Stockholm, 14 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MAZDA YANG BERLABEL WAHABI & PANCASILA MENETAPKAN PASUKAN TNA YANG SYAHID DIANGGAP JAHIL PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG JELAS KELIHATAN ITU MAZDA YANG BERLABEL WAHABI & PANCASILA MENETAPKAN PASUKAN TNA YANG SYAHID DIANGGAP JAHIL PANCASILA

"Ahmad Sudirman kebakaran jenggot setelah saya bilang Ishak Daud tewas diatas kejahilan dan bukan syahid. Saya bilang bahwa Ishak daud tewas mati dalam kejahilan karena memang dia itu jahil dan berdiri pada garis yang jahil sehingga tidak layak dapat label syahid. Dan juga demikian bila Ahmad Sudirman mati bertempur dengan GAM melawan TNI maka Ahmad Sudirman juga mati sebagai jahil alias mati konyol." (Mazda , mazda_ok@yahoo.com , Mon, 13 Sep 2004 20:58:17 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Mazda di Surabaya, Indonesia.

Mazda yang sudah dicekoki oleh paham wahabi dan racun hitam lumpur pancasila, mana ada lagi menggunakan dasar nadhari dalam hal orang yang sedang berjihad membela Negara, Agama dan rakyat muslim Acheh yang ditindas dan dijajah oleh RI menemui syahidnya di medan perang dan medan gerilya disebut syahid.

Karena memang Mazda sudah tertutup oleh paham wahabi dan dipenuhi dengan racun pancasila dan UUD 1945. Jelas siapa yang menentang penjajah RI dan TNI/POLRI-nya dianggap orang yang sudah menyimpang dari jalur pancasila, UUD 1945, dan paham wahabi hasil import dari Saudi. Karena itu bagi rakyat muslim Acheh yang sedang berjuang membela Negara, Agama, dan rakyat Acheh yang dibunuh oleh pihak pasukan TNI yang sudah disumpah untuk taat dan setia pada pancasila dan UUD 1945 diangap oleh Mazda matinya mati jahil terhadap pancasila, UUD 1945 dan paham wahabi.

Dan tentu saja rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila jangan sekali-kali mudah ditipu dan dibohongi oleh mereka pengikut paham wahabi Saudi dan dengan racun pancasila dan UUD 1945.

Rakyat muslim Acheh tidak mengapa dianggap jahil pancasila, UUD 1945 dan jahil paham wahabi, asalkan jangan jahil terhadap apa yang telah diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

Kalau orang-orang wahabi model Mazda mana mengikuti manhaj Rasulullah saw lagi. Lihat saja Raja-Raja mereka di Kerajaan-nya sendiri sudah menyimpang dari manhaj Rasulullah saw. Makanya itu kaum wahabi dan pengikutnya model Mazda tidak berkutik dan malu kalau disebut sebagai pengikut wahabi dengan gerakan dakhwah salafiyyahnya.

Itulah mereka kaum wahabi seperti pengikutnya Mazda ini memang munafik. Dalam sistem pancasila dia masuk, dalam sistem pemerintahan yang dikembangkan di Kerajaan Ibnu Saud pun ditelannya mentah-mentah. Pokoknya apa yang dikatakan oleh pemimpin kaum wahabi Saudi, itulah yang disantapnya.

Mazda mau mencoba mengelak dari paham wahabi, tetapi dia tidak bisa memberikan dan menunjukkan induknya, kalau bukan yang ada di Kerajaan ibnu Saud.

Jadi Mazda, janganlah kalian itu munafik, didepan orang merasa paling lurus tauhidnya, tetapi dibelakang disapunya habis orang-orang Islam yang ada diluar kelompok kaum wahabi dengan semprotan kafir dan khawarij.

Inilah orang-orang yang membuat kerusakan dan kehancuran kesatuan umat Islam di dunia. Lihat saja. Bagaimana itu Dinasti Islam Usmaniyah dihancur leburkan salah satunya oleh kaum wahabiyin dengan dakhwah salafiyyahnya yang bersekongkol dengan Amir-Amir Hijaz dari dinasti Ibnu Saud yang bersekutu dengan Pemerintah Kerajaan Inggris, dengan tujuan membangun Kerajaan Ibnu Saud, yang tidak mencontoh Rasulullah saw dalam hal penegakkan Daulah Islamiyah atau Negara Islam.

