Stockholm, 13 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

NIZAR WIN SUDAH LIMA BULAN MENDEKAM DALAM LOBANG MUNCUL LAGI DENGAN CERITA GOMBAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN DENGAN JELAS ITU NIZAR WIN SUDAH LIMA BULAN MENDEKAM DALAM LOBANG LUMPUR HITAM PEKAT PANCASILA KINI MUNCUL LAGI DENGAN CERITA GOMBAL MODEL MBAK MEGA & SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

"Pagi dini hari ini, sekitar jam 3:30 waktu Stockholm, 3 unit tentara khusus anti terorisme Swedia menyerbu sebuah kawasan di hutan lindung Pieijekaise, Swedia utara. Disinyalir tempat ini adalah tempat persembunyian terakhir pasukan Gerombolan Aceh Merdeka (GAM). Operasi ini sangat rahasia dan baru diumumkan kepada wartawan jam 9:00 pagi ini" (Nizar Win , nizarwin@yahoo.com , 13 september 2004 15:22:26)

Baiklah saudara Nizar Win di Jakarta, Indonesia.

Tidak perlu saudara Nizar buat cerita gombal yang isinya kosong molongpong. Mana ada lagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila percaya dengan cerita gombal model Mbak Mega dan Susilo Bambang Yudhoyono dengan pentungan partai Demokratnya yang berusaha mengibuli rakyat Acheh dengan umpan syariat Islam model Mbak Mega dari PDI-P sekular.

Saudara Nizar Win, saudara terakhir muncul di mimbar bebas ini pada tanggal 3 April 2004. Setelah itu menghilang ditelan lumpur hitam pekat racun pancasila masuk kedalam lubang pekat di Negara Pancasila yang Pemerintahnya sedang menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Ketika sekarang sudah hampir seminggu lagi diadakannya tarung pemilihan presiden yang akan bertarung antara Mbak Mega akhli tipu licik model ayahnya Soekarno melawan mantan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono mantan petinju Keppres No.28/2003 yang telah mengobarkan perang di Acheh pada tanggal 19 Mei 2003, muncullah Nizar Win memberikan semangat taktik strategi seperti tukang adu jangkrik di kampung Cibaduyut sana.

Celakanya isi cerita yang dikirimkan ke mimbar bebas ini tidak lebih dan tidak kurang hanyalah cerita kakek ompong yang tidak bisa lagi mengunyah nasi.

Mana bisa lagi laku cerita model begitu, Nizar ! Pake sedikit otak, jangan otak itu seperti otak udang. Jangan ikutan Susilo Bambang Yudhoyono, yang katanya punya visi dan misi untuk menyelesaikan konflik Acheh dengan cara aman dan damai. Tetapi rupanya cara aman dan damai model Susilo Bambang Yudhoyono itu adalah pakai moncong senjata. Dor, dor, dor, lalu aman dan damai timbul di Negeri Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Nizar Win <nizarwin@yahoo.com>
Date: 13 september 2004 15:22:26
To: oposisi-list@yahoogroups.com, padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, communitygallery@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com, ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: STOP PRESS! ! Tentara Swedia Menyerbu markas GAM

**STOP PRESS!! Tentara Swedia Menyerbu markas GAM**

Stockholm, 13 September 2007 (Aktuellt i Politiken).

Pagi dini hari ini, sekitar jam 3:30 waktu Stockholm, 3 unit tentara khusus anti terorisme Swedia menyerbu sebuah kawasan di hutan lindung Pieijekaise, Swedia utara. Disinyalir tempat ini adalah tempat persembunyian terakhir pasukan Gerombolan Aceh Merdeka (GAM). Operasi ini sangat rahasia dan baru diumumkan kepada wartawan jam 9:00 pagi ini.

Dalam briefing kepada wartawan pagi ini, komandan unit anti teroris Sewdia, kolonel BvP, menyatakan bahwa sempat terjadi perlawanan singkat dari pasukan GAM. Namun karena posisi mereka telah terkepung rapat, maka perlawanan tersebut dapat dipatahkan oleh tentara
Swedia dalam waktu kurang dari 1 jam, sebelum akhirnya GAM menyerah.

Terdapat 9 korban tewas dari 15 pasukan terakhir GAM ditempat pertempuran (6 orang menyerahkan diri), dan tidak ada korban tewas dari pihak tentara Swedia. Tapi, menurut BvP, pihaknya hanya menembak mati 4 dari pasukan GAM tersebut, 5 orang lainnya sebenarnya
ditembak sendiri dari belakang oleh sesorang yang nampaknya adalah komandan pasukan tersebut.

