Stockholm, 11 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

JOKO RIYANTO ITU PANDANGAN YANG SEMPIT SALAH SATUNYA MELAHIRKAN SIKAP NEGATIF
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TERNYATA JOKO RIYANTO MASIH PERLU UNTUK MEMBUKAKAN CAKRAWALA PIKIRAN YANG LEBIH LUAS LAGI TANPA DICAMPURI GUMPALAN EMOSI DAN PERASAAN

"Kalau mengenai kedangkalan saya dalam berfikir memang saya akui tetapi ini saya di katakan picik oleh pak Ahmad. Tolong jelaskan maksud picik menurut bapak sedangkan orang Jawa bilang picik bisa dikatakan curang dan jahat. Pak Ahmad, jelas saya ingin menuntut ilmu dari manapun dan dari siapapun tetapi ketika bapak berbuat demikian saya jadi sedikit terluka hati. Mungkin untuk bapak kata-kata yang demikian tidak perlu dipermasalahkan tetapi bagi saya yang hidup dan berkembang di dunia timur tepatnya di Jawa, Solo, maka saya tidak bisa menerima kata-kata bapak. Saya hidup di sekitar orang-orang yg halus bahasanya, tidak pernah ada yg membentak, tidak pernah ada yang berkata kotor." (Joko Riyanto , mas_rey_2004@yahoo.com , Fri, 10 Sep 2004 21:22:00 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Joko Riyanto di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Sekarang kelihatannya saudara Joko Riyanto sudah sembuh dari sakitnya, karena saudara Rokhmawan pernah mengatakan: "Kami beritahukan, sdr Joko sekarang tidak masuk kerja dikarenakan sakit" (Rokhmawan, Thu, 9 Sep 2004 00:29:23 -0700 (PDT))

Setelah Ahmad Sudirman membaca tulisan saudara Joko pagi ini, terbaca kalimat yang ditulis saudara Joko: "Kalau mengenai kedangkalan saya dalam berfikir memang saya akui tetapi ini saya di katakan picik oleh pak Ahmad. Tolong jelaskan maksud picik menurut bapak sedangkan orang Jawa bilang picik bisa dikatakan curang dan jahat."

Kemudian Ahmad Sudirman mencari dimana itu kata picik dimasukkan oleh Ahmad Sudirman. Akhirnya diketemukan kata picik diselipkan dalam kalimat:

"Kalian saudara Joko, kalau hanya sekedar menampilkan contoh dengan mengatakan: "Ini memang fakta karena tetangga saya sendiri sering mengatakan pejabat RI itu begini, begitu tetapi suatu saat ketika saya tegur mengapa anda tidak sholat wajib dengan berjamaah di masjid ? dia pun menjawab dengan entengnya, kita kan disuruh menjadikan rumah seperti suasana di masjid atau bagaimana kalau saya pergi ke masjid namun istri saya sholat sendirian di rumah padahal sholat berjamaah lebih tinggi 27 derajat dibanding dengan sholat sendirian. Menurut pak Rokhmawan dan Salaf yang lainnya alasan demikia adalah termasuk mempermainkan Sunnah-sunnah Rosul bahkan ayat Alloh. Saya sudah mendapatkan pengertian atau contoh-contoh yang begitu banyak dari pak Rokhmawan tentang mempermainkan ayat Alloh ataupun sunnah rosul-NYA. Sekali lagi saya minta maaf kalau ini terkesan membela beliau." Wahai saudara Joko alias Rokhmawan wahabi, kalau saudara Joko baru menampilkan contoh seorang tetangga di dekat kantor yayasan kalian itu. Kemudian kalian buat suatu generalisasi, atau menjadikan umum, dengan melibatkan kepada NII dan GAM, maka itu kelihatan betapa picik dan dangkalnya cara berpikir kalian saudara Joko alias Rokhmawan wahabi." (Ahmad Sudirman, 8 September 2004)

Sekarang, mengapa Ahmad Sudirman menuliskan kata picik tersebut ?

Karena kata picik itu timbul disebabkan adanya usaha mengeneralisasikan atau menjadikan bersipat umum dengan melibatkan NII dan GAM.

Nah, disinilah persoalannya.

Sebenarnya arti picik itu sendiri kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Departemen P & K RI, 1988 menuliskan bahwa picik adalah merupakan kata sifat atau ajektiva yang artinya sempit; tidak lebar; tidak luas (tentang pandangan, pengetahuan, pikiran, dan sebagainya). Contohnya si pulan pandangannya picik.

Kalau saudara Joko berusaha menarik garis kesimpulan dari hanya sebagian kecil contoh untuk dijadikan sebagai bahan argumentasi secara umum, apalagi menyangkut GAM dan NII, jelas itu argumentasi merupakan hasil dari pandangan saudara Joko yang sempit atau picik.

Tetapi, kalau saudara Joko Riyanto tidak menyimpulkan seperti itu, maka tidaklah pandangan saudara Joko itu sempit alias picik.

Jadi, arti picik itu menurut bahasa Indonesia, bukan bahasa Jawa, adalah sempit, tidak lebar, tidak luas.

Karena itu janganlah saudara Joko merasa hati terluka karena Ahmad Sudirman membaca apa yang dituliskan oleh Ahmad Sudirman yang memasukan kata picik ketika menjawab kepada saudara Joko.

Dalam diskusi di mimbar bebas ini, coba berusaha untuk tidak terlalu besar melibatkan emosi, perasaan, kedalam proses pengolahan pikiran. Anggap saja, kata picik itu sebagai angin lalu, masuk telinga kanan, keluar dari telinga kiri.

Karena sebenarnya arti picik itu sendiri adalah suata istilah yang umum dalam pembicaraan sehari-hari. Apakah tidak sering kita dengar baik dibangku sekolah atau di universitas, kata-kata yang terlontar seperti "betapa sempitnya pandangan dia itu". Nah, kalau kita ganti itu kata sempit dengan kata picik, maka bunyinya jadi betapa piciknya pandangan dia itu.

Saya yakin itu mahasiswa yang dikatakan pandangannya sempit tidak akan sewot dan langsung terluka hatinya. Apalagi sampai keluar dari ruangan kuliahnya.

Jadi saudara Joko Riyanto, kalau memang berdiskusi dan berdebat di mimbar bebas ini dengan Ahmad Sudirman, jangan terlalu dilibatkan banyak perasaan dan emosi kedalam mesin olahan pikiran, karena nanti hasilnya adalah tidak lagi murni hasil olahan pikiran, melainkan telah bercampur banyak didalamnya dengan sikap benci, kurang senang, tidak puas, dan sebagainya.

Selanjutnya saudara Joko menanyakan lagi: "Pak Ahmad sebenarnya bisa menunjukkan saya tentang ajaran-ajaran NII yg murni tidak ? kalau bapak menyarankan agar saya menghubungi pimpinan NII atau Warga NII, jelas itu tidak mungkin. Mereka-mereka sangat tertutup dengan orang yg di luar kelompoknya. Karena demikian saya simpulkan ini bukan NII yg sebenarnya tetapi NII sempalan. Justru dengan kecangighan internet ini maka itu ilmu agama bisa disebarluaskan dan sayapun tidak susah-susah mencari Amir NII."

Saudara Joko Riyanto, kalau saudara mengatakan: "Justru dengan kecanggihan internet ini maka itu ilmu agama bisa disebarluaskan dan sayapun tidak susah-susah mencari Amir NII.". Maka saya akan kasih jalan untuk bisa berdialog dengan pihak NII dan rakyat NKA NII, kalau memang benar dan sungguh-sungguh ingin mengetahui tentang NII Imam SM Kartosoewirjo. Tetapi kalau saudara Joko hanya sekedar untuk mencari sesuatu, kemudian setelah itu langsung membuat konfrontasi dan menuduh khawarij seperti yang dilakukan oleh saudara Rokhmawan, maka tidak ada gunanya saudara Joko berbicara banyak ingin mengetahui NII. Karena kahirnya menimbulkan fitnah dan perpecahan kesatuan umat Islam.

Terakhir saudara Joko Riyanto menulis: "Dengan perasaan kecewa saya tidak akan menimba ilmu kepada pak Ahmad, ini dikarenakan mungkin memang benar apa yg dikatakan oleh pak Rokhmawan agar kita hati-hati jikalau berbicara dengan orang-orang yg belum dikenal. Untuk itu, mohon dengan sangat agar saya dikeluarkan dari mimbar bebas ini"

Yah, bagi Ahmad Sudirman tidak ada yang bisa dibuat, selain daripada mengatakan semoga saudara Joko Riyanto mampu membukakan cakrawala pikiran tanpa banyak dicampuri dan dihalangi oleh gumpalan asap emosi, perasaan, yang bisa menutupi jalur dan arus pikiran yang objektiv.

Dan tentu saja, kapan-kapan bisa kembali ke mimbar bebas ini. Dengan pikiran yang jernih bebas dari pencemaran udara emosi dan perasaan. Sehingga ketika berdiskusi dan berdebat lagi di mimbar bebas ini tidak ada lagi rasa mendongkol, dendam, hati tersayat, jantung tertusuk. Yang ada adalah keterbukaan pikiran, dan kelapangan dada.

Sampai jumpa lagi saudara Joko Riyanto.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 10 Sep 2004 21:22:00 -0700 (PDT)
From: joko riyanto mas_rey_2004@yahoo.com
Subject: kecewa....
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Assalaamu'alaikum

Hari ini, alhamdulillah saya melakukan aktifitas sehari-hari. Kemudian saya buka email add saya dan saya pun membaca dari setiap kiriman email anda-anda semua. Saya cukup terluka dengan kata-katanya pak Ahmad yang mengatakan saya ini dangkal dan picik. Kalau mengenai kedangkalan saya dalam berfikir memang saya akui tetapi ini saya di katakan picik oleh pak Ahmad.

Tolong jelaskan maksud picik menurut bapak sedangkan orang Jawa bilang picik bisa dikatakan curang dan jahat. Pak Ahmad, jelas saya ingin menuntut ilmu dari manapun dan dari siapapun tetapi ketika bapak berbuat demikian saya jadi sedikit terluka hati. Mungkin untuk bapak kata-kata yang demikian tidak perlu dipermasalahkan tetapi bagi saya yang hidup dan berkembang di dunia timur tepatnya di Jawa, Solo, maka saya tidak bisa menerima kata-kata bapak. Saya hidup di sekitar orang-orang yg halus bahasanya, tidak pernah ada yg membentak, tidak pernah ada yang berkata kotor. Baru kali ini saya menemui seorang yang ingin saya timba ilmunya tetapi perkataannya jauh dari dugaan saya. Ketika saya berdiskusi dan menimba ilmu dari pak Rokhmawan, sering juga saya mengatakan hal-hal yg mungkin menjengkelkan bagi beliau tetapi beliaupun tetap sabar untuk menjelaskannya. Mengapa ketika saya bertanya kepada bapak, bapak kelihatan jengkel kepada saya? apa karena saya pola pikirnya hampir sama denga pak Rokhmawan ?. Sudah semestinya seseorang sedikit banyak akan mengikuti pola pikir sahabat dekatnya. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk mencari teman yang shaleh.

Pak Ahmad sebenarnya bisa menunjukkan saya tentang ajaran-ajaran NII yg murni tidak ? kalau bapak menyarankan agar saya menghubungi pimpinan NII atau Warga NII, jelas itu tidak mungkin. Mereka-mereka sangat tertutup dengan orang yg di luar kelompoknya. Karena demikian saya simpulkan ini bukan NII yg sebenarnya tetapi NII sempalan. Justru dengan kecangighan internet ini maka itu ilmu agama bisa disebarluaskan dan sayapun tidak susah-susah mencari Amir NII.

Saya minta maaf dulu kpd beliau pak Rokhmawan dimana beliau lewat mimbar bebas ini menegur pak Ham an tentang ejaan yg benar mengenai wallohu 'alam. Menurut kajian-kajian yg saya ikuti memang itu tulisannya wallohu 'alam. Untuk ejaan indonesia 'a itu adalah 'ain. Saya juga pernah membaca kalau itu ejaannya wallohu a' lam bukan seperti yg anda tuliskan wallohu 'aklam. Kalau menurut ejaan bahasa indonesia yg telah di sempurnakan, maka tulisan 'aklam terdiri dari huruf 'ain, kaf, lam dan mim. Menurut saya ini tidak menjadikan prinsip, mungkin di atas tadi hanyalah ejaan yg berbeda antara indonesia dengan melayu.

Dengan perasaan kecewa saya tidak akan menimba ilmu kepada pak Ahmad, ini dikarenakan mungkin memang benar apa yg dikatakan oleh pak Rokhmawan agar kita hati-hati jikalau berbicara dengan orang-orang yg belum dikenal. Untuk itu, mohon dengan sangat agar saya dikeluarkan dari mimbar bebas ini

Wassalaam

Joko Riyanto

mas_rey_2004@yahoo.com
Solo, Jawa Tengah, Indonesia
----------