Kuala Lumpur, 17 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO HILANG AKAL AJAK AHMAD PULANG UNTUK KUBURKAN PENGALAMAN
Ham Am
Kuala Lumpur - MALAYSIA.

 

KELIHATAN JELAS SUMITRO HILANG AKAL AJAK AHMAD SUDIRMAN PULANG UNTUK KUBURKAN PENGALAMAN

"Bang, Indonesia khan udah enggak seperti orde baru jamannya Soeharto. Disini sudah sedikit demokrasi. Enggak ada lagi penculikan atau pencekalan seperti rezimnya Soeharto. Jadi bang Ahmad enggak usah takut untuk kesini apalagi mau memperjuangkan sariah Islam dilaksakannya di Indonesia (seperti yang sedang diperjuangkan banyak orang dan kelompok seperti PKS dan PBB ), jadi bang Ahmad kembalilah ke Indonesia agar kita2 enggak menyatakan anda sebagai pengecut dan penakut." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Wed, 15 Sep 2004 13:44:39 +0700)

Bila Sumitro mengajak utz Ahmad pulang ke Indon, jelaslah dia sangat sempit pikiran nya. Sebenarnya Sumitro perlu keluar dari Indon supaya boleh tau apa itu indon. Cuba sikit lagi tingkatkan daya pikir anda. Seandainya Sumitro kasih uang tambang [ongkos pesawat] untuk utz Ahmad namun jangan mimpi dia akan pulang. Kerana hanya orang yang sudah keluar dari pokok keindonannya sajalah yang tau apa itu Indon. Indon tak lebih dari sebuah negara mainan. Ibarat kanak2 bermain tanah liat sambil bikin patung lembu dsb. Indonesia adalah satu negara yang sudah berkarat. Duduklah dibawah pokok mu, saya akan memperkenalkan Indon pada anda.

Dari segi ekonomi.

Tahu kan anda negara mana yang paling banyak dijerat hutang di dunia? Inilah bukti kebodohan Indon dalam mengatur ekonomi. Maka orang yang sudah keluar dari Indon jangan mimpi akan kembali lagi, kecuali mereka suku Jawa kono yang tak boleh lupa dangan wayang kulitnya. Di Indon sangat langka orang tau buat bisnes yang membuat masa depan cemerlang, yang ada hanya menoreh getah, sawet melulu. Kemajuan ekonomi takkan meningkat sampai kapanpun, menurun ada. Pengeluaran wang negara terbanyak tak lain hanya untuk operasi militer di Aceh, dan ini tak banyak orang tau. Sekali oprasi di Aceh adalah satu proyek raksasa bagi badan tertentu, kerana untuk membiayai kos tentra tak semua negara akan mampu. Bayangkan saat pertama sekali Amerika menyerang Iraq, biaya oprasinya tak lunas lagi sampai hari ini. Tanya lah pada mbak Mega betulkah terlalu banyak wang yang diperlukan untuk menghidupkan mesin bunuh di Aceh?

GAM/TNA sengaja mengundang semua kekuatan TNI/ABRI, tapi bodohnya pancingan itu terus di telan Indon yang bodoh politic. Sekarang saya bocorkan sedikit rahasia GAM/TNA, mereka mengundang TNI untuk memancing saja, tujuannya TNA ingin menghancurkan ekonomi Indon sehancur2nya. Alangkah bodoh orang yang terpancing. Disaat Indonesia diporak porandakan oleh bermacam badan yang ada di dalam dan luar negri, orang GAM tersenyum sambil menyaksikan, tiap satu bangunan yang runtuh mesti GAM yang jadi sasaran, tapi tuduhan demi tuduhan atas orang GAM sudah lumrah terjadi. Hari2 ekonomi Indon bukan menjelang tinggi, tapi mendalam kebawah. Lihat saja apa ada kekayaan negaranya, betapa morat marit rakyat di perkampungan dan di kota. Dalam keadaan macam ini Sumitro sanggup memanggil ust Ahmad pulang. Memang benaknya sumbat, mau makan apa, singkong melulu, atau mau habiskan masa dengan sia2 di Indon?. Berkali2 saya pesan, keluar dari bawah pokok, Sumitro takkan nampak di pucuk sono penuh dengan benalu sandiwara ala Mega yang bodoh tak tau ngomong english, macam tu orang yang anda angkat jadi president? Memang muka kalian sudah di balut oleh darah kotornya Mega, hei Sumitro ambillah pulau Sabang kalau utz Ahmad sudi pulang untuk menguburkan karirnya.

Ini saya series bagi tau anda. Tengoklah orang Indon yang pernah pergi ke Arab misalnya, berapa lama dia tak balik, kalau balik sebentar datang lagi. Ini artinya orang yang sudah tau Indon itu binatang apa. Begitu juga contoh dekat, Malaysia beratus ribu orang Indon, tapi berapa orang yang mau balik. Setiap yang anda tengok paling tak sampai sebulan mereka balik sudah ke Malaysia lagi. Buatlah kajian wahai Sumitro, berapa sangat gaji anda disitu, mungkin sehari gaji kita yang buat bisnis di Malaysia. Di Indon bisnis kurang jalan.

