Stockholm, 13 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

GUEVARA ITU YUDHOYONO RANCU MEMAHAMI PENEGAKKAN & PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS CHE GUEVARA ITU SUSILO BAMBANG YUDHOYONO RANCU DALAM MEMAHAMI PENEGAKKAN & PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI ACHEH

"Setahu saya SBY bukan ahli syariah. SBY adalah eks tentara dan kuliah Manajemen kalo gak salah. Kenapa Pak Ahmad harus bertanya seperti itu? Apa gunanya? Pertanyaan yang sudah jelas jawabnya! Wong sudah jelas latar belakang dan pendidikan SBY kok! Apa pak Ahmad karena di Sweden jadi udik banget soal-soal di Indonesia? Hehe. Yang jelas fakta yang ada sekarang di Aceh maupun di Indonesia adalah, belom ada hasil positif dari penerapan syariah Islam. Yang jelas syariat Islam tidak salah. Yang mungkin salah cara penerapannya, orang-orangnya, kesiapan orangnya, tujuannya atau lain hal. Karena syariah Islam itu universal. Sekarang ini memang belom ada contoh ideal penerapan syariah Islam. Kalo pak Ahmad tahu tolong infokan dimana syariah Islam sudah bagus diterapkan? Justru yang banyak saya temui dinegara-negara yang mayoritas non-muslim malah banyak ajaran Islam yang diterapkan secara konsisten dan bagus. Malah di negara-negara mayoritas muslim, ajaran Islam Cuma jadi bahan debat dan bahan sudut menyudutkan bukannya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang parah jadi komoditas." (Che Guevara, CheLives@gmail.com , Sun, 12 Sep 2004 11:03:19 +0700)

Baiklah saudara Che Guevara di Jakarta, Indonesia. Maaf kalau Ahmad Sudirman salah menuliskan alamat saudara.

Setelah Ahmad Sudirman membaca tanggapan saudara Che Guevara terhadap tulisan Ahmad Sudirman tentang "Yudhoyono coba terapkan syariat Islam dalam gumpalan Pancasila yang salah kaprah di Acheh" (11 September 2004)

Ternyata saudara Guevara hanya melihat dari sudut pandang dasar dan sumber hukum negara RI, yakni pancasila. Mengapa ?.

Karena ketika saudara Guevara memberikan pandangan pribadinya tentang syariat Islam, saudara menyatakan: "Syariat Islam itu bagaimana menurut pak Ahmad ? Kalo menurut saya adalah aplikasi ajaran-ajaran Islam yang murni dalam kehidupan-sehari-hari secara menyeluruh, oleh semua unsur formal ataupun non formal."

Nah, dari apa yang dikemukakan oleh saudara Guevara tentang syariat Islam menggambarkan saudara Guevara memang tidak bisa membedakan antara dasar dan sumber hukum Islam dengan penegakkan, penerapan, pelaksanaan, aplikasi dasar dan sumber hukum Islam tersebut.

Padahal itu yang dimaksud dengan syariat Islam adalah aturan, hukum, yang telah diturunkan Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad saw yang didalamnya menyangkut dasar hukum pidana, perang, perkawinan, waris, perjanjian, hubungan antara bangsa atau negara, aturan untuk mengacu dan mencontoh aturan, hukum Allah SWT dan Sunnah Rasul-Nya, dan aturan musyawarah bagi individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.

Dimana sesuai dengan perkembangan peradaban manusia, pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial, hubungan antar bangsa dan negara yang dicapai umat manusia di dunia ini, dan syariat Islam yang telah diturunkan Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad saw ini memang untuk seluruh umat manusia. Dengan lahirnya ilmu pengetahuan syariat yang mencakup lapangan medan fiqh, ushul fiqh, tafsir, hadits, mushthalah hadits ilmu kalam, maka berkembanglah syariat Islam itu sendiri yang awalnya bersumberkan dari pada aturan, hukum yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Nah, dengan lahirnya cabang ilmu pengetahuan syariat Islam seperti fiqh, ushul fiqh, tafsir, hadits, mushthalah hadits, dan ilmu kalam inilah yang membuat syariat Islam berlaku bagi setiap manusia di setiap zaman. Mengapa ?