Di Negara Pancasila mereka kaum wahabi ini termasuk saudara Mazda di Surabaya ini petantang-petenteng sambil pegang karet pengikat pinggang yang bermerk wahabi model salafi sambil mengacung-ngacungkan senjata gombal khawarij dan senjata tuduhan kafirnya kepada mereka yang berada diluar kaum wahabi. Celakanya kalau kepada pihak yang ada diluar kaum wahabi menuduh orang yang suka mengkafirkan orang Islam, padahal terbukti justru dalam kelompok kaum wahabi sendirilah yang sebenarnya mudah mengkafirkan orang-orang Islam yang ada diluar kelompok wahabi. Memang munafik.

Disamping itu karena memang Mazda ini tidak paham dan tidak mengerti kelicikan TNI dan Pemerintah Megawati dalam menghadapi ASNLF atau GAM, maka dengan seenak udel sendiri mengatakan: "Tapi sayang Ahmad Sudirman tuh nggak jantan seh, dan saya yakin dia nggak akan berani manggul senjata paling denger letusan senjata udah tiarap ketakutan atau malah kencing ditempat, dia cuman bisa nyerocos nggak ada ciri laki2 jantan yang ada cuman cap pengecut, pengecut yang lari dan tinggal dibawah payung pemerintah kufar dan hukum serta dasar kufar."

Memangnya Ahmad Sudirman bisa termakan oleh tipu muslihat TNI dan Megawati ?, Jangan mimpi Mazda. Kalian memang kacung-kacungnya TNI, tetapi kalian tidak menyadarinya, karena kalian sudah termakan racun pancasila dan UUD 1945 ditambah paham wahabi.

Kemudian yang dinamakan jantan oleh Mazda ini adalah orang-orang yang bisa ditarik hidungnya oleh TNI dan dibodohi oleh Megawati dengan racun dan ramuan pancasilanya yang sudah termakan oleh Mazda.

Yang paling celakanya Mazda ini tidak tahu bahwa itu yang dinamakan Negara RI adalah Negara kafir RI. Tetapi karena otak Mazda sudah direbus dan dikucuri racun pancasila dan paham wahabi, maka itu Negara RI dianggap sebagai negara kaum wahabi. Dan tidak kepalang tanggung ditutupinya pula kelakuan jahat dari para pimpinan RI yang menjajah Negeri Acheh dan membunuh rakyat Muslim Acheh.

Bagaimana Mazda tidak menganggap Negara kafir RI sebagai negara wahabi ? Lihat dan perhatikan saja apa yang dikatakan Mazda: "pengecut yang lari dan tinggal dibawah payung pemerintah kufar dan hukum serta dasar kufar. Nggak malu ya tinggal di negeri kufar.. dan alih-alih ngaku warga negera Islam berjuang."

Jelas Ahmad Sudirman dari dulu tidak menafikan bahwa memang benar Kerajaan Swedia adalah Kerajaan Kafir Swedia, karena memang dasar dan sumber hukum Kerajaannya bukan Islam. Tetapi Ahmad Sudirman tidak berusaha menutupi dan membela para pimpinan Kerajaan kafir Swedia dengan dalil naqli.

Tetapi, sebaliknya itu Mazda bersama Wahabiyin Rokhmawan, dengan sekuat tenaga mengeluarkan dengan cara mengkopi segudang dalil-dalil naqli yang berupa hadits untuk dipakai sebagai tameng dan pelindung para pimpinan Pemerintah Negara kafir RI. Kan kelihatan munafik dan zhalimnya Mazda ini.

Coba bagaimana tidak rusak itu kaum wahabi, karena memang munafik mereka ini. Dan bagaimana mereka ini bisa hidup dengan baik kalau kerjanya hanya mengkafirkan orang-orang Islam lainnya dengan seenak perutnya sendiri, pokoknya kalau tidak dan bukan pengikut paham wahabi, kafirlah dihukumnya, dan tidak sampai disitu saja, ditembakkannya senjata gombal khawarijnya.

Memang menyedihkan kalau melihat kaum wahabi ini, apalagi yang ditunjukkan oleh Mazda dan Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudinya.

