Stockholm, 12 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SYAHIDNYA TGK ISHAK DAUD ANGGOTA STAFF OPERASI KOMANDO PUSAT DI TIRO TNA
Malik Mahmud
Stockholm - SWEDIA.

 

PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA) KANTOR PERDANA MENTERI P.O.BOX 130, S-145 01 NORSBORG, SWEDEN TEL : +46 8 531 83833 FAX: +46 8 531 91275

Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raajiun (Dari Allah kita berasal, dan kepada Nya kita kembali). Dengan kesedihan yang sangat mendalam kami umumkan syahidnya Tgk. Ishak Daud, anggota staff Operasi Komando Pusat Di Tiro, Tentara Negara Acheh (TNA), dalam pertempuran di Alue On, Alue Ie Nireh, Peureulak, Acheh Timur pada siang hari Rabu sekitar pukul 12.20, 8 September 2004.

Ishak Daud adalah salah seorang panglima muda TNA yang gagah berani, syahid bersamanya pula 10 pasukan TNA/GAM, termasuk dua perempuan, salah satunya adalah Tjut Rostina, 26 tahun, istri Ishak Daud.

Kami berkabung dengan kehilangan yang sangat luar biasa bagi perjuangan dan bangsa kami, namun bagi bangsa Acheh, pengorbanan adalah hal yang biasa, kami persembahkan dengan penuh kebanggaan dalam membebaskan bangsa kami dari penjajahan dan penindasan penjajah Indonesia. Syahidnya saudara-saudara kami dalam pertempuran baru-baru ini di Acheh dalam melawan tentara kolonial Indonesia semakin memperkokoh keyakinan untuk tetap berjuang dengan penuh istiqamah melawan kezaliman tentara penjajah Indonesia di Acheh. Syahid dalam pertempuran melawan musuh adalah rahmat Allah yang tidak terhingga kepada para pejuang Acheh yang telah menunjukkan keberanian dan kegagahan sepanjang sejarah.

Bangsa Acheh telah membuktikan bahwa syahidnya pimpinan dalam perjuangan tidak pernah mematahkan semangat perlawanan. Malah hal itu semakin memperkuat keyakinan bahwa kemenangan akan segera tiba. Dalam peperangan terakhir melawan penjajah Indonesia sejak tahun 1976, kami telah kehilangan 3 Panglima Perang: Geusjiek Umar, Komandan Rasyid dan Teungku Abdullah Syafi'i. Mereka langsung digantikan oleh generasi penerus selanjutnya. Saat ini, panggilan Allah kepada Tgk. Ishak Daud telah datang, dan berlapis-lapis generasi di belakang almarhum telah menunggu untuk meneruskan perjuangan.

Dengan penuh kebanggaan, kita berlomba-lomba untuk memberikan pengorbanan bahkan yang tertinggi sekalipun, untuk meraih kemenangan dan kemerdekaan atau mendapatkan mati syahid dengan rahmat Allah, amin.

(Di bawah ini kami lampirkan kronologi kejadian seperti dilaporkan sumber kami)

Stockholm, Sweden
Pemerintah Negara Acheh di Pengasingan

Malik Mahmud
Perdana Menteri
----------

Kronologi Syahid Tgk. Ishak Daud

Minggu, 05 September 2004.
Sekitar 5.000-an personil TNI plus 16 unit kenderaan lapis baja Tank Amphibi (diantaranya; 4 unit Tank TNI pos PLN Kampung Alue Batee-Peudawa, 4 unit Tank TNI pos Kampung Beusa-Peureulak Barat, 3 unit Tank TNI pos Timbangan Peureulak (LLAJR), 2 unit Tank TNI pos di rumah pak Balah TNI Kavaleri di Kampung Seuneubok Pidie-Peureulak Barat dan 3 unit Tank dari pos TNI lainnya, serta sejumlah Helikopter juga ikut patroli melalui udara), mereka melakukan operasi militer secara besar-besaran ke perkampungan penduduk di beberapa kecamatan di Acheh Timur.

Berikut urutan pertempuran dari hari ke hari:

Selasa, 07 September 2004 pukul 09:00.
Terjadi pertempuran pertama antara pasukan TNA vs TNI Kampung Babah Krueng-Peureulak Timur, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. 1 personil TNA syahid, 1 pucuk pistol Revolver dan 1 pucuk GLM rakitan milik TNA dirampas TNI.

Selasa, 07 September 2004 pukul 20:30.
Terjadi pertempuran kedua antara pasukan TNA vs TNI Kampung Paya Kambuek-Rantau Peureulak, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat.