Karena dengan lahirnya cabang ilmu pengetahuan syariat Islam seperti ilmu pengetahuan fiqh dan ilmu pengetahuan ushul fiqh, hadit, mushthalah hadits, maka terbukalah cakrawala aturan, hukum yang luas, yang kesemuanya berdasarkan dan bersumberkan kepada aturan, hukum yang diturunkan Allah SWT dan apa yang telah menjadi Sunnah Rasul-Nya, baik itu ucapan atau perbuatan Rasulullah saw, ditambah dengan ijma' mujtahidin, serta dengan timbulnya qias.

Syariat Islam yang telah diturunkan Allah SWT ini dalam penegakkan, pelaksanaan, penerapan, aplikasinya telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dengan cara membangun perangkat lembaga pelaksana aturan, hukum yang diturnkan Allah SWT dalam bentuk daulah, yakni Daulah Islamiyah atau Negara Islam yang pertama yang dibangun, dibentuk, didirikan pada tahun 1 H setelah Rasululullah saw hijrah dari Mekkah ke Yatsrib tahun 622 M.

Inilah Sunnah Rasulullah dalam bentuk perbuatan yang telah ditinggalkan bagi kaum muslimin dan ummat manusia lainnya dalam bentuk contoh pembangunan Daulah Islamiyah atau Negara Islam sebagai alat untuk menegakkan, melaksanakan, menjalankan, mengaplikasikan syariat Islam yang telah diturunkan Allah SWT. Mengapa ?

Karena terbukti, semuanya yang menyangkut aturan, hukum diturunkan secara berangsur setelah Daulah Islamiyah atau Negara Islam dibangun dan didirikan di Yatsrib. Kecuali ada sebagian kecil dasar hukum pidana yang menyangkut kejahatan dalam masalah pembunuhan seperti yang tertuang dalam dasar hukum pidana QS, Yunus, 10: 27 " Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS, Yunus, 10: 27). Dan dalam QS, Al-Isra, 17: 33 "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar[853]. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan[854] kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan." (QS, Al-Isra, 17: 33). Juga dalam QS, Asy-Syura, 42: 40 "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik[1345] maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS, Asy-Syura, 42: 40), yang diturunkan ketika Rasulullah saw masih di Mekkah. Walaupun dasar hukum pidana pembunuhan ini telah diturunkan di Mekkah, tetapi dalam penegakkan, pelaksanaan, dan pengaplikasiannya setelah Rasulullah saw hijrah ke Yatsrib dan Daulah Islamiyah atau Negara Islam pertama di Yatsrib telah berdiri.

Dimana dasar hukum pidana lainnya yang diturunkan di Yatsrib tertuang dalam QS, Al-Baqarah, 2: 178; QS, An-Nisa, 4: 92-93; QS, Al-Maidah, 5: 38. Adapun dasar hukum Perkawinan terdapat dalam QS, Al-Baqarah, 2: 221; QS, Al-Maidah, 5: 5; QS, Ani-Nisa, 4: 22, 23, 24; QS, An-Nuur, 24: 32; QS, Al-Mumtahanan, 60; 10, 11. Dasar hukum waris dalam QS, An-Nisa, 4: 7-12, 176; QS, Al-Baqarah, 2: 180; QS, Al-Maidah, 5: 106. Dasar hukum perang terdapat dalam QS, Al-Baqarah, 2: 190-193; QS, Al-Anfaal, 8: 39, 41; QS, At-Taubah, 9: 5, 29, 123; QS, Al-Haj, 22: 39-40. Dasar hukum hubungan antara bangsa dan negara tercantum dalam QS, Al-Hujurat, 49: 13. Dasar hukum tentang perjanjian tercantum dalam QS, Al-Baqarah, 2: 279-280, 282; QS, Al-Anfaal, 8: 56, 58; QS, At-Taubah, 9: 4. Aturan musyawarah tercantum dalam dasar hukum QS, Ali-Imran, 3: 159; QS, Asy-Syura, 42: 38. Aturan meruju dan mengacu kepada dasar dan sumber hukum Allah SWT dan Sunnah Rasul-Nya sebagaimana tertuang dalam QS, An-Nisa, 4: 59.

Karena memang Rasulullah saw telah mencontohkan melalui perbuatan dalam hal pembentukan, pendirian, pembangunan, penegakkan Daulah Islamiyah atau Negara Islam pertama di Yatsrib, maka dalam kita membicarakan syariat Islam inipun harus dilihat dari kerangka yang dicontohkan Rasulullah saw dalam Daulah Islamiyah atau Negara Islam-nya.