Coba saja bagaimana tidak disebut munafik Mazda wahabi ini, perhatikan apa yang dikatakan oleh Mazda ini: "Silahkan baca aja tulisan Ahmad Sudirman yang menjawab penanya bahwa dia kalo pulang ke Jawa pasti ditangkap polisi dan dijeblosin penjara. Nampak kan takutnya sang pengecut kalah ama Ba'asyir yang berani pulang kampung, tapi kalo si Ahmad Sudirman ini nggak nampak kelakian dan kejantanannya yang ada cuman jual jamu gombal."

Mana pernah Ahmad Sudirman menjawab seperti: "bahwa dia kalo pulang ke Jawa pasti ditangkap polisi dan dijeblosin penjara". Ini kan cerita mengada-ada. Memang tidak heran, karena kaum wahabi ini kerjanya suka berbohong. Semua yang Ahmad Sudirman tulis dimimbar bebas ini tersimpan rapi dalam www.dataphone.se/~ahmad .Jadi gampang saja kalau mau membuktikan kebenaran apa yang ditulis Mazda ini.

Jelas, Ahmad Sudirman tidak bisa dibandingkan dengan Ustaz Abu Bakar Basyir. Beliau berjuang dengan caranya sendiri. Ahmad Sudirman memiliki metode yang berbeda dengan yang dipakai Ustaz Abu Bakar Basyir. Tidak bisa dijadikan ukuran, dan main pukul rata.

Kemudian yang cuman jual jamu gombal itu adalah para kaum wahabi, termasuk Mazda dan Wahabiyin Rokhmawan. Pandainya becuap-cuap, hantam sana hantam sini dengan senjata gombal khawarij dan pengkafirannya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 13 Sep 2004 20:58:17 -0700 (PDT)
From: maz da <mazda_ok@yahoo.com>
Subject: AHMAD SUDIRMAN SANG PENGECUT
To: perlez@nytimes.com, mas_rey_2004@yahoo.com, ba_99@plasa.com, teguh.harjito@mas-dna.com, asudirman@yahoo.co.uk, rasjid@bi.go.id, abuguntur@hotmail.com, seulawah001@yahoo.com, mazda_ok@yahoo.com, nacara2004@yahoo.com, at_taqwa@telkom.net, sisingamaharaja@yahoo.co.uk, acheh_karbala@yahoo.no, webmaster@sby-oke.com, mediacenter@sby-oke.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, achehmerdeka@yahoo.com,
abu_farhan04@yahoo.com
Cc: ahmad@dataphone.se

AHMAD SUDIRMAN SANG PENGECUT

Ahmad Sudirman kebakaran jenggot setelah saya bilang Ishak Daud tewas diatas kejahilan dan bukan syahid. Saya bilang bahwa Ishak daud tewas mati dalam kejahilan karena memang dia itu jahil dan berdiri pada garis yang jahil sehingga tidak layak dapat label syahid.

Dan juga demikian bila Ahmad Sudirman mati bertempur dengan GAM melawan TNI maka Ahmad Sudirman juga mati sebagai jahil alias mati konyol.

Tapi sayang Ahmad Sudirman tuh nggak jantan seh, dan saya yakin dia nggak akan berani manggul senjata paling denger letusan senjata udah tiarap ketakutan atau malah kencing ditempat, dia cuman bisa nyerocos nggak ada ciri laki2 jantan yang ada cuman cap pengecut, pengecut yang lari dan tinggal dibawah payung pemerintah kufar dan hukum serta dasar kufar.

Nggak malu ya tinggal di negeri kufar.. dan alih-alih ngaku warga negera Islam berjuang. Menyedihkan mencoba menghibur diri dengan mengaku warga negara Islam berjuang.. yang nggak jelas perjuangannya.

Silahkan baca aja tulisan Ahmad Sudirman yang menjawab penanya bahwa dia kalo pulang ke Jawa pasti ditangkap polisi dan dijeblosin penjara. Nampak kan takutnya sang pengecut kalah ama Ba'asyir yang berani pulang kampung, tapi kalo si Ahmad Sudirman ini nggak nampak kelakian dan kejantanannya yang ada cuman jual jamu gombal.

Mazda

mazda_ok@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------