Diperkirakan alasan penembakan tersebut adalah murkanya sang komandan karena 5 orang itu sudah berusaha menyerah sejak kontak senjata pertama terjadi. Pihak tentara Swedia hanya memiliki rekaman kamera inframerah jarak jauh tentang adegan pembunuhan 2 dari 3 tentara GAM oleh komandannya sendiri. Namun dari posisi, jenis peluru dan bentuk luka dari 3 korban lain, dipastikan bahwa tembakan bukan dari tentara Swedia. Sang komandan GAM itu sendiri akhirnya
termasuk dari 6 orang yang menyerahkan diri, dan saat ini ditahan di tempat yang dirahasiakan.

KILAS BALIK.

Seperti yang diberitakan selama ini, dalam 1 tahun terakhir ini sekelompok warga negara Swedia keturunan Indonesia, yang menamakan diri kelompok GAM (=Gerakan Aceh medeka) telah melancarkan perang dengan pemerintah Swedia.

Kasus ini bermula dari Februari 2006, ketika Perdana Menteri Swedia, GP, berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri sebuah peresmian investasi Swedia di Indonesia. Dalam pertemuannya dengan Presiden Indonesia, GP menyatakan dukungannya terhadap kesatuan RI dan menyatakan bahwa rakyat Swedia adalah sahabat rakyat Indonesia.

Kunjungan dan pernyataan GP ini membuat marah TDI, salah seorang anggota parlemen Swedia keturunan Indonesia. Dalam sebuah konferensi pers, TDI yang sangat anti Indonesia menyatakan dengan penuh emosi bahwa Perdana Menteri GP menghianati dukungan dana yang besar dari GAM dalam Pemilu sebelumnya. Dan dia bersumpah akan membongkar semua kasus suap di kantor Perdana Menteri jika GP tidak meralat dukungannya terhadap pemeritah Indonesia.

Pernyataan ini mendapat bantahan balik yang keras dari GP dan menciptakan skandal yang merebak di seluruh Eropa. Penyelidikan selanjutnya menunjukkan bahwa TDI mendapat dana dari Israel dan bisnis senjata international secara illegal dari dalam negeri. Sementara dana yang dia claim sebagai loby kepada team sukses Pemilu GP ternyata tidak pernah sampai ketujuannya, melainkan digelapkan oleh salah seorang kepercayaannya berinitial AS yang sampai saat ini masih buron. Terungkap pula bahwa TDI terlibat perkosaan dan pembunuhan 2 orang mahasiswi Indonesia dan 1 mahasiswi Iran di Swedia pada Februari 2005 dan JP, serta pembunuhan anggota parlemen yang pro Jakarta pada April 2005, dan juga penggelapan pajak bisnis cafe dan rumah bordil-nya di Stockholm.

Skandal ini membuat kelompok warga negara Swedia keturunan Indonesia-Aceh menjadi terpecah belah. Sebagian besar bersikap apolitis, namun sebagian kecil menjadi pengikut TDI. Karena makin terpojok, TDI akhirnya membawa sekitar 100 orang pengikutnya, dengan persenjataan lengkap, lari ke utara Swedia dan memaklumkan berdirinya negara merdeka Swedia Suci Raya yang meliputi wilayah Lulea ke utara hingga perbatasan Rusia dan Norwegia.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, TDI mengundang semua pihak yang anti terhadap "pemerintah kafir" Swedia untuk bergabung dengan dia. Dia menjamin negara Swedia bentuk baru di utara yang lebih bermoral dan agamis. TDI sempat mendapat tambahan pengikut sekitar 50 orang dari beberapa tempat di Eropa. Sejak saat itu untuk pertama kalinya Swedia mengalami gerakan separatisme dan kawasan utara menjadi daerah paling penuh kekerasan.

TDI sendiri dikabarkan telah melarikan diri meninggalkan pasukannya sejak 2 bulan lalu. Diperkirakan dia berada di Israel atau Pakistan, dimana dia memiliki banyak investasi.
 

Berita fiktif ini dikirim dari tahun 2007, menggunakan teknologi penjelajah ruang-waktu TimeTrax.

Ihik ihik .....

Nizar Win

nizarwin@yahoo.com
Bandung, Indonesia
----------