Apapun yang dibicarakan, ditegakkan, dilaksanakan, dijalankan yang menyangkut dasar dan sumber hukum Islam ini harus berpijak diatas fondasi konstitusi Negara Islam pertama yaitu Undang Undang Madinah, dan dalam perangkat lembaga kenegaraan dalam wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Daulah Islamiyah atau Negara Islam.

Karena memang terbukti, Rasulullah saw ketika menegakkan syariat Islam yang diturunkan Allah SWT adalah melalui perangkat lembaga pelaksana peradilan yang ada dalam Daulah Islamiyah atau Negara Islam pertama.

Begitu juga diteruskan oleh para sahabatnya yang meneruskan Daulah Islamiyah yang dikembangkan dan dimajukan oleh Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khattab, Khalifah Utsman bin Affan, Khalifah Ali bin Abu Thalib, Khalifah Umayyah, Khalifah Abbasiyah, Khalifah Fathimiyah, Khalifah Utsmaniyah yang berakhir pada tahun 1924 ketika Inggris dan Perancis memporak-porandakan Khilafah Islam Utsmaniyah ini menjadi negara-negara kecil yang tidak lagi mengacu dasar sumber hukum negaranya kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan Sunnah Rasul-Nya. Hanya beberapa Negara kecil hasil pecahan Khilafah Islam Utsmaniyah yang masih mencoba mengacu dasar dan sumber hukum negaranya pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Jadi penegakkan, pelaksanaan, penerapan, pengaplikasian syariat Islam itu tidak mungkin bisa dilakukan dalam negara yang dasar dan sumber hukumnya mengacu kepada sumber hukum yang bukan Islam. Contohnya di Negara RI, tidak mungkin bisa ditegakkan, dijalankan, dilaksanakan syariat Islam, karena dasar dan sumber negara RI adalah pancasila yang terlihat dalam penjabarannya dalam bentuk UUD 1945, TAP MPR, UU, Peraturan Pemerintah, Keputusan Pemerintah, Instruksi Presiden, KUHP dan KUHPerdata.

Misalnya kita lihat tentang percobaan penerapan syariat Islam di Acheh melalui UU No.18 Tahun 2001, dimana penjelasannya telah Ahmad Sudirman kemukakan dalam tulisan "Yudhoyono coba terapkan syariat Islam dalam gumpalan Pancasila yang salah kaprah di Acheh" (11 September 2004)", tidak mungkin bisa diterapkan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw.

Nah, dengan dasar dan landasan pemikiran dan contoh Rasulullah saw diatas itulah mengapa Ahmad Sudirman mengatakan: "Nah, disinilah yang menimbulkan kerancuan dan salah kaprah dari para pimpinan Negara RI. Dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang Megawati yang dengan seenak perutnya melambungkan dan menetapkan aturan yang berupa Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi provinsi daerah istimewa Aceh sebagai provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang terdiri dari 14 Bab dan 34 pasal yang disahkan di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2001 oleh presiden RI Megawati Soekarnoputri dan diundangkan pada tanggal yang sama." (Ahmad Sudirman, 11 September 2004)

Begitu juga dengan Susilo Bambang Yudhoyono memang salah kaprah. Karena ketika Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 dibuat DPR bersama Pemerintah, itu Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Menko Polkam dalam Kabinet Gotong Royong Megawati.

Dan Ahmad Sudirman melihat apa yang dilambungkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono ketika mengatakan: "bagaimana syariat Islam di Aceh dijalankan secara benar dan kongkrit" memang dia tidak tahu apa yang diucapkannya itu. Pokoknya apa yang dia pidatokan itu isinya kosong molongpong.

Apalagi Susilo Bambang Yudhoyono menurut saudara Che Guevara adalah : "Setahu saya SBY bukan ahli syariah. SBY adalah eks tentara dan kuliah Manajemen kalo gak salah."

Jadi kalau memang Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang yang pandai dan bijak dalam hal penerapan hukum di RI apalagi yang menyangkut penegakkan dan pelaksanaan hukum Islam, maka tidak akan dengan seenak perutnya sendiri mengatakan: "bagaimana syariat Islam di Aceh dijalankan secara benar dan kongkrit". Mengapa ?

Karena dengan Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan: "syariat Islam di Aceh dijalankan secara benar dan kongkrit". Berarti itu Susilo Bambang Yudhoyono telah mengerti dan memahami bagaimana menurut Islam kalau syariat Islam dijalankan secara benar dan kongkrit di Negeri Acheh.