Dari segi keamanan.

Tengok saja dimana bomlah, pemberontaklah, koropsi lah. Ini sebetulnya sangat perlu kalian bukak mata, sebab ini termasuklah punca keruntuhan ekonomi kalian. Kalau negara ada bom sana sini, tentu pemodal asing takut mau melaburkan wang nya di Indon. Satu negara yang tak ada pelaburan luar, maka kita tunggu saja Indonesia di lelong. Kalau memang keamanan tak juga reda lihatlah bumi Indon akan tergadai. Terserah kalian menyadari atau tidak. Anda perlu membeli koran2 luar agar tau Indon itu macam mana. Anda perlu kenal siapa itu Akbar Tanjung, Amin Rais, Gus Dur, Mega, dsb. Jadikan pengalaman masa moniter. Mana ada satu orang pimpinan kalian yang sanggup keluarkan negara anda dari balutan moniter yang menjunamkan ekonomi kalian. Tengoklah negara lain dalam masa singkat moniter sudah tersingkir. Mega tau apa dia, suri rumah tangga, angkat jadi presiden, paling dia tau sajikan kuah asam pedas untuk kalian. Kita kasih koran barat munkin Mega hanya tau tengok gambarnya sambil baca koran terbalik. Sadarilah jangan terlalu menyanjung negara RI paling best.

Kalian masih berangan, orang sudah kebulan. Inilah hebatnya UUD 45, yang anda dukung selama ini. Saya tak mau bukak habis roknya Mega nantik nampak pulak yang lebih sensitif, maka saya akan cerita kesambungannya dikali lain insya Allah. Inilah akibat yang kait mengait antara ekonomi dan keamanan negara kalian, maka jangan gila lagi mau ajak utz Ahmad pulang. Maaf saja kalau tersinggung, ini sebetulnya realiti yang berlaku di Indon.

Wssalam

Ham Am

nacara2004@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>,
Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: rokh_mawan@yahoo.com, Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO JANGAN HANYA PANDAI MANCING & WAHABIYIN ROKHMAWAN JANGAN NGUMPET DARI PERTANYAAN
Date: Wed, 15 Sep 2004 13:44:39 +0700

Assalamu `alaikum War. Wab.

Bang Ahmad apa yang pernah saya sampaikan :
"Demikian dan mengenai perjanjian persekutuan Islam di madinah (daulah Islam akan saya sampaikan lebih lanjut)" (Sumitro mitro@kpei.co.id , Fri, 10 Sep 2004 17:00:18 +0700)," memang benar dan akan saya sampaikan lebih lanjut dan janji saya tersebut akan tetap saya sampaikan.

Nach apa yang saya janjikan tersebut khan lain dengan apa yang menjadi jawaban dari bang Ahmad dari yang saya sampaikan. Jadi tolonglah jawablah apa yang saya sampaikan karena saya tahu dan semua yg ada disini tahu bahwa bang Ahmad adalah pejuang yang bersekukuh memperjuangkan terlaksanakannya daulah Islam di Indonesia bahkan sampai2 menyatakan kafir pemimpin2 RI seperti Soeharto, Megawati, Soekarno, Gus Dur, Amien Rais dll. Padahal bang Ahmad sendiri tinggal di negeri yang sebagian besar rakyatnya non moeslim dan saya tidak tahu apakah bang Ahmad melakukan hal yang sama seperti terhadap Indonesia di Swedia sana. Pernah saya baca tulisan yang bang Ahmad sampaikan bahwa bang Ahmad juga melakukan hal sama terhadap tegaknya daulah Islam di Swedia dengan mengajarkan Al-Qur'an , pengajian2 dll , padahal para ustaz dan kyai2 di Indonesiapun melakukan hal yang sama. Kalaupun sebatas membuka TPA, pengajian, shalat jema'ah di masjid2 tanpa anda berjuang seperti melakukan tuntutan (demo) ke parlemen atau kekuasaan Swedia agar memperlakukan hukum Daulah Islam di sana wah itumah diketawain anak2 SD bang.

Bang, Indonesia khan udah enggak seperti orde baru jamannya Soeharto. Disini sudah sedikit demokrasi. Enggak ada lagi penculikan atau pencekalan seperti rezimnya Soeharto. Jadi bang Ahmad enggak usah takut untuk kesini apalagi mau memperjuangkan sariah Islam dilaksakannya di Indonesia (seperti yang sedang diperjuangkan banyak orang dan kelompok seperti PKS dan PBB ), jadi bang Ahmad kembalilah ke Indonesia agar kita2 enggak menyatakan anda sebagai pengecut dan penakut.

Demikian dan sekali lagi empat jawaban diatas saya sangat menantikan jawabannya.
Wass. War. Wab.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------