Stockholm, 16 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO PELAJARI KEMBALI HAK, TUGAS, TANGGUNG JAWAB DARI SETIAP LEMBAGA NEGARA RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERLU SUMITRO MENDALAMI KEMBALI HAK, TUGAS, TANGGUNG JAWAB DARI SETIAP LEMBAGA NEGARA RI

"Bang Ahmad, yang berhak membuat Undang2, apalagi berhubungan dengan GBHN dan Dasar Negara adalah Rakyat yang diwakili oleh DPR. Nach, seorang Presiden tidak berhak untuk itu. Jadi kenapa anda selalu menyerang Soeharto, Megawati, lebih2 Gus Dur, Amien Rais hanya karena mereka tidak merubah itu UUD dan Dasar Negara? Disitulah letak kesalahan anda yang TIDAK akan pernah anda akui karena anda yakin bahwa anda adalah manusia yang sempurna melebihi Nabi sekalipun karena kesalahan2 walaupun sedikit yang anda lemparkan disini TIDAK pernah anda akui malahan ditutup-tutupi. Kalau soal mencari kesalahan orang walau hanya satu kata saja anda langsung menyerang membabi buta dan setelah itu anda merasa puas karenanya." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Thu, 16 Sep 2004 08:15:58 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro, apakah saudara paham dan mengerti apa yang dikutip Ahmad Sudirman dalam tulisan-tulisan sebelum ini yang berbunyi:

"para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Amien Rais, Akbar Tandjung yang telah membuat lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, lalu tidak memutuskan, dan tidak menetapkan suatu hukuman menurut aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, sebagaimana di-Firman-kan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw, maka oleh Allah SWT mereka itu disebut kafir, zhalim, fasik."

Saudara Sumitro dalam kutipan yang diambil dari tulisan-tulisan sebelum ini jelas tertulis kalimat: "lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang".

Nah, dari kalimat diatas itu telah jelas dan terang menggambarkan bagaimana itu lembaga-lembaga negara yang ada di Negara RI yang mendasarkan kepada sistem trias politika. Dimana lembaga Eksekutif yang dipimpin oleh Presiden mempunya hak, wewenang, tugas salah satunya membuat peraturan, instruksi, keputusan, hukum, yang mendasarkan kepada undang undang yang dibuat oleh lembaga DPR bersama lembaga Eksekutif, dan undang undang dasar yang dibuat oleh lembaga legislatif MPR.

Nah Sumitro, itu Presiden sebagai pimpinan tertinggi dalam lembaga Eksekutif mempunyai hak, wewenang salah satunya membuat dan menetapkan dasar hukum Keputusan Presiden, Instruksi Presiden, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang, Peraturan Pemerintah yang mendasarkan kepada Undang Undang, Ketetapan MPR, dan Undang Undang Dasar 1945.

Jadi Sumitro, kalau Ahmad Sudirman menulis: "lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang" itu mencakup Lembaga Eksekutif yang sekarang dipimpin oleh Megawati, Lembaga Legislatif DPR yang dipimpin oleh Akbar Tandjung dan MPR yang dipimpin oleh Amien Rais.

Misalnya, itu aturan, hukum, adalah hasil atau produk yang dibuat dan ditetapkan oleh Lembaga Eksekutif yang dipimpin oleh Presiden. Misalnya produk dasar hukum yang dibuat Presiden adalah Keppres No.28/2003, Keppres No.43/2003, Keppres No.43/2004 yang diberlakukan di Negeri Acheh. Dimana didalamnya mengacu kepada Undang-undang Dasar 1945 Pasal 4 ayat (1), Pasal 10 dan Pasal 12 sebagaimana telah diubah dengan Perubahan Keempat Undang-undang Dasar 1945; Undang-undang Nomor 23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1908) sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan Undang-undang nomor 52 Prp Tahun 1960 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2113); Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4168);

Sekarang coba perhatikan ketika Presiden menetapkan dan memutuskan Keppres No.28 Tahun 2003 itu didalamnya mengacu kepada UUD 1945 yang dibuat dan ditetapkan oleh MPR, Undang Undang Nomor 23 Prp Tahun 1959, Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 yang dibuat dan ditetapkan oleh DPR.

Kalau Ahmad Sudirman mengatakan: "para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Amien Rais, Akbar Tandjung yang telah membuat lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, lalu tidak memutuskan, dan tidak menetapkan suatu hukuman menurut aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, sebagaimana di-Firman-kan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw, maka oleh Allah SWT mereka itu disebut kafir, zhalim, fasik."

Itu memang betul, ada fakta bukti, dan dasar hukumnya. Dimana mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati adalah pemimpin tertinggi Lembaga Eksekutif. Amien Rais Ketua Umum Lembaga Legislatif MPR. Akbar Tandjung Ketua Umum Lembaga Legislatif DPR. Kemudian kalau dimasukkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai mantan Menteri Menko Polkam, itu masuk kedalam kelompok Megawati dalam Lembaga Eksekutif.