Tetapi buktinya, itu Susilo Bambang Yudhoyono, justru kebalikannya, dia buta ketika melihat dari sudut pandang Islam bagaimana menegakkan dan menjalankan syariat Islam itu sendiri. Karena yang dimaksud dengan "syariat Islam di Aceh dijalankan secara benar dan kongkrit" oleh Susilo Bambang Yudhoyono adalah didasarkan pada dasar hukum Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001.

Inilah yang Ahmad Sudirman dalam tulisan sebelum ini mengatakan: "karena memang itu Susilo Bambang Yudhoyono tidak paham dan tidak mengerti bagaimana itu dasar hukum Islam ditegakkan dan dijalan dalam satu Negara, maka Susilo Bambang Yudhoyono dengan seenaknya sendiri mengatakan: "syariat Islam di Aceh dijalankan secara benar dan kongkrit" Jadi, jelaslah sudah, apa yang dikatakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono itu adalah merupakan penipuan dan akal busuk untuk menipu seluruh rakyat Acheh dan seluruh rakyat RI agar bisa terpilih sebagai Presiden RI ke-6." (Ahmad Sudirman, 11 Septem,ber 2004)

Selanjutnya saudara Guevara mengatakan: "Yang jelas fakta yang ada sekarang di Aceh maupun di Indonesia adalah, belom ada hasil positif dari penerapan syariah Islam. Yang jelas syariat Islam tidak salah. Yang mungkin salah cara penerapannya, orang-orangnya, kesiapan orangnya, tujuannya atau lain hal. Karena syariah Islam itu universal. Sekarang ini memang belom ada contoh ideal penerapan syariah Islam. Kalo pak Ahmad tahu tolong infokan dimana syariah Islam sudah bagus diterapkan? Justru yang banyak saya temui dinegara-negara yang mayoritas non-muslim malah banyak ajaran Islam yang diterapkan secara konsisten dan bagus. Malah di negara-negara mayoritas muslim, ajaran Islam Cuma jadi bahan debat dan bahan sudut menyudutkan bukannya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang parah jadi komoditas"

Nah dari apa yang dikemukakan oleh saudara Guevara ini memang saudara Guevara memiliki pandangan sama dengan apa yang dikemukakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Mengapa ?

Karena kalian berdua menganggap itu syariat Islam bisa ditegakkan, dijalankan, dilaksanakan, diaplikasikan dalam negara yang dasar dan sumber hukum negaranya mengacu kepada pancasila. Dan kalian berdua melihat hanya dari sudut dasar dan sumber hukum pancasila dengan sistem trias politikanya. Dan memformulasikan pengertian syariat Islam itu sendiri yang salah kaprah.

Disinilah dasar kesalahan fatal yang telah diambil oleh saudara Guevara dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal penegakkan dan penerapan syariat Islam.

Menyinggung apa yang ditulis saudara Guevara: "Yang valid adalah realitas di lapangannya bagaimana. Pak Ahmad pernah ke Aceh nggak? Kalo saya belom pernah, tapi saya tinggal di Indonesia dan pernah ke beberapa daerah. Kan pak Ahmad di Swedia, di Swedia syariah Islam sudah ada nggak? Gimana kehidupan disono?"

Sauda Che Guevara, tidak perlu Ahmad Sudirman dartang ke Acheh untuk melihat dan membuktikan penerapan syariat Islam di Acheh. Mengapa ?

Karena memang itu dasar hukum Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 adalah isinya salah kaprah dalam hal penerapan syariat Islam. Jadi kalau dasar hukumnya sudah salah kaprah, tidak perlu lagi dilihat bagaimana penerapannya. Sudah pasti amburadul dan meluncur kelembah kebodohan dan kesesatan.

Selanjutnya saudara Guevara menyatakan: "Memang benar-benar seluruh rakyat Acheh dan rakyat di RI dibodohi mentah-mentah oleh adanya Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 ini. Termasuk seluruh para ulamanya, tanpa kecuali." (Ahmad Sudirman, 11 September 2004). Kalo saya nggak berani bilang gitu, apalagi menyepelekan ulama. Sedangkan saya sendiri nggak tahu apa-apa. Mungkin pengetahuan pak Ahmad melebihi para ulama. Jadi berani bilang begitu. Eh iya, pak Ahmad di Swedia merasa dibodohi nggak ama pemerintah Swedia?"

Ahmad Sudirman tidak menyepelekan ulama dengan mengatakan: "Termasuk seluruh para ulamanya, tanpa kecuali.". Tetapi melihat dari kenyataan dan fakta yang ada baik di Acheh maupun di seluruh RI. Mana ada itu para ulama yang protes atas isi dari Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 ini yang menyangkut Bab, Pasal, ayat tentang syariat Islam dalam hubungannya dengan dasar dan sumber hukum Negara RI yang pancasila itu.

Jadi karena Ahmad Sudirman tidak pernah mendengar ada para ulama di RI dan di Acheh memprotes itu isi dari Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 ini, maka Ahmad Sudirman mengatakan Termasuk seluruh para ulamanya, tanpa kecuali, dibodohi oleh DPR dan Pemerintah Megawati Cs.

Tentang di Swedia, jelas Ahmad Sudirman tidak merasa dibodohi. Pertama, memang Ahmad Sudirman akui bahwa tidak ada dasar hukum yang dibuat oleh Parlemen yang menyangkut tentang pencampuran syariat Islam dengan dasar dan sumber hukum Kerajaan Swedia. Kedua, memang Kerajaan Swedia adalah Kerajaan yang dasar dan sumber hukum Kerajaannya mengacu pada non-Islam.

Terakhir saudara Che Guevara menulis: "Saya juga yakin sekali bahwa masalah manusia harus diselesaikan dengan al Islam, tapi yang jelas bukan dengan curiga mencurigai, menghujat atau meremehkan sesama umat manusia. Merasa paling benar. Yang diperlukan adalah suatu kerjasama dari semua unsur, saling mengisi, saling melengkapi, saling mengingatkan, saling menyayangi, sebagaimana yang diajarkan Al Islam yang Agung. Kajian sudah banyak, buku sudah banyak, Aplikasi-lah yang belum. Saya kira banyak peraturan-peraturan yang bagus di Indonesia yang juga diadposi dari Islam, Cuma masalahnya belom diaplikasikan oleh manusianya, jadi manusia tak akan bisa mengambil manfaatnya."

Saudara Guevara, apa yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman disini bukan didasarkan pada "curiga mencurigai, menghujat atau meremehkan sesama umat manusia. Merasa paling benar" Sebagaimana yang dikatakan oleh saudara.

Ahmad Sudirman hanya memberikan penjelasan, bahwa apa yang dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, DPR mengenai Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 yang ada hubungannya dengan penerapan syariat Islam di Acheh memang setelah diteliti secara seksama adalah isinya salah kaprah, bertentangan dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw.

Ya, sekarang terserah pada pihak Pemerintah dan Pemerintah Daerah Acheh, apakah akan terus menerapkan itu UU No.18 Tahun 2001 untuk dijadikan sebagai landasan dasar hukum penerapan syariat Islam di Acheh, yang konsekuensinya adalah menyimpang dan sesat. Atau mau dirubah dan dicabut itu Bab, Pasal, dan ayat yang menyangkut syariat Islam. Kemudian itu soal penyelesaian konflik Acheh diserahkan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap masa depan mereka dan negerinya, apakah ingin bebas dari RI atau tetap ingin berada dalam sangkar RI. Selanjutnya, seluruh rakyat Acheh yang nantinya akan menentukan Negera Acheh yang telah merdeka itu untuk menjadi Negara yang dasar dan sumber hukum negaranya mengacu kepada Al-Qur'an dan Sunnah.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 12 Sep 2004 11:03:19 +0700
From: Che Guevara CheLives@gmail.com
Reply-To: Che Guevara CheLives@gmail.com
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Subject: Re: YUDHOYONO COBA TERAPKAN SYARIAT ISLAM DALAM GUMPALAN PANCASILA YANG SALAH KAPRAH DI ACHEH
Cc: pks-ide@yahoogroups.com, Che Guevara <chelives@gmail.com>, maskurun@yahoo.com, kuswo@bpmigas.com, matoari@yahoo.com, foto-hantu@yahoogroups.com, sidqy_suyitno@yahoo.com, zul@mucglobal.com, agungdh@emirates.net.ae, asodik@pertamina.com, henry@bkpm.go.id, harry.gaharu@telkom.net, fahrida@rad.net.id, titinpatrick@plasa.com, syah_rizal_m@yahoo.com, susantoaji@citra8000.com, sulton@lapindo-brantas.com, redaksi@sabili.co.id, yjussacjr@yahoo.com, bluebear57@hotmail.com, arry.kusnadi@det.nsw.edu.au, ardhila@eudoramail.com, a_farkhan@telkom.net, nizaminz@yahoo.com, adriandw@centrin.net.id, jujursajadeh@yahoo.com, abdul.muin@conocophillips.com

### Note :

### Che Bukan pendukung siapa-siapa, hanya orang realistis, dan berpijak di Bumi.

"KELIHATAN ITU SUSILO BAMBANG YUDHOYONO KALAU JADI PRESIDEN COBA USAHAKAN TERUS TERAPKAN SYARIAT ISLAM DALAM GUMPALAN PANCASILA YANG SALAH KAPRAH DI ACHEH (Ahmad Sudirman, 11 September 2004)

## Syariat Islam itu bagaimana menurut pak Ahmad? Kalo menurut saya adalah aplikasi ajaran-ajaran Islam yang murni dalam kehidupan-sehari-hari secara menyeluruh, oleh semua unsur formal ataupun non formal.
## Saya cuplikan tulisan Nardisyah Hosen Yang Mengikuti email saya :

"Tanpa banyak janji, insya Allah, apa yang saya lakukan dulu untuk berjuang menuntaskan masalah Aceh dapat saya lakukan apabila Tuhan memberikan amanah dan takdir kepada saya untuk memimpin bangsa ini. Yaitu, Aceh kembali aman dan berkeadilan, bagaimana syariat Islam di Aceh dijalankan secara benar dan kongkrit, memberikan pendidikan yang layak bagi rakyat Aceh dan menumbuhkan perekonomian dan BUMN di Aceh" (Susilo Bambang Yudhoyono, Masjid Bujang Salim, Kreung Geukeuh, Aceh Utara, NAD, Sabtu 4 September 2004).

"Membaca apa yang dinyatakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono di Masjid Bujang Salim, Kreung Geukeuh, Aceh Utara, NAD, Sabtu 4 September 2004, ketika acara silaturahmi dan Isra' Miraj, timbul dalam pikiran Ahmad Sudirman. Bagaimana itu Susilo Bambang Yudhoyono akan menjalankan syariat Islam di Acheh, sedangkan dasar dan sumber hukum Negara RI adalah Pancasila. (Ahmad Sudirman, 11 September 2004)

## Saya tidak tahu juga. Saya bukan ahli syariah. Dan SBY sendiri tak menjelaskan secara detail. Yang bisa menjelaskan secara detail adalah Islam sendiri, apakah yang diinginkan Islam itu. Bukan menurut SBY atau ini atau itu. Setahu saya dari kalimat itu hanya bisa disimpulkan SBY akan menerapkan syariat Islam di Aceh. TITIK. Teknis detail tentu seharusnya ahli syariah. Seharusnya bukan hanya di Aceh saja, wong umat Islam ada dimana-mana kok.

"Apakah itu Susilo Bambang Yudhoyono memahami bagaimana dasar hukum Islam ditegakkan dan dijalankan dalam satu negara ? Apakah itu Susilo Bambang Yudhoyono telah mempelajari bagaimana itu dasar hukum Islam ditegakkan dan dijalankan oleh Rasulullah saw ? Padahal waktu Susilo Bambang Yudhoyono membicarakan syariat Islam itu dalam rangka peringatan Isra' Miraj ? (Ahmad Sudirman, 11 September 2004)

## Setahu saya SBY bukan ahli syariah. SBY adalah eks tentara dan kuliah Manajemen kalo gak salah. Kenapa Pak Ahmad harus bertanya seperti itu? Apa gunanya? Pertanyaan yang sudah jelas jawabnya! Wong sudah jelas latar belakang dan pendidikan SBY kok! Apa pak Ahmad karena di Sweden jadi udik banget soal-soal di Indonesia? Hehe :)

"Nah, disinilah yang menimbulkan kerancuan dan salah kaprah dari para pimpinan Negara RI. Dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang Megawati yang dengan seenak perutnya melambungkan dan menetapkan aturan yang berupa Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi provinsi daerah istimewa Aceh sebagai provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang terdiri dari 14 Bab dan 34 pasal yang disahkan di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2001 oleh presiden RI Megawati Soekarnoputri dan diundangkan pada tanggal yang sama." (Ahmad Sudirman, 11 September 2004)

## Yang jelas fakta yang ada sekarang di Aceh maupun di Indonesia adalah, belom ada hasil positif dari penerapan syariah Islam. Yang jelas syariat Islam tidak salah. Yang mungkin salah cara penerapannya, orang-orangnya, kesiapan orangnya, tujuannya atau lain hal. Karena syariah Islam itu universal. Sekarang ini memang belom ada contoh ideal penerapan syariah Islam. Kalo pak Ahmad tahu tolong infokan dimana syariah Islam sudah bagus diterapkan? Justru yang banyak saya
temui dinegara-negara yang mayoritas non-muslim malah banyak ajaran Islam yang diterapkan secara konsisten dan bagus. Malah di negara-negara mayoritas muslim, ajaran Islam Cuma jadi bahan debat dan bahan sudut menyudutkan bukannya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang parah jadi komoditas.

"Coba saja buka apa itu yang terkandung dalam Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 itu seperti yang tertuang dalam Bab XII, pasal 25, ayat 1, 2 dan 3. Ternyata sudah jauh menyimpang dari apa yang digariskan dalam Islam, dimana hukum-hukum Islam dan pelaksanaanya tidak bisa dicampur adukkan dengan sistem hukum nasional yang bersumberkan kepada pancasila dan mengacu kepada
UUD 1945 serta TAP-TAP MPR yang bukan bersumberkan kepada Islam dan Sunnah Rasulullah saw." (Ahmad Sudirman, 11 September 2004)

### Saya nggak tahu dan nggak pernah baca. Yang valid adalah realitas di lapangannya bagaimana. Pak Ahmad pernah ke Aceh nggak? Kalo saya belom pernah, tapi saya tinggal di Indonesia dan pernah ke beberaopa daerah. Kan pak Ahmad di Swedia, di Swedia syariah Islam sudah ada
nggak? Gimana kehidupan disono?

"Memang benar-benar seluruh rakyat Acheh dan rakyat di RI dibodohi mentah-mentah oleh adanya Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 ini. Termasuk seluruh para ulamanya, tanpa kecuali." (Ahmad Sudirman, 11 September 2004)

### Kalo saya nggak berani bilang gitu, apalagi menyepelekan ulama. Sedangkan saya sendiri nggak tahu apa-apa. Mungkin pengetahuan pak Ahmad melebihi para ulama. Jadi berani bilang begitu. Eh iya, pak Ahmad di Swedia merasa dibodohi nggak ama pemerintah Swedia?

### Saya, intinya, secara singkat bagi saya adalah, syariat Islam itu harus dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil, konsisten dan terus menerus. Saya sangat percaya keagungan Al Islam dan seluruh ajarannya. Saya sangat percaya juga bahwa siapapun, dimanapun, penganut keyakinan apapun, kalo mengamalkan ajaran Islam, akan mendapatkan manfaat dunia dan akhirat. Jadi menurut saya, kenapa kita belom bisa menikmati ajaran Islam yang Agung, karena kita belom mengamalkannya. Kita lihat contoh simple, negara-negara Eropa (pak Ahmad pasti tahu) menerapkan ajaran Islam, kayak ketertiban, patuh aturan, adil, kebersihan, disiplin, sehingga mereka bisa menikmati kehiudpan yang baik.

### Saya juga yakin sekali bahwa masalah manusia harus diselesaikan dengan al Islam, tapi yang jelas bukan dengan curiga mencurigai, menghujat atau meremehkan sesama umat manusia. Merasa paling benar. Yan gdiperlukan adalah suatu kerjasama dari semua unsur, saling mengisi, saling melengkapi, saling mengingatkan, saling menyayangi, sebagaimana yang diajarkan Al Islam yang Agung. Kajian sudah banyak, buku sudah banyak, Aplikasi-lah yang belum.

### Saya kira banyak peraturan-peraturan yang bagus di Indonesia yang juga diadposi dari Islam, Cuma masalahnya belom diaplikasikan oleh manusianya, jadi manusia tak akan bisa mengambil manfaatnya.

### Kalo ada yang benar, itu jelas dari Allah SWT. Kalo ada yang salah, tentu saja, pasti, mutlak, dari saya yang bodoh, ngawur, dan asal-asalan.

Sampun.

Che Guevara

CheLives@gmail.com
Jakarta, Indonesia
----------