai kapan kita membiarkan Rasulullah di hardik dan diancam ketika beliau berkeliling berda'wah di bukit-bukit Makkah?". Setelah sampai di makkah, terjadilah kontak rahasia antara mereka dengan Rasulullah sehingga terjadilah kesepakatan antara mereka untuk berkumpul pada pertengahan hari-hari tasyyriq, dilembah yang berada di pinggir Aqabah dan pertemuan itu dilakukan secara rahasia di tenggah-tengah kegelapan malam.

Setelah semuanya hadir, dimulailah pembicaraan untuk menetapkan perjanjian keagamaan dan meliter ( pembicara pertama waktu itu adalah Abbas bin Abdul Muththalib, paman Rasulullah ). Nach perjanjian inilah yang di sebut dengan Bai'at Aqabah ke dua. Adapun isi Bai'at kedua adalah sbb :

Oh yach perihal isi Bai'at kedua ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari jabir secara rinci. Jabir berkata "wahai Rasulullah, apakah yang perlu kami nyatakan kepada Anda dalam pembai'atan ini ?" Beliau menjawab :

1.Berjanji untuk taat dan setia kepadaku baik dalam keadaan sibuk maupun senggang.
2.Berjanji untuk tetap berinfaq baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit.
3.Berjanji untuk tetap melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar.
4.Berjanji untuk tetap teguh membela kebanaran karena Allah, tanpa rasa takut di cela oleh orang yang mencela.
5.Berjanji untuk tetap membantuku dan membelaku apabila aku telah berada ditengah-tengah kalian,sebagaimana kalian membela diri kalian sendiri dan anak istri kalian.Dengan demikian kalian akan memperoleh sorga.

Demikian dan mengenai perjanjian persekutuan Islam di madinah ( daulah Islam akan saya sampaikan lebih lanjut )

Wasallam.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------