Jadi Sumitro, yang saudara katakan: "Bang Ahmad, yang berhak membuat Undang2, apalagi berhubungan dengan GBHN dan Dasar Negara adalah Rakyat yang diwakili oleh DPR. Nach, seorang Presiden tidak berhak untuk itu. Jadi kenapa anda selalu menyerang Soeharto, Megawati, lebih2 Gus Dur, Amien Rais hanya karena mereka tidak merubah itu UUD dan Dasar Negara? Disitulah letak kesalahan anda yang TIDAK akan pernah anda akui karena anda yakin bahwa anda adalah manusia yang sempurna melebihi Nabi sekalipun karena kesalahan2 walaupun sedikit yang anda lemparkan disini TIDAK pernah anda akui malahan ditutup-tutupi. Kalau soal mencari kesalahan orang walau hanya satu kata saja anda langsung menyerang membabi buta dan setelah itu anda merasa puas karenanya."

Jelas apa yang ditulis saudara Sumitro itu tidak kena dan tidak tepat kalau dihubungkan dengan apa yang telah dijelaskan oleh Ahmad Sudirman tentang dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, dan dengan apa yang menjadi tugas dan wewenang Presiden sebagai Kepala tertinggi Lembaga Eksekutif.

Dan tentu saja Sumitro, itu Ahmad Sudirman bukan tidak mau mengakui hasil pemikiran saudara Sumitro diatas. Masalahnya adalah karena dasar pemikiran saudara Sumitro adalah tidak benar dan tidak tepat kalau dihubungkan dengan fungsi, tugas, wewenang Presiden dihubungkan dengan masalah pembuatan peraturan, hukum, undang undang dan undang undang dasar 1945. Kemudian dihubungkan dengan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47.

Terakhir, tentang lima pertanyaan yang disampaikan oleh Sumitro, akan segera dijawab Ahmad Sudirman. Karena memang jawabannya sudah ada dalam pikiran Ahmad Sudirman, tinggal menuliskannya. Hanya yang menjadi persoalan adalah saudara Sumitro yang katanya mau menceritakan mengenai perjanjian persekutuan Islam di madinah (daulah Islam akan saya sampaikan lebih lanjut).(Sumitro mitro@kpei.co.id , Fri, 10 Sep 2004 17:00:18 +0700) sampai detik ini belum muncul di mimbar bebas.

Rupanya Sumitro ini mahu terlebih dahulu mendengar wejangan dan ceramah tentang motiv hijrah, taktik mematai-matai lawan yang dikembangkan Rasulullah saw, dan ayat pertama tentang perintah perang lebih dahulu dari Ahmad Sudirman. Memang, kelihatan Sumitro kerjanya main jiplak saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: ahmad CS mau mengelak dan tidak mampu menjawab pertanyaan saya
Date: Thu, 16 Sep 2004 08:15:58 +0700

Ass. War. Wab.

Bang Ahmad, anda mau mengelak dengan fakta apa yang anda dan kelompok anda diantaranya M Al Qubra, Warwick dll yang telah jelas2 menulis / menggolongkan nama seseorang (pemimpin2 Indonesia) sebagai kafir ? terus anda lantas menulis lagi " Sumitro, mengapa Ahmad Sudirman menaruhkan nama-nama Pemimpin Negara RI itu dalam hal pembicaraan dasar hukum Al-Maidah: 44 ini ? Karena yang sedang dibicarakan adalah masalah aturan, hukum, undang-undang, undang undang dasar dalam satu negara."

Bang Ahmad, yang berhak membuat Undang2, apalagi berhubungan dengan GBHN dan Dasar Negara adalah Rakyat yang diwakili oleh DPR.

Nach, seorang Presiden tidak berhak untuk itu. Jadi kenapa anda selalu menyerang Soeharto, Megawati, lebih2 Gus Dur, Amien Rais hanya karena mereka tidak merubah itu UUD dan Dasar Negara? Disitulah letak kesalahan anda yang TIDAK akan pernah anda akui karena anda yakin bahwa anda adalah manusia yang sempurna melebihi Nabi sekalipun karena kesalahan2 walaupun sedikit yang anda lemparkan disini TIDAK pernah anda akui malahan ditutup-tutupi. Kalau soal mencari kesalahan orang walau hanya satu kata saja anda langsung menyerang membabi buta dan setelah itu anda merasa puas karenanya.

Bang Ahmad, Bagaiaman pertanyaan saya yang 4 kemarin kok enggak dijawab-jawab? Lagi kesulitan mencari referensi atau Hasan Tiro dan juru penerangannya lagi sibuk mencari buku acuannya yach? . Saya munculkan kembali pertanyaannya yach?

"Bang Ahmad bisa anda jelaskan lebih lanjut :

1.Apakah yang mendorong Rasulullah dan Umat Islam berhijrah serta bagaiaman proses Hijrah itu sendir berlangsung?
2.Taktik Rasulullah memata-matai lawan seperti apa ?
3.Apakah wahyu Allah SWT pertama kali tentang perang?
4.Bagaimana sikap Rasulullah dan tindakan apa saja sich yang berhubungan dengan Daulah Islam terhadap musuh2 Islam ?
5.Apakah gerakan yang GAM/ASNLF nya hasan tiro melakukan gerakan kemerdekaan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah? kalau iya seperti apa contohnya.

Demikian dan wasallam.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------