Rabu, 08 September 2004 pukul 11:00.
Pasukan TNI menembak 2 perempuan hingga tewas, Cut Rostina, 26 th, (isteri Ishak Daud) warga Kampung Panggoi-Muara Dua, Acheh Utara. Keduanya ditembak hingga syahid di sebuah rumah warga di Lorong 5 Kampung Seuneubok Lapang, Alue Nireh-Peureulak, Acheh Timur. Terdapat 7 lubang bekas tembakan di tubuhnya, Korban terus menerus ditembak TNI walaupun korban sudah syahid. Korban bukan ditembak dalam pertempuran. Korban ditembak tanpa perlawanan, tidak ada senjata atau barang bukti lainnya pada korban. Seorang lagi korban belum diketahui identitasnya.

Rabu, 08 September 2004 pukul 12:20.
Terjadi pertempuran ketiga antara 20-an personil TNA (pasukan Ishak Daud) vs TNI di Teuladan Ateueh Kampung Alue On-Peureulak Timur, Acheh Timur. Pertempuran sengit berlangsung selama satu jam lebih, diketahui 14 personil TNI tewas dan sejumlah lainnya luka-luka parah. Ishak Daud beserta 8 personil TNA lainnya syahid dalam pertempuran tersebut, 8 pucuk senjata laras panjang milik TNA disita TNI.

Rabu, 08 September 2004 pukul 13:50.
Terjadi pertempuran keempat antara pasukan TNA vs TNI di Kampung Tualang Pateng-Peureulak Timu, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat.

Rabu, 08 September 2004 pukul 21:00.
Terjadi pertempuran kelima antara pasukan TNA vs TNI di Buket Batee Kampung Alue Rambong-Peureulak Kota, Acheh Timur. Pertempuran berlangsung 1/2 jam lebih. Ada korban di pihak TNI.
Pasukan TNA semuanya selamat.

Kamis, 09 September 2004 pukul 09:30.
Terjadi pertempuran keenam antara pasukan TNA vs TNI di Buket Garot Simpang Palang-Rantau Peureulak, Acheh Timur. Pertempuran berlangsung 1 jam lebih. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat.

Jum'at, 10 September 2004 pukul 11:00.
Terjadi pertempuran ketujuh selama 1 jam lebih di Kampung Alue Rambong-Peureulak, Acheh Timur.

Kronologi:
Pasukan TNI masuk ke kawasan tempat persembunyian TNA/GAM di Kampung Alue Rambong-Peureulak, Acheh Timur. Seorang Danton TNI (diketahui bernama Abubakar) dan 2 personil TNI
lainnya yang berada di garis depan terperogok dengan Syukri bin Aji (alias Kondang) 38 th, (Ulee Opeurasi Bintara Wilayah Peureulak). Kondang yang sedang bersembunyi bersama sejumlah personil TNA lainnya di semak-semak berhasil menembak tewas ketiga personil TNI tersebut, Kondang bersama personil TNA lainnya merebut 3 pucuk senjata laras panjang dan menyita seluruh perlengkapan ketiga TNI tersebut.

Lalu puluhan personil TNI lainnya mengepung lokasi tersebut, kembali terjadi pertempuran, semua rekan-rekan Kondang yang lainnya berhasil lolos ikut membawa ketiga pucuk senjata dan perlengkapan yang telah disita dari TNI, namun Kondang tidak bisa bergerak lagi karena sudah terkepung oleh TNI, sehingga Kondang terpaksa menghabiskan peluru senjatanya yang masih tersisa. Kondang akhirnya juga syahid tertembak TNI dan senjata AK-47 miliknya dirampas TNI.

Jum'at, 10 September 2004 pukul 15:00.
Pasukan TNI mengambil 3 jenazah (2 laki-laki dan 1 perempuan) di Kampung Alue On-Peureulak Timur, Acheh Timur, lalu ketiga mayat tersebut dibawa ke pos liar TNI PLN di Kampung Alue Batee-Peudawa, Acheh Timur. Sedangkan 10 mayat lainnya masih dikumpulkan di Kampung Alue On-Peureulak Timur.

Sabtu, 11 September 2004 pukul 11:00.
Mayat Ishak Daud diserahkan ke pihak keluarganya di Kampung Teupin Nyareng-Idi Rayek, Acheh Timur. Ribuan warga ikut melaksanakan shalat jenazahnya. Kemudian dikebumikan di sana.

Sabtu, 11 September 2004 pukul 09:00.
Terjadi pertempuran antara pasukan TNA vs TNI di Alue Rambong-Peureulak, Acheh Timur. Belum diketahui eksesnya